Di depan sebuah gedung yang baru saja di bangun di kota X, suasana terlihat sangat ramai.
Ya, malam ini acara peresmian mall baru itu digelar malam itu. Panitia dan artis -artis yang diundang sudah hadir ,hampir semuanya. Seorang panitia datang menemui Sandrian, “Bang, ada sedikit masalah nih. Bisa kita bicara sebentar di dalam?” Sandrian menganggukkan kepala lalu katanya pada Liontin. “Sweetheart, tolong awasi anak-anak . Minta mereka jangan berpencar. Takutnya nanti keinjak, aku ada urusan sebentar.” “Iya San.” Liontin lalu mendekati sekelompok orang yang semuanya memakai baju bergambar band Maharaja. mereka yang Sandrian sebut dengan anak -anak itu. Para fans nya Maharaja Band. “Halo semuanya.” “Halo juga Mammy-kyu.” Semuanya serempak menjawab sapaan Liontin. Walaupun ada yang usianya di atas Liontin tapi mereka memanggil Liontin dengan sebutan Mammy Ya… para fans nya Maharaja Band itu memang sudah terbiasa memanggil Sandrian dengan sebutan Pappy-kyu, maka begitu mereka tahu kalau Liontin adalah kekasih idola mereka jadilah mereka memanggil Liontin Mammy-kyu. Sedikit menggelikan sih buat Liontin saat mendengar ada fans yang seusia mama Santy memanggil dirinya dan Sandrian dengan sebutan Pappy dan Mammy, tapi ya,dibiasakan sajalah. “Kata Pappy San, setengah jam lagi acara akan segera di mulai. Jadi teman-teman jangan berpencar ya” “Siap Mamm-kyu.” *** *** *** “Ada masalah apa Pak?” “Hmmm begini loh San. Miranda mendada ada halangan .Dia sakit. Artinya model kita berkurang satu orang. Apalagi dia model utama kita.” “Ya sudah kalau begitu cukup Yocelin dan Ravika saja.” “Tidak bisa San. Semua sudah diatur untuk tiga orang. Saat kalian nyanyi mereka bertiga akan tampil sesuai dengan yang sudah diatur. Posisi Miranda di tengah untuk lagu pertama. Tidak mungkin kita biarkan tempat itu kosong” Sandrian menggaruk tengkukya yang sebenarnya tidak gatal sama sekali itu. “Ya…. lalu kita harus bagaimana? Di mana kita harus mencari pengganti Miranda? Sebentar lagi acara akan dimulai.” “Bagaimana kalau kekasihmu itu? Aku rasa dia pasti bisa. Bukankah dia sempat melihat latihan terakhir kita kemarin San?” “Liontin?” “Ya. Da cocok jadi pengganti Miranda. Bahkan bisa dibilang bodinya lebih proposional dari pada Miranda.” “Tapi… ckkk… bagaimana ya?” “Kenapa San? Apa kamu takut pacarmu tidak mau?” “Bukan begitu. Kalau aku yang meminta aku rasa dia mau. Hanya saja dia tidak ada persiapan. Pakaian, mak…” “Tenang saja San. Semua sudah disiapkan oleh panitia. Ada make up artis nya juga. Kamu kayak tidak pernah manggung aja. Ayolah San. panggilkan pacarmu itu.” Sandrian lalu kembali mendekati Liontin. “Sweetheart, hmmm.. ahhh..” “Kenapa San? Kamu sakit?” “Ehmmm… tidak. Aku tidak apa-apa. hanya saja, hmmm begini loh Lion. Kamu tahu nggak Si Miranda?” “Iya San. Yang model itu kan?” “Iya. Miranda tiba-tiba saja jatuh sakit. Dia tidak bisa hadir. Otomatis tempatnya kosong. Panitia meminta kamu menggantikannya.” “Hah??? Aku??? Oh no!!! Aku tidak mau.” “Hah? Tidak mau? Kenapa Sayang?” “Kamu tahu sendiri kan San. Aku belum terbiasa. Bakal malu -maluin kamu saja San.” “Tidak Sweetheart. Kamu tidak pernah malu -maluin aku. Justru kalau kamu menolak itu yang mempermalukan aku, karena aku sudah memastikan pada panitia kalau aku akan membawa kamu ke atas panggung.” Liontin menatap senduh wajah Sandrian. “Tapi aku malu. Pasti akan kelihatan sekali kalau aku gugup.” “Jangan takut. Kamu pasti bisa. Kamu sudah melihat kami latihan kemain kan. Jangan gugup ,ada aku. Ada Cinta juga.” “Bagaimana kalau Kak Wulan saja?” “No Sweeteart. Aku mau kamu.” "Kami juga ingin Mammy-kyu!!!” terdengar teriakan dari fans Maharaja Band. “Iya hanya Mammy-kyu saja yang boleh dampingi Pappy-kyu!!!” “Mammy-kyu pasti bisa!!!” “Hidup Mammy-kyu!!!” Liontin terharu mendengar teriakan mereka. Dia kembali menatap wajah Sandrian lalu katanya, “ Ya aku mau” Sandrian lalu memeluk tubuh kekasihnya itu dan mengecup mesra keningnya. “Thank you My Sweetheart. Thank you so much . I LOVE YOU.” “I love you too My Man.” Para fans pun ikut terbawa perasaan melihat kemesraan Sandrian dan Liontin ,”Ihhh Pappy-kyu dan Mammy-kyu manis banget.” “Ya sudah. Kalian harus bisa mengatur diri sendiri selama kami manggung Bisa kan?” “Bisa!!!!!” Sandrian membawa Liontin menemui panitia dan mengatakan kalau dia bersedia menggantikan posisi Miranda. Selanjutnya Liontin segera ditangani oleh para make up artis. Cinta adalah orang yang paling bahagia ada Liontin yang akan tampil bersama-samanya diawal karirnya menjadi anak band. *** *** *** “ Katanya setengah jam lagi acara akan dimulai kenapa ini sudah hampir satu jam.” omel Mama Santy menatap sekelilingnya. “Sabar Tante. Salah satu dari model yang harus tampil bersama Sandrian malam ini berhalangan hadir.” “Kenapa nggak panggil Wulan saja. Aku rasa Wulan pasti bisa. Iya kan Lan?” “Mereka sudah menemukan penggantinya. Sekarang sedang make up. Entah siapa aku tahu.” “Sambil menunggu modelnya make up. Kenapa nggak langsung mulai saja?” “Karena Maharaja Band akan tampil sebagai opening nya.” “Oh begitu ya? Ya sudahlah. Kalau begitu aku mau ke toilet dulu.” Mama Santy mengelus lengan Wulan. “Kamu di sini dulu sama Nak Bobby ya Sayang. Mama mau ke toilet dulu.” Wulan menganggukkan kepalanya dan membiarkan mama Santy berlalu dari hadapannya. Beberapa saat setelah Mama Santy pergi, Bobby pun berpamitan pada Wulan. “ Kamu di sini dulu ya Lan. Aku mau ketemu para panitia dulu. Sebentar saja kok.” “Iya Bob.” *** *** *** Sambil merapikan rambut dan pakaiannya di depan cermin yang ada di dinding toilet itu, Mama Santy terus saja mengomel. “Kalau saja kekurangan model, kenapa nggak panggil Wulan saja. Toh Wulan sudah tampil cantik jadi nggak perlu menunggu lama seperti ini. Apa mereka meragukan Wulan ya? Tidak tahu apa kalau anakku itu artis serba bisa.” Setelah merasa penampilannya sudah oke, Mama Santy membuka pintu toilet dan hendak melangkah keluar. Tapi… “Awww…” Seseorang mendorong tubuhnya sehingga kembali masuk ke dalam lalu pintu toilet tertutup lagi. Mata Mama Santy terbelalak melihat siapa yang baru saja mendorong masuk tubuhnya itu. “ Nak Bobby???” Sambil tersenyum miring Bobby mendorong tubuh Mama Santy hingga merapat ke dinding. “Tante tahu nggak kalau penampilan tante ini membuat king kobra junior