All Chapters of CAHAYA, Glow Up Setelah Disia-siakan: Chapter 31 - Chapter 40

51 Chapters

Bertemu Kembali

“Ma, alhamdulillah ... Aya naik semester dengan nilai terbaik!” seru Cahaya setelah berhasil menutup pintu mobil dan melihat ibunya sedang duduk santai di teras. Bu Salma spontan bangkit dari kursi dan menghampiri putrinya. “Kamu serius?” “Iya, Ma. Aya juga nggak nyangka. Padahal, Aya itu ketinggalan pelajaran lumayan jauh, tapi alhamdulillah Aya bisa dapetin nilai bagus!”“Kamu mirip seperti papamu, Sayang. Papa itu cerdas. Sama seperti kamu saat ini, papa selalu mendapat nilai terbaik di kampusnya. Bahkan, sampai lulus.” Bu Salma kembali menjawab dengan senyuman. Peristiwa yang dialami sang putri mengingatkannya kembali pada kenangan masa lalu.Dokter Hasan memang memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Bukan hanya tentang nilai akademis, tetapi juga tentang kepiwaiannya dalam praktik dan berbisnis. Oleh karena itu, Dokter Hasan mulai merintis membangun rumah sakit pribadi mereka sejak masih muda. Kala itu, setelah kedua orang tuanya meninggal, dr. Hasan yang tidak memiliki saudar
last updateLast Updated : 2024-11-03
Read more

Kebahagiaan Terbesar

“Cahaya, kamu ingat nggak siapa dia?” tanya dr. Hasan pada Cahaya dengan tersenyum menoleh sekilas kepada pemuda yang duduk di tengah-tengah mereka. Karena desakan dari sang ibu, akhirnya Cahaya menurut dan saat ini empat orang itu sedang duduk di sofa besar ruang tamu.Dengan malu-malu Cahaya menggeleng pelan. “Nggak tahu, Pa.”Gadis itu benar-benar lupa bahwa Farel adalah dokter yang menangani neneknya sebelum meninggal dulu, karena yang memenuhi benaknya saat ini adalah perasaan malu. Ya, beberapa menit yang lalu gadis itu tak sengaja mempermalukan dirinya sendiri di depan tamu ayahnya itu.Dr. Hasan tertawa kecil. “Coba diingat-ingat lagi. Dia ini dokter yang merawat nenekmu sebelum meninggal,” terang dr. Hasan mencoba menggali ingatan putrinya.Namun, sepertinya saat itu pikiran dan hati Cahaya tidak saling menyatu karena kecemasan dan kesedihan membuatnya tidak fokus pada siapa saja yang ditemuinya. Jangankan wajah dokter yang menangani neneknya, jika ditanya wajah Pono, sopir a
last updateLast Updated : 2024-11-03
Read more

Semakin Glow Up

“Oh, jadi Raka itu adik Dokter?" tanya Cahaya setelah mendengar nama teman pria sekelasnya yang terkenal dingin dan cuek.“Iya, Raka adik saya. Anaknya ngeselin kan?” Farel kembali menyahut. “Maksudnya ngeselin gimana, Dok? Maaf, soalnya Aya nggak pernah ngobrol sama dia, walaupun kami satu kelas dan setiap hari bertemu.” “Ya gitu, kalau kata orang tua kami bilang, dia itu anak yang super masa bodoh. Cuek, tapi kalau udah ngomong, omongannya ceplas-ceplos,” jelas Farel membogkar aib adiknya. Lha iya, aib adik sendiri kenapa dibongkar pada teman sekelasnya. Entah mengapa, tiba-tiba Farel merasa nyaman berbicara tentang keluarganya pada sosok Cahaya yang baru dia temui dua kali. “Oh, iya. Raka emang jarang ngomong. Terkesan dingin dan cuek sama teman sekelasnya.” Cahaya menyahut lagi dengan diakhiri senyuman.Ketika empat orang ini sibuk makan seraya berbincang di ruang makan, di saat yang bersamaan dua putra dr. Hasan datang. Banyaknya kesibukan dan kegiatan bersama teman-temannya
last updateLast Updated : 2024-11-03
Read more

