Share

Semua Demi Cinta

Author: Novianita
last update Last Updated: 2023-10-05 15:06:18

Jantung Andra seakan ingin melonjak keluar saat ia mendengar sebuah suara yang ia sangat kenali itu bertanya padanya.

“Dra, kamu ini ngapain sih? Ditanya kok malah mematung di situ?”

“Mah, Andra cuman mau….” Andra tak tahu harus menjawab apa, tapi ia harus berpikir keras agar ibunya itu tak curiga.

“Apa? Kamu mau nyuci karpet itu? Seharusnya kamu dengerin kata Mama Dra, jangan cuman nurutin apa kata istri tercintamu yang ga tahu diri itu.”

“Mah….”

“Mulai besok kamu pekerjakan pembantu yang tinggal di rumah ini 24 jam seperti yang Mama sarankan dulu, biar kamu ga repot di pagi buta begini. Bos besar putra dari Raina Mukidi yang berdarah ningrat, tapi bawa cucian ke ruang cuci. Memalukan…!”

“Mah, ini ga setiap hari juga kok Andra lakukan. Cuman tadi kebetulan Andra menumpahkan saus ke karpet ini, lagian Mama datang ke rumah Andra di pagi buta gini mau apa?”

“Orang suruhan Mama bilang istri kamu mendarat di bandara dengan penerbangan terakhir semalam.”

“Natasha? Di bandara?”

“Iya, dia datang dari Singapore dan sekarang di hotel Angsana.” Kini Andra meninggalkan Raina dan membawa karpet itu ke ruang cuci lalu saat melewati pantry ia meraih sebuah saus sambal. Di ruangan itu Andra meletakkan karpet dan menuangkan saus di tempat yang terkena noda darah.

Saat Andra kembali ia mendengar Mamanya kembali mengomel di depan kamar adik iparnya.

“Kamu itu cuman numpang di sini apa ga bisa bangun lebih awal dan membantu Kakak ipar kamu Ge!” seru Raina sambil terus mengetuk pintu kamar Ge yang tertutup.

“Mah, apa-apan sih. Biarkan saja Ge tidur dia harus kuliah nanti.”

“Terus…, bela terus…, kemarin Kakaknya sekarang adiknya. Semua memperbudak kamu dan memanfaatkan kamu, Dra. Sadar… sadar, Dra!”

“Mas, Tante… ada apa? Apa ada yang bisa Ge bantu?”

“Ka….”

“Ikut aku Ge, Kakakmu ada di hotel Angsana!” seru Andra memotong ucapan ibunya sambil berbalik menuju ke kamarnya diikuti Raina yang wajahnya tampak melengos ke arah Ge saat meninggalkan tempat berdirinya.

“Ingat ya Dra, dia itu sudah meninggalkan kamu, jadi kamu juga harus tegas. Kamu harus ceraikan dia, Dra.”

“Mah, bahkan Andra saja ga bisa hidup tanpa dia lalu bagaimana mungkin Andra akan menceraikannya?”

“Dra, mau ditaruh di mana muka Mama ini? Kita keturunan orang terpandang, harta kita ga akan habis tujuh turunan, tapi kamu malah jadi budak cinta.”

“Terserah apa yang Mama mau bilang apa yang jelas sekarang Andra akan susul istri Andra dan akan membawanya kembali ke rumah ini.” Andra berjalan cepat setelah mengganti pakaiannya.

“Ge kamu sudah siap?”

“Sudah, Mas!”

“Ayo!” kedua orang itu berjalan cepat meski wajah Ge tampak sembab dan matanya terlihat merah, tapi rasa bahagia karena Natasha kembali membuat mereka ingin segera bertemu.

Mobil melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi, mereka berharap bisa sampai di hotel itu dengan cepat.

“Mas, jika Kak Natasha pulang kenapa harus menginap di hotel bukankah rumah lama kami ada?”