menggeliat bangun.” “Nak Bobby. Ini tempat umum.” “Ah persetan dengan tempat umum. Tante sudah membuat King Kobra terbangun maka tugas tante adalah… menenangkan dia kembali.” “Nak Bobby. Tante t…” Mama Santy tak dapat melanjutkan ucapannya karena bibirnya sudah tenggelam dalam mulut pemuda tampan kakak dari kekasih Liontin itu. Pakaian Mama Santy yang serba mini itu membuat Bobby gampang untuk bergerilya. Sambil menyedot bibir seksi Mama Santy, tangan Bobby perlahan melorotkan gaun mama Santy yang berbentuk kemben itu hingga sebatas perut. Tangan Bobby mulai aktif meremat dua buah bongkah kenyal yang masih terlihat ranum itu. Menatap intens mata Mama Santy dengan tatapan yang sudah berkabut gairah, Bobby berucap, “Kita bermain singkat ya Sayang?” Dipanggil sayang oleh pemuda yang lebih pantas jadi anak atau anak mantu itu membuat jiwa mama Santy semakin melambung tinggi. Apalagi dia pernah merasakan keperkasaan Bobby beberapa malam lalu saat hujan turun dengan lebat dan Bobby terpaksa menginap di rumah mereka. “Iya Sayang ku. Untukmu aku tak bisa menolak.” Bobby mengecup ringan bibir mama Santy sekilas lalu langsung meraup salah satu dari dua buah kenyal itu dan melahap dengan rakusnya. “Oh… Bobby Sayang.” tangan mama Santy meremat mesra rambut hitam tebal milik Bobby itu. Tangan Bobby semakin turun ke bawah. Menyingkap gaun ungu mama Santy yang hanya sebatas paha itu dan menarik kain segitiga yang menutup area privasi milik mama Santy. Tak lama kemudian terdengar teriakan tertahan mama Santy saat area kewanitaannya diterjang keperkasaan Bobby. Saat tubuh Mama Santy yang berada di pangkuan Bobby itu mulai bergerak tak karuan dengan diiringi desahannya itu, di atas panggung Liontin mulai bergerak maju dengan diiringi satu lagu dari Kotak dengan judul Bereaksi. Yang dinyanyikan oleh Cinta sebagai lagu pembukaan. Para fans Maharaja Band berteriak histeris melihat penampilan para idola mereka. Sementara itu di tempat duduknya, Ibunda Sandrian pun tak kalah bahagia melihat anak -anaknya. Bersambung…“Mama dari mana saja ? Mama tahu nggak siapa yang tampil seabagi modelnya tadi saat lagu pembukaan?”“Hmmm… Mama tadi kan toilet. Bukannya tadi mama pamit ke toilet?”“Ke toilet kok lama sekali? Lalu kenapa Mama keringatan dan ngos-ngosan seperti itu?”“Aku juga nggak tahu Lan. Hari ini mama benar-benar sial. Sudah perut Mama mules, air di sana pun ngadat. Sudah begitu pas mau keluar pintu toiletnya pun macet.”“Hah??? Jangan- jangan ada yang sengaja.”“Sudahlah Lan. Yang penting Mama sudah keluar dari sana dalam keadaan baik-baik saja.”“Tapi bagaimana caranya Mama bisa keluar dari sana?”“Tadi ada Nak Bobby kebetulan juga mau ke toilet pria. Untung saat Mama berteriak minta tolong ada Nak Bobby di sana. Oya, memang siapa yang jadi modelnya tadi?”“Liontin Ma.”“Hah??? Liotin??? Liontin Maheswari adikmu?”“Ya Ma. Siapa lagi kalau bukan dia.”“Astaga!!! Kenapa bisa dia yang jadi modelnya??? Bagaimana kamu melihatnya??? Pasti kacau kan??? Hancur berantakan kan??”“Kacau bagaimana? Hanc
