Home / Thriller / BROKEN / Garis Dua dan Pulihnya Ingatan Jess

Share

Garis Dua dan Pulihnya Ingatan Jess

Author: Eluna
last update Last Updated: 2021-11-12 14:08:50

“Michele!” teriak Jess dari dalam kamar.

“Ada apa? Apa kau membutuhkan sesuatu?” sahut Michele saat berjalan tergopoh-gopoh memenuhi panggilan Jess.

“Kenapa kau mengurungku di sini?”

“Aku hanya memenuhi permintaan Nick!”

“Kenapa dia melakukannya tanpa memberitahuku apa-apa?”

“Maafkan aku, Jess! Nick memberitahuku kalau dia sudah menemukan putra kalian, dan kondisi mereka tidak baik-baik saja. Penjahat itu juga mengincarmu!” jelas Michele.

“Apa?”

“Kenapa kau baru memberitahuku sekarang?”

“Aku hanya tidak ingin membuatmu khawatir!”

“Lalu, dengan tidak memberitahuku, apa aku akan tenang?” Michele terdiam membenarkan wanita yang masih mengomel tersebut. Akan tetapi, dia tidak bisa melakukan apa-apa. Bahkan, untuk memantau keadaan di luar pun tidak bisa.

Di tengah-tengah rasa cemas yang melanda, tiba-

Locked Chapter
Continue Reading on GoodNovel
Scan code to download App

Related chapters

  • BROKEN   Pelarian Devada

    Devada berjalan tak tentu arah, pancaran kemelut mengiringi untaian air mata yang tertahan. Emosi yang merasuk telah menguasainya dengan sempurna. Membunuh kesadaran dan rasa empati, dia tidak peduli dengan kekacauan di sekitar yang ditimbulkan oleh sikap arogannya. Gadis yang hampir sekarat itu terus merusak segalanya di sepanjang kaki melangkah. Bangunan-bangunan terpanggang api. Jasad-jasad manusia dan hewan bergelimpangan dengan luka bakar yang mengerikan. Mobil-mobil saling bertabrakan, jerit tangis anak-anak melangit. Lago Sul riuh dengan bunyi mobil pemadam kebakaran, polisi, dan sirine ambulance. “Mommy …!” Selama lebih dari dua puluh tahun hidup dalam bayang-bayang penyiksaan, kini jawaban tentang kebencian Jess padanya datang dengan sendirinya. Siapa yang harus disalahkan? Dia tidak pernah meminta untuk lahir di rahim siapa. Bahkan, dia tidak pernah tahu jika ini adalah bagian dari syarat untuk bisa melihat dunia yang mengiming-imingi berbagai macam rupa ke

    Last Updated : 2021-11-15
  • BROKEN   Jess Meninggal

    Mendung masih berkabut di dalam kamar megah sepasang insan yang saling mencintai. Jess masih bertahan dengan hujan yang mengucur deras dari pelupuk mata. Sebuah wajah penuh kesenduan bersembunyi di balik tekukan kaki. Matanya masih mencoba menyibak tabir di balik kata tanya yang melelahkan. Takdir mengajarinya rupa-rupa permainan yang mengandung banyak kepahitan di balik bungkusnya yang begitu manis.Kini, ia mendapati kenyataan yang berkali-kali lipat lebih menyakitkan di saat kehidupan baru mulai bersemayam di rahim. Bagaimana ia akan menata kehidupan yang akan datang di fase selanjutnya? Cinta buta yang melebur bersama rasa kecewa yang besar sudah membuatnya gagal memenuhi kewajibannya kepada Elfara. Apa yang akan terjadi, jika jiwa di dalam perutnya sampai terlahir ke dunia? Tangis Jess meledak di sela-sela himpitan kaki.Kepalanya kemudian mendongak, mencari-cari sesuatu yang melintas di pikiran. Fokusnya bertaut pada meja di mana gulungan stiker warna-warni berha

