Home / Romansa / Desahan Ibu (Tiriku) / Pulangkan Tepat Waktu

Share

Pulangkan Tepat Waktu

Author: Senja Ayu88
last update Huling Na-update: 2025-03-09 08:33:06

Terlalu memikirkan tentang suara -suara aneh dalam kamar ibunya, membuat Liontin merasa sedikit pusing dan memutuskan untuk tidur saja dulu sebelum makan siang.

Sempat menghubungi nomor pacarnya, tapi sang pacar tidak mengangkat panggilan teleponnya.

Berpikir kalau pemuda tampan kesayangannya yang adalah seorang anak band, yang berada di posisi sebagai vokalis merangkap sebagai gitarisnya itu pasti sedang sibuk, Liontin pun tidak mengulangi panggilan teleponnya.

Tapi…

Baru saja dia meletakkan kepalanya ke bantal, ponselnya berbunyi dengan suara nyaring.

Panggilan dari kekasihnya, Sandrian.

“Halo San.”

(Iya my sweetheart. Ada apa ya? Tadi kamu menelepon ya? Maaf, tadi aku sedang sibuk latihan bersama anak -anak. Seminggu lagi kami akan tampil di peresmian mall baru di jalan X. I am so sorry Bebz.)

“Iya, nggak apa -apa. Seharusnya aku yang minta maaf. Aku sudah menganggu waktu latihan kamu.”

(Oh nggak apa -apa Sweetheart. Kamu nggak mengganggu. Sama sekali nggak. Oya, ada apa? Apa ada yang mau kamu bicarakan sama aku?)

“Iya. Tapi aku takut waktu latihan kamu terganggu lagi.”

(Tidak sayang. Aku sudah selesai latihan ko. Cerita saja. Hmmm apa tentang ibumu? Soal suara aneh itu lagi?)

“Iya. Tapi apa benar tidak mengganggu kamu?”

(Tidak Sweetheart. Ok. Kamu siap -siap ya? Setengah jam lagi aku jemput kamu. Kita ke danau Rafflesia. Nanti kamu cerita di sana saja. Ok?)

“Iya Sayang. Aku tunggu.”

(Iya Sweetheart. I love you.)

“Love you too, my Man.”

Setelah memutuskan panggilan teleponnya, Liontin melangkah keluar menuju dapur.

Bi Siti tersenyum melihat kedatangan nona mudanya.

“Eh Non Liontin. Mau makan sekarang?”

Anggun yang sedang makan pun terkejut melihat kedatangan sang kakak yang sudah berpakaian rumahan.

“Kak Liontin? Sudah dari tadi datang ya? Kok Anggun nggak lihat kakak?”

“Tidak kok. Kakak sudah dari tadi. Hanya saja kakak sedikit pusing jadi kakak tidur sebentar.”

“Oh begitu ya Kak.”

Bi Siti meletakkan makan siang untuk Liontin lalu katanya.

“Oya Non. Tadi Nyonya Santy dan Non Wulan ada keluar. Katanya mau ke lokasi syuting. Mungkin malam baru pulang.”

“Hah? Ke lokasi syuting? Emang kak Wulan mau syuting apa?” tanya Anggun sambil menatap wajah Bi Siti berganti -gantian.

“Kak Wulan sedang syuting film Seksi Girl. Dia dapat peran utama. Sama Bobby Lesmana.”

“Hah? Bobby Lesmana yang dulu main di film Cintaku Bodyguardku itu kak. Yang jadi Boy itu kan?”

“Iya Nggun. Yang itu. Sekarang dia akan dipasang kan dengan Kak Wulan.”

“Wow! Non Wulan memang hebat. Tapi ngomong -ngomong tayangnya di mana Non? Bi Siti juga mau ikutan nonton.”

“Paling juga di bioskop. Iya kan kak Lion?”

“Iya Nggun. Filmnya tayang di bioskop.”

“Ya… berarti bibi nggak bisa nonton deh kalau begitu.”

“Tenang saja Bi. Nanti Anggun akan d******d filmnya biar bibi bisa nonton.”

“Iya bibi. Anggun janji.”

