Beranda / Romansa / Desahan Ibu (Tiriku) / Vokalis Baru Maharaja Band

Share

Vokalis Baru Maharaja Band

Penulis: Senja Ayu88
last update Terakhir Diperbarui: 2025-03-09 08:41:31

Benar apa yang dikatakan oleh Sandrian kalau Cinta memang anaknya sangat manja.

Sepanjang saat dia terus bergelayut manja ada lengan kakaknya itu dan Liontin tidak mempermasalahkan hal itu.

Dia malah gemas melihatnya. Jadi teringat pada Anggun. Kalau mereka sedang bersama-sama Anggun juga suka manja padanya.

“Kak…” suara Cinta membuyarkan lamunan Liontin.

“Iya Anggun. ada apa Sayang?”

“Anggun? Anggun siapa Kak?”

“Oh…maaf ya Cinta. Melihat keakraban kamu sama Sandrian, kakak jadi teringat sama adik kakak yang namanya Anggun. Dia juga suka manja sama kakak. Oya, mana kakakmu?"

“Ya ampun Kak Liontin, Kak Rian  sudah ada di dalam sana. Ayo kita masuk.”

Cinta lalu meraih tangan Liontin dan menggendongnya masuk ke dalam kedai kopi.

Terus bergelayut manja di lengan Liontin dan gadis cantik kesayangan Sanrian itu merasa ini adalah awal yang baik untuk dirinya dan sang calon adik ipar.

Di mana dia tak perlu bersusah payah merebut hatinya.

Sandrian pun merasakan hal yang sama,maka bibirnya terus tersenyum  saat  melihat kedua gadis itu masuk ,menyusulnya dengan Cinta masih bergelayut manja di lengan kekasihnya itu.

“Kak, ngapain senyum-senyum sendiri?” ujar Cinta begitu sampai di hadapan Sandrian.

“Kakak tersenyum melihat keakraban dua bidadari cantik kesayangan kakak ini. Ayo silahkan duduk Tuan Putri berdua.”

Cinta dan Liontin lalu mengambil tempat duduk di hadapan Sandrian.

Dia memang sengaja mengatur posisi kursi seperti itu, kursi Liontin tidak dekat dengan kursinya melainkan dekat kursi Cinta.

Tujuannya agar kedua semakin dekat.

“Gimana Loli? Kamu suka nggak sama Kak Liontin?” tanya Sandrian begitu kedua gadis itu sudah duduk.

“Nggak!!!” jawab Cinta cepat.

“Hah???” Sadrian terperangah.

Cinta tersenyum melihat wajah Sandrian dan Liontin yang begitu panik.

“Nggak hanya suka saja tapi juga sayang banget.”

Wajah Liontin seketika berubah menjadi cerah dan lega.

Begitu juga dengan Sandrian.

Diacaknya rambut Cinta penuh sayang, “Ishhh…kamu bikin kakak jantungan saja.”

Cinta tertawa sambil menghalau tangan Sandrian dari atas kepalanya.

“Cie… cie… ada yang panik nih.”

Seorang pramusaji datang sambil membawa menu makanan dan mereka pun mulai sibuk memesan sesuai selera mereka masing-masing.

“Aku senang banget kak. Sebentar lagi aku akan punya kakak perempuan. Aku hanya punya dua kakak laki-laki dan ini adalah kali pertama salah satu dari kedua kakak lelaki ku memperkenalkan gadisnya padaku. Aku harap kakak yang satunya juga segera menyusul.” ungkap Cinta setelah pramusaji itu meninggalkan mereka untuk menyiapkan pesanan mereka.

Ponsel Sandrian berbunyi, dan satu pesan baru dari bapak Dion sang manajer band.

Sandrian mengisi kembali ponselnya dan katanya dengan santai.

“Setelah ini kita ke kota X. Acara peresmian mall baru di kota X akan dimajukan jadi dua hari lagi. Kita kesana untuk gladi bersih. Kalian berdua temani saya.”

Pramusaji itu datang sambil membawa pesanan mereka.

*** *** ***

Tak butuh waktu lama untuk sampai di kota X.

