Share

BAB 8 Teror

Author: NK Ummu Dhila
last update Huling Na-update: 2025-02-26 13:00:27

Hari-hari berlalu dengan kesibukan Alya mengembangkan EduLearn. Setiap hari, ia menghabiskan waktunya di depan layar, menyusun kode, memperbaiki bug, dan memastikan sistem berjalan dengan lancar. Tak jarang Raditya datang ke ruangannya untuk berdiskusi.

"Bagaimana progress-nya?" tanya Raditya suatu sore, bersandar di pintu dengan tangan di saku celana.

Alya menatap layar laptopnya, lalu berbalik ke arah Raditya. "Fitur interaktifnya hampir selesai. Saya hanya perlu melakukan beberapa uji coba lagi sebelum kita rilis versi beta."

Raditya mengangguk, lalu melangkah masuk dan duduk di kursi di seberang Alya. "Bagus. Kamu memang luar biasa."

Alya terkekeh, mencoba meredam rasa gugupnya. "Saya hanya melakukan pekerjaan saya."

Raditya menatapnya dengan mata berbinar. "Dan kamu melakukannya dengan sangat baik. Aku kagum dengan semangatmu."

Alya merasa pipinya sedikit memanas. "Terima kasih. Kalau tidak ada yang lain, saya akan lanjut bekerja."

"Oh, tentu. Tapi, kalau kamu butuh sesuatu, jangan ragu bilang padaku. Aku selalu ada untukmu."

Alya hanya mengangguk, mencoba mengabaikan nada lembut dalam suara Raditya.

Di sisi lain, Alya juga mendapatkan dukungan penuh dari Tasya, sekretaris pribadinya. Tasya adalah sosok yang ceria dan selalu membantu Alya dalam setiap aspek proyek EduLearn.

"Mbak Alya, saya sudah merapikan laporan uji coba terakhir. Beberapa feedback dari tim IT juga sudah saya rangkum di sini," ujar Tasya sambil menyerahkan berkas.

Alya tersenyum. "Terima kasih, Tasya. Kamu sangat membantu."

Tasya tertawa kecil. "Sudah tugas saya, Mbak! Lagipula, saya tahu Mbak Alya sangat berbakat dan proyek ini pasti akan sukses. Saya senang bisa jadi bagian dari tim."

"Aku juga senang bekerja denganmu, Tasya. Kalau ada masukan atau ide, jangan ragu bilang ke aku, ya," kata Alya.

"Siap, Mbak!" Tasya mengangkat jempolnya.

Beberapa hari kemudian, saat tengah malam, Alya masih berada di kantornya, mencoba menyelesaikan beberapa perbaikan sistem. Hanya suara ketikan keyboard yang menemani. Tiba-tiba, layar laptopnya berkedip, dan sebuah pesan muncul.

"Kau seharusnya berhenti."

Alya mengernyit. Pesan itu tidak memiliki pengirim. Sejenak ia berpikir ini hanya kesalahan sistem, tapi firasatnya mengatakan sesuatu yang lain. Tangannya gemetar saat ia mengklik pesan tersebut.

"Apa maksudnya ini?" gumamnya pelan.

Tiba-tiba, suara di luar kantornya membuat Alya tersentak. Ia menoleh ke arah pintu. Langkah kaki terdengar mendekat, lalu berhenti tepat di depan ruangannya.

Alya menahan napas. Siapa yang masih berada di kantor selarut ini? Ia mencoba mengabaikan rasa takutnya dan kembali fokus ke layar laptop. Namun, suara ketukan pelan membuat jantungnya berdebar kencang.

"Siapa di sana?" tanyanya, berusaha terdengar tegar.

Tidak ada jawaban.

Dengan hati-hati, Alya bangkit dari kursinya dan berjalan mendekati pintu. Ia menggenggam pegangan pintu, menarik napas dalam sebelum membukanya perlahan. Koridor tampak kosong, hanya cahaya lampu redup yang menerangi sepanjang jalan.

Tapi, ada sesuatu yang membuatnya bergidik.

Sebuah kertas kecil tertempel di pintunya.

"Kau tidak aman di sini."

Alya merasa darahnya berdesir. Ia meremas kertas itu dengan tangan gemetar. Siapa yang mengirim ini? Apa hubungannya dengan pesan misterius tadi?

Langkah kaki terdengar lagi, kali ini lebih jauh, seakan seseorang baru saja pergi dengan tergesa-gesa.