Begitu para fans Sandrian meninggalkan rumah mereka, pria itu melangkah masuk dengan setengah berlari sambil berseru meneriakkan nama putrinya.“Cinta!!! Kamu di mana Nak? Ayah pulang!”“Tunggu. Mau ke mana Papi?”“Ya. Mau cari Cinta. Biasanya di paling nggak bisa diam kalau dengar suara Papi.”“Makanya Papi dengarin Mami dulu. Cinta sama Bobby dan Sandrian sedang manggung.”“Manggung? Emang Cinta sudah mau bergabung bersama Maharaja Band?”“Iya Pi. Katanya dari pada dia bosan karena tak ada kegiatan di rumah, mending dia ikut kakaknya. Ada acara pembukaan mall baru di kota X. Atau Papi mau kita susulin.”Saat Mama Clara mau melangkah keluar rumah, Papa Randy langsung menangkap pergelangan tangannya.“Hah? Kenapa Pi?” tanya Mama Clara sambil menatap wajah sang suami.Tidak menjawab tapi Papa Randy malah memegang lengan Mama Clara dengan menggunakan tangannya yang lain.Dengan sekali sentakan tubuh mama Clara langsung terhuyung ke depan dan membentur dada bidang papa Randy.Masih tetap
Begitu melihat Sandrian turun dari mobilnya, Liontin langsung menghambur ke arah kekasihnya itu dan langsung memeluknya erat sambil menangis.Sandrian membalas pelukan itu dengan hati diliputi dengan tanda tanya.Beberapa saat kemudian dia melepaskan pelukannya dan bertanya dengan nada lembut.“Ada apa my Sweetheart? Apa yang membuatmu menangis? Ada yang menyakiti dirimu?”“Aku… aku…” Liontin tidak bisa melanjutkan ucapannya.Sandrian menangkup wajah manis gadisnya itu dan mengusap air matanya dengan kedua ibu jarinya.“Ya sudah. Kalau mau kamu cerita kan padaku. Kita ke alun -alun kota. Ayo.”Keduanya lalu meluncur dengan kecepatan sedang.Jarak antara kampus Liontin dan alun -alun kota tidak terlalu jauh. Hanya membutuhkan waktu sekitar lima belas menit saja.“Sekarang cerita padaku. Ada apa?”“Ternyata… ternyata… aku bukan anak kandung mama Santy.”“Oya? Dari mana kamu tahu semua itu Sayang?” tanya Sandrian santai.Dia memang sudah menduga hal itu karena dia melihat perlakuan Mama
“Ohhh… Hhhhh… shhh…”Suara itu kembali masuk memenuhi indera pendengar Liontin, saat gadis berusia 22 tahun itu menginjakkan kakinya ke dalam rumah.Gadis yang baru saja pulang kuliah itu mengerutkan keningnya dan menajamkan pendengarannya agar bisa mendengar lebih jelas lagi suara aneh itu.“Dari kamar mama lagi? Sebenarnya apa yang sedang mama lakukan?” gumamnya sambil mendekati pintu kamar sang ibunda.“Oouh… hhhh… in.. Ini nik… nikmat sekali Sa… yang. Le… lebih keras lag… lagi. Lebih dalam lagi. Hhhh…”Kini terdengar suara ibunya berbicara dengan suara tersengal -sengal.Kriet… kriet… kriet…Suara deritan ranjang bersahut -sahutan dengan suara desahan dan erangan itu.Karena tak bisa memendam rasa penasaran, Liontin mengangkat tangannya dan mengetuk pintu kamar ibunya.“Ma! Mama!!!” panggil Liontin dengan nada pelan.Suara desahan dan deritan ranjang itu pun seketika menghilang. Tapi tak ada jawaban.“Mama. Ini Liontin Ma. Mama ada di dalam kan?”Tetap tak ada jawaban.“Ma. Lion t
