Share

Bab 0545

Author: Jus Strawberi
last update Last Updated: 2024-09-12 18:00:00
"Rara ..." Felix akhirnya mengumpulkan keberanian untuk membuka mulutnya. "Aku ..."

"Kak Felix!" Yara menyela hampir tanpa sadar. Dia tidak berani menatap. Kepalanya tetap tertunduk. "Siska benar. Sekarang sudah larut. Kalian pulang dulu saja, istirahat yang cukup."

Untuk sesaat, Felix tampak tercengang. Keberanian yang baru saja berhasil dia kumpulkan tiba-tiba terjebak di tengah jalan.

Gio pun berusaha membantu perjuangan Felix. "Rara, sebenarnya Felix punya ingin bicara sesuatu denganmu."

"Aku tahu." Yara masih menundukkan kepala. Suaranya sedikit tercekat dan dia mengulangi, "Aku tahu. Tapi aku sudah ngantuk, aku ingin istirahat dulu."

Dia tidak berani menatap mereka, terutama Felix. Dia takut melihat kekecewaan di kedua mata itu.

Dia berbalik hendak pergi.

Gio mencoba menghentikannya, tetapi Siska menangkapnya.

Siska menggeleng. Urusan seperti ini tidak bisa dipaksakan. Dilihat dari reaksi Yara sekarang, memaksakannya tidak akan berbuah baik.

"Rara!" Tanpa diduga, Felix bicara lag
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Dasilva Onna
sampai berapa bab novel ini
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Cinta yang Tertukar   Bab 0546

    Siska menahan diri sekuat mungkin, tetapi akhirnya tetap tidak bisa menahan rasa nyeri di hidungnya saat melihat Felix saat ini.Saat melihat pria itu berbalik pergi, dia berseru, "Hei, ini nggak dibawa?"Dia melemparkan kotak beludru merah itu. "Penerimanya nggak mau."Felix menangkapnya dan tersenyum senormal mungkin. "Terima kasih."Siska mengantar mereka berdua keluar. Saat berada di depan pintu, dia pun menyemangati Felix lagi. "Kak Felix, jangan patah semangat. Suatu saat nanti, kamu bisa memberikan hadiah ini.""Sana temani Rara." Felix menyimpan kotak itu dengan hati-hati dan pergi bersama Gio.Saat memasuki lift, kepalanya langsung tertunduk. Dia terlihat seperti anjing yang ditinggalkan pemiliknya."Kamu kenapa?" Gio menendang sepatunya. "Siska juga tadi bilang, suatu hari nanti kamu pasti berhasil. Aku percaya itu."Felix menghela napas dan bertanya pada Gio dengan serius, "Menurutmu, apa aku dan Yudha sangat berbeda?""Tentu saja." Gio menegaskan, "Dia tipikal CEO yang suka

    Last Updated : 2024-09-13
  • Cinta yang Tertukar   Bab 0547

    Setelah Felix dan Gio pergi, Siska pergi mengetuk pintu kamar Yara. Hari belum terlalu malam, jadi Yara belum pergi tidur."Rara, mau keluar dan ngobrol sebentar?" Siska bertanya di dekat pintu. "Mereka sudah pulang."Terdengar suara berderak di pintu dan beberapa saat kemudian, pintu terbuka. Yara berdiri di ambang pintu dengan ekspresi meminta maaf.Siska tertawa melihat penampilannya dan mendekat ke depan untuk memeluknya. "Kenapa? Kamu hampir menerima hadiah yang luar biasa tadi, kamu seharusnya bahagia!"Yara menunduk, tidak mengatakan apa-apa.Siska menariknya menuju ruang tamu. "Kak Felix sangat peduli padamu. Sebelum pergi tadi, dia berkali-kali khawatir kamu terlalu menyalahkan diri sendiri."Hati Yara terasa semakin berat mendengar hal ini, dan matanya langsung memerah."Jangan menangis, jangan menangis!" Tangan Siska cepat-cepat menyeka air matanya. "Aduh, aku pasti dihajar Kak Felix kalau dia tahu aku membuatmu menangis."Yara mendengus dan berusaha keras untuk mengendalika

