Saat suara Zareth menggema di lorong, getaran amarah dan tekad mengeras di jiwa Aryan. Ia memandang ayahnya, Yoshua, yang tampak lemah namun matanya memancarkan keberanian. "Ayah, jaga dirimu," kata Aryan, suaranya tenang namun tegas. Yoshua mengangguk, lalu mundur selangkah, mencari perlindungan di balik bayangan. Zareth tersenyum sinis, matanya menyiratkan arogansi. "Kau pikir kau bisa mengalahkanku, anak bodoh?" "Aku akan menghentikanmu," balas Aryan, merentangkan tangannya. Perisai energi berwarna perak mulai terbentuk di sekelilingnya, memancarkan cahaya yang menyilaukan. Zareth tertawa. "Mari kita lihat seberapa kuat perisaimu itu." Pertarungan dimulai dengan cepat dan brutal. Para pengawal Zareth menyerbu dengan senjata mereka, namun Aryan dengan lincah bergerak, memanfaatkan perisai energinya untuk menangkis serangan. Ledakan energi menghantam para pengawal, melontarkan mereka ke belakang. Di tengah kekacauan itu, Zareth melangkah maju. Ia bergerak secepat kilat, berusa
Terakhir Diperbarui : 2025-02-17 Baca selengkapnya