Share

Bab 188

Author: Erlina
Di depan pintu mal, Naomi berpesan setelah menenangkan dirinya, "Ingat kabari kami kalau kamu sudah dapat kabar tentang Camila. Selain itu, depresi bukan penyakit ringan. Kamu harus memperhatikannya, sebaiknya jangan biarkan Sanny keluar sendiri."

Leon menimpali, "Oke. Aku pasti langsung kabari kamu kalau ada kabar dari Camila. Mengenai Sanny, kami juga terus memperhatikannya. Hari ini, dia diam-diam keluar. Kelak kami pasti akan lebih hati-hati."

"Oke," ucap Naomi. Dia berpura-pura santai saat mengobrol dengan Leon, lalu berpamitan dan pergi.

Begitu berpisah dengan Leon, ekspresi Naomi langsung berubah. Dia segera menelepon Aryan, "Kak, apa kamu bisa cari cara selidiki adik sepupu Leon yang bernama Sanny?"

Naomi menambahkan, "Aku curiga dia tahu informasi Camila. Selain itu, Leon bilang dia sudah menghubungi manajer Camila."

Aryan yang terkejut bertanya, "Leon sudah menghubungi manajer Camila?"

"Iya," jawab Naomi.

"Mana mungkin? Beberapa hari ini, aku terus mencari Camila dan nggak ad
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Erni Nurazizah
ceritanya bagus..tetapi berbelit belit,
goodnovel comment avatar
Fenty Izzi
sabar Naomi...bukankah semua butuh proses??begitu pula dengan rayden...mungkin dia sedang menyelamimu...️semangat...semoga berhasil dn rayden cepat sembuh...
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 189

    Saat Naomi mengeluarkan Putih, ekspresi Rayden baru sedikit berubah. Naomi segera memperkenalkan, "Namanya Putih."Rayden melihat Putih sekilas. Dia tampak bingung. Naomi menjelaskan seraya tersenyum, "Kamu pasti penasaran kenapa namanya Putih, 'kan? Padahal tubuhnya berwarna hitam."Rayden hanya mengernyit dan tidak menanggapi ucapan Naomi. Jadi, Naomi langsung melanjutkan, "Karena Putih bisa sulap. Tubuhnya memang berwarna hitam. Tapi, kalau bertemu orang yang disukainya dan melihat hal yang membuatnya senang, dia bisa berubah jadi putih."Rayden tidak percaya. Akhirnya, dia berbicara kepada Naomi untuk pertama kalinya, "Kenapa sekarang dia berwarna hitam? Apa dia nggak suka kamu?"Naomi merasa antusias begitu mendengar Rayden berbicara kepadanya. Dia diam-diam mencubit telapak tangannya untuk menenangkan dirinya. Naomi takut Rayden kaget jika melihatnya terlalu antusias."Putih memang nggak terlalu menyukaiku. Dia itu binatang peliharaan anakku. Dulu, aku melarang anakku memeliharan

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 190

    Steven yang bersembunyi di mobil sambil memantau kamera pengawas juga tidak menyangka Rayden bisa turun ke lantai bawah. Dia bertanya dengan ekspresi kaget, "Kak Caden, bagaimana ini?"Caden mengernyit. Beberapa hari ini, dia tidak ingin bertemu Naomi. Namun, dia tetap mengkhawatirkan Rayden. Saat Naomi datang, Caden terus menunggu di mobil.Sebelum Caden sempat bicara, Naomi dan Rayden sudah keluar dari gedung. Rayden berdiri di depan pintu gedung dan melihat Naomi, seperti menanyakan mereka harus pergi ke mana.Naomi tentu tidak berani membawa Rayden keluar dari kompleks. Akan tetapi, Naomi tidak menemukan ruang terbuka hijau setelah mengamati sekeliling. Bagaimanapun, kompleks ini sudah lama dibangun.Naomi menunjuk perosotan di belakang taman bunga dan mengusulkan, "Bagaimana kalau kita ke sana?"Rayden tidak menanggapi ucapan Naomi dan langsung bergegas menghampiri perosotan. Naomi segera mengikuti Rayden.Saat ini, daerah kompleks tidak terlalu ramai. Tidak ada anak-anak yang ber