    Last Updated : 2024-09-13
  • Cinta yang Tertukar   Bab 0548

    Namun, jika dibandingkan, aura Yudha juga hampir sama dengannya.Dia juga seseorang yang ditakuti di dunia bisnis. Dia bisa mengguncang perusahaan bernilai puluhan miliar hanya dengan satu perintah. Para bos yang hebat pun harus tunduk padanya.Dua orang ini menempuh jalan yang berbeda. Satu dimulai dari usia enam tahun, satunya lagi dimulai dari usia lima tahun. Dua jalan itu sama-sama sulitnya, yang akhirnya juga membawa mereka ke tingkat yang sebanding saat ini.Ekspresi Yudha masih dingin dan nada bicaranya lebih dingin lagi. "Bicara apa? Yara? Kamu pikir kamu bisa tetap tenang?""Kali ini bukan Yara," kata Felix segera.Sekilas rasa terkejut tergambar jelas di mata Yudha. Dia menanggalkan sedikit aura agresifnya dan duduk kembali di sofa.Felix duduk di sebelahnya. Melihatnya Yudha ingin bangun lagi, Felix mengulurkan tangan untuk menahannya."Jangan begitu. Aku ingat kamu sangat lengket denganku waktu kecil." Felix menatap Yudha, suaranya terdengar agak sedih.Yudha merilekskan t

    Last Updated : 2024-09-14
  • Cinta yang Tertukar   Bab 0549

    Felix menyaksikan Yudha naik ke lantai, menghela napas dan bersiap-siap pergi ke kamarnya untuk beristirahat.Saat itulah, dia agak terkejut melihat Tanto kembali dari luar."Paman!" Felix menyapa dan bangkit untuk menyambutnya. Teringat akan keanehan Siska hari ini, dia merasa harus mengatakan sesuatu.Saat berjalan mendekat, Felix menyadari ada yang aneh. Tanto terlihat lebih kuyu, dengan dua kantung hitam besar di bawah matanya, seolah belum tidur selama beberapa malam."Paman, kamu kenapa?" Dia bertanya dengan penuh perhatian. "Tadi malam nggak tidur?""Ya." Tanto menyeret tubuhnya, seperti sangat kelelahan. "Ngantuk, aku mau tidur dulu. Kamu juga cepat tidur, jangan begadang kemalaman."Setelah menjejak di tangga, dia teringat sesuatu dan berhenti sebentar. "Ngomong-ngomong, kamu naik pangkat jadi letnan kolonel, ya? Selamat.""Terima kasih." Felix tiba-tiba sedikit senang mendengar seseorang mengucapkan selamat padanya. "Paman, kamu ... aku pergi ke rumah Siska tadi. Dia sepertin

    Last Updated : 2024-09-14
  • Cinta yang Tertukar   Bab 0550

    "Aku sudah bertemu dengan spesialis kesuburan itu. Aku tahu kamu bohong kepadanya agar dia menyembunyikan kesuburan Melanie." Yara langsung mengatakan intinya dan menatap Liana sangat tajam.Liana duduk lebih tegak dan menyilangkan kedua lengan. "Ternyata kamu sedikit lebih pintar dari yang aku kita?""Yang seperti ini pintar?" Yara merasa wanita ini sangat konyol dan mengganti pertanyaannya lagi. "Jadi, menurutmu Yudha bodoh, karena nggak tahu apa-apa?"Liana menurunkan tangannya, tetapi tidak menjawab pertanyaan Yara.Yara bertanya lagi, "Bagaimana menurutmu kalau suatu saat Yudha tahu perbuatanmu?""Kamu mengancam?" Liana tertawa sinis. "Bukannya kamu sekarang pacaran dengan Felix? Kalau aku membantu Melanie, secara nggak langsung aku membantumu. Atau mungkin ... kamu nggak jadi ingin bercerai?"Wanita itu menggeleng-gelengkan kepalanya. "Apa kakak beradik itu tahu kamu bolak-balik di antara mereka?""Kamu salah, aku bukan ingin kembali bersama Yudha," ucap Yara dengan serius. "Aku