Bi Siti lalu menyiapkan makanan untuk Liontin.

“Non Anggun masih mau nambah?”

“Oh nggak kok Bi. Ini saja sudah dua kali. Nanti bisa meledak deh perut Anggun. Oya,kalau…”

“Permisi Non Liontin. Non Anggun.”

Terdengar suara pak Karto di depan pintu dapur.

“Iya Pak Karto. Ada apa?” tanya Liontin menghentikan suapan nasi ke mulutnya.

“Ada Den Sandrian di depan Non.”

“Oh iya ya. Bilang tunggu sebentar ya. Aku cuci tangan dulu.”

“Baik Non.”

Liontin buru -buru menghabiskan makanannya.

Sebenarnya dia ingin segera menemui kekasihnya,tapi makannya masih tersisa beberapa sendok.

Tapi sejak kecil dia sudah terbiasa untuk tidak membuang -buang makanan.

“Pelan -pelan  Non. Bisa keselak nanti.”

“Iya Bi.”

“Kak Liontin mau ke mana?”

“Kakak mau keluar sebentar sama kak Sandrian. Apa kamu mau kakak bawakan kamu apa nanti sebentar?”

“Martabak aja kak kalau boleh.”

“Siap Tuan Putri.”

Liontin mencubit gemas hidung Anggun dan keduanya tertawa bersama -sama.

“Ya sudah. Anggun temani kakak sampai di depan. Sekalian Anggun mau say helo sebentar sama kak Sandrian.”

“Ok.”

Setelah mencuci tangan, keduanya lalu bergegas menemui Sandrian.

“Halo calon kakak ipar? Apa kabar hari ini?”

Anggun menyapa Sandrian dengan ramah dan Sandrian pun membalasnya dengan tak kalah ramahnya.

“Hai Anggun. Kabar kakak baik. Bagaimana dengan dirimu?”

“Hmmm aku baik -baik juga. Oya, kakak berdua mau ke mana?”

“Kak Sandrian hanya mau mengajak kak Liontin keluar sebentar. Hmmm ada latihan band, dan kak Sandrian ingin ditemani oleh Kak Liontin.”

“Oh…  begitu ya? Kalau begitu sebelum aku izinkan kak Sandrian membawa kak Liontin keluar aku ada dua permintaan.”

“Hmmm apa itu?”

“Yang pertama pulang nanti bawakan aku martabak.”

“Oh itu soal gampang. Lalu yang keduanya apa?”

“Yang keduanya ini sebenarnya yang paling penting kak.”

“Apa itu?”

“Pulangkan kakakku tepat pada waktunya dan tanpa kekurangan sedikitpun.”

“Wow seorang adik yang luar biasa.”

Liontin hanya tertawa mendengar percakapan Anggun dan Sandrian.

“Iya dong kak. Ini yang namanya saudara Kak. Sanggup.”

“Iya sanggup. Asal…”

“Asal apa Kak.”

“Nggak khilaf. Hahaha…”

“Tidak. Tidak ada yang namanya khilaf -khilaf.”

“Iya. Iya. Kakak cuma bercanda kok adik manis.”

Liontin dan Sandrian lalu berpamitan pada Anggun, Bi Siti dan Pak Karto dan segera meninggalkan rumah berlantai dua itu.

Walaupun Bi Siti dan Pak Karto hanya ART dan tukang kebun tapi Liontin dan Anggun sangat menghargai mereka. Tidak seperti Wulan dan Bu Santy.

*** *** ***

Sesampainya di tempat tujuan, Sandrian lalu  menyewa sebuah perahu karet berbentuk angsa dan langsung mengajak Liontin naik ke atas perahu.

Tak lupa pula mereka membeli beberapa cemilan.

“Sekarang kamu cerita padaku, apa kamu mendengar lagi suara aneh itu? Kapan?”

“Iya San. Aku mendengarnya sepulang kuliah tadi.”

“What? Sepulang kuliah tadi? Berarti siang hari dong.”

“Iya San. Ini sudah keterlaluan. Biasanya aku mendengarnya saat malam, dan itupun tengah malam. Tapi kali ini siang hari San.”