“Entahlah, tapi Ge. Kamu yakinkan bisa merahasiakan apa yang terjadi diantara kita?”

“Iya Mas, aku ingin melihat Kakakku bahagia, lagi pula aku rasa memang tidak akan terjadi apa-apa diantara kita nanti.”

“Terima kasih, Ge. Maafkan Mas ya yang menempatkanmu di posisi yang sulit ini.”

“Hotelnya sudah kelihatan Mas.”

“Iya Ge, kita akan bawa Natasha pulang hari ini.” Bibir pria yang sepekan ini galau dan tak semangat hidup itu kini bisa tersenyum.

Sebuah foto yang Raina tunjukan padanya membuat Andra langsung menuju ke kamar hotel yang ditempati Natasha lalu mulai menekan bel kamar itu dan terlihat pintu kamar terbuka.

“Mas Andra…,” cetus si pemilik kamar yang begitu kaget akan kehadiran lelaki itu.

“Nat, Mas kangen sama kamu,” ucap Andra yang langsung menghambur memeluk tubuh wanita yang ia cintai.

“Nat, aku mohon jangan tinggalkan aku, aku tak bisa menjalani hidup tanpamu.” Wanita yang dipeluk tampak acuh bahkan tangannya tak tergerak sedikit pun untuk membalas pelukan itu.

“Mas, aku sudah bilang jangan mencariku kenapa Mas malah ke sini?” Andra mengurai pelukannya lalu menatap wanita yang ia cintai, meski yang ingin dilihat berpaling dan menyedekapkan tangannya seolah begitu tak peduli dengan suami yang begitu mencintainya. Ge melihat semua itu meski ia belum ingin menanyakan apa pun hanya saja Ge merasa sangat aneh karena wanita yang sangat baik dan lembut itu kini terlihat berbeda.

“Sayang, apa kamu marah padaku? Atau ada sikapku yang membuatmu tak nyaman? Katakan saja, aku janji akan mengubah apapun yang kamu tak suka.” Wanita yang diajak bicara malah berjalan masuk lalu duduk santai tanpa ingin menanggapinya. Membuat kedua orang di ambang pintu itu menatap tak percaya lalu mengikuti langkahnya bahkan kini Andra ikut duduk di hadapan Natasha.

“Baiklah aku akan jujur, sebenarnya aku tak ingin mengatakan ini dan memilih pergi agar tak menyakiti hatimu, tapi apa boleh buat mungkin ini yang terbaik. Kamu harus mendengar alasanku ingin pergi, Mas.” Natasha menatap adik kesayangannya sekilas lalu menatap suaminya lagi.

“Mas sebenarnya aku memang ingin pergi jauh untuk menikmati kebebasan tanpa kamu atau adikku yang mengganggu. Aku sudah cukup melakukan tugasku selama ini, sekarang aku ingin hidup hanya untuk kebahagiaanku tanpa memikirkan siapa pun seperti yang aku jalani dulu.”

“Tapi Nat, kalau kamu hanya ingin menikmati hidup. Kita bisa melakukannya bersama-sama, kamu ingin pergi ke mana? Ke Eropa, ke Cina atau kamu ingin menjelajahi seluruh pulau di Indonesia dan berlanjut terus hingga seluruh pulau di dunia? Aku akan menemanimu, Sayang.” Kini bujukan bernada lembut Andra itu disertai dengan belaian di tangan berjemari lentik yang masih memakai cincin kawin di jari manis.

“Kak, Mas Andra sangat kehilangan Kakak demikian juga aku. Kami sayang pada Kakak, oh iya beberapa bulan lagi aku akan menjalani sidang skripsi loh, Kak. Apa Kakak tega membiarkan aku sendiri di sini?”

“Kamu tenang saja Ge jika nanti kamu wisuda dan Kakak ada waktu Kakak akan datang kok.” Sebuah jawaban yang terasa tak mungkin keluar dari bibir Kakak yang selama ini menjadi Ibu sekaligus ayah untuknya. Pengorbanan dan kasih sayang yang selama ini Natasha berikan untuknya sangatlah besar, tapi jawaban ini sungguh Ge rasa bukan seperti Kakaknya.

