All Chapters of Kembalinya Sang Legenda Perang: Chapter 21 - Chapter 30

60 Chapters

Pertarungan Mematikan

Pertarungan di dalam ruangan pusat komando dimulai dengan ketegangan yang mencekam. Dengan cepat, Aryan dan Rino merespons ancaman. Aryan melompat ke samping, menghindari serangan mendadak dari anggota organisasi "Dark Immortal" yang mengejutkan mereka. Rino tidak tinggal diam; ia segera meraih pisau kecilnya dan mengarahkannya pada musuh yang mendekat. Dengan ketangkasan yang terlatih, dia melempar pisau tersebut, yang menancap tepat di lengan salah seorang penyerang, membuatnya teriak kesakitan. “Jangan biarkan mereka memberi tahu yang lainnya!” Aryan berbisik, berusaha menahan napas. Aryan melangkah maju, menyerang dengan gerakan lincah dan tajam. Para anggota organisasi itu, yang jelas-jelas terlatih, bergerak gesit, berusaha membalas dengan serangan bertubi-tubi. Berdengungnya suara tembakan dan teriakan di dalam ruangan membuat suasana semakin mencekam. Aryan berusaha sekuat tenaga untuk tak terjebak, bersiap dengan refleks tajam untuk menghindari serangan sambil menjaga a
last updateLast Updated : 2025-01-31
Read more

Seorang Wanita Membawa Berita

Jenderal Marcus berhenti beberapa langkah di depan tim Aryan, memandang mereka dengan penuh perasaan hormat. Dengan nada yang tegas, dia berbicara: "Jenderal Aryan! Saya tidak bisa mengucapkan terima kasih yang cukup banyak atas apa yang telah kalian lakukan hari ini! Kebangkitan "Dark Immortal" telah berhasil dihalangi dan banyak jiwa telah diselamatkan. Kalian telah menunjukkan contoh keberanian dan komitmen yang luar biasa." Aryan, yang masih menahan napas dari penumpukan tenaga yang telah dia jalani, merasa malu dan tidak terbiasa dengan pujian tersebut. Dia memandang ke bawah, mencoba menyembunyikan rasa malu dan kebanggaan yang mengalir dalam hatinya. "Tenang, Jenderal," Aryan mengatakan dengan nada yang santai. "Saya hanya melaksanakan tugas saya. Namun, saya juga ingin mengingatkan bahwa ada lebih banyak yang perlu dilakukan untuk mengalahkan kegelapan ini." Jenderal Marcus menelanjangi mata, melihat Aryan dengan penuh penghargaan. "Benar, Jenderal. Saya telah mempela
last updateLast Updated : 2025-01-31
Read more

Wanita Yang Hilang

Matahari terbit perlahan, memancarkan semburat merah dan kuning ke seluruh pemandangan yang indah dari puncak pegunungan. Aryan, yang duduk di beranda rumahnya dengan secangkir kopi hangat, menyaksikan keindahan tersebut sambil pikirannya dipenuhi oleh kata-kata Liana. Keberadaan sosok misterius ini, yang tiba-tiba muncul menawan di hidupnya, mengguncang dinding-dinding kepercayaannya yang telah lama terbangun. Dia tahu, sinar pagi ini membawa janji baru—dan ketidakpastian yang sama sekali mendalam. “Saya akan memberikan semua yang kau butuhkan,” Liana mengatakan semalam, wajahnya berbinar saat berpikir tentang kolaborasi mereka. Aryan hari itu berjanji pada dirinya sendiri bahwa apapun yang terjadi, dia tidak akan lengah. Harrison, sahabatnya yang dekat dan satu-satunya pengingat masa lalunya sebagai prajurit, mengatakan kepadanya untuk selalu waspada terhadap orang baru, terutama ketika banyak yang mengincar kekuasaan. Hari-hari berlalu seperti arus deras. Aryan dan Liana beke
last updateLast Updated : 2025-02-01
Read more

