Berpisah itu memang diperlukan untuk kita yang tidak
berjodoh.Raya mendapat telepon dari Andi, adik dari mendiang suaminya. Andi saat ini sedang berada di Surabaya. Raya bertemu dengan Andi membawa serta Ramzan sepulang sekolah.Andi adalah cinta pertama Raya semasa SMA. Namun sayang Andi lebih memilih menikah dengan sahabatnya sendiri,Nila. Namun sayang, setelah dua tahun mereka menikah, Nila dinyatakan terkena kanker payudara. Dua tahun berjuang, Nila meninggal dunia. Andi memilih menyendiri dan tinggal di Singapura untuk melanjutkan bisnisnya di sana.Andi juga mendengar kabar, bahwa Raya menikah dengan Akhtar yang seorang tentara. Andi merasa ingin memiliki Raya kembali. Andi segera pulang ke Indonesia dan mencari Raya."Raya, aku langsung saja ya, tanpa basa-basi." Raya mengangguk. "Aku mau, kamu tinggalkan tentara itu dan kembalilah padaku. Kita bangun rumah tangga kita dengan anak-anak kamu, bersamaku."Tawaran yang menggiurkan bagi Raya. Selama ini hanya Raya yang memiliki rasa cinta pada Akhtar. Sedangkan Akhtar tidak pernah, bahkan Akhtar tidak pernah menyentuh Raya sama sekali, meskipun mereka tinggal serumah dan tidur sekamar. Hebat sekali bukan. Raya juga selalu menggoda Akhtar dengan memakai lingerie super sexy pun, Akhtar tidak tergoda. Luar biasa Akhtar."Aku pikirkan dulu Ndi." Andi mengangguk.
“Lebih baik hidup dengan orang yang sama-sama mempunyai rasa cinta, Raya.”❤❤❤"Kenapa sih, papa selalu gitu, nggak pernah belain aku. Aku tahu kalau Aila selalu jadi prioritasnya papa." Vebby memulai sesi luapan amarahnya saat di kamar. "Ma?" Vebby mengamati Raya yang sedang termenung. "Mama kenapa sih tahan banget hidup sama papa? Aku udah nggak tahan Ma,” rengek Vebby."Om Andi, ngajakin mama nikah Veb. Om Andi yang di Singapura itu, gimana?" Vebby mengangguk antusias. "Om Andi yang saudaranya almarhum papaku, Ma?” Raya mengangguk. ‘Terima aja Ma. Lagian Mama nggak capek apa kalau papa nggak pernah sayang sama kita?" bujuk Vebby, Raya mengangguk. Raya menemui Akhtar yang berjalan bersama Aila. Raya berdiri di depan Akhtar. Menatap nyalang Akhtar yang tampak bahagia.Aku mau ajuin cerai, kenapa dia biasa aja. Nggak takut kehilangan aku apa? Batin Vebby."Aku minta cerai Mas.""Oke. Saya kabulkan gugatan cerai kamu. Saya yang akan urus semuanya, secepat mungkin," jelas Akhtar, lalu dia mengajak Aila masuk.Beneran kampret Akhtar. Batin Raya.“Nanti, Ai tinggal sama papa ya di sini, mau ‘kan?” tanya Akhtar di depan pintu kamar Aila.“Mau Pah, asalkan nggak ada iblis di sini.” Akhtar sangat senang mendengarnya.❤❤❤Akhtar sibuk mengurus perceraian dirinya dan Raya