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 191

    Naomi takut penyakit Rayden kambuh jika marah. Dia segera berjongkok, lalu memegang bahu Rayden dan membujuk, "Rayden, nggak usah pedulikan dia. Nggak semua orang punya akhlak, nggak ada gunanya marah-marah karena orang seperti itu. Kita sendiri yang rugi."Rayden tidak bicara. Dia langsung masuk ke gedung. Naomi segera mengikutinya. Sesampainya di depan pintu gedung, anak laki-laki itu tiba-tiba muncul dengan papan luncurnya.Anak itu meluncur ke arah Naomi. Dilihat dari ekspresinya, sudah jelas dia sengaja. Saat Naomi tersadar, anak laki-laki itu sudah mendekatinya sehingga dia tidak sempat menghindar.Ketika Naomi hampir tertabrak, Rayden tiba-tiba datang dan menabrak anak laki-laki itu. Rayden juga terjatuh."Rayden!" teriak Naomi yang kaget. Dia segera memapah Rayden.Caden dan Steven juga kaget. Mereka bergegas menghampiri Naomi dan Rayden. Caden bertanya dengan ekspresi cemas, "Kamu terluka, nggak?"Rayden tidak memedulikan mereka. Dia berdiri dan memelototi anak laki-laki yang

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 192

    Naomi mengerutkan bibirnya dan berucap, "Aku mau minta maaf atas kejadian hari ini. Aku nggak menyangka dia bisa terluka. Aku ...."Caden menyela, "Apa kamu menemukan sesuatu?"Naomi tahu maksud Caden. Dia duduk di seberang Caden dan menilai Rayden dengan tulus, "Ternyata kondisi Rayden tidak begitu parah. Dilihat dari responsnya hari ini, Rayden cukup bijak dan pengertian."Hari ini, Rayden melindungi Naomi. Sudah jelas itu karena Naomi menjaganya selama beberapa hari ini.Hal ini menunjukkan Rayden adalah anak yang pengertian. Dia tahu Naomi memperlakukannya dengan baik, jadi dia membalas kebaikan Naomi.Naomi meneruskan, "Rayden hanya nggak suka mengungkapkan perasaannya, tapi dia paham. Sikapnya dingin. Ini ada kaitan dengan gangguan mental Rayden dan lingkungan dalam tumbuh kembangnya. Rayden mirip kamu."Caden menatap Naomi, bukannya ini berarti Naomi menganggap sikap Caden dingin? Naomi melanjutkan, "Lingkungan akan membentuk karakter seseorang. Kamu selalu bersikap dingin dan m

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 193

    Ekspresi Caden menjadi muram. Dia sangat geram.....Keunggulan terbesar dari kompleks ini adalah fasilitasnya cukup lengkap. Di depan kompleks terdapat banyak toko yang menjual sarapan, buah-buahan, sayuran, dan baju.Naomi membeli daging dan sayur segar. Dia juga membeli udang, ikan, kecap, kaldu ayam, dan ketumbar.Melihat jeruk yang segar, Naomi ingin membuat jus jeruk untuk Rayden. Jadi, dia mengambil kantong plastik dan memilih jeruk.Tiba-tiba, terdengar suara seorang pria. "Kamu sudah hampir ditabrak mati, tapi masih berani mengurus Rayden! Kamu itu bodoh atau merasa bisa selamat setiap kali?"Naomi merasa gugup. Seorang pria tiba-tiba muncul di sampingnya. Pria itu memakai masker sehingga Naomi tidak bisa melihat tampangnya.Terdapat sebuah mobil mewah di tepi jalan. Jendela mobil dipasang kaca film, jadi Naomi tidak bisa melihat orang yang duduk di dalam mobil.Naomi tahu mereka pasti orang-orang yang tidak ingin Rayden sembuh. Mereka datang untuk memperingatkan Naomi.Naomi

