Beranda / Romansa / Desahan Ibu (Tiriku) / Derit Ranjang Di Kamar Tamu

Share

Derit Ranjang Di Kamar Tamu

Penulis: Senja Ayu88
last update Terakhir Diperbarui: 2025-03-09 08:34:22

“Yes!!! Makasih ya kakakku yang tercinta. Yang paling cantik. Terima kasih untuk semuanya.” ucap Anggun sambil menerima dua buah paper bag yang diberikan Liontin padanya.

“Kok cepat banget pulangnya kak.” lanjutnya pada Sandrian setelah mencium pipi sang kakak.

“Ya… bagaimana mau lama -lama. Baru selangkah keluar dari pintu sudah diberi ultimatum. Dipulangkan tepat pada waktunya.”

Ketiga lalu tertawa bersama -sama.

“Hmmm… by the way, kenapa paper bag nya ada dua kak?” tanya sambil memandang wajah Sandrian dan Liontin berganti-gantian.

“Hmmm jadi begini loh Nggun. Satunya itu Martabak bdari kakak, yang paper bag warna biru. Sedangkan paper bag yang warna merah,itu adalah humberger dari kak Sandrian.” jawab Liontin sambil tersenyum.

Anggun menatap wajah Sandrian.

“Benarkah itu Kak. Dalam rangka apa ini?”

“Sebagai ucapan terima kasih karena sudah diizinkan untuk jalan sama kakaknya.”

“Hmmmm… nyogok nih ceritanya.”

“Nggak kok. Ini tulus.”

Anggun langsung memeluk Sandrian sambil tertawa.

“Terima kasih calon kakak ipar.”

Sandrian pun  ikut tertawa sambil mengacak -ngacak rambut Anggun.

Dia jadi teringat pada adik perempuan satu -satunya yang sedang berada di kota E.

Setiap kali bertemu pasti selalu suka manja -manja padanya seperti itu.

“Ehhh maaf ya Kak Sandrian. Entar malah kak Liontin jadi nervous lagi.”

Anggun lalu melepaskan pelukannya.

“Ah nggak kok. Masa sama adik sendiri nervous. Oya, kamu mau masuk dulu San.”

“Hmmm next time aja Sweetheart. Sepertinya akan turun hujan lagi, jadi aku pulang dulu.”

“Iya. Tapi janji ya, lain kali singgah sebentar dulu. Ok.”

“Iya aku janji Sayang. Hmmm aku pulang dulu ya. I love you.”

Setelah mengecup kening Liontin, Sandrian melambaikan tangannya pada Anggun.

“Bye… bye adik ipar.”

“Ok see you kakak ipar.”

Baru saja Sandrian pergi, sebuah Audi hitam pekat memasuki halaman rumah bertingkat dua itu.

Lalu terlihat Wulan dan Mama Santy turun dengan wajah ceriah, disusul oleh Bobby.

“Ehhh baru dari mana kamu?” tanya mama Santy sambil menatap Liontin penuh selidik.

“Aku baru dari danau Ma. Ak…”

“Oh begitu ya. Saat kakakmu kerja kamu malah seenaknya pergi luntang lantung. Cepat masuk. Buatkan minuman untuk Wulan dan Nak Bobby. Mama juga pengen kopi hitam.”

Menatap wajah Bobby dengan ramah lalu katanya lagi, “Nak Bobby mau minum apa?”

“Sepertinya sebentar lagi akan hujan. Aku juga mau kopi hitam. Panas.”

“Tuh kamu dengar sendiri. Nak Bobby juga mau kopi hitam. Jadi siapkan kopi hitam dua gelas. Sama susu hangat untuk Wulan. Bawa juga dengan kacang goreng di toples.”

“Ma. Kan ada bi Siti, kenapa harus kak Liontin. Ka…”

“Jangan membantah Anggun. Kalau sudah gadis itu jangan terlalu manja. Harus kerja. Jadi terbiasa. Tidak bakal malu -maluin kalau sudah kawin nanti.”

“Kalau begitu kak Wulan juga harus kerja. Bukannya dia juga sudah gadis? Mama jangan pilih kasih dong. Seolah-olah ka…”

“Cukup Anggun. Wulan itu sekarang sudah jadi artis jadi cantiknya harus maksimal. Tapi kalau kamu mau, sana, bantu Liontin. Jangan membantah lagi. Malu dong sama Nak Bobby nya. Dia kan tamu di sini.”