Tanpa pikir panjang, Alya kembali masuk dan mengunci pintunya. Ia menekan nomor Raditya di ponselnya, berharap pria itu masih terjaga.

Beberapa detik kemudian, suara berat Raditya terdengar. "Alya? Ada apa?"

"Aku... aku rasa ada seseorang yang mengawasiku," bisik Alya, suaranya sedikit bergetar.

Raditya terdengar lebih waspada. "Kamu di kantor? Jangan ke mana-mana. Aku akan segera ke sana."

Sambungan terputus.

Alya duduk kembali di kursinya, matanya menatap layar laptop yang masih menyala. Namun, kini pikirannya tak bisa lagi fokus. Siapa yang mengirim ancaman ini? Dan lebih penting lagi, apa yang mereka inginkan darinya?

Beberapa saat kemudian, ketukan pelan kembali terdengar di pintu. Kali ini, lebih tegas.

Alya menegang.

Apakah itu Raditya... atau seseorang yang lain?

To be continued…

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Kaugnay na kabanata

  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 9 Raditya Pemburu Bayangan

    Alya menegang di balik pintu. Ketukan pelan itu membuatnya semakin gelisah."Alya, buka pintunya. Ini aku." Suara Raditya terdengar tegas namun menenangkan.Tanpa pikir panjang, Alya langsung membuka pintu. Begitu melihat Raditya berdiri di sana dengan tatapan khawatir, ia langsung melangkah maju dan memeluknya erat. Jantungnya masih berdebar kencang akibat ketakutan yang dirasakannya.Raditya terkejut sejenak, tapi kemudian ia membalas pelukan Alya, menepuk punggungnya lembut. "Tenang, aku di sini. Tidak ada yang akan menyakitimu."Alya merasakan ketenangan dalam dekapan Raditya. Tangannya yang semula gemetar perlahan mulai stabil. Setelah beberapa saat, Raditya menuntunnya ke sofa yang ada di ruangan itu. Ia duduk di samping Alya, menatapnya dengan serius."Coba jelaskan, sebenarnya apa yang terjadi?" tanyanya pelan, tapi ada nada tegas dalam suaranya.Alya menarik napas dalam, lalu mulai bercerita. Ia menceritakan semua yang terjadi sejak

    Huling Na-update : 2025-02-26
  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 10 Pesona Raditya

    Keesokan harinya, Alya berangkat bekerja seperti biasa dengan menaiki taksi. Setibanya di NW Tech, beberapa karyawan menyapanya dengan lebih ramah dibanding sebelumnya. Kini, keberadaannya sudah diterima, terlebih karena mereka tahu bahwa Alya cukup dekat dengan CEO mereka, Raditya. Meski begitu, ada juga yang lebih menunjukkan rasa segan daripada akrab.Sementara itu, di ruangannya, Raditya terbangun dari tidurnya. Semalam, ia memilih menginap di kantor, beristirahat di ranjang yang terdapat di ruangan khusus di kantornya. Setelah melihat jam, ia menebak Alya sudah tiba di kantor.Tanpa membuang waktu, ia menghubungi Tasya, sekretaris Alya. "Tasya, tolong sampaikan ke Alya untuk datang ke ruanganku sekarang.""Baik, Pak Raditya, saya segera menyampaikan pesan Anda," jawab Tasya sigap.Beberapa menit kemudian, Alya berdiri di depan ruangan CEO. Namun, langkahnya terhenti, merasa ragu. Aldo, asisten pribadi Raditya, yang kebetulan melihatnya, langsung ters

    Huling Na-update : 2025-02-26
  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 11 Karena Iri Hati

    Setelah rapi dengan setelan kantornya, Raditya duduk di samping Alya. Ia bertanya, "Apakah kamu siap mengetahui siapa yang mengancammu?"Alya menatapnya dengan waspada. "Siapa yang mengancamku dan aku salah apa sehingga ada yang mengancamku?" tanyanya kembali.Raditya menghela napas panjang. "Pelakunya adalah Reza Mahendra. Dia mengancammu dan mengirimimu email ancaman karena satu hal.""Satu hal apa?" tanya Alya penasaran."Sebelumnya dia adalah salah satu dari tim IT yang kemampuannya cukup baik kurasa, namun sepertinya kehadiranmu membuatnya iri hati, hingga ia merasa tersaingi," ujar Raditya.Alya mengerutkan kening. "Astaga, kenapa demikian?""Karena selama ini dia selalu mengincar posisi kepala tim di setiap proyek. Aku juga baru tahu setelah kemarin observasi. Selama ini aku gak tahu ada anak buahku yang seperti itu," ujar Raditya."Lalu apa langkah kamu selanjutnya, Radit?" tanya Alya.Raditya menarik napas panjang sebe

