Home / Urban / AWAN - THE NEXT SANJAYA / 37. KARINA DALAM BAHAYA

Share

37. KARINA DALAM BAHAYA

Author: sutan sati
last update Last Updated: 2023-12-06 20:46:58

Awan sebenarnya sangat enggan berhubungan lagi dengan Indah. Karena itu, setelah menyelamatkan Indah, Awan sengaja meminta Mukhtar untuk mengantarnya pulang. Sayangnya, cewek bertubuh semok ini tidak bisa di usir begitu saja.

Berbeda dengan Awan yang ingin mengusirnya, Indah justru terlihat sangat ingin menempel erat dirinya dan tidak ingin melepas cowok jenius berparas tampan tersebut.

Dengan tatapan memelas, Indah berkata, "Awan, bisakah aku pulang di antar kamu?"

Bukan karena Indah tidak percaya dengan Mukhtar atau yang lainnya. Hanya saja, ia merasa lebih nyaman jika di antar oleh Awan. Selain itu, Indah semakin menyukai sisi lain Awan yang ia lihat malam ini. Di mata Indah, Awan terlihat sangat keren ketika bertarung dan berhasil mengalahkan Bram tadi. Bahkan, penampilan Awan yang sekarang tampak masih berdarah itu justru terlihat lebih heroik layaknya banyak cerita pahlawan yang ada dalam cerita novel.

Bukankah wanita menyukai sosok pahlawan?

Sekarang, ada kesempatan berdua den
Locked Chapter
Continue Reading on GoodNovel
Scan code to download App

Related chapters

  • AWAN - THE NEXT SANJAYA   38. KALAU AKU JADI KAMU, AKU TIDAK AKAN BERANI MEMBAWANYA

    Karina sempat terpengaruh dengan ucapan Anton dan mengira semua yang diucapkan Anton adalah benar. Bagaimanapun, Awan dan Anton adalah teman sekelas. Biasanya ada masalah apapun, Awan akan bercerita padanya ataupun pada saudara kembarnya, Kirana. Namun, Awan tidak pernah bercerita tentang Anton sama sekali. Itu sebabnya, Karina bisa mempercayai ucapan Anton. Selain itu, ia sangat mengetahui kalau hubungan Awan dan Indah hanyalah sebatas teman dan dia tidak menganggap 'perselingkuhan' Indah dan Anton waktu itu sebagai masalah. Padahal, alasan kenapa Awan tidak bercerita padanya karena ia sama sekali tidak menganggap Anton sebagai saingannya dan andai Karina tahu apa yang telah dilakukan oleh Anton malam ini, ia mungkin akan marah dan langsung memaki Anton. Sayangnya, Karina tidak tahu dan itu membuat ia tidak mewaspadai Anton. "Jadi, bagaimana kalau aku mengantarmu pulang?" "Hmn, tidak perlu. Aku sedang menunggu Awan di sini." Jawab Karina datar. "Eh, Awan?" Seru Anton terkejut.

    Last Updated : 2023-12-07
  • AWAN - THE NEXT SANJAYA   39. PENGGANTI SEKSI

    Anton terkejut setengah mati dan hampir saja menjatuhkan tubuh Karina yang sudah siap di masukkan ke dalam mobil."Si-siapa kamu?" Ujar Anton terkesiap begitu melihat kemunculan seorang wanita bertubuh seksi berdiri tepat di depan pintu masuk ruko.Semula, ia mengira ada banyak orang yang memergoki aksinya. Jika begitu, ia akan berada dalam bahaya karena kedapatan melakukan tindak kejahatan secara terang-terangan di tengah malam buta. Apalagi, kalau sampai digerebak masa, ia akan berakhir lebih tragis lagi.Beruntungnya, hanya ada satu wanita dan tidak ada siapapun di sana. Menyadari hal itu, Anton diam-diam menghembuskan napas lega dan perlahan rasa takutnya berubah menjadi keberanian. Seorang wanita saja, ia masih berani menghadapinya. Apalagi, wanita ini memiliki daya tarik seksual yang sangat tinggi. Melihatnya saja, sudah membuat jantung Anton berdebar kencang dan pikirannya membayangkan banyak adegan erotis yang membuat bagian bawah perutnya seketika menegang.Jika Karina adalah