“Oh my God. Iya. Ini benar-benar sudah keterlaluan. Tapi apa kamu pernah melihat ada laki -laki datang bertamu untuk ibumu?”

“Tidak pernah San. Hanya siang tadi ada sih tapi sepertinya itu tamunya Kak Wulan. Karena mereka memang sedang dalam satu projek film.”

“Siapa orangnya?”

“Bobby. Bobby artis.”

“Hah? Bobby Lesmana maksudmu?”

“Iya San.”

Liontin melihat ada perubahan pada wajah kekasihnya itu.

Tapi sebelum dia bertanya kenapa, hujan turun dengan derasnya membuat mereka harus segera turun dari perahu karet berbentuk angsa itu.

Terpaksa Liontin harus memendam rasa penasaran dalam hatinya tentang perubahan raut wajah Sandrian itu.

Setelah hujan berhenti, mereka langsung pulang.

Sebelumnya mereka membeli martabak dan beberapa cemilan untuk Anggun.

Liontin tahu kalau adiknya itu suka menonton di ponsel sambil makan cemilan.

Makanya dia membeli beberapa cemilan kesukaan adiknya itu.

Dia yakin Anggun pasti sangat senang.

Bersambung…

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Noor Sukabumi
keluarga aneh sebenarnya ini mah
Tignan lahat ng Komento

Kaugnay na kabanata

  • Desahan Ibu (Tiriku)   Derit Ranjang Di Kamar Tamu

    “Yes!!! Makasih ya kakakku yang tercinta. Yang paling cantik. Terima kasih untuk semuanya.” ucap Anggun sambil menerima dua buah paper bag yang diberikan Liontin padanya.“Kok cepat banget pulangnya kak.” lanjutnya pada Sandrian setelah mencium pipi sang kakak.“Ya… bagaimana mau lama -lama. Baru selangkah keluar dari pintu sudah diberi ultimatum. Dipulangkan tepat pada waktunya.”Ketiga lalu tertawa bersama -sama.“Hmmm… by the way, kenapa paper bag nya ada dua kak?” tanya sambil memandang wajah Sandrian dan Liontin berganti-gantian.“Hmmm jadi begini loh Nggun. Satunya itu Martabak bdari kakak, yang paper bag warna biru. Sedangkan paper bag yang warna merah,itu adalah humberger dari kak Sandrian.” jawab Liontin sambil tersenyum.Anggun menatap wajah Sandrian.“Benarkah itu Kak. Dalam rangka apa ini?”“Sebagai ucapan terima kasih karena sudah diizinkan untuk jalan sama kakaknya.”“Hmmmm… nyogok nih ceritanya.”“Nggak kok. Ini tulus.”Anggun langsung memeluk Sandrian sambil tertawa.“

    Huling Na-update : 2025-03-09
  • Desahan Ibu (Tiriku)   Kasihan Tante Santy

    Keesokan harinya...Di kampus Bhineka Tunggal Ika.Sandrian ada di sana. Bukan karena di mahasiswa di sana tapi dia datang menemani sang kekasih.Ya, pemuda anak band yang sudah bergelar sarjana ilmu komunikasi itu lagi sedang tidak ada latihan band sehingga memutuskan untuk menemani Liontin ke kampusnya.Saat itu mereka sedang berada di taman kampus.Karena dosennya sedang mangkir, sepasang sejoli itu memutuskan untuk duduk-duduk di taman kampus. Daripada cepat pulang dan bengong saja di rumah.“Ada apa Sweetheart? Sekarang katakan padaku kenapa semalam kamu nelpon aku tengah malam? Suara aneh itu lagi?” tanya Sandrian penuh perhatian.Ya, itu memang benar.Semalam, setelah masuk kamar Liontin masih sempat menelepon nomor sang kekasih tapi karena tak ingin menggangu jam istirahat pacarnya yang seharian sibuk latihan band, Liontin langsung mematikan telepon begitu telepon baru satu kali berbunyi tut.Dan memang itu juga benar.Saat dia menelpon Sandrian memang sedang terlelap tidur.D

    Huling Na-update : 2025-03-09
  • Desahan Ibu (Tiriku)   Vokalis Baru Maharaja Band