Liontin masuk langsung ke dapur,disusul oleh Anggun.

Sementara itu Wulan bersama mama Santy ke ruang tamu,menemani Bobby.

“Kak. Seharusnya kak Liontin jangan menurut saja. Kak Li…”

“Sttt… sudahlah Nggun. Apa yang dikatakan oleh mama itu benar. Kita harus belajar kerja dari sekarang. Jadi saat kita sudah menikah nanti, kita sudah bisa mengurus keluarga kita dengan baik. Mengurus suami dan anak -anak kita dengan baik.”

Anggun akhirnya diam saja. Tidak banyak komentar lagi.

Hujan pun mulai menetes membasahi bumi.

Tidak hanya gerimis saja tapi langsung lebat.

“Apa itu?” tanya Wulan yang baru saja masuk sambil menunjuk ke arah kedua paper bag yang diletakkan oleh Anggun di atas lemari, berdampingan dengan toples gula dan kopi.

“Itu punyaku Kak. Martabak dan Humberger pemberian kak Liontin dan kak Sandrian. Kakak jangan mengambilnya.”

“Halah… makanan murahan. Aku alergi makanan murahan seperti itu. Aku ini kan artis. Entar bisa rusak tubuhku.”

Wulan melenggang keluar sambil mencibir.

*** *** ***

Pukul 00.16 menit…

Liontin terbangun dari tidurnya.

Dia merasa sangat haus.

Ketika dia mengambil botol air yang ada di atas meja kecilnya, ternyata botol itu kosong.

Dia lupa mengisinya.

Airnya dia memutuskan untuk ke dapur untuk minum air di sana sekalian mengisi air minum ke botolnya.

Di luar masih hujan walaupun tak segera sore tadi.

Dengan langkah cepat dia langsung menuju dapur setelah menyalakan lampunya dulu lampu tengah.

Tak lupa pula dia menyalakan lampu dapur.

Menuangkan air dari dalam ceret ke dalam gelas hingga setengah gelas lalu meneguknya hingga habis.

Setelah itu dia mengisi air ke dalam botol hingga penuh.

“Ssshhhh awww…”

Liontin meringis saat merasa sesuatu yang terdesak di bawah sana. Dia kebelet pipis.

Ingin ke kamar dan masuk ke kamar mandi miliknya di sana tapi ini sudah emergency.

Akhirnya dia memutuskan untuk ke kamar mandi untuk tamu saja.

Meletakkan air botol air minumnya di atas meja lalu berlari kecil ke kamar mandi.

Telinganya menangkap suara dari ruang tamu.

Kriet… kriet… kriet…

Seperti suara ranjang bergoyang.

Keningnya berkerut sesaat tapi…  dia lalu menepuk keningnya sendiri.

Dia lalu teringat kalau Bobby Lesmana tadi tidak pulang karena hujan sangat lebat dan tadinya sempat mati lampu.

Meneruskan langkah ke kamar mandi dan menuntaskan hajatnya.

Ah lega rasanya.

Setelah membersihkan diri dan toilet, Liontin kembali ke kamarnya.

Tapi langkhnya terhenti di depan kamar tamu.

“Ahhh… ahhhh… teruskan sayang. Ak… ak.. Oh… sayang. In… ini enak sekali. Nik.. Nimatnya.”

Suara itu yang menghentikan langkah Liontin.

“Suara itu lagi?” gumamnya sambil menempelkan telinganya ke daun pintu tapi tidak suara terdengar lagi.

Liontin menghela nafas dan menggeleng --gelengkan kepalanya.

“Oh my God Liontin. Ada apa dengan dirimu. Gara -gara suara itu kamu jadi seperti ini? Kemana mana telinga kamu seperti mendengar suara itu.”

Liontin lalu membalikkan badannya dan hendak kembali ke kamarnya tapi…

“Ouhhhh… hentak lebih dalam lagi Sa… yang. Begitu. Be.. Begitu. Ak… Aku suka. Ouhhhh…*

Suara itu lagi. Dan suara itu seperti… suara mama Santy.

