Share

Kanaya

Author: Erna Azura
last update Huling Na-update: 2024-12-24 12:57:30

"Emm ... kayanya sih, boleh ... ayo."

Princes turun dari stool diikuti Sean yang begitu antusias dengan ajakannya.

Sean yang berjalan di belakang Princes menyeringai, berjanji di dalam hati harus mendapatkan Kanaya.

Di meja itu ternyata bukan hanya ada Kanaya dan Princes tapi ada seorang gadis yang mirip dengan Kanaya.

"Sean ... ini Kanaya dan itu kembarannya Kaluna, yang di samping Kaluna itu Brian-kekasihnya dan ini Zyandru ... mereka semua sepupu aku ... kecuali Brian." Princes mengenalkan para sepupunya pada Sean.

Sean mengulurkan tangannya menyalami para sepupu Princes di mulai dari Kanaya.

"Tadi kami sudah berkenalan, tapi baru sekarang resmi berkenalannya," celetuk Sean seraya menggerakan tangan yang sedang bertaut dengan tangan Kanaya.

Sean sengaja menahan sebentar tangan Kanaya ketika hendak menariknya membuat Kanaya mendongak dan netra mereka bertemu.

"Sean ini klien bisnisnya papa di New York," sambung Princes memberitau siapa Sean.

Suara Princes menarik Sean dari dalamnya tatapan Kanaya.

Melepaskan tangan Kanaya dan beralih pada yang lain.

"Oooooo ...." Sepupu yang lain bergumam sambil tersenyum penuh arti.

Mereka berpikir ada hubungan spesial antara Princes dengan Sean.

"Selamat ... kamu adalah pria pertama yang dikenalkan Princes pada kami keluarganya," celetuk Zyandru membuat Princes memelototkan mata.

Sean tertawa pelan, mengerti ke mana maksud ucapan Zyandru.

"Tapi aku bukan kekasih dia." Sean yang sudah duduk di antara Kanaya dan Princes pun meluruskan.

"Memangnya siapa yang bilang kamu cowok aku?" Princes langsung nyolot, tidak terima.

"Kita memang bukan pasangan kekasih, tapi kok nyesek ya denger dia bilang begitu duluan?" Princes membatin.

"Jadi, kalau kalian enggak pacaran ... kenapa Sean ada di sini?" Brian yang bertanya.

"Iya ... aku pikir Sean nyusulin kamu ke sini." Kaluna menimpali.

"Aku sedang liburan sekaligus menghadiri Baby shower keponakanku dan tidak sengaja bertemu dia di sini ... sebelumnya kami pernah bertemu di pesta pernikahan kakakku di New York, ada tuan Folke juga di sana ...."

"Lalu di acara Baby shower anaknya pak Kenzo dua hari lalu di Jakarta." Princes menambahkan.

"Iya ... kemudian di sini." Sean melengkapi.

"Dan dalam tiga pertemuan itu dia numpahin minuman di baju aku." Princes mengatakannya di dalam hati.

Ada debaran tidak tahu diri terasa di dadanya.

"Waw ... kebetulan sekali ya?" Zyandru mengatakannya seolah tidak percaya.

"Mungkin jodoh." Kaluna menimpali.

Sean tertawa sambil melirik Kanaya. "Mungkin juga tidak."

Ia berharap Kanaya yang menjadi jodohnya.

"Sialan ... aku ditolak dua kali, doooonk." Princes mengumpat di dalam hati.

Sean masih tetap pada pendirian yang menginginkan gadis asli Indonesia sedangkan Princes memiliki wajah blasteran Indonesia-Jerman.

Mata Sean tidak melepas tatapnya dari Kanaya, gadis itu duduk tenang sambil memandang ke arah luar di mana hamparan sawah terbentang sejauh mana memandang.

Kunang-kurang beterbangan di sana, mungkin Kanaya sedang mengagumi makhluk kecil dengan tubuhnya yang menyala itu sampai seakan-seakan ia berada di dunia lain padahal raganya ada di sini.

Sean mengamati sorot mata Kanaya lalu cara dia duduk juga bergerak dan baru kali ini melihat seorang gadis yang unik seperti Kanaya.

Hanya diam dan berkedip saja, Kanaya mampu membuat junior Sean menegang di bawah sana.

