Home / Romansa / Anak Rahasia Sang Presdir / Diana Mengusir Ariana

Share

Diana Mengusir Ariana

Author: Missia
last update Last Updated: 2024-08-08 19:41:19

“Ariana, ayo kita menikah!”

Ucapan singkat itu membuat Ariana menganga sepenuhnya. Dalam beberapa detik, ia membeku seperti ada yang rusak dalam pikirannya. Ariana pun mengerjap beberapa kali dan berusaha meyakinkan dirinya bahwa ia tidak salah dengar.

“... apa? Me ... nikah?”

Saka mengangguk mantap. “Iya, menikah. Tapi hanya pernikahan pura-pura,” sambung Saka.

Mendengar kata terakhir itu, Ariana menghela napas panjang. “Oh … pura-pura,” gumamnya. Hampir saja ia mati karena terkejut, ternyata itulah yang diingankan Saka sebenarnya.

“Tidak ada jalan lain lagi untuk membersihkan namaku dan namamu selain dengan jalan pernikahan. Ini juga untuk kebaikan Felix” jelas Saka sekali lagi. “Jika aku membuat konferensi pers dan membantah berita itu, yang ada Felix akan tersakiti dan akan susah untuk mengumumkannya sebagai pewaris di masa depan nanti.”

Saka melanjutkan, “Dengan pernikahan ini, kita bisa mengumumkan bahwa Felix bukanlah anak haram. Nama Felix akan bersih dan tidak ada lagi omonga
Locked Chapter
Continue Reading on GoodNovel
Scan code to download App

Related chapters

  • Anak Rahasia Sang Presdir   Mengunjungi Makam

    Langit malam terasa tenang dan nampak indah untuk dipandang. Meski susah dilihat, tetapi bintang-bintang terlihat berusaha untuk memancarkan cahayanya. Ariana ingat bagaimana dulu bintang terlihat lebih banyak daripada hari ini. Ada suatu masa di mana Ariana menikmati pemandangan malam di atas bukit bersama dengan kedua orang tuanya. Mereka bertiga saling bercerita satu sama lain dan bertukar candaan. Saat itu Ariana masih sangat kecil dan membuatnya samar-samar mengingat wajah ibunya. Namun, ingatan itu selalu memberikan kesan hangat dalam hati Ariana. Bahkan saat ini, ia pun tengah tersenyum ketika memikirkannya.‘Rasanya saat itu aku tidak perlu mengkhawatirkan apa pun. Pekerjaanku hanya main, makan, dan tidur,’ batin Ariana. Perlahan senyuman Ariana menghilang. ‘Sekarang Papa dan Mama sudah tidak ada di sini, kuharap mereka bahagia di surga sana.’Ariana berdoa seperti itu meski ia merasakan bahwa kepergian kedua orang tuanya membuat dunianya tidak lagi terasa indah. Sejak merek

    Last Updated : 2024-08-11
  • Anak Rahasia Sang Presdir   Ancaman Diana

    “Hans, bantu aku. Aku tidak tahu kapan lagi aku punya waktu sebelum Saka menghukumku. Aku ingin bertemu dengan Ariana secepatnya.”Hans menghela napas panjang ketika mendengar tuannya berkata seperti itu. Satu-satunya cara membuat Jake tenang adalah dengan melakukan semua yang dimintanya. Jadi, Hans pun mengangguk.“Baiklah, Tuan Jake. Saya akan coba menghubungi Nona Ariana dengan bantuan Tuan Alano. Tapi, jangan sampai Anda ketahuan oleh Tuan Saka, ya? Beliau pasti akan sangat marah pada Anda dan tidak akan pernah memaafkan Anda lagi ke depannya,” ucap Hans khawatir.Mendengar hal itu, Jake pun tersenyum sangat lebar. Hans tidak pernah melihat Jake tersenyum selebar itu sejak ia terbangun dari komanya. Menyadari hal itu, Hans pun ikut senang melihatnya.“Terima kasih banyak, Hans! Kamu satu-satunya yang paling pengertian padaku dari dulu sampai sekarang! Aku juga baru sadar kalau kamu sangat setia padaku. Kalau orang lain, mereka pasti sudah meninggalkanku sejak aku mengambil jalan ya