    Last Updated : 2021-11-17
  • BROKEN   Jess Belum Mati

    Kepergian Jess yang tiba-tiba menjadi sebuah elegi bagi Nick. Senyum indah yang berpendar beberapa waktu lalu telah meranggas mengikuti alur yang tercipta. Nick memandang sendu wajah cantik istrinya di dalam peti yang telah dihias oleh bunga. Hari ini, Jess memakai dress ala putri berwarna putih dengan riasan tipis. Dress semata kaki yang dihiasi mutiara asli di bagian rok dan pinggiran lengan serta dada tersebut adalah pakaian kesukaan Jess. Jika dulu wanita itu mengenakannya dengan senyum dan mata yang berbinar maka hari ini dia mengenakannya dengan mata terpejam.“Maaf, Nick. Aku belum bisa menemukan keberadaan Dev, kamera pengintai yang ada di kalungnya tidak menampilkan apa-apa.” Suara Michele membuat Nick menoleh.“Dia pasti pergi ke tempat yang tidak bisa dijangkau untuk menenangkan diri,” sahut Michele. Nick berjalan mendekati peti. Menatap wajah istrinya untuk yang terakhir kali sebelum misa arwah dan upacara pemakaman dimulai. Sentuhan

    Last Updated : 2021-11-20
  • BROKEN   Permintaan yang Berat

    “Jessy!” panggil Nick lirih. Ia membuang napas lega melihat istrinya masih berada di tempat yang sama. Itu artinya wanita yang hampir membunuhnya tadi bukan Jess.Tanpa pikir panjang, Nick bergegas turun kembali ke ruang perjamuan. Kosong. Wanita itu tidak lagi berada di sana. Bahkan, noda darah yang mengotori lantai juga tidak terlihat. Lantai tampak kering dan bersih. Nick menyalakan semua lampu dan memeriksa seluruh sudut ruangan hingga ke area luar rumah. Akan tetapi, dia tidak melihat siapa-siapa. Hanya ada kabut yang tersorot lampu. Nick kembali memasuki rumah dengan pikiran kalut. Dia meraup wajah dengan telapak tangan. Darah yang sempat mengaliri hidung tidak ada. Nick mengarahkan dirinya ke cermin yang berada di kamar. Tidak ada luka sedikitpun di keningnya.“Kenapa semuanya terasa membingungkan? Apa aku sudah gila?”Pagi menjelang, Nick menyiapkan sarapan untuk Jess. Berbagai menu kesukaan istrinya telah tersaji di atas meja. Se

    Last Updated : 2021-11-22
  • BROKEN   Menjenguk Jess di Penjara

    Nick termenung, memikirkan permintaan Dev yang begitu sulit. Jika ia menolak maka sekali lagi ia akan menyakiti perasaan anaknya. Apa pun alasannya, Dev memang berhak untuk mengetahui siapa ibu kandungnya. Dia sama sekali tidak keberatan. Terlebih ketika anak itu sudah terlanjur tahu bahwa Jess bukanlah ibu yang mengandungnya.“Bagaimana caraku untuk mempertemukan kalian? Ibumu hidup dalam hutan yang berbahaya. Aku masih ingat betul ketika setan-setan berwujud wanita cantik itu berusaha merebutmu dariku. Bahkan, mereka sangat bernapsu untuk membunuhmu, Dev.” Nick menghela napas panjang.“Mungkin sudah waktunya kau tahu.” Nick menambahkan.“Tahu apa, Daddy?” Dev memandang ayahnya dengan mimik serius.“Ibumu adalah bagian dari kelompok yang membunuh banyak laki-laki dengan cara yang biadab,” ungkap Nick, kemudian ia menceritakan serangkaian peristiwa mengerikan saat menjelajah. Devada menyimak. Di bagian terte