"Kamu tahu, Sean?" Pertanyaan Kaluna mengembalikan Sean dari bayangan erotis tentang Kanaya di atas ranjang.

"Ya? Apa?" Sean tergagap.

"Kami semua kuliah di Universitas New York."

Sean menatap Kaluna selama beberapa detik, mencerna informasi yang baru diterimanya kemudian menoleh pada Princes.

"Benarkah?" Sean mencari keyakinan pada Princes.

"Iya." Princes menjawab singkat.

"Jadi waktu kita pertama kali bertemu itu ...." Sean sengaja menggantung kalimatnya.

"Aku masih jadi mahasiswa baru ... itu kenapa papa bisa menghadiri undangan tuan Maverick, papa sama mama lagi di New York ... nganterin aku kuliah." Princes melanjutkan kalimat Sean.

"Pantas saja, aku heran kenapa tuan Folke bersedia datang jauh-jauh dari Jerman karena selama ini kami komunikasi hanya melalui telepon atau video Call."

Sean menyerongkan posisi duduknya menghadap Kanaya.

"Kamu juga kuliah di New York?"

Kanaya melirik sekilas kemudian mengangguk tanpa senyum.

"Waw ... ini baru namanya kebetulan," gumam Sean tampak senang.

Sean tidak kesulitan bergabung dengan para sepupu Princes, apapun yang mereka bicarakan Sean pasti mengerti termasuk ketika bermain game truth or dare—Sean begitu semangat memutar botol.

Ujung botol berhenti tepat di Kanaya.

"Dare." Kanaya langsung memilih sebelum ditanya ingin melakukan tantangan apa.

Kanaya memang terkenal introvert.

"Cium Sean!" Kaluna berseru sambil bertepuk tangan gemas.

Princes menoleh dramatis, tanpa sadar menahan napas dan kepalanya nyaris menggeleng saat menatap Kanaya memohon untuk tidak melakukannya.

Sean bukan milik siapapun tapi rasanya tidak terima jika Kanaya mencium Sean.

Kanaya menegakan punggung, mencondongkan tubuhnya perlahan pada Sean yang tampak menunggu bersama seringai tipis di bibir.

Kanaya memaku tatap dengan Sean begitu juga sebaliknya.

"Ayo ... ayo ...." Yang lain malah memberi semangat seperti perlombaan tujuh belas Agustus.

Princes mulai resah, demi Tuhan ia tidak rela kalau Sean sampai mencium Kanaya.

Ia benci dirinya sendiri yang bahkan sudah ditolak dua kali oleh Sean masih berharap pada pria itu.

Jarak wajah Kanaya dan Sean semakin dekat, Kanaya yang memang bertampang dingin sama sekali tidak terlihat gugup namun sebaliknya yang terjadi pada Sean.

Pria itu dengan sering mengedipkan mata, jantungnya juga berdebar kencang, Sean mulai terintimidasi.

Padahal bisa dibilang dirinya adalah pria brengsek yang memiliki banyak kekasih tapi kenapa pada saat menghadapi Kanaya—ia dibuat salah tingkah walau tidak sekalipun Kanaya menggodanya bahkan Sean tidak melihat senyum di bibir Kanaya semenjak bertemu dengan gadis itu.

Prang!

Botol minuman yang telah kosong jatuh ke lantai, tidak pecah tapi menimbulkan suara nyaring hingga membuat semua orang di sekitar meja mereka menoleh.

Kanaya menarik tubuhnya kembali dan Sean menoleh ke arah sebaliknya di mana Princes sudah berdiri kemudian membungkuk untuk memungut botol kaca tersebut.

Kaluna, Brian dan Zyandru seketika berhenti menyuraki Kanaya dan Sean.