Hanya butuh waktu tiga puluh menit saja.

Teman-teman Sandrian sudah berada di sana. Begitu juga dengan pak Dion.

Di sana terlihat poster mereka yang berukuran jumbo sudah terpasang.

“Maaf Pak Dion dan semuanya. Aku terlambat datang karena menjemput vokalis baru kita.” Pak Dion terbelalak mendengar ucapan  Sandrian.

“Wow…jadi kamu berhasil meyakinkan adikmu untuk masuk kita.”

“Ya… seperti apa yang bapak lihat.”

Pak Sandrian mendekati Cinta dengan wajah bahagia.

“Selamat bergabung di Maharaja Band Nak. Ayo kenalan dulu sama kakak-kakak yang lainnya.”

“Iya Pak. Aku perkenalkan adikku pada yang lainnya.”

“Ok Rian. Tapi by the way kalau yang satu ini?” pak Dion menunjuk ke arah Liontin.

“Hmmm… ini pacarku. Liontin.”

“Ya sudah. Ajak sekalian pacarmu ke sana.”

“Iya Pak.”

ketiganya lalu mendekati keempat pemuda yang sedang menatap mereka dengan tatapan ingin tahu.

“Halo semuanya ini aku punya sesuatu yang sangat istimewah untuk  kita semua.”

“Apa itu?” tanya si baju biru penuh antusias.

“Ini dia. vocalis baru kita.” jawab Sandrian sambil merengkuh pundak sang adik tercinta.

“Yes!!!” keempat pemuda itu bersorak kegirangan.

“Selamat bergabung Dek. Namanya siapa? Adiknya Kak Rian kan?”

“Iya Kak. Aku Cinta, adiknya Kak Rian.”

“Hah??? Kamu cinta? Cinta sama siapa? Sama kakak ya?”

“Ehmmmm… bukan. Bukan begitu . maksudnya namaku CINTA.” ujar Cinta salah tingkah.

“Iya kakak tahu. Kakak tadi cuma bercanda saja kok. oya, nama kakak Satrian basist, yang baju kuning ituViano drummer, baju hitam itu Baston Keyboard dan yang baju unggu itu Gasper pianisya.”

Pak Dion mendekati mereka.

“Ya sudah kalau sudah kenalan, sekarang kita ke panggung.”

“Tapi….”

Cinta ragu untuk melanjutkan ucapannya.

“Kenapa Nak?”

“Aku baru di band ini. Aku belum kuasai lagu -lagu band ini.”

“Tidak masalah Nak. Kamu bawakan saja lagu apa saja yang kamu kuasai, ok?”

“Iya Pak.”

Saat sampai di atas panggung Liontin terkejut melihat ada potret Wulan dan Bobby ada di sana.

“Iya Sweetheart ,aku juga baru tahu kalau Kak Bobby dan Wulan juga diundang. Akan ada drama musical. Kata Pak Dion, backsong nya kamu yang nyanyi.  jadi persiapkan diri baik-baik.”

“Dalam waktu dua hari ini, Kak?”

“Iya Loli. Kamu bisa. kamu pasti bisa.”

“I…. iya kak.” jawab Cinta sedikit ragu-ragu.

“Ayo semangat!!!”

Liontin ikut memerikan suport pada sang calon adik ipar. Dan hal-hal yang kecil itu yang membuat Cinta semakin menyukai Liontin.

*** *** ***

Mama Santy dan Wulan yang baru saja tiba di rumah entah dari mana itu sangat marah saat tahu kalau Liontin belum juga pulang.

“Anggun.”

“Ya Ma,”

Mama Santy mendekati Anggun yang sedang mengerjakan tugas bersama dua orang temannya. ada atu perempuan dan satunya laki-laki. Sepertinya tugas kelompok.

“Di mana Liontin?”

“Ya di kampuslah Ma.”

“Kenapa pulang -pulang juga? Ngapain aja dia?”

“Ya belajarlah Ma. Kenapa sih mama seperti nggak suka banget sama Kak Liontin?”