    Last Updated : 2021-11-25
  • BROKEN   Obat Perangsang

    Kegelisahan terus berputar mengerubungi keluarga Erhan. Tak hanya Nick yang merasa hidup di bawah tekanan tinggi. Pun dengan Devada. Anak itu tidak hanya belum menerima gender barunya sebagai perempuan, tetapi juga sulit menerima kenyataan bahwa dia hanyalah anak hasil dari pengkhianatan. Bahkan, ia tidak tahu pasti tentang identitas ibunya. Apakah wanita yang melahirkannya itu manusia atau makhluk lain seperti yang Nick katakan. Semua terasa begitu rumit, mengingat ia belum berhasil menemukan Elfara. Devada berteriak frustrasi di kamar bernuansa dark blue miliknya.“Sial! Semua yang terjadi membuat kepalaku sangat sakit. Aku tidak bisa berdiam diri di sini. Aku harus segera menemukan Elfara agar aku bisa mengurus urusanku sendiri.” Dia menyambar topi hitam yang tersimpan di lemari khusus setelah mengikat rambut hitamnya, lalu membawa langkahnya ke luar Lago Sul. Gadis itu menyusuri ibu kota. Berkali-kali, ia berusaha menggunakan mata ke tiga. Namun, yang terlihat

    Last Updated : 2021-11-29
  • BROKEN   Sosok Anak Kecil yang Keluar Dari Dalam Dinding

    Devada menyipitkan mata ketika lukisan karya Francis Bacon itu mengeluarkan darah, lalu terjatuh. Ia berjalan seraya memandang lekat dinding yang menjadi sandaran lukisan tersebut. Ada retakan yang bergerak yang membuat lapisannya terkelupas. Tampak denyutan yang makin lama makin besar. Tubuh Devada terseret mundur ketika tiba-tiba sebuah kepala muncul dari sana. Gelombang amarah yang meledak-ledak kini berubah haluan. Ia kehilangan kendali atas gemuruh yang membungkus jantungnya. Kepala seukuran anak kecil itu telah menyembul sempurna dari dalam dinding. Jari-jari berkuku runcing merambat turun ke lantai, menyeret bagian tubuhnya dengan sempurna. Tubuh kecil itu berdiri dengan rambut panjang menjuntai menutupi sebagian wajah. Sebelah matanya yang hitam tajam menusuk Devada penuh kebencian. “Happy death day to you!” Suara khas anak kecil keluar dari sosok berwajah pucat tersebut. Kakinya yang tinggi sebelah berayun mengitari Devada. Mulut kecilnya tak berhenti menden

    Last Updated : 2021-12-01
  • BROKEN   Kembali ke Hutan Larangan

    “Kita akan menggunakan heli pribadi di markas komunitas!” terang Nick seraya menarik resleting ransel berisi perlengkapan-perlengkapan yang diperlukan untuk menjelajah.“Itu tidak perlu! Hanya akan membuang-buang waktu!” cegah Devada membuat Nick mengernyit.“Memangnya ada yang lebih cepat dari itu?”“Kau melupakan satu hal, Dad! Aku mewarisi darah yang berbeda, bukan? Tidak sulit bagiku untuk sampai ke sana dalam waktu yang singkat.”“Iya, aku melupakan keistimewaanmu.”“Siapkan mentalmu, Dad!” Devada memperingatkan. Mereka berjalan ke luar gedung.“Kemarilah!” Nick mengangguk dan membiarkan Devada menggenggam tangannya.Memejamkan mata sekilas, Devada mempererat genggamannya, lalu melesat cepat ketika matanya kembali terbuka. Nick yang terkesiap memekik. Laju kaki yang cepat itu berhasil membuat bagian dalam

