Share

BAB 3 Perkenalan Unik

Penulis: NK Ummu Dhila
last update Terakhir Diperbarui: 2025-02-03 13:53:15

Ketukan keras menggema di pintu depan.

"Alya, aku tahu kau di dalam! Buka pintunya!" suara berat Raditya terdengar jelas, menggema di dalam rumah.

Alya yang tengah duduk di sofa terkejut. Ia tak menyangka Raditya akan datang langsung ke rumahnya. Dengan napas yang sedikit tercekat, ia bangkit dan menghampiri pintu. Saat pintu dibuka, sosok tinggi dengan sorot mata tajam itu berdiri di sana, menatapnya lekat.

"Maaf, aku pikir hanya itu satu-satunya cara untuk mendapatkan barang-barangku kembali," kata Alya pelan.

"Mana barang-barangku?" tanya Raditya tanpa basa-basi. Sejurus kemudian, ia menambahkan dengan nada lebih santai, "Kamu tidak menyuruhku duduk?"

Alya mengerutkan kening. Saat berbicara di telepon tadi, suara Raditya begitu kasar, bahkan terdengar membentak. Namun, kini, saat mereka bertatap muka, suaranya melunak, seolah-olah ada sesuatu yang berubah dalam dirinya.

"Silakan duduk!" ujar Alya akhirnya, menggeser tubuhnya ke samping untuk memberinya jalan masuk.

Raditya melangkah masuk ke ruang tamu, tatapannya masih lekat pada Alya, seolah membaca setiap gerakan yang dibuat perempuan itu. Alya yang sangat cantik walau langkahnya tertatih, Raditya menebak bahwa sebelumnya mungkin Alya pernah mengalami kecelakaan atau apa. Mungkin ia akan segera mengetahui siapa Alya dengan kemampuan hacking-nya.

Sementara itu, Alya segera menuju kamarnya untuk merapikan kembali koper Raditya. Ia menghela napas pelan sebelum mulai memasukkan kembali pakaian dan barang-barang pria itu ke dalam koper dengan rapi. Namun, belum selesai, suara berat Raditya terdengar di telinganya.

"Jadi barang-barangku sudah kamu bongkar semua? Berani sekali kamu," bisiknya di dekat telinga Alya.

Alya tersentak. "Astaga, kamu mengagetkanku!" serunya sambil terguling ke samping.

Refleks, Raditya menangkap tubuh Alya sebelum ia benar-benar jatuh ke lantai. Dalam sekejap, mereka berdua saling menatap dalam jarak yang begitu dekat. Jantung Alya berdebar begitu kencang, dan ia yakin Raditya juga merasakan hal yang sama.

"Cantik," gumam Raditya tanpa sadar, matanya menatap lembut wajah Alya yang masih membeku.

Mata Alya membelalak, ia menelan ludah dan buru-buru berusaha bangkit. Namun, tubuhnya kehilangan keseimbangan hingga ia justru jatuh di atas tubuh Raditya. Suasana berubah canggung.

Raditya menyeringai. "Kamu menarik."

Wajah Alya memanas, dengan cepat ia bangkit dan menjauh dari Raditya. "Sudah, sana keluar! Jangan masuk kamar orang sembarangan!" tegurnya, berusaha mengembalikan kewarasannya.

Raditya tersenyum tipis lalu mengikuti Alya keluar kamar. Mereka duduk di ruang tamu, masing-masing menyusun kembali ketenangan mereka. Raditya bersandar di sofa, menatap Alya yang masih terlihat salah tingkah.

"Ayo kita berkenalan lebih lanjut secara baik-baik," ucap Raditya tiba-tiba.

Alya menoleh, menatapnya curiga. "Maksudmu? Bukankah kita sudah saling kenal lewat koper yang tertukar tadi?" tanya Alya dengan sedikit terkikik mengingat kekonyolannya sendiri yang telah salah mengambil koper.

Raditya menggeleng. "Tidak cukup. Aku ingin mengenalmu lebih dalam, Alya."

Alya tertawa kecil, meskipun ada nada gugup di dalamnya. "Kedengarannya seperti kamu tertarik padaku."