Lalu terdengar suara laki-laki.

“Yes. Yes.. You fucking bitch. Legitnya. Nikmatnya….”

Dan…

Kriet… kriet… kriet… dug… dug…

Kriet… kriet.. Kriet… dug… dug…

Itu suar ranjang. Dan sepertinya ranjang itu terlalu keras bergoyang hingga membentur tembok.

Posisi ranjang memang sedikit mepet ke tembok.

Dug… dug… dug…

Nafas Liontin ikut tersengal - mendengar suara itu.

Bukan karena apa -apa. Tapi dia penasaran siapa-siapa yang ada di dalam?

Bukannya Bobby tidur di ruang tamu? Artinya suara laki -laki itu pasti suara Bobby. Lalu siapa perempuannya?

Ingin merekam suara itu tapi dia tidak membawa ponselnya.

“Liontin!!!”

Suara Wulan memanggilnya dari arah belakang membuat Liontin terkejut.

Lalu perlahan mendekati sang kakak.

“Kamu ngapain di situ? Kamu mau ngintipin Bobby tidur ya?”

“Oh nggak begitu kak. Tadi aku mau ambil air minum di dapur karena aku lupa bawa air. Dan aku mendengar suara di kamar tamu. Suara ranjang berderit dan s…”

“Ya tentu saja Lion. Kan ada Bobby di dalam.”

“Tapi kak. S…”

“Sudahlah Liontin. Kakak mau kembali ke kamar. Kamu juga. Ayo. Sana masuk.”

“Kakak? Lagi ngapain?”

“Kakak juga baru habis minum air di dapur. Lupa bawa air minum. Cepat masuk.”

Liontin akhirnya masuk kembali ke kamarnya dengan seribu pertanyaan di benaknya.

Bersambung…

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Noor Sukabumi
knp setiap liontin denger desahan itu wulan tiba2 dateng? apa memang wulan juga udah tau kalau ibunya suka ehm ehm cuma dia tutupin dari adek2nya
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

  • Desahan Ibu (Tiriku)   Kasihan Tante Santy

    Keesokan harinya...Di kampus Bhineka Tunggal Ika.Sandrian ada di sana. Bukan karena di mahasiswa di sana tapi dia datang menemani sang kekasih.Ya, pemuda anak band yang sudah bergelar sarjana ilmu komunikasi itu lagi sedang tidak ada latihan band sehingga memutuskan untuk menemani Liontin ke kampusnya.Saat itu mereka sedang berada di taman kampus.Karena dosennya sedang mangkir, sepasang sejoli itu memutuskan untuk duduk-duduk di taman kampus. Daripada cepat pulang dan bengong saja di rumah.“Ada apa Sweetheart? Sekarang katakan padaku kenapa semalam kamu nelpon aku tengah malam? Suara aneh itu lagi?” tanya Sandrian penuh perhatian.Ya, itu memang benar.Semalam, setelah masuk kamar Liontin masih sempat menelepon nomor sang kekasih tapi karena tak ingin menggangu jam istirahat pacarnya yang seharian sibuk latihan band, Liontin langsung mematikan telepon begitu telepon baru satu kali berbunyi tut.Dan memang itu juga benar.Saat dia menelpon Sandrian memang sedang terlelap tidur.D

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-09
  • Desahan Ibu (Tiriku)   Vokalis Baru Maharaja Band

    Benar apa yang dikatakan oleh Sandrian kalau Cinta memang anaknya sangat manja.Sepanjang saat dia terus bergelayut manja ada lengan kakaknya itu dan Liontin tidak mempermasalahkan hal itu.Dia malah gemas melihatnya. Jadi teringat pada Anggun. Kalau mereka sedang bersama-sama Anggun juga suka manja padanya.“Kak…” suara Cinta membuyarkan lamunan Liontin.“Iya Anggun. ada apa Sayang?”“Anggun? Anggun siapa Kak?”“Oh…maaf ya Cinta. Melihat keakraban kamu sama Sandrian, kakak jadi teringat sama adik kakak yang namanya Anggun. Dia juga suka manja sama kakak. Oya, mana kakakmu?"“Ya ampun Kak Liontin, Kak Rian sudah ada di dalam sana. Ayo kita masuk.”Cinta lalu meraih tangan Liontin dan menggendongnya masuk ke dalam kedai kopi.Terus bergelayut manja di lengan Liontin dan gadis cantik kesayangan Sanrian itu merasa ini adalah awal yang baik untuk dirinya dan sang calon adik ipar.Di mana dia tak perlu bersusah payah merebut hatinya.Sandrian pun merasakan hal yang sama,maka bibirnya teru