    Huling Na-update : 2025-02-27
  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 12 Serangan Reza

    Kekacauan mulai terjadi di ruangan itu. Beberapa anggota tim IT panik saat layar komputer mereka tiba-tiba mati dan alarm berbunyi nyaring di seluruh perusahaan. Namun, Raditya tetap tenang. Dengan tatapan tajam, ia segera memberi perintah."Tangkap Reza! Jangan biarkan dia kabur!" suaranya tegas dan menggema di seluruh ruangan.Dua bodyguard yang selalu siaga langsung bergerak cepat. Reza berusaha melawan, tetapi mereka lebih sigap. Dalam hitungan detik, tangannya telah terkunci di belakang kursi, dan tubuhnya diikat erat."Lepaskan aku! Kalian pikir aku takut?!" teriak Reza dengan wajah penuh amarah. Ia meronta-ronta, tetapi sia-sia.Raditya menatapnya dingin sebelum beralih ke seluruh tim IT yang masih berdiri di tempat masing-masing. "Kembali ke meja kalian sekarang! Segera amankan semua data di laptop dan PC kalian sebelum sistem penghancur menyebar lebih jauh ke jaringan utama!"Mereka langsung bergegas tanpa bertanya. Suara ketikan cepat ter

    Huling Na-update : 2025-02-27
  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 13 Aksi Penyelamatan Raditya

    Raditya duduk dengan ekspresi serius di depan layarnya. Jari-jarinya menari cepat di atas keyboard, menyusun serangkaian kode untuk melacak dan menetralisir virus yang baru saja diaktifkan Reza. Setiap detik begitu berharga, dan ia tahu tidak ada ruang untuk kesalahan.Alya tadi mengikuti Raditya dibelakangnya, ia penasaran akan apa yang dilakukan Raditya. Mengetahui Alya mengikutinya, Raditya menginstruksikan Alya untuk menutup pintu ruangannya.Kini Alya berdiri di belakangnya dengan napas tertahan. "Radit, kita bisa menghentikannya, kan?"Raditya tak menjawab langsung, matanya tetap fokus pada layar. "Aku harus menelusuri sumber virus ini dan menghentikannya dari akarnya. Jika aku hanya memblokirnya, Reza mungkin punya backdoor lain yang bisa mengaktifkan ulang programnya."Sementara itu, di ruangan utama, para anggota tim IT masih sibuk memastikan sistem mereka tetap stabil. Mereka tidak menyadari bahwa sosok yang telah menyelamatkan mereka adalah CEO

    Huling Na-update : 2025-02-27
  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 14 Mr. Ranwy Master Dunia Cyber

    Alya masih terpaku, matanya tak lepas dari Raditya yang berdiri tenang di depannya. Napasnya sedikit memburu, mencoba memahami apa yang baru saja ia sadari."Astaga… siapa sebenarnya kamu, Radit?" tanyanya dengan suara pelan namun penuh keterkejutan.Raditya menatapnya sejenak, lalu menarik napas panjang sebelum akhirnya berbicara. "Aku rasa sudah saatnya kamu tahu, Alya. Aku bukan hanya seorang CEO perusahaan ini. Aku lebih dari itu."Alya mengernyit. "Maksudmu?"Raditya berjalan mendekat, menatap layar komputer yang masih menampilkan jejak kode-kode rumit yang baru saja digunakannya untuk menonaktifkan virus Reza. Ia menekan beberapa tombol, lalu sebuah jendela hitam dengan huruf-huruf berwarna hijau muncul di layar."Selama ini, aku punya identitas lain di dunia cyber. Nama yang dikenal di banyak komunitas IT, di forum-forum rahasia, dan bahkan di lingkaran bawah dunia teknologi," katanya sambil mengetik sesuatu di layar.Alya meli

    Huling Na-update : 2025-02-27
  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 15 Warisan Teknologi