beberapa minggu ini. Hubungan Aila dan Azlan juga merenggang, tapi itu memberikan hal baik untuk Aila, dia perlu memantapkan hatinya. Aila masih tetap menginap di rumah dinas Akhtar setiap weekend saja menginap dirumah dinas Akhtar. Aila dan Azlan sudah sepakat akan mengundurkan hari pernikahannya setelah sidang perceraian antara Akhtar dan Raya.Kemarin sudah diputuskan oleh hakim, bahwa Akhtar dan Raya resmi bercerai. Aila bersorak dalam hati, bahkan dia dan kedua abangnya sampai menggelar pesta kecil-kecilan, yang terdiri dari mereka bertiga saja yang sangat bersyukur akhirnya Akhtar terlepas dari dua ular berbisa.Akhtar dilanda bimbang. Hari ini dia harus berangkat ke Solo meninggalkan Aila yang tengah sakit di rumah dinasnya. Dan kebetulan juga hari ini Raya akan pindah bersama kedua anaknya.Hari yang dinantikan oleh Akhtar akhirnya tiba, sayangnya dia harus meninggalkan Aila sekarang juga. Akhtar duduk di tepi kasur, mengganti kompres untuk anak semata wayangnya."Ai, nggak papa kok Pah, Papah berangkat aja. Ada bang Hafizh yang bisa Ai mintai tolong, ada bang Habib juga." Akhtar mengangguk lalu memeluk tubuh Aila dan mencium keningnya. Berat rasanya Akhtar harus meninggalkan Aila sendirian bersama Raya, perasaan dia mendadak tidak enak, tapi tugasnya harus tetap dilaksanakan."Pulang kerja Hafizh, kalian pergi ke dokter ya, Sayang. Papa yang akan menelponnya." Aila mengangguk lalu memeluk Akhtar erat. Berdoa pada Allah agar Akhtar di lindungi oleh Sang Pencipta.Vebby yang melihat Aila sakit, terlihat bahagia. Dia merencanakan pembalasan untuk Aila. Membalaskan semua rasa sakit hatinya selama ini. Vebby mulai menghasut Raya untuk ikutmenyiksa Aila hari ini. Kesempatan bagi keduanya, Akhtar akan berangkat ke Solo sampai tiga hari ke depan. Mereka bebas hari ini.“Ayo Ma, kita balasin dendam kita sama si Aila itu. Malas
banget harus dia yang disayang.” Raya mengangguk setuju, lalu berpura-pura menyiapkan barang-barang mereka ke depan rumah dinas, sebelum Akhtar pergi.Setelah dirasa Akhtar sudah benar-benar pergi. Vebby kemudian bergegas ke kamar Aila. Dia menarik Aila dari selimutnya dan menyeret tubuh lemas Aila ke kamar mandi. Mengambil air di gayung dan menyiramnya pada tubuh lemah Aila.Aila gelagapan, dia menggigil kedinginan.Vebby mengambil kembali satu gayung air dingin dan menyiramkannya ke tubuh Aila kembali. Tubuh Aila menggigil, mencoba memeluk tubuhnya sendiri agar lebih hangat. Vebby tertawa melihatnya. Aila bukan dalam keadaan yang baik saat ini untuk membalas perlakuan Vebby padanya. Sejak kemarintubuhnya memang kurang fit, ditambah dengan kegiatan Aila yang memang sibuk di kampus, hingga waktu istirahatnya berkurang.Vebby menarik lengan Aila dan mensejajarkan dengan dirinya yang berdiri. Aila lebih tinggi dari dirinya. Dia mencengkram kerudung yang Aila gunakan."Gara-gara kamu, Mamaku menderita. Dan gara-gara kamu juga, Papa nggak pernah memperhatikan aku," teriaknya di depan wajah Aila. Satu tamparan mampir di wajah Aila.Aila masih diam saja menerima penyiksaan dari Vebby. Meskipun pipinya memanas, tapi Aila masih diam saja tidak ingin membalasnya. Untuk berdiri saja tenaganya sudah tidak kuat.Raya datang dan menyeret tubuh Aila keluar dari kamar mandi. Raya mendorong tubuh Aila ke lantai, hingga kepalanya membentur tempat tidur. Aila menggigit bibir bawahnya menahan sakit kepala yang menderanya. Dia merasa lelah.Berkali-kali Aila menerima tamparan dari Vebby dan Raya.