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-09
  • Desahan Ibu (Tiriku)   Wulan Insecure

    Belum sampai semenit kepergian Wulan dan Mama Santy, terdengar suara mobil memasuki halaman rumah, membuat Anggun mengerutkan keningnya.Terdengar suara langkah kaki mendekatinya.“Kak Wulan balik lagi? Ada ap…?”Anggun menghentikan ucapannya ketika melihat siapa yang datang.Ternyata bukan Wulan yang datang, tapi Liontin bersama Sandrian.“Ehhh ternyata Kak Liontin. Dari mana saja kak? Kok telat pulangnya?”“Iya. Tadi kak Wulan sama Kak San ke kota X dulu. Kamu tahu nggak acara peresmian mall di kota X itu akan berlangsung besok malam. Dan kak San bersama band nya juga akan tampil.”“Oh gitu ya? Berarti kami bisa masuk gratis nih? Iya kan kak?”Anggun menatap wajah Sandrian.“Iya. Tapi kalian harus masuk bersama rombongan aku. Pakai kostum gambar band kami. Nanti besok pagi ambil di sini. Kakak titip kan sama kak Liontin.”“Yessss…”Kedua teman Anggun ikut bersorak kegirangan.“Oya kak. Ini teman-teman Anggun kak. Yang cewek namanya Putri dan cowok namanya Ammar. Dan teman -teman, in

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-16
  • Desahan Ibu (Tiriku)   Gayung Di Toilet

    Di depan sebuah gedung yang baru saja di bangun di kota X, suasana terlihat sangat ramai.Ya, malam ini acara peresmian mall baru itu digelar malam itu.Panitia dan artis -artis yang diundang sudah hadir ,hampir semuanya.Seorang panitia datang menemui Sandrian, “Bang, ada sedikit masalah nih. Bisa kita bicara sebentar di dalam?”Sandrian menganggukkan kepala lalu katanya pada Liontin.“Sweetheart, tolong awasi anak-anak . Minta mereka jangan berpencar. Takutnya nanti keinjak, aku ada urusan sebentar.”“Iya San.”Liontin lalu mendekati sekelompok orang yang semuanya memakai baju bergambar band Maharaja. mereka yang Sandrian sebut dengan anak -anak itu. Para fans nya Maharaja Band.“Halo semuanya.”“Halo juga Mammy-kyu.”Semuanya serempak menjawab sapaan Liontin.Walaupun ada yang usianya di atas Liontin tapi mereka memanggil Liontin dengan sebutan MammyYa… para fans nya Maharaja Band itu memang sudah terbiasa memanggil Sandrian dengan sebutan Pappy-kyu, maka begitu mereka tahu kalau

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-29
  • Desahan Ibu (Tiriku)   Enaknya Kocok Arisan

    “Mama dari mana saja ? Mama tahu nggak siapa yang tampil seabagi modelnya tadi saat lagu pembukaan?”“Hmmm… Mama tadi kan toilet. Bukannya tadi mama pamit ke toilet?”“Ke toilet kok lama sekali? Lalu kenapa Mama keringatan dan ngos-ngosan seperti itu?”“Aku juga nggak tahu Lan. Hari ini mama benar-benar sial. Sudah perut Mama mules, air di sana pun ngadat. Sudah begitu pas mau keluar pintu toiletnya pun macet.”“Hah??? Jangan- jangan ada yang sengaja.”“Sudahlah Lan. Yang penting Mama sudah keluar dari sana dalam keadaan baik-baik saja.”“Tapi bagaimana caranya Mama bisa keluar dari sana?”“Tadi ada Nak Bobby kebetulan juga mau ke toilet pria. Untung saat Mama berteriak minta tolong ada Nak Bobby di sana. Oya, memang siapa yang jadi modelnya tadi?”“Liontin Ma.”“Hah??? Liotin??? Liontin Maheswari adikmu?”“Ya Ma. Siapa lagi kalau bukan dia.”“Astaga!!! Kenapa bisa dia yang jadi modelnya??? Bagaimana kamu melihatnya??? Pasti kacau kan??? Hancur berantakan kan??”“Kacau bagaimana? Hanc