Teman Pria Dingin

“Pa, nanti kalau acara peresmian rumah sakit, Mama mau undang semua tetangga kita, boleh?” tanya Bu Salma pada suaminya ketika mereka bersiap untuk tidur. Saat ini wanita itu sedang duduk di kursi kecil depan meja rias. Sementara itu, dr. Hasan sedang duduk bersandar di punggung ranjang dengan kedua mata fokus pada tab yang dia pegang.“Rencana Papa emang gitu, Ma. Kan dulu waktu peresmian rumah sakit yang pertama juga seperti itu, kan?” “Iya, Pa. Papa benar.” Mendapat jawaban memuaskan dari sang suami membuat wanita yang sudah menyelesaikan serangkaian skin care malamnya itu tersenyum puas. Akhirnya, ada kesempatan bagi Bu Salma untuk menunjukkan pada keluarga Adam dan ibunya bahwa gadis desa yang dulu dia hina adalah putri seseorang yang terpandang. Bahkan, gadis yang mereka sebut jelek kini telah menjelma menjadi seorang putri kerajaan berparas cantik dan berkulit bersih yang anggun dan menawan.Niat yang terkesan buruk memang, tetapi keluarga mantan suami Cahaya yang sombong d
last updateLast Updated : 2024-11-09
Read more

Diam-Diam Memantau

“Jawab dengan jujur, lu udah punya cowok belum?” tanya Raka dengan menatap tajam pada Cahaya yang membuat gadis berjilbab itu seketika salang tingkah. “Maksud kamu apa?” Cahaya menunduk dengan malu-malu karena baru kali ini ada pemuda tampan yang berbicara serius dengan menatap matanya. Bahkan, pemuda ini bertanya tentang hal pribadi yang sangat sensitif bagi Cahaya. “Gua tanya, lu udah punya cowok belum?” Raka kembali mengulangi pertanyaannya. “Emmm, pacar, maksud gua pacar. Lu udah punya pacar belum?” Pertanyaan Raka benar-benar mengejutkan Cahaya. ”Pacar?” Dengan alis terangkat dan sebelah mata menyipit, gadis itu ingin memastikan. Pemuda yang duduk di hadapan Cahaya itu kembali merespon dengan penuh antusias. “Iya, pacar. Lu udah punya pacar belum? Ayo, jangan jujur, ya!” Cahaya menunduk, kemudian menggeleng. “Enggak ada. Aya nggak ada pacar,” jawabnya, pelan. “Serius? Mana mungkin putri dari dokter terkenal nggak punya cowok.” “Aya serius, Raka. Udah, ya? Aya mau pulang.”
last updateLast Updated : 2024-11-09
Read more

Persiapan Acara Besar

Hari ini tepat satu hari sebelum acara besar yang akan diselenggarakan di salah satu aula hotel bintang lima di tengah kota. Hampir seluruh persiapan sudah selesai mulai dari persiapan dekorasi, pembuatan undangan khusus untuk para tamu, hingga pemesanan kue ulang tahun berukuran besar untuk si kembar yang ulang tahun dan pemesanan beberapa menu catering untuk perjamuan tamu. Bukan hanya persiapan tempat dan hidangan acara, tetapi persiapan gaun dan setelan jas dan kemeja untuk keluarga Dokter Hasan ini pun telah siap semua. Tas dan sepatu dari sahabat Bu Salma yang tinggal di Korea pun sudah tiba di rumah beberapa hari yang lalu. Ya, sang perancang sepatu sendiri yang membawakannya sampai rumah karena perempuan bernama Tiara itu juga ingin menghadiri acara besar sahabatnya sekaligus dia ingin bertemu dengan Cahaya, putri sulung dari Bu Salma yang dulu telah dinyatakan meninggal dunia. Hari ini, Cahaya kembali melakukan perawatan kulit seluruh wajah dan tub uhnya di salah satu klin
last updateLast Updated : 2024-11-18
Read more

Kejutan Besar

Dua jam sebelum menghadiri undangan pesta peresmian rumah sakit baru milik tetangga terkaya di komplek ini, Adam terlihat sudah siap mengenakan setelan jas berwarna hitam mengkilap yang membuatnya tampak lebih gagah dan tampan dari biasanya. Sementara itu, sang ibu juga sudah siap dengan memakai kebaya mewah yang baru dibelinya kemarin. Setelah perdebatan panjang, demi bisa ikut hadir di acara tetangga kayanya, Bu Lastri tidak punya pilihan selain menyetujui keinginan Nadia untuk menyewa baby sitter khusus untuk menjaga putrinya hari ini. Pagi-pagi sekali si penjaga bayi yang dipesan Nadia sudah datang karena kebetulan gadis muda itu tinggal di sekitar rumah mereka. Sama seperti Bu Lastri yang sudah siap dengan kebayanya, Nadia pun sudah siap dengan gaun merah marun indah berbahan satin yang dia beli beberapa hari yang lalu. Keduanya sudah siap dengan pakaian mereka. Akan tetapi, belum dengan riasan wajah dan rambut mereka, karena keduanya akan singgah di salon langganan untuk mempe
last updateLast Updated : 2024-11-18
Read more