Vebby kalap, dia memukul hidung mancung Aila dengan menggunakan jam weker. Hingga hidung Aila mengeluarkan darah. Tangan Vebby bergetar melihat darah segar keluar dari hidung mancung Aila tidak berhenti."Ayo Vebby, kita tinggalkan dia sekarang saja." Raya menyeret Vebby agar segera keluar dari rumah Akhtar, sebelum ada yang melihat mereka menganiaya Aila.Aila menangis merasakan sakit di wajahnya. Baju Aila basah semua. Dia bergegas berganti baju kering. Kepalanya terasa pusing, hidungnya belum juga berhenti mengeluarkan darah segar.Aila berjalan gontai menuju rumah dinas Hafizh yang berhadapan dengan rumah dinas Azlan yang sama sepinya. Dia menangis di teras rumah Hafizh, karena merasakan sakit di semua badannya. Aila menyembunyikan wajah di antara lututnya. Dia menangis tersedu-sedu.Maaa, Ai sakit. ***Azlan baru saja selesai mengantarkan Akhtar, calon mertuanya ke bandara. Dia pulang karena Akhtar memintanya untuk mengantarkan Aila ke rumah sakit lebih dulu, selain agar lebih mendekatkan keduanya. Azlan melihat ada seorang wanita duduk di depan rumah dinas Hafizh dengan menangis. Azlan menghampirinya."Permisi, Anda mencari siapa ya? Danki sedang tidak ada di rumahnya," tanya Azlan sesopan mungkin.Aila berhenti menangis, dia mendongakkan wajahnya dan melihat Azlan di depannya. Azlan membulatkan matanya melihat wajah Aila yang mengerikan, darah segar tak henti-hentinya mengalir dari hidungnya. Azlan berjongkok menyamakan dirinya dengan Aila."Astaghfirullah haladzim Aila. Apa yang terjadi sama
kamu? Cerita sama saya." Azlan memegang bahu Aila."Tolong saya ...."Aila pingsan di dekapan Azlan. Azlan mengusap pipi Aila yang memerah dan memanggil nama Aila berkali-kali, tapi tak ada jawaban darinya. Aila pingsan."Lettu Azlan?" Hafizh datang dan melihat Azlan berjongkok di teras rumahnya. Hafizh memang sengaja pulang lebih dulu karena ingin melihat keadaan Aila."Siap. Maaf Danki, tolong saya." Azlan sedikit mundur dan menggendong tubuh lemas Aila.Hafizh mendekat dan melihat Aila yang pingsan. "Dek, Ya Allah. Biar saya yang menggendong, kamu siapkan mobilnya." Azlan mengangguk dan membukakan pintu belakang untuk Hafizh yang menggendong Aila. Mereka sudah tiba di rumah sakit. Hafizh membawa Aila ke ruang IGD. Keduanya menunggu Aila yang sedang diperiksa dokter di dalam. Azlan melihat betapa khawatirnya Hafizh saat menunggu Aila."Maaf Danki. Mohon ijin bertanya." Hafizh mengangguk. "Sebenarnya hubungan kapten dengan Aila apa?"Hafizh mengembuskan napas beratnya. "Aila adalah adik sepupu saya. Papa saya adalah kakak dari Om Akhtar." Azlan mengangguk paham. "Saya juga tahu kamu adalah calon suami Aila." Azlan menatap Hafizh yang terlihat tidak tenang.Satu orang lelaki masih menggunakan seragam PDL AL dengan baret biru bersama seorang pria paruh baya yang menggandeng tangan seorang perempuan paruh baya, merekamendekat. Bersamaan dengan Dokter yang keluar dari ruang IGD."Bagaimana keadaan anak saya Dokter?" Hasan maju lebih dulu. Azlan dibuat bingung saat Hasan menyebut Aila anak.Anaknya tuh yang mana sih? Danki anaknya, lah Aila juga