    Terakhir Diperbarui : 2025-04-03
  • Desahan Ibu (Tiriku)   Ganti Oli

    Begitu para fans Sandrian meninggalkan rumah mereka, pria itu melangkah masuk dengan setengah berlari sambil berseru meneriakkan nama putrinya.“Cinta!!! Kamu di mana Nak? Ayah pulang!”“Tunggu. Mau ke mana Papi?”“Ya. Mau cari Cinta. Biasanya di paling nggak bisa diam kalau dengar suara Papi.”“Makanya Papi dengarin Mami dulu. Cinta sama Bobby dan Sandrian sedang manggung.”“Manggung? Emang Cinta sudah mau bergabung bersama Maharaja Band?”“Iya Pi. Katanya dari pada dia bosan karena tak ada kegiatan di rumah, mending dia ikut kakaknya. Ada acara pembukaan mall baru di kota X. Atau Papi mau kita susulin.”Saat Mama Clara mau melangkah keluar rumah, Papa Randy langsung menangkap pergelangan tangannya.“Hah? Kenapa Pi?” tanya Mama Clara sambil menatap wajah sang suami.Tidak menjawab tapi Papa Randy malah memegang lengan Mama Clara dengan menggunakan tangannya yang lain.Dengan sekali sentakan tubuh mama Clara langsung terhuyung ke depan dan membentur dada bidang papa Randy.Masih tetap

    Terakhir Diperbarui : 2025-04-03
  • Desahan Ibu (Tiriku)   Lidya Putri Aurora

    Begitu melihat Sandrian turun dari mobilnya, Liontin langsung menghambur ke arah kekasihnya itu dan langsung memeluknya erat sambil menangis.Sandrian membalas pelukan itu dengan hati diliputi dengan tanda tanya.Beberapa saat kemudian dia melepaskan pelukannya dan bertanya dengan nada lembut.“Ada apa my Sweetheart? Apa yang membuatmu menangis? Ada yang menyakiti dirimu?”“Aku… aku…” Liontin tidak bisa melanjutkan ucapannya.Sandrian menangkup wajah manis gadisnya itu dan mengusap air matanya dengan kedua ibu jarinya.“Ya sudah. Kalau mau kamu cerita kan padaku. Kita ke alun -alun kota. Ayo.”Keduanya lalu meluncur dengan kecepatan sedang.Jarak antara kampus Liontin dan alun -alun kota tidak terlalu jauh. Hanya membutuhkan waktu sekitar lima belas menit saja.“Sekarang cerita padaku. Ada apa?”“Ternyata… ternyata… aku bukan anak kandung mama Santy.”“Oya? Dari mana kamu tahu semua itu Sayang?” tanya Sandrian santai.Dia memang sudah menduga hal itu karena dia melihat perlakuan Mama

    Terakhir Diperbarui : 2025-04-03
  • Desahan Ibu (Tiriku)   Suara Aneh Itu Lagi

    “Ohhh… Hhhhh… shhh…”Suara itu kembali masuk memenuhi indera pendengar Liontin, saat gadis berusia 22 tahun itu menginjakkan kakinya ke dalam rumah.Gadis yang baru saja pulang kuliah itu mengerutkan keningnya dan menajamkan pendengarannya agar bisa mendengar lebih jelas lagi suara aneh itu.“Dari kamar mama lagi? Sebenarnya apa yang sedang mama lakukan?” gumamnya sambil mendekati pintu kamar sang ibunda.“Oouh… hhhh… in.. Ini nik… nikmat sekali Sa… yang. Le… lebih keras lag… lagi. Lebih dalam lagi. Hhhh…”Kini terdengar suara ibunya berbicara dengan suara tersengal -sengal.Kriet… kriet… kriet…Suara deritan ranjang bersahut -sahutan dengan suara desahan dan erangan itu.Karena tak bisa memendam rasa penasaran, Liontin mengangkat tangannya dan mengetuk pintu kamar ibunya.“Ma! Mama!!!” panggil Liontin dengan nada pelan.Suara desahan dan deritan ranjang itu pun seketika menghilang. Tapi tak ada jawaban.“Mama. Ini Liontin Ma. Mama ada di dalam kan?”Tetap tak ada jawaban.“Ma. Lion t