“Ada apa dengan Kakakku Tuhan? Kenapa ia begitu berubah seperti ini?” batin Ge tak percaya.

“Sayang, kalau gitu sambil kita pikirkan langkah selanjutnya apa tidak lebih baik kita pulang dulu ke rumah?”

“Iya Kak, kita pulang dulu. Nanti kalau Kakak memang ingin pergi atau Kakak ingin agar kami berubah seperti yang Kakak mau ‘kan bisa kita bicarakan.” Ge Pun ikut membujuk Natasha agar bersedia pulang karena bagi kedua orang itu Natasha adalah wanita lemah lembut yang selalu memberikan kasih sayang tanpa pamrih meski kini wanita itu terlihat sangat berbeda.

“Pulang…?”

Related chapters

  • Benih Haram Kakak Ipar   Natasha Berubah

    Sebuah kata yang terlontar disertai mimik wajah yang seakan menggambarkan keengganan menjadi sebuah jawab yang tak dapat Andra dan Ge sangka.“Kak, sebenarnya apa yang terjadi pada Kakak? Kenapa Kakak jadi seperti ini? Aku rindu Kakakku yang begitu lembut, Kak!” Kini Ge memeluk tubuh Kakaknya dengan erat seakan ingin meyakinkan pada wanita itu jika ia benar-benar mencintainya. Sedang yang di peluk tak bergeming, ia hanya menatap kedepan meski dari matanya ada sebuah perasaan yang membuat hatinya bergetar.“Baik… baiklah aku akan ke rumah itu, tapi bukan untuk selamanya. Aku hanya akan kembali beberapa saat, tapi nanti jangan melarangku untuk melakukan apapun yang aku inginkan dan kalian juga tidak boleh banyak tanya!”“Nat, apapun yang kamu mau lakukan, lakukanlah asal kamu mau pulang, Sayang?”“Ya….” Wanita itu melepas pelukan adiknya lalu menarik koper yang masih terlihat tertutup.“Aku yang bawa ya, Sayang?” Andra meraih koper itu lalu mendorongnya. Namun, sebelah tangannya masih m

    Last Updated : 2023-10-05
  • Benih Haram Kakak Ipar   Geshara Hamil?

    Andra menepuk pipi Ge, tapi gadis bukan perawan itu tampak tak juga sadar. Melihat keadaan itu Andra membopong tubuh mungil yang tampak pucat ke dalam mobilnya, Andra sangat khawatir akan keadaan Ge yang seperti itu bahkan matanya tampak berkali-kali menatap wajah Ge yang belum juga sadar. Mobil Andra telah sampai ke halaman sebuah klinik kecil lalu lelaki itu kembali membopong Ge menuju ke dalam. Beberapa Suster yang melihat kehadiran Andra langsung membantu membawa Ge menuju ke ruang pemeriksaan.“Apa pasien sudah sarapan Pak?”“Sudah Dok,” jawab Andra pasti.“Kalau begitu kami akan mengambil darah pasien untuk pemeriksaan lebih lanjut ya, Pak. Kami khawatir selain kondisi kurang darah yang ia alami juga ada penyebab lainnya. Jadi sebaiknya kita tunggu pemeriksaan darah itu sebentar ya.”Ge memang sudah sadar tetapi entah kenapa ia sangat tidak nyaman dengan aroma obat-obatan yang menyeruak di ruangannya yang membuat ia mual lalu muntah begitu saja.“Ge kamu kenapa sih? Aku akan men