Raditya menatapnya lurus. "Mungkin saja."

Kali ini, Alya kehilangan kata-kata. Ia menunduk, berusaha menyembunyikan rona merah di pipinya. Namun, Raditya tak melepaskan tatapannya.

“Siapa namamu?” tanya Alya.

“Aku Raditya,” ujar Raditya santai.

“Darimana kamu tahu kalau namaku ‘Alya’?” tanya Alya.

“Itu,” ucap Raditya sembari menunjuk ke arah koper Alya.

Benar saja, dikoper Alya ada identitasnya yang tersemat disana.

"Kamu perempuan yang menarik, Alya. Pintar dan... jujur saja, aku penasaran," ungkap Raditya.

Alya berdeham, mencoba mengendalikan dirinya. "Aku hanya seorang perempuan biasa. Tidak ada yang menarik dariku."

Raditya menggeleng. "Salah. Justru itu yang membuatmu berbeda. Kamu bukan perempuan yang bisa ditebak. Dan itu... menarik."

Hening sesaat. Alya menatapnya sejenak sebelum mengalihkan pandangannya ke arah lain. Ia tak tahu harus menanggapi seperti apa.

"Aku tidak sedang mencari hubungan," ujar Alya akhirnya.

"Aku juga tidak memaksa," sahut Raditya cepat. "Aku hanya ingin mengenalmu lebih baik. Itu saja."

Alya menarik napas dalam. Entah kenapa, ia merasa Raditya memang berbeda dari yang ia pikirkan sebelumnya. Ada sesuatu dalam diri pria ini yang membuatnya merasa... nyaman, meskipun ia sendiri tak ingin mengakuinya.

"Baiklah," akhirnya Alya berkata pelan. "Kalau begitu, kita bisa mulai dari obrolan biasa."

Raditya tersenyum puas. "Itu awal yang bagus."

Mereka melanjutkan percakapan, mengabaikan detak jantung yang masih berpacu cepat. Dan di dalam hati masing-masing, mereka tahu, pertemuan ini bukan sekadar kebetulan belaka.

Alya merasa dirinya semakin terjebak dalam pesona pria di hadapannya. Ketika ia hendak mengalihkan pandangan, Raditya tiba-tiba menyentuh jemarinya. Sentuhan itu ringan, namun cukup membuat Alya membeku di tempat.

"Alya," panggil Raditya lirih.

Alya menelan ludah. "Apa?"

Raditya menatapnya, seakan mencari sesuatu dalam bola matanya. "Aku rasa kita memiliki sesuatu yang tidak bisa diabaikan begitu saja."

Alya menarik tangannya perlahan, mencoba mengatur napasnya. "Jangan terlalu percaya diri, Radit. Aku tidak mudah jatuh hati."

Raditya tersenyum samar. "Kita lihat saja nanti."

Alya membuka mulut untuk membalas, tetapi kata-katanya terhenti ketika Raditya tiba-tiba mendekat, menatapnya lebih dalam. Seolah menunggu sesuatu.

Dan saat itu juga, Alya merasa... jantungnya kembali berdetak lebih cepat dari yang seharusnya.

***

~ Bersambung ~

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terkait

  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 4 Takdir Dalam Algoritma

    Alya menarik tangannya perlahan, mencoba mengatur napasnya yang tiba-tiba terasa berat. Ia menatap Raditya dengan sorot waspada, berusaha menutupi kegugupan yang muncul akibat sentuhan singkat itu."Kita baru bertemu, Radit. Jangan bertindak seolah-olah kau mengenalku," ucapnya dengan nada lebih tegas dari yang ia maksudkan.Raditya mengangkat alisnya, jelas tertarik dengan respons Alya. "Aku memang belum mengenalmu sepenuhnya. Tapi anehnya, aku merasa seperti sudah lama mengenalmu."Alya tersenyum kecil, tapi matanya tetap menyimpan kehati-hatian. "Itu hanya perasaanmu saja."Raditya menyandarkan tubuhnya ke kursi, memperhatikan Alya dengan tatapan yang sulit ditebak. "Mungkin. Tapi aku tetap ingin tahu lebih banyak tentangmu."Alya menelan ludah. Ia tidak ingin membicarakan masa lalunya. Tidak dengan orang yang baru dikenalnya. Tidak dengan pria yang, entah kenapa, mampu membuatnya kehilangan kendali hanya dengan sebuah tatapan."Aku hanya seorang wanita biasa," katanya akhirnya, me

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-03
  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 5 CEO NW Tech?

