All Chapters of Tak Sudi Merajut Cinta Dengan Mantan: Chapter 621 - Chapter 630

661 Chapters

Bab 621

Saluran Pendidikan, Jurnal Akademik Nasional, Majalah Sains Mingguan, Biologi Frontier .... Semua adalah media arus utama dan resmi. Bahkan wartawan dari Kanal Berita Kota Juanin juga ada di antara mereka.Konan langsung membeku di tempat. "A-Apa yang terjadi ...?"Nadine juga terkejut. Dia menoleh ke Darius dan Mikha, tatapannya bertanya, 'Kalian yang ngundang mereka?'Darius melambaikan tangannya.Mikha juga menggeleng.Kalau begitu ... siapa?Para wartawan yang sangat jeli dalam membaca situasi, langsung menghujani Diana dengan pertanyaan-pertanyaan tajam. "Bu Diana, tadi Nadine menyebutkan insiden CPRT. Bisakah Anda menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi?""Bisa ceritakan lebih lanjut soal inspeksi pemadam kebakaran?""Apakah ini termasuk dalam kategori intimidasi akademik?""Benarkah Anda sengaja mempersulit mahasiswa dan menyebarkan fitnah terhadap mereka?""Apakah ini terkait persaingan antar-dosen, sementara mahasiswa hanya menjadi korban?"Diana dipojokkan oleh mikrofon, kame
Read more

Bab 622

Pemandangan spektakuler ini membuat semua orang terkejut. Mereka mendongak menatap langit dengan penuh kekaguman.Nadine berpikir sejenak, lalu melangkah mendekat ke arah Stendy. Stendy tampak sedikit terkejut melihat tindakannya."Terima kasih." Nadine berhenti di hadapannya dan menatapnya dengan penuh ketulusan. "Kamu juga yang undang semua wartawan itu, 'kan?""Konan cuma menghubungi dua media. Dia mungkin yakin kalian nggak akan bisa membangun laboratorium ini, jadi dia ingin memperkeruh situasi dan berharap bisa menjadikan ini senjata untuk menyerang balik di depan pihak universitas.""Aku cuma ikut bermain dalam rencananya, tapi dengan sedikit tambahan. Aku cuma memastikan ketika tamparan ini mendarat di wajah mereka, suaranya akan lebih keras."Ada satu alasan lain yang tidak dikatakannya. Sebelumnya, dia sudah beberapa kali memperingatkan Konan, tapi sepertinya peringatan itu tidak pernah dianggap serius. Kalau begitu, jangan salahkan dia menggunakan cara seperti ini. Ada bebe
Read more

Bab 623

Setelah meninggalkan Reagan, Nadine akhirnya menemukan kembali tujuannya dan perlahan-lahan kembali bersinar seperti dulu. Ketika menyadari bahwa dia benar-benar telah kehilangan wanita ini selamanya, perasaan kagum dalam diri Reagan segera digantikan oleh penyesalan yang mendalam.Di sampingnya, Jinny diam-diam memperhatikan perubahan ekspresi pria itu. Ekspresinya tetap tenang, tapi dia sengaja meraih lengan Reagan dan menggenggamnya erat.Reagan menoleh dengan bingung.Jinny hanya tersenyum."Kita sudah datang untuk memberi selamat dan kita juga bawa hadiah. Lebih baik kalau kita serahkan langsung sama tuan rumah, 'kan?"Usai bicara, dia menarik Reagan mendekat ke arah Nadine. "Nadine, selamat! Aku nggak tahu kamu suka apa, jadi aku dan Reagan pilih hadiah ini sama-sama. Kami berharap laboratoriummu terus berkembang dan membuahkan banyak hasil.""Terima kasih."Seperti pepatah, "Tangan yang memberi tidak akan dipukul". Nadine menerima hadiah itu dengan sopan.Namun, sepanjang percak
Read more

Bab 624

Setelah melangkah lebih jauh, ada satu pintu yang memisahkan sebuah ruang istirahat yang dirancang khusus oleh Nadine. Di dalamnya ada delapan kamar suite, masing-masing dilengkapi tempat tidur, lemari pakaian, cermin besar, dan wastafel.Di luar, ada area umum yang kafe kecil, rak buku, ayunan, dan meja pingpong, semua tersedia untuk relaksasi. Selain itu, karena Nadine suka memasak, dia bahkan menyiapkan dapur kecil lengkap dengan peralatan masak.Seluruh area ini dikelola oleh sistem pintar dan sepenuhnya terpisah dari zona eksperimen untuk memastikan keduanya tidak saling mengganggu.Darius melanjutkan penjelasannya, "Di lantai atas ada gym khusus, halaman belakang ada kolam renang, dan pemandangan di sana juga cukup bagus. Kalau capek, bisa duduk sambil minum kopi dan menikmati pemandangan.""Oh ya, di sini juga akan ada rak camilan, soalnya ada satu orang di tim kami yang doyan makan."Saat pertama kali mendesain laboratorium ini, Nadine sempat berpikir apakah perlu menyediakan a
Read more

Bab 625

Nadine mengangguk. "Bisa dibilang begitu."Mikha tak kuasa mengernyit. "Kedengarannya memang lega banget, tapi apakah fakultas bakal setuju? Mereka bukan orang bodoh.""Bu Freya bilang, urusan dengan fakultas akan dia selesaikan. Kita cuma perlu fokus sama penelitian dan melakukan pekerjaan kita dengan baik.""Luar biasa! Itu artinya kita bekerja untuk diri kita sendiri!" Mikha begitu gembira hingga langsung memasukkan dua potong biskuit ke mulutnya.Enak sekali!"Kalau saja ada teh susu panas sekarang, semuanya akan terasa sempurna ...."Belum selesai dia bicara, ponsel Nadine tiba-tiba berdering."Halo?""Halo, ini dari pengantaran makanan. Bisa tolong keluar sebentar untuk ambil pesanan the susu kalian? Saya tidak bisa masuk."Nadine tertegun.Teh susu? Dia tidak merasa memesan apa pun.Namun, karena kurir sudah menunggu, dia memutuskan untuk mengambilnya dulu baru mencari tahu. Saat kembali, di tangannya ada tiga cangkir teh susu panas.Mikha langsung berbinar. "Kak Nadine, kamu be
Read more

Bab 626

Di samping, Mikha yang sedang mengamati kejadian itu berkedip beberapa kali dan tidak berani bersuara. Situasi ini ... tsk!Nadine mengalihkan pandangannya di antara kedua orang itu. Stendy tersenyum santai, tetapi sebenarnya penuh tekanan dan tidak memberi ruang untuk penolakan.Sebaliknya, Arnold terlihat