    Last Updated : 2021-12-06

Latest chapter

  • BROKEN   Akhir hidup Ezhar

    “Callin?” Dev tersenyum miring mendengar suara gelisah Ezhar.“Kau menyentuh bonekaku?”“Tenanglah, aku hanya sebentar saja memainkannya!” Ezhar menjawab.“Tinggalkan kami, Ezhar! Aku ingin memainkannya sendiri.” Setelah berkata demikian, Ezhar mulai menghitung langkah dengan sorot mata penuh pertanyaan.Beberapa saat setelah kepergian Ezhar, Callin memulai aksinya. Ruangan 3x4 meter itu penuh dengan raungannya. Tidak ada apa pun yang bisa menjadi tempat pelampiasannya kecuali Dev. Callin menjadikan adiknya seperti mainan yang tidak diinginkan. Sesekali, tinju-tinjunya dilayangkan pada wajahnya sendiri. Hal itu membuat kepala Dev dipenuhi tanda tanya.“Apakah dia sedang mengingat penderitaannya?” gumam Dev.“Cih, untuk apa aku peduli soal dia!” Dev menggeliatkan sedikit badannya yang dipenuhi darah. Walaupun sedikit, pergerakannya membuat besi rantai yang membelenggu tangannya bergemerincing. Callin yang tengah berusaha untuk tenang seketika menoleh. Membalik badan dan menusuk Dev den

  • BROKEN   Rumah Penyiksaan

    Boom!Dentuman menggelegar meriuhkan jagat. Angin berdebu mengaburkan penglihatan dalam sejenak. Dalam satu pukulan itu, Callin berhasil membuat seluruh tempat menjadi porak-poranda."Dev!" Michele kembali berteriak saat dia melihat Dev bertelengkup dan mengangkat kepala dengan lemah."Jika kau ingin selamat, diam dan pergilah!" Callin berkata dingin kepada Michele. Dia kemudian menyeru semua anggota yang tersisa dan mengisyaratkan Ezhar untuk pergi."Dev!" Teriakan Michele terdengar pilu. Dia harus menyaksikan Callin menyeret Dev seperti menyeret babi hutan.Di sebuah tempat tersembunyi di São Paulo, Dev diasingkan. Rumah kayu yang tak bersekat di sana akan menjadi tempat baru yang sangat mengerikan untuk Dev. Bayangan Callin akan mengulitinya hidup-hidup terus berputar di kepala dan mungkin itu akan terwujud saat Callin muncul dengan tombak bermata tiga di tangannya."Apa kau merasa lelah dengan perjalanan kita sampai kau harus tidak sadarkan diri dalam waktu selama itu?" Callin ber

  • BROKEN   Kekalahan Dev

    "Dasar anak bodoh!" Elios membuka mata dan melihat Dev sudah ada di depannya."Kau? Apa kau berubah pikiran?" Elios menebak. Dev mendecak. Tidak bisa memahami jalan pikiran pemuda latin itu."Ikut aku!""Tidak! Aku harus mencari Devada.""Lupakan dia!""Hei, apa kau sudah gila?" Elios mendecih. Terlihat sangat tidak suka dengan perkataan Dev."Ikut aku jika kau ingin selamat." Elios memberi tanda penolakan dengan menggeleng."Kau bukan Tuhan yang menjamin keselamatanku. Bagaimana mungkin aku mengikuti orang yang tidak kukenal sementara gadis yang aku cintai sedang dalam bahaya?" Dada Dev kembang kempis. Ingin memukul Elios, tetapi pemuda itu tidak sepenuhnya salah."Kau terlalu banyak membual, Elios!" Dev berkata dingin."Membual? Apa kau tidak pernah mencintai seseorang sehingga kau bertindak seperti orang yang tidak punya hati?""Hei ... dia sudah mati!" Seketika, bentakan Dev membuat tangan Elios melayang keras ke pipi Dev."Dev! Sudah!" Michele menahan tangan Dev yang sudah terkep