    Raditya menatap pria itu dengan kening berkerut. "Masa lalu keluargaku? Apa maksudnya, Pak Arya?"Pak Arya masuk ke dalam ruangan dan menutup pintu di belakangnya. Wajahnya tampak serius. “Apa perempuan ini bisa tetap disini?” tanyanya kemudian.“Iya, biarkan dia disini,” ujar Raditya."Ada banyak hal yang tidak pernah kamu ketahui tentang ayahmu, Radit. Dan sudah saatnya kamu tahu."Raditya menatap pria itu dengan sorot mata penuh tanya. "Ayahku meninggal ketika aku masih kecil. Apa lagi yang perlu aku tahu?"Pak Arya menghela napas panjang. "Kamu tahu bahwa ayahmu adalah seorang pengusaha. Tapi yang tidak kamu tahu, dia juga seorang... ahli teknologi yang luar biasa. Sama seperti dirimu."Raditya terdiam. Jantungnya berdetak lebih cepat. "Maksud Anda…?"Pak Arya menatapnya dalam-dalam. "Ayahmu bukan hanya seorang pengusaha biasa. Dia adalah orang yang menciptakan fondasi dari sistem keamanan yang sekar

    Huling Na-update : 2025-02-28
  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 16 Mengaku Janda

    Setelah Pak Arya keluar dari ruangan Raditya, Alya memperhatikan wajah penuh beban pada Raditya."Jika kamu merasa terbenani atas apa yang disampaikan Pak Arya tadi, sudah, jangan dicari saja warisan teknologi itu," ujar Alya menasehati Raditya."Masih aku pikirkan," jawab Raditya."Sebenarnya siapa Pak Arya itu? Kenapa beliau sangat tahu akan ayahmu?" tanya Alya."Pak Arya adalah orang yang bekerja disini sejak lama, beliau adalah sahabat ayahku, namun aku sendiri baru tahu jika ada rahasia yang selama ini ayah simpan," ungkap Raditya.Kemudian Alya berusaha menenangkan Raditya. Ia beranikan diri menyentuh tangan Raditya, "Jangan terlalu dipikirkan Radit, disini kita juga belum tahu bahwa Pak Arya ini ada disisi kawan atau lawan, karena dalam bisnis kita tetap harus waspada," ujar Alya mengingatkan."Iya kamu benar, itu juga yang aku pikirkan," ucap Raditya. Tiba-tiba Raditya tersenyum melihat ke arah Alya, dan menarik tangan Alya. Ya kini

    Huling Na-update : 2025-02-28

Pinakabagong kabanata

  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 102 Kehangatan yang Lama Hilang

    Siang itu, Kakek Bakhtiar, Alya, dan Raditya berjalan menuju ruang perawatan Nenek Aiko di rumah sakit. Wajah Nenek Aiko terlihat lebih segar dari sebelumnya, meski masih terlihat lelah."Bagaimana perasaanmu hari ini, Nek?" tanya Alya lembut sambil menggenggam tangan Nenek Aiko.Nenek Aiko tersenyum tipis. "Jauh lebih baik, sayang. Apa kita benar-benar akan pulang hari ini?"Kakek Bakhtiar mengangguk. "Tentu saja. Aku sudah siapkan semuanya. Kita akan pulang ke mansion."Raditya membantu merapikan barang-barang Nenek Aiko. "Kami sudah menyiapkan sesuatu yang istimewa di rumah, Nek.""Sesuatu yang istimewa?" Nenek Aiko menatap mereka dengan bingung."Nanti juga Nenek akan tahu," kata Alya dengan senyum penuh arti.Setelah semua siap, mereka meninggalkan rumah sakit. Sepanjang perjalanan, Nenek Aiko terlihat lebih bersemangat, meskipun hatinya masih dipenuhi rasa penasaran. Mobil yang membawa mereka melaju dengan tenang di jalanan kota

  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 101 Selamat Tinggal Reinhardt

    Malam semakin larut di mansion Raditya. Hanya suara ketikan keyboard dan hembusan napas Alya yang terdengar di ruangan itu. Raditya menatap layar dengan penuh konsentrasi, jari-jarinya bergerak cepat menulis barisan kode yang akan menjadi pukulan terakhir bagi Reinhardt."Radit, mereka sedang mencoba reboot sistem mereka," lapor Alya.Raditya mengangguk. "Bagus. Itu berarti mereka masih mencoba bertahan. Aku sudah menyiapkan kejutan terakhir. Kali ini, aku akan benar-benar mengakhiri semuanya."Alya mengamati layar dengan seksama. "Apa yang kamu rencanakan?"Raditya tersenyum tipis. "Aku akan menyusup ke server utama mereka dan menanamkan worm yang tidak hanya akan melumpuhkan AI mereka, tetapi juga menghapus seluruh jejak digital mereka. Semua data, semua koneksi- akan musnah dalam hitungan detik."Alya mengangkat alisnya. "Kamu yakin tidak akan ada yang tersisa?"Raditya mengangguk. "Aku tidak akan memberinya kesempatan lagi. Kali ini, Rei