Tertipu

Angin malam berbisik dengan serpihan dingin yang menyentuh dahan-dahan pohon berusia ratusan tahun. Aryan melangkah lebih dalam ke hutan, jantungnya berdebar dengan ketegangan yang meluap. Hujan deras telah menyurut, namun takut dan keraguan menggumpal di dalam hati. Setiap langkahnya di tanah lembap menimbulkan suara gaduh, seakan mengkhianati ketenangan yang dia cari. Dalam kegelapan malam itu, ingatan akan Liana kembali menghantuinya. Wajahnya, dengan tatapan tulus dan budi pekerti yang menawan, terbayang jelas di benaknya. Namun, di balik kedamaian wajah itu, tersembunyi kegelapan yang tak pernah dia lihat. Aryan tidak tahu bahwa dia telah melakukan kesalahan fatal dengan mempercayai sosok yang tak seharusnya menjadi sekutu. Di tengah kegelapan hutan, Aryan teringat pada kata-kata Liana saat mereka pertama kali bertemu. Bagaimana dia berbicara dengan semangat, seakan tahu betul beban yang dipikul Aryan. Apa mungkin, pikirnya, kehadiran Liana yang penuh misteri itu adalah se
last updateLast Updated : 2025-02-01
Read more

Pertarungan yang Mengoyak Jiwa

Kegelapan hutan menampakkan wajahnya, seolah waktu berhenti saat ancaman semakin dekat. Aryan merasakan ketegangan yang menekan lebih kuat dari sebelumnya, jiwanya menggelora bagai badai. Di sekelilingnya, bayangan para anggota “Dark Immortal” terbentang, senjata api mereka bercahaya mencolok dalam remang malam. Suara teriakan mereka meloncat menembus angkasa, saling bersahutan dengan derak ranting di bawah kaki Aryan. "Bunuh dia!" "Habisi!" "Kita akan persembahkan kepalanya untuk yang mulia Zareth!" Tetapi dalam detik itu, segalanya rela dihadapkan oleh tembok keberanian yang terbangun. Aryan, tangan memegang erat hulu pedang legendarisnya, merasakan getaran yang dalam, seakan darahnya berkobar. Musuh di hadapannya bukan sekadar manusia penuh kebencian, melainkan pemuja iblis dalam setiap detak napasnya. Satu hal yang Aryan tahu pasti: untuk melindungi yang tersisa, dia harus mempertaruhkan segalanya. “Sekali ini, aku akan menyapu bersih kekuatan kegelapan ini,” desisnya
last updateLast Updated : 2025-02-02
Read more

Dalam Ketidakpastian

Pertarungan di tengah malam yang mencekam terasa meresap ke dalam jiwa, gerakannya terjalin dalam setiap ayunan pedang, menari dalam aura kegelapan yang memeluk hutan. Liana menghadangnya, seolah angin malam menjadi saksi bisu dari perseteruan dua hati yang terbelah. Batin keduanya bergejolak—rasa peduli yang terakomodasi dalam pengkhianatan. Setiap serangan diarahkan dengan semangat membara dari kedalaman hati. Aryan mengayunkan pedangnya, setiap serangan menghasilkan suara dentang logam beradu; ketajaman pedang berkorban untuk mempertahankan ketulusan yang mulai melayang. “Kenapa kau sama sekali tidak mengerti?” seru Aryan, terengah saat bertahan dari serangan cepat Liana. “Kau benar-benar percaya pada semua kebohongan ini? Mereka hanya menggunakanmu!” Liana menghindar, merespons dengan serangan tajam yang membuat Aryan mundur. “Biarkan semua itu terjadi, Aryan! Apa kau tidak mengerti? Relakan semua ini demi tujuan yang lebih besar! Kekuatan mereka adalah jawaban untuk segala
last updateLast Updated : 2025-02-02
Read more

Sebuah Pertemuan Dengan Clara

Kesunyian hutan mulai menyusut ketika Aryan akhirnya melangkah pergi dari titik pertempuran yang menghancurkan. Rasanya seperti berlari dari bayangan kelam, peluh dingin menempel pada kulitnya, seiring dengan ingatan pahit tentang Liana yang berkhianat. Dia harus kembali, kembali ke markas militer, ke tempat di mana tanggung jawabnya berada. Perjalanan menuju markas berlangsung dalam hening, hanya ada suara langkah Aryan dan sisa pasukannya yang membelah udara malam. Setiap langkah terasa lebih berat, seolah membawa beban kekecewaan, Kepingan perjuangan yang baru saja ia alami menjadi sebuah ingatan yang terus mengintip. Namun, dia tahu bahwa tidak ada waktu untuk berlama-lama meratapi hasilnya. Yang terpenting kini adalah memberi tahu Menteri Pertahanan, Hendrik, tentang ancaman nyata yang dihadapi pihak mereka. Begitu sampai di pintu gerbang markas, Aryan dihadapkan kepada para penjaga. "Beri hormat kepada Jendral Aryan!" Teriakan seorang prajurit memecah di udara. Lantas
last updateLast Updated : 2025-02-03
Read more