    Last Updated : 2024-08-11
  • Anak Rahasia Sang Presdir   Ariana Pergi

    Ucapan Saka membuat Ariana mengepalkan kedua tangannya. Ia semakin memiliki alasan untuk membenci pria di depannya itu. ‘Mana mungkin aku bisa menyerahkan Felix begitu saja! Mau berapa banyak pun uang yang dia berikan, memangnya bisa membuatku menyerahkan Felix?! Ayah macam apa yang tega memisahkan anak dengan ibu kandungnya sendiri!’“Oke! Aku akan segera keluar dari sini!” balas Ariana dengan berani. “Aku akan pergi sesuai dengan apa yang Anda katakan barusan!”Mendengar Ariana yang mengatakan hal itu dengan lantang dan tanpa ragu-ragu membuat Saka terkejut. Ia tidak menyangka jika Ariana akan seberani itu. Bahkan, saat ini Ariana pun menatap Saka dengan nyalang. Hal itu membuat perasaan Saka menjadi marah.“Oh, baguslah kalau begitu! akan aku berikan uang kompensasinya padamu sekarang! Kamu pasti senang karena tidak perlu lagi mengkhawatirkan anakmu lagi, kan? Kamu bisa hidup berfoya-foya setelah ini!” balas Saka dengan seringai lebar. Meski begitu, sebenarnya Saka sama sekali tid

    Last Updated : 2024-08-13
  • Anak Rahasia Sang Presdir   Harga Diri Saka yang Terluka

    “Ariana, ayo makan dulu.”Alice mendekati Ariana sembari memberikan sepiring makanan untuk sahabatnya itu. Sejak pagi, Ariana tidak menyentuh makanan yang Alice masak untuknya, sampai matahari naik pun, Ariana belum juga makan.Akhirnya, Ariana mengambil piring yang disodorkan Alice kepadanya meski ia masih belum lapar. Entah mengapa nafsu makannya hilang, padahal ia belum makan sejak semalam.dengan tersenyum kecil, Ariana berkata, “Terima kasih. Maaf sampai repot-repot diambilkan, padahal aku bisa ambil sendiri.”Alice mendengkus dan duduk di sebelah Ariana. “Aku tidak percaya! Kalau tidak diambilkan, kau pasti tidak akan makan, bukan?” Alice merasa lega saat melihat Ariana tertawa dan mulai memakan makanannya. Ia sebenarnya khawatir karena melihat Ariana yang murung dan terus melamun.“Jadi, untuk ke depannya apa yang akan kamu lakukan?” tanya Alice penasaran. Semalam, Ariana tiba-tiba menghubunginya dan mengatakan bahwa ia berada di depan apartemennya. Dengan mata yang memerah,

    Last Updated : 2024-08-14
  • Anak Rahasia Sang Presdir   Saka Menjilat Ludah Sendiri

    “Mama!”“Apa?!” balas Diana. “Ucapan Mama memang benar, kan? Cepat usir wanita itu pergi! Luna adalah wanita yang paling cocok denganmu! Jangan pakai alasan kalau kamu tidak mencintainya! Cinta itu bisa tumbuh perlahan-lahan! Matamu pasti akan terbuka dan menyadari bahwa Luna adalah wanita yang sempurna!”Saka masih saja menganga. ia kehabisan kata-kata dengan ucapan Diana. Wanita itu terus memaksanya untuk segera menikahi Luna.“Ma, aku tidak mau wanita lain mengakui Felix sebagai anaknya!” putus Saka dengan tegas. “Mama kan juga seorang ibu! Masa Mama tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Ariana nantinya kalau mendengar hal itu?! Memangnya Mama akan menerima jika ada orang lain yang mengakuiku sebagai anaknya?!”Mendengar Saka yang berseru mengutarakan apa yang ada di dalam hatinya, Diana berkata, “Saka, Mama hanya ingin melakukan yang terbaik untuk kamu. Mama tidak bermaksud untuk—”“Tidak bermaksud apanya, Ma?” potong Saka dengan cepat. “Saka kan sudah bilang, untuk tidak per