“Astaga Anggun, kenapa kamu bisa ngomong seperti itu sama mama? Siapa yang ngajarin kamu? Apa Liontin ya? Apa yang dia katakan padamu?”

“Bukan siapa-siapa. Juga bukan Kak Liontin. Aku yang ngomong sendiri. Melihat sikap Mama beda  sama kak Liontin.”

“Itu bukan karena Mama tidak sayang sama dia,tapi mama ingin mendidiknya menjadi gadis mandiri .Itu saja.”

Wulan masuk dengan langkah cepat.

“Ayo Ma. Cepat siap-siap. Sebentr lagi Bobby akan ke sini menjemput kita.”

“Ke sini menjemput kita? Memang kita mau ke mana?”

“Ke kota X.”

“Untuk?”

“Nanti Bobby yang akan menjelaskan semuanya. Sekarang siap-siap dulu.”

Keduanya lalu masuk ke kamar masing-masing untuk bersiap -siap.

Anggun sendiri hanya melirik sekilas ke arah mereka lalu kembali sibuk dengan teman -temannya.

bersambung…

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Noor Sukabumi
gmn reaksinua liontin yah kakau dia tau Bobby itu kk dari Rian sama cinta
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

  • Desahan Ibu (Tiriku)   Wulan Insecure

    Belum sampai semenit kepergian Wulan dan Mama Santy, terdengar suara mobil memasuki halaman rumah, membuat Anggun mengerutkan keningnya.Terdengar suara langkah kaki mendekatinya.“Kak Wulan balik lagi? Ada ap…?”Anggun menghentikan ucapannya ketika melihat siapa yang datang.Ternyata bukan Wulan yang datang, tapi Liontin bersama Sandrian.“Ehhh ternyata Kak Liontin. Dari mana saja kak? Kok telat pulangnya?”“Iya. Tadi kak Wulan sama Kak San ke kota X dulu. Kamu tahu nggak acara peresmian mall di kota X itu akan berlangsung besok malam. Dan kak San bersama band nya juga akan tampil.”“Oh gitu ya? Berarti kami bisa masuk gratis nih? Iya kan kak?”Anggun menatap wajah Sandrian.“Iya. Tapi kalian harus masuk bersama rombongan aku. Pakai kostum gambar band kami. Nanti besok pagi ambil di sini. Kakak titip kan sama kak Liontin.”“Yessss…”Kedua teman Anggun ikut bersorak kegirangan.“Oya kak. Ini teman-teman Anggun kak. Yang cewek namanya Putri dan cowok namanya Ammar. Dan teman -teman, in

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-16
  • Desahan Ibu (Tiriku)   Gayung Di Toilet

    Di depan sebuah gedung yang baru saja di bangun di kota X, suasana terlihat sangat ramai.Ya, malam ini acara peresmian mall baru itu digelar malam itu.Panitia dan artis -artis yang diundang sudah hadir ,hampir semuanya.Seorang panitia datang menemui Sandrian, “Bang, ada sedikit masalah nih. Bisa kita bicara sebentar di dalam?”Sandrian menganggukkan kepala lalu katanya pada Liontin.“Sweetheart, tolong awasi anak-anak . Minta mereka jangan berpencar. Takutnya nanti keinjak, aku ada urusan sebentar.”“Iya San.”Liontin lalu mendekati sekelompok orang yang semuanya memakai baju bergambar band Maharaja. mereka yang Sandrian sebut dengan anak -anak itu. Para fans nya Maharaja Band.“Halo semuanya.”“Halo juga Mammy-kyu.”Semuanya serempak menjawab sapaan Liontin.Walaupun ada yang usianya di atas Liontin tapi mereka memanggil Liontin dengan sebutan MammyYa… para fans nya Maharaja Band itu memang sudah terbiasa memanggil Sandrian dengan sebutan Pappy-kyu, maka begitu mereka tahu kalau

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-29
  • Desahan Ibu (Tiriku)   Enaknya Kocok Arisan