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-09

Bab terbaru

  • Desahan Ibu (Tiriku)   Lidya Putri Aurora

    Begitu melihat Sandrian turun dari mobilnya, Liontin langsung menghambur ke arah kekasihnya itu dan langsung memeluknya erat sambil menangis.Sandrian membalas pelukan itu dengan hati diliputi dengan tanda tanya.Beberapa saat kemudian dia melepaskan pelukannya dan bertanya dengan nada lembut.“Ada apa my Sweetheart? Apa yang membuatmu menangis? Ada yang menyakiti dirimu?”“Aku… aku…” Liontin tidak bisa melanjutkan ucapannya.Sandrian menangkup wajah manis gadisnya itu dan mengusap air matanya dengan kedua ibu jarinya.“Ya sudah. Kalau mau kamu cerita kan padaku. Kita ke alun -alun kota. Ayo.”Keduanya lalu meluncur dengan kecepatan sedang.Jarak antara kampus Liontin dan alun -alun kota tidak terlalu jauh. Hanya membutuhkan waktu sekitar lima belas menit saja.“Sekarang cerita padaku. Ada apa?”“Ternyata… ternyata… aku bukan anak kandung mama Santy.”“Oya? Dari mana kamu tahu semua itu Sayang?” tanya Sandrian santai.Dia memang sudah menduga hal itu karena dia melihat perlakuan Mama

  • Desahan Ibu (Tiriku)   Ganti Oli

    Begitu para fans Sandrian meninggalkan rumah mereka, pria itu melangkah masuk dengan setengah berlari sambil berseru meneriakkan nama putrinya.“Cinta!!! Kamu di mana Nak? Ayah pulang!”“Tunggu. Mau ke mana Papi?”“Ya. Mau cari Cinta. Biasanya di paling nggak bisa diam kalau dengar suara Papi.”“Makanya Papi dengarin Mami dulu. Cinta sama Bobby dan Sandrian sedang manggung.”“Manggung? Emang Cinta sudah mau bergabung bersama Maharaja Band?”“Iya Pi. Katanya dari pada dia bosan karena tak ada kegiatan di rumah, mending dia ikut kakaknya. Ada acara pembukaan mall baru di kota X. Atau Papi mau kita susulin.”Saat Mama Clara mau melangkah keluar rumah, Papa Randy langsung menangkap pergelangan tangannya.“Hah? Kenapa Pi?” tanya Mama Clara sambil menatap wajah sang suami.Tidak menjawab tapi Papa Randy malah memegang lengan Mama Clara dengan menggunakan tangannya yang lain.Dengan sekali sentakan tubuh mama Clara langsung terhuyung ke depan dan membentur dada bidang papa Randy.Masih tetap

  • Desahan Ibu (Tiriku)   Enaknya Kocok Arisan

    “Mama dari mana saja ? Mama tahu nggak siapa yang tampil seabagi modelnya tadi saat lagu pembukaan?”“Hmmm… Mama tadi kan toilet. Bukannya tadi mama pamit ke toilet?”“Ke toilet kok lama sekali? Lalu kenapa Mama keringatan dan ngos-ngosan seperti itu?”“Aku juga nggak tahu Lan. Hari ini mama benar-benar sial. Sudah perut Mama mules, air di sana pun ngadat. Sudah begitu pas mau keluar pintu toiletnya pun macet.”“Hah??? Jangan- jangan ada yang sengaja.”“Sudahlah Lan. Yang penting Mama sudah keluar dari sana dalam keadaan baik-baik saja.”“Tapi bagaimana caranya Mama bisa keluar dari sana?”“Tadi ada Nak Bobby kebetulan juga mau ke toilet pria. Untung saat Mama berteriak minta tolong ada Nak Bobby di sana. Oya, memang siapa yang jadi modelnya tadi?”“Liontin Ma.”“Hah??? Liotin??? Liontin Maheswari adikmu?”“Ya Ma. Siapa lagi kalau bukan dia.”“Astaga!!! Kenapa bisa dia yang jadi modelnya??? Bagaimana kamu melihatnya??? Pasti kacau kan??? Hancur berantakan kan??”“Kacau bagaimana? Hanc