    Last Updated : 2023-10-05
  • Benih Haram Kakak Ipar   Merahasiakan

    Bab 6Kini Andra dan Ge menuju ke tempat pengambilan obat tetapi tampaknya Mama Raina masih menunggu di tempatnya tadi memuat Andra maupun Ge sangat khawatir di buatnya. Untung saja saat obat-obatan telah rapi dan dimasukkan dalam sebuah kantong, nama asisten rumah tangga Mama Raina dipanggil oleh Suster, maka mau tak mau si Nyonya kaya itu pun meninggalkan tempat menuju ke arah ruang pemeriksaan.“Syukurlah Ge, Mama ga nungguin kita lagi. Bisa kacau kalau sampai Mama tahu isi obat yang kamu dapatkan.” Andra buru-buru mengajak Ge keluar dari ruangan itu.“Mas, apa Kak Natasha bisa kita bohongi sedangkan perut ku pasti nanti akan semakin membesar,” ucap Ge saat menuju ke luar Klinik, matanya masih menatap seorang Ibu hamil yang kebetulan berpapasan dengannya.“Kamu harus pergi Ge.” Andra yang tanpa sengaja mengucapkan itu memandang kearah Ge cemas, ia takut menyinggung perasaan wanita yang kini mengandung benihnya itu.“Maksudku mungkin lebih baik jika kamu menjauh dari rumah kami dulu

    Last Updated : 2023-11-16
  • Benih Haram Kakak Ipar   Terungkap

    Bab 7 Pikiran yang terlintas itu seketika berubah mana kala Ge melihat wajah teduh Kakaknya. “Jika aku jujur pasti Kakak akan kecewa dan membenciku. Aku belum siap kehilangan kasih sayang Kakak yan selama ini selalu ada di sisiku. Meski setelah kepergiannya saat itu, entah mengapa Kak Natasha terlihat selalu menghindar,” pikir Ge. “Kak, aku ingin tidur di temani Kakak apa boleh?” Mata Natasha menatap adiknya seaka tak percaya dengan apa yang di inginkan adik satu-satunya itu. “Ge, kamu ini sudah besar masa tidur aja minta di temenin. Sudah mana obatmu? Kamu harus minum obat dan tidurlah.” “Nat, aku ambil dulu obatnya. Aku lupa tak membawanya tadi, atau kamu buatkan saja dulu bubur atau appaun yang bisa Ge makan karena obatnya harus di minum sesudah makan.” “Loh, bukannya itu obat Mas?” Natasha menunjuk sebuah plastik putih yang terdapat logo sebuah klinik. “Itu… itu cuman obat Magh, kalau obat yang lain di mobil.” “Memangnya Ge sakit apa saja?” “Anu, itu, sepertinya asam lamb

    Last Updated : 2023-11-17
  • Benih Haram Kakak Ipar   Ternyata Kamu Selingkuh

    Bab 8Bi Iroh duduk sambil menyuapkan teh hangat.“Habis Bapak ini ngomongnya suka kaya yang beneran. Maaf ya Non jadi saja Bibi salah sangka dan bilang yang enggak-enggak tadi.”“Ga apa Bi, namanya juga salah paham. Lagian Mas Andra ini nih kalau ga tahu ceritanya jangan asal ngomong.”“Maaf, tadi Mas cuman dengar ada kata hamil gitu, jadi aku pikir kamu hamil padahal kamu cyman bilang kenapa penyakit kamu ini kaya orang hamil. Ya sudah, maaf ya adikku yang cantik jangan manyun dan cepet sembuh. Mas sekarang mau nyusul Kakak kamu dulu kekamar.” Andra tersenyum lalu berlari untuk menyusul istrinya yang berada di kamar. Namun, saat ia berada di depan pintu kamarnya, ia sangat terkejut.“Loh Sayang kamu lagi ngapain?”“Mas, maaf aku harus jujur padamu jika aku tak lagi mencintaimu dan aku juga tak bisa jika harus hidup bersamamu dan terus menerus berpura-pura menjadi istri yang baik sedangkan hatiku tak bahagia. Namun, aku meminta sesuatu darimu untuk terakhir kalinya. Selama Ge belum m