anaknya? Gue anak sapa? "Kondisi pasien lemah, patah tulang hidung yang dialami, mengakibatkan darah segar terus mengalir. Tapi, sekarang sudah berhenti.” Dokter itu menjeda kalimatnya sejenak, “Maaf, apakah pasien mengalami penyiksaan? Saya menemukan beberapa luka memar di kedua pipi dan kening pasien?"Mereka semua saling tatap. Hafizh memandang Azlan yang sama diamnya mendengarkan penjelasan dokter. “Az?”“Saya tidak tahu pasti, saya hanya menemukannyamenangis dan tiba-tiba pingsan di rumah Kapten.”Hasan menahan amarah karena penjelasan dokter di depannya. Selama ini yang di ceritakan Aila ketika bertelepon dengannya hanyalah rasa bahagianya ketika perceraian Akhtar dengan Raya. Tapi bagaimana luka memar itu ada?"Bisa lakukan visum Dokter?" Dokter itu mengangguk."Baik Pak." Dokter masuk kembali."Dimana Akhtar?" tanya Hasan menahan amarah."Mohon ijin. Komandan dalam perjalanan menuju Solo," jelas Azlan.Hasan mengamati wajah Azlan yang terlihat tenang bagaikan patung. Dia memandang lelaki itu tajam. "Siapa kamu?""Siap. Saya Azlan calon suami Aila." Hasan masih melihatnya dengan intens. Hasan tertawa mengejek saat kalimat calon suami Aila diucapkan oleh Azlan.“Hafizh, telepon Akhtar sekarang. Bagaimanapun caranya, dia harus ada di sini sekarang juga, atau Aila, akan papa bawa.” Ancam Hasan, Azlan memandang ngeri lelaki di depannya.Jika Aila dia bawa, lantas Azlan akan menikah dengan
siapa? Azlan gelisah di tempat duduknya. Habib yang sedari tadi diam bak patung selamat datang, menertawakan lelaki itu dalamhatinya. “Siap Pa.”***Menata hati untuk sesuatu yang membingungkan, akanmenjadikan hati ini bingung.Akhtar berlari di lorong rumah sakit bersama denganajudannya. Pekerjaan di Solo sudah dia selesaikan lebih awal walausecara terpaksa. Akhtar kemarin mendapatkan telepon ancamandari Hasan, kakak pertamanya, bahwa dia akan membawa Ailabersamanya saat ini juga, kalau sampai dia tidak datang ke rumahsakit dan melihat keadaan Aila saat ini."Kamu tahu, Aila masuk rumah sakit dengan keadaan telahdianiaya. Kemana istrimu?" geram Hasan saat di telepon."Aku sudah bercerai dengannya Bang.""Aku akan bawa Aila pergi ke Jakarta sekarang juga danmembatalkan perjodohan gila yang kamu inginkan. Dan janganpernah kamu temui Aila, kalau sampai kamu belum bisamenemukan siapa pelaku penganiayaan Aila dan memberikanhukuman setimpal pada mereka, ucapkan selamat tinggal," ancamHasan.Akhtar sud
Aku rela kembali untuk papaku, bukan kamu.Aila diantarkan oleh Hasan dan Hanifah untuk pulang keBandung. Mereka pergi ke makam Inara dan Dita. Mereka dudukdan melantunkan ayat suci dan berdoa untuk mereka."Mah, Nek, Ai, mau nikah bulan depan." Aila tergugu danmenangis di depan pusara Inara. "Ai sedih Mamah, Mamah nggakada saat hari bahagia Ai nanti."Hanifah membelai punggung Aila, menyalurkan kekuatanagar dia tegar. Aila memeluk Hanifah sebagai pengganti seorangibu selain Aisyah.Kini Aila sudah berada di rumahnya yang dia tinggalkanselama empat tahun ini, hanya saat liburan saja dia kemari."Papa dan Mama harus segera kembali ke Jakarta, Nak.Kamu baik-baik ya, Sayang di sini. Pulangnya sama Sania." Ailamemeluk Hasan dan Hanifah bergantian."Terima kasih Mama dan Papa bisa anterin Ai ke sini. LusaAi balik bareng Sania. Janji." Hanifah memeluknya, memeluk erat 
