Share

Bab 93

Author: Piemar
last update Last Updated: 2024-10-29 17:52:16

Embun mencoba mengenali wanita cantik yang berdiri bersama seorang pria tampan–yang baru saja keluar dari sebuah unit apartemen mewah. Ia yakin mereka adalah ke dua orang tuanya Manggala. Oleh karena itu Embun langsung saja menyapa mereka dengan penuh percaya diri.

“Aku mau ketemu, Tante. Tante Mamanya Mas Gala ‘kan?” tanya Embun hanya sekedar mengkonfirmasi. Embun menatap wanita bermata sipit lalu menatap ke arah pria yang bertubuh tinggi besar di sebelahnya. Seketika ia meringis pelan melihat sosok Aldino. Pantas saja, Manggala bertubuh tinggi besar. Ternyata postur tubuhnya menurun dari ayahnya. Ibunya justru terlihat sangat muda selain bertubuh mungil.

“Om, pasti Papanya Mas Gala ya. Salam kenal,” ujar Embun–yang kini terlihat lebih percaya diri di depan setiap orang yang ditemuinya.

Aldino tersenyum amat tipis dan mengangguk pelan. Kesan pertama melihat wanita itu ialah mengingatkannya pada wajah seseorang. Dari cara ia tersenyum dan berbicara.

Sisi lain, Malati menjadi merasa ta
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Dicampakkan Setelah Melahirkan   Bab 94

    “Makasih, Tante,” imbuh Embun dengan senyum yang manis. Ia merasa tersanjung mendapat pujian dari wanita bermata sipit itu—yang tak lain ibundanya Manggala.Malati mengamati diam-diam wanita muda di depannya. Ia menggelengkan kepalanya pelan. Jujur, ia tidak percaya jika wanita yang dipanggil Embun oleh putranya ternyata anaknya seorang Ana!!!“Kau ke sini dengan Pasha?” ucap Manggala berbasa-basi. Tak mungkin wanita muda itu pergi ke sana sendirian. Ia juga tidak pernah memberitahu alamat penthouse miliknya. Jujur, ia senang dengan kejutan itu. “Iya, aku diantar Pasha. Pasha masih di bawah,” jawab Embun sesekali tersenyum menatap ibunya Gala yang terlihat keibuan. Pasha meminta Embun datang lebih dulu karena ternyata ia menunggu Beryl dan Alby tiba di sana. Ke tiga pemuda tampan itu sudah merencanakan pergi ke suatu tempat untuk bersenang-senang. Hanya saja, Embun belum tahu soal rencana mereka. Embun hanya ikut saudara kembarnya saja.Semalam ia hanya mendengar dari Pasha, kalau i

    Last Updated : 2024-10-29
  • Dicampakkan Setelah Melahirkan   Bab 95

    Di sebuah rumah mewah berlantai tiga, telah terjadi keributan kembali di antara menantu dan mertuanya. “Ibu, dari kemarin aku sudah libur bekerja demi mengurus Sagara. Sekarang giliran aku ingin me time. Seharusnya bagian Ibu mengasuh Sagara.”Mita memprotes mertuanya. Ia merasa perlakuan mertuanya tidak adil. Mentang-mentang Danar membelanya.Danar memang meminta Mita untuk mengasuh anak mereka sesekali kendati sebetulnya ada babysitter yang menjaganya. Namun seperti kesepakatan sebelumnya, Mita bisa kembali bersamanya jika ia juga ikut andil dalam mengasuh Sagara. Mita mengikuti keinginan Danar.Namun jika seharian saja di rumah akhir pekan, rasanya ia juga letih dan jenuh. Saat Danar ditemani Gilang bisa bermain golf bersama kolega perusahaan. Mita juga ingin melakukan me time. Kebetulan ibunya sakit dan memintanya untuk mewakili dirinya menghadiri acara arisan sosialita. Selain itu, Mita juga ingin pergi ke salon melakukan treatment kecantikan dan shopping.Naasnya, Diajeng malah