    Last Updated : 2024-08-15
  • Anak Rahasia Sang Presdir   Penolakan Ariana

    Tok! Tok! Tok!Ting! Tong! Ting! Tong!Tok! Tok! Tok!Alice mengernyit kesal mendengar bunyi ketukan dan bel di pintu apartemennya yang tidak berhenti. Orang yang datang itu terdengar sangat tidak sabaran. Ia berjalan dengan menghentak-hentakkan kakinya ke lantai menuju pintu depan.“Siapa sih yang datang dengan tidak sopan begitu? Apa dia tidak pernah diajari adab bertamu?!” geruru Alice sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. “Tunggu sebentar!” teriak Alice kesal.Ckrek!Begitu pintu terbuka, napas Alice tiba-tiba tertahan saat melihat siapa orang yang ada di hadapannya. Senyum kaku terpasang di wajah Alice dan rasa kesal yang tadi meluap-luap perlahan mulai menghilang. Namun sedetik kemudian, ia pun langsung sadar tentang apa yang terjadi pada Ariana. Rasa kesalnya itu pun kembali datang, tetapi Alice tidak berusaha untuk menunjukkannya.‘Aku kira siapa yang datang, ternyata si brengsek Saka!’ gerutu Alice dalam hatinya. Melihat wajah pria itu membuatnya teringat akan apa yang dilak

    Last Updated : 2024-08-19
  • Anak Rahasia Sang Presdir   Diana Mengetahui Kejahatan Luna

    “Saka! Kamu jangan main tuduh sembarangan! Luna tidak mungkin melakukan hal itu!” Nampaknya, Diana masih enggan percaya dengan apa yang anaknya katakan. Saking kesalnya, ia sampai berdiri dan menatap Saka dengan tajam.“Apa Mama lebih percaya dengan Luna daripada anak Mama sendiri?” tanya Saka dengan menatap Diana serius.Diana diam seribu bahasa. Ia tentu saja percaya dengan anaknya sendiri. Orang tua mana yang tidak percaya dengan anaknya? Akan tetapi, rasanya apa yang Diana dengar adalah hal yang sangat sulit dipercaya.“Saka … Mama kenal dia dari lama! Dia anak yang baik!” bantah Diana sekali lagi. “Luna tidak mungkin menuduh keluarga kita, apalagi kamu! Dia kan sangat mencintai kamu!”Saka mendengkus miris. "Mama jangan lupa kalau dia itu seorang aktris. Mudah baginya untuk menipu orang lain dan merebut hati mereka, termasuk Mama. Bisa saja dia baik di luar supaya Mama membelanya seperti sekarang. Apa Mama yakin dia memang mencintaiku? Bagaimana kalau ternyata dia hanya mengingin

    Last Updated : 2024-08-19
  • Anak Rahasia Sang Presdir   Perasaan Bersalah Diana

    Omongan Saka tentu saja membuat Diana terus kepikiran. Ia tidak bisa tidur tenang memikirkan bagaimana teganya Luna terhadap Ariana. Di sisi lain, ia juga tidak mau tinggal diam. Ia harus mencari tahu fakta yang sebenarnya. Maka dari itu, Diana memutuskan untuk bertemu dengan Luna di restoran tempat mereka biasa bertemu. Namun, Diana tidak langsung mengatakan bahwa ia ingin bertemu untuk membahas masalah itu kepada Luna. Ia berusaha untuk bersikap biasa saja.“Tante!!” Luna yang baru saja datang itu berseru dan berlari kecil ke arahnya dengan tersenyum lebar. “Lama tidak bertemu, Luna jadi kangen banget deh sama Tante!”Diana yang sedang melamun itu tersentak dan balas tersenyum ke arah Luna. Namun, ia tidak bisa tersenyum dengan lepas seperti biasanya. “Iya, Luna. Tante juga kangen, makanya pengen ketemu sama kamu.”Sayangnya, Luna langsung tahu jika terjadi sesuatu pada Diana. Keahliannya dalam membaca ekspresi orang bukanlah hal yang bisa diremehkan. “Ada apa, Tante? Tante kok keli

