All Chapters of Tujuh Bulan Menikah Aku Masih Perawan : Chapter 31 - Chapter 40

57 Chapters

Bab 31

Aku tiba di depan rumah Egi yang tampak sunyi, namun ada mobil Mas Dimas di depan rumah itu. Untuk apa Mas Dimas berkunjung ke rumah Egi? Apa yang mereka lakukan? Bermain game? Atau... Gegas aku turun dari mobil, aku merasa kakiku tak berpijak di tanah, tubuhku gemetaran dan tanganku dingin. Aku mengatur nafas dan berusaha untuk tenang. Kemudian masuk ke rumah Egi, kebetulan pintu rumahnya tak dikunci. Aku masih berharap mereka hanya sekedar bermain game sambil makan kuaci atau hanya sekedar bercengkerama sambil merokok. Pintu utama terbuka, aku menutup nya kembali dengan perlahan. Aku menuju ruangan tengah, tak ada siapa pun. Rumah besar ini terasa sangat sunyi apa lagi penghuninya hanya Egi saja. Aku kembali mencari keberadaan Mas Dimas di ruangan yang lain namun mereka tak ada. “Apa mungkin mereka berada di kamar?? “ gumamku. Sambil melirik pintu kamar. “Ya Allah.. Apa mimpi beberapa hari yang lalu akan menjadi kenyataan?” Aku berdiri di depan pintu kamar Egi, mengambil ponsel
last updateLast Updated : 2025-02-23
Read more

Bab 32

Aku bisa melihat laki-laki itu melambaikan tangan nya padaku. Entah mau apa lelaki itu aku tak tahu. Akhirnya aku bisa bernafas lega, Setidaknya aku selamat dari pria yang mencurigakan itu. Gegas aku mencari penginapan terdekat karena aku sangat lelah dan ingin beristirahat. Menenangkan diri sejenak, berharap ini hanya lah mimpi. Walaupun sebenarnya aku tahu, mungkin hubungan ini tak bisa bertahan. Esok harinya, aku baru membuka ponselku dan ternyata banyak pesan dan panggilan dari Mas Dimas. Aku menghapus pesan mas Dimas tanpa membacanya. Beberapa saat kemudian ada panggilan masuk dari Mela. Sahabatku, baru saja aku akan meneleponnya dia sudah meneleponku duluan. Kebetulan sekali. “Ya Mel..waalaikumsalam.” “Lo kok nggak masuk kerja?? “ tanya Mela di ujung sana. “Aku kurang sehat Mel. Baru aja aku mau telepon kamu tadi.” “Lo udah minta izin sama Bos? “ tanya Mela cemas. “Udah, syukurlah aku diizinkan libur sehari oleh Bos.” “Ya udah nanti pulang kerja gue mampir ke rum
last updateLast Updated : 2025-02-25
Read more

Bab 33

Kami duduk bertiga di ruang tengah, Mas Dimas duduk bersebelahan dengan Egi. Mereka seperti sepasang kekasih yang saling cinta dan tak bisa lepas satu sama lain, kesepakatan apa lagi yang ingin ia buat denganku? Tiba-tiba saja aku ingat saat Mela bilang di hotel saat itu, ia seperti mengenal teman lelaki Mas Dimas. “Apa lagi yang ingin kamu jelaskan Mas, rasanya semua sudah jelas kan?? “ tanyaku sinis. “Bukan begitu Nay... “ mas Dimas melihat ke arah Egi. “Ini demi Abah,” ucapnya. Aku tahu Mas Dimas takut jika aku mengatakan rahasia ini pada keluarga nya. Selain di keluarkan dari kartu keluarga ia juga akan membuat Abah Shock karena hal ini. “Lantas? “ tanyaku lagi dengan nada dingin. Ia kembali menoleh pada Egi. Egi menganggguk meyakinkan Mas Dimas untuk bicara. “Mengenai hal ini aku mohon jangan beri tahu keluarga ku, aku hanya minta satu hal ini saja dari kamu, “ ucap Mas Dimas. Aku diam dan membuang tatapanku ke arah lain. “Jadi kali ini aku ingin jujur padamu Naya..
last updateLast Updated : 2025-02-27
Read more