    Benar apa yang dikatakan oleh Sandrian kalau Cinta memang anaknya sangat manja.Sepanjang saat dia terus bergelayut manja ada lengan kakaknya itu dan Liontin tidak mempermasalahkan hal itu.Dia malah gemas melihatnya. Jadi teringat pada Anggun. Kalau mereka sedang bersama-sama Anggun juga suka manja padanya.“Kak…” suara Cinta membuyarkan lamunan Liontin.“Iya Anggun. ada apa Sayang?”“Anggun? Anggun siapa Kak?”“Oh…maaf ya Cinta. Melihat keakraban kamu sama Sandrian, kakak jadi teringat sama adik kakak yang namanya Anggun. Dia juga suka manja sama kakak. Oya, mana kakakmu?"“Ya ampun Kak Liontin, Kak Rian sudah ada di dalam sana. Ayo kita masuk.”Cinta lalu meraih tangan Liontin dan menggendongnya masuk ke dalam kedai kopi.Terus bergelayut manja di lengan Liontin dan gadis cantik kesayangan Sanrian itu merasa ini adalah awal yang baik untuk dirinya dan sang calon adik ipar.Di mana dia tak perlu bersusah payah merebut hatinya.Sandrian pun merasakan hal yang sama,maka bibirnya teru

    Huling Na-update : 2025-03-09
  • Desahan Ibu (Tiriku)   Wulan Insecure

    Belum sampai semenit kepergian Wulan dan Mama Santy, terdengar suara mobil memasuki halaman rumah, membuat Anggun mengerutkan keningnya.Terdengar suara langkah kaki mendekatinya.“Kak Wulan balik lagi? Ada ap…?”Anggun menghentikan ucapannya ketika melihat siapa yang datang.Ternyata bukan Wulan yang datang, tapi Liontin bersama Sandrian.“Ehhh ternyata Kak Liontin. Dari mana saja kak? Kok telat pulangnya?”“Iya. Tadi kak Wulan sama Kak San ke kota X dulu. Kamu tahu nggak acara peresmian mall di kota X itu akan berlangsung besok malam. Dan kak San bersama band nya juga akan tampil.”“Oh gitu ya? Berarti kami bisa masuk gratis nih? Iya kan kak?”Anggun menatap wajah Sandrian.“Iya. Tapi kalian harus masuk bersama rombongan aku. Pakai kostum gambar band kami. Nanti besok pagi ambil di sini. Kakak titip kan sama kak Liontin.”“Yessss…”Kedua teman Anggun ikut bersorak kegirangan.“Oya kak. Ini teman-teman Anggun kak. Yang cewek namanya Putri dan cowok namanya Ammar. Dan teman -teman, in

    Huling Na-update : 2025-03-16
  • Desahan Ibu (Tiriku)   Gayung Di Toilet

    Di depan sebuah gedung yang baru saja di bangun di kota X, suasana terlihat sangat ramai.Ya, malam ini acara peresmian mall baru itu digelar malam itu.Panitia dan artis -artis yang diundang sudah hadir ,hampir semuanya.Seorang panitia datang menemui Sandrian, “Bang, ada sedikit masalah nih. Bisa kita bicara sebentar di dalam?”Sandrian menganggukkan kepala lalu katanya pada Liontin.“Sweetheart, tolong awasi anak-anak . Minta mereka jangan berpencar. Takutnya nanti keinjak, aku ada urusan sebentar.”“Iya San.”Liontin lalu mendekati sekelompok orang yang semuanya memakai baju bergambar band Maharaja. mereka yang Sandrian sebut dengan anak -anak itu. Para fans nya Maharaja Band.“Halo semuanya.”“Halo juga Mammy-kyu.”Semuanya serempak menjawab sapaan Liontin.Walaupun ada yang usianya di atas Liontin tapi mereka memanggil Liontin dengan sebutan MammyYa… para fans nya Maharaja Band itu memang sudah terbiasa memanggil Sandrian dengan sebutan Pappy-kyu, maka begitu mereka tahu kalau