Terlalu memikirkan tentang suara -suara aneh dalam kamar ibunya, membuat Liontin merasa sedikit pusing dan memutuskan untuk tidur saja dulu sebelum makan siang.Sempat menghubungi nomor pacarnya, tapi sang pacar tidak mengangkat panggilan teleponnya.Berpikir kalau pemuda tampan kesayangannya yang adalah seorang anak band, yang berada di posisi sebagai vokalis merangkap sebagai gitarisnya itu pasti sedang sibuk, Liontin pun tidak mengulangi panggilan teleponnya.Tapi…Baru saja dia meletakkan kepalanya ke bantal, ponselnya berbunyi dengan suara nyaring.Panggilan dari kekasihnya, Sandrian.“Halo San.”(Iya my sweetheart. Ada apa ya? Tadi kamu menelepon ya? Maaf, tadi aku sedang sibuk latihan bersama anak -anak. Seminggu lagi kami akan tampil di peresmian mall baru di jalan X. I am so sorry Bebz.)“Iya, nggak apa -apa. Seharusnya aku yang minta maaf. Aku sudah menganggu waktu latihan kamu.”(Oh nggak apa -apa Sweetheart. Kamu nggak mengganggu. Sama sekali nggak. Oya, ada apa? Apa ada y
“Yes!!! Makasih ya kakakku yang tercinta. Yang paling cantik. Terima kasih untuk semuanya.” ucap Anggun sambil menerima dua buah paper bag yang diberikan Liontin padanya.“Kok cepat banget pulangnya kak.” lanjutnya pada Sandrian setelah mencium pipi sang kakak.“Ya… bagaimana mau lama -lama. Baru selangkah keluar dari pintu sudah diberi ultimatum. Dipulangkan tepat pada waktunya.”Ketiga lalu tertawa bersama -sama.“Hmmm… by the way, kenapa paper bag nya ada dua kak?” tanya sambil memandang wajah Sandrian dan Liontin berganti-gantian.“Hmmm jadi begini loh Nggun. Satunya itu Martabak bdari kakak, yang paper bag warna biru. Sedangkan paper bag yang warna merah,itu adalah humberger dari kak Sandrian.” jawab Liontin sambil tersenyum.Anggun menatap wajah Sandrian.“Benarkah itu Kak. Dalam rangka apa ini?”“Sebagai ucapan terima kasih karena sudah diizinkan untuk jalan sama kakaknya.”“Hmmmm… nyogok nih ceritanya.”“Nggak kok. Ini tulus.”Anggun langsung memeluk Sandrian sambil tertawa.“
Keesokan harinya...Di kampus Bhineka Tunggal Ika.Sandrian ada di sana. Bukan karena di mahasiswa di sana tapi dia datang menemani sang kekasih.Ya, pemuda anak band yang sudah bergelar sarjana ilmu komunikasi itu lagi sedang tidak ada latihan band sehingga memutuskan untuk menemani Liontin ke kampusnya.Saat itu mereka sedang berada di taman kampus.Karena dosennya sedang mangkir, sepasang sejoli itu memutuskan untuk duduk-duduk di taman kampus. Daripada cepat pulang dan bengong saja di rumah.“Ada apa Sweetheart? Sekarang katakan padaku kenapa semalam kamu nelpon aku tengah malam? Suara aneh itu lagi?” tanya Sandrian penuh perhatian.Ya, itu memang benar.Semalam, setelah masuk kamar Liontin masih sempat menelepon nomor sang kekasih tapi karena tak ingin menggangu jam istirahat pacarnya yang seharian sibuk latihan band, Liontin langsung mematikan telepon begitu telepon baru satu kali berbunyi tut.Dan memang itu juga benar.Saat dia menelpon Sandrian memang sedang terlelap tidur.D