Bab 34

Pagi harinya aku bangun seperti biasa menyiapkan sarapan untuk Mas Dimas. Walaupun sebenarnya hati ini hancur berkeping-keping, karena Mas Dimas tak bisa meninggalkan pacarnya Egi. Ini kenyataan yang harus aku hadapi dan aku tak bisa lagi bertahan dengan Mas Dimas. Walaupun aku tahu rasa cinta ini masih ada tersimpan jauh di lubuk hatiku. Sekarang aku sedang mengumpulkan bukti untuk berpisah dari Mas Dimas, agar proses perceraian ini tak berlarut-larut.Aku menata menu sarapan di atas meja dan menyiapkan kopi pagi untuk Mas Dimas. Mas Dimas tiba dan sudah berpakaian rapi ia memberikan aku senyuman terbaiknya. “Pagi sayang.. “ ucap Mas Dimas sambil mengecup pipiku sekilas. Aku hanya membalas senyuman Mas Dimas sekilas. Kemudian duduk dan sarapan tanpa bersuara. “Terima kasih Naya.. Kamu sudah mengerti aku, kamu juga bisa menerima aku apa adanya seperti ini, “ ucap Mas Dimas sambil tersenyum. “Ya.” Aku hanya membalas Mas Dimas singkat. “Semua akan berjalan normal seperti biasa, ak
last updateLast Updated : 2025-03-02
Read more

Bab 35

Bukti-bukti CCTV juga sudah aku kantongi, walau pun tak ada adegan terlarang yang terekam, namun kedekatan mereka saat bermain game dan bersama memang agak terlihat janggal. Mereka sering berpegangan tangan dan juga saling tatap seperti orang yang sedang jatuh cinta. Hari ini, Aku dan Mela duduk di kantin kantor, berita putusnya hubungan Mela dan Egi cepat menyebar. Walaupun mereka tak tahu dengan jelas apa penyebab Mela dan Egi putus. “Mamanya Shock Nay.. aku harus jujur saat mereka tanya kenapa aku memutuskan pertunangan itu. Aku harus mengorbankan rasa malu dan rasa cintaku juga. ”“Jadi bagaimana hubungan mu dengan Egi? “ tanyaku penasaran. “Gue tidak pernah berkomunikasi lagi dengan Egi. Berusaha untuk tegar dan move on. Gue belajar dari rumah tangga lo Nay, lihat Mas Dimas katanya dia sudah berubah, namun sampai sekarang dia tak akan bisa melepas kesenangan sesaat nya itu. Gue rasa itu berlaku juga pada Egi, “ ungkap Mela. “Yahh... Memang harus begitu, aku juga sudah sampa
last updateLast Updated : 2025-03-03
Read more

Bab 36

“Mas jangan berani macam-macam Mas. Aku tidak mau disentuh olehmu lagi.” Pintaku memohon sambil mengarahkan kedua telapak tanganku padanya. Aku melirik 'rudal' Mas Dimas yang sudah berdiri tegak, berarti Mas Dimas memang tak bernafsu pada perempuan. Lihat, saat Mas Dimas bersama Egi, miliknya berfungsi dengan baik. “Tolong! Tolong! “ Aku berteriak minta tolong. Berharap ada yang mendengar ku walaupun aku tahu jika hal ini mustahil. Mas Dimas tertawa kecil. Dulu, dulu sekali aku sangat menginginkan disentuh oleh Mas Dimas, namun sekarang aku jijik disentuh olehnya. “Naya... Naya aku ini suami kamu! Kenapa harus minta tolong sih?? kayak siapa aja. Lagian siapa yang bisa mendengar kamu di sini, “ ungkap Mas Dimas. Ia terus mendekatiku dan aku mundur perlahan ke beberapa langkah hingga tubuhku mentok di dinding kamar. Mas Dimas mendekatkan wajahnya padaku, ia hendak menciummu, gegas aku menghindar dengan memalingkan wajahku darinya. “Naya.. Ayolah, kamu ingin anak kan?! “ “Ti
last updateLast Updated : 2025-03-05
Read more

Bab 37

Mendung di langit malam ini menyisakan luka di hati, berdiri di sini, menengadah ke langit yang gelap. Tak ada bintang apa lagi rembulan yang menyinari malam ini, hanya ada kegelapan malam. Persis seperti hatiku yang pilu saat ini. Aku benar-benar belum bisa mencerna setiap apa yang dilakukan Mas Dimas padaku. “Ternyata benar, aku belum terlalu mengenal Mas Dimas. Saat menerima Mas Dimas kala itu,, aku hanya melihat penampilan luarnya saja. Aku bahkan tak mencari tahu seperti apa latar belakang Mas Dimas, pergaulannya, Teman-teman nya." Walaupun kedua orang tua nya adalah orang terpandang dan mengerti agama tak menutup kemungkinan jika Mas Dimas terpengaruh saat dia menempuh pendidikan di luar negeri. Karena Mas Dimas kuliah di Jepang saat dia menempuh S-1 nya. Dingin malam menusuk kulit, untuk menangis pun aku tak lagi sanggup. Rasanya air mata ini sudah kering. “Nay.. Yuk masuk! Di luar dingin banget, udah larut juga.“ Aku menoleh ke belakang. Mela sudah ada di belak
last updateLast Updated : 2025-03-07
Read more