    Huling Na-update : 2025-03-29
  • Desahan Ibu (Tiriku)   Enaknya Kocok Arisan

    “Mama dari mana saja ? Mama tahu nggak siapa yang tampil seabagi modelnya tadi saat lagu pembukaan?”“Hmmm… Mama tadi kan toilet. Bukannya tadi mama pamit ke toilet?”“Ke toilet kok lama sekali? Lalu kenapa Mama keringatan dan ngos-ngosan seperti itu?”“Aku juga nggak tahu Lan. Hari ini mama benar-benar sial. Sudah perut Mama mules, air di sana pun ngadat. Sudah begitu pas mau keluar pintu toiletnya pun macet.”“Hah??? Jangan- jangan ada yang sengaja.”“Sudahlah Lan. Yang penting Mama sudah keluar dari sana dalam keadaan baik-baik saja.”“Tapi bagaimana caranya Mama bisa keluar dari sana?”“Tadi ada Nak Bobby kebetulan juga mau ke toilet pria. Untung saat Mama berteriak minta tolong ada Nak Bobby di sana. Oya, memang siapa yang jadi modelnya tadi?”“Liontin Ma.”“Hah??? Liotin??? Liontin Maheswari adikmu?”“Ya Ma. Siapa lagi kalau bukan dia.”“Astaga!!! Kenapa bisa dia yang jadi modelnya??? Bagaimana kamu melihatnya??? Pasti kacau kan??? Hancur berantakan kan??”“Kacau bagaimana? Hanc

    Huling Na-update : 2025-04-03
  • Desahan Ibu (Tiriku)   Ganti Oli

    Begitu para fans Sandrian meninggalkan rumah mereka, pria itu melangkah masuk dengan setengah berlari sambil berseru meneriakkan nama putrinya.“Cinta!!! Kamu di mana Nak? Ayah pulang!”“Tunggu. Mau ke mana Papi?”“Ya. Mau cari Cinta. Biasanya di paling nggak bisa diam kalau dengar suara Papi.”“Makanya Papi dengarin Mami dulu. Cinta sama Bobby dan Sandrian sedang manggung.”“Manggung? Emang Cinta sudah mau bergabung bersama Maharaja Band?”“Iya Pi. Katanya dari pada dia bosan karena tak ada kegiatan di rumah, mending dia ikut kakaknya. Ada acara pembukaan mall baru di kota X. Atau Papi mau kita susulin.”Saat Mama Clara mau melangkah keluar rumah, Papa Randy langsung menangkap pergelangan tangannya.“Hah? Kenapa Pi?” tanya Mama Clara sambil menatap wajah sang suami.Tidak menjawab tapi Papa Randy malah memegang lengan Mama Clara dengan menggunakan tangannya yang lain.Dengan sekali sentakan tubuh mama Clara langsung terhuyung ke depan dan membentur dada bidang papa Randy.Masih tetap

    Huling Na-update : 2025-04-03
  • Desahan Ibu (Tiriku)   Lidya Putri Aurora

    Begitu melihat Sandrian turun dari mobilnya, Liontin langsung menghambur ke arah kekasihnya itu dan langsung memeluknya erat sambil menangis.Sandrian membalas pelukan itu dengan hati diliputi dengan tanda tanya.Beberapa saat kemudian dia melepaskan pelukannya dan bertanya dengan nada lembut.“Ada apa my Sweetheart? Apa yang membuatmu menangis? Ada yang menyakiti dirimu?”“Aku… aku…” Liontin tidak bisa melanjutkan ucapannya.Sandrian menangkup wajah manis gadisnya itu dan mengusap air matanya dengan kedua ibu jarinya.“Ya sudah. Kalau mau kamu cerita kan padaku. Kita ke alun -alun kota. Ayo.”Keduanya lalu meluncur dengan kecepatan sedang.Jarak antara kampus Liontin dan alun -alun kota tidak terlalu jauh. Hanya membutuhkan waktu sekitar lima belas menit saja.“Sekarang cerita padaku. Ada apa?”“Ternyata… ternyata… aku bukan anak kandung mama Santy.”“Oya? Dari mana kamu tahu semua itu Sayang?” tanya Sandrian santai.Dia memang sudah menduga hal itu karena dia melihat perlakuan Mama