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 194

    Naomi tidak bisa berkata-kata. Untuk apa Caden begitu galak? Naomi mengerutkan bibirnya, lalu keluar.Caden menyalakan rokok dengan ekspresi muram. Dia menjawab panggilan telepon. Tony bertanya, "Rayden sudah sembuh?"Caden tidak menjawab. Tony bertanya lagi, "Kenapa begitu mendadak? Bagaimana dia bisa sembuh?"Caden yang gusar menyahut, "Tiba-tiba sembuh.""Mana mungkin?" balas Tony."Apanya yang nggak mungkin?" timpal Caden.Nada bicara Caden sangat ketus. Jadi, Tony berkata setelah terdiam sejenak, "Aku mau lihat dia sekarang.""Nggak bisa," tolak Caden. Kemudian, dia langsung mengakhiri panggilan telepon.Tony yang murka memaki, "Anak sialan!"Evano membujuk, "Pak, jangan emosi. Apa kamu nggak dengar? Pak Caden sepertinya sangat kesal. Kalau Rayden sudah sembuh, seharusnya Pak Caden merasa senang."Tony bertanya seraya menyipitkan mata, "Jadi, Caden berbohong?"Evano menyahut, "Iya. Responsnya sudah jelas menunjukkan dia berbohong.""Kenapa Caden berbohong?" tanya Tony.Evano menja

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 195

    Tony menyipitkan matanya. Dia terlihat arogan. Namun, Tony tidak menjawab pertanyaan Evano. Dia hanya berujar, "Kamu hubungi dia dulu."....Sementara itu, Caden sedang merokok di ruang kerja. Dia mengernyit dan ekspresinya sangat masam. Sudah jelas dia merasa tidak senang.Steven yang tahu alasannya membujuk, "Kamu jangan marah pada Bu Naomi. Dia nggak kenal dekat dengan kita. Jadi, wajar saja kalau dia nggak memercayai kita. Bu Naomi ajukan persyaratan ini hanya untuk melindungi diri sendiri."Caden mengisap rokoknya dan tidak berbicara. Dia memang paham, tetapi dia merasa tidak senang karena Naomi tidak memercayainya.Selain itu, Caden akan kesulitan mengurus masalah acara penghormatan leluhur. Dia mengatakan Rayden sudah sembuh. Masalahnya, Rayden belum sembuh. Nanti, Caden pasti akan dipermalukan.Bukan hanya itu, Caden juga tidak punya alasan untuk menolak permintaan Tony yang menyuruh Rayden berpidato. Namun, mana mungkin Rayden bisa berpidato di atas panggung dengan kondisinya

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 196

    Caden memang kesal, tetapi gerakannya menjadi lebih lembut. Steven yang berdiri di samping diam-diam mengkritik, 'Lebih baik Caden nggak usah punya mulut. Dia lebih menarik kalau bisu.'Naomi tidak berterima kasih kepada Caden setelah Caden membalut lukanya. Hal ini karena tadi Caden mengatakan Naomi manja.Naomi mencebik, dia hendak lanjut mencincang daging. Tiba-tiba, Rayden mengambil pisau di talenan. Naomi kaget, dia memanggil, "Rayden?"Rayden tidak berbicara. Dia menyerahkan pisau kepada Caden. Sementara itu, Caden tampak tidak puas.Melihat situasi ini, Steven segera mengambil pisau dari tangan Rayden dan berkata, "Biar aku saja."Selesai bicara, Steven langsung memakai celemek dan mulai mencincang daging. Rayden tidak berkomentar. Dia langsung kembali ke kamarnya.Naomi memandangi Rayden sambil termenung. Dia jarang berhubungan dengan Rayden, jadi dia tidak terlalu memahaminya.Ternyata, Rayden mengambil pisau karena kasihan melihat Naomi terluka. Naomi tersentuh. Dia berjalan