    “Mama dari mana saja ? Mama tahu nggak siapa yang tampil seabagi modelnya tadi saat lagu pembukaan?”“Hmmm… Mama tadi kan toilet. Bukannya tadi mama pamit ke toilet?”“Ke toilet kok lama sekali? Lalu kenapa Mama keringatan dan ngos-ngosan seperti itu?”“Aku juga nggak tahu Lan. Hari ini mama benar-benar sial. Sudah perut Mama mules, air di sana pun ngadat. Sudah begitu pas mau keluar pintu toiletnya pun macet.”“Hah??? Jangan- jangan ada yang sengaja.”“Sudahlah Lan. Yang penting Mama sudah keluar dari sana dalam keadaan baik-baik saja.”“Tapi bagaimana caranya Mama bisa keluar dari sana?”“Tadi ada Nak Bobby kebetulan juga mau ke toilet pria. Untung saat Mama berteriak minta tolong ada Nak Bobby di sana. Oya, memang siapa yang jadi modelnya tadi?”“Liontin Ma.”“Hah??? Liotin??? Liontin Maheswari adikmu?”“Ya Ma. Siapa lagi kalau bukan dia.”“Astaga!!! Kenapa bisa dia yang jadi modelnya??? Bagaimana kamu melihatnya??? Pasti kacau kan??? Hancur berantakan kan??”“Kacau bagaimana? Hanc

    Terakhir Diperbarui : 2025-04-03
  • Desahan Ibu (Tiriku)   Ganti Oli

    Begitu para fans Sandrian meninggalkan rumah mereka, pria itu melangkah masuk dengan setengah berlari sambil berseru meneriakkan nama putrinya.“Cinta!!! Kamu di mana Nak? Ayah pulang!”“Tunggu. Mau ke mana Papi?”“Ya. Mau cari Cinta. Biasanya di paling nggak bisa diam kalau dengar suara Papi.”“Makanya Papi dengarin Mami dulu. Cinta sama Bobby dan Sandrian sedang manggung.”“Manggung? Emang Cinta sudah mau bergabung bersama Maharaja Band?”“Iya Pi. Katanya dari pada dia bosan karena tak ada kegiatan di rumah, mending dia ikut kakaknya. Ada acara pembukaan mall baru di kota X. Atau Papi mau kita susulin.”Saat Mama Clara mau melangkah keluar rumah, Papa Randy langsung menangkap pergelangan tangannya.“Hah? Kenapa Pi?” tanya Mama Clara sambil menatap wajah sang suami.Tidak menjawab tapi Papa Randy malah memegang lengan Mama Clara dengan menggunakan tangannya yang lain.Dengan sekali sentakan tubuh mama Clara langsung terhuyung ke depan dan membentur dada bidang papa Randy.Masih tetap

    Terakhir Diperbarui : 2025-04-03
  • Desahan Ibu (Tiriku)   Lidya Putri Aurora

    Begitu melihat Sandrian turun dari mobilnya, Liontin langsung menghambur ke arah kekasihnya itu dan langsung memeluknya erat sambil menangis.Sandrian membalas pelukan itu dengan hati diliputi dengan tanda tanya.Beberapa saat kemudian dia melepaskan pelukannya dan bertanya dengan nada lembut.“Ada apa my Sweetheart? Apa yang membuatmu menangis? Ada yang menyakiti dirimu?”“Aku… aku…” Liontin tidak bisa melanjutkan ucapannya.Sandrian menangkup wajah manis gadisnya itu dan mengusap air matanya dengan kedua ibu jarinya.“Ya sudah. Kalau mau kamu cerita kan padaku. Kita ke alun -alun kota. Ayo.”Keduanya lalu meluncur dengan kecepatan sedang.Jarak antara kampus Liontin dan alun -alun kota tidak terlalu jauh. Hanya membutuhkan waktu sekitar lima belas menit saja.“Sekarang cerita padaku. Ada apa?”“Ternyata… ternyata… aku bukan anak kandung mama Santy.”“Oya? Dari mana kamu tahu semua itu Sayang?” tanya Sandrian santai.Dia memang sudah menduga hal itu karena dia melihat perlakuan Mama

