Tang Yan sedikit menimbang-nimbang isi kontrak tersebut. Disebutkan bahwa dia mendapatkan upah yang setara dengan pengawal Kediaman Shen sekaligus upah guru beladiri juga. Hanya perlu mengajari seorang pelayan dan mengawal majikan yang jarang keluar rumah, bukankah itu hampir seperti makan gaji buta?“Kau tidak akan mendapatkan keuntungan sebesar ini jika bekerja dengan orang lain, Tang Yan.” Xue Ningyan mengingatkan lagi. Itu memang benar. Apalagi dia tidak pernah mengawal orang lain dan tidak pernah bekerja untuk orang lain. Bertemu Xue Ningyan yang memahami hal itu dengan baik adalah keberuntungan tak terkira. “Baiklah. Saya setuju dengan persyaratan dan ketentuannya. Saya bersedia bekerja sebagai pengawal pribadi Nyonya Muda Keempat sekaligus guru beladiri Xiao Ci.” Tang Yan memutuskan tanpa pikir panjang. Xue Ningyan tersenyum penuh kemenangan, “Kau mengambil keputusan yang tepat. Datanglah untuk menemui Kepala Pelayan dan tunjukkan surat kontrak itu, dia akan menyiapkan kam
Lima belas menit setelah Pangeran Pertama meninggalkan Biro Infroma Tang Yan datang ke hadapan Shen Qi dan meminta waktu untuk berbicara berdua. “Kudengar kau sudah menjadi pengawal pribadi istriku, ya?” Tang Ya tersenyum tipis, “Rupanya Anda orang yang akan memanggil wanita yang Anda nikahi seperti itu.” “Jangan basa-basi. Katakan apa yang membuatmu mau menjadi pengawal istriku?* Shen Qi bertanya datar. “Karena saya butuh tempat tinggal dan harus mencari pekerjaan.” “Alasan konyol apa itu?” Shen Qi terkekeh rendah.“Saya juga melakukannya untuk menyembunyikan diri saya. Sekaligus cara supaya saya bisa leluasa bertemu dengan Anda.”“Bertemu denganku?” “Bukankah kita sudah sepakat untuk saling memanfaatkan? Anda bilang saya adalah informan yang cukup kompeten dalam hal urusan dunia persilatan.” Tang Yan menyeringai percaya diri. Shen Qi terdiam dan mempertimbangkan ucapannya yang masuk akal itu. Memang saat ini dirinya sudah sangat kekurangan informasi tentang Aliansi Gelap yang
Tiba di toko pertama, Xue Ningyan berseru takjub. Tokonya sama besar dengan butik milik Lv Xian yang mewah. Ada berbagai jenis kain yang disediakan di dalam toko ini. Warna dan motifnya bermacam-macam dan terdapat berbagai kualitas dari yang paling rendah hingga paling tinggi. “Ini toko yang dikelola olehku, Xue Ningyan. Baru-baru ini aku kembali dari luar setelah memeriksa peternakan ulat sutera.” “Hasilnya, kami bisa memproduksi kain sutera berkualitas super premium yang dijual sepuluh tahil perak permeter.” “Lalu kain sutera kualitas standar, kami menjualnya tujuh tahil. Tapi kualitas menengah ini biasanya tidak begitu diminati pelanggan dengan status sosial tinggi.” “Tapi sering kali dipakai untuk membuat seragam resmi para pejabat tingkat tiga dan empat. Sesekali juga ada pejabat tingkat satu yang menginginkannya sebagai seragam ganti.” Xue Ningyan mengangguk-angguk mengerti. “Lihat motif bunganya, Xue Ningyan. Ini adalah motif yang sedang diminati para wanita muda di Ibuk