Latest chapter

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1480

    Waktu itu, Dinala juga berada di tempat. Saking syoknya, wajahnya pun memucat. Ketika dia maju hendak melindungi Steven, sekujur tubuhnya gemetar. Dinala menutupi bagian luka Steven untuk menghentikan aliran darah. Darah pun mengalir dari celah jari tangan Dinala.Steven tidak ingin membuat Caden khawatir. Jadi, dia pun tidak memberi tahu Caden. Namun, pengawal merasa tidak tenang. Hari ini dia pun memberi tahu masalah itu kepada Caden.Mengenai mata-mata yang diutus orang misterius, tentu saja nasib mereka juga tidak berakhir bagus. Inilah hasil dari perbuatan yang mereka lakukan. Berhubung mereka berani menjadi monster, mereka pun mesti memiliki keberanian untuk menanggung akibatnya.Steven tidak lapor polisi, melainkan langsung membuang mereka ke rumah sakit jiwa. Dia juga berpesan kepada dokter, menyuruh dokter untuk lebih “menjaga” mereka. Jika diperlukan, disetrum dan dipukul saja.Dengan adanya tusukan itu, sementara waktu ini, Steven tidak bisa meninggalkan Kota Amari. Kebetul

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1479

    Setelah mereka pergi, Caden menemani Baby sembari memikirkan cara untuk menenangkan Naomi.Menjelang siang, Naomi pun bangun. Saat ini, Caden sedang menemani Baby main di ruang tamu. Naomi menuruni tangga, lalu bertanya, “Kenapa cuma kalian berdua di rumah? Di mana yang lain?”Caden menatapnya dengan tatapan lembut. “Papa dan Mama keluar untuk belanja sayuran. Rayden ada di ruang baca lantai atas. Braden dan Hayden pergi bersama Kakek Bungsu. Apa kamu sudah lapar? Papa sudah masak buat kamu. Aku pergi keluarkan dulu.”Naomi mencium putrinya, lalu bertanya, “Braden dan Hayden ikut Kakek ke mana?”Caden berlagak tenang. “Aku juga nggak tahu. Aku cuma tahu mungkin mereka akan keluar selama beberapa hari.”Naomi terbengong sejenak. “Keluar selama beberapa hari? Tapi, kamu nggak tahu mereka ke mana?”Caden berkata, “Kata Braden dan Hayden, suasana hati Kakek lagi nggak bagus, mereka ingin keluar untuk menemaninya selama beberapa hari. Aku nggak enak untuk menolak, jadi aku menyetujuinya.”N

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1478

    Satu-satunya permasalahan adalah ….“Kita mesti cari alasan yang bagus untuk membohongi Mama. Kalau sampai Mama tahu, dia pasti akan merasa nggak tenang.”Kening Caden berkerut. Dia tidak membalas.Braden berkata lagi, “Kamu nggak usah khawatir dengan keselamatan kami. Hayden, Putih, dan Master Bercodet sangat hebat. Ditambah lagi dengan kondisi lingkungan di dalam pegunungan, kalau orang misterius berani mengikuti kami, bisa jadi malah akan terjadi sesuatu sama dia.”Bagi Braden, Hayden, dan Putih, pegunungan itu mirip seperti Kota Karl orang misterius. Siapa yang berkuasa di wilayahnya, dialah yang menentukan! Kalau orang misterius itu masuk ke gunung, pasti dia yang akan dirugikan.“Selain itu, kalau kami yang pergi, nggak akan mudah menimbulkan kecurigaan dari orang misterius itu. Dia pasti nggak akan menyangka, kamu berani menyerahkan barang sepenting itu kepadaku dan Hayden. Dia hanya akan mengawasi dirimu, bukan kami. Jadi, aku dan Hayden adalah pilihan yang paling tepat.”Kenin