  • BROKEN   Pernyataan Michele

    "Devada? Di mana Devada?" Seorang pemuda terbangun cemas setelah pingsan dari perjalanan menuju tempat tersembunyi."Diamlah, Elios!" Dev menghentikan aktivitas tangannya. Elios terhenyak, tetapi bukan karena suara dingin Dev melainkan laki-laki yang tergeletak tak berdaya di depan Dev."Siapa kau? Apa yang kau lakukan pada orang itu?" Elios tersudut pada dipan yang menjadi dinding rumah yang mereka singgahi.Dev memutar badannya, lalu menumpahi Elios dengan tatapan kesal. Selanjutnya sebuah tanggapan dia haturkan, "Seharusnya aku meninggalkanmu saja di tempat terkutuk itu!"Dev mengangkat beban tubuhnya meninggalkan Elios yang belum pulih dari rasa syok. Hanya sebentar saja mengambil secawan air putih dia ambil dari mata air di area yang tidak jauh, lalu kembali lagi ke ruangan di mana Elios berada."Minumlah!" Dev mengulurkan gelas bambu pada Elios."Terima kasih!" balas Elios, keruh di wajahnya sudah hilang."Katakan kalau kau merasa lebih baik." Dev membalas."Maaf, aku sudah sala

  • BROKEN   Saat Semua Yang Mati Kembali Hidup

    "Apa hasilnya?" Dev menatap punggung seorang dokter yang baru saja memeriksa keadaannya. Dia beringsut dari brankar, lalu duduk."Tunggulah! Kau pasti akan mengetahuinya. Sekarang, kau hanya perlu pulang dan istirahat." Dokter perempuan itu berkata sambil berkutat dengan pekerjaannya."Aku tidak memiliki banyak waktu, Dokter!""Sepertinya kau tidak kalah sibuk dengan Jair Bolsonaro yang seorang pria nomor satu di Brazil." Dokter itu kemudian terbahak. Namun, keadaan menjadi hening ketika Dev menghentakkan telapak tangannya di meja."Ternyata kau sama keras kepalanya dengan ayahmu!""Jika aku menjadi pemilik rumah sakit ini, aku tidak akan membiarkan orang sepertimu menjadi tenaga kerja." Ucapan Dev membuat dokter itu mengunci tatapannya dalam sekejap."Apa kau benar-benar siap untuk mengetahui kenyataan yang sebenarnya, Dev Sasaka Erhan?" Mata tajam Dev seketika jatuh pada perempuan berseragam di seberangnya. Tidak disangka, dokter itu sudah terlebih dahulu menusuknya.Ketegangan meng

  • BROKEN   Bercinta Dengan Iblis

    "Siapa kau?" Perempuan telanjang itu bergeming dan terus mendekati Dev dengan membawa ular di tubuhnya. Dev mengelak saat perempuan aneh itu mengendusnya."Menyingkir dariku, Jalang!" Dev terlihat marah. Akan tetapi, lawan bicaranya hanya tersenyum, memamerkan gigi taring. Saat melihat itu, seketika Dev mengerti bahwa dia sedang berhadapan dengan iblis. "Apakah kau yang mereka panggil dengan sebutan dewi?" Dev mengejek."Jika kau makin banyak bicara maka aku akan makin tertarik. Mulutmu sangat wangi dengan bau Asmodeus. Kau sudah memakan jatahku malam ini dan kau harus menggantinya." Perempuan itu berkata sambil mengendus leher Dev. Jilatan lidahnya membuat Dev merasa sedikit terlena."Apa maksudmu?" tanya Dev."Raja Asmodeus, kau adalah raja kegelapan. Setiap tatapanmu adalah mutiara. Engkau Bapak penguasa singgasana neraka. Birahi dan napsu tunduk di bawah kakimu. Aku datang sebagai kekasihmu, naungi aku dengan geloramu. Berkati aku dengan keringatmu. Aku mempersembahkan seluruh ke