    Last Updated : 2023-11-24
  • Benih Haram Kakak Ipar   Ge, Jatuh

    Bab 9Dalam suasana yang diselimuti rasa sedih dan kecewa itu kini sebuah mobil memasuki halaman rumah yang membuat Andra menatap ke arah Ge demikian juga Ge.“Mama!” seru Andra yang berbarengan dengan Ge yang mengucapkan kata, “Tante!”“Mas, apa yang harus kita katakan pada Tante Raina?”“Ge jangan katakan apa-apa tentang Natasha kecuali kalau mama memang bertanya.”“Kenapa kalian duduk di situ?”“Bibi! Buatkan aku minuman dingin, cepat ya!”“Tante, Bibi baru saja kami minta untuk pulang. Jadi biar saya buatkan minuman dingin. Tante mau minum teh manis, sirup atau jeruk peras?”“Aku kan punya menantu kenapa harus kamu yang melayani aku? Panggil Kakakmu dan katakan untuk membuatkan aku minuman dingin. ““Mama ini mau minum saja pilih-pilih. Sudah Ge ambilkan air putih di dalam kulkas untuk Mama.”“Kamu

    Last Updated : 2023-11-25
  • Benih Haram Kakak Ipar   Rintihan Wanita Muda

    “Argh, tubuhku sakit…,” rintih seorang wanita muda yang baru saja tersadar di atas sebuah karpet rasfur lembut berwarna putih. Dengan susah payah ia memaksa tubuhnya yang seakan remuk itu untuk duduk. Namun, mata bulatnya tak percaya dengan apa yang ia lihat? Tubuh putih dengan lekukan menggoda itu kini polos tanpa ada sehelai kainpun yang menutup. Wanita malang itu sangat terkejut sehingga tangannya mencoba untuk menyembunyikan bagian penting di tubuh yang masih bisa ia raih, tetapi tangannya hanya dua tak mungkin mampu menutup semuanya. Matanya kini menatap ke sekeliling sambil mengingat apa yang terjadi. Baju tidur merah muda yang digunakan semalam menjadi fokus utama yang melintas, baju itu tercecer di sembarang tempat. “Tuhan, kebodohan apa yang aku lakukan!” sesalnya sambil berusaha berdiri. Area bawahnya terasa nyeri bahkan bercak darah kering tampak sedikit menempel di kulit putihnya, kini meski dengan tertatih ia mencoba meraih pakaian yang tercecer di ruang keluarga. Ruang y

    Last Updated : 2023-10-05
  • Benih Haram Kakak Ipar   Jalan Keluar yang Terbaik

    Sebuah tanya yang membuat Ge hanya mampu tertunduk dan menangis, ia tak bisa mengatakan apapun sedangkan Andra tampak bingung saat melihat ekspresi yang ditunjukkan oleh Ge. Lelaki itu tak perlu lagi mendengar jawaban dari bibirnya karena raut wajah pilu itu telah menjelaskan segalanya. Kini Andra terlihat berpikir keras bahkan wajahnya terlihat sangat tertekan.“Jadi--- jadi benar aku telah merenggut kesucianmu ‘kan Ge?” Andra berdiri menatap sang adik ipar. Namun, sesaat kemudian sebuah kata terlontar dari mulut lelaki itu. Kata yang membuat Ge merasa langit telah runtuh dan bumi telah terbelah karena lelaki yang selama ini sangat Ge hormati tampak menyalahkannya akan apa yang terjadi. Tuduhan demi tuduhan bagai guntur yang memekakkan telinganya.“Ge, kamu ini bukan lagi anak kecil yang tak tahu dampak dari kesalahan yang kita perbuat lalu kenapa kamu diam saja saat aku tanpa sadar melakukannya? Apa yang kamu pikirkan Ge!” teriak Andra tepat di wajah Geshara.“Aku bukan diam saja Ma