Kenyataan yang Mengejutkan

“Dam, kamu lihat putri Dokter Hasan itu? Kenapa dia mirip sekali dengan Cahaya?” tanya Bu Lastri pada Adam dengan tatapan terus tertuju pada sosok gadis cantik yang berdiri di hadapan mereka. “Kayaknya iya, tapi aku nggak yakin sih, Bu. Karena Ibu kan tahu kalau Cahaya dan neneknya sudah balik ke desa. Dan coba aja perhatikan wajah gadis itu, sangat cantik, Bu. Beda jauh dari Cahaya yang kita kenal dulu.” Adam menjawab, datar. Berusaha menepis kenyataan yang mengejutkan dengan semua hal yang ingin dia yakini selama ini. “Tapi, Dam. Kamu denger sendiri kan tadi Dokter Hasan memperkenalkan putrinya itu dengan nama Cahaya?” Bu Lastri bertanya lagi. Wanita paruh baya dengan dandanan menor itu sangat yakin bahwa gadis yang berdiri di hadapan mereka saat ini adalah menantunya dulu.Akan tetapi, Adam kembali mengelak dan berdalih, “Nama Cahaya bukan cuman punya gadis kampung itu aja, Bu. Adam yakin dia bukan Cahaya yang kita kenal dulu.” “Aku sependapat sama Ibu,” sahut Nadia memberikan k
last updateLast Updated : 2024-11-18
Read more

Status Janda

atap mantan mertuanya dengan penuh keberanian, kemudian gadis itu mengangguk pelan. “Iya, Bu. Aku Cahaya, mantan menantu yang kau sia-siakan dulu.” Mendengar ucapan Cahaya yang terkesan menantang, Bu Lastri hanya bereaksi tersenyum, malu-malu. “Ah, jangan berlebihan seperti itu, Cahaya. Ibu tidak pernah berniat menyia-nyiakanmu dulu. Ibu cuman mengajarimu cara menjadi istri yang baik. Gitu aja. Tapi, Ibu penasaran banget, kenapa kamu tiba-tiba jadi putri dari Dokter Hasan? Apa mungkin cerita nenekmu dulu tentang orang tua kandung yang membuangmu waktu bayi itu beneran Dokter Hasan?” Cahaya hanya diam, tetapi ibunyalah yang langsung memasang diri untuk berhadapan dengan sang mantan besan. “Iya, Cahaya benar-benar anak kami. Emangnya kenapa, Bu Lastri? Ada yang salah?” Bu Salma balik bertanya dengan penuh emosi. Beberapa orang yang berada di sekitar mereka termasuk Dokter Hasan sampai mendengar ucapan istrinya. “Ma, sudah, Ma.” Dokter Hasan paham betul dengan perasaan istrinya saat
last updateLast Updated : 2024-11-24
Read more

Perasaan yang Sama

“Bagaimana Abang tahu kalau gua suka Cahaya?” tanya Raka kepada kakaknya dengan spontan karena dia tidak pernah bercerita kepada siapa pun tentang perasaannya. “Yah, Abang cuman tahu aja. Emangnya kamu beneran suka Cahaya atau cuman suka-suka biasa?” Farel bertanya pada sang adik dengan tatapan tajam hingga membuat Raka merasa tidak nyaman.“Abang ini kenapa sih?” Pemuda yang sedari tadi berbaring itu kini mengubah posisi menjadi duduk.Sementara itu, masih dengan posisi berdiri, Farel semakin menatap sang adik dengan penuh keseriusan. “Abang cuman ngingetin aja. Kalau perasaanmu pada Cahaya hanya cuman sekadar suka, lebih baik jangan diteruskan. Jangan main-main dengan perasaan perempuan.”Mendengar ucapan kakaknya membuat Raka kesal. “Siapa juga yang main-main? Lagian, gua juga nggak ada nembak Cahaya. Dia juga nggak tahu perasaan gua. Jadi, gua ada salah apa-apa dong?” “Oh, jadi kalian belum jadian?” Farel malah dibuat penasaran dengan ucapan Raka. “Bukannya kalian sudah sering j
last updateLast Updated : 2024-11-24
Read more
PREV
123456
Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status