"Sorry ... aku kebelet pipis." Princes meninggalkan mereka semua dengan terburu-buru.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Kaugnay na kabanata

  • Bertahan Di Sampingmu   Percaya Diri

    Princes menatap dirinya di cermin wastafel sambil mencuci tangan yang sebenarnya tidak kotor.Wajah cantik Princes memberengut, kesal pada diri sendiri yang nyaris tidak bisa mengendalikan diri.Princes menarik napas kemudian mengeluarkan perlahan."Jangan malu-maluin donk ... ini tuh bukan pertama kali kamu suka sama cowok, kan!" Princes bicara pada cermin di depannya.Menarik napas lagi lalu mengeluarkan perlahan, Princes pun mengayun langkah keluar dari toilet.Ia berharap permainan truth and dare sialan itu tidak dimainkan lagi.Dan harapan Princes terkabul, saat ini Kaluna bersama Brian tengah mengambil alih acara live music.Beruntung Kaluna memiliki suara yang merdu begitu juga Brian, para pengunjung sekarang memfokuskan perhatian ke arah panggung kecil di mana Kaluna dan Brian bersama band sedang menyanyikan sebuah lagu yang sedang hits saat ini sehingga kebanyakan dari mereka ikut menyanyi.Mungkin dari banyaknya pengunjung, hanya Sean yang tidak benar-benar fokus menikmati p

    Huling Na-update : 2024-12-24
  • Bertahan Di Sampingmu   Menyadarkan

    Keesokan paginya, Sean menyempatkan untuk sarapan pagi bersama kakak beserta kakak ipar dan sang Mommy tercinta. Mereka duduk di satu meja bulat dan besar. "Aku tidak suka bawang, Max ... kamu yang makan bawangnya."Daisy yang semenjak mengandung semakin manja tidak pernah bisa membuat hidup Max tenang.Dan tanpa membantah—Max pasti akan mengabulkan permintaan Daisy atau mengikuti perintahnya dan mewujudkan keinginannya."Kamu mau orange juice?" Keith bertanya sebelum beranjak dari kursinya."Boleh." Audrey menjawab. "Dan tolong bawakan salad lagi," tambahnya kemudian dan mendapat anggukan dari Keith sebelum meninggalkan meja.Perlu diketahui, dua kakak Sean yaitu Keith dan Max menikah dengan istri mereka berdasarkan perjodohan.Awalnya Max menolak keras perjodohan tersebut tapi sekarang bucinnya setengah mati kepada Daisy- istrinya.Berbeda halnya dengan Keith yang memang tidak pernah menolak perintah daddy tapi Sean tahu kalau Keith berusaha keras mencintai Audrey dan begitu juga

    Huling Na-update : 2024-12-24
  • Bertahan Di Sampingmu   Malah Mendekatkan

    Sean Ganteng : Hallo 👋Princes mengerjap, nyaris menjatuhkan ponsel yang sedari tadi ia pandangi saat ternyata tiba-tiba Sean mengirim pesan dan langsung terbaca olehnya.Apakah nanti pria itu akan berpikir kalau Princes sedang online sambil membuka ruang pesan dengan Sean tapi tidak mengirim pesan apapun.Maka, buru-buru Princes mengetik sesuatu di sana.Princes : Aku baru mau chat kamu.Sean Ganteng : Jadi, kita satu hati?Princes mendekap ponsel di dada, pipinya seketika merona.Princes : Kami pulang hari ini, aku sedang berada di Bandara.Princes mencoba mengalihkan pertanyaan Sean tadi yang telah membuatnya baper.Sean Ganteng : Sendiri?Princes : Sama yang lain donk.Sean Ganteng : Oh ya? 🤔Padahal Sean tidak mengatakan kalau ia tidak mempercayai ucapan Princes tapi Princes merasa perlu meyakinkan Sean bila ucapannya benar."Kak ... ayo kita selfie," ajak Princes seraya mengangkat ponselnya.Kanaya yang berada di samping Princes langsung tersenyum tipis pada kamera.Tentu Kana

    Huling Na-update : 2025-01-03
  • Bertahan Di Sampingmu   Menghilang

    Zyandru seumuran dengan Princes, dia tahu kalau Princes tidak akan percaya apapun nasihatnya jadi menurut cowok itu lebih baik menjodoh-jodohkan Sean dengan Princes saja sekalian.Princes memelototkan mata tapi bibirnya tersenyum kepada Zyandru."Jangan pulang pagi ya Princes." Kaluna berpesan sambil tersenyum penuh makna.Mungkin Kaluna menduga kalau Sean sedang melakukan pendekatan dengan Princes dan Princes juga sebenarnya sudah menyukai Sean.Princes pun balas memberikan senyum teramat manis kepada Kaluna, di luar kebiasaannya karena Princes bukan lah gadis anggun.Meski anak pertama dan memiliki dua adik laki-laki, tapi Princes adalah anak gadis satu-satunya di keluarga Folke yang begitu dimanja oleh sang Papa-Arjuna Bernard Folke.Zyandru sudah berlalu lebih dulu diikuti Kaluna juga Brian meninggalkan Princes yang kemudian menjadi canggung salah tingkah sementara Sean yang sedang berusaha menutupi kecewanya.