    Alya menelan ludah, mencoba membaca ekspresi Raditya.Konsekuensi? Apa maksudnya?Alya dengan suara sedikit gemetar, bertanya, "Konsekuensi seperti apa yang kamu maksud, Radit?"Raditya tidak langsung menjawab. Ia menatap Alya sejenak, lalu menghela napas pelan."Jika kamu menerima tawaran ini, hidupmu tidak akan sama lagi," ujar Raditya.Alya semakin penasaran. Ia menggenggam tangannya sendiri, mencoba menenangkan diri."Kamu membuatku semakin penasaran, Radit. Katakan saja langsung," ucap Alya.Raditya tersenyum tipis, lalu mengambil ponselnya. Ia mengetik sesuatu dengan cepat sebelum menaruhnya di meja."Aku ingin kamu bergabung dengan perusahaanku. Bukan hanya sebagai mitra bisnis, tapi sebagai bagian inti dari tim inovasi kami," tawar Raditya.Alya terkejut. Ia tidak menyangka akan mendapat tawaran sebesar ini."Bagian inti? Maksudnya… aku akan bekerja di perusahaanmu?" tanya Alya.Raditya mengangguk."Bukan sekadar bekerja. Aku ingin kita mengembangkan EduLearn bersama, mengemba

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-03
  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 6 Bayang-bayang Masa Lalu

    Wanita itu berdiri di depan meja, menatap Raditya dengan tatapan penuh arti. Alya bisa merasakan ketegangan di udara."Kenapa kamu ada di sini?" tanya Raditya dengan nada dingin.Wanita itu tersenyum tipis. "Kita perlu bicara. Urusan kita belum selesai."Alya melirik Raditya, mencoba membaca ekspresinya. Namun, pria itu tetap menjaga ketenangannya."Aku tidak melihat ada urusan yang belum selesai di antara kita, Rena," ujar Raditya tegas.Alya tersentak. Nama itu… Ia merasa pernah mendengarnya."Oh, Radit, kamu selalu berusaha mengabaikan sesuatu yang tidak nyaman bagimu. Tapi kali ini, kamu tidak bisa lari." Rena menarik kursi dan duduk tanpa diundang.Alya menyadari bahwa ini bukan sekadar pertemuan bisnis biasa. Ada sesuatu di antara mereka yang lebih dalam."Apa sebenarnya yang kamu inginkan, Rena?" Raditya bersedekap, matanya tajam menusuk wanita itu."Aku ingin kesempatan kedua," jawab Rena tanpa ragu.Alya merasakan ketegangan makin meningkat. Ia mencoba untuk tetap tenang, tet

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-03
  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 7 Hari Pertama Alya di NW Tech

    Suasana pagi di depan gedung megah PT. Nathan Wijaya Teknologi dipenuhi aktivitas. Sebuah Lamborghini Urus hitam berhenti tepat di depan pintu masuk utama, menarik perhatian karyawan yang baru tiba. Pintu mobil terbuka, dan seorang pria bertubuh tegap dengan jas hitam turun dengan karisma yang sulit diabaikan. Raditya Nathan Wijaya, CEO perusahaan, melangkah dengan percaya diri, pandangannya tajam menelusuri area depan sebelum akhirnya masuk ke dalam.Di dalam, suasana kantor berubah begitu Raditya muncul. Para karyawan bergegas kembali ke meja mereka, pura-pura sibuk meskipun rasa penasaran mereka masih menggelayuti. Tak jauh dari sana, Alya terduduk di ruang tunggu, merapikan ujung blazernya dengan gugup. Sejak tadi, dia bisa merasakan tatapan penuh tanya dari para karyawan. Bisik-bisik yang muncul tak bisa dia abaikan sepenuhnya."Jadi dia karyawan baru? Kenapa perusahaan sekelas NW Tech mau menerima orang cacat?" bisik seorang wanita di pojok."Mungkin ada k