Benar apa yang dikatakan oleh Sandrian kalau Cinta memang anaknya sangat manja.Sepanjang saat dia terus bergelayut manja ada lengan kakaknya itu dan Liontin tidak mempermasalahkan hal itu.Dia malah gemas melihatnya. Jadi teringat pada Anggun. Kalau mereka sedang bersama-sama Anggun juga suka manja padanya.“Kak…” suara Cinta membuyarkan lamunan Liontin.“Iya Anggun. ada apa Sayang?”“Anggun? Anggun siapa Kak?”“Oh…maaf ya Cinta. Melihat keakraban kamu sama Sandrian, kakak jadi teringat sama adik kakak yang namanya Anggun. Dia juga suka manja sama kakak. Oya, mana kakakmu?"“Ya ampun Kak Liontin, Kak Rian sudah ada di dalam sana. Ayo kita masuk.”Cinta lalu meraih tangan Liontin dan menggendongnya masuk ke dalam kedai kopi.Terus bergelayut manja di lengan Liontin dan gadis cantik kesayangan Sanrian itu merasa ini adalah awal yang baik untuk dirinya dan sang calon adik ipar.Di mana dia tak perlu bersusah payah merebut hatinya.Sandrian pun merasakan hal yang sama,maka bibirnya teru
Begitu melihat Sandrian turun dari mobilnya, Liontin langsung menghambur ke arah kekasihnya itu dan langsung memeluknya erat sambil menangis.Sandrian membalas pelukan itu dengan hati diliputi dengan tanda tanya.Beberapa saat kemudian dia melepaskan pelukannya dan bertanya dengan nada lembut.“Ada apa my Sweetheart? Apa yang membuatmu menangis? Ada yang menyakiti dirimu?”“Aku… aku…” Liontin tidak bisa melanjutkan ucapannya.Sandrian menangkup wajah manis gadisnya itu dan mengusap air matanya dengan kedua ibu jarinya.“Ya sudah. Kalau mau kamu cerita kan padaku. Kita ke alun -alun kota. Ayo.”Keduanya lalu meluncur dengan kecepatan sedang.Jarak antara kampus Liontin dan alun -alun kota tidak terlalu jauh. Hanya membutuhkan waktu sekitar lima belas menit saja.“Sekarang cerita padaku. Ada apa?”“Ternyata… ternyata… aku bukan anak kandung mama Santy.”“Oya? Dari mana kamu tahu semua itu Sayang?” tanya Sandrian santai.Dia memang sudah menduga hal itu karena dia melihat perlakuan Mama
Begitu para fans Sandrian meninggalkan rumah mereka, pria itu melangkah masuk dengan setengah berlari sambil berseru meneriakkan nama putrinya.“Cinta!!! Kamu di mana Nak? Ayah pulang!”“Tunggu. Mau ke mana Papi?”“Ya. Mau cari Cinta. Biasanya di paling nggak bisa diam kalau dengar suara Papi.”“Makanya Papi dengarin Mami dulu. Cinta sama Bobby dan Sandrian sedang manggung.”“Manggung? Emang Cinta sudah mau bergabung bersama Maharaja Band?”“Iya Pi. Katanya dari pada dia bosan karena tak ada kegiatan di rumah, mending dia ikut kakaknya. Ada acara pembukaan mall baru di kota X. Atau Papi mau kita susulin.”Saat Mama Clara mau melangkah keluar rumah, Papa Randy langsung menangkap pergelangan tangannya.“Hah? Kenapa Pi?” tanya Mama Clara sambil menatap wajah sang suami.Tidak menjawab tapi Papa Randy malah memegang lengan Mama Clara dengan menggunakan tangannya yang lain.Dengan sekali sentakan tubuh mama Clara langsung terhuyung ke depan dan membentur dada bidang papa Randy.Masih tetap
“Mama dari mana saja ? Mama tahu nggak siapa yang tampil seabagi modelnya tadi saat lagu pembukaan?”“Hmmm… Mama tadi kan toilet. Bukannya tadi mama pamit ke toilet?”“Ke toilet kok lama sekali? Lalu kenapa Mama keringatan dan ngos-ngosan seperti itu?”“Aku juga nggak tahu Lan. Hari ini mama benar-benar sial. Sudah perut Mama mules, air di sana pun ngadat. Sudah begitu pas mau keluar pintu toiletnya pun macet.”“Hah??? Jangan- jangan ada yang sengaja.”“Sudahlah Lan. Yang penting Mama sudah keluar dari sana dalam keadaan baik-baik saja.”“Tapi bagaimana caranya Mama bisa keluar dari sana?”“Tadi ada Nak Bobby kebetulan juga mau ke toilet pria. Untung saat Mama berteriak minta tolong ada Nak Bobby di sana. Oya, memang siapa yang jadi modelnya tadi?”“Liontin Ma.”“Hah??? Liotin??? Liontin Maheswari adikmu?”“Ya Ma. Siapa lagi kalau bukan dia.”“Astaga!!! Kenapa bisa dia yang jadi modelnya??? Bagaimana kamu melihatnya??? Pasti kacau kan??? Hancur berantakan kan??”“Kacau bagaimana? Hanc