    Last Updated : 2024-09-15
  • Cinta yang Tertukar   Bab 0551

    Di luar dugaan, Siska tidak merespons saat mendengar ada sesuatu yang tersembunyi."Lalu, apa pengaruhnya?" Suaranya menyiratkan kesedihan yang paling dalam. "Aku nggak peduli apa yang orang lain lakukan. Yang aku pedulikan cuma dia ...."Dia menatap Yara, merasa sekaan seluruh tubuhnya di ambang kehancuran. "Tapi dia sudah membuatku sangat kecewa.""Siska, aku mengerti perasaanmu." Yara perlahan menarik sudut bibirnya. "Mana mungkin nggak? Aku juga waktu itu merasakan hal yang sama soal Yudha."Dia menatap Siska dengan sangat serius. "Tapi, kalau waktu itu aku tahu Yudha cuma ingin membalas budi, kalau aku tahu seberapa banyak campur tangan Melanie di dalamnya, aku pasti akan memberi tahu Yudha. Daripada membiarkan luka yang awalnya kecil itu tumbuh semakin besar, dan pada akhirnya membunuh hubungan kami.""Walaupun aku masih belum yakin soal perasaan Yudha kepadaku, tapi aku tahu, bahwa aku sangat, sangat mencintainya saat itu." Yara tertawa pahit. "Saat itu, aku nggak akan membiarka

    Last Updated : 2024-09-15
  • Cinta yang Tertukar   Bab 0552

    Mata Yara sudah memerah sebelum Felix selesai menjelaskan."Jangan menangis, Kakek jadi sedih nanti." Felix buru-buru menjulurkan tangan, ingin menyeka mata Yara, tapi dia tidak berani menyentuh."Ya, aku nggak apa-apa." Yara menyeka asal-asalan dengan lengan bajunya dan berusaha tersenyum. "Ya sudah, aku masuk dulu."Ketika pengasuh Kakek melihatnya datang, dia berbisik, "Kakek sedang tidur. Nona Yara silakan duduk sebentar. Saya keluar dulu, tinggal tekan belnya kalau butuh sesuatu.""Oke, terima kasih." Yara berjalan dengan lembut ke samping tempat tidur dan duduk di kursi dengan hati-hati.Di tempat tidur, Kakek Susilo berbalut selimut. Napasnya sedikit keras dan wajahnya agak pucat.Dada Yara terasa sesak dan air matanya tidak bisa dibendung lagi. Dia hanya bersyukur bahwa Kakek tidak bisa melihatnya saat ini. Namun, kemudian dia melihat Kakek membuka mata dengan linglung.Dia cepat-cepat menoleh ke samping untuk menghapus air mata, lalu berbalik dan menatap mata Kakek."Kakek, su

    Last Updated : 2024-09-16
  • Cinta yang Tertukar   Bab 0553

    "Kakek, maafkan aku, maafkan aku." Masa lalu berkecamuk, dan hati Yara semakin terasa berat.Dia teringat akan perintah yang pernah diberikan Kakek Susilo, memperlakukannya sebagai penyelamat Yudha. Tapi pada akhirnya apa?Dia benar-benar lelah dan tidak bisa mendapatkan hati Yudha, jadi dia hanya bisa pasrah."Anak bodoh, jangan minta maaf. kamu nggak pernah berbuat salah pada siapa pun." Suara Kakek Susilo tercekat selama beberapa saat. "Keluarga kamilah yang berbuat salah padamu."Yara terisak tak terkendali dan hanya bisa menggelengkan kepalanya.Setelah begitu banyak hal yang terjadi padanya dengan Yudha dan Felix ... dia tidak bisa membedakan siapa yang benar dan siapa yang salah. Dan siapa yang telah berbuat salah kepada siapa."Ya sudah, jangan menangis. Jangan sampai orang yang lihat mengira Kakek membuatmu menindasmu." Kakek Susilo membujuknya dengan tidak sabar.Yara menyeka air matanya dan berusaha sekuat tenaga untuk mengendalikan emosinya. "Iya, aku nggak akan menangis la