    Terakhir Diperbarui : 2025-04-03
  • Desahan Ibu (Tiriku)   Suara Aneh Itu Lagi

    “Ohhh… Hhhhh… shhh…”Suara itu kembali masuk memenuhi indera pendengar Liontin, saat gadis berusia 22 tahun itu menginjakkan kakinya ke dalam rumah.Gadis yang baru saja pulang kuliah itu mengerutkan keningnya dan menajamkan pendengarannya agar bisa mendengar lebih jelas lagi suara aneh itu.“Dari kamar mama lagi? Sebenarnya apa yang sedang mama lakukan?” gumamnya sambil mendekati pintu kamar sang ibunda.“Oouh… hhhh… in.. Ini nik… nikmat sekali Sa… yang. Le… lebih keras lag… lagi. Lebih dalam lagi. Hhhh…”Kini terdengar suara ibunya berbicara dengan suara tersengal -sengal.Kriet… kriet… kriet…Suara deritan ranjang bersahut -sahutan dengan suara desahan dan erangan itu.Karena tak bisa memendam rasa penasaran, Liontin mengangkat tangannya dan mengetuk pintu kamar ibunya.“Ma! Mama!!!” panggil Liontin dengan nada pelan.Suara desahan dan deritan ranjang itu pun seketika menghilang. Tapi tak ada jawaban.“Mama. Ini Liontin Ma. Mama ada di dalam kan?”Tetap tak ada jawaban.“Ma. Lion t

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-09
  • Desahan Ibu (Tiriku)   Pulangkan Tepat Waktu

    Terlalu memikirkan tentang suara -suara aneh dalam kamar ibunya, membuat Liontin merasa sedikit pusing dan memutuskan untuk tidur saja dulu sebelum makan siang.Sempat menghubungi nomor pacarnya, tapi sang pacar tidak mengangkat panggilan teleponnya.Berpikir kalau pemuda tampan kesayangannya yang adalah seorang anak band, yang berada di posisi sebagai vokalis merangkap sebagai gitarisnya itu pasti sedang sibuk, Liontin pun tidak mengulangi panggilan teleponnya.Tapi…Baru saja dia meletakkan kepalanya ke bantal, ponselnya berbunyi dengan suara nyaring.Panggilan dari kekasihnya, Sandrian.“Halo San.”(Iya my sweetheart. Ada apa ya? Tadi kamu menelepon ya? Maaf, tadi aku sedang sibuk latihan bersama anak -anak. Seminggu lagi kami akan tampil di peresmian mall baru di jalan X. I am so sorry Bebz.)“Iya, nggak apa -apa. Seharusnya aku yang minta maaf. Aku sudah menganggu waktu latihan kamu.”(Oh nggak apa -apa Sweetheart. Kamu nggak mengganggu. Sama sekali nggak. Oya, ada apa? Apa ada y

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-09
  • Desahan Ibu (Tiriku)   Derit Ranjang Di Kamar Tamu

    “Yes!!! Makasih ya kakakku yang tercinta. Yang paling cantik. Terima kasih untuk semuanya.” ucap Anggun sambil menerima dua buah paper bag yang diberikan Liontin padanya.“Kok cepat banget pulangnya kak.” lanjutnya pada Sandrian setelah mencium pipi sang kakak.“Ya… bagaimana mau lama -lama. Baru selangkah keluar dari pintu sudah diberi ultimatum. Dipulangkan tepat pada waktunya.”Ketiga lalu tertawa bersama -sama.“Hmmm… by the way, kenapa paper bag nya ada dua kak?” tanya sambil memandang wajah Sandrian dan Liontin berganti-gantian.“Hmmm jadi begini loh Nggun. Satunya itu Martabak bdari kakak, yang paper bag warna biru. Sedangkan paper bag yang warna merah,itu adalah humberger dari kak Sandrian.” jawab Liontin sambil tersenyum.Anggun menatap wajah Sandrian.“Benarkah itu Kak. Dalam rangka apa ini?”“Sebagai ucapan terima kasih karena sudah diizinkan untuk jalan sama kakaknya.”“Hmmmm… nyogok nih ceritanya.”“Nggak kok. Ini tulus.”Anggun langsung memeluk Sandrian sambil tertawa.“

