Все главы Proposal Cinta Sang Miliarder : Глава 31 - Глава 40

43

Bab 28: Restu yang Dinanti

Hari itu, udara terasa lebih panas dari biasanya. Di luar, langit siang yang cerah dipenuhi dengan awan yang bergerak cepat, seakan mencerminkan gejolak yang ada dalam hati Aisyah. Ia duduk di ruang tamu rumahnya, di hadapan kedua orang tuanya. Pak Ahmad duduk di kursi kayu besar, wajahnya masih tampak serius seperti biasanya. Sementara Ibu Aisyah yang duduk di sebelahnya, tampak sedikit lebih rileks, meskipun matanya masih menunjukkan kekhawatiran yang dalam.Aisyah menggigit bibir, menahan diri untuk tidak membuka percakapan lebih dulu. Selama beberapa hari terakhir, setelah semua yang terjadi, ia merasa seperti berada di persimpangan jalan yang tak tahu harus ke mana. Di satu sisi, Farhan telah menunjukkan lebih banyak ketulusan daripada yang ia harapkan. Namun, di sisi lain, Ayahnya, Pak Ahmad, masih belum sepenuhnya menerima kenyataan itu.Ibu Aisyah akhirnya memecah kesunyian yang mencekam. "Pak, kamu harus mulai mempertimbangkan bahwa Farhan telah membuktika
last updateПоследнее обновление : 2025-03-23
Читайте больше

Bab 29: Persiapan Pernikahan Islami

Hari-hari menjelang pernikahan semakin mendekat, dan Aisyah merasa campur aduk. Ada kegembiraan, tetapi juga rasa khawatir yang tak bisa ia hindari. Setelah restu dari ayahnya, semuanya mulai terasa lebih nyata. Farhan, pria yang kini ia cintai, telah membuktikan ketulusannya dengan mengorbankan banyak hal demi hidup yang lebih sederhana. Namun, meski begitu, perjalanan mereka belum sepenuhnya mulus.Di ruang tamu rumah Aisyah yang sederhana namun nyaman, Aisyah sedang duduk di depan laptop, membuka beberapa referensi tentang pernikahan islami yang sederhana. Ia sudah memutuskan, bahwa pernikahan mereka akan tetap sesuai dengan syariat, tanpa embel-embel kemewahan yang tidak perlu. Farhan, yang duduk di sampingnya, ikut menatap layar laptop. Mata mereka bertemu, dan meskipun tampak tenang, keduanya tahu bahwa jalan yang mereka pilih tidaklah mudah."Aisyah," Farhan memulai, suaranya lembut namun penuh ketegasan. "Aku ingin semuanya sesederhana mungkin. Ini bukan ha
last updateПоследнее обновление : 2025-03-24
Читайте больше

Bab 30: Pernikahan Yang Terlaksana

Pernikahan mereka akhirnya terlaksana. Tanpa gemerlap pesta mewah, tanpa hiasan yang mencolok, dan tanpa undangan selebriti yang ramai di media sosial. Hanya ada keluarga terdekat, sahabat-sahabat yang tulus, dan tentunya doa yang mengalir tanpa henti. Itulah yang Farhan dan Aisyah inginkan. Sesederhana itu. Dan meski ada banyak suara yang mencoba mengubah keputusan mereka, akhirnya mereka berhasil bertahan pada prinsip yang sudah mereka pegang sejak awal.Farhan dan Aisyah berdiri di pelaminan sederhana yang dihiasi bunga-bunga putih dan dekorasi minimalis yang sangat elegan. Setiap sudut ruangan terasa penuh dengan makna. Tidak ada yang berlebihan, tidak ada yang berlebihan. Semua serba sederhana, tapi terasa begitu indah.Aisyah menatap Farhan, dan dalam tatapannya, ia melihat kebahagiaan yang tulus. "Kita berhasil," kata Aisyah dengan suara lembut, menggenggam tangan Farhan erat. "Akhirnya, kita sampai di sini."Farhan tersenyum, namun senyum itu terli
last updateПоследнее обновление : 2025-03-25
Читайте больше