  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 100 AI Peretas

    "Aku tidak menyangka dia masih punya nyali untuk melawan," ujar Alya sambil menyeruput teh hangatnya, matanya tak lepas dari layar laptop Raditya.Raditya tersenyum tipis, jari-jarinya kembali menari di atas keyboard. "Orang seperti Reinhardt tidak akan tinggal diam begitu saja. Aku sudah memperkirakan ini.""Jadi, apa rencanamu sekarang?" Alya menatap suaminya dengan penuh rasa ingin tahu.Raditya menghela napas ringan. "Aku sudah memasang sistem pertahanan yang lebih kuat. Kali ini, aku tidak hanya akan menunggu serangan. Aku akan bergerak lebih dulu."Alya menyipitkan matanya. "Kamu mau menyerang balik? Bukankah itu berisiko?"Raditya menoleh ke arah Alya, jemarinya menyentuh lembut pipi istrinya. "Risiko selalu ada, tapi aku tidak bisa hanya bertahan. Jika kita ingin menyingkirkan Reinhardt sepenuhnya, aku harus membuatnya tidak punya kesempatan untuk kembali."Alya terdiam sejenak, lalu mengangguk. "Aku percaya padamu. Kalau begitu, apa yang bisa aku bantu?"Raditya tersenyum pen

  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 99 Raja Tak Terkalahkan

    Raditya mengatur strategi dengan cepat. Ia tahu bahwa Reinhardt bukan lawan sembarangan, tetapi ia juga memiliki keunggulan sebagai hacker nomor satu di dunia. Jari-jarinya menari di atas keyboard, memasukkan kode yang akan menjadi pukulan telak bagi lawannya.Jantungnya berdegup cepat, tetapi bukan karena takut- melainkan karena adrenalin yang membakar semangatnya. Ia menikmati tantangan ini."Aku akan menyerang inti sistemnya," kata Raditya dengan penuh keyakinan. "Jika aku bisa masuk ke pusat kendali mereka, aku bisa menonaktifkan seluruh jaringan yang mereka gunakan," terang Raditya.Alya mengangguk, mempercayai setiap langkah suaminya. Namun, dalam hatinya ada kekhawatiran yang sulit ia sembunyikan. Ia menggigit bibir, berharap Raditya tidak meremehkan lawannya."Apa yang bisa aku bantu?" tanyanya, suaranya sedikit gemetar meski ia berusaha terdengar tegar.Raditya tersenyum tipis, mencoba menenangkan Alya. "Pantau respon mereka. Jika ada peru

  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 98 Perang Cyber Skala Besar

    Keesokan harinya, sejak pagi buta, Raditya kembali sibuk di depan layar laptopnya. Ia tidak bisa berhenti memikirkan pesan misterius yang muncul semalam. Dengan keahliannya, ia mulai melacak alamat IP yang mencoba menyusup ke dalam sistemnya."Aku menemukan sesuatu," gumam Raditya dengan mata tetap fokus pada layar.Alya yang duduk di sebelahnya langsung menoleh. "Apa itu?"Raditya mengetik cepat, lalu menampilkan hasil pelacakannya. "IP ini berasal dari jaringan yang dimanipulasi, tapi aku berhasil menembus lapisan enkripsinya. Ini berasal dari Reinhardt."Alya menghela napas panjang. "Jadi memang dia... Apa yang dia coba lakukan?""Dia mengamati pergerakan kita, terutama siapa yang mengakses kode Elvaretta. Dia ingin tahu siapa yang mencoba menjalankan kode ini," jawab Raditya. "Dan sekarang... dia mulai menyerang."Tiba-tiba, layar laptop Raditya dipenuhi oleh serangkaian notifikasi ancaman. Serangan cyber besar-besaran sedang berlangsung