    Last Updated : 2024-10-29
  • Dicampakkan Setelah Melahirkan   Bab 96

    Akhirnya Embun dan the Great Duke memutuskan pergi ke pantai. Mereka menaiki mobil jeep Rubicon milik Manggala. Sebuah mobil offroad yang mengingatkan Embun pada mobil mantan suaminya meskipun berbeda merk.Sebelum tiba di pantai, mereka mampir dulu di minimarket untuk beli stock makanan dan minuman untuk bekal selama perjalanan. Karena mereka pergi dengan rencana dadakan sehingga tanpa persiapan sama sekali. Apalagi Pasha, ia membeli banyak makanan untuk adiknya. Ia tidak mau jika Embun kelaparan. Pasha menjaga Embun dengan sangat baik. Bahkan ia membelikan sunscreen untuknya agar kulit putihnya tidak gosong.“Ini, olesi wajah dan tanganmu. Jangan sampai gosong!”Pasha menyerahkan botol sunscreen pada Embun. Hingga membuat Embun tersenyum. Ia bersyukur mendapat perhatian kecil dari Pasha. Mungkin buah kesabaran selama ini. Akhirnya, ia bisa memperoleh kebahagiaan sekarang. Keluarganya teramat perhatian padanya. Embun masih merasa jika apa yang terjadi dalam hidupnya adalah mimpi pal

    Last Updated : 2024-10-30
  • Dicampakkan Setelah Melahirkan   Bab 97

    “Nyonya Ana, jangan menggendongnya! Nanti pakaian Anda kotor. Maaf, lihatlah pakaian anak itu kotor. Celemeknya penuh noda,”Rosa memperingati Ana untuk tidak memangku Sagara sebab pakaian yang dipakainya penuh dengan noda. Rosa sangat memperhatikan apapun yang melekat pada tubuh atasannya. Apalagi outfit yang dikenakannya bukan sembarang outfit. Harga outfitnya mahal karena dirancang oleh seorang desainer Paris. Cara mencucinya pun tidak sembarangan. Apalagi cardigan rajut harus dicuci dengan tangan dan menggunakan deterjen khusus. Rosa sudah memikirkan hingga sejauh itu. Ana menoleh ke arah Rosa dengan mendelik tajam. Seketika Rosa menundukan wajahnya karena merasa takut jika atasannya marah. Tadi, ia hanya memperingati atasannya secara spontan. Ana pun mengurungkan niatnya menggendong Sagara. Benar sekali apa yang dikatakan oleh Rosa, nanti pakaiannya bisa terkena noda jika menggendong anak lelaki tampan itu. Padahal acara belum selesai. Dan, satu hal lagi, ia tidak boleh menu

    Last Updated : 2024-10-30
  • Dicampakkan Setelah Melahirkan   Bab 98

    Di Pantai Ujung Genteng,‘Perasaan apakah ini? Mengapa jantungku berdebar-debar tak karuan? Tidak boleh. Aku tak ingin jatuh hati lagi! Aku tak ingin patah hati lagi!’Embun Ganita membatin dalam hati. Ia masih memegangi syal yang diberikan oleh Manggala padanya. Bahkan aroma tubuh Manggala yang bercampur dengan parfum mahalnya masih tertinggal di sekitar tubuhnya. Harum aromanya yang menenangkan namun memabukan di saat yang bersamaan. Manggala berhasil menggoyahkan sesuatu dalam relung hatinya!Embun merasa dadanya berdebar-debar. Tak hanya itu, mungkin, ada ribuan kupu-kupu yang berterbangan di dalam dadanya. Perasaannya seumpama musim semi. Bunga-bunga tumbuh bermekaran dengan warna-warna indah berkilauan diterpa sinar mentari. Segala hal tentang keindahan yang kini ia rasakan.Dulu, pernah ia merasakan perasaan yang serupa saat mendengar Danar Yudistira akan melamarnya. Namun perasaan itu hanya sesaat, sebab Danar bersikap dingin padanya. Pada mulanya, ia berpikir jika sikap diam

