“Kalau begitu, aku titip dulu Bagus padamu. Aku terlanjur mau menyadap. Nanti kalau sudah selesai, aku akan ke sana.”“Tapi, Kak, kondisi Bagus ….”“Kakak percaya dokter yang menanganinya. Lagi pula, perjalanan dari sini memakan waktu sekitar tujuh jam. Tidak bisa sim salabim. Jadi aku menyadap dulu, lumayan untuk sangu ke sana.”“Iya, Kak,” sahut Wahda pasrah.“Oh iya, satu lagi. Kamu sudah beritahu Ibu?”“Belum.”“Jangan beritahu dulu. Nanti aku yang kasih tahu. Salah sedikit nanti bisa jantungan dia.”“Iya, Kak. aku ngerti. Kalau begitu, aku tutup ya. Aku tunggu Kakak."Wahda menutup panggilannya dengan wajah lesu.“Terlanjur mau,” eja Arsa. “Itu maksudnya bagaimana? Terlanjur, tapi mau. Mau, tapi terlanjur.”“Dia sudah keluar dari rumah, dan sepertinya sedang di warung. Kebiasaanya mereka begitu, mampir dulu sarapan di warung, baru bekerja ke kebun karet.”"Kalau mendengar saudara
Last Updated : 2025-01-31 Read more