  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 97 Ancaman Semakin Nyata

    Ketika malam hari, Raditya masih terduduk di meja kerjanya. Layar laptop andalannya menyala terang, menampilkan ribuan baris kode kompleks yang terus ia analisis. Wajahnya serius, matanya tajam meneliti setiap detail kode Elvaretta.Alya yang baru saja datang membawakan secangkir kopi tersenyum mendengar ucapan suaminya. "Jadi bagaimana? Kamu menemukan sesuatu?" tanya Alya.Raditya mengambil kopi itu dan menyeruputnya sedikit. "Iya. Aku pikir kode ini tidak perlu dihancurkan. Aku bisa sedikit memodifikasinya agar bisa digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat," terang Raditya.Alya mengangkat alisnya, tertarik. "Bermanfaat seperti apa?" tanya Alya."Ini bisa dikembangkan untuk aplikasi pendidikan. Bayangkan sistem keamanan tingkat tinggi yang bisa melindungi data siswa, mencegah kebocoran informasi, dan bahkan membantu pembelajaran digital lebih aman," ungkap Raditya.Mata Alya berbinar. "Itu ide yang luar biasa, Radit! Tapi, bagaimana dengan ancam

  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 96 Mulai Analisis

    Keesokan harinya, Raditya memulai analisisnya terhadap kode Elvaretta. Sejak pagi hingga menjelang sore, ia terduduk di meja kerjanya, di depannya layar laptop andalannya masih menyala. Jari-jarinya terus mengetik dengan cepat, ekspresi wajahnya menunjukkan konsentrasi penuh."Huft, ternyata Bu Clarissa pintar juga bisa membuat kode serumit ini," gumam Raditya sambil meregangkan tubuhnya sejenak. "Pantas saja Alya punya bakat dalam membuat aplikasi pendidikan, ternyata ada faktor genetik dari ibunya," lanjutnya kemudian.Raditya kembali fokus pada layar. Ia mempelajari setiap baris kode yang ditulis Clarissa bertahun-tahun lalu. Kode itu bukan hanya sistem keamanan, tetapi juga memiliki potensi besar."Kalau aku amati ini bisa dilakukan sedikit perubahan tanpa harus menghancurkannya," ujarnya lagi. "Aku bisa buat agar kode Elvaretta ini bisa bermanfaat untuk banyak orang saja. Ini bisa juga diterapkan dan dikembangkan untuk aplikasi pendidikan. Tapi nanti dulu,

  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 95 Pembuktian Diri

    Raditya mengetik dengan kecepatan luar biasa di atas keyboardnya. Semua mata tertuju padanya, memperhatikan setiap gerakan jemarinya yang seakan menari di layar hitam penuh dengan kode yang bergerak cepat."Aku akan membuktikannya sekarang," ujar Raditya tenang.Clarissa dan Kakek Bakhtiar saling berpandangan, masih sulit mempercayai bahwa pria di depan mereka adalah Mr. Ranwy, hacker nomor satu dunia."Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Alya, meskipun ia sudah tahu suaminya akan menunjukkan kemampuannya."Aku akan membobol data kependudukan kakek di negara ini," jawab Raditya.Kakek Bakhtiar mengangkat alisnya. "Data kependudukan? Nak, itu hanya bisa diakses oleh petugas khusus. Tidak sembarang orang bisa membukanya," ujar Kakek Bakhtiar.Raditya hanya tersenyum tipis, tidak menjawab, dan terus mengetikkan sederet perintah di sistemnya. Dalam hitungan detik, layar komputernya menampilkan berbagai kode enkripsi yang kompleks. Ia dengan mudah

  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 94 Mengungkap Rahasia

    Raditya, Alya, bukan maksud bunda meremehkan kalian, tapi yang kalian hadapi ini Reinhardt bukan sembarang orang. Yang bisa mengatasinya hanya hacker nomor satu dunia si master hacker Mr. Ranwy," ungkap Bunda Clarissa.Alya tersenyum, sementara Raditya hanya diam saja, tetap dengan gaya cool-nya. "Jika kami bisa menemukan Mr. Ranwy, apa yang akan Anda lakukan?" tanya Raditya."Bunda akan meminta pendapatnya. Kode Elvaretta ini harus kita pertahankan, tapi dengan konsekuensi ada yang mengincarnya. Namun, jika kita hancurkan, maka hanya Mr. Ranwy yang bisa menghancurkannya," ujar Clarissa."Kenapa hanya dia yang bisa menghancurkannya?" tanya Alya."Karena bunda sendiri tak bisa menghancurkan kode Elvaretta. Kelebihan bunda adalah bisa membuatnya, namun kelemahan bunda sebagai salah satu cacat teknologi adalah bunda dulu telah memasang pengaturan agar kode itu tak bisa dihancurkan," ungkap Clarissa dengan kepala tertunduk."Sebenarnya keinginan Anda s

Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status