    Last Updated : 2024-10-30
  • Dicampakkan Setelah Melahirkan   Bab 99

    Embun benar-benar menikmati liburan bersama the Great Duke. Tak pernah ia membayangkan bisa berlibur di tempat yang sangat indah bersama orang-orang yang menyayanginya. Orang-orang yang peduli padanya dan menerimanya apa adanya.Mereka asik menikmati sunset di bibir pantai tepat setelah menunaikan sholat magrib. Kemudian mereka bermain kecipak air asin di bibir pantai hingga saling mencipratkan air itu pada tubuh masing-masing. Saking asiknya, mereka lupa jika mereka tidak membawa baju ganti. Seakan tenggelam dalam euforia, mereka benar-benar menjelma seperti anak kecil yang asik dengan dunianya sendiri.“Sha, a-aku dingin. Aku mau ke mobil ya. Aku mau ganti baju. Untung, aku bawa jaket,” imbuh Embun pada Pasha. Pasha menoleh sesaat pada adiknya dengan raut sendu.“Jeena, maaf, aku lupa kita tidak bawa baju ganti. Kita mampir ke butik aja ya,” jawab Pasha kemudian mengibaskan celana jeansnya yang kotor akibat pasir hitam pantai yang gatal. Ia pun melambaikan tangannya pada Beryl.“Pula

    Last Updated : 2024-10-31
  • Dicampakkan Setelah Melahirkan   Bab 100

    Tak lama kemudian pesanan pun datang di meja Embun. Berbagai hidangan laut disajikan di atas meja. Dari mulai kepiting, kerang, udang lengkap dengan nasi hangat sungguh membuat siapapun yang melihatnya meneguk saliva, ingin mencicipinya. Apalagi harum aromanya menusuk-nusuk hidung. Tanpa sàdar, Embun memainkan lidahnya melihat makanan mewah di hadapannya. “Terima kasih,” ucap Embun pada pramusaji yang terlihat salah tingkah saat melihat senyuman Embun yang begitu memikat.Di meja yang berbeda, Yasmin menatap Embun dengan penuh rasa kesal dan iri. Mengapa Embun bisa berada di sana? Apakah hidupnya sekarang sudah lebih baik? Apakah ia sudah menikah dengan seorang pria tua banka dan jelek tapi kaya raya? Bahkan penampilan Embun terlihat berbeda. Meskipun ia masih berpenampilan tertutup namun tampak modis dan cantik. Tanpa sàdar, ke dua tangan Yasmin terkepal sempurna di atas meja. “Yas, itu pesanan sudah datang sebagian. Kau pesan jus mentimun bukan?”Yasmin tidak menjawab pertanyaa

    Last Updated : 2024-10-31
  • Dicampakkan Setelah Melahirkan   Bab 101

    Sepulang dari pantai, Embun terlihat murung namun kepalanya berputar-putar seperti gasing. Bayang-bayang pertemuan dengan Yasmin mengusik ketenangan jiwanya. Bagaimana Yasmin tak pernah berhenti membully-nya sejak mereka masih tinggal bersama.Terbesit dalam kepalanya, ia ingin sekali memberikan pelajaran padanya agar tahu diri. Tidak hanya pada dirinya, Yasmin juga acapkali melakukan pembullyan pada setiap orang yang dianggapnya lebih rendah dan lemah dari dirinya.“Jeena, bagaimana kabarmu sekarang? Kata Pasha kemarin kau masuk angin.”Ana bertanya pada putrinya yang kedapatan diam siang itu. Mereka baru saja menyantap makan siang. Kebetulan Ana memiliki jadwal ke sekolah sekitar pukul dua siang. Sebelum pergi biasanya Ana menghabiskan waktunya sejenak untuk membaca buku dan mengobrol bersama Embun.Embun mengerjapkan matanya sekali kemudian menoleh pada ibunya. Alih-alih menjawab pertanyaan ibunya, ia bertanya hal lain. “Mami, apa kau kenal dengan pihak advertising agency?”Ana men