    Huling Na-update : 2025-01-04
  • Bertahan Di Sampingmu   Permintaan Di Luar Dugaan

    "Kenapa tidak membalas pesanku?" Pria tampan di samping Kanaya bertanya."Oh maaf ... aku sibuk." Kanaya menjawab santai.Pria tampan teman dekat Kanaya mengerutkan kening, menyempatkan menoleh sekilas untuk melihat wajah Kanaya."Sibuk apa?" Pria itu bertanya lagi kemudian mengembalikan tatap ke depan karena ia sedang mengemudi."Liburan." Kanaya menjawab tanpa dosa.Sudah pria itu duga kalau Kanaya akan menjawab demikian.Pria itu mendengus kesal."Dua minggu sama sekali tidak ada kabar darimu, kamu membuat aku nyaris gila." Kanaya menghadapkan wajah pada pria di sampingnya, kepalanya miring mengamati pria itu baik-baik."Apa?" Pria itu bertanya maksud dari tindakan Kanaya menatapnya begitu intens."Aku tidak melihat tanda-tanda awal sakit jiwa di diri kamu ... kamu bercukur, sepertinya juga kamu mandi sebelum bertemu denganku dan pakaianmu rapi ... tidak Dean, kamu tidak gila." Kanaya memberitahu hasil penelitiannya.Dean berdecak lidah kesal disertai rotasi mata jengah."Bukan it

    Huling Na-update : 2025-01-05
  • Bertahan Di Sampingmu   You can do it, Princes

    Princes masuk dari pintu yang dibuka Zyandru.Kakak sepupunya itu ternyata sudah pulang."Hai Sean." Zyandru menyapa, suaranya masih bisa terdengar oleh Princes yang kini tengah menaiki anak tangga.Princes menempati salah satu kamar di lantai dua dan karena hatinya sedang terluka jadi ia hanya ingin merebahkan dirinya di atas ranjang saja sekarang."Hai ...." Sean balas menyapa lalu berpelukan secara masculin dengan Zyandru."Princes kenapa?" Zyandru bertanya pada Sean karena tadi melihat wajah Princes memberengut."Katanya dia enggak enak badan ... mau aku bawa ke dokter tapi enggak mau ... mungkin kecapean abis liburan kemarin," tutur Sean menjelaskan.Kini ia sudah berada di ruang televisi mengikuti langkah Zyandru.Cowok itu mengangguk mengerti."Sebentar, aku ambilkan minum." Zyandru pergi ke dapur dan kembali dengan dua kaleng minuman di tangannya."Sepi." Sean berujar ketika Zyandru memberikan minuman kaleng padanya.Maksudnya Sean ingin menanyakan keberadaan Kanaya."Kaluna p

    Huling Na-update : 2025-01-06
  • Bertahan Di Sampingmu   Misi Pertama

    "Jadi, apa yang disukai Kanaya?" Sean melontarkan pertanyaan pertama, kedua tangannya sedang memegang iPad karena akan mencatat banyak hal yang perlu ia ketahui tentang Kanaya. Princes menyeruput Caramel Machiato-nya sebelum menjawab. Mereka sedang berada di coffe shop dekat kampus Princes. Hari pertama kuliah sudah kembali dimulai dan baru saja Princes menyelesaikan mata kuliah terakhirnya. Sambil menunggu Evangeline—Princes bersedia ketika Sean mengajaknya bertemu. Beberapa malam lalu Princes telah menyetujui permintaan Sean untuk membuat pria itu bisa dekat dengan Kanaya. "Sukanya apa dulu, nih?" Princes meminta agar Sean lebih spesifik. "Makanan?" Sean berujar sambil mengetik sesuatu di layar iPad. Sepertinya Sean benar-benar serius dengan usahanya mendekati Kanaya. "Kak Aya suka makanan Korea, Jepang, Tiongkok ... kalau

