Share

3

Author: Vivohilolove
last update Last Updated: 2024-12-29 18:49:42

"Marrie, omong kosong apa yang sedang coba kau katakan kepadaku?" tanya Marco menatap tajam Marrie yang kini sedang berkeringat dingin.

Marrie mengutuk Elena di dalam hati karena menempatkannya di situasi seperti ini.

Dia tidak tau jika Elena tidak terpancing dengan kata-katanya seperti biasa dimana wanita itu selalu bersumbu pendek disulut dengan sedikit percikan api akan langsung bereaksi meledak-ledak.

Namun, sekarang jangankan melihat reaksi Elena yang meledak-ledak, wanita itu malah tertidur.

Benar-benar tertidur pulas seakan kata-katanya yang sebelumnya diucapkan untuk menyakiti hati Elena tidak ada pengaruh sama sekali kepada wanita itu.

"Tu-tuan itu, nyonya ternyata tertidur setelah mengatakan banyak hal kepada saya"

"Mungkin nyonya masih kesal melihat saya jadi nyonya tidak ingin melihat wajah saya dan memilih menutup mata"

"Maafkan saya tuan. Saya seharusnya tidak datang untuk menjenguk nyonya secepat ini. Saya hanya ingin meminta maaf, tapi tidak tau ternyata nyonya masih terlalu marah" jawab Marrie terdengar menyesal.

Dia menampakkan ekspresi tidak berdaya dan ketulusan.

Marco menatap lekat."Marrie apa kau terbiasa berbohong kepadaku?" tanyanya.

Tubuh Marrie menegang kaku sejenak ketika mendengar ucapan Marco sebelum menormalkan ekspresinya kembali.

Dia menatap Marco tidak percaya."Apa maksud, tuan? Tuan tidak percaya pada saya?" tanyanya kembali dengan mata berkaca-kaca.

Dia mengedipkan matanya hingga setetes air mata lolos membasahi pipinya.

Marco menatap lurus Marrie sebelum akhirnya membuang muka."Lupakan saja! Sebaiknya kau pergi. Kondisi Elena belum sehat dan dia masih membutuhkan banyak istirahat juga tidak boleh stress"

"Tidak perlu berbicara atau membicarakan apapun dengan Elena. Selain mengurus pekerjaanku, hal lainnya kau tidak perlu ikut campur!" ujarnya dengan tegas, lalu meninggalkan Marrie sendiri yang berdiri kaku seperti tiang kayu di luar ruangan Elena.

Marrie menoleh menatap pintu ruangan Elena yang baru saja ditutup oleh Marco dari dalam dengan pandangan tidak percaya.

"A-ada apa ini? A-apa tadi itu sikap tuan Marco kepadaku? Tuan Marco tidak pernah seperti ini. Apa aku salah bicara?" gumamnya sambil mengigit jari menatap gelisah pintu ruangan Elena berada.

Marrie menghentakkan kakinya di lantai dengan keras, sebelum berbalik pergi. Sepertinya Marco dalam suasana hati yang tidak baik hingga tidak ingin melihatnya bersedih dan ditindas oleh Elena hingga tuannya itu mengatakan hal seperti tadi.

Marrie berusaha meyakinkan dirinya sendiri jika ucapan Marco sebelumnya merupakan bentuk perhatian pria itu kepadanya.

Marco tidak pernah bersikap ketus kepadanya jika bukan karena suasana hati yang buruk.

Jadi dia tidak akan mengambil hati ucapan Marco meski sempat membuatnya terkejut.

"Elena, lihat saja! Aku tidak akan selesai sampai di sini sampai kau benar-benar berpisah dengan tuan Marco!" kesal Marrie, lalu memasuki lift.

Sedangkan di kamar perawatan Elena.

Marco berdiri diam di tepi ranjang Elena yang sedang tertidur.

Awalnya, dia mencoba membangunkan Elena mengira istrinya berpura-pura tidur karena tidak ingin disalahkan akibat sudah membuat Marrie menangis.

Namun, dia tidak menyangka jika Elena tidak berpura-pura, melainkan benar-benar tertidur.

Marco menghela nafas kasar, lalu melangkah ke arah sofa untuk merebahkan dirinya di sana.

Dia masih terkejut dan tidak mempercayai apa yang di dengarnya tentang kondisi Elena. Amnesia selektif?

Istrinya bukan hanya tidak mengingatnya, namun ingatan istrinya berhenti di saat umur Elena 20 tahun.

Pernikahannya dan Elena terjadi ketika Elena berumur ke 22 tahun. Jika ingatan Elena terhenti di usia 20 tahun, tidak heran jika Elena tidak mengingatnya.

Elena dan dia bertemu di saat istrinya berulang tahun yang ke 21 tahun.

Entah bagaimana awalnya, setelah pertemuan pertama itu, Elena sering mengunjunginya.

Dia mengenal Elena karena Elena adalah salah satu anak dari kolega bisnisnya yang dikenalkan oleh temannya sendiri.