    Last Updated : 2023-10-05

Latest chapter

  • Benih Haram Kakak Ipar   Ge, Jatuh

    Bab 9Dalam suasana yang diselimuti rasa sedih dan kecewa itu kini sebuah mobil memasuki halaman rumah yang membuat Andra menatap ke arah Ge demikian juga Ge.“Mama!” seru Andra yang berbarengan dengan Ge yang mengucapkan kata, “Tante!”“Mas, apa yang harus kita katakan pada Tante Raina?”“Ge jangan katakan apa-apa tentang Natasha kecuali kalau mama memang bertanya.”“Kenapa kalian duduk di situ?”“Bibi! Buatkan aku minuman dingin, cepat ya!”“Tante, Bibi baru saja kami minta untuk pulang. Jadi biar saya buatkan minuman dingin. Tante mau minum teh manis, sirup atau jeruk peras?”“Aku kan punya menantu kenapa harus kamu yang melayani aku? Panggil Kakakmu dan katakan untuk membuatkan aku minuman dingin. ““Mama ini mau minum saja pilih-pilih. Sudah Ge ambilkan air putih di dalam kulkas untuk Mama.”“Kamu

  • Benih Haram Kakak Ipar   Ternyata Kamu Selingkuh

    Bab 8Bi Iroh duduk sambil menyuapkan teh hangat.“Habis Bapak ini ngomongnya suka kaya yang beneran. Maaf ya Non jadi saja Bibi salah sangka dan bilang yang enggak-enggak tadi.”“Ga apa Bi, namanya juga salah paham. Lagian Mas Andra ini nih kalau ga tahu ceritanya jangan asal ngomong.”“Maaf, tadi Mas cuman dengar ada kata hamil gitu, jadi aku pikir kamu hamil padahal kamu cyman bilang kenapa penyakit kamu ini kaya orang hamil. Ya sudah, maaf ya adikku yang cantik jangan manyun dan cepet sembuh. Mas sekarang mau nyusul Kakak kamu dulu kekamar.” Andra tersenyum lalu berlari untuk menyusul istrinya yang berada di kamar. Namun, saat ia berada di depan pintu kamarnya, ia sangat terkejut.“Loh Sayang kamu lagi ngapain?”“Mas, maaf aku harus jujur padamu jika aku tak lagi mencintaimu dan aku juga tak bisa jika harus hidup bersamamu dan terus menerus berpura-pura menjadi istri yang baik sedangkan hatiku tak bahagia. Namun, aku meminta sesuatu darimu untuk terakhir kalinya. Selama Ge belum m

  • Benih Haram Kakak Ipar   Terungkap

    Bab 7 Pikiran yang terlintas itu seketika berubah mana kala Ge melihat wajah teduh Kakaknya. “Jika aku jujur pasti Kakak akan kecewa dan membenciku. Aku belum siap kehilangan kasih sayang Kakak yan selama ini selalu ada di sisiku. Meski setelah kepergiannya saat itu, entah mengapa Kak Natasha terlihat selalu menghindar,” pikir Ge. “Kak, aku ingin tidur di temani Kakak apa boleh?” Mata Natasha menatap adiknya seaka tak percaya dengan apa yang di inginkan adik satu-satunya itu. “Ge, kamu ini sudah besar masa tidur aja minta di temenin. Sudah mana obatmu? Kamu harus minum obat dan tidurlah.” “Nat, aku ambil dulu obatnya. Aku lupa tak membawanya tadi, atau kamu buatkan saja dulu bubur atau appaun yang bisa Ge makan karena obatnya harus di minum sesudah makan.” “Loh, bukannya itu obat Mas?” Natasha menunjuk sebuah plastik putih yang terdapat logo sebuah klinik. “Itu… itu cuman obat Magh, kalau obat yang lain di mobil.” “Memangnya Ge sakit apa saja?” “Anu, itu, sepertinya asam lamb