    Last Updated : 2023-12-07
  • AWAN - THE NEXT SANJAYA   40. SAYANGNYA, AKU TIDAK SEBAIK ITU

    Sepanjang perjalanan, Awan hanya diam dan terlihat tidak berminat untuk berbicara sama sekali. Bahkan untuk sekedar memutar musik di dashboard mobil, Awan tampak enggan. Jika bukan karena Indah yang terus berkicau di sampingnya, Awan mungkin benar-benar tenggelam dalam keheningan malam dan fokus sepenuhnya dengan jalan di depannya. Karena alasan itu juga, Awan berkendara seperti seorang pembalap yang sedang berpacu dengan waktu dan melewati banyak kendaraan di belakangnya. Sehingga wajar saja, kurang dari sepuluh menit kendaraan yang Awan kendarai sudah sampai di depan rumah Indah. Karena Awan sudah pernah beberapa kali ke rumah ini dulunya, sehingga ia bisa masih mengingat rutenya. "Kita sudah sampai. Kamu bisa turun sekarang!" Ucap Awan datar dan dingin tanpa melihat ke arah Indah. "Eh?" Indah tampak terkejut, karena baru beberapa menit yang lalu ia masuk ke d alam mobil Awan dan tiba-tiba sudah sampai di depan rumahnya. Jika saja yang membawa mobil adalah Michael Schumacer, ia

    Last Updated : 2023-12-09
  • AWAN - THE NEXT SANJAYA   41. KENAPA SIKSAANNYA BENERAN?

    Anton sangat bersemangat karena berhasil membawa wanita cantik dan sesempurna Florensia ke atas ranjangnya. Untungnya, kondisi rumahnya cukup memungkinkan untuk ia bisa bersenang-senang malam ini. Keluarga Anton bisa dikatakan sangat bebas dan tidak terlalu usik dengan aktfitas setiap penghuni rumah. Baik Ayah atupun kakak laki-laki Anton hanya peduli dengan diri mereka sendiri. Ibunya jangan ditanya, karena sudah lama pergi dengan selingkuhannya. Saat Anton sampai di rumahnya, penunjuk waktu sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Di garasi, Anton hanya melihat mobil saudara laki-lakinya. Ayahnya belum pulang. Namun sepertinya Anton tidak peduli dan dengan bersemangat menarik Florensia untuk segera masuk ke dalam kamarnya. "Xixixi, sepertinya kamu sudah tidak sabar bisa menikmati tubuhku, ya?" Ucap Florensia dengan nada manja tanpa melawan tarikan Anton di tangannya. Tentu saja, saat masuk ke dalam rumah, tanpa disadari oleh Anton, Florensia dengan cepat memindai kondisi seisi

    Last Updated : 2023-12-11
  • AWAN - THE NEXT SANJAYA   42. MUDAH MENGUNDANG IBLIS TAPI SUSAH MENGUSIRNYA

    Buk!"Arhk!"Bendi belum berhasil menyentuh tubuh Florensia, saat ia merasakan sebuah tendangan kuat menghantam punggungnya dari arah belakang. Tendangan tersebut tidak main-main. Bendi yang merasakannya langsung, punggungnya serasa mau patah.Namun, kejutan tidak terduganya bukanlah rasa sakit dari punggungnya. Melainkan saat ia jatuh tertelungkup di atas tubuh seseorang yang terdapat atas ranjang.Semula. Bendi masih belum menyadari letak keanehannya.Namun, saat ia melihat jika tubuh yang sedang ditindihnya penuh lumuran darah, seketika ia menjadi ketakutan dan buru-buru melompat. Apa ia sedang berada dalam ruang jagal?Bendi merinding dan saat ia melihat lebih dekat dan menyadari bahwa sosok yang sedang berlumuran darah tersebut ternyata adalah adiknya sendiri, ketakutan Bendi semakin menjadi."Aaa... An-anton?"Bendi sampai terjungkal ke bawah tempat tidur. Benar, tidak salah lagi. Cowok yang berlumuran darah di atas ranjang benar adalah adiknya.'Sial! Sebenarnya apa yang terj