Waktu itu berharga untuk diriku melupakan mu.Kronometer (pengukur waktu) dipergunakan dikapal untuk mengetahui waktu Greenwich. Bagi Navigasimengetahui waktu Greenwich sangat penting. Seperti benda-bendaangkasa yang dicantumkan dalam nautika semuanya berdasarkanwaktu tersebut.Bahkan untuk menentukan waktu di tengah laut, jugamemerlukan seorang navigasi, yang berperan dalam rangkamenjamin keselamatan perjalanan kapal. Maka alat navigasi harusdi buat semodern mungkin, mengikuti kemajuan teknologi.Lagi dan lagi, semuanya butuh waktu untuk menentukanarah hati seseorang yang telah lama terluka.Mencoba mencari penyembuhan hati dengan terus memilihberlayar, juga tidak mampu membuat hatinya langsung sembuh.Sekali lagi bahkan berulang kali dia merutukikebodohannya sendiri, bagaimana bisa dia masih mengingat gadisitu. Gadis yang telah melukai hatinya, gadis y
Melepasmu dengan rasa yang setengah hati.Aila dilanda gugup setengah mati. Dia baru saja selesaidirias di salah satu kamar hotel, yang sengaja di sewa untukberlangsungnya pernikahan ini. Aila dapat melihat dari layar lcd dikamar hotelnya, prosesi ijab qobul yang berlangsung. Di sanaAzlan memakai jas hitam, duduk fi fepan ayahnya.Azlan menjabat tangan Akhtar. "Saudara Azlan DylanAlfarizqi bin Wahyu Iskandar, Saya nikahkan engkau dankawinkan engkau dengan anak saya, Aila Nuha Zahira binti AkhtarPramudya Zahir dengan mas kawin emas 24 karat, uang tunaisebesar tiga juta tiga ratus sebelas ribu rupiah dan seperangkat alatsalat dibayar tunai." Akhtar menghentakkan tangannya."Saya terima nikah dan kawinnya Aila Nuha Zahira bintiAkhtar Pramudya Zahir dengan mas kawin emas 24 karat, uangtunai sebesar tiga juta tiga ratus sebelas ribu rupiah dan seperangkatalat s
Hati ini bertahan hanya untukmu, menunggu dirimu hadir di dalamnya.Hati (bahasa Yunani: ἡπαρ, hēpar) yaitu merupakan sebuah kelenjar yang "terbesar" di dalam tubuh manusia, ini terletak dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma. Berdasarkan fungsinya, hati juga termasuk sebagai alat ekskresi. Hal ini dikarenakan hati membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino. Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi.Lobus hati terbentuk dari sel parenkimal dan juga sel non-parenkimal. Sel parenkimal pada hati disebut hepatosit, menempati sekitar 80% volume hati dan melakukan berbagai fungsi utama hati. Sebanyak 40% sel hati terdapat pada lobus sinusoidal.Dalam bahasa medis, patah hati ini dikenal dengan sebutan takotsub
Kapan perasaan cinta itu akan datang?Azlan membawa Aila ke rumah dinasnya yang berhadapan langsung dengan rumah dinas Hafizh. Beberapa barang Aila sudah ada di rumah dinas Azlan, Serda Ucok tadi yang membawanya. Ucok adalah ajudan Azlan."Kamar aku yang mana?" tanyanya polos.Azlan mencubit hidung Aila gemas. "Kamu kira lagi menginap di sini?" Aila nyengir kuda. Enak saja beda kamar. "Kamu dan saya satu kamar. Tenang saja, saya tidak akan ngapa-ngapain kamu." Aila mengangguk dan masuk kamar.Aila menata barang-barang yang memang tidak dia bawa semuanya dari rumah dinas Akhtar. Hanya beberapa dan yang terpenting saja. Aila merasa lapar, dia masuk ke dapur dan tak mendapati apapun di sana. Kosong melompong. Sampai Aila dibuat melongo. Hanya ada dispenser dan kulkas."Kenapa?" tanya Azlan datar, dalam hati dia ingin tertawa habis-habisan."Kamu kalau makan gimana Mas? Dapur kamu ajaibnya, habis mai