    Last Updated : 2024-09-16

Latest chapter

  • Cinta yang Tertukar   Bab 0627

    Pada hari yang telah disepakati, Yudha menerima telepon dari Revan di pagi hari."Pak Yudha, saya di Meria sekarang, sedang menunggu penerbangan pulang. Seluruh informasinya sudah hampir lengkap.""Bagus." Yudha agak terkejut. Dia tidak menyangka Revan perlu pergi ke Meria. dia menambahkan, "Hati-hati di perjalanan. Aku tunggu kepulanganmu.""Pak Yudha." Revan menatap dokumen di tangannya. "Saya akan pergi ke rumahmu setelah sampai di sana. Sebelum itu ... siapkan mentalmu.""Oke." Yudha menutup telepon. Dia sebenarnya merasakan sedikit firasat buruk dalam hatinya.Dia menatap kalender dan melihat hari persidangan perceraiannya akan tiba dua hari lagi. Masih ada waktu.Satu hari terasa sangat panjang bagi Yudha. Dia meninggalkan semua pekerjaan dan kembali ke rumah keluarga besar untuk bermain sebentar dengan Agnes dan Yovi, lalu kembali ke vilanya dan menunggu.Agnes bertanya, "Kerjaanmu hari ini sudah selesai 'kan? Kenapa buru-buru pergi? Temani anakmu lebih lama lagi."Sejak ada Yov

  • Cinta yang Tertukar   Bab 0626

    Saat masuk ke ruang tamu, Santo jelas merasa agak malu, tapi Felix dan Gio bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa dan bicara dengannya seperti biasa.Yara membawa album foto yang baru diambilnya dan mereka semua berkumpul untuk melihat."Ayah, lihat, ini foto pernikahanmu. Kalian masih sangat muda waktu itu, sangat tampan dan cantik."Santo tersenyum dan mengulurkan tangan untuk menyentuh Zaina di foto itu."Senyum Ibu sangat cantik di foto ini. Yang ini, Ayah, kamu sangat tampan ...."Sambil berbicara, Yara memperhatikan ekspresi Santo. Di dalamnya banyak foto-foto Melanie. Dia berusaha untuk menyebutnya sesedikit mungkin.Lambat laun, raut wajah Santo menjadi semakin serius.Tiba-tiba, air mata menetes membasahi album foto."Ayah, kamu kenapa?" Yara sedikit panik dan berusaha menyingkirkan album foto itu. "Kita lihat besok lagi saja, nggak apa-apa."Santo menunduk. Tangannya membelai wanita yang ada di foto tersebut dengan penuh kasih sayang. "Kenapa aku nggak pulang lebih cepat

  • Cinta yang Tertukar   Bab 0625

    Segera setelah pintu kamar mandi terbuka, bau menyengat menghantam. Ada noda air berwarna kuning di lantai. Tidak perlu ditanya lagi apa itu.Santo membelakangi semua orang, meringkuk di sudut ruangan. Seluruh tubuhnya gemetar."Kalian keluar dulu." Yara merasa dadanya sangat sesak dan meminta semuanya pergi."Rara, nggak apa-apa, biarkan aku membantumu." Siska bergegas berkata."Nggak usah." Yara menggeleng dan menatap mereka dengan memohon, "Keluar dulu, oke? Keluar!""Ayo, kita tunggu di ruang tamu." Gio akhirnya merespons, mengangguk kepada Yara, dan menarik pergi Felix dan Siska.Yara berdiri di ambang pintu, mengendus-endus, dan berseru lirih, "Ayah, mereka sudah pergi. Nggak apa-apa."Santo masih meringkuk di pojokan.Dia adalah kepala keluarga Lubis, yang berwibawa dan terhormat seumur hidup. Tapi sekarang ... pikirannya sudah tidak jernih lagi dan menghadapi hal semacam ini saja tidak bisa."Ayah!" Yara dengan hati-hati melangkah maju dan menarik lembut pakaian Santo. "Ayah, n