    Last Updated : 2023-12-13
  • AWAN - THE NEXT SANJAYA   43. PEMBUNUH SEMI MASTER

    Di luar ruko telah berdiri seorang pria bertampang sangar dan memiliki badan yang sangat tegap seperti binaragawan. Namun, penampilan yang membuat kehadirannya begitu mengintimidasi adalah auranya yang sangat kuat dan memancarkan niat membunuh yang membuat siapapun berada di sekitarnya gemetar ketakutan.Tanpa terkecuali Awan.Saat pertama kali melihat pria tersebut, ia sudah merasakan ancaman kuat yang belum pernah ia temui selama ini. Awan telah bertarung puluhan kali dengan berbagai macam tipe lawan seusianya. Namun, semua lawannya tidak ada satupun yang bisa dibandingkan dengan pria di depannya ini ataupun mendekati tingkat tekanannya.Instingnya memberi peringatan bahaya dan membuat Awan harus mewaspadai pria tersebut."Huft, ternyata hanya bocah?"Lain halnya dengan pria yang ingin membunuhnya. Melihat targetnya ternyata adalah seorang remaja, ia langsung meremehkan. Entah apa yang dipikirkan oleh si pemberi misi sehingga membuatnya harus turun tangan untuk membunuh seoarang bo

    Last Updated : 2023-12-14
  • AWAN - THE NEXT SANJAYA   44. KAKAK, BIARKAN AKU MENGHADAPINYA!

    "Master setengah langkah?"Awan tidak paham maksud ucapan Nando. Yang ia tahu, bahwa musuh sudah mengerahkan kekuatan penuhnya. Oleh karena itu, Awan tidak berpikir terlalu banyak dan bersiap menyambut serangan Barja dengan seluruh kekuatan yang ia miliki.Boom!Saat bentrokan pukulan keduanya bertemu, terdengar suara ledakan keras yang membuat lantai area sekitar ruko berguncang.Ekspresi Nando dan Vera terlihat sangat pucat karena mengkhawatirkan keselamatan Awan. Hanya melihatnya saja, mereka seakan bisa merasakan kengerian dari serangan Barja barusan dan benar saja, begitu pukulan keduanya berakhir ada seseorang yang melesat dengan sangat liar dan kencang hingga menghantam mobil yang sedang parkir dan membuat mobil hatchback itu langsung terbalik beberapa kali sebelum akhirnya berhenti di sudut pagar area ruko. Bisa dibayangkan betapa kuat daya hantam dari tubuh malang tersebut? "B-bos?"Vera dan Nando segera bergegas karena sosok yang barusan terpental adalah Awan. Perasaan ked

    Last Updated : 2023-12-15
  • AWAN - THE NEXT SANJAYA   45. BAGAIMANA DIA MASIH BISA BANGUN?

    Nando dan Vera terdesak dan dibuat tidak berkutik di hadapan Barja. Serangan kombinasi keduanya seakan tidak berguna saat menghadapi seorang Barja yang sedang menggunakan kekuatan penuhnya.Penampilan keduanya terlihat menyedihkan.Satu lengan kiri Nando bahkan sudah patah dan tidak bisa lagi digunakan.Hanya karena semangat tempur dan keinginan untuk membalaskan dendam Awan yang membuat mereka tetap bertahan dan terus coba melawan meski semua usaha mereka tampak sia-sia."Menyerah saja! Percuma kalian melawan. Kalian berdua bukanlah lawanku.""Jangan bilang kalau aku tidak memberi jalan keluar untuk kalian berdua. Sekarang, cepat serahkan bocah itu padaku! Aku akan membawa kepalanya untuk mengklaim misiku."Barja sudah melihat cara bertarung dua orang di depannya yang sangat sistematis dan disiplin. Keterampilan bertarung seperti ini, hanya pernah ia lihat di militer. Tanpa bertanya sekalipun, ia yakin jika keduanya adalah pasukan khusus yang sedang menjalankan misi. Karena itu, Barj