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-26
  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 8 Teror

    Hari-hari berlalu dengan kesibukan Alya mengembangkan EduLearn. Setiap hari, ia menghabiskan waktunya di depan layar, menyusun kode, memperbaiki bug, dan memastikan sistem berjalan dengan lancar. Tak jarang Raditya datang ke ruangannya untuk berdiskusi."Bagaimana progress-nya?" tanya Raditya suatu sore, bersandar di pintu dengan tangan di saku celana.Alya menatap layar laptopnya, lalu berbalik ke arah Raditya. "Fitur interaktifnya hampir selesai. Saya hanya perlu melakukan beberapa uji coba lagi sebelum kita rilis versi beta."Raditya mengangguk, lalu melangkah masuk dan duduk di kursi di seberang Alya. "Bagus. Kamu memang luar biasa."Alya terkekeh, mencoba meredam rasa gugupnya. "Saya hanya melakukan pekerjaan saya."Raditya menatapnya dengan mata berbinar. "Dan kamu melakukannya dengan sangat baik. Aku kagum dengan semangatmu."Alya merasa pipinya sedikit memanas. "Terima kasih. Kalau tidak ada yang lain, saya akan lanjut bekerja."

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-26
  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 9 Raditya Pemburu Bayangan

    Alya menegang di balik pintu. Ketukan pelan itu membuatnya semakin gelisah."Alya, buka pintunya. Ini aku." Suara Raditya terdengar tegas namun menenangkan.Tanpa pikir panjang, Alya langsung membuka pintu. Begitu melihat Raditya berdiri di sana dengan tatapan khawatir, ia langsung melangkah maju dan memeluknya erat. Jantungnya masih berdebar kencang akibat ketakutan yang dirasakannya.Raditya terkejut sejenak, tapi kemudian ia membalas pelukan Alya, menepuk punggungnya lembut. "Tenang, aku di sini. Tidak ada yang akan menyakitimu."Alya merasakan ketenangan dalam dekapan Raditya. Tangannya yang semula gemetar perlahan mulai stabil. Setelah beberapa saat, Raditya menuntunnya ke sofa yang ada di ruangan itu. Ia duduk di samping Alya, menatapnya dengan serius."Coba jelaskan, sebenarnya apa yang terjadi?" tanyanya pelan, tapi ada nada tegas dalam suaranya.Alya menarik napas dalam, lalu mulai bercerita. Ia menceritakan semua yang terjadi sejak

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-26
  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 10 Pesona Raditya

    Keesokan harinya, Alya berangkat bekerja seperti biasa dengan menaiki taksi. Setibanya di NW Tech, beberapa karyawan menyapanya dengan lebih ramah dibanding sebelumnya. Kini, keberadaannya sudah diterima, terlebih karena mereka tahu bahwa Alya cukup dekat dengan CEO mereka, Raditya. Meski begitu, ada juga yang lebih menunjukkan rasa segan daripada akrab.Sementara itu, di ruangannya, Raditya terbangun dari tidurnya. Semalam, ia memilih menginap di kantor, beristirahat di ranjang yang terdapat di ruangan khusus di kantornya. Setelah melihat jam, ia menebak Alya sudah tiba di kantor.Tanpa membuang waktu, ia menghubungi Tasya, sekretaris Alya. "Tasya, tolong sampaikan ke Alya untuk datang ke ruanganku sekarang.""Baik, Pak Raditya, saya segera menyampaikan pesan Anda," jawab Tasya sigap.Beberapa menit kemudian, Alya berdiri di depan ruangan CEO. Namun, langkahnya terhenti, merasa ragu. Aldo, asisten pribadi Raditya, yang kebetulan melihatnya, langsung ters

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-26
  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 11 Karena Iri Hati