  • Benih Haram Kakak Ipar   Merahasiakan

    Bab 6Kini Andra dan Ge menuju ke tempat pengambilan obat tetapi tampaknya Mama Raina masih menunggu di tempatnya tadi memuat Andra maupun Ge sangat khawatir di buatnya. Untung saja saat obat-obatan telah rapi dan dimasukkan dalam sebuah kantong, nama asisten rumah tangga Mama Raina dipanggil oleh Suster, maka mau tak mau si Nyonya kaya itu pun meninggalkan tempat menuju ke arah ruang pemeriksaan.“Syukurlah Ge, Mama ga nungguin kita lagi. Bisa kacau kalau sampai Mama tahu isi obat yang kamu dapatkan.” Andra buru-buru mengajak Ge keluar dari ruangan itu.“Mas, apa Kak Natasha bisa kita bohongi sedangkan perut ku pasti nanti akan semakin membesar,” ucap Ge saat menuju ke luar Klinik, matanya masih menatap seorang Ibu hamil yang kebetulan berpapasan dengannya.“Kamu harus pergi Ge.” Andra yang tanpa sengaja mengucapkan itu memandang kearah Ge cemas, ia takut menyinggung perasaan wanita yang kini mengandung benihnya itu.“Maksudku mungkin lebih baik jika kamu menjauh dari rumah kami dulu

  • Benih Haram Kakak Ipar   Geshara Hamil?

    Andra menepuk pipi Ge, tapi gadis bukan perawan itu tampak tak juga sadar. Melihat keadaan itu Andra membopong tubuh mungil yang tampak pucat ke dalam mobilnya, Andra sangat khawatir akan keadaan Ge yang seperti itu bahkan matanya tampak berkali-kali menatap wajah Ge yang belum juga sadar. Mobil Andra telah sampai ke halaman sebuah klinik kecil lalu lelaki itu kembali membopong Ge menuju ke dalam. Beberapa Suster yang melihat kehadiran Andra langsung membantu membawa Ge menuju ke ruang pemeriksaan.“Apa pasien sudah sarapan Pak?”“Sudah Dok,” jawab Andra pasti.“Kalau begitu kami akan mengambil darah pasien untuk pemeriksaan lebih lanjut ya, Pak. Kami khawatir selain kondisi kurang darah yang ia alami juga ada penyebab lainnya. Jadi sebaiknya kita tunggu pemeriksaan darah itu sebentar ya.”Ge memang sudah sadar tetapi entah kenapa ia sangat tidak nyaman dengan aroma obat-obatan yang menyeruak di ruangannya yang membuat ia mual lalu muntah begitu saja.“Ge kamu kenapa sih? Aku akan men

  • Benih Haram Kakak Ipar   Natasha Berubah

    Sebuah kata yang terlontar disertai mimik wajah yang seakan menggambarkan keengganan menjadi sebuah jawab yang tak dapat Andra dan Ge sangka.“Kak, sebenarnya apa yang terjadi pada Kakak? Kenapa Kakak jadi seperti ini? Aku rindu Kakakku yang begitu lembut, Kak!” Kini Ge memeluk tubuh Kakaknya dengan erat seakan ingin meyakinkan pada wanita itu jika ia benar-benar mencintainya. Sedang yang di peluk tak bergeming, ia hanya menatap kedepan meski dari matanya ada sebuah perasaan yang membuat hatinya bergetar.“Baik… baiklah aku akan ke rumah itu, tapi bukan untuk selamanya. Aku hanya akan kembali beberapa saat, tapi nanti jangan melarangku untuk melakukan apapun yang aku inginkan dan kalian juga tidak boleh banyak tanya!”“Nat, apapun yang kamu mau lakukan, lakukanlah asal kamu mau pulang, Sayang?”“Ya….” Wanita itu melepas pelukan adiknya lalu menarik koper yang masih terlihat tertutup.“Aku yang bawa ya, Sayang?” Andra meraih koper itu lalu mendorongnya. Namun, sebelah tangannya masih m

