Share

Bab 24. Tangisan Nafa

Author: Rina Novita
last update Last Updated: 2023-01-21 12:20:44
"Nadira ..., Nadira! Kemarilah! Ini Mamakmu sudah menunggu!"

Panggilan berkali-kali dari Bu Ani membuat Nadira semakin panik. Dia masih duduk di ranjang sambil memangku Nafa.

"Uda Farhan, perjuangan kita baru akan dimulai. Entah kenapa aku begitu yakin ingin bersatu kembali denganmu. Padahal aku belum memastikan apakah kamu masih berhubungan dengan wanita itu atau tidak. Namun hatiku yang terdalam kini merasakan ketulusan cintamu. Mungkin karena adanya Nafa di antara kita. Sebagai pengikat rasa antara aku dan kamu. Bismilah ...." Nadira meyakinkan diri dalam hati dan kemudian bangkit berdiri.

Dengan menggendong Nafa, Nadira melangkah keluar dari kamarnya menuju tempat Mamak dan Ibunya duduk di ruang utama rumah gadang.

"Assalamualaikum ..."

"Waalaikumsalam."

Nadira masih menunduk dan mengambil tempat duduk persis di sebelah ibunya. Ruang utama rumah gadang yang memanjang sudah dialasi permadani yang biasa di gelar jika akan ada tamu istimewa.

"Ssstt ... kenapa tidak pakai baju
Rina Novita

yuk beri ulasan di cover cerita ini. , Tulis juga komentarmu di bab ini yaaa

| 8
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (15)
goodnovel comment avatar
Rizal Rasyid
bagus banget ceritanya tapi jangan muter ntar ceritanya ya kak jadi ga rame
goodnovel comment avatar
Fadhlan Azis
setuju banget kalau uda farhan balikan lg dengan Nadira
goodnovel comment avatar
Afrida Taurucia
sukakkkk cerita nya,, laki2 yg sadar akan apa yang harus diperjuangkan nya,,
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Cinta yang Disadari Usai Bercerai   Bab 25. Kembali Ke Jakarta

    Farhan pulang kembali ke rumahnya dengan rasa nyeri yang teramat hebat di dadanya. Tangisan Nafa masih terus terngiang di telinganya. Setelah masuk kamar, ditumpahkan segala kesedihannya. Farha duduk ternenung di atas ranjang kamarnya. Wajahnya tertunduk. Sesekali kepalanya mendongak ke atas untuk menahan jatuhnya tetesan bening dari kedua kelopak matanya. Tarikan napas panjang berkali-kali di lalukannya. Berharap beban yang dia rasakan saat ini dapat berkurang. Air mata mulai menetes membasahi rahang kokoh pria bermata tajam itu. "Dira ... Nafa ...," lirihnya berkali-kali di sela-sela tarikan nafasnya. Penyesalan demi penyesalan kini telah merajai hati dan pikirannya. Kesalahannya di masa lalu seakan tak termaafkan lagi oleh dirinya sendiri. "Aku lebih baik mati, dari pada tak bisa bersamamu lagi ,Dira ..." desisnya seraya mengepalkan kedua tangannya. Wajah cantik sang mantan istri selalu membayangi. Mata bulat dengan wajah oval di hiasi lesung pipit itu sungguh tak bisa lepas

    Last Updated : 2023-01-23
  • Cinta yang Disadari Usai Bercerai   Bab 26. Saya Calon Istri Farhan

    "Loh, Uda Farhan? Bukankah Uda sudah berangkat ke Jakarta sejak kemarin?" tanya Nadira bingung. Farhan semakin mendekat. Sebuah senyum tercipta di wajahnya. Rasa rindu yang membuncah pada dua bidadarinya kini seakan meletup-letup. Terlebih pada mantan istrinya itu. Setiap tarikan napasnya selalu terbayang wajah dan senyum yang menggetarkan jiwa. "Nadira ...." Nadira tak dapat menahan senyumnya melihat pria yang sebenarnya juga dia rindukan. Walau berusaha mencoba untuk menghindarinya beberapa hari ini, namun tak bisa dipungkiri sesungguhnya hatinya begitu merindu. "Nafa sini sama papa!" Farhan meraih Nafa dari Nadira dan membawanya ke dalam gendongannya. Farhan pun hanya membawa satu tas ransel di punggungnya. Mereka berjalan bersisian menuju ruang tunggu penumpang. Nadira menduga pertemuan mereka ini pasti ada campur tangan dari Vivi dan Nola. Barang-barang Farhan pun pasti juga sudah dikirim lewaf ekapedisi. Sepasang mantan suami istri itu melangkah bersama dengan wajah penuh