    Huling Na-update : 2025-01-07
  • Bertahan Di Sampingmu   Sebuah Alasan

    Masih di tempat yang sama, hanya saja sekarang Sean dan Ryley pindah meja terpisah dari Princes, Evangeline dan Zyandru agar mereka bisa fokus membahas bisnis. Ada tambahan personil yaitu Kaluna dan Brian di meja itu. Jangan tanya ke mana Kanaya karena Kanaya sudah biasa menghilang. "Princes ... Ryley ganteng ya?" Evangeline memang sedang mempromosikan Ryley kepada Princes. Sama seperti Sean yang meminta bantuan Princes untuk mendekati Kanaya—Ryley juga meminta bantuan Evangeline-sepupunya untuk bisa dekat dengan Princes, itu kenapa Princes meminta Zyandru agar tidak menceritakan perihal perasaannya tentang Sean untuk menjaga perasaan Evangeline. "Lho ... bukannya Princes sukanya sama Se—" Kaluna tidak melanjutkan kalimatnya karena Zyandru meremat tangan sang kakak di bawah meja. Lalu tersadar dengan kondisi yang sedang terjadi maka untuk menjaga perasaan E

    Huling Na-update : 2025-01-08

Pinakabagong kabanata

  • Bertahan Di Sampingmu   The End

    Mansion milik keluarga Alterio yang terletak di Florida-Negara bagian Amerika Serikat tidak pernah seramai sekarang.Itu terjadi karena liburan musim panas tahun ini, keluarga Alterio dan keluarga Gunadhya kompak melakukan liburan bersama.Bisa dibayangkan bila The Gunadhya yang banyak itu berkumpul ditambah keluarga Alterio yang juga merupakan keluarga besar maka sudah bisa dipastikan Mansion dengan dua puluh kamar tersebut nyaris tidak dapat menampung mereka.Beberapa lajang harus tidur di ruang televisi atau perpustakaan yang di sulap menjadi kamar yang nyaman.Tapi keseruan bisa berkumpul bersama belum tentu bisa terulang lagi.Tahun ini banyak sekali kelahiran baik di keluarga Alterio maupun Gunadhya, jadi tangis bayi menggema hampir di seluruh ruangan."Ryleeeey!" Kanaya berseru memanggil suaminya yang entah ada di mana.Dia kelelahan mencari ayah dari Arthur itu di Mansion yang luas ini sambil menggendong sang putra yang tidak berhenti menangis."Liat Ryley enggak, Bang?" Kanay

  • Bertahan Di Sampingmu   Baby Boy

    Chapter 59 – BABY BOY "Hai," suara serak Ryley menjadi yang pertama kali Kanaya dengar begitu dia tersadar."Ry ... ley," panggil Kanaya parau."Yes babe." Ryley menggenggam tangan Kanaya erat.Kanaya mengernyit ketika perih terasa di kulit bagian perut.Dia pun melihat ke sana kemudian refleks memegang perutnya."Bayi kita ... mana bayi kita," kata Kanaya di antara tubuhnya yang lemah."Dia sedang di ruangan bayi ... kamu berhasil mengeluarkannya." "Benarkah?" Kanaya tampak tidak percaya.Ryley mengecup kening Kanaya, membungkukan tubuhnya lebih dalam untuk memeluk Kanaya."Aku pikir aku akan kehilanganmu, aku takut sekali." Ryley berbisik lirih.Kanaya malah terkekeh tapi tak ayal membalaskan pelukan suaminya."Apa benar anak kita laki-laki seperti hasil USG terakhir?" Kanaya hanya memastikan.Ryley mengurai pelukan setelah sebelumnya mengecup kening Kanaya.Dia pergi menjauh menuju pantri mengambil air minum untuk Kanaya."Aku tidak tahu, aku belum melihatnya." Ryley menyahut sei