  • Desahan Ibu (Tiriku)   Gayung Di Toilet

    Di depan sebuah gedung yang baru saja di bangun di kota X, suasana terlihat sangat ramai.Ya, malam ini acara peresmian mall baru itu digelar malam itu.Panitia dan artis -artis yang diundang sudah hadir ,hampir semuanya.Seorang panitia datang menemui Sandrian, “Bang, ada sedikit masalah nih. Bisa kita bicara sebentar di dalam?”Sandrian menganggukkan kepala lalu katanya pada Liontin.“Sweetheart, tolong awasi anak-anak . Minta mereka jangan berpencar. Takutnya nanti keinjak, aku ada urusan sebentar.”“Iya San.”Liontin lalu mendekati sekelompok orang yang semuanya memakai baju bergambar band Maharaja. mereka yang Sandrian sebut dengan anak -anak itu. Para fans nya Maharaja Band.“Halo semuanya.”“Halo juga Mammy-kyu.”Semuanya serempak menjawab sapaan Liontin.Walaupun ada yang usianya di atas Liontin tapi mereka memanggil Liontin dengan sebutan MammyYa… para fans nya Maharaja Band itu memang sudah terbiasa memanggil Sandrian dengan sebutan Pappy-kyu, maka begitu mereka tahu kalau

  • Desahan Ibu (Tiriku)   Wulan Insecure

    Belum sampai semenit kepergian Wulan dan Mama Santy, terdengar suara mobil memasuki halaman rumah, membuat Anggun mengerutkan keningnya.Terdengar suara langkah kaki mendekatinya.“Kak Wulan balik lagi? Ada ap…?”Anggun menghentikan ucapannya ketika melihat siapa yang datang.Ternyata bukan Wulan yang datang, tapi Liontin bersama Sandrian.“Ehhh ternyata Kak Liontin. Dari mana saja kak? Kok telat pulangnya?”“Iya. Tadi kak Wulan sama Kak San ke kota X dulu. Kamu tahu nggak acara peresmian mall di kota X itu akan berlangsung besok malam. Dan kak San bersama band nya juga akan tampil.”“Oh gitu ya? Berarti kami bisa masuk gratis nih? Iya kan kak?”Anggun menatap wajah Sandrian.“Iya. Tapi kalian harus masuk bersama rombongan aku. Pakai kostum gambar band kami. Nanti besok pagi ambil di sini. Kakak titip kan sama kak Liontin.”“Yessss…”Kedua teman Anggun ikut bersorak kegirangan.“Oya kak. Ini teman-teman Anggun kak. Yang cewek namanya Putri dan cowok namanya Ammar. Dan teman -teman, in

  • Desahan Ibu (Tiriku)   Vokalis Baru Maharaja Band

    Benar apa yang dikatakan oleh Sandrian kalau Cinta memang anaknya sangat manja.Sepanjang saat dia terus bergelayut manja ada lengan kakaknya itu dan Liontin tidak mempermasalahkan hal itu.Dia malah gemas melihatnya. Jadi teringat pada Anggun. Kalau mereka sedang bersama-sama Anggun juga suka manja padanya.“Kak…” suara Cinta membuyarkan lamunan Liontin.“Iya Anggun. ada apa Sayang?”“Anggun? Anggun siapa Kak?”“Oh…maaf ya Cinta. Melihat keakraban kamu sama Sandrian, kakak jadi teringat sama adik kakak yang namanya Anggun. Dia juga suka manja sama kakak. Oya, mana kakakmu?"“Ya ampun Kak Liontin, Kak Rian sudah ada di dalam sana. Ayo kita masuk.”Cinta lalu meraih tangan Liontin dan menggendongnya masuk ke dalam kedai kopi.Terus bergelayut manja di lengan Liontin dan gadis cantik kesayangan Sanrian itu merasa ini adalah awal yang baik untuk dirinya dan sang calon adik ipar.Di mana dia tak perlu bersusah payah merebut hatinya.Sandrian pun merasakan hal yang sama,maka bibirnya teru