Hatimu lebih kejam, daripada ombak di lautan.Gadis berkerudung coklat itu melambaikan tangan pada sahabatbaiknya, mereka berpisah dan masuk rumah masing-masing. Aila, namagadis kecil itu Aila Nuha Zahira. Gadis kecil yang menjadi kebahagiaandi ke luarganya. Karena dia perempuan satu-satunya, dia dimanja olehsemuanya. Tapi tak pernah menjadikannya seorang gadis kecil yangsemaunya sendiri. Karena dia didik oleh kalangan militer, membuatnyamenjadi pribadi yang mandiri."Mama, Aila pulang nih Ma. Mama di mana?” teriak Aila, saatdirinya masuk ke rumah minimalis bercat Putih hitam.Aila terus saja berjalan menuju teras belakang. Biasanya Inarasedang menata tanaman anggrek kesayangannya. Sayup-sayup terdengarsuara percekcokan antara Inara dan Akhtar. Aila tak berani mendekat, diahanya bersembunyi di balik sekat pembatas dapur dan teras belakang.Mengintip dari balik jendela yang
Hati ini membeku dan terkikis rasa benci. Terlambat untukrasa yang telah hadir.Aila kini kelas 12 SMA dan sebentar lagi, dia akan lulus.Niat hati dirinya menginginkan masuk ke universitas di Bandungatau Jakarta, mengikuti Aisyah dan Hamzah yang sudah sejakempat tahun lalu di tugaskan di Jakarta.Sejak meninggalnya sang ibu, Aila memilih tinggal sendiridi Bandung, menempati rumah kedua orang tuanya. SedangkanAkhtar di tugaskan di Surabaya bersama Raya, istri keduanya.Mereka menikah secara sah setelah satu tahun meninggalnya Inara.Aila diurus oleh Aisyah dan Hamzah. Tapi Aila bersikukuh untuktetap tinggal di Bandung. Dia tidak ingin meninggalkan kenangan-kenangannya bersama sang ibu.Aila menjadi sosok yang pendiam dan tomboi walaupun diamemakai jilbab Aila meneruskan hobinya menjadi atlet pencaksilat. Berbagai kejuaraan sering dia ikuti, dia bahkan pernah
Kapan perasaan cinta itu akan datang?Azlan membawa Aila ke rumah dinasnya yang berhadapan langsung dengan rumah dinas Hafizh. Beberapa barang Aila sudah ada di rumah dinas Azlan, Serda Ucok tadi yang membawanya. Ucok adalah ajudan Azlan."Kamar aku yang mana?" tanyanya polos.Azlan mencubit hidung Aila gemas. "Kamu kira lagi menginap di sini?" Aila nyengir kuda. Enak saja beda kamar. "Kamu dan saya satu kamar. Tenang saja, saya tidak akan ngapa-ngapain kamu." Aila mengangguk dan masuk kamar.Aila menata barang-barang yang memang tidak dia bawa semuanya dari rumah dinas Akhtar. Hanya beberapa dan yang terpenting saja. Aila merasa lapar, dia masuk ke dapur dan tak mendapati apapun di sana. Kosong melompong. Sampai Aila dibuat melongo. Hanya ada dispenser dan kulkas."Kenapa?" tanya Azlan datar, dalam hati dia ingin tertawa habis-habisan."Kamu kalau makan gimana Mas? Dapur kamu ajaibnya, habis mai
Hati ini bertahan hanya untukmu, menunggu dirimu hadir di dalamnya.Hati (bahasa Yunani: ἡπαρ, hēpar) yaitu merupakan sebuah kelenjar yang "terbesar" di dalam tubuh manusia, ini terletak dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma. Berdasarkan fungsinya, hati juga termasuk sebagai alat ekskresi. Hal ini dikarenakan hati membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino. Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi.Lobus hati terbentuk dari sel parenkimal dan juga sel non-parenkimal. Sel parenkimal pada hati disebut hepatosit, menempati sekitar 80% volume hati dan melakukan berbagai fungsi utama hati. Sebanyak 40% sel hati terdapat pada lobus sinusoidal.Dalam bahasa medis, patah hati ini dikenal dengan sebutan takotsub