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1477

    Berhubung mereka tahu jelas tujuan Caden ke Kota Amari, saat ini Braden dan Rayden merasa sangat gugup!Kening Rayden berkerut. “Papa begitu cepat meninggalkan Kota Amari, apa dia sudah menemukan virus? Atau petunjuknya terputus?”Raut wajah Braden kelihatan serius. “Kita tanya dia.”Kedua abang beradik tidak pergi mengetuk pintu kamar, melainkan mengirim pesan untuk bertanya.[ Papa tiba-tiba ke Kota Haidi. Apa masalah di Kota Amari sudah diselesaikan? ]Caden yang berada di kamar lantai 3 kelihatan sangat lembut ketika melihat Naomi yang sedang tidur nyenyak. Saat membaca pesan dari putranya, Caden pun membalas.[ Nanti aku akan cari kalian untuk bahas detailnya. ]Braden membalas. [ Oke, Kakek dan Nenek bawa Hayden dan Baby keluar. Aku dan Rayden tunggu Papa di ruang baca lantai 2. ]Caden tidak membalas. Dia mencium kening istrinya, lalu pergi ke kamar mandi. Sekitar 10 menit kemudian, Caden berpakaian rapi pergi ke ruang baca lantai 2.Saat Braden dan Rayden melihatnya, mereka se

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1476

    Ketika melihat Caden, Naomi terbengong sejenak. “Suamiku?”Caden melihat Naomi telah membuka matanya. Dia pun membalas dengan suara serak, “Emm, apa aku sudah membangunkanmu?”Naomi seperti tidak sedang mendengar saja. Dia mengusap wajah Caden. “Kamu memang suamiku. Aku memimpikanmu lagi.”Sambil berbicara, Naomi mendekati bibir Caden untuk menciumnya. Kemudian, dia tersenyum, seolah-olah telah mendapat keuntungan saja.Selesai mencium, Naomi memejamkan matanya, lalu memasukkan Caden ke dalam pelukannya. “Kupeluk.”Jakun Caden tidak berhenti bergerak. Dia memeluk Naomi dengan patuh.Naomi mencari posisi yang nyaman di dalam pelukan Caden, lalu mulai ketiduran.Caden terdiam membisu. Dia mengira Naomi sudah sadar, ternyata dia sedang mimpi.Caden berusaha untuk bersabar lagi, tidak menggoda Naomi. Dia memeluk Naomi yang sudah memejamkan matanya, lalu tidur bersamanya.Keesokan paginya.Setelah Naomi bangun, belum sempat dia meregangkan tubuhnya, dia pun menyadari ada yang aneh. Ada sese

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1475

    Yang Caden pedulikan, yang sangat Caden pedulikan ….Orang yang sangat dipedulikan Caden sangatlah sedikit. Selain Naomi dan anak-anak yang muncul belakangan, orang tuanya yang sudah meninggal dini, Steven, dan Andrew, masih ada dia!Dylan, cuma dia saja!Namun sepertinya ada yang aneh. Dirinya mencurigai Dylan adalah orang misterius. Tidak mungkin dia menggunakan dirinya sendiri untuk mengancam Caden!Namun, siapa lagi kalau bukan dia?Caden tidak kepikiran lagi!Pada saat ini, kepala Caden berdengung. Dia tidak bisa berpikir dengan kepala dingin. Ketika melihat video yang ditinggalkan orang tuanya, Caden pun merasa kesal dan marah! Ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokannya, membuatnya merasa sangat tidak nyaman!Pada saat ini, Caden semakin kesal lagi dengan adanya telepon dari orang misterius!Rasa benci Caden terhadap orang misterius sudah memuncak. Dia ingin sekali langsung pergi ke hadapan orang misterius, lalu bertarung dengannya! Namun ketika kepikiran dengan akhirnya, Cade