    Last Updated : 2023-12-17

Latest chapter

  • AWAN - THE NEXT SANJAYA   191. ANTON YANG LICIK

    Anton menatap iri kemegahan ruangan Nadya dan membayangkan jika ruangan semewah itu menjadi miliknya, tentu saja lengkap dengan perusahaannya.Wajar saja Anton cemburu dengan pencapaian Nadya. Baru beberapa bukan yang lalu Nadya dan keluarganya pindah ke kota ini dan meminta bantuan keluarga besarnya untuk meminta perlindungan dan membantu kehidupan mereka karena Madya Nadya dan keluarganya baru saja di'buang' oleh keluarga Wongso.Siapa sangka, nasib Nadya akan berubah begitu drastis hanya dalam beberapa bulan. Tidak hanya bisa mengenal keluarga kelas satu di kota ini tapi kehidupan mereka juga berubah sangat drastis. Nadya bahkan bisa memiliki sebuah perusahaan yang tingkatnya di atas perusahaan keluarganya dan hanya dalam waktu relatif singkat, status Nadya dan keluarganya bahkan sudah melewati keluarga Dehen.Karena kedengkiannya, Anton coba menghasut keluarganya dengan coba menjodohkan Nadya dengan kenalannya. Tentu saja, tujuan Anton yang sebenarnya adalah untuk memperdaya Nad

  • AWAN - THE NEXT SANJAYA   190. MEMBUKA SIMPUL KE TIGA

    Dinding gua bergetar dan beberapa batu mulai berjatuhan. Gua yang telah ada selama ibuan tahun tersebut sepertinya tidak bisa lagi bertahan.Di saat bersamaan, Awan membuka mata dan aura kuat tampak mengelilingi seluruh tubuhnya.Dibanding sebelumnya, penampilan Awan yang sekarang terlihat seperti seorang pertapa. Rambutnya sedikit lebih panjang serta wajahnya yang tampan mulai ditutupi oleh jambang dan kumis tipis."Haah!" Awan menarik napas dalam dan melepaskannya ke udara dan seketika udara keruh memenuhi udara sebelum menguap tersapu angin.Awan tidak tahu berapa lama waktu yang telah ia habiskan untuk menyerap pil roh. Namun, hasil yang ia tuai melebihi dari ekspektasi naga Ragnarok terhadapnya. Ia telah berhasil membuka simpul ke tiga dan sekaligus mencapai level Pemutusan Roh.Sekarang, Awan dapat merasakan jumlah reiki di dalam tubuhnya meningkat drastis yang membuat tidak hanya kekuatannya meningkat berkali-kali lipat tetapi juga kemampuan persepsinya jadi lebih luas dan ter

  • AWAN - THE NEXT SANJAYA   189. BOCAH YANG BERUNTUNG

    Tanpa terasa dua hari sudah berlalu sejak Awan mulai berlatih teknik pemurnian tubuh naga.Naga Ragnarok yang sedang menjaga api di luar bejana dibuat terkejut begitu bejana tempat Awan berada tiba-tiba retak dan sebuah cahaya menyilaukan keluar dari dalamnya.Tidak lama setelah itu, bejana yang terbuat dari perunggu tersebut pecah dan sosok Awan muncul dari dalamnya dengan berselimutkan cahaya keemasan."Bagaimana mungkin? Dia benar-benar berhasil menyempurnakan tahap pertama pemurnian tubuh naga?" Seru Ragnarok tidak percaya.Bagaimana tidak? Teknik ini sejatinya adalah teknik bangsa naga karen mereka terlahir dengan fisik khusus dan juga api bawaan yang sudah ada semenjak mereka lahir.Namun, Awan menggunakan cara yang berbeda yaitu dengan menggunakan elemen air untuk mengendalikan amukan api saat pemurnian tubuh naga.Tidak hanya berhenti disitu, Awan juga berhasil menyempurnakan teknik ini lebih cepat dan menyatu sempurna dengannya.Ragnarok bisa melihat jika cahaya yang menyelimu