Bab 31: Awal Perpecahan

Pernikahan mereka baru saja dimulai. Namun, kehidupan yang sederhana dan penuh ketulusan itu tak pernah terasa begitu penuh makna bagi Farhan dan Aisyah. Kehidupan mereka jauh dari gemerlap dunia yang dulu dikelilingi oleh kesibukan bisnis dan uang. Setiap hari, mereka menjalani rutinitas penuh cinta dan doa, merasakan kebahagiaan yang sederhana-namun memiliki kedalaman yang tak bisa dibeli dengan uang.Suatu sore, setelah shalat Ashar, Aisyah duduk di ruang tamu dengan secangkir teh hangat di tangan. Pikirannya teralihkan oleh Hana, sahabat lama yang kerap mengunjunginya. Aisyah selalu merasa nyaman berbicara dengan Hana. Mereka sering berdiskusi tentang dakwah dan kehidupan. Hana adalah sosok yang cerdas dan punya semangat yang tinggi, sama seperti dirinya. Aisyah tak pernah menyangka bahwa kedekatan mereka berdua akan membawa masalah di kemudian hari.Farhan keluar dari ruang kerja, matanya menangkap Aisyah yang sedang asyik dengan teh di tangannya. Wajah istrin
last updateПоследнее обновление : 2025-03-26
Читайте больше

Bab 32: Bibit Konflik

Kehidupan yang dulunya penuh dengan keheningan dan ketenangan kini mulai terasa berbeda. Setelah beberapa minggu menjalani hidup bersama sebagai pasangan suami istri, Farhan dan Aisyah merasa semakin dekat, meskipun di sisi lain ada ketegangan yang perlahan tumbuh. Ada sesuatu yang tidak terucap, namun terasa, seperti udara berat yang menunggu untuk pecah. Hana, sahabat Aisyah, hadir begitu sering dalam kehidupan mereka, dan meskipun Aisyah tidak menyadarinya, Farhan mulai merasakan ada ketidaknyamanan yang semakin mengganggu hatinya.Hana yang dulu datang dengan niat baik, hanya untuk membantu proyek dakwah dan mendukung Aisyah, kini semakin sering datang tanpa alasan yang jelas. Mungkin, awalnya Farhan berpikir itu adalah hal yang wajar-sebuah bentuk persahabatan, mungkin juga keinginan Hana untuk lebih dekat dengan suaminya demi mendukung kegiatan sosial mereka. Tapi lambat laun, ada yang mulai berubah. Farhan bisa merasakannya: sikap Hana yang mulai lebih genit, lebih menggebu-geb
last updateПоследнее обновление : 2025-03-27
Читайте больше

Bab 33: Manipulasi Hana

Suasana malam itu terasa berbeda. Angin yang biasanya membawa kesejukan kini datang dengan hembusan yang berat, seperti sebuah pertanda. Farhan duduk di ruang tamu, matanya menatap layar ponsel, namun pikirannya melayang jauh. Pikiran-pikiran tentang Aisyah, Hana, dan perasaan yang kini begitu kabur, membuatnya merasa seperti terjebak dalam kebimbangan yang tak kunjung reda.Aisyah, di sisi lain, duduk di teras rumah, mencoba menenangkan dirinya. Sejak kejadian tadi malam, perasaannya begitu kacau. Ia merasa kehilangan kendali atas hatinya yang selama ini yakin dan mantap. Cemburu bukanlah perasaan yang ia harapkan hadir dalam kehidupan pernikahannya, tetapi Hana, sahabatnya yang selama ini begitu dekat, telah berhasil mengusik ketenangan hatinya.Ketegangan antara mereka bertambah besar setelah Aisyah menemukan pesan-pesan manis yang dikirimkan Hana kepada Farhan. Meski Farhan berusaha meyakinkannya bahwa itu hanya salah paham, Aisyah merasa perasaan cemasnya buka
last updateПоследнее обновление : 2025-03-28
Читайте больше

Bab 34: Retaknya Kepercayaan

Hari itu, langit terlihat lebih kelabu dari biasanya, seolah-olah turut merasakan ketegangan yang semakin mencekam di dalam rumah Farhan dan Aisyah. Suasana yang dulu penuh dengan tawa dan kebahagiaan, kini terasa dingin dan jauh. Sejak pertemuan malam itu, hubungan mereka tampaknya retak di bagian yang paling dalam, di tempat yang selama ini mereka anggap sebagai pondasi kepercayaan.Aisyah duduk di ruang tamu, tangannya memegang cangkir teh yang sudah lama dingin. Matanya menatap kosong ke luar jendela, sementara pikirannya berputar-putar, mencoba mengurai perasaan yang terpendam. Di depannya, Farhan duduk diam, matanya menunduk. Suasana itu begitu sunyi, seakan-akan kata-kata yang mereka tunggu tak mampu keluar dari mulut masing-masing.Farhan akhirnya mengangkat wajahnya, memecah keheningan dengan suara yang rendah dan berat. "Aisyah ... aku harus jujur padamu. Hana ... dia mencoba mendekatiku. Aku sudah berusaha menahan diri, tapi aku tahu aku harus mengatakan
last updateПоследнее обновление : 2025-03-29
Читайте больше

