Ratih melepaskan pelukannya di lengan Katon, berdiri tegak dan menatap Fey dengan tatapan tajam. Ini adalah kesempatan bagi Ratih untuk menunjukkan bahwa dia bukan wanita yang bisa diremehkan begitu saja. Dia adalah pemenang sesungguhnya, Nyonya Anindito. Ada nama baik keluarga yang dibawanya. Ia harus bersikap elegan. Ratih melipat tangannya dan mendongak ke arah Fey yang jauh lebih tinggi darinya. “Aku tidak tahu Katon punya ‘cabang’ di Everest,” jawab Ratih dengan senyum yang tidak sampai ke matanya. “Tapi satu hal yang pasti, Fey. Katon tidur di kamar kami, dan hanya aku yang di sebelahnya.” Ucapannya pelan, namun sarat dengan makna. Katon tersadar dari keterkejutannya, langsung menarik lengan Ratih lebih dekat. “Fey, cukup,” katanya tegas, wajahnya mulai menunjukkan ketidaknyamanan. Fey tertawa kecil, menutup mulut dengan tangannya seakan menertawakan drama yang terjadi di depan matanya. “Santai saja, Ton. Aku cuma bercanda,” katanya, tak tampak merasa bersalah sama sekali.
Last Updated : 2025-02-18 Read more