Mereka menikah selama tiga tahun. Dari pertemuan pertamanya dengan Elena, sampai terjadi pernikahan, semuanya terasa sangat singkat.

Elena mengejarnya seperti wanita gila selama satu tahun penuh dengan melakukan hal-hal gila.

Pernikahannya dengan Elena terjadi karena tekanan keluarga.

Elena terlalu terobsesi kepadanya hingga mengancam keluarganya menggunakan kekuasaan keluarga wanita itu untuk menekannya agar mau menikahinya.

Perusahaan keluarganya dibuat goyah. Dia tidak punya cara lain untuk mempertahankan perusahaan milik keluarganya selain menyetujui permintaan Elena.

Sebenarnya selain dia yang menolak Elena, keluarga besarnya tidak bisa menolak keinginan Elena dan tidak terlalu banyak mempermasalahkan wanita itu untuk menyandang status nyonya Sebastian mengingat Elena adalah putri salah satu konglomerat di ibu kota.

Meskipun begitu, kadang sikap ketidaksukaan keluarganya kepada Elena tetap ada.

Mereka masih kesal saat mengingat Elena menjadi menantu perempuan Sebastian dengan cara hampir menghancurkan seluruh keluarga dengan menggoyahkan perusahaan.

Mengenai ucapan Marrie sebelumnya mengenai Elena, dia tidak bisa mengatakan percaya atau tidak percaya.

Ucapan Marrie bisa benar dan bisa salah. Ketika mendengar penjelasan dokter, dia yakin Elena tidak sedang berpura-pura dan apa yang dikatakan Marrie bisa saja kebohongan.

Namun, ketika mengingat tabiat Elena yang selalu menipunya dengan berbagai cara, membuat dia tidak sepenuhnya bisa mempercayai apa yang terjadi kepada istrinya.

Marco mendengus sinis menatap punggung Elena dengan tajam."Kita lihat saja nanti. Apa kau sedang bersandiwara atau tidak. Jika kau mempermainkan aku lagi, tidak akan ada ampun bagimu, Elena!" batinnya.

Elena yang sedang tertidur seketika merasakan hawa dingin pada tubuhnya.

Dia kembali menarik selimut yang sempat turun sebatas dada akibat dirinya yang bergerak, kini menarik selimut sampai menutupi lehernya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Bercerai Setelah Hilang Ingatan    32

    Plak!Marco menampar wajah Mona dengan keras setelah mereka pulang ke rumah dan berpisah dengan Elena diperusahaan.Setelah mencapai tujuannya, Elena tidak ingin berlama-lama lagi bersama dengan Marco dan Mona yang sebentar lagi akan menjadi mantan suami dan mantan iparnya. "Marco!" Teriak nyonya Mariska menatap Marco tidak percaya karena baru saja menampar putri kesayangannya.Marco menatap Mona tajam."Bagus Mona! Kau sudah mempermalukan kakak!" Geramnya. Mona menatap Marco berlinang air mata. Rasa pedas akibat tamparan Elena sebelumnya saja belum hilang sepenuhnya, namun kakaknya sendiri malah menambah rasa perih itu. "Kak! Aku adikmu! Apa kau menamparku hanya demi istri yang tidak kau cintai itu?!" Teriak Mona tidak terima. "Mona! Tutup mulutmu!" Marco menunjuk hidung Mona dengan marah. Mona menangis. Nyonya Mariska pusing melihat pertengkaran antara dua anak yang dicintainya.Dia bahkan belum mengerti penyebab pertengkaran yang ada sampai kedua anaknya berkelahi seperti ini.

  • Bercerai Setelah Hilang Ingatan    31

    "Apa?! Kau ingin aku dipenjara?!" Teriak Mona menatap tidak percaya Elena."Kesalahan apa yang membuatku harus dipenjara! Kak Elena! Kau keterlaluan! Apa ini cara agar kau menarik perhatian kakakku?""Kak Elena, biar kuberitahu sesuatu. Perbuatanmu ini hanya akan membuat kak Marco kesal dan marah padamu. Bahkan dia mungkin tidak akan memaafkanmu!" "Aku dan keluarga Sebastian tidak akan memaafkanmu! Aku tidak mau dipenjara. Jadi hentikan rencana konyolmu itu. Atas dasar apa aku dipenjara?!""Aku hanya mengatakan beberapa patah kata saat kita di mall tadi. Selama ini aku juga tidak menindasmu""Kapan aku menipumu? Kau jangan bohong! Aku bukan penjahat!" Teriak Mona dengan nafas tersengal karena marah. Wajah Marco tidak kalah gelap menatap istrinya."Elena, apa lagi ini. Kumohon bisakah kau berhenti berbuat onar?!" Marahnya menatap Elena tidak habis pikir.Ia mana mungkin membiarkan adik kandungnya dipenjara meski Mona nan