Rumah Musik Yuntian. Pada dasarnya, tempat ini adalah tempat di mana semua jenis kesenian berkumpul. Ada banyak orang berbakat di bidang musik dan seni di tempat ini. Ada berbagai jenis musik yang ditampilkan untuk memikat pelanggan setiap harinya. Mereka juga mempekerjakan banyak penari berbakat dari seluruh penjuru Kekaisaran. Para musisi berkumpul untuk mendapatkan panggung masing-masing di tempat terkenal ini. Katanya, siapa pun yang pernah tampil di atas panggung Rumah Musik Yuntian, di masa depan, karirnya sebagai musisi atau penari, pasti akan berjalan lancar dan menguntungkan. Karena itu, banyak musisi dan penari di luar sana yang bermimpi ingin berdiri di atas panggung Rumah Musik Yuntian dan menyita perhatian publik melalui bakat yang mereka miliki. Tapi kesempatan itu tidak datang setiap hari dan prosesnya cukup rumit. Dalam satu kali seleksi yang biasanya hanya diadakan dua tahun sekali, terkadang hanya ada satu orang yang berhasil masuk. Kabarnya, tahun ini adalah
“Yu Xinyi, apakah suamiku, Tuan Muda Ketiga, pernah melihatmu mandi?” Yu Xinyi membulatkan mata tak percaya, dengan pipi memerah, dia menyangkal pertanyaan itu dengan tergeragap. “A-apa yang kau tanyakan itu, Xue Ningyan? Aneh sekali!” Yu Xinyi tertawa renyah dengan wajah kikuk. Xue Ningyan yang tidak mengerti apa arti dari reaksi Yu Xinyi itu hanya memasang wajah datar, lalu melanjutkan pertanyaannya, “Menurutmu, apa alasannya jika seorang suami meminta ingin mandi bersama saat kita sudah berada di dalam bak mandi duluan?” “Xue Ningyan!” Yu Xinyi membekap mulutnya dengan keringat bercucuran, “Bagaimana mungkin kau membicarakan hal seperti itu di tengah pertunjukan musik yang dihadiri banyak orang?” Xue Ningyan melirik ke sekitar yang mulai menatapnya dengan heran—padahal dia yakin mereka menatap ke arahnya karena Yu Xinyi yang tiba-tiba menutup mulutnya seperti itu. Xue Ningyan menghela napas pelan begitu Yu Xinyi melepaskan tangan dari mulutnya, wajahnya terlihat putus asa dan
"Ayah, apakah aku harus benar-benar menikah dengan paksaan seperti ini?” Xue Ningyan menunduk dengan tangan mengepal. Suasana suram dengan suara deras air hujan di luar mewarnai ketegangan di dalam Kediaman Xue yang sedang membahas pernikahan politik yang direncanakan sang Ayah untuk Ningyan. Menteri Xue meletakkan cangkirnya dengan sedikit tenaga, "Kau tidak boleh menolaknya, Ningyan. Ayah butuh kekuasaan Menteri Keuangan untuk memperkuat posisi Ayah di rapat Istana, serta mempercepat proses Ayah dipromosikan ke tingkat pejabat yang lebih tinggi." Memangnya benar, hanya karena itu? Semua pejabat di Ibu Kota Kekaisaran sudah tahu kalau Menteri Pekerjaan Umum terancam diturunkan jabatannya menjadi pejabat rendahan yang tidak punya tingkat. Semua itu berawal dari ketidakseimbangan yang terjadi di faksi Pangeran Kedua setelah Baginda Kaisar mengganti menteri di Kementerian Perang yang sangat berpengaruh di faksi Pangeran Pertama. Kementerian Pekerjaan Umum dikeluarkan dari faksin
Ningyan memasukkan selembar kertas yang baru saja ditulisnya ke dalam amplop coklat dan membubuhkan cap Keluarga Xue di tengahnya. Xiao Ci, pelayan pribadinya menunggu di samping. Ningyan memberikan amplop itu pada Xiao Ci. “Berikan ini ke Kediaman Shen untuk Tuan Muda Keempat Shen.” “Baik, Nona.” Sepeninggal Xiao Ci, Ningyan terdiam merenung. Yang dia lakukan sekarang adalah berusaha bernegosiasi dengan calon suami yang tak dikenalnya. Dia mungkin tidak punya pilihan selain menerima perjodohan itu. Tapi Shen Qi yang seorang Kepala Biro Informasi sekaligus putra dari pejabat tingkat dua, tidak mungkin mau merendahkan diri dengan menikahi gadis lemah dari keluarga pejabat tingkat empat yang rendahan. Meski dia tidak bisa melakukan apa pun sendiri, jika menghubungi Shen Qi dan membicarakan hal itu dengannya, masih ada harapan untuk membatalkannya. Jika Shen Qi menolaknya, tidak ada hal yang bisa dilakukan ayahnya untuk mempertahankan perjodohan itu. Ningyan menghela napas, meski