    Last Updated : 2023-01-23
  • Cinta yang Disadari Usai Bercerai   Bab 27. Kembali Terluka

    "A-apa? Calon istri?" Nola ternganga seraya memandang Erika dari atas ke bawah beberapa kali. Wanita cantik masih sangat muda itu terheran mendengar ucapan Erika yang sangat percaya diri. "Iya! Saya calon istri Farhan. Kenapa? Kaget ya?" Erika melotot sambil berkacak pinggang di hadapan Nola. "Maaf, Bu. Pak Farhan sedang tidak bisa diganggu." "Memangnya Farhan sedang apa sampai tidak bisa diganggu, heh?" tanya Erika sewot. "Pak Farhan sedaaang ...." "Halah lama kamu!" Erika yang tak sabar segera melangkah hendak masuk ke dalam ruangan Farhan. "Bu, bu ...! Tunggu ...!" Nola bergegas mengikuti Erika yang terus melangkah tanpa menghiraukan panggilan Nola. Langkah Erika terhenti di depan pintu ruang CEO. Perlahan wanita bertubuh sintal itu membuka pintu. "Hai, Sayang ....!"Dengan senyum merekah Erika melangkah anggun menghampiri Farhan yang sedang fokus pada laptopnya. "Bu ... bu ...., maaf Pak Farhan sedang banyak pekerjaan. "M-maaf, Pak Farhan. Saya sudah mencoba untuk mencega

    Last Updated : 2023-01-25
  • Cinta yang Disadari Usai Bercerai   Bab 28. Perjuangan Cinta

    Kesedihan terlihat jelas dari raut wajah wanita cantik berdarah asli minang itu. Farhan merasakan nyeri yang begitu hebat, dadanya penuh sesak, melihat sisa air mata yang masih ada di sekitar manik bulat milik Nadira. Perasaan bersalah yang luar biasa mulai menghujam hatinya. Entah yang keberapa kalinya dia menyakiti hati wanita itu. "M-maaf ... maafkan Aku!" Nadira tak kuasa menghindar saat satu jemari farhan berusaha untuk menghapus sisa bulir bening di pipinya. "Maafkan Aku, Dira! Lagi-lagi aku menyakiti hatimu." Nadira menggeleng. "Aku tidak apa-apa, Uda. Kembalilah ke ruanganmu!" Tangan Farhan menahan saat Nadira hendak kembali menutup kaca. "Izinkan aku mengantarmu!" tatapan memohon dari wajah tampan berahang kokoh itu penuh harap. "Tidak perlu. Aku bisa sendiri." Nadira masih bersikap dingin. "Aku mohon, Dira. Izinkan aku mengantarmu!" ujarnya lagi. Kali ini wajah Farhan sungguh memelas. Nadira bimbang. Sungguh saat ini dia ingin menghindar dari pria yang berada di

    Last Updated : 2023-01-26
  • Cinta yang Disadari Usai Bercerai   Bab 29. Rencana Terselubung

    "Joe, tolong jadwalkan keberangkatanku untuk meninjau lokasi proyek di Sumatra Barat!" perintah Neil saat sedang meeting dengan asisten pribadinya. "Kemungkinan satu bulan lagi Tuan. Karena masih pembersihan lahan." "Apa? Satu bulan lagi? Kelamaan. Jadwalkan saja minggu depan!" Rahang pria bule itu mengeras. Pasalnya proyek yang sudah dimulai sejak bulan lalu sangat lambat perkembangannya. "Tapi minggu depan Tuan belum bisa memulai untuk pembangunannya. Sungai yang akan dijadikan tempat wisata masih dikelilingi hutan." "Ada kendala apa? Kenapa begitu lama prosesnya?' tanya Neil geram. "Kami kesulitan mendapatkan para pekerja di sana. Masyarakat minangkabau kurang berminat untuk jadi buruh kasar," sahut Joe yang mulai gelisah melihat pimpinannya kesal. "Halaaah, alasan saja. Dasar kalian tidak bisa kerja! Ganti mandor utama kita dengan orang asli kampung sana! Beri upah yang pantas. Nanti aku akan memberikan nama seseorang yang bisa kalian hubungi di sana!" Neil mulai emosi. Pr