    Setelah rapi dengan setelan kantornya, Raditya duduk di samping Alya. Ia bertanya, "Apakah kamu siap mengetahui siapa yang mengancammu?"Alya menatapnya dengan waspada. "Siapa yang mengancamku dan aku salah apa sehingga ada yang mengancamku?" tanyanya kembali.Raditya menghela napas panjang. "Pelakunya adalah Reza Mahendra. Dia mengancammu dan mengirimimu email ancaman karena satu hal.""Satu hal apa?" tanya Alya penasaran."Sebelumnya dia adalah salah satu dari tim IT yang kemampuannya cukup baik kurasa, namun sepertinya kehadiranmu membuatnya iri hati, hingga ia merasa tersaingi," ujar Raditya.Alya mengerutkan kening. "Astaga, kenapa demikian?""Karena selama ini dia selalu mengincar posisi kepala tim di setiap proyek. Aku juga baru tahu setelah kemarin observasi. Selama ini aku gak tahu ada anak buahku yang seperti itu," ujar Raditya."Lalu apa langkah kamu selanjutnya, Radit?" tanya Alya.Raditya menarik napas panjang sebe

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-27

Bab terbaru

  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 102 Kehangatan yang Lama Hilang

    Siang itu, Kakek Bakhtiar, Alya, dan Raditya berjalan menuju ruang perawatan Nenek Aiko di rumah sakit. Wajah Nenek Aiko terlihat lebih segar dari sebelumnya, meski masih terlihat lelah."Bagaimana perasaanmu hari ini, Nek?" tanya Alya lembut sambil menggenggam tangan Nenek Aiko.Nenek Aiko tersenyum tipis. "Jauh lebih baik, sayang. Apa kita benar-benar akan pulang hari ini?"Kakek Bakhtiar mengangguk. "Tentu saja. Aku sudah siapkan semuanya. Kita akan pulang ke mansion."Raditya membantu merapikan barang-barang Nenek Aiko. "Kami sudah menyiapkan sesuatu yang istimewa di rumah, Nek.""Sesuatu yang istimewa?" Nenek Aiko menatap mereka dengan bingung."Nanti juga Nenek akan tahu," kata Alya dengan senyum penuh arti.Setelah semua siap, mereka meninggalkan rumah sakit. Sepanjang perjalanan, Nenek Aiko terlihat lebih bersemangat, meskipun hatinya masih dipenuhi rasa penasaran. Mobil yang membawa mereka melaju dengan tenang di jalanan kota

  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 101 Selamat Tinggal Reinhardt

    Malam semakin larut di mansion Raditya. Hanya suara ketikan keyboard dan hembusan napas Alya yang terdengar di ruangan itu. Raditya menatap layar dengan penuh konsentrasi, jari-jarinya bergerak cepat menulis barisan kode yang akan menjadi pukulan terakhir bagi Reinhardt."Radit, mereka sedang mencoba reboot sistem mereka," lapor Alya.Raditya mengangguk. "Bagus. Itu berarti mereka masih mencoba bertahan. Aku sudah menyiapkan kejutan terakhir. Kali ini, aku akan benar-benar mengakhiri semuanya."Alya mengamati layar dengan seksama. "Apa yang kamu rencanakan?"Raditya tersenyum tipis. "Aku akan menyusup ke server utama mereka dan menanamkan worm yang tidak hanya akan melumpuhkan AI mereka, tetapi juga menghapus seluruh jejak digital mereka. Semua data, semua koneksi- akan musnah dalam hitungan detik."Alya mengangkat alisnya. "Kamu yakin tidak akan ada yang tersisa?"Raditya mengangguk. "Aku tidak akan memberinya kesempatan lagi. Kali ini, Rei