Ningyan termenung sepanjang perjalanan pulang. Apa maksudnya Shen Qi tidak akan menolak perjodohan itu? Tidak mungkin pria sepertinya tertarik pada Ningyan yang hanya putri pejabat tingkat empat. “Nona, apakah ada yang mengganggumu?” Xiao Ci bertanya karena tak tahan melihat Ningyan melamun. “Xiao Ci, maukah kau menyelidiki sesuatu untukku?” “Katakan saja, Nona. Saya akan melakukannya.” “Selidiki alasan di balik Shen Qi bersikeras tidak mau menolakku.” “Baik, Nona.” Setelah pertemuan singkat itu, Xue Ningyan tidak berhenti memikirkannya. Suara tegas Shen Qi yang menunjukkan wibawa tinggi itu selalu masuk ke telinganya dengan lembut. Tatapan matanya yang senantiasa tajam juga tidak membuatnya takut atau terintimidasi. Ekspresi wajah yang datar itu juga membuat Ningyan merasa harus terus menatapnya dengan lekat. Dari pertemuan singkat itu, dia juga menyadari, Shen Qi tidak begitu keras seperti rumor yang Xiao Ci dengar, tidak begitu kejam seperti yang Xiao Ci ketahui. Ningyan m
“Yu Xinyi, apakah suamiku, Tuan Muda Ketiga, pernah melihatmu mandi?” Yu Xinyi membulatkan mata tak percaya, dengan pipi memerah, dia menyangkal pertanyaan itu dengan tergeragap. “A-apa yang kau tanyakan itu, Xue Ningyan? Aneh sekali!” Yu Xinyi tertawa renyah dengan wajah kikuk. Xue Ningyan yang tidak mengerti apa arti dari reaksi Yu Xinyi itu hanya memasang wajah datar, lalu melanjutkan pertanyaannya, “Menurutmu, apa alasannya jika seorang suami meminta ingin mandi bersama saat kita sudah berada di dalam bak mandi duluan?” “Xue Ningyan!” Yu Xinyi membekap mulutnya dengan keringat bercucuran, “Bagaimana mungkin kau membicarakan hal seperti itu di tengah pertunjukan musik yang dihadiri banyak orang?” Xue Ningyan melirik ke sekitar yang mulai menatapnya dengan heran—padahal dia yakin mereka menatap ke arahnya karena Yu Xinyi yang tiba-tiba menutup mulutnya seperti itu. Xue Ningyan menghela napas pelan begitu Yu Xinyi melepaskan tangan dari mulutnya, wajahnya terlihat putus asa dan
Rumah Musik Yuntian. Pada dasarnya, tempat ini adalah tempat di mana semua jenis kesenian berkumpul. Ada banyak orang berbakat di bidang musik dan seni di tempat ini. Ada berbagai jenis musik yang ditampilkan untuk memikat pelanggan setiap harinya. Mereka juga mempekerjakan banyak penari berbakat dari seluruh penjuru Kekaisaran. Para musisi berkumpul untuk mendapatkan panggung masing-masing di tempat terkenal ini. Katanya, siapa pun yang pernah tampil di atas panggung Rumah Musik Yuntian, di masa depan, karirnya sebagai musisi atau penari, pasti akan berjalan lancar dan menguntungkan. Karena itu, banyak musisi dan penari di luar sana yang bermimpi ingin berdiri di atas panggung Rumah Musik Yuntian dan menyita perhatian publik melalui bakat yang mereka miliki. Tapi kesempatan itu tidak datang setiap hari dan prosesnya cukup rumit. Dalam satu kali seleksi yang biasanya hanya diadakan dua tahun sekali, terkadang hanya ada satu orang yang berhasil masuk. Kabarnya, tahun ini adalah