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1474

    Menyuruh Steven mengatasi masalah ini juga demi melindungi mereka.Steven memahami maksud Caden. Dia pun mengangguk. “Kamu pergi dengan tenang. Serahkan masalah di sini kepadaku!”Selesai membereskan barang, Caden mengenakan jaketnya, lalu berkata dengan raut dingin, “Setelah aku pergi, kamu langsung atur pengawal untuk beraksi. Berapa pun bukan masalah. Habisi mereka semua!”“Emm! Jaga dirimu!”Baru saja Caden pergi, Steven pun menerima panggilan dari pengawal. “Kak Steven, sudah terjadi sesuatu dengan Dinala. Seorang pria yang bernama Lojel mengancamnya dengan menggunakan adiknya. Sekarang dia sedang diinterogasi.”Kening Steven berkerut. “Apa Dinala terluka?”“Dia diculik oleh komplotan Lojel.”Amarah Steven meluap. “Bagaimana kalian mengawasinya?”Pengawal merasa tidak berdaya. “Lojel adalah temannya Dinala. Dia langsung pergi ke rumah Dinala. Kita juga nggak berhasil mewaspadainya, juga nggak berani bertindak gegabah.”Kening Steven berkerut. “Sekarang aku ke sana. Kalian cari kes

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1473

    “Kak Caden, aku curiga ada pengkhianat dalam tim penjemputan! Pengkhianat itu diam-diam menghubungi Paman Darman dan juga Bibi Wanda, sedangkan Paman Darman dan Bibi Wanda nggak tahu mereka adalah pengkhianat. Mereka bertemu secara diam-diam, lalu memberikan virus palsu kepada mereka.”“Sementara, pengkhianat itu nggak tahu kalau virus itu palsu. Setelah mendapatkannya, mereka segera mengutus orang untuk membunuh Paman Darman dan Bibi Wanda! Saat menyadari virus itu palsu, Paman Darman dan Bibi Wanda sudah meninggal. Mereka sama sekali nggak bisa mencari tahu keberadaan virus asli. Jadi, mereka hanya bisa memfokuskan perhatian ke dirimu!”Steven mengepal erat tangannya sembari menganalisis dengan sangat gusar.Kening Caden berkerut. Raut wajahnya sangat muram. Sekeliling terasa dingin!Steven juga sudah mengerti. Dia juga semakin paham lagi. Tanpa perlu curiga lagi, kenyataan memang seperti itu!Tim yang ditugaskan untuk menjemput Darman dan Wanda saat itu tidak seperti yang dikatakan

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1472

    “Karena aku dan mamamu khawatir ada pengkhianat. Nirman pernah mengingatkan kami untuk lebih berwaspada. Selain itu, kalau negara langsung mengambil tindakan, targetnya akan terlalu mencolok dan kemungkinan besar akan terdeteksi oleh Negara Amuriko.”“Jadi, kami berencana mencari seseorang yang dapat dipercaya untuk membawa virus ini kembali ke negara kita terlebih dahulu. Sementara itu, kami akan membawa virus versi palsu untuk diserahkan kepada tim penjemput. Inilah yang kumaksud.”Darman mengangkat sebuah kotak kecil dan menunjukkannya ke depan kamera. Kotak itu hampir identik dengan yang ditemukan Caden.Darman membuka kotak. Di dalamnya terdapat sebuah tabung. “Ini yang palsu. Kalau semuanya berjalan lancar, setelah kami kembali dari luar negeri, aku akan segera kembali untuk mengambil yang asli dari Kota Amari, lalu menyerahkannya kepada negara.”“Kalau sampai aku dan mamamu mati, virus asli juga nggak akan jatuh ke tangan orang jahat! Caden, ingat, kalau terjadi sesuatu dengan a

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status