  • Bertahan Di Sampingmu   Ibu Muda

    Karena takut kehilangan Princes lagi, Sean melengkapi setiap sudut rumahnya dengan CCTV.Dari kantor dia bisa melihat apa saja yang dilakukan Princes seharian.Dan itu kenapa juga dia selalu bisa menemukan Princes setiap pulang kerja tanpa perlu berteriak memanggilnya.Meski sibuk, Sean tidak pernah lupa untuk mengecek kondisi Princes dan bayi perempuan mereka yang diberi nama Brielle Taleigha Maverick melalui CCTV.Sean menyesal kalau hari ini dia harus lembur sehingga tiba di rumah saat malam sudah larut.Dia langsung menuju kamar utama, Sean melihat istrinya dan putri mereka sudah terlelap dengan posisi sama yang ia lihat sebelum pulang melalui aplikasi ponsel yang tersambung ke kamera CCTV kamar.Bergegas Sean pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh dan mengganti pakaian.Brielle atau Elle nama kecil panggilan kedua orangtuanya—tengah terlelap begitu pulas di samping Princes.Sean menarik selimut untuk membalut tubuh sang istri yang seharian ini sudah bekerja keras merawat p

  • Bertahan Di Sampingmu   Mommy And Daddy

    Hampir seminggu Kanaya tidak bicara dengan suaminya semenjak malam pesta pernikahan mereka, setiap kali Ryley bertanya—Kanaya tidak pernah menjawab.Dia akan menunjukkan wajah masam dan sering melempar-lempar barang untuk menunjukkan kekesalannya.Ryley harus menerima sikap Kanaya dengan lapang dada karena dia telah membuat singa betina marah.Meskipun berulang kali Ryley minta maaf dan menjelaskan alasannya bersikap kasar malam itu namun tidak ada ampun bagi Kanaya.Dia akan berprilaku seperti ini sampai suasana hatinya membaik.Bisa satu bulan, satu tahun atau mungkin sepuluh tahun.Walau mendiamkan Ryley, Kanaya tetap berbelanja menggunakan kartu kredit unlimited milik pria itu.Kanaya menghabiskan banyak uang suaminya untuk membeli pakaian, sepatu, tas, accesories, makeup sampai perhiasan.Dia berdalih kalau itu semua untuk membeli sakit hati yang ditorehkan sang suami padanya.Ryley tidak mempermasalahkan, dia senang-senang saja Kanaya menghabiskan uangnya.Dia beranggapan kalau

  • Bertahan Di Sampingmu   Overprotective

    Di pesta pernikahan yang digelar sangat mewah dan meriah di kota New Yor, Kanaya mengundang teman-temannya yang beberapa bulan lalu sempat dia jauhi.Atau lebih tepatnya dia yang mengucilkan diri dari circle anak Crazy Rich New York.Pasalnya menikah dan langsung memiliki anak tidak pernah terlintas dalam benak Kanaya apalagi menjadi rencananya.Lalu bagaimana nanti tanggapan para pria teman bercintanya di masa lalu bila mengetahui hal ini?Mereka tidak pernah diberikan kesempatan oleh Kanaya untuk menjalin hubungan asmara karena Kanaya selalu berdalih kalau dia tidak percaya akan cinta.Beruntung Kanaya menikahi seorang Konglomerat, level Ryley sangat jauh di atas para pria teman bercintanya Kanaya yang dulu.Jadi mungkin opini mereka tentang Kanaya tidak akan terlalu buruk.Mereka pasti beranggapan bahwa jelas saja Kanaya mengubah prinsipnya karena dipinang oleh Konglomerat Negri ini.Dan hal itu menjadi alasan kenapa Kanaya kembali menjalin hubungan dengan para sahabatnya.Kanaya b

  • Bertahan Di Sampingmu   Baby Shower

    "Kamu saja yang datang ... ah, tidak ... aku saja ...." Kanaya berulang kali mengatakan hal tersebut sambil mondar-mandir di kamarnya yang luas.Ryley sudah terbiasa melihat pemandangan ini jadi dia hanya bisa meluruskan kakinya di sofa kemudian bersandar nyaman dengan kedua tangan di lipat di belakang kepala. "Ryley!" seru Kanaya menghentikan langkah."Yes Babe." Ryley menegakan punggung juga menurunkan kakinya."Bantu aku memikirkan apakah aku atau kamu yang datang ke Baby shower anaknya Princes? Atau kita tidak perlu datang saja sekalian?" Kanaya menghentakan kakinya kemudian duduk menyamping di atas pangkuan Ryley.Kedua tangannya melingkar di leher Ryley namun sayangnya wajah cantik itu terus memberengut. "Bagaimana kalau kita berdua datang ... kamu dan Princes adalah sepupu, kita sudah mendapat kebahagiaan kita sendiri ... kamu tidak perlu cemburu lagi dengan Princes dan aku juga tidak akan mengungkit masa lalu kamu dengan Sean."Tentu saja Ryley bisa dengan mudah mengatakan