Tiba di toko pertama, Xue Ningyan berseru takjub. Tokonya sama besar dengan butik milik Lv Xian yang mewah. Ada berbagai jenis kain yang disediakan di dalam toko ini. Warna dan motifnya bermacam-macam dan terdapat berbagai kualitas dari yang paling rendah hingga paling tinggi. “Ini toko yang dikelola olehku, Xue Ningyan. Baru-baru ini aku kembali dari luar setelah memeriksa peternakan ulat sutera.” “Hasilnya, kami bisa memproduksi kain sutera berkualitas super premium yang dijual sepuluh tahil perak permeter.” “Lalu kain sutera kualitas standar, kami menjualnya tujuh tahil. Tapi kualitas menengah ini biasanya tidak begitu diminati pelanggan dengan status sosial tinggi.” “Tapi sering kali dipakai untuk membuat seragam resmi para pejabat tingkat tiga dan empat. Sesekali juga ada pejabat tingkat satu yang menginginkannya sebagai seragam ganti.” Xue Ningyan mengangguk-angguk mengerti. “Lihat motif bunganya, Xue Ningyan. Ini adalah motif yang sedang diminati para wanita muda di Ibuk
Lima belas menit setelah Pangeran Pertama meninggalkan Biro Infroma Tang Yan datang ke hadapan Shen Qi dan meminta waktu untuk berbicara berdua. “Kudengar kau sudah menjadi pengawal pribadi istriku, ya?” Tang Ya tersenyum tipis, “Rupanya Anda orang yang akan memanggil wanita yang Anda nikahi seperti itu.” “Jangan basa-basi. Katakan apa yang membuatmu mau menjadi pengawal istriku?* Shen Qi bertanya datar. “Karena saya butuh tempat tinggal dan harus mencari pekerjaan.” “Alasan konyol apa itu?” Shen Qi terkekeh rendah.“Saya juga melakukannya untuk menyembunyikan diri saya. Sekaligus cara supaya saya bisa leluasa bertemu dengan Anda.”“Bertemu denganku?” “Bukankah kita sudah sepakat untuk saling memanfaatkan? Anda bilang saya adalah informan yang cukup kompeten dalam hal urusan dunia persilatan.” Tang Yan menyeringai percaya diri. Shen Qi terdiam dan mempertimbangkan ucapannya yang masuk akal itu. Memang saat ini dirinya sudah sangat kekurangan informasi tentang Aliansi Gelap yang
Tang Yan sedikit menimbang-nimbang isi kontrak tersebut. Disebutkan bahwa dia mendapatkan upah yang setara dengan pengawal Kediaman Shen sekaligus upah guru beladiri juga. Hanya perlu mengajari seorang pelayan dan mengawal majikan yang jarang keluar rumah, bukankah itu hampir seperti makan gaji buta?“Kau tidak akan mendapatkan keuntungan sebesar ini jika bekerja dengan orang lain, Tang Yan.” Xue Ningyan mengingatkan lagi. Itu memang benar. Apalagi dia tidak pernah mengawal orang lain dan tidak pernah bekerja untuk orang lain. Bertemu Xue Ningyan yang memahami hal itu dengan baik adalah keberuntungan tak terkira. “Baiklah. Saya setuju dengan persyaratan dan ketentuannya. Saya bersedia bekerja sebagai pengawal pribadi Nyonya Muda Keempat sekaligus guru beladiri Xiao Ci.” Tang Yan memutuskan tanpa pikir panjang. Xue Ningyan tersenyum penuh kemenangan, “Kau mengambil keputusan yang tepat. Datanglah untuk menemui Kepala Pelayan dan tunjukkan surat kontrak itu, dia akan menyiapkan kam
“Belajar beladiri, Nyonya Muda?” Xiao Ci membeo dengan wajah bingung. Ini pertama kalinya Xue Ningyan memberi perintah yang begitu tidak masuk akal. Meski sudah pasti ia akan melakukan apa pun yang diminta Xue Ningyan, terkadang Xiao Ci juga membutuhkan alasan kenapa Xue Ningyan menyuruhnya melakukan hal itu. “Pagi ini aku bertemu Tuan Muda, dan mengajukan permintaan untuk menjadikan Tang Yan sebagai pengawalku.” “Beliau menyetujuinya dengan syarat, kau harus belajar beladiri karena Tang Yan hanya akan berada di sisiku selama enam bulan.” “Kita sebut saja enam bulan itu kontrak kerja Tang Yan, dan pekerjaan yang akan dia terima selama melakukan kontrak denganku adalah mengawalku dan mengajarimu. Kau tidak keberatan, kan?” Xiao Ci mengangguk-angguk paham, sekarang dia sudah tahu kenapa Shen Qi menyuruhnya belajar beladiri. “Apakah Tuan Muda memutuskan untuk tidak menempatkan pengawal di sisi Anda lagi setelah kontrak enam bulan itu berakhir?” Xiao Ci bertanya untuk memastikan. “