  • AWAN - THE NEXT SANJAYA   188. TEKNIK PEMURNIAN TUBUH NAGA

    "Namun, sebelum kamu menyerap teratai inti bumi dan memurnikannya, kamu harus menguasai teknik tubuh naga secara sempurna terlebih dahulu.""Teratai inti bumi ini mungkin cukup untuk mengantarmu naik tingkatan kecil menjadi Pembentukan Jiwa tahap puncak dan kalau beruntung, itu bisa membuatmu selangkah lebih dekat membuka simpul ketiga dalam tubuhmu.""Apa? Senior juga tahu tentang simpul dalam tubuhku?" Ujar Awan terkejut.Kultivasi Awan sangat unik dan berbeda dengan kultivator pada umumnya. Itu karena ia mewarisi teknik kultivasi dari raja Asura. Didalam tubuh Awan terdapat dua belas simpul murni yang membatasi kekuatan sejati. Sejauh ini, Awan baru membuka dua simpul dan jika ia membanding kekuatannya dengan tetua Wahyu yang ia lawan sebelumnya, Awan menyimpulkan kekuatannya berada di level Pembentukan Jiwa tahap menengah. Hanya saja, perbedaan pengalaman serta kekuatan, Awan masih berada setingkat di bawah tetua Wahyu.Namun, cara menentukan tingkat kekuatan Asura bukan dengan ti

  • AWAN - THE NEXT SANJAYA   187. WARISAN RAGNAROK III

    Awan mengyunkan dager sepasang dager di tangannya beberapa kali untuk menguji kemampuannya lebih lanjut. Semakin lama ia menggunakannya semakin Awan dibuat kagum. Selama ini Awan belum pernah menggunakan senjata meski dalam warisan Asura terdapat beberapa teknik beladiri menggunakan senjata. Mungkin karena ia belum menemukan senjata yang cocok dengannya.Namun ketika ia menggunakan dager pemberian Naga Ragnarok, Awan seperti menemukan kecocokan dengan senjata tersebut.'Tebasannya sangat tajam namun tidak meninggalkan jejak apapun, sangat sempurna sebagai senjata pembunuh yang sangat mematikan. Beratnya juga ringan dan membuatnya menjadi sangat fleksibel. Bahkan, setelah diayunkan hampir tidak meninggalkan jejak lintasan angin. Meski begitu, hanya dengan mengayunkannya seperti ini, sudah cukup untuk membelah benda ringan.' Pikir Awan kagum."Senior naga, dari apa senjata ini terbuat? Ini terlihat kokoh dan sangat tajam seperti terbuat dari baja namun jelas ini bukan baja. Selain itu,

  • AWAN - THE NEXT SANJAYA   186. WARISAN RAGNAROK II

    "Nak, terima warisanku ini!" Naga Ragnarok menjentikkan jarinya dan sebuah cincin hitam melayang tepat di depan Awan.Dengan cepat Awan meraih cincin tersebut dan menatap Ragnarok dengan penuh tanya. Bagaimanapun cincin ditangannya itu hanya terlihat seperti cincin hitam biasa dan bahkan tanpapermata ataupun ukiran apa-apa di permukaannya alias polos.Lalu, apa maksudnya naga Ragnarok menyebut cincin tersebut sebagai warisan."Hmn, aku lupa! Diduniamu sekarang mungkin sangat asing dengan benda ini. Kamu pasti sudah mengaktifkan kesadaran ilahimu, benar?"Awan mengangguk ringan, "Iya, sudah senior naga.""Kalau begitu gunakan kesadaran ilahimu dan lihat apa yang ada dalam cincin ditanganmu itu!" Perintah naga Ragnarok.Meski masih sedih bingung dengan maksud dibalik perintah naga Ragnarok namun Awan tetap menurutinya. Selama ini, Awan hanya menggunakan kemampuan kesadaran ilahinya untuk melihat apa yang tidak bisa dijangkau oleh inderanya. Karena itu, ia heran kenapa naga Ragnarok me