    Last Updated : 2023-01-27
  • Cinta yang Disadari Usai Bercerai   Bab 30. Kembali Pulang

    Seorang pelayan tergopoh-gopoh menghampiri Nadira yang sedang memberi ASI pada Nafa di kamarnya. "Non Dira, hapenya bunyi," ujar pelayan itu seraya hendak memberikan ponsel Nadira yang tertinggal di ruang kerjanya sejak tadi. "Bawa sini, Mbak!" Mata Nadira melebar saat melihat banyak panggilan tak terjawab dari Ibunya. Setelah memberikan Nafa pada pengasuhnya, Nadira segera menghubungi balik Bu Ani. "Assalamualaikum, Bu. Ada apa?" tanyanya panik. "Waalaikumsalam. Diraa, pulanglah segera! Nenekmu kritis. Sebelum tak sadar tadi, beliau terus memanggil-manggil namamu, Nak." Terdengar isak tangis Bu Ani dari seberang sana hingga membuat Nadira semakin panik dan cemas. Akhirnya pecah juga tangis Nadira mendengar kabar sedih dari ibunya. Setelah menutup panggilan telpon, Nadira segera meminta Vivi untuk memesan tiket pesawat untuk malam ini. "Kamu yakin berangkat berdua saja dengan Nafa, Dira?" tanya Vivi dengan nada khawatir dari seberang sana. "Terpaksa, Vi. Aku nggak mungkin nin

    Last Updated : 2023-01-28
  • Cinta yang Disadari Usai Bercerai   Bab 31. Pria dari Jakarta

    "Neil?" pekik Nadira tertahan seraya membekap mulutnya. Sungguh dia tak mengira, pria yang dimaksud Mamak Sutan Sati adalah Neil, pria yang sangat dia kenal sejak lama. Neil bersama seorang laki-laki yang dia tidak kenal, melangkah semakin mendekat ke arah tempat dia berdirii. Nadira terheran melihat wajah Mamak yang sangat bersemangat ketika melihat Neil datang. Pria bule itu tersenyum pada Nadira yang masih ternganga. "Hai, Nara. Aku tak menyangka, Nadira yang dimaksud Bapak Sutan Sati itu adalah kamu," sapa Neil saat dia sudah berada di dekat Nadira dan Mamaknya. "Kalian sudah kenal rupanya," ucap Mamak dengan wajah sumringah. Neil mengangguk. Wajah tampan bermata biru itu tersenyum. Pandangan matanya tak beralih dari Nadira yang masih menatapnya tak percaya. "Nadira ini adalah rekan bisnis serta sahabat saya di Jakarta, Pak." Neil juga sangat bersemangat memberi penjelasan pada Mamak Sutan Sati. "Ooo ..., jadi di Jakarta kalian teman bisnis? Wah, sepertinya kalian memang

    Last Updated : 2023-01-31
  • Cinta yang Disadari Usai Bercerai   Bab 32. Ketika Nafa Demam

    Pesawat yang dinaiki Farhan baru saja mendarat. Hatinya masih tidak tenang jika belum memastikan dan melihat sendiri bahwa Nadira dan Nafa baik-baik saja. Beberapa menit setelah menghubungi Nadira semalam dan mengetahui bahwa Nadira mendadak pulang ke kampung, Farhan langsung mencari tiket pesawat untuk menyusul Nadira ke Sumatra Barat. Sayangnya, dia mendapatkan jadwal pesawat pagi keesokan harinya. Untuk itu dia meminta Iwan untuk menjemput Nadira di bandara. Mantan suami Nadira itu juga meminta Iwan untuk mengantar Nadira ke manapun wanita itu pergi. Saat ini Farhan telah keluar dari bandara internasional Minangkabau menggunakan taksi menuju Solok, kampung halamannya. Dia baru saja mengakfifkan ponselnya. Beberapa pesan dan panggilan dari Iwan. Dia mencoba untuk menghubungi balik supirnya itu, namun berkali-kali dicoba tidak bisa tersambung, sepertinya ada gangguan sinyal pada ponsel Iwan. Farhan mengumpat dalam hati karena ada beberapa tempat yang tak terjangkau oleh sinyal di