    Last Updated : 2024-08-19

Latest chapter

  • Anak Rahasia Sang Presdir   Hari Pernikahan

    “Mama cantik sekali …. seperti putri yang ada di film-film!”Ariana menoleh pada Felix yang tidak mengalihkan tatapannya darinya. Wajah anak empat tahun itu masih terlihat polos, ditambah ketika mulutnya menganga kecil membuat Felix terlihat menggemaskan.“Masa, sih?” Ariana menyentuh wajahnya. “Iya! Mama yang paling cantik! Mama cocok sekali pakai gaun putihnya!”Alice yang berada di antara kedua orang itu mendengkus. “Tentu saja! Kan Mami yang desain bajunya!”Ariana tertawa melihat respon Alice. “Kamu benar. Terima kasih sudah mau menuruti permintaan egoisku, Alice. Karena Saka minta tanggal pernikahannya harus cepat, kamu jadi tidak bisa tidur demi mengerjakan gaunnya.”Alice menggeleng. Ia menatap Ariana yang terlihat menawan dalam balutan gaun putih dengan rok yang mengembang seperti bunga mawar putih yang mekar. Riasan Ariana tidaklah berlebihan, sangat pas untuk acara pernikahan. Rambutnya yang panjang itu dikepang dan disanggul, lalu dihias dengan tiara sederhana tetapi terl

  • Anak Rahasia Sang Presdir   Lamaran Saka

    Setelah itu, kelima orang itu pun berkumpul di belakang mansion. Sebelum acara dimulai, mereka mempersiapkan beberapa perlengkapan. Saka dan Arnold menyiapkan alat masak, sedangkan Ariana, Diana, Grace, dan Felix mulai menyiapkan bahan-bahannya.“Hmm … kenapa mereka tidak datang juga, ya?” gumam Diana yang terlihat khawatir.“Eh? Mereka siapa, Ma? Bukannya sudah lengkap?” tanya Ariana heran.“Itu, teman—”“Kami datang! Maaf ya menunggu lama!”Tiba-tiba, terdengar seruan dari belakang Ariana. Ariana yang mendengar suara yang tidak asing pun dengan cepat menoleh ke asal sumber suara. Matanya melebar dan senyumnya mengembang.“Kalian?!” Ariana berseru tidak percaya saat melihat Alano, Alice, dan Nichole datang. Ariana berjalan ke arah Alice dan memeluknya sejenak. “Kalian juga diundang?”Alano dan Alice mengangguk mantap. Diana yang ikut bergabung pun berkata, “Iya, Mama juga mengundang mereka. Mereka teman-temanmu, kan? Nichole juga datang karena dia sudah seperti anakku sendiri, hihi.

  • Anak Rahasia Sang Presdir   Sangat Cantik

    Brak! Brak! Brak!Hari ini rasanya sama sekali tidak menenangkan seperti biasanya. Felix yang sejak tadi menunggu Ariana itu menggedor-gedor pintu kamar Ariana dengan bersemangat.“Mama! Mama! Cepatlah! Apa masih lama ganti bajunya?!” teriak Felix tidak sabaran.“Sebentar, Sayang!” teriak Ariana dari dalam kamar.Wanita itu sebenarnya sudah memakai gaunnya, hanya saja ia masih perlu menata rambut dan memasang anting-antingnya. Belum lagi ia harus memakai make up. Meski Ariana tetap cantik tanpa menggunakan make up, tetapi rasanya akan sangat kurang jika ia tidak merias wajahnya saat pergi ke luar. “Ma, aku masuk, ya!” teriak Felix lagi. Kali ini, ia menggapai gagang pintu kamar Ariana dan mendorongnya.“Eh, Felix?!” seru Ariana terkejut. Namun, ia tidak bisa berbuat apa-apa dan membiarkan Felix untuk masuk.“Duh, Mama ini padahal udah cantik, apa masih perlu pakai make up?” protes Felix.Ariana menggembungkan pipinya dan menatap anaknya yang sudah tampan itu. Ia menatap Felix dengan