  • Cinta yang Tertukar   Bab 0624

    Yara juga berdiri dan menatap mata Melanie. "Bahkan meski mereka tahu kebenarannya dan menukar kita kembali, mereka tetap akan sangat mencintaimu dengan kasih sayang yang sama.""Melanie, kamu kehilangan dua orang yang paling menyayangimu. Kamu benar-benar nggak menyesalinya?" Yara sedikit emosional."Nggak!" kata Melanie dengan sangat tegas. "Yara, asal kamu tahu, nggak ada kata "menyesal" dalam kamus hidupku. Ambil barang-barangmu dan cepat pergi. Nggak usah ngoceh nggak jelas di sini."Yara menggelengkan kepalanya, mengambil album foto itu dan mengatakan satu hal lagi, "Jaga dirimu baik-baik."Dia keluar dari vila, mengucapkan selamat tinggal kepada Amel, dan segera pergi.Amel kembali ke vila dan melihat Melanie melamun sambil memandangi foto Zaina. Dia bertanya dengan suara kecil, "Bu, kamu juga kangen ibumu?""Dia bukan ibuku." Melanie mengambil foto itu dari dinding dan melemparkannya ke lantai. "Aku nggak kangen dia. Nggak sedikit pun!"Orang yang paling disayangi Zaina semasa

  • Cinta yang Tertukar   Bab 0623

    Setelah kehilangan Santo sekali, Yara dan yang lainnya tidak berani ceroboh lagi, terutama Siska."Rara, aku janji nggak akan membiarkan Paman Santo lepas dari pandanganku."Yara tertawa sambil menggelengkan kepalanya. "Oke, tutup pintunya, dia nggak akan bisa keluar. Aku keluar sebentar."Karena Santo selalu bicara soal menemui Zaina, Yara ingin pergi ke rumah keluarga Lubis untuk mengambil foto-foto Zaina. Dia sudah menelepon Melanie.Sampai di sana, dia melihat Amel sudah menunggunya dari kejauhan."Bibi Rara!" Amel melihat kedatangannya dan langsung berlari menghampiri. "Bibi Rara, kamu di sini."Yara memeluk Amel. "Wah, Amel sudah tambah tinggi dan cantik.""Bibi Rara juga tambah cantik," balas si kecil bermulut manis.Yara membawanya masuk ke dalam vila. Melanie sudah menunggu di ruang tamu."Barangnya di lantai atas, mungkin di kamar mereka." Melanie bangkit dan berjalan ke arah tangga. "Ayo kuantar ke atas.""Terima kasih." Yara meminta Amel bermain sendirian dan mengikuti ke a

  • Cinta yang Tertukar   Bab 0622

    Ini pertama kalinya Amel melihat Yudha berbicara sangat serius dengannya. Wajahnya langsung terlihat takut dan dia berbisik, "Amel kasihan sama Ibu.""Ibumu kenapa?" Yudha berjongkok dan sedikit melunakkan nada bicaranya.Amel menggeleng dan mengulangi, "Ibu kasihan sekali."Yudha tidak bertanya lagi dan mengelus kepala si kecil. "Amel, mungkin suasana hati ibumu sedang buruk. Paman akan menghiburnya, tenang saja.""Terima kasih, Paman." Amel menghela napas dan melanjutkan bermain.Yudha duduk di sofa dan menunggu. Pikirannya terus terbayang penampilan Melanie barusan. Gelagatnya seperti orang mabuk, tapi tidak ada bau alkohol sama sekali di dalam kamar. Bau itu ...Yudha belum pernah merasakan bau seperti itu sebelumnya. Menyengat dan sangat tidak enak.Dia menunggu beberapa saat dan kemudian melihat Melanie turun. Melanie sudah berganti pakaian dan menata rambutnya, nyaris seperti orang yang berbeda, membuat Yudha bertanya-tanya apakah yang dilihatnya tadi itu hanya ilusi."Yudha, ke