  • Bercerai Setelah Hilang Ingatan    30

    "Cari tahu darimana keluarga para gadis ini berasal, lalu laporkan kepada kakakku apa yang sebelumnya terjadi di sini""Selanjutnya dia akan tahu bagaimana cara menangani mereka, karena keluarga mereka tidak mengajarkan anak mereka dengan baik hingga berani bicara kurang ajar di depanku" perintah Elena kepada para pengawalnya.Elena menatap Mona yang sebelumnya sangat sombong dengan mata tajam."Dan untuk gadis yang satu ini, aku tidak mengenalnya. Tapi karena dia mengatakan jika dia adalah adik iparku, maka sepertinya itu benar""Maka dari itu, aku akan menghitung kerugian ini dan menanganinya secara terpisah""Aku ingin tahu apa Marco masih bisa menerima balasanku setelah pukulan berat yang keluarga Riddle lakukan kepadanya terakhir kali""Sepertinya apa yang terjadi kepada keluarga Sebastian akhir-akhir ini masih belum cukup untuk memberi mereka pelajaran untuk berhenti menggangguku!" ujar Elena sambil tersenyum miring, membuat takut Mona dan teman-teman gadis itu. Sedangkan Rache

  • Bercerai Setelah Hilang Ingatan    29

    "Kak Elena!" Seruan seorang gadis menghentikan langkah Elena yang sedang berjalan-jalan di mall bersama dengan teman-temannya.Mona menghampiri Elena dengan senyum sumringah. Kebetulan sekali. Ia juga sedang berjalan-jalan dengan temannya di pusat perbelanjaan ini. Namun karena kartu kreditnya dibekukan, ia terus mencari alasan untuk tidak berbelanja bersama dengan temannya. Ia sangat malu dan ingin sekali pulang. Namun tidak mempunyai alasan yang tepat untuk menghindari teman-temannya.Dan pada saat ia melihat Elena, ia seperti menemukan malaikat penyelamat. "Siapa?" Elena menatap gadis yang ada dihadapannya dengan bingung. Ia rasa hilang ingatannya tidak mungkin sampai membuatnya melupakan orang-orang yang dikenalnya di masa lalu. Mona tercengang."Kak, kau tidak mengenalku?" Ujarnya tidak percaya. Seakan teringat sesuatu, ia menatap kakak iparnya dengan takjub. Sepertinya benar jika Elena hilang ingatan. Tidak mengenal dirinya, keluarganya, bahkan kakak sulungnya sebagai suami

  • Bercerai Setelah Hilang Ingatan    28

    "Ah! Ssshhh" nyonya Mariska mengerang pelan saat memegang keningnya yang terluka hingga harus mendapat lima jahitan di rumah sakit akibat perbuatan tidak sengaja anak laki-lakinya sendiri yang melempar vas bunga ke arahnya. "Mom, maafkan aku. Aku tidak tahu kau tiba-tiba masuk ke dalam kamarku di saat aku sedang dalam suasana hati buruk" ujar Marco dengan menyesal. Nyonya Mariska mendelik tajam kepada anaknya. Ia ingin marah, tapi tidak bisa marah. Sungguh membuatnya serba salah. Tapi luka ini sungguh sangat sakit! "Kak, sebenarnya apa yang terjadi kepadamu? Kau terlihat muram akhir-akhir ini dan tadi kau terlihat mengamuk. Apa perceraianmu dan kakak ipar Elena yang mengganggu suasana hatimu?" "Jika kau memang tidak ingin bercerai dengan kakak ipar, maka jangan bercerai! Lagipula setelah kupikir Elena lebih baik dari siapapun dan lebih pantas untuk menjadi istrimu" sahut Mona. Wajah Marco semakin muram ketika mendengar adiknya membahas Elena. Penyebab kekesalannya memang

  • Bercerai Setelah Hilang Ingatan    27

    "Aargh!" Teriak Marco, wajahnya kusut, urat lehernya menegang saat ia kembali ke rumahnya yang terasa dingin.Setelah tragedi di aula pesta Tuan Preston, di mana kabar perceraiannya dengan Elena lebih menyita perhatian ketimbang sang pemilik acara sendiri, mana mungkin ia punya muka lagi untuk bertahan di sana.Wajahnya tidak setebal wajah milik Elena, istrinya, yang menyebabkan kekacauan ini. Elena bahkan terus memasang wajah tidak berdosa setelah membuatnya menjadi pusat tatapan menghina."Elena! Kau tidak boleh meninggalkanku!" Teriak Marco, suaranya parau. Saat ini, tidak ada lagi dalam benaknya untuk berpisah dengan Elena. Entah karena egonya yang terluka, atau ia mulai peduli pada wanita itu.Marco terus berteriak di kamarnya, membuat Nyonya Mariska dan Mona, yang baru saja datang mengunjungi putra dan kakaknya itu, ketakutan setengah mati."Sebaiknya kita pulang saja. Sepertinya suasana hati kakakmu sedang tidak baik" ujar Nyonya Mariska kepada Mona. Ia menatap pintu kamar Marc

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status