    Huling Na-update : 2025-04-03

Pinakabagong kabanata

  • Desahan Ibu (Tiriku)   Lidya Putri Aurora

    Begitu melihat Sandrian turun dari mobilnya, Liontin langsung menghambur ke arah kekasihnya itu dan langsung memeluknya erat sambil menangis.Sandrian membalas pelukan itu dengan hati diliputi dengan tanda tanya.Beberapa saat kemudian dia melepaskan pelukannya dan bertanya dengan nada lembut.“Ada apa my Sweetheart? Apa yang membuatmu menangis? Ada yang menyakiti dirimu?”“Aku… aku…” Liontin tidak bisa melanjutkan ucapannya.Sandrian menangkup wajah manis gadisnya itu dan mengusap air matanya dengan kedua ibu jarinya.“Ya sudah. Kalau mau kamu cerita kan padaku. Kita ke alun -alun kota. Ayo.”Keduanya lalu meluncur dengan kecepatan sedang.Jarak antara kampus Liontin dan alun -alun kota tidak terlalu jauh. Hanya membutuhkan waktu sekitar lima belas menit saja.“Sekarang cerita padaku. Ada apa?”“Ternyata… ternyata… aku bukan anak kandung mama Santy.”“Oya? Dari mana kamu tahu semua itu Sayang?” tanya Sandrian santai.Dia memang sudah menduga hal itu karena dia melihat perlakuan Mama

  • Desahan Ibu (Tiriku)   Ganti Oli

    Begitu para fans Sandrian meninggalkan rumah mereka, pria itu melangkah masuk dengan setengah berlari sambil berseru meneriakkan nama putrinya.“Cinta!!! Kamu di mana Nak? Ayah pulang!”“Tunggu. Mau ke mana Papi?”“Ya. Mau cari Cinta. Biasanya di paling nggak bisa diam kalau dengar suara Papi.”“Makanya Papi dengarin Mami dulu. Cinta sama Bobby dan Sandrian sedang manggung.”“Manggung? Emang Cinta sudah mau bergabung bersama Maharaja Band?”“Iya Pi. Katanya dari pada dia bosan karena tak ada kegiatan di rumah, mending dia ikut kakaknya. Ada acara pembukaan mall baru di kota X. Atau Papi mau kita susulin.”Saat Mama Clara mau melangkah keluar rumah, Papa Randy langsung menangkap pergelangan tangannya.“Hah? Kenapa Pi?” tanya Mama Clara sambil menatap wajah sang suami.Tidak menjawab tapi Papa Randy malah memegang lengan Mama Clara dengan menggunakan tangannya yang lain.Dengan sekali sentakan tubuh mama Clara langsung terhuyung ke depan dan membentur dada bidang papa Randy.Masih tetap

  • Desahan Ibu (Tiriku)   Enaknya Kocok Arisan

    “Mama dari mana saja ? Mama tahu nggak siapa yang tampil seabagi modelnya tadi saat lagu pembukaan?”“Hmmm… Mama tadi kan toilet. Bukannya tadi mama pamit ke toilet?”“Ke toilet kok lama sekali? Lalu kenapa Mama keringatan dan ngos-ngosan seperti itu?”“Aku juga nggak tahu Lan. Hari ini mama benar-benar sial. Sudah perut Mama mules, air di sana pun ngadat. Sudah begitu pas mau keluar pintu toiletnya pun macet.”“Hah??? Jangan- jangan ada yang sengaja.”“Sudahlah Lan. Yang penting Mama sudah keluar dari sana dalam keadaan baik-baik saja.”“Tapi bagaimana caranya Mama bisa keluar dari sana?”“Tadi ada Nak Bobby kebetulan juga mau ke toilet pria. Untung saat Mama berteriak minta tolong ada Nak Bobby di sana. Oya, memang siapa yang jadi modelnya tadi?”“Liontin Ma.”“Hah??? Liotin??? Liontin Maheswari adikmu?”“Ya Ma. Siapa lagi kalau bukan dia.”“Astaga!!! Kenapa bisa dia yang jadi modelnya??? Bagaimana kamu melihatnya??? Pasti kacau kan??? Hancur berantakan kan??”“Kacau bagaimana? Hanc