Melepasmu dengan rasa yang setengah hati.Aila dilanda gugup setengah mati. Dia baru saja selesaidirias di salah satu kamar hotel, yang sengaja di sewa untukberlangsungnya pernikahan ini. Aila dapat melihat dari layar lcd dikamar hotelnya, prosesi ijab qobul yang berlangsung. Di sanaAzlan memakai jas hitam, duduk fi fepan ayahnya.Azlan menjabat tangan Akhtar. "Saudara Azlan DylanAlfarizqi bin Wahyu Iskandar, Saya nikahkan engkau dankawinkan engkau dengan anak saya, Aila Nuha Zahira binti AkhtarPramudya Zahir dengan mas kawin emas 24 karat, uang tunaisebesar tiga juta tiga ratus sebelas ribu rupiah dan seperangkat alatsalat dibayar tunai." Akhtar menghentakkan tangannya."Saya terima nikah dan kawinnya Aila Nuha Zahira bintiAkhtar Pramudya Zahir dengan mas kawin emas 24 karat, uangtunai sebesar tiga juta tiga ratus sebelas ribu rupiah dan seperangkatalat s
Waktu itu berharga untuk diriku melupakan mu.Kronometer (pengukur waktu) dipergunakan dikapal untuk mengetahui waktu Greenwich. Bagi Navigasimengetahui waktu Greenwich sangat penting. Seperti benda-bendaangkasa yang dicantumkan dalam nautika semuanya berdasarkanwaktu tersebut.Bahkan untuk menentukan waktu di tengah laut, jugamemerlukan seorang navigasi, yang berperan dalam rangkamenjamin keselamatan perjalanan kapal. Maka alat navigasi harusdi buat semodern mungkin, mengikuti kemajuan teknologi.Lagi dan lagi, semuanya butuh waktu untuk menentukanarah hati seseorang yang telah lama terluka.Mencoba mencari penyembuhan hati dengan terus memilihberlayar, juga tidak mampu membuat hatinya langsung sembuh.Sekali lagi bahkan berulang kali dia merutukikebodohannya sendiri, bagaimana bisa dia masih mengingat gadisitu. Gadis yang telah melukai hatinya, gadis y
Aku rela kembali untuk papaku, bukan kamu.Aila diantarkan oleh Hasan dan Hanifah untuk pulang keBandung. Mereka pergi ke makam Inara dan Dita. Mereka dudukdan melantunkan ayat suci dan berdoa untuk mereka."Mah, Nek, Ai, mau nikah bulan depan." Aila tergugu danmenangis di depan pusara Inara. "Ai sedih Mamah, Mamah nggakada saat hari bahagia Ai nanti."Hanifah membelai punggung Aila, menyalurkan kekuatanagar dia tegar. Aila memeluk Hanifah sebagai pengganti seorangibu selain Aisyah.Kini Aila sudah berada di rumahnya yang dia tinggalkanselama empat tahun ini, hanya saat liburan saja dia kemari."Papa dan Mama harus segera kembali ke Jakarta, Nak.Kamu baik-baik ya, Sayang di sini. Pulangnya sama Sania." Ailamemeluk Hasan dan Hanifah bergantian."Terima kasih Mama dan Papa bisa anterin Ai ke sini. LusaAi balik bareng Sania. Janji." Hanifah memeluknya, memeluk erat 