  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 100 AI Peretas

    "Aku tidak menyangka dia masih punya nyali untuk melawan," ujar Alya sambil menyeruput teh hangatnya, matanya tak lepas dari layar laptop Raditya.Raditya tersenyum tipis, jari-jarinya kembali menari di atas keyboard. "Orang seperti Reinhardt tidak akan tinggal diam begitu saja. Aku sudah memperkirakan ini.""Jadi, apa rencanamu sekarang?" Alya menatap suaminya dengan penuh rasa ingin tahu.Raditya menghela napas ringan. "Aku sudah memasang sistem pertahanan yang lebih kuat. Kali ini, aku tidak hanya akan menunggu serangan. Aku akan bergerak lebih dulu."Alya menyipitkan matanya. "Kamu mau menyerang balik? Bukankah itu berisiko?"Raditya menoleh ke arah Alya, jemarinya menyentuh lembut pipi istrinya. "Risiko selalu ada, tapi aku tidak bisa hanya bertahan. Jika kita ingin menyingkirkan Reinhardt sepenuhnya, aku harus membuatnya tidak punya kesempatan untuk kembali."Alya terdiam sejenak, lalu mengangguk. "Aku percaya padamu. Kalau begitu, apa yang bisa aku bantu?"Raditya tersenyum pen

  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 99 Raja Tak Terkalahkan

    Raditya mengatur strategi dengan cepat. Ia tahu bahwa Reinhardt bukan lawan sembarangan, tetapi ia juga memiliki keunggulan sebagai hacker nomor satu di dunia. Jari-jarinya menari di atas keyboard, memasukkan kode yang akan menjadi pukulan telak bagi lawannya.Jantungnya berdegup cepat, tetapi bukan karena takut- melainkan karena adrenalin yang membakar semangatnya. Ia menikmati tantangan ini."Aku akan menyerang inti sistemnya," kata Raditya dengan penuh keyakinan. "Jika aku bisa masuk ke pusat kendali mereka, aku bisa menonaktifkan seluruh jaringan yang mereka gunakan," terang Raditya.Alya mengangguk, mempercayai setiap langkah suaminya. Namun, dalam hatinya ada kekhawatiran yang sulit ia sembunyikan. Ia menggigit bibir, berharap Raditya tidak meremehkan lawannya."Apa yang bisa aku bantu?" tanyanya, suaranya sedikit gemetar meski ia berusaha terdengar tegar.Raditya tersenyum tipis, mencoba menenangkan Alya. "Pantau respon mereka. Jika ada peru

  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 98 Perang Cyber Skala Besar

    Keesokan harinya, sejak pagi buta, Raditya kembali sibuk di depan layar laptopnya. Ia tidak bisa berhenti memikirkan pesan misterius yang muncul semalam. Dengan keahliannya, ia mulai melacak alamat IP yang mencoba menyusup ke dalam sistemnya."Aku menemukan sesuatu," gumam Raditya dengan mata tetap fokus pada layar.Alya yang duduk di sebelahnya langsung menoleh. "Apa itu?"Raditya mengetik cepat, lalu menampilkan hasil pelacakannya. "IP ini berasal dari jaringan yang dimanipulasi, tapi aku berhasil menembus lapisan enkripsinya. Ini berasal dari Reinhardt."Alya menghela napas panjang. "Jadi memang dia... Apa yang dia coba lakukan?""Dia mengamati pergerakan kita, terutama siapa yang mengakses kode Elvaretta. Dia ingin tahu siapa yang mencoba menjalankan kode ini," jawab Raditya. "Dan sekarang... dia mulai menyerang."Tiba-tiba, layar laptop Raditya dipenuhi oleh serangkaian notifikasi ancaman. Serangan cyber besar-besaran sedang berlangsung

  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 97 Ancaman Semakin Nyata

    Ketika malam hari, Raditya masih terduduk di meja kerjanya. Layar laptop andalannya menyala terang, menampilkan ribuan baris kode kompleks yang terus ia analisis. Wajahnya serius, matanya tajam meneliti setiap detail kode Elvaretta.Alya yang baru saja datang membawakan secangkir kopi tersenyum mendengar ucapan suaminya. "Jadi bagaimana? Kamu menemukan sesuatu?" tanya Alya.Raditya mengambil kopi itu dan menyeruputnya sedikit. "Iya. Aku pikir kode ini tidak perlu dihancurkan. Aku bisa sedikit memodifikasinya agar bisa digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat," terang Raditya.Alya mengangkat alisnya, tertarik. "Bermanfaat seperti apa?" tanya Alya."Ini bisa dikembangkan untuk aplikasi pendidikan. Bayangkan sistem keamanan tingkat tinggi yang bisa melindungi data siswa, mencegah kebocoran informasi, dan bahkan membantu pembelajaran digital lebih aman," ungkap Raditya.Mata Alya berbinar. "Itu ide yang luar biasa, Radit! Tapi, bagaimana dengan ancam