  • Desahan Ibu (Tiriku)   Gayung Di Toilet

    Di depan sebuah gedung yang baru saja di bangun di kota X, suasana terlihat sangat ramai.Ya, malam ini acara peresmian mall baru itu digelar malam itu.Panitia dan artis -artis yang diundang sudah hadir ,hampir semuanya.Seorang panitia datang menemui Sandrian, “Bang, ada sedikit masalah nih. Bisa kita bicara sebentar di dalam?”Sandrian menganggukkan kepala lalu katanya pada Liontin.“Sweetheart, tolong awasi anak-anak . Minta mereka jangan berpencar. Takutnya nanti keinjak, aku ada urusan sebentar.”“Iya San.”Liontin lalu mendekati sekelompok orang yang semuanya memakai baju bergambar band Maharaja. mereka yang Sandrian sebut dengan anak -anak itu. Para fans nya Maharaja Band.“Halo semuanya.”“Halo juga Mammy-kyu.”Semuanya serempak menjawab sapaan Liontin.Walaupun ada yang usianya di atas Liontin tapi mereka memanggil Liontin dengan sebutan MammyYa… para fans nya Maharaja Band itu memang sudah terbiasa memanggil Sandrian dengan sebutan Pappy-kyu, maka begitu mereka tahu kalau

  • Desahan Ibu (Tiriku)   Wulan Insecure

    Belum sampai semenit kepergian Wulan dan Mama Santy, terdengar suara mobil memasuki halaman rumah, membuat Anggun mengerutkan keningnya.Terdengar suara langkah kaki mendekatinya.“Kak Wulan balik lagi? Ada ap…?”Anggun menghentikan ucapannya ketika melihat siapa yang datang.Ternyata bukan Wulan yang datang, tapi Liontin bersama Sandrian.“Ehhh ternyata Kak Liontin. Dari mana saja kak? Kok telat pulangnya?”“Iya. Tadi kak Wulan sama Kak San ke kota X dulu. Kamu tahu nggak acara peresmian mall di kota X itu akan berlangsung besok malam. Dan kak San bersama band nya juga akan tampil.”“Oh gitu ya? Berarti kami bisa masuk gratis nih? Iya kan kak?”Anggun menatap wajah Sandrian.“Iya. Tapi kalian harus masuk bersama rombongan aku. Pakai kostum gambar band kami. Nanti besok pagi ambil di sini. Kakak titip kan sama kak Liontin.”“Yessss…”Kedua teman Anggun ikut bersorak kegirangan.“Oya kak. Ini teman-teman Anggun kak. Yang cewek namanya Putri dan cowok namanya Ammar. Dan teman -teman, in

  • Desahan Ibu (Tiriku)   Vokalis Baru Maharaja Band

    Benar apa yang dikatakan oleh Sandrian kalau Cinta memang anaknya sangat manja.Sepanjang saat dia terus bergelayut manja ada lengan kakaknya itu dan Liontin tidak mempermasalahkan hal itu.Dia malah gemas melihatnya. Jadi teringat pada Anggun. Kalau mereka sedang bersama-sama Anggun juga suka manja padanya.“Kak…” suara Cinta membuyarkan lamunan Liontin.“Iya Anggun. ada apa Sayang?”“Anggun? Anggun siapa Kak?”“Oh…maaf ya Cinta. Melihat keakraban kamu sama Sandrian, kakak jadi teringat sama adik kakak yang namanya Anggun. Dia juga suka manja sama kakak. Oya, mana kakakmu?"“Ya ampun Kak Liontin, Kak Rian sudah ada di dalam sana. Ayo kita masuk.”Cinta lalu meraih tangan Liontin dan menggendongnya masuk ke dalam kedai kopi.Terus bergelayut manja di lengan Liontin dan gadis cantik kesayangan Sanrian itu merasa ini adalah awal yang baik untuk dirinya dan sang calon adik ipar.Di mana dia tak perlu bersusah payah merebut hatinya.Sandrian pun merasakan hal yang sama,maka bibirnya teru

