Lahat ng Kabanata ng Pernikahan Dengan Sang Penguasa: Suamiku Bukan Petani Biasa: Kabanata 41 - Kabanata 50

62 Kabanata

Bab 41 Dia Sakit

Kalau saja tadi pengasuh Keysa tidak menelpon dan mengabari bayi itu rewel, Angga pasti akan memaksa untuk mengantar pulang Lea. Namun, pria itu juga sadar jika keponakannya membutuhkannya.Begitu Angga tiba, ia langsung mandi. Teringat saat di perusahaan tadi, ia berkeliling ke sana kemari.“Keysa kenapa nangis, Sayang?” Angga menimang-nimang keponakannya sembari memberikan susu formula.Bagaikan bertemu pawangnya, Keysa berhenti menangis. Bayi empat bulan itu mulai anteng dan menuntaskan rasa laparnya. Seperti biasa, Angga akan duduk dan meletakkan Keysa di dadanya.Keponakannya itu akan cepat tertidur jika punggungnya diusap perlahan. Sementara Angga bisa menikmati waktu beristirahat sejenak sambil membuka tablet. Sore ini membaca laporan yang sudah disusun oleh Putra.“Papa mau bawa pulang Mama Lea ke sini. Keysa jangan rewel ya, kalau sama Mama Lea,” bisik Angga.“Ini kopinya Aden,” ucap Bi Tami.“Makasih, Bi,” balas Angga.“Non Keysa sudah pulas, Den. Mau dipindahkan sekarang?”
last updateHuling Na-update : 2025-03-05
Magbasa pa

Bab 42 Dilaporkan

Angga nyatanya tak mampu menghindari hal yang mengusik ketenangannya. Pria itu terus saja kepikiran soal Lea. Angga juga teringat pertama kali ia Seno yakin jika Lea adalah istrinya.“Apa kemarin aku terlalu berlebihan? Dia pasti syok sampai jatuh sakit,” gumam Angga teringat reaksi Lea kemarin.Pria itu merogoh ponselnya, tapi urung menghubungi. Angga meraih kunci motornya lalu mengetuk pintu kamar Bi Tami. Ia meminta wanita itu menjaga Keysa sampai ia pulang.Sepanjang perjalanan menuju ke apartemen tempat Lea tinggal, pikiran Angga mulai berkelana. Mengingat momen-momen dirinya bersama Lea. Begitu juga saat Seno memberikan bukti jika Lea benar-benar ditipu oleh tantenya sendiri.Flashback on“Lo sendiri yang bilang sama gue. Gadis yang lo nikahi, putri dari pemilik rumah yang pagarnya ada ornamen bunga matahari. Rumahnya yang tepat di depan kantor kelurahan desa. Rumah yang catnya warna abu putih. Rumah yang dekat mesjid di sana itu!” tutur Sena berapi-api.“Bukan sembarang mesjid,
last updateHuling Na-update : 2025-03-06
Magbasa pa

Bab 43 Bukan Petani Biasa

Suapan demi suapan masuk ke dalam mulut Lea. Melati sendiri sibuk menolak panggilan telpon yang sejak tadi membuat ponselnya menyala. Benda itu sudah seperti lampu lalu lintas yang tak berhenti bekerja. Kalau bukan panggilan telpon, maka notifikasi pesan yang masuk.Sembari menikmati supnya, Lea pun bercerita dengan apa yang terjadi di kantor. Kejadian yang membuat kepalanya hampir meledak.Dengan sabar Melati menyimak. Sebagai sahabat Lea, ia tentu hawatir memikirkan nasib Lea di Tanufood. Padahal, sahabatnya itu baru saja diterima kerja.Alasan lain yang membuat Melati pusing adalah rencana balas dendamnya pada Tari. Bagaimana jika Lea dipecat sebelum ia berhasil memberikan pelajaran pada Heru dan selingkuhannya itu?“Lo diminta ke ruangannya? Ke ruang CEO? Sendirian?” tanya Melati melongo.Lea mengangguk sendu. “Terus? Lo dimaki-maki? Lo diancam mau dipecat?”Lea berpikir sejenak dan mencoba mengingat apa yang atasan sekaligus suaminya itu lakukan padanya. Angga sama sekali tidak pe
last updateHuling Na-update : 2025-03-08
Magbasa pa