  • Bertahan Di Sampingmu   Mac And Cheese With Love

    Kanaya memang tega, tanpa perasaan melarang Ryley untuk mengundang Princes ke pesta pernikahan mereka yang dirayakan di New York."Bagaimana aku mengatakannya kepada Sean, Babe?" Ryley mengesah, dia stress karena tidak berhasil membujuk Kanaya, meluluhkan hatinya selama seminggu ini."Kamu tinggal mengatakan kalau Sean boleh datang tapi istrinya tidak," jawab Kanaya santai tanpa beban.Kanaya sedang memoles blushon di pipinya.Hari ini mereka akan pergi memilih kue dan mencicipi catering untuk pesta pernikahan yang akan berlangsung dua minggu lagi."Dia sepupumu." Ryley mengingatkan."Betul, dan dia merebut priaku." Kanaya mengarahkan ujung blushon pada Ryley yang duduk di kursi di bagian kaki ranjang.Ryley mengesah panjang. "Aku tidak tega mengatakannya kepada Sean... Princes pasti akan sakit hati...." Ryley menggantung kalimatnya."Memangnya kamu belum bisa melupakan Sean?" tanya Ryley hati-hati tidak ingin si ibu hamil dengan hormon yang membuat mood berubah-ubah itu mengamuk."

  • Bertahan Di Sampingmu   I Love You

    Perut buncit Princes menjadi daya tarik sendiri bagi Sean, dia suka sekali mengusap perut Princes dan menurutnya dengan kehamilan itu—Princes tampak berkali-kali lipat lebih seksi.Selama resepsi berlangsung, Sean mati-matian menahan gairahnya.Dan akhirnya sekarang dia bisa berdua saja dengan Princes melewati malam pertama setelah mereka resmi menjadi suami istri."Aku bantu," ujar Sean menahan tangan Princes yang tengah membuka sleting di belakang punggung.Princes mengumpulkan rambutnya di pundak agar Sean mudah membuka sleting.Perlahan tangan pria itu menurunkan resleting lalu menarik bagian atas gaun ke bawah namun tertahan di pinggang karena perut Princes yang besar.Princes harus menggunakan kedua tangan dan menggoyangkan sedikit bokong agar bisa menurunkan gaun itu melewati perutnya."Bisa?" tanya Sean perhatian."Bisa ...." Princes menjawab setelah berhasil melepas gaun menyisakan camisol sebagai dalaman.Dia membalikan badan mengajadap Sean."Aku bantu buka kemejanya ya?""

  • Bertahan Di Sampingmu   Bahagia Selamanya

    Princes seringkali menonton film di Netflix yang menceritakan tentang hubungan calon mempelai pengantin yang sering kali tidak sependapat ketika mempersiapkan pernikahan sampai berujung dibatalkannya pernikahan tersebut.Awalnya ketika Sean mengatakan dia mengambil cuti untuk membantu mempersiapkan pesta pernikahan—jujur, Princes khawatir kalau kisahnya dan Sean akan berakhir seperti film di Netflix.Tapi nyatanya yang terjadi pada Princes, mempersiapkan pernikahan bersama orang dicintai menjadi pengalaman paling seru dan menarik.Karena Sean selalu mendukung keinginan Princes tapi terkadang dia juga memberikan masukan yang tidak mendapat penolakan dari Princes.Malah selisih paham terjadi antara Princes dengan ayahnya, tapi Papa Juna segera mengalah.Shamika Princes benar-benar menjadi seorang Princes yang keinginannya selalu diikuti oleh Raja dan Ratu juga semua orang.Dan hari yang dinanti-nanti oleh Princes juga Sean telah tiba.Princes dan Sean tentu menjadi orang paling bahagia

Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status