  • Anak Rahasia Sang Presdir   Ariana Bertemu Pembunuh Ayahnya

    “Apa? Siapa?” Ariana sebenarnya masih belum paham dengan apa yang dikatakan oleh Saka kepadanya. Pria itu seperti ingin memberitahukan sesuatu pada Ariana, tetapi di sisi lain, dia juga tidak mau. Ariana pun bingung dan penasaran di saat yang sama.“Bukankah Ayah saya meninggal karena sakit, Tuan?” tanya Ariana sekali lagi. Ia mulai tertarik dengan topik pembicaraan Saka yang tiba-tiba.Saka terdiam mendengar rentetan pertanyaan dari Ariana. Sayangnya, ada satu hal yang lebih menarik perhatiannya daripada topik pembicaraan yang baru saja ia angkat itu. Saka tersenyum kecil dan berkata, “Aku baru sadar kalau selama ini kamu memanggilku dengan embel-embel ‘Tuan’. Aku kan bukan majikanmu. Kamu bisa panggil aku Saka atau panggilan apapun yang kamu suka. Kamu juga bisa bicara dengan santai, tidak perlu kaku dan formal begitu.”Ariana tergagap. Sebenarnya ia terbiasa memanggil Saka dengan sebutan Tuan karena Saka menjadi atasannya di agensi tempatnya bermain drama terakhir kali. Ia jadi ket

  • Anak Rahasia Sang Presdir   Balasan Luna dan Morgan

    ‘Kenapa dia ada di sini? Bukannya semalam dia ada di atas sofa?’ batin Ariana kelabakan. Ini memang bukan pertama kalinya dia dan Saka berada di ranjang yang sama. Setiap kali Felix meminta mereka tidur bersama, selalu saja hal seperti ini terjadi.Akan tetapi, Ariana tidak mendorong Saka untuk menjauh. Ia justru diam dan menata wajah tampan Saka yang tertidur dengan pulas. Dia tampak tenang setelah semalam terjaga membantunya merawat Felix yang terus menangis kesakitan.Yang tidak Ariana ketahui adalah, Saka sebenarnya juga kurang tidur selama sebulan terakhir. Banyak hal yang harus ia urus. Apalagi ia juga disibukkan dengan Felix dan pikirannya yang terus berputar tentang Ariana yang tidak ada di sisinya.‘Ternyata dia juga bisa memasang wajah polos seperti ini. Padahal biasanya dia selalu mengernyitkan alisnya tajam dan punya aura wibawa yang luar biasa,’ batin Ariana lagi. ‘Tapi sekarang dia seperti anak kecil.’‘Kalau dilihat-lihat, Felix mirip sekali dengannya,’ batin Ariana cem

  • Anak Rahasia Sang Presdir   Felix Sakit

    “Alice! Alice!”Begitu mendapatkan panggilan dari Saka yang mengatakan bahwa Felix tengah sakit, Ariana langsung bangkit menuju Alice yang sedang bersantai di kamarnya.“Ada apa, Ariana? Kenapa panik begitu?” tanya Alice keheranan.Ariana melompat ke atas kasur Alice sambil menjawab, “Felix sakit, Alice! Kita harus pergi ke mansion Tuan Saka sekarang!” Alice berseru mendengarnya, “Hah? Felix sakit? Kalau begitu kita harus cepat ke sana!”. Dengan cepat ia pun mengambil kunci mobilnya dan menarik lengan Ariana untuk berlari bersama menuju basemant apartemennya.Alice tentu saja dengan senang hati membantu Ariana untuk bertemu dengan Felix. Alice tahu betapa rindunya Ariana pada anaknya itu, apalagi akhir-akhir ini mereka juga merasakan duka mendalam setelah kepergian Jake. Dengan adanya kesempatan untuk bertemu dengan Felix, maka Alice tidak akan menyia-nyiakannya.“Terima kasih banyak sudah mengantarkanku kemari, Alice,” ucap Ariana ketika mereka sudah berada di depan gerbang mansion