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-09

Bab terbaru

  • Desahan Ibu (Tiriku)   Lidya Putri Aurora

    Begitu melihat Sandrian turun dari mobilnya, Liontin langsung menghambur ke arah kekasihnya itu dan langsung memeluknya erat sambil menangis.Sandrian membalas pelukan itu dengan hati diliputi dengan tanda tanya.Beberapa saat kemudian dia melepaskan pelukannya dan bertanya dengan nada lembut.“Ada apa my Sweetheart? Apa yang membuatmu menangis? Ada yang menyakiti dirimu?”“Aku… aku…” Liontin tidak bisa melanjutkan ucapannya.Sandrian menangkup wajah manis gadisnya itu dan mengusap air matanya dengan kedua ibu jarinya.“Ya sudah. Kalau mau kamu cerita kan padaku. Kita ke alun -alun kota. Ayo.”Keduanya lalu meluncur dengan kecepatan sedang.Jarak antara kampus Liontin dan alun -alun kota tidak terlalu jauh. Hanya membutuhkan waktu sekitar lima belas menit saja.“Sekarang cerita padaku. Ada apa?”“Ternyata… ternyata… aku bukan anak kandung mama Santy.”“Oya? Dari mana kamu tahu semua itu Sayang?” tanya Sandrian santai.Dia memang sudah menduga hal itu karena dia melihat perlakuan Mama

  • Desahan Ibu (Tiriku)   Ganti Oli

    Begitu para fans Sandrian meninggalkan rumah mereka, pria itu melangkah masuk dengan setengah berlari sambil berseru meneriakkan nama putrinya.“Cinta!!! Kamu di mana Nak? Ayah pulang!”“Tunggu. Mau ke mana Papi?”“Ya. Mau cari Cinta. Biasanya di paling nggak bisa diam kalau dengar suara Papi.”“Makanya Papi dengarin Mami dulu. Cinta sama Bobby dan Sandrian sedang manggung.”“Manggung? Emang Cinta sudah mau bergabung bersama Maharaja Band?”“Iya Pi. Katanya dari pada dia bosan karena tak ada kegiatan di rumah, mending dia ikut kakaknya. Ada acara pembukaan mall baru di kota X. Atau Papi mau kita susulin.”Saat Mama Clara mau melangkah keluar rumah, Papa Randy langsung menangkap pergelangan tangannya.“Hah? Kenapa Pi?” tanya Mama Clara sambil menatap wajah sang suami.Tidak menjawab tapi Papa Randy malah memegang lengan Mama Clara dengan menggunakan tangannya yang lain.Dengan sekali sentakan tubuh mama Clara langsung terhuyung ke depan dan membentur dada bidang papa Randy.Masih tetap

  • Desahan Ibu (Tiriku)   Enaknya Kocok Arisan

    “Mama dari mana saja ? Mama tahu nggak siapa yang tampil seabagi modelnya tadi saat lagu pembukaan?”“Hmmm… Mama tadi kan toilet. Bukannya tadi mama pamit ke toilet?”“Ke toilet kok lama sekali? Lalu kenapa Mama keringatan dan ngos-ngosan seperti itu?”“Aku juga nggak tahu Lan. Hari ini mama benar-benar sial. Sudah perut Mama mules, air di sana pun ngadat. Sudah begitu pas mau keluar pintu toiletnya pun macet.”“Hah??? Jangan- jangan ada yang sengaja.”“Sudahlah Lan. Yang penting Mama sudah keluar dari sana dalam keadaan baik-baik saja.”“Tapi bagaimana caranya Mama bisa keluar dari sana?”“Tadi ada Nak Bobby kebetulan juga mau ke toilet pria. Untung saat Mama berteriak minta tolong ada Nak Bobby di sana. Oya, memang siapa yang jadi modelnya tadi?”“Liontin Ma.”“Hah??? Liotin??? Liontin Maheswari adikmu?”“Ya Ma. Siapa lagi kalau bukan dia.”“Astaga!!! Kenapa bisa dia yang jadi modelnya??? Bagaimana kamu melihatnya??? Pasti kacau kan??? Hancur berantakan kan??”“Kacau bagaimana? Hanc