  • Desahan Ibu (Tiriku)   Kasihan Tante Santy

    Keesokan harinya...Di kampus Bhineka Tunggal Ika.Sandrian ada di sana. Bukan karena di mahasiswa di sana tapi dia datang menemani sang kekasih.Ya, pemuda anak band yang sudah bergelar sarjana ilmu komunikasi itu lagi sedang tidak ada latihan band sehingga memutuskan untuk menemani Liontin ke kampusnya.Saat itu mereka sedang berada di taman kampus.Karena dosennya sedang mangkir, sepasang sejoli itu memutuskan untuk duduk-duduk di taman kampus. Daripada cepat pulang dan bengong saja di rumah.“Ada apa Sweetheart? Sekarang katakan padaku kenapa semalam kamu nelpon aku tengah malam? Suara aneh itu lagi?” tanya Sandrian penuh perhatian.Ya, itu memang benar.Semalam, setelah masuk kamar Liontin masih sempat menelepon nomor sang kekasih tapi karena tak ingin menggangu jam istirahat pacarnya yang seharian sibuk latihan band, Liontin langsung mematikan telepon begitu telepon baru satu kali berbunyi tut.Dan memang itu juga benar.Saat dia menelpon Sandrian memang sedang terlelap tidur.D

  • Desahan Ibu (Tiriku)   Derit Ranjang Di Kamar Tamu

    “Yes!!! Makasih ya kakakku yang tercinta. Yang paling cantik. Terima kasih untuk semuanya.” ucap Anggun sambil menerima dua buah paper bag yang diberikan Liontin padanya.“Kok cepat banget pulangnya kak.” lanjutnya pada Sandrian setelah mencium pipi sang kakak.“Ya… bagaimana mau lama -lama. Baru selangkah keluar dari pintu sudah diberi ultimatum. Dipulangkan tepat pada waktunya.”Ketiga lalu tertawa bersama -sama.“Hmmm… by the way, kenapa paper bag nya ada dua kak?” tanya sambil memandang wajah Sandrian dan Liontin berganti-gantian.“Hmmm jadi begini loh Nggun. Satunya itu Martabak bdari kakak, yang paper bag warna biru. Sedangkan paper bag yang warna merah,itu adalah humberger dari kak Sandrian.” jawab Liontin sambil tersenyum.Anggun menatap wajah Sandrian.“Benarkah itu Kak. Dalam rangka apa ini?”“Sebagai ucapan terima kasih karena sudah diizinkan untuk jalan sama kakaknya.”“Hmmmm… nyogok nih ceritanya.”“Nggak kok. Ini tulus.”Anggun langsung memeluk Sandrian sambil tertawa.“

  • Desahan Ibu (Tiriku)   Pulangkan Tepat Waktu

    Terlalu memikirkan tentang suara -suara aneh dalam kamar ibunya, membuat Liontin merasa sedikit pusing dan memutuskan untuk tidur saja dulu sebelum makan siang.Sempat menghubungi nomor pacarnya, tapi sang pacar tidak mengangkat panggilan teleponnya.Berpikir kalau pemuda tampan kesayangannya yang adalah seorang anak band, yang berada di posisi sebagai vokalis merangkap sebagai gitarisnya itu pasti sedang sibuk, Liontin pun tidak mengulangi panggilan teleponnya.Tapi…Baru saja dia meletakkan kepalanya ke bantal, ponselnya berbunyi dengan suara nyaring.Panggilan dari kekasihnya, Sandrian.“Halo San.”(Iya my sweetheart. Ada apa ya? Tadi kamu menelepon ya? Maaf, tadi aku sedang sibuk latihan bersama anak -anak. Seminggu lagi kami akan tampil di peresmian mall baru di jalan X. I am so sorry Bebz.)“Iya, nggak apa -apa. Seharusnya aku yang minta maaf. Aku sudah menganggu waktu latihan kamu.”(Oh nggak apa -apa Sweetheart. Kamu nggak mengganggu. Sama sekali nggak. Oya, ada apa? Apa ada y

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status