“Padahal aku sudah berjanji pada diriku sendiri akan memperlakukanmu dengan baik sejak kau menyetujui semua persyaratan dariku.” Bahu Xue Ningyan berguncang, tangisnya semakin menjadi. Shen Qi beralih memeluknya dengan erat. “Jangan menangis, Xue Ningyan. Akulah yang bersalah, aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi.” Shen Qi mengusap rambutnya dengan penuh perhatian.“Saya pikir …, Tuan Muda masih meremehkan status saya yang sebelumnya. Saya takut tindakan saya akan membuat saya malu, ja-jadi saya tidak berniat mengatakannya pada saat itu.” “Ta-tapi, Tuan Muda. Hati saya tidak tenang begitu merahasiakan banyak hal dari Anda …, jadi, saya berencana mengatakan semuanya sekarang.” “Tapi …, tapi sepertinya Tuan Muda tidak akan menyukainya sampai akhir. Jadi, saya kembali ragu untuk mengatakannya atau tidak.” “Tidak apa, Xue Ningyan. Katakan saja, sekarang aku tidak akan marah. Aku tidak akan pernah marah lagi padamu, aku benar-benar berjanji kali ini.” Shen Qi memeluknya semakin
“Tuan Muda?” Xue Ningyan menatap terkejut, Shen Qi meletakkan kepalanya di bahu Xue Ningyan dengan manja. Tingkah laku itu, seketika menjadi sorotan orang-orang yang berada di sana. Beberapa orang sampai mematung tak percaya. “Bukankah Tuan Muda masih rapat?” tanya Xue Ningyan, membalik tubuhnya dan membiarkan Shen Qi memeluknya dengan benar. “Iya, tapi aku sangat merindukanmu, jadi kutinggalkan saja hal tidak penting itu.” Shen Qi tersenyum seolah perkataannya itu bukan apa-apa. Xue Ningyan balas tersenyum, “Apakah Tuan Muda masih sibuk?” “Ada beberapa pekerjaan yang masih harus diselesaikan. Tapi kalau beristirahat sejenak sambil memandangi wajahmu selama berjam-jam dulu sepertinya tidak apa-apa.” “Sejak kapan Tuan Muda jadi begitu pandai bicara?” Xue Ningyan berkata dengan kesal. “Aku sudah pandai bicara sejak kecil, hanya tidak pernah melakukannya saja. Tapi sekarang ada kau, jadi aku ingin mengekspresikan perasaanku dengan lebih dalam lagi. Kau tidak masalah?” Shen Qi mena
“Saya bersedia menjadi pengawal Nyonya Muda.” Kalimat itu membuat Xiao Ci dan Xue Ningyan terdiam mematung. Sosok Tang Yan yang tiba-tiba muncul itu cukup mengejutkan. Pria itu bahkan berpakaian rapi seolah mau pergi. Tang Yan berjalan mendekat ke arah Xue Ningyan yang duduk di tepi ranjang. “Nyonya Muda. Awalnya saya datang untuk berpamitan karena memutuskan untuk pergi sekarang. Tapi saya tidak sengaja dengan lancangnya mendengar pembicaraan Anda berdua.” “Saya yang mulanya masih belum memikirkan bagaimana cara membalas budi ini, jadi berpikir untuk membalasnya dengan cara menjadi pengawal Anda.” “Sekarang saya ingin memintanya secara resmi. Apakah Anda bersedia menerima saya sebagai pengawal pribadi Anda?” Xue Ningyan menatapnya dengan tak percaya. Orang ini mendatanginya dan secara langsung memutuskan mau menjadi pengawalnya. Itu terlalu lancar untuk disebut sebagai kabar baik. Dia bahkan jadi teringat perkataan Shen Qi bahwa orang ini berbahaya. Xue Ningyan berdeham pelan,