  • Anak Rahasia Sang Presdir   Surat Terakhir dari Jake

    Kematian Jake yang tiba-tiba mengejutkan semua orang yang mengenalnya, termasuk Alano dan Alice. Jenazah Jake dikembalikan ke keluarganya, keluarga Leonardo. Berita itu pun juga membuat ayah dan ibu Jake terpukul. Mereka tidak pernah membayangkan jika anaknya akan pergi di usia muda.“Tidak … Jake … kenapa kamu pergi meninggalkan, Mama?! Jake!! Mama minta maaf karena tidak pernah menunjukkan kasih sayang Mama ke kamu! Jake … bangunlah ... Mama tahu kamu cuma tidur!”Seorang wanita meraung-raung di atas pusara yang menjadi tempat peristirahatan Jake untuk yang terakhir kali. Wanita itu adalah ibu Jake. Ia sempat pingsan beberapa kali di hari kematian anaknya itu. Sementara itu, pria yang berdiri di sebelahnya sama sekali tidak menangis, tetapi ia memiliki tatapan mata yang kosong.Selama ini, Ariana mendengar bahwa kedua orang tua Jake sama sekali tidak pernah memberikan perhatiannya pada Jake. Makanya Jake sempat jadi anak nakal selama beberapa waktu demi menarik perhatian kedua orang

  • Anak Rahasia Sang Presdir   Jake Meninggal

    “Arrgh!”“Tidak! Jake!”Beruntungnya, Ariana selamat dari percobaan pembunuhan itu. Namun, sayangnya harus ada orang yang menjadi korban. Jake yang berada di dekat Ariana pun menyadari adanya wanita aneh yang berusaha mendekati Ariana. Ketika ia tahu bahwa wanita itu membawa pisau, Jake dengan cepat bergerak menarik Ariana dalam pelukannya.“Jake! Jake!”Punggung Jake nampak basah dengan cairan berwarna merah. Pria itu jatuh dalam pelukan Ariana yang terlihat masih sangat syok. Beberapa kali pria itu mengerang kesakitan sembari memuntahkan darah dari mulutnya. Sementara itu, wanita yang membawa pisau itu diam di tempatnya.“Tidak! Tidak mungkin! Kenapa bukan kamu yang mati, Ariana!” teriak Luna yang sudah hilang kewarasannya. “Arrghh!” Sementara itu, Jake berteriak kesakitan sebelum akhirnya hampir kehilangan kesadarannya.Sambil berteriak kencang, Luna berusaha untuk kabur dari sana. Namun, tentu saja tidak semudah itu. Nichole yang ada di dekat pintu dengan cepat menghentikan langk

  • Anak Rahasia Sang Presdir   Pengakuan Jake pada Ariana

    Hari ini adalah hari pertemuan Ariana dengan Jake. Karena namanya masih belum pulih sepenuhnya dari netizen, Alano memesankan tempat khusus di restoran itu agar ia bisa berbincang dengan Jake dengan tenang. Namun, tentu saja Ariana tetap memakai penyamaran khusus agar tidak menarik perhatian orang-orang yang mengenal wajahnya.Tak butuh waktu lama bagi Ariana berangkat dari mansion Alice ke restoran itu. Dia hanya butuh waktu 15 menit saja dengan berangkat menggunakan mobil. Begitu sampai, ia menoleh ke kanan dan ke kiri, berusaha melihat apakah ada seseorang yang mengikutinya.‘Sepertinya aman,’ batin Ariana sembari memegang kunci pintu mobil. Ia pun segera membukanya dan keluar dari sana.Baru saja Ariana keluar dan menoleh ke arah pintu restoran, terlihat seorang pria sedang berdiri di sana. ia tersenyum dan melambaikan tangannya ke arah Ariana.Wanita itu terdiam memandang Jake yang menatapnya. Sudah lama sekali sejak ia melihat Jake di luar seperti ini. Melihat pria itu sehat dan

Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status