Di depan sebuah gedung yang baru saja di bangun di kota X, suasana terlihat sangat ramai.Ya, malam ini acara peresmian mall baru itu digelar malam itu.Panitia dan artis -artis yang diundang sudah hadir ,hampir semuanya.Seorang panitia datang menemui Sandrian, “Bang, ada sedikit masalah nih. Bisa kita bicara sebentar di dalam?”Sandrian menganggukkan kepala lalu katanya pada Liontin.“Sweetheart, tolong awasi anak-anak . Minta mereka jangan berpencar. Takutnya nanti keinjak, aku ada urusan sebentar.”“Iya San.”Liontin lalu mendekati sekelompok orang yang semuanya memakai baju bergambar band Maharaja. mereka yang Sandrian sebut dengan anak -anak itu. Para fans nya Maharaja Band.“Halo semuanya.”“Halo juga Mammy-kyu.”Semuanya serempak menjawab sapaan Liontin.Walaupun ada yang usianya di atas Liontin tapi mereka memanggil Liontin dengan sebutan MammyYa… para fans nya Maharaja Band itu memang sudah terbiasa memanggil Sandrian dengan sebutan Pappy-kyu, maka begitu mereka tahu kalau
Belum sampai semenit kepergian Wulan dan Mama Santy, terdengar suara mobil memasuki halaman rumah, membuat Anggun mengerutkan keningnya.Terdengar suara langkah kaki mendekatinya.“Kak Wulan balik lagi? Ada ap…?”Anggun menghentikan ucapannya ketika melihat siapa yang datang.Ternyata bukan Wulan yang datang, tapi Liontin bersama Sandrian.“Ehhh ternyata Kak Liontin. Dari mana saja kak? Kok telat pulangnya?”“Iya. Tadi kak Wulan sama Kak San ke kota X dulu. Kamu tahu nggak acara peresmian mall di kota X itu akan berlangsung besok malam. Dan kak San bersama band nya juga akan tampil.”“Oh gitu ya? Berarti kami bisa masuk gratis nih? Iya kan kak?”Anggun menatap wajah Sandrian.“Iya. Tapi kalian harus masuk bersama rombongan aku. Pakai kostum gambar band kami. Nanti besok pagi ambil di sini. Kakak titip kan sama kak Liontin.”“Yessss…”Kedua teman Anggun ikut bersorak kegirangan.“Oya kak. Ini teman-teman Anggun kak. Yang cewek namanya Putri dan cowok namanya Ammar. Dan teman -teman, in
Benar apa yang dikatakan oleh Sandrian kalau Cinta memang anaknya sangat manja.Sepanjang saat dia terus bergelayut manja ada lengan kakaknya itu dan Liontin tidak mempermasalahkan hal itu.Dia malah gemas melihatnya. Jadi teringat pada Anggun. Kalau mereka sedang bersama-sama Anggun juga suka manja padanya.“Kak…” suara Cinta membuyarkan lamunan Liontin.“Iya Anggun. ada apa Sayang?”“Anggun? Anggun siapa Kak?”“Oh…maaf ya Cinta. Melihat keakraban kamu sama Sandrian, kakak jadi teringat sama adik kakak yang namanya Anggun. Dia juga suka manja sama kakak. Oya, mana kakakmu?"“Ya ampun Kak Liontin, Kak Rian sudah ada di dalam sana. Ayo kita masuk.”Cinta lalu meraih tangan Liontin dan menggendongnya masuk ke dalam kedai kopi.Terus bergelayut manja di lengan Liontin dan gadis cantik kesayangan Sanrian itu merasa ini adalah awal yang baik untuk dirinya dan sang calon adik ipar.Di mana dia tak perlu bersusah payah merebut hatinya.Sandrian pun merasakan hal yang sama,maka bibirnya teru