Bab 44 Modusin Lea

“Saya tahu ponsel kamu tidak rusak. Kenapa tidak baca dan balas pesanku?” bisik seseorang.Lea terlonjak kaget mendengar suara yang sudah tidak asing lagi di telinganya. Ia pikir, datang ke kantor sebelum pukul tujuh pagi, bisa membuatnya menghindari makhluk yang satu ini. Namun, sialnya rencananya gagal total.“Apa dia pasangin gue GPS? Kok bos yang satu ini masuk kantor sepagi ini?” batin Lea heran.Lea sama sekali tidak tahu jika sejak pukul enam, Angga menunggu di parkiran apartemen tempat tinggal Lea. Niatnya ingin menjenguk Lea sebelum ke kantor. Berperang di antara keinginan dan gengsi, Angga tidak lekas naik ke lantai lima apartemen. Jangan sampai staf keamanan kembali mengusirnya seperti semalam.“Selamat pagi, Pak,” ucap Lea sembari mengangguk sopan.Angga menatap kepala Lea yang masih saja tertunduk. Gadis itu benar-benar pendek jika hanya mengenakan flatshoes. Namun, justru terlihat imut di sisinya yang bertubuh tinggi.Lea masih diam menatap ujung sepatunya. Pintu lift akh
last updateHuling Na-update : 2025-03-09
Magbasa pa

Bab 45 Sentuhan Panas

Plak!Heru mengusap pipinya yang baru saja kena tempeleng. Rasa terbakar bercampur perih, kini menjalar hingga ke rahangnya.Ia kembali menatap sang kekasih dengan tatapan tak percaya. Ada apa dengan Tari?“Kamu kenapa sih, Beb?” tanya Heru syok.“Kenapa? Kamu nggak merasa bersalah sama aku?” balas Tari dengan mata berkaca-kaca.Masih dengan mengusap pipinya, Heru bertanya, “Bersalah? Aku salah apa, Beb?”“Kamu mau balikan kan, sama Lea?” tuding Tari melotot tajam. Tak lagi tampak keanggunan yang selama ini membuat Heru terpesona.“Nggak, Beb! Sumpah!”“Bohong!”“Nggak, Tari. Aku cintanya cuma sama kamu!” tegas Heru.“Terus, kenapa tadi kamu terus saja nempelin dia? Bilang aja kamu udah bosan sama aku!” tuduh Tari.Kali ini air matanya jatuh membasahi pipinya. Ia sudah menyerahkan segalanya pada Heru. Membayangkan pria ini meninggalkannya, Tari tidak merasa tidak sanggup jika terjadi. Lebih dari itu, Lea dan Melati pasti akan mengolok-olok dirinya.“Aku sengaja modusin Lea biar dia ban
last updateHuling Na-update : 2025-03-10
Magbasa pa

Bab 46 Talak Saja Aku

Satu persatu staf dan karyawan meninggalkan kantor. Jam kerja sudah berakhir. Sudah saatnya pulang untuk berkumpul bersama keluarga atau bertemu kekasih maupun teman. Namun, hal itu tidak dapat dirasakan Lea yang yatim piatu.Pesannya juga tak kunjung dibalas oleh Melati. Sahabatnya mungkin sedang sibuk menangani pasien. Bagaimanapun, profesi Melati berbeda dengannya.Takut laporan tim quality control ditolak oleh sang atasan, Lea pasrah. Setelah membereskan pekerjaannya, Lea kembali naik ke ruangan Angga. Membayangkan senyum menyebalkan pria itu, seketika Lea cemberut.“Pak, Nona Leana sudah ada di depan menunggu Anda,” lapor Putra dari sambungan telpon.“Tanya kenapa dia tidak menghibungi saya langsung?” ujar Angga.“Ponsel Nona Leana lowbat, Pak.” Putra cepat tanggap saat Lea menunjukkan ponselnya.“Minta dia masuk ke ruangan saya!” perintah Angga.“Baik, Pak,” sahut Putra.Putra membuka laci mejanya dan mengeluarkan sebuah map. Kemudian mengulurkan sebuah pulpen pada Lea. “Nyonya,
last updateHuling Na-update : 2025-03-10
Magbasa pa

Bab 47 Janda dan Duda

Sarannya itu sudah Lea pertimbangkan matang-matang. Bukan keputusan yang ambil tiba-tiba. Ia bahkan memikirkannya berkali-kali dalam 24 jam lebih.Lea tidak ingin jadi batu sandungan dalam karir maupun hidup Angga. Dirinya bagaikan daun kering yang tak layang bersanding dengan bunga indah.Lea pernah memiliki harapan ingin membangun keluarga kecil dengan suaminya Tanu. Pria sederhana yang mengaku sebagai petani. Kini, harapan itu sepertinya harus ia kubur saat menyadari suaminya adalah seorang petani berdasi. Putra salah satu konglomerat di negara ini.“Dan?” Kali ini Angga menyilang lengan di dada. Tatapaannya lekat dan mengunci tatapan Lea.“Anggap aja kejadian di Tulungagung adalah kejadian yang hanya jadi sebatas kenangan,” pinta Lea.“Karena?” Sepasang alis yang bergerak naik itu menuntun jawaban.Lea menelan saliva saat merasakan perubahan suara Angga yang terengar lebih dingin dari sebelumnya. Pria itu jelas marah. “Kita nggak cocok,
last updateHuling Na-update : 2025-03-11
Magbasa pa