  • Desahan Ibu (Tiriku)   Gayung Di Toilet

    Di depan sebuah gedung yang baru saja di bangun di kota X, suasana terlihat sangat ramai.Ya, malam ini acara peresmian mall baru itu digelar malam itu.Panitia dan artis -artis yang diundang sudah hadir ,hampir semuanya.Seorang panitia datang menemui Sandrian, “Bang, ada sedikit masalah nih. Bisa kita bicara sebentar di dalam?”Sandrian menganggukkan kepala lalu katanya pada Liontin.“Sweetheart, tolong awasi anak-anak . Minta mereka jangan berpencar. Takutnya nanti keinjak, aku ada urusan sebentar.”“Iya San.”Liontin lalu mendekati sekelompok orang yang semuanya memakai baju bergambar band Maharaja. mereka yang Sandrian sebut dengan anak -anak itu. Para fans nya Maharaja Band.“Halo semuanya.”“Halo juga Mammy-kyu.”Semuanya serempak menjawab sapaan Liontin.Walaupun ada yang usianya di atas Liontin tapi mereka memanggil Liontin dengan sebutan MammyYa… para fans nya Maharaja Band itu memang sudah terbiasa memanggil Sandrian dengan sebutan Pappy-kyu, maka begitu mereka tahu kalau

  • Desahan Ibu (Tiriku)   Wulan Insecure

    Belum sampai semenit kepergian Wulan dan Mama Santy, terdengar suara mobil memasuki halaman rumah, membuat Anggun mengerutkan keningnya.Terdengar suara langkah kaki mendekatinya.“Kak Wulan balik lagi? Ada ap…?”Anggun menghentikan ucapannya ketika melihat siapa yang datang.Ternyata bukan Wulan yang datang, tapi Liontin bersama Sandrian.“Ehhh ternyata Kak Liontin. Dari mana saja kak? Kok telat pulangnya?”“Iya. Tadi kak Wulan sama Kak San ke kota X dulu. Kamu tahu nggak acara peresmian mall di kota X itu akan berlangsung besok malam. Dan kak San bersama band nya juga akan tampil.”“Oh gitu ya? Berarti kami bisa masuk gratis nih? Iya kan kak?”Anggun menatap wajah Sandrian.“Iya. Tapi kalian harus masuk bersama rombongan aku. Pakai kostum gambar band kami. Nanti besok pagi ambil di sini. Kakak titip kan sama kak Liontin.”“Yessss…”Kedua teman Anggun ikut bersorak kegirangan.“Oya kak. Ini teman-teman Anggun kak. Yang cewek namanya Putri dan cowok namanya Ammar. Dan teman -teman, in

  • Desahan Ibu (Tiriku)   Vokalis Baru Maharaja Band

    Benar apa yang dikatakan oleh Sandrian kalau Cinta memang anaknya sangat manja.Sepanjang saat dia terus bergelayut manja ada lengan kakaknya itu dan Liontin tidak mempermasalahkan hal itu.Dia malah gemas melihatnya. Jadi teringat pada Anggun. Kalau mereka sedang bersama-sama Anggun juga suka manja padanya.“Kak…” suara Cinta membuyarkan lamunan Liontin.“Iya Anggun. ada apa Sayang?”“Anggun? Anggun siapa Kak?”“Oh…maaf ya Cinta. Melihat keakraban kamu sama Sandrian, kakak jadi teringat sama adik kakak yang namanya Anggun. Dia juga suka manja sama kakak. Oya, mana kakakmu?"“Ya ampun Kak Liontin, Kak Rian sudah ada di dalam sana. Ayo kita masuk.”Cinta lalu meraih tangan Liontin dan menggendongnya masuk ke dalam kedai kopi.Terus bergelayut manja di lengan Liontin dan gadis cantik kesayangan Sanrian itu merasa ini adalah awal yang baik untuk dirinya dan sang calon adik ipar.Di mana dia tak perlu bersusah payah merebut hatinya.Sandrian pun merasakan hal yang sama,maka bibirnya teru