  • Benih Haram Kakak Ipar   Semua Demi Cinta

    Jantung Andra seakan ingin melonjak keluar saat ia mendengar sebuah suara yang ia sangat kenali itu bertanya padanya.“Dra, kamu ini ngapain sih? Ditanya kok malah mematung di situ?”“Mah, Andra cuman mau….” Andra tak tahu harus menjawab apa, tapi ia harus berpikir keras agar ibunya itu tak curiga.“Apa? Kamu mau nyuci karpet itu? Seharusnya kamu dengerin kata Mama Dra, jangan cuman nurutin apa kata istri tercintamu yang ga tahu diri itu.”“Mah….”“Mulai besok kamu pekerjakan pembantu yang tinggal di rumah ini 24 jam seperti yang Mama sarankan dulu, biar kamu ga repot di pagi buta begini. Bos besar putra dari Raina Mukidi yang berdarah ningrat, tapi bawa cucian ke ruang cuci. Memalukan…!”“Mah, ini ga setiap hari juga kok Andra lakukan. Cuman tadi kebetulan Andra menumpahkan saus ke karpet ini, lagian Mama datang ke rumah Andra di pagi buta gini mau apa?”“Orang suruhan Mama bilang istri kamu mendarat di bandara dengan penerbangan terakhir semalam.”“Natasha? Di bandara?”“Iya, dia da

  • Benih Haram Kakak Ipar   Jalan Keluar yang Terbaik

    Sebuah tanya yang membuat Ge hanya mampu tertunduk dan menangis, ia tak bisa mengatakan apapun sedangkan Andra tampak bingung saat melihat ekspresi yang ditunjukkan oleh Ge. Lelaki itu tak perlu lagi mendengar jawaban dari bibirnya karena raut wajah pilu itu telah menjelaskan segalanya. Kini Andra terlihat berpikir keras bahkan wajahnya terlihat sangat tertekan.“Jadi--- jadi benar aku telah merenggut kesucianmu ‘kan Ge?” Andra berdiri menatap sang adik ipar. Namun, sesaat kemudian sebuah kata terlontar dari mulut lelaki itu. Kata yang membuat Ge merasa langit telah runtuh dan bumi telah terbelah karena lelaki yang selama ini sangat Ge hormati tampak menyalahkannya akan apa yang terjadi. Tuduhan demi tuduhan bagai guntur yang memekakkan telinganya.“Ge, kamu ini bukan lagi anak kecil yang tak tahu dampak dari kesalahan yang kita perbuat lalu kenapa kamu diam saja saat aku tanpa sadar melakukannya? Apa yang kamu pikirkan Ge!” teriak Andra tepat di wajah Geshara.“Aku bukan diam saja Ma

  • Benih Haram Kakak Ipar   Rintihan Wanita Muda

    “Argh, tubuhku sakit…,” rintih seorang wanita muda yang baru saja tersadar di atas sebuah karpet rasfur lembut berwarna putih. Dengan susah payah ia memaksa tubuhnya yang seakan remuk itu untuk duduk. Namun, mata bulatnya tak percaya dengan apa yang ia lihat? Tubuh putih dengan lekukan menggoda itu kini polos tanpa ada sehelai kainpun yang menutup. Wanita malang itu sangat terkejut sehingga tangannya mencoba untuk menyembunyikan bagian penting di tubuh yang masih bisa ia raih, tetapi tangannya hanya dua tak mungkin mampu menutup semuanya. Matanya kini menatap ke sekeliling sambil mengingat apa yang terjadi. Baju tidur merah muda yang digunakan semalam menjadi fokus utama yang melintas, baju itu tercecer di sembarang tempat. “Tuhan, kebodohan apa yang aku lakukan!” sesalnya sambil berusaha berdiri. Area bawahnya terasa nyeri bahkan bercak darah kering tampak sedikit menempel di kulit putihnya, kini meski dengan tertatih ia mencoba meraih pakaian yang tercecer di ruang keluarga. Ruang y

Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status