    Last Updated : 2024-11-01

Latest chapter

  • Dicampakkan Setelah Melahirkan   Bab 414

    Di kediaman Sulis, suasana menjadi tegang. Sulis hampir saja menjatuhkan gelas tehnya saat seorang polisi mengetuk pintu rumahnya. Dengan wajah cemas, ia buru-buru membuka pintu dan mendapati dua petugas kepolisian berdiri tegap.“Bu Sulis? Kami dari kepolisian ingin berbicara dengan putra Anda, Alby. Ada laporan insiden perkelahian yang melibatkan dirinya.”Sulis merasakan jantungnya hampir berhenti. “Perkelahian? Alby? Tidak mungkin. Dia pianis, bukan petarung jalanan!”Salah satu polisi menunjukkan dokumen laporan. “Kami hanya menjalankan tugas, Bu. Menurut laporan, putra Anda terlibat dalam baku hantam dengan seorang pria bernama Roger, di sebuah pantai di Bali.”Sulis memijit pelipisnya, mencoba memahami situasi yang tiba-tiba meledak ini. “Ini pasti ada kesalahpahaman. Alby tidak mungkin mencari gara-gara.”Semalam Alby baru pulang namun ia langsung masuk ke dalam kamarnya dan tidak menceritakan apapun soal kejadian di Bali.“Kami akan tetap membutuhkan keterangannya. Bisa kami

  • Dicampakkan Setelah Melahirkan   Bab 413

    Setelah konser selesai, Levina berpikir mereka akan langsung pulang. Namun, Alby malah berbelok ke arah pantai. Tentu saja, pemuda itu tidak akan menyia-nyiakan waktu bersamanya. Ia tahu, sangat sulit mengajak Levina pergi berdua. Dan, ini adalah kesempatan emas baginya. “Aku mau pulang ke hotel,” kata Levina dengan ekspresi datarnya.Alby menoleh sambil tersenyum. “Kau serius? Setelah menghabiskan tiga jam mendengarkan konser tanpa ekspresi, aku yakin kau butuh udara segar.”Levina mendengus. “Konsernya bagus, hanya saja terlalu lama.”Alby terkekeh. “Oh? Lalu kenapa kau ketiduran?”Levina mendelik. “Aku tidak ketiduran.”“Aku harus menyenggolmu supaya kau tidak jatuh dari kursi,” balas Alby sambil menggoda.Levina mendecak, malas berdebat. Mereka berjalan menyusuri pasir pantai yang dingin, diterangi cahaya bulan yang memantul di permukaan laut. Suara deburan ombak menemani langkah mereka.Dari kejauhan, mereka seperti sepasang kekasih yang sedang menghabiskan waktu berduaan.Alby

  • Dicampakkan Setelah Melahirkan   Bab 412

    Levina baru saja selesai minum obat ketika pintu kamar klinik terbuka. Ia mengangkat kepalanya dan terkejut melihat Roger berdiri di ambang pintu, wajahnya penuh penyesalan.“Levina…” suara Roger terdengar berat. “Aku minta maaf.”Levina terdiam. Perasaannya bercampur aduk. Ia masih ingat dengan jelas bagaimana Roger, dalam keadaan mabuk, mencoba melecehkannya di pantai. Jantungnya berdegup lebih cepat, bukan karena takut, tapi karena amarah yang masih mengendap.Sebelum Levina sempat merespons, sebuah bayangan melesat di hadapannya.BUGH!Alby, yang tadinya duduk santai di kursi dekat tempat tidur, kini telah menerjang Roger dengan tinjunya.Roger terhuyung ke belakang, terkejut. “Apa-apaan kau?!”Alby, yang biasanya penuh candaan, kini tampak berbeda. Rahangnya mengeras, matanya tajam menatap Roger dengan penuh kebencian. “Kau masih punya muka buat datang ke sini setelah apa yang kau lakukan pada Levina?”Levina terkesiap. Ia tidak menyangka Alby akan bereaksi seperti ini.Roger men