Keesokan harinya...Di kampus Bhineka Tunggal Ika.Sandrian ada di sana. Bukan karena di mahasiswa di sana tapi dia datang menemani sang kekasih.Ya, pemuda anak band yang sudah bergelar sarjana ilmu komunikasi itu lagi sedang tidak ada latihan band sehingga memutuskan untuk menemani Liontin ke kampusnya.Saat itu mereka sedang berada di taman kampus.Karena dosennya sedang mangkir, sepasang sejoli itu memutuskan untuk duduk-duduk di taman kampus. Daripada cepat pulang dan bengong saja di rumah.“Ada apa Sweetheart? Sekarang katakan padaku kenapa semalam kamu nelpon aku tengah malam? Suara aneh itu lagi?” tanya Sandrian penuh perhatian.Ya, itu memang benar.Semalam, setelah masuk kamar Liontin masih sempat menelepon nomor sang kekasih tapi karena tak ingin menggangu jam istirahat pacarnya yang seharian sibuk latihan band, Liontin langsung mematikan telepon begitu telepon baru satu kali berbunyi tut.Dan memang itu juga benar.Saat dia menelpon Sandrian memang sedang terlelap tidur.D
“Yes!!! Makasih ya kakakku yang tercinta. Yang paling cantik. Terima kasih untuk semuanya.” ucap Anggun sambil menerima dua buah paper bag yang diberikan Liontin padanya.“Kok cepat banget pulangnya kak.” lanjutnya pada Sandrian setelah mencium pipi sang kakak.“Ya… bagaimana mau lama -lama. Baru selangkah keluar dari pintu sudah diberi ultimatum. Dipulangkan tepat pada waktunya.”Ketiga lalu tertawa bersama -sama.“Hmmm… by the way, kenapa paper bag nya ada dua kak?” tanya sambil memandang wajah Sandrian dan Liontin berganti-gantian.“Hmmm jadi begini loh Nggun. Satunya itu Martabak bdari kakak, yang paper bag warna biru. Sedangkan paper bag yang warna merah,itu adalah humberger dari kak Sandrian.” jawab Liontin sambil tersenyum.Anggun menatap wajah Sandrian.“Benarkah itu Kak. Dalam rangka apa ini?”“Sebagai ucapan terima kasih karena sudah diizinkan untuk jalan sama kakaknya.”“Hmmmm… nyogok nih ceritanya.”“Nggak kok. Ini tulus.”Anggun langsung memeluk Sandrian sambil tertawa.“
Terlalu memikirkan tentang suara -suara aneh dalam kamar ibunya, membuat Liontin merasa sedikit pusing dan memutuskan untuk tidur saja dulu sebelum makan siang.Sempat menghubungi nomor pacarnya, tapi sang pacar tidak mengangkat panggilan teleponnya.Berpikir kalau pemuda tampan kesayangannya yang adalah seorang anak band, yang berada di posisi sebagai vokalis merangkap sebagai gitarisnya itu pasti sedang sibuk, Liontin pun tidak mengulangi panggilan teleponnya.Tapi…Baru saja dia meletakkan kepalanya ke bantal, ponselnya berbunyi dengan suara nyaring.Panggilan dari kekasihnya, Sandrian.“Halo San.”(Iya my sweetheart. Ada apa ya? Tadi kamu menelepon ya? Maaf, tadi aku sedang sibuk latihan bersama anak -anak. Seminggu lagi kami akan tampil di peresmian mall baru di jalan X. I am so sorry Bebz.)“Iya, nggak apa -apa. Seharusnya aku yang minta maaf. Aku sudah menganggu waktu latihan kamu.”(Oh nggak apa -apa Sweetheart. Kamu nggak mengganggu. Sama sekali nggak. Oya, ada apa? Apa ada y