Sapaan Zareth membelah keheningan kantor yang megah, mengiris seperti pisau dingin yang membelah kegelapan. Senyumnya yang tipis, dibingkai oleh wajah tampan yang menawan, terasa palsu, seperti bunga indah yang tumbuh di atas kuburan. Aryan dan Clara berdiri terpaku, mata mereka meneliti setiap detail, mencari celah dalam ilusi. "mungkinkah dia... Zareth..." gumam Aryan, suaranya berat, dipenuhi kewaspadaan. Penampilannya yang kontras, nyaris tak dikenali, menambah lapisan misteri pada sosok yang menjadi pusat teror mereka. Zareth mengangkat gelas berisi cairan merah, memutar-mutarnya dengan gerakan anggun. "Kalian pasti bertanya-tanya mengapa aku menyambut kalian dengan penampilan seperti ini?" "Kami lebih tertarik pada alasan di balik semua penderitaan yang kau sebabkan," balas Clara, suaranya stabil meski jantungnya berdebar. Ia tak bisa mengalihkan pandangan dari mata Zareth, yang dalam dan tajam dari pada yang mereka tau. "Ah, penderitaan," Zareth terkekeh, suara yang ter
Last Updated : 2025-02-15 Read more