  • Cinta yang Tertukar   Bab 0621

    Selama beberapa hari berikutnya, Yara menghabiskan waktu bersama Yola dan Santo di siang hari. Lalu malamnya mengerjakan desain perhiasan bertemakan "Pulau" itu.Tapi, inspirasinya seakan sedang surut dan ide-ide yang dia pikirkan masih kurang memuaskan.Sidang perceraiannya semakin dekat.Di suatu sore, Yudha menerima telepon dari Amel sebelum pulang dari kantor."Paman sedang sibuk?" ucap gadis kecil itu dengan suara manis. "Amel sudah lama nggak ketemu Paman. Paman sedang sibuk bersama adikku ya?"Yudha terdiam. Beberapa waktu telah berlalu sejak Yovian datang ke rumah. Dia memang sudah lama belum bertemu Amel.Sejenak, dia merasa malu. "Paman minta maaf. Malam ini Paman ke rumahmu, oke?""Sekarang saja. Ayo makan di luar bersama Ibu." Amel tertawa usil. "Tapi jangan bilang Ibu. Beri dia kejutan.""Oke." Yudha menjawab ringan.Dia membereskan pekerjaannya sebentar dan segera pergi ke rumah keluarga Lubis. Tak disangka, Amel sudah menunggu di depan pintu."Amel ...""Ssst!" Amel mene

  • Cinta yang Tertukar   Bab 0620

    "Nggak mungkin." Yara berpikir, satu-satunya pria yang dekat dengannya baru-baru ini adalah Felix.Menurutnya, dengan sifat Felix, dia tidak mungkin punya ini seperti ini. Saran dari Gio juga rasanya tidak mungkin sampai ke sini.Dia tidak tahu siapa lagi yang mungkin."Rara, gawat!"Yara tiba-tiba mendengar suara Siska dari belakangnya. Dia buru-buru menutup telepon. "Safira, aku ada urusan mendadak. Sampai di sini dulu ya, terima kasih!""Ada apa?" Dia menatap Siska dengan cemas."Ayahmu ... ayahmu hilang." Siska terengah-engah karena kelelahan. Dia jelas sudah mencari di sekitar untuk mencoba mencarinya sebelum memberi tahu Yara.Suaranya seperti menahan tangisan. "Kami terlalu fokus dengan Yola. Aku nggak tahu sejak kapan ayahmu pergi.""Nggak apa-apa. Tolong jaga Yola dulu, aku akan mencarinya." Yara menenangkan Siska dan segera menelepon polisi.Setelah menelepon polisi, dia menelepon Felix dan Gio."Oke, jangan khawatir, kami akan membantu mencari." Felix menenangkan Yara dan me

  • Cinta yang Tertukar   Bab 0619

    Keesokan harinya setelah sarapan, cuaca di luar sangat cerah. Yara ingin mengajak Yola dan Santo berjalan-jalan."Aku ikut juga." Siska melambaikan kedua tangannya. Reaksi kehamilannya sudah jauh membaik akhir-akhir ini. Usia kandungannya sudah lima minggu.Yara meminta pengasuh memakaikan baju kepada Yola sementara dia pergi membantu Santo."Ayah, ganti baju dulu, lalu pergi jalan-jalan, oke?""Jalan-jalan?" Santo berpikir sejenak, "Ketemu Zaina?"Hati Yara terasa pilu. Dia hanya bisa berbohong, "Ya, jalan-jalan, menemui ibuku. Ayo Ayah, aku bantu pakai baju.""Oke, ketemu Zaina, ketemu Zaina ..." Santo terus bergumam dan segera berganti pakaian.Mereka turun ke bawah dan pergi ke lapangan kompleks. Yola di dalam kereta dorong bayi. Mata lebarnya berkedip-kedip, melihat ke mana-mana penuh rasa ingin tahu.Yara awalnya khawatir anaknya terlalu kecil untuk dibawa keluar. Tapi pengasuhnya mengatakan bahwa Yola tumbuh dengan sangat baik. Cuacanya sedang bagus, tidak terlalu dingin dan tid

DMCA.com Protection Status