  • BROKEN   Hilang Kesucian Di Ranjang Succubus

    Dev masih menunggu orang-orang itu melepas topeng. Dengan sabar, dia menyimak obrolan yang mungkin akan memberinya petunjuk. Seseorang datang menduduki kursi agung. Sepertinya ia adalah pemimpin kelompok. Ia berkata, "Apa kalian sudah menjalankan tugas dengan baik?" Dari suaranya Dev tahu bahwa orang itu adalah perempuan."Tentu. Semua berjalan seperti yang kau inginkan. Jess sudah mati setelah melewati penderitaan yang pantas." Seorang laki-laki menjawab. Dev merasa tidak asing dengan suara tersebut."Bagus. Semua berkat Dewi Lilith. Haimm untuknya." Wanita itu menyeru."Wanita cantik, Lilith! Kau adalah angin malam. Ketika rambut panjangmu mengalir tanpa suara, tatapanmu menusuk hati para pria. Dalam kegelapan bayanganmu tumbuh. Dark Moon Lilith, ular yang menyiksa. Aku mengagumimu tanpa rasa takut. Dewi, kau penting dan kaulah yang aku hormati. Ibu Lilith yang selamat dari sisa-sisa waktu, roh dari semua yang liar. Perwujudanmu kematian Ilahi. Aku datang sebagai anakmu. Lindungi aku

  • BROKEN   Bisikan Asmodeus

    "Kau pikir aku tertarik dengan dunia sihir?" Elfara memandang gusar pada Dev."Aku tidak bertanya seperti itu, kan? Aku menemukannya di kamarmu.""Terserah kau, aku tidak peduli." Elfara berkata dingin dan Dev memilih diam. Tidak ingin memperburuk suasana hati Elfara.Sesampainya di rumah, keduanya saling diam hingga malam menjelang. Keanehan pun kembali terjadi. Dev di dalam kamarnya beberapa kali mendengar eraman naga, tetapi tidak bisa melihat wujudnya.Dalam keresahan, Dev menutup kedua lubang telinganya. Entah mengapa, tiba-tiba rasa panas mulai mengalir ke seluruh tubuhnya. Keringat mulai lolos dari pori-pori. Tetiba, Dev sangat membenci audio yang Mehmet setting putar otomatis setiap pagi, siang, dan malam. "Argh!" Dev mulai menggelinjang dan mulai merasakan listrik bertegangan rendah menyengat kakinya."Asmodeus!" gumamnya. Dia melihat makhluk berkepala tiga pada pantulan lemari kaca dengan wajah yang sangat murka."Mehmet é um inimigo em um cobertor! Você tem que matá-lo!" A

  • BROKEN   Sigil Lilith di Bawah Ranjang Elfara

    "Elfara!" Dev tergopoh-gopoh ke kamar rawat kakaknya. Gadis itu tampak sangat ketakutan."Apa ada yang menyakitimu?" Dev berusaha menenangkan Elfara."Nania! Nania menerorku!" Elfara menjawab setelah beberapa lama terpaku sejak kedatangan Dev. Genggaman Dev terlepas dari bahu kakaknya."Tenanglah! Aku akan memastikan dia tidak akan mengganggumu lagi." Sekeluarnya Dev dari kamar rawat Elfara, dia memutuskan keluar dari gedung rumah sakit."Cari tahu kebenarannya terlebih dahulu sebelum kau melakukan sesuatu." Langkah Dev terhenti di halaman depan rumah sakit."Kau mendengar semuanya. Apa kau tidak percaya pada Elfara?" Dev bertanya dengan tatapan lurus ke depan."Orang cerdas akan bersikap bijak, bukan?""Ya, aku mengamati Nania sejak lama. Aku harap kau tidak keberatan, Paman Mehmet!""Tentu. Aku selalu berpihak pada kebenaran."Dev menyiram tubuhnya yang lengket di bawah shower. Sejak dikejutkan oleh perubahan bentuk fisiknya, dia belum merasakan segarnya sentuhan air. Di bawah guyur

Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status