Bab 38

“Ma.. Mas Dimas Ma.. mas Dimas adalah seorang Gay! “ ucapku sambil menangis, menumpahkan segala perasaan ku yang lama aku pendam sendiri. “Astagfirullah!! “ ucap Mama kaget begitu juga dengan papa. “Kenapa kamu tidak pernah menceritakan ini pada kami?? Mama udah ngerasa kalau hubungan kalian tidak baik-baik saja. Mama udah curiga, tapi setiap kali Mama tanya kamu bilang nggak apa-apa, kalian baik-baik saja.” Kemudian semua cerita-cerita itu mengalir begitu saja dari mulutku, menceritakan segalanya, hingga aku sudah berkali-kali memaafkan Masih Dimas tapi dia masih tak mau berubah. Namun aku tak menceritakan jika malam itu dia ingin melakukan hal keji itu. Aku malu menceritakannya pada kedua orang tuaku. “Ya Allah.. Segitu beratkan beban yang selama ini kamu tanggung? Dan ternyata Egilah orangnya. Pantas saja Mela Putus dengan Egi ini ini kah sebabnya? Bahkan Mama seperti orang bodoh karena tak tahu apa p
last updateLast Updated : 2025-03-08
Read more

Bab 39

Papa menyimpan ponsel ke sakunya dan mengarahkan pandangan nya padaku dengan raut wajah iba. “Lepaskan laki-laki itu! Kamu berhak hidup bahagia, sore ini kita ke rumah orang tua Dimas. Biarkan Papa yang menyelesaikan nya, “ ucap Papa tegas.Mama memelukku sambil menangis, tangisnya terdengar begitu pilu. Selama ini aku begitu takut mendengar namanya perpisahan, karena aku punya impian menikah seumur hidup sekali saja. Karena aku orang yang sulit untuk melabuhkan cinta pada seseorang. “Dari kecil kamu tidak pernah kami bentak apa lagi sampai memukulmu. Padahal kami yang merawat kamu dari bayi, mendidik, hingga dewasa." Papa berhenti sejenak kemudian melanjutkan. "Tapi kenapa? Seorang laki-laki yang ketemu dengan kamu setelah kamu dewasa dengan seenaknya dia memperlakukan kamu seperti wanita yang tidak ada harga diri, “ ucap Papa dengan suara bergetar. Baru kali ini Papa yang biasanya tidak banyak bicara mengungkapkan kekecewaan nya. Mama menatapku dengan air mata yang mengalir dera
last updateLast Updated : 2025-03-09
Read more

Bab 40

Kami semua menghampiri Abah yang sekarang ada di pangkuan Ibu. Matanya terus menatap Mas Dimas dengan nafas yang naik tersengal-sengal. Wajahnya pucat dan keringat dingin membasahi dahinya.“Kamu, Dimas... telah mencoreng arang di wajah Abah,” ucap Abah dengan terbata-bata, suaranya bergetar dengan emosi. “Sadarkah kamu, kamu sudah menjadi Ummat nabi Luth? Perbuatan yang dilaknat oleh Allah.”Abah berhenti sejenak, mengambil napas dalam-dalam sebelum melanjutkan. “Jika kamu tidak meninggalkan hal itu, jangan anggap kami orang tuamu lagi...” Suaranya pecah, dan Abah tertawa getir.“Rasanya sia-sia Abah mendidik kamu ilmu agama dari kecil, tapi akhirnya kamu menjadi seperti ini,” ucap Abah dengan suara pelan, hampir tak terdengar. Terdengar kekecewaan yang dalam dari nada suara Abah.Mas Dimas menunduk, dan hendak meraih tangan Abah. Namun Abah menepisnya kasar, tidak ingin disentuh oleh anaknya.“Abah... aku minta maaf,” ucap Mas Dimas, suaranya bergetar. “Tapi inilah kebahagiaan ku, B
last updateLast Updated : 2025-03-10
Read more
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status