Sebuah Buku Penuh Rahasia

Aryan menatapnya heran. Seakan tak percaya. "Kamu yakin? ingin ikut bersamaku? Kenapa?“ Aryan bertanya, mengerutkan keningnya. "Aku merasa aku perlu turut bersamamu,” ungkap Clara dengan tekad yang menggema saat mereka melangkah ke dalam mobil. “Apa pun yang terjadi, aku tidak ingin kamu sendirian menghadapi semua ini.” Aryan menatapnya, perasaan terima kasih dan kekhawatiran mencampur aduk di dalam dirinya. “Ini bukan waktu untuk mengambil risiko, Clara. Situasi ini dapat membahayakanmu.” Mobil militer yang menghadap ke pintu markas menunggunya, dilengkapi dengan pasukan bersenjata yang bersiaga. Sebuah konvoi dibentuk, membawanya kembali ke rumah dalam keadaan siaga. Dia tak sendiri—Clara memutuskan untuk ikut serta, menyertakan dirinya dalam perjalanan yang tak terduga ini. Dia mengabaikan kekhawatiran Aryan, memberi senyum yang menenangkan. “Aku bisa membantu, Aryan. Kamu tahu aku memiliki pengetahuan tentang kekuatan yang mampu melawan kekuatan sihir gelap 'Zareth'. Di
last updateLast Updated : 2025-02-03
Read more

Jejak Kuno Leluhur Zareth'

“Coba kita teliti lebih dalam,” Clara mengusulkan, membuka halaman demi halaman dengan lembut. “Kita perlu melihat lebih jauh tentang apa yang bisa dipelajari dari sini.” Aryan mengangguk, rasa ingin tahunya semakin mendalam. “Ada hal yang menggangguku. Kenapa buku ini bisa ada di sini? Ini jelas peninggalan keluargaku. Namun, semua ini terasa janggal bagiku,” dia berkata, seolah mencoba mencari jawaban dari ketidakpastian yang menyelimuti. Halaman demi halaman terlarut dalam kebisingan malam, saat cahaya bulan mengalir masuk melalui jendela yang terbuka. Saat Clara menggeser selembar kertas yang menguning, ada satu halaman yang terselip di antara lembaran. Tercetak dengan tinta hitam pekat, tulisan tersebut membuat wajah keduanya berubah. “Lihat ini, Aryan,” Clara menunjuk pada teks yang tersusun rapi. “Ini adalah semacam solusi ritual gelap! Dan ada bagian yang menggambarkan sosok 'Zareth’.” Ia melanjutkan dengan suara bergetar. “Seseorang yang berkuasa… sangat berbahaya.” Aryan
last updateLast Updated : 2025-02-04
Read more

KetidakPercayaan Ibu Clara

Setelah berhasil mengalahkan sosok penjaga 'Zareth’, Aryan dan Clara kembali ke rumah megah Aryan, bertekad untuk memanfaatkan pengetahuan akan kekuatan yang mereka pelajari dari buku tua itu. Mereka tahu bahwa ancaman dari “Dark Immortal” masih mengintai, dan mereka harus mempersiapkan diri sebaik mungkin.“Sekarang kita memiliki alat untuk melawan kegelapan,” Clara berkata dengan semangat, saat Aryan mempersiapkan tempat pelatihan di halaman belakang rumah. “Kalau kita mempelajari dan mempraktikkan kekuatan ini, kita pasti bisa mengalahkan mereka, apa pun yang mungkin terjadi.”Aryan mengangguk. “Mari kita panggil pasukan dan mulai pelatihan. Kita perlu memperkuat mereka agar siap menghadapi kekuatan hitam.”Ketika matahari mulai tenggelam, Aryan memanggil para prajuritnya. Lalu, dalam suasana yang penuh semangat, ia menjelaskan tujuan pelatihan tersebut. “Kalian semua tahu bahwa kita menghadapi ancaman besar—‘Dark Immortal’ masih ada dan mungkin akan mencoba kembali. Saya dan Clara
last updateLast Updated : 2025-02-05
Read more
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status