  • Dicampakkan Setelah Melahirkan   Bab 411

    Tiba-tiba, seseorang menangkap tangan Levina.Levina refleks ingin menyerang, tapi pandangannya berputar. Dunia seolah bergoyang, napasnya pendek dan berat. Matanya bertemu dengan sepasang mata tajam milik Alby.“Levina!” suara Alby penuh kepanikan.Levina mencoba mengatakan sesuatu, tapi suaranya tersendat di tenggorokan. Matanya berkaca-kaca. Ia tidak bicara. Namun ini untuk pertama kalinya, Levina yang terkenal kuat, dingin dan misterius itu merasa ketakutan dan kepanikan. Jantungnya masih berdegup kencang, tapi kali ini bukan karena takut—melainkan karena keterkejutan yang luar biasa. Ia tidak menyangka jika Roger akan melecehkannya. Ia sangat syok. Insiden yang baru saja terjadi mengingatkannya pada memori tempo dulu yang pernah ia alami.Saat Levina masih duduk di bangku sekolah dasar, ia dilecehkan oleh gurunya di sekolah. Sejak saat itu ia berusaha mati-matian belajar bela diri.“Alby...?”Dalam hitungan detik, tubuh Levina ambruk ke tanah. Alby pun merasa panik. “Levina!” p

  • Dicampakkan Setelah Melahirkan   Bab 410

    Levina menikmati suasana pantai di balkon kamar hotelnya. Ombak berderu pelan, langit keemasan mencerminkan kehangatan yang seharusnya ia rasakan di dalam hatinya. Namun, kenyataannya ia justru merasa gelisah. Sejak pertemuan pertamanya dengan Roger, putra teman ayahnya, ada sesuatu yang membuatnya tidak nyaman.Roger memang tampan, berpakaian necis, dan memiliki senyum yang bisa membuat wanita jatuh hati dalam hitungan detik. Tapi Levina tahu, di balik pesona itu ada sesuatu yang tidak beres. Dari cara Roger berbicara, dari tatapan matanya yang terlalu tajam dan gerakan tangannya yang selalu berusaha menyentuhnya, Levina merasa ia harus tetap waspada.Hari itu, Roger mengundangnya untuk makan malam di restoran seafood mewah di tepi pantai. Awalnya, Levina ingin menolak, tapi Roger terlalu gigih. “Hanya makan malam santai, Levina. Kau bisa anggap ini sebagai pertemanan,” ujarnya dengan nada santai.Levina akhirnya mengiyakan, namun tetap membatasi diri. Ia mengenakan dress biru sederha

  • Dicampakkan Setelah Melahirkan   Bab 409

    Langit sore berpendar jingga ketika Alby memarkirkan mobilnya di halaman rumah Ana. Ia keluar dengan langkah ringan, meski ada kegelisahan yang bersembunyi di balik tatapan matanya. Rindu dalam dadanya tak bisa lagi ia bendung. Sejak pertemuan terakhirnya dengan Levina, pikirannya terus dipenuhi oleh bayangan wanita itu. Ia ingin mengajaknya pergi, mungkin sekadar mengobrol sambil menikmati kopi di kafe favoritnya.Setelah mengetuk pintu beberapa kali, Ana akhirnya membukakan pintu dengan senyum ramah. Namun, ekspresi wajahnya sedikit berubah ketika melihat Alby berdiri di ambang pintu.“Alby? Ada apa?” tanya Ana, meski sudah bisa menebak alasan kedatangannya.Alby mengusap tengkuknya, sedikit canggung. “Aku mau ketemu Levina, Tante. Dia ada?”Ana tersenyum tipis, lalu menghela napas pelan. “Levina sedang pulang kampung. Dia izin libur beberapa hari untuk mengunjungi keluarganya.”Alby tertegun. Matanya berkedip beberapa kali, seolah tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.