  • Desahan Ibu (Tiriku)   Kasihan Tante Santy

    Keesokan harinya...Di kampus Bhineka Tunggal Ika.Sandrian ada di sana. Bukan karena di mahasiswa di sana tapi dia datang menemani sang kekasih.Ya, pemuda anak band yang sudah bergelar sarjana ilmu komunikasi itu lagi sedang tidak ada latihan band sehingga memutuskan untuk menemani Liontin ke kampusnya.Saat itu mereka sedang berada di taman kampus.Karena dosennya sedang mangkir, sepasang sejoli itu memutuskan untuk duduk-duduk di taman kampus. Daripada cepat pulang dan bengong saja di rumah.“Ada apa Sweetheart? Sekarang katakan padaku kenapa semalam kamu nelpon aku tengah malam? Suara aneh itu lagi?” tanya Sandrian penuh perhatian.Ya, itu memang benar.Semalam, setelah masuk kamar Liontin masih sempat menelepon nomor sang kekasih tapi karena tak ingin menggangu jam istirahat pacarnya yang seharian sibuk latihan band, Liontin langsung mematikan telepon begitu telepon baru satu kali berbunyi tut.Dan memang itu juga benar.Saat dia menelpon Sandrian memang sedang terlelap tidur.D

  • Desahan Ibu (Tiriku)   Derit Ranjang Di Kamar Tamu

    “Yes!!! Makasih ya kakakku yang tercinta. Yang paling cantik. Terima kasih untuk semuanya.” ucap Anggun sambil menerima dua buah paper bag yang diberikan Liontin padanya.“Kok cepat banget pulangnya kak.” lanjutnya pada Sandrian setelah mencium pipi sang kakak.“Ya… bagaimana mau lama -lama. Baru selangkah keluar dari pintu sudah diberi ultimatum. Dipulangkan tepat pada waktunya.”Ketiga lalu tertawa bersama -sama.“Hmmm… by the way, kenapa paper bag nya ada dua kak?” tanya sambil memandang wajah Sandrian dan Liontin berganti-gantian.“Hmmm jadi begini loh Nggun. Satunya itu Martabak bdari kakak, yang paper bag warna biru. Sedangkan paper bag yang warna merah,itu adalah humberger dari kak Sandrian.” jawab Liontin sambil tersenyum.Anggun menatap wajah Sandrian.“Benarkah itu Kak. Dalam rangka apa ini?”“Sebagai ucapan terima kasih karena sudah diizinkan untuk jalan sama kakaknya.”“Hmmmm… nyogok nih ceritanya.”“Nggak kok. Ini tulus.”Anggun langsung memeluk Sandrian sambil tertawa.“

  • Desahan Ibu (Tiriku)   Pulangkan Tepat Waktu

    Terlalu memikirkan tentang suara -suara aneh dalam kamar ibunya, membuat Liontin merasa sedikit pusing dan memutuskan untuk tidur saja dulu sebelum makan siang.Sempat menghubungi nomor pacarnya, tapi sang pacar tidak mengangkat panggilan teleponnya.Berpikir kalau pemuda tampan kesayangannya yang adalah seorang anak band, yang berada di posisi sebagai vokalis merangkap sebagai gitarisnya itu pasti sedang sibuk, Liontin pun tidak mengulangi panggilan teleponnya.Tapi…Baru saja dia meletakkan kepalanya ke bantal, ponselnya berbunyi dengan suara nyaring.Panggilan dari kekasihnya, Sandrian.“Halo San.”(Iya my sweetheart. Ada apa ya? Tadi kamu menelepon ya? Maaf, tadi aku sedang sibuk latihan bersama anak -anak. Seminggu lagi kami akan tampil di peresmian mall baru di jalan X. I am so sorry Bebz.)“Iya, nggak apa -apa. Seharusnya aku yang minta maaf. Aku sudah menganggu waktu latihan kamu.”(Oh nggak apa -apa Sweetheart. Kamu nggak mengganggu. Sama sekali nggak. Oya, ada apa? Apa ada y

Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status