  • Desahan Ibu (Tiriku)   Kasihan Tante Santy

    Keesokan harinya...Di kampus Bhineka Tunggal Ika.Sandrian ada di sana. Bukan karena di mahasiswa di sana tapi dia datang menemani sang kekasih.Ya, pemuda anak band yang sudah bergelar sarjana ilmu komunikasi itu lagi sedang tidak ada latihan band sehingga memutuskan untuk menemani Liontin ke kampusnya.Saat itu mereka sedang berada di taman kampus.Karena dosennya sedang mangkir, sepasang sejoli itu memutuskan untuk duduk-duduk di taman kampus. Daripada cepat pulang dan bengong saja di rumah.“Ada apa Sweetheart? Sekarang katakan padaku kenapa semalam kamu nelpon aku tengah malam? Suara aneh itu lagi?” tanya Sandrian penuh perhatian.Ya, itu memang benar.Semalam, setelah masuk kamar Liontin masih sempat menelepon nomor sang kekasih tapi karena tak ingin menggangu jam istirahat pacarnya yang seharian sibuk latihan band, Liontin langsung mematikan telepon begitu telepon baru satu kali berbunyi tut.Dan memang itu juga benar.Saat dia menelpon Sandrian memang sedang terlelap tidur.D

  • Desahan Ibu (Tiriku)   Derit Ranjang Di Kamar Tamu

    “Yes!!! Makasih ya kakakku yang tercinta. Yang paling cantik. Terima kasih untuk semuanya.” ucap Anggun sambil menerima dua buah paper bag yang diberikan Liontin padanya.“Kok cepat banget pulangnya kak.” lanjutnya pada Sandrian setelah mencium pipi sang kakak.“Ya… bagaimana mau lama -lama. Baru selangkah keluar dari pintu sudah diberi ultimatum. Dipulangkan tepat pada waktunya.”Ketiga lalu tertawa bersama -sama.“Hmmm… by the way, kenapa paper bag nya ada dua kak?” tanya sambil memandang wajah Sandrian dan Liontin berganti-gantian.“Hmmm jadi begini loh Nggun. Satunya itu Martabak bdari kakak, yang paper bag warna biru. Sedangkan paper bag yang warna merah,itu adalah humberger dari kak Sandrian.” jawab Liontin sambil tersenyum.Anggun menatap wajah Sandrian.“Benarkah itu Kak. Dalam rangka apa ini?”“Sebagai ucapan terima kasih karena sudah diizinkan untuk jalan sama kakaknya.”“Hmmmm… nyogok nih ceritanya.”“Nggak kok. Ini tulus.”Anggun langsung memeluk Sandrian sambil tertawa.“

  • Desahan Ibu (Tiriku)   Pulangkan Tepat Waktu

    Terlalu memikirkan tentang suara -suara aneh dalam kamar ibunya, membuat Liontin merasa sedikit pusing dan memutuskan untuk tidur saja dulu sebelum makan siang.Sempat menghubungi nomor pacarnya, tapi sang pacar tidak mengangkat panggilan teleponnya.Berpikir kalau pemuda tampan kesayangannya yang adalah seorang anak band, yang berada di posisi sebagai vokalis merangkap sebagai gitarisnya itu pasti sedang sibuk, Liontin pun tidak mengulangi panggilan teleponnya.Tapi…Baru saja dia meletakkan kepalanya ke bantal, ponselnya berbunyi dengan suara nyaring.Panggilan dari kekasihnya, Sandrian.“Halo San.”(Iya my sweetheart. Ada apa ya? Tadi kamu menelepon ya? Maaf, tadi aku sedang sibuk latihan bersama anak -anak. Seminggu lagi kami akan tampil di peresmian mall baru di jalan X. I am so sorry Bebz.)“Iya, nggak apa -apa. Seharusnya aku yang minta maaf. Aku sudah menganggu waktu latihan kamu.”(Oh nggak apa -apa Sweetheart. Kamu nggak mengganggu. Sama sekali nggak. Oya, ada apa? Apa ada y

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status