  • AWAN - THE NEXT SANJAYA   185. WARISAN RAGNAROK I

    "Maksud anda tanaman ini, senior naga? Hahaha, tolong maafkan aku! Kalau aku tahu kalau tanaman ini adalah milikmu, aku tidak akan pernah mengambilnya." Ujar Awan mengeluarkan tanaman inti bumi dari balik pakaiannya dengan senyum canggung.Saat ini, meski teratai inti bumi memiliki khasiat yang luar biasa, Awan tidak akan berani memiliki pikiran untuk mengambilnya. Sebesar-besar khasiat teratai inti bumi langka tersebut, nyawanya masih lebih berharga.Itu sama saja dengan seekor semut yang bermimpi coba merebut sebuah apel dari seekor gajah.Namun, satu hal yang tidak disangka-sangka oleh Awan, ternyata Ragnarok tidak lagi berminat dengan tanaman langka ditangannya."Sudahlah! Sekarang, tanaman ini tidak lagi berguna untukku."Awan di hati bingung sejenak dan sempat berharap dalam hatinya. Namun, seketika ia teringat dengan sesuatu dan bertanya dengan hati-hati, "Senior naga, apa itu karena aku memetik tanaman ini sebelum 'waktu'nya?"Untuk khasiat khusus tertentu, tanaman langka seper

  • AWAN - THE NEXT SANJAYA   184. BERTEMU NAGA KEKACAUAN

    Awan tenggelam ke dasar telaga. Tidak tahu berapa lama dirinya tidak sadarkan diri karena diseret oleh ular raksasa tersebut. Satu hal yang jelas, saat ia sadarkan diri, ia hanya menemukan kegelapan total. Tapi, itu bukan lagi berada di dalam air melainkan dalam ruang hampa yang sangat gelap dimana panca indera normal tidak akan berfungsi.Namun, berbeda halnya dengan Awan, didalam dirinya terdapat warisan kekuatan raja Asura sang penguasa kegelapan. Berada di dalam kegelapan seperti ini, Awan justru bisa melihat dengan sangat jelas berkat kemampuan bawaannya.Hanya saja, baru saja kesadarannya kembali, Awan dibuat terkesiap dan reflek melompat mundur sambil mengambil sikap waspada dengan mata tajam memperhatikan sekitarnya.Terakhir, Awan masih ingat dengan sangat jelas kalau dirinya sedang diseret ke dalam air oleh monster ular bintang lima. Ular itu terlihat sangat ingin membunuhnya. Lalu, di mana ular itu sekarang? Dan di mana dia berada saat ini? Sejauh mata memandang hanya ada

  • AWAN - THE NEXT SANJAYA   183. AKU AKAN MENUNGGUMU!

    Dibawah perlindungan prajurit bayangan Awan, Dian dan yang lainnya berhasil keluar dengan selamat dari gua.Meski ada beberapa puluh orang yang sudah disiapkan oleh Edi untuk berjaga-jaga dan membunuh jika ada keluarga Saka yang berhasil keluar. Sebuah rencana yang licik dan kejam tanpa membiarkan satupun saksi mata yang hidup. Hanya saja, dengan kekuatan prajurit bayangan Awan, mereka semua dengan mudah disingkirkan."Si-siapa mereka sebenarnya, tetua Dion?" Tanya Shelma dengan ragu-ragu.Berada dalam perlindungan mereka, membuat Shelma dan yang lainnya tidak perlu repot-repot lagi bekerja. Mereka bahkan tidak mengeluarkan keringat sedikitpun. Untung saja, pasukan sekuat itu berada di pihak mereka. Tetua Dion menggeleng dan menjawab lirih, "Aku juga tidak tahu! Sepertinya, mereka di bawah perintah dokter jenius Awan."Tetua Dion sendiri juga dibuat terkejut dengan kemunculan pasukan bayangan sekuat ini. Tapi, kenapa Awan tidak mengeluarkan mereka sedari awal? Jadi mereka tidak perlu

Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status