Menata hati untuk sesuatu yang membingungkan, akanmenjadikan hati ini bingung.Akhtar berlari di lorong rumah sakit bersama denganajudannya. Pekerjaan di Solo sudah dia selesaikan lebih awal walausecara terpaksa. Akhtar kemarin mendapatkan telepon ancamandari Hasan, kakak pertamanya, bahwa dia akan membawa Ailabersamanya saat ini juga, kalau sampai dia tidak datang ke rumahsakit dan melihat keadaan Aila saat ini."Kamu tahu, Aila masuk rumah sakit dengan keadaan telahdianiaya. Kemana istrimu?" geram Hasan saat di telepon."Aku sudah bercerai dengannya Bang.""Aku akan bawa Aila pergi ke Jakarta sekarang juga danmembatalkan perjodohan gila yang kamu inginkan. Dan janganpernah kamu temui Aila, kalau sampai kamu belum bisamenemukan siapa pelaku penganiayaan Aila dan memberikanhukuman setimpal pada mereka, ucapkan selamat tinggal," ancamHasan.Akhtar sud
Berpisah itu memang diperlukan untuk kita yang tidakberjodoh.Raya mendapat telepon dari Andi, adik dari mendiangsuaminya. Andi saat ini sedang berada di Surabaya. Raya bertemudengan Andi membawa serta Ramzan sepulang sekolah.Andi adalah cinta pertama Raya semasa SMA. Namunsayang Andi lebih memilih menikah dengan sahabatnya sendiri,Nila. Namun sayang, setelah dua tahun mereka menikah, Niladinyatakan terkena kanker payudara. Dua tahun berjuang, Nilameninggal dunia. Andi memilih menyendiri dan tinggal diSingapura untuk melanjutkan bisnisnya di sana.Andi juga mendengar kabar, bahwa Raya menikah denganAkhtar yang seorang tentara. Andi merasa ingin memiliki Rayakembali. Andi segera pulang ke Indonesia dan mencari Raya."Raya, aku langsung saja ya, tanpa basa-basi." Rayamengangguk. "Aku mau, kamu tinggalkan tentara itu dankembalilah padaku. Kita bangun rumah tang
Menjauh itu perlu jika penat.Aila tidak terlambat karena Habib mengantarnya pagisekali, sebelum kelas pagi dimulai. Aila semalam menginap dirumah dinas Habib, bahkan Habib tidak melepaskannya samasekali, memberondongnya dengan pertanyaan tentang Azlan yangdengan lancangnya mencium tangan Aila. Ingatkan Aila untukmenimpuknya jika mereka bertemu nanti sore.Sania duduk dengan Aila. Semasa sekolah maupun kuliah,dia tetap dipanggil Zahira bukan Aila. Nama Aila hanya terkhususbagi keluarga dan Sania saja. Sania adalah teman Aila sedari kecil."Lo harus cerita semuanya ke gue. Kata bang Alvino, lokemarin datang ke kondangan dan gandengan mesrah sama laki-laki lain, dan dia seorang TNI AL. Beneran?" Aila hanyamengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan Sania. "Jelasin kegue sedetail-detailnya""Iya nanti istirahat. Eh, lo ketemu sama si Vino?" Saniamengangguk. Dia k
Ada pelukan untuk air mata yang tumpah.Hari ini Aila dikejutkan oleh seseorang yang sudah lamatidak ditemuinya. Laki-laki itu berdiri di depan rumah dinas Akhtardan sedang berbicara. Aila yang baru saja selesai jogingmenghampiri mereka."Assalamu'alaikum Ukhti," sapanya. Laki-laki itu langsungmemeluk Aila erat. "Abang kangen kamu Dek. Adek Abang yangcantik jelita yang petakilan juga." Aila mendengus sebal kala lelakidi depannya ini menyebut dirinya petakilan.Aila mencubit pinggang laki-laki yang memeluknya."Lebay deh, Abang." Dan dia tertawa. Akhtar mengajak Hafizh danAila untuk masuk ke dalam rumah.Hafizh adik dari Habib kini sudah berada di depan rumahdinas Akhtar dan memeluk erat Aila. Vebby dengan senyumcentilnya berusaha menggoda Hafizh saat dia baru saja tiba tadi.Memang dasarnya Hafizh tak peka, jadilah dia hanya masa bodohdengan Vebby yang caper de