  • Dicampakkan Setelah Melahirkan   Bab 408

    Ana mulai mencurigai sesuatu. Beberapa kali ia melihat Alby dan Levina berbincang diam-diam. Tidak seperti biasanya. Mata Ana mengerut curiga, tetapi ia memilih diam. Hanya mengamati dari jauh.Pertama Alby mau menjemput Jeena di bandara. Tunggu, bukan pertama kali. Tapi setahun yang lalu, Alby juga mengantar Jeena ke bandara! Tentu saja, bukan karena tidak ada supir. Alby memang tengah melakukan pendekatan pada Levina. Seperti saat ini, saat yang lain sibuk mengobrol dengan Jeena di ruang tamu, di taman belakang, Alby dan Levina tengah berdiri berhadapan. Seperti biasa, perdebatan kecil pun terjadi di antara mereka.“Kau terlalu keras kepala,” ucap Alby sambil menyilangkan tangan.“Dan kau terlalu sok tahu,” balas Levina, menghela napas panjang.Alby mengangkat dagunya. “Aku hanya mengatakan yang sebenarnya. Kau tidak bisa terus bersembunyi di balik sikap dinginmu.”Levina terdiam. Tatapan matanya lebih lembut dari biasanya. “Alby, kenapa kau selalu ingin mengorek isi kepalaku?”“Kar

  • Dicampakkan Setelah Melahirkan   Bab 407

    Levina menundukkan wajahnya, merasakan telapak tangannya yang mulai berkeringat. Ia tidak menyangka Alby akan mengatakannya secara gamblang seperti ini. Hatinya bergetar, tetapi pikirannya menolak. Ia tidak boleh percaya pada pria seperti Alby. Tidak boleh.Makan siang itu berakhir dalam keheningan. Jeena yang kembali dari toilet hanya mengangkat alis melihat atmosfer yang berbeda antara Levina dan Alby. Namun, ia memilih diam. Tidak mau mengusik apa yang sedang terjadi di antara mereka.Saat mereka kembali ke mobil, Levina tetap menjaga jarak dari Alby. Namun, pria itu tidak menyerah. Bahkan ketika mereka sudah tiba di depan rumah Ana, Alby masih bersikeras ingin berbicara.“Lev, aku serius dengan perasaanku,” ujarnya pelan, tetapi tegas.Levina menatapnya tajam. “Jangan buang waktumu, Alby. Aku tidak akan berubah pikiran.”“Aku tidak meminta jawaban sekarang. Aku akan menunggumu,” Alby tersenyum tipis. “Aku hanya ingin kau tahu bahwa aku akan tetap ada. Sampai kapan pun.”Levina mena

  • Dicampakkan Setelah Melahirkan   Bab 406

    Setahun berlaluBandara Internasional Soekarno-HattaJeena menghela napas lega saat pesawat mendarat dengan mulus di landasan. Setelah setahun di Manhattan, akhirnya ia pulang ke Indonesia. Selama ini ia hanya pulang beberapa kali ke Indo, selebihnya keluarganya yang rutin menjenguknya. Di sebelahnya, Levina tampak sibuk mengecek ponselnya, memastikan tidak ada pesan penting yang terlewat.“Akhirnya, pulang juga,” gumam Jeena sambil meregangkan tubuhnya. “Aku sudah kangen makanan Indonesia.”Levina hanya mengangguk tanpa banyak bicara. Sebenarnya, hatinya sedang sedikit gelisah, meski ia sendiri enggan mengakuinya. Kenapa? Karena orang yang menjemput mereka bukan sembarang orang.Alby.Pria itu sudah menunggu mereka di pintu kedatangan, bersandar santai di mobilnya dengan kacamata hitam bertengger di hidungnya. Dari kejauhan, ia terlihat seperti tokoh dalam film, menunggu dengan ekspresi tenang namun penuh keyakinan.Saat Jeena melihatnya, ia langsung tersenyum penuh arti. “Wah, wah…

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status