  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 96 Mulai Analisis

    Keesokan harinya, Raditya memulai analisisnya terhadap kode Elvaretta. Sejak pagi hingga menjelang sore, ia terduduk di meja kerjanya, di depannya layar laptop andalannya masih menyala. Jari-jarinya terus mengetik dengan cepat, ekspresi wajahnya menunjukkan konsentrasi penuh."Huft, ternyata Bu Clarissa pintar juga bisa membuat kode serumit ini," gumam Raditya sambil meregangkan tubuhnya sejenak. "Pantas saja Alya punya bakat dalam membuat aplikasi pendidikan, ternyata ada faktor genetik dari ibunya," lanjutnya kemudian.Raditya kembali fokus pada layar. Ia mempelajari setiap baris kode yang ditulis Clarissa bertahun-tahun lalu. Kode itu bukan hanya sistem keamanan, tetapi juga memiliki potensi besar."Kalau aku amati ini bisa dilakukan sedikit perubahan tanpa harus menghancurkannya," ujarnya lagi. "Aku bisa buat agar kode Elvaretta ini bisa bermanfaat untuk banyak orang saja. Ini bisa juga diterapkan dan dikembangkan untuk aplikasi pendidikan. Tapi nanti dulu,

  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 95 Pembuktian Diri

    Raditya mengetik dengan kecepatan luar biasa di atas keyboardnya. Semua mata tertuju padanya, memperhatikan setiap gerakan jemarinya yang seakan menari di layar hitam penuh dengan kode yang bergerak cepat."Aku akan membuktikannya sekarang," ujar Raditya tenang.Clarissa dan Kakek Bakhtiar saling berpandangan, masih sulit mempercayai bahwa pria di depan mereka adalah Mr. Ranwy, hacker nomor satu dunia."Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Alya, meskipun ia sudah tahu suaminya akan menunjukkan kemampuannya."Aku akan membobol data kependudukan kakek di negara ini," jawab Raditya.Kakek Bakhtiar mengangkat alisnya. "Data kependudukan? Nak, itu hanya bisa diakses oleh petugas khusus. Tidak sembarang orang bisa membukanya," ujar Kakek Bakhtiar.Raditya hanya tersenyum tipis, tidak menjawab, dan terus mengetikkan sederet perintah di sistemnya. Dalam hitungan detik, layar komputernya menampilkan berbagai kode enkripsi yang kompleks. Ia dengan mudah

  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 94 Mengungkap Rahasia

    Raditya, Alya, bukan maksud bunda meremehkan kalian, tapi yang kalian hadapi ini Reinhardt bukan sembarang orang. Yang bisa mengatasinya hanya hacker nomor satu dunia si master hacker Mr. Ranwy," ungkap Bunda Clarissa.Alya tersenyum, sementara Raditya hanya diam saja, tetap dengan gaya cool-nya. "Jika kami bisa menemukan Mr. Ranwy, apa yang akan Anda lakukan?" tanya Raditya."Bunda akan meminta pendapatnya. Kode Elvaretta ini harus kita pertahankan, tapi dengan konsekuensi ada yang mengincarnya. Namun, jika kita hancurkan, maka hanya Mr. Ranwy yang bisa menghancurkannya," ujar Clarissa."Kenapa hanya dia yang bisa menghancurkannya?" tanya Alya."Karena bunda sendiri tak bisa menghancurkan kode Elvaretta. Kelebihan bunda adalah bisa membuatnya, namun kelemahan bunda sebagai salah satu cacat teknologi adalah bunda dulu telah memasang pengaturan agar kode itu tak bisa dihancurkan," ungkap Clarissa dengan kepala tertunduk."Sebenarnya keinginan Anda s

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status