Bab 35: Tekanan dalam Pernikahan

Farhan berjalan perlahan di lorong rumah, langkahnya terdengar berat, seakan-akan setiap langkah membawa beban yang semakin berat. Pikirannya berkelana ke mana-mana, membayangkan perbincangan yang akan segera dimulai. Ia sudah tahu apa yang akan datang: sebuah pembicaraan yang akan menguji integritasnya, dan yang lebih penting, menguji cintanya kepada Aisyah.Pagi itu, setelah percakapan yang tegang dengan Aisyah semalam, Farhan merasa terjepit di antara dua dunia. Di satu sisi, ada Aisyah, istri yang telah ia cintai dengan sepenuh hati, yang menuntut komitmen dan kesetiaan. Di sisi lain, ada Hana, sahabat lama yang secara halus berusaha menariknya jauh dari Aisyah. Meskipun Farhan berusaha menjaga jarak. Namun, hubungan mereka semakin sulit untuk dipertahankan hanya dengan kata-kata.Hari ini, ia harus berbicara dengan Pak Ahmad, ayah Aisyah, yang jelas-jelas mengetahui situasi tersebut. Tidak hanya sebagai seorang ayah yang sangat melindungi anaknya, Pak Ahmad ju
last updateПоследнее обновление : 2025-03-30
Читайте больше

Bab 36: Puncak Konflik

Malam itu, angin berhembus pelan, membawa udara yang lebih dingin dari biasanya. Aisyah berjalan tergesa-gesa keluar dari acara sosial itu, perasaannya bercampur aduk. Hatinya seperti dihantam badai, bergejolak tanpa arah. Sesekali, ia menarik napas panjang, mencoba menenangkan diri, namun rasanya semakin berat.Farhan berlari mengejarnya, langkahnya terdengar berat di telinga Aisyah. Setiap detik yang berlalu membuat perasaan mereka semakin jauh. Aisyah tahu bahwa perasaan yang ditimbulkan oleh kehadiran Hana di acara itu bukan hanya cemburu, tetapi lebih dari itu-ia merasa seperti ada yang telah dihancurkan di antara mereka, sesuatu yang sulit untuk dibangun kembali."Aisyah, tunggu!" Farhan memanggilnya, suaranya tegang dan penuh penyesalan.Aisyah berhenti sejenak, namun tidak menoleh. "Kenapa, Farhan? Kenapa harus begini?" suaranya serak, hampir seperti tersumbat oleh air mata yang berusaha ia tahan.Farhan menghentikan langkahnya beberapa la
last updateПоследнее обновление : 2025-03-31
Читайте больше

Bab 37: Penyesalan Farhan

Pagi itu, udara terasa lebih dingin dari biasanya. Farhan duduk di ruang kerjanya, pandangannya kosong menatap ke luar jendela. Di balik jendela kaca yang bersih, pemandangan kota yang sibuk tampak biasa saja, tidak ada yang spesial. Namun hatinya, sebaliknya, begitu kacau. Pagi itu, hidupnya terasa lebih kosong daripada sebelumnya.Ia menghela napas panjang, menatap layar ponsel yang tergeletak di meja kerjanya. Sudah berjam-jam, namun tak ada satu pesan pun dari Aisyah. Ia tahu, ini adalah konsekuensi dari perbuatannya. Ia telah melukai hati wanita yang selama ini ia cintai. Dan sekarang, ia harus bertanggung jawab."Aisyah ...," Farhan berbisik pelan, seakan berharap bahwa suaranya bisa menjangkau wanita itu di tempat yang jauh, di rumah orang tuanya.Ia menatap layar ponsel lagi. Tiba-tiba, pesan dari Hana muncul, menambah rasa cemas yang sudah mendera hatinya sejak semalam. "Farhan, aku ingin bicara tentang kita," tulis Hana, dengan kata-kata yang seo
last updateПоследнее обновление : 2025-04-01
Читайте больше
Предыдущий
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status