    Last Updated : 2023-02-01

Latest chapter

  • Cinta yang Disadari Usai Bercerai   Bab 112. Kejutan

    "Aku ingin kita menikah." Erika yang sedang duduk santai di sofa terkejut saat Boyka tiba-tiba datang menghampirinya. Ia menatap pria itu dengan mata membesar."A-apa?"Boyka duduk di hadapan Erika dengan raut wajah tenang. Menghela napas panjang. Memandang wajah Erika sesaat, lalu kembali bicara."Aku ingin kita menikah setelah anak kita lahir." Ia mencondongkan tubuhnya, lalu menyentuh wajah Erika dengan lembut. Rasa hangat mengalir pada keduanya saat mereka bersentuhan.Erika berdebar, ia menggigit bibirnya, pikirannya masih penuh dengan keraguan. " Tapi, aku nggak yakin ...""Kenapa?" Boyka menatapnya serius. Ia meraih jemari Erika dan menggenggamnya erat. "Aku sudah membuktikan bahwa aku selalu ada di sini untukmu. Aku sudah menyelamatkanmu dari penjara. Aku sudah berjanji akan menjagamu dan anak kita." Perlahan satu tangan kekar Boyka mengelus perut Erika.Erika menunduk. Dalam beberapa minggu terakhir, ia melihat sisi lain dari Boyka. Pria itu memang kasar dan keras kepala,

  • Cinta yang Disadari Usai Bercerai   Bab 111. Akhir Kekacauan

    "Erika?" Suara Tiara bergetar. Tubuhnya sedikit mundur ketika melihat Erika berdiri di hadapannya dengan senyum penuh arti. Ia ingin berteriak, tapi tenggorokannya seakan tercekat. Padahal saat ini ia hanya dipisahkan oleh layar yang berada di belakang pelaminan. Erika berjalan mendekat dengan santai, tangannya menggenggam clutch bag kecil berwarna perak. "Kamu tampak cantik sekali, Tiara," katanya dengan nada lembut yang mencurigakan. Tiara menelan ludah. "Apa yang kamu lakukan di sini?" Erika tertawa kecil. "Kenapa? Aku hanya ingin mengucapkan selamat. Bagaimanapun juga, aku pernah menjadi bagian dari hidup Neil, kan?" Tiara mengamati wanita di hadapannya dengan hati-hati. Ada sesuatu yang tidak beres. Erika tidak mungkin datang hanya untuk memberikan ucapan selamat. "Erika, kalau kamu datang hanya untuk membuat masalah, lebih baik kamu pergi." Erika mengangkat bahu. "Aku? Membuat masalah? Tentu saja tidak." Ia merogoh clutch bag-nya dan sesuatu berkilat keluar dari dalamny

  • Cinta yang Disadari Usai Bercerai   Bab 110. Resepsi Menegangkan

    "Semuanya sudah siap, Pak. Hotel sudah mengatur dekorasi sesuai permintaan, tamu undangan juga sudah konfirmasi kehadiran." Asisten Neil melaporkan persiapan pernikahan dengan detail. Sambil berjalan memasuki kantornya, Neil mengangguk puas. "Bagus. Pastikan semuanya berjalan lancar. Aku tidak mau ada kendala sedikit pun." Asistennya mengangguk, lalu keluar dari ruangan. Neil menghela napas dan bersandar di kursinya. Besok adalah hari yang sangat penting dalam hidupnya. Pernikahan resminya dengan Tiara, sesuatu yang sudah lama ia inginkan. Meski ini resepsi pernikahan keduanya, tapi rasanya seperti yang pertama baginya Namun, ada perasaan tidak nyaman yang mengganjal di hatinya. Entah mengapa, ia merasa ada sesuatu yang tidak beres. Mungkin karena banyak kejadian menegangkan belakangan ini, hingga Neil merasa khawatir.Di rumah mewah keluarga Neil, Helda duduk di ruang tamu sambil menyesap teh hangatnya. Josh baru saja masuk setelah berbicara dengan panitia pernikahan di hotel.

  • Cinta yang Disadari Usai Bercerai   Bab 109. Saat Keluarga Tiara Datang

    "Neil!" Helda berteriak marah melihat putranya masuk ke mobil. Neil tidak peduli dengan ancamannya. Rahangnya mengatup keras, dan tangannya mengepal. Josh yang sejak tadi memperhatikan dari tangga depan akhirnya melangkah mendekat. Ia melihat emosi Helda makin memuncak. "Cukup, Helda," ujar Josh tenang. Helda menoleh tajam. "Kamu lihat sendiri kan? Anakmu membantahku demi keluarga perempuan itu!" Josh menghela napas. "Kamu yang memaksanya untuk memilih." "Aku hanya ingin yang terbaik untuknya, Josh!" Helda membalas cepat. Josh menatap istrinya dalam. "Helda, aku tahu kamu keras kepala. Tapi sejujurnya, aku memang tidak setuju dengan acara besar ini sejak awal. Aku khawatir hal seperti ini akan terjadi." Helda melipat tangan di dada. "Jadi, kamu pikir aku yang salah?" Josh mengangguk pelan. "Bukan hanya kamu. Aku juga sempat meragukan keluarga Tiara. Tapi, aku sudah menyelidiki mereka sejak awal." Helda mengernyit. "Apa maksudmu?" Josh menarik napas dalam sebelum menjelaska

  • Cinta yang Disadari Usai Bercerai   Bab 108. Menjelang Hari Penting

    "Tidak perlu!" Suara Helda terdengar ketus, membuat Tiara yang berdiri di balik pintu ruang tengah menahan napas. Hatinya mencelos seketika. "Mami, mereka adalah keluarganya. Mereka harus ada di acara ini." Neil mencoba berbicara lebih pelan, tapi nada suaranya tetap tegas. Tiara tahu suaminya tidak suka berdebat soal hal seperti ini. "Mami tidak mau tamu-tamu kita nanti tahu kalau istrimu itu berasal dari kampung." Tiara membekap mulutnya. Kata-kata Helda terasa seperti pukulan keras di dadanya. "Mami! Tolong jangan bicara begitu. Apa hubungannya dengan tamu-tamu kita?" "Neil, dengarkan Mami!" suara Helda terdengar lebih tegas. "Kamu adalah pengusaha besar, CEO perusahaan besar. Bagaimana jika orang-orang tahu kalau istrimu hanyalah anak dari keluarga biasa yang tinggal di desa? Itu bisa merusak reputasimu!" "Astaga! Mami masih memikirkan gengsi? Ini pernikahan, bukan acara bisnis!" Neil terdengar semakin kesal. "Mami tidak mau tahu! Pokoknya mereka tidak perlu datang!" Held

  • Cinta yang Disadari Usai Bercerai   Bab 107. Surat Cerai

    "Selamat siang Bu Erika, saya ingin bertemu. Apa ibu bisa siang ini?" Suara pengacara Neil yang ia kenali terdengar di ujung telepon. Erika mengernyit. Kira-kira ada apa tiba-tiba pengacara Neil menghubunginya dan meminta bertemu. "Untuk apa?" tanyanya dengan nada waspada. "Ada sesuatu yang harus saya serahkan pada Ibu. Apa kita bisa bertemu di kafe dekat kantor?" Erika berpikir sejenak. Ada rasa penasaran dalam hatinya. "Baiklah, aku akan datang," sahutnya singkat. Setelah menutup telepon, ia menoleh ke arah Boyka yang duduk di sofa yang sedang memainkan ponselnya dengan santai. "Aku mau pergi sebentar," ujar Erika sambil mengambil tasnya. Boyka meliriknya sekilas. "Mau ke mana?" "Bukan urusanmu." Boyka terkekeh. "Oke, oke, tapi jangan lama-lama, nanti aku rindu." Erika tidak menanggapi dan segera pergi. Namun, tanpa ia sadari, Boyka menatap punggungnya penuh curiga, lalu dengan santai memasukkan ponselnya ke dalam saku dan lantas berdiri. Dengan naik taksi online Erika m

  • Cinta yang Disadari Usai Bercerai   Bab 106. Pengumuman yang mengejutkan

    "Apa-apaan ini?" Suara Neil terdengar berat dan penuh amarah. Tatapannya tajam menusuk ke arah Joe yang masih berdiri terlalu dekat dengan Tiara. Rahangnya mengeras, dadanya naik turun menahan emosi. Tiara langsung menepis tangan Joe yang menghalanginya, lalu melangkah maju mendekati Neil. Kini ia berdiri di antara Neil dan Joe, khawatir jika terjadi keributan diantara dua lelaki itu. "Pak, jangan ..." bisik Tiara pelan, tangannya menggenggam lengan Neil agar pria itu tidak mendekat. Joe menelan ludah, tubuhnya sedikit mundur saat melihat ekspresi Neil yang sangat marah. Wajah atasannya itu menggelap dengan tatapan berkilat-kilat ke arah dirinya. " M-maaf, Pak Neil," ujar Joe akhirnya. "S-saya hanya ... mengajak Tiara bicara." Suara Joe terdengar gemetar. Neil menyipitkan mata. "Bicara? Dengan mendesaknya ke dinding seperti tadi?" Kali ini suara Neil terdengar menggelegar, hingga terdengar keluar ruangan. Joe hendak membuka mulut untuk membela diri, tapi tidak ada kata-kat

  • Cinta yang Disadari Usai Bercerai   Bab 105 . Ungkapan Cinta

    "Mami mau acara resepsi pernikahan kalian nanti adalah acara yang besar." Helda bicara dengan wajah berbinar di meja makan. Neil dan Tiara yang duduk di sisi kiri tersenyum saling pandang. "Kalau perlu undang semua orang yang kita kenal, agar siapapun tau siapa istri Neil sebenarnya." Suasana sarapan pagi ini terasa lebih hangat. Helda terus bicara tentang semua rencananya. Sementara Tiara hanya diam dengan senyum tipis yang terus tersungging di wajahnya. "Josh, kenapa diam saja? Kamu nggak mau kasih pendapat?" tanya Helda masih antusias. Josh meraih segelas air putih dan meneguknya sesaat. Setelah menghela napas panjang ia bicara serius. "Ini hanya pernikahan kedua. Cukup undang kerabat dekat dan keluarga saja," tegasnya dengan pelan. "Tidak! Mami nggak setuju." Helda menyahut tak kalah tegas. "Setelah acara resepsi nanti, Mami nggak mau dengar lagi gosip-gosip miring tentang kalian berdua." "Iya, Mi. Aku akan persiapkan semuanya," sahut Neil. "Terserah kalian sajalah!" Jo

  • Cinta yang Disadari Usai Bercerai   Bab 104. Kabar mengejutkan

    [Kau pikir bisa lari dariku, Erika? Aku akan menemukanmu.] Siapa yang mengirim pesan ini? Tangan Erika gemetar saat memegang ponselnya. Ia ingin sekali menceritakan hal ini pada Boyka, tapi gengsinya terlalu tinggi. Lagipula, ia masih membenci pria itu. Namun, di sisi lain, ia tidak bisa menepis rasa takutnya. Tiba-tiba, pintu kamar terbuka. Boyka berdiri di ambang pintu dengan ekspresi santai. "Kau belum tidur?" Erika mendongak cepat, menyembunyikan ponselnya di balik punggung. "Bukan urusanmu." Boyka menyeringai. "Aku cuma tanya." Pria itu berjalan mendekat, menyandarkan satu tangan pada pintu. "Kamu tampak gelisah." "Aku baik-baik saja," potong Erika cepat. Boyka mengangkat alis. "Benar? Yakin? Tapi perasaanku bilang tidak." Erika mengalihkan pandangan, menghindari tatapan pria itu. "Aku bilang aku baik-baik saja!" suaranya meninggi. Boyka terkekeh pelan. "Terserah kalau kamu tidak mau cerita. Tapi kalau ada sesuatu yang mengganggumu, kamu bisa bicara padaku." Erika mend

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status