Bab 48 Titah Penguasa

Angga tersenyum dan malah menyilang lengan. Gayanya sudah seperti pemilik kamar saja.“Aku tidak berniat menginap malam ini. Mungkin kapan-kapan kalau kamu belum juga mau ikut pindah denganku. Lagian, di rumah ada yang lebih cantik dari kamu, yang nungguin aku pulang,” ucap Angga sembari mengedarkan pandangan.Lea komat-kamit tanpa suara. “Tadi saja gombal dan maksa ikut pindah. Sekarang malah bilang ada yang lebih cantik yang nungguin dia. Terus, ngapai dia ke sini? Bikin naik tensi aja,” batin Lea kesal.“Tidak usah cemburu,” bisik Angga.“Siapa juga yang cemburu?” elak Lea.“Aku cuma penasaran, Nyonya Anggara Dean hidup seperti apa tanpa suaminya.” Angga bersandar di depan pintu kamar Lea lalu memutar gagang pintu.Lea membelalak lalu berusaha menarik Angga keluar. Namun, apalah daya tubuhnya yang kecil, dibandingkan Angga yang tinggi besar.“Tolong pulanglah sekarang. Nanti Melati bisa syok lihat Mas Angga di sini,” bujuk Lea kare
last updateHuling Na-update : 2025-03-11
Magbasa pa

Bab 49 Kata Pertama

Untuk pertama kalinya Seno melihat Angga bertingkah aneh sejak sahabatnya itu mendirikan Adeacoagro. Apakah ini karena efek pernikahan? Seno masih tak habis pikir.Seorang Anggara Dean Hartanuwiguna mau guling-guling di karpet. Menemani Keysa yang sudah bisa tengkurap. Bayi empat bulan lebih itu tertawa setiap kali Angga mengatakan cilukba.“Bi, dia habis makan apa?” tanya Seno pada Bi Ami yang sedang membuatkan susu formal untuk Keysa.“Bibi nggak tahu, Den. Sejak pulang, Den Angga kayak bahagia gitu. Ah, tadi bbi sempat dengar dia bilang sama Keysa. Papa akan bawa mama pulang,” ungkap Bi Tami.Seno menunjukkan foto-foto Lea pada Bi Tami. Wanita itu langsung terkesan dengan senyum menawan Lea. Bahkan, Bi Tami mengatakan jika Angga dan Lea memang tampak serasi.Seperti biasa, Seno meminta Bi Tami untuk merahasiakannya. Paling tidak sampai Angga membawa Lea ke rumah ini.Seno sendiri yakin, jika Keysa hanya menjadi alasan bagi Angga. Sebenarn
last updateHuling Na-update : 2025-03-11
Magbasa pa

Bab 50 Suami Peneror

Duduk termenung dengan layar tv yang menayangkan acara komedi. Lea tetap saja tidak terhibur. Pikirannya masih terjebak pada permintaan Angga. Pria itu memintanya untuk tinggal bersama.Lamunan-lamunan Lea buyar saat ponselnya berbunyi. Angga mengirimkan beberapa foto. Setelah berhasil ia unduh, Lea menyadari jika itu fotonya bersama beberapa orang pria berbeda.Mereka adalah karyawan pria Adecoagro dan Tanufood. Salah satunya adalah foto Lea bersama Heru. Sejak kapan ada mata-mata di sekitarnya?Lea tersentak kaget sampai berdiri. Bagaimana bisa ia sampai tidak menyadarinya?Mas Angga: [Kamu menolak tinggal bersamaku karena mereka?]Aku: [Nggak! Lagian orang lagi kerja kok.]Mas Angga: [Takin? Kamu kayak bahagia sekali ngobrol sama mereka?]Aku: [Orang harus ramah kalau lagi bicara sama rekan kerjanya, Mas. CUMA REKAN KERJA!]Mas Angga: [Saya tidak percaya sampai kamu tinggal bareng sama saya!]“Tuh kan, apa aku bilang? Pasti ada maunya,” ucap Lea kembali duduk dengan lemas di sofa.
last updateHuling Na-update : 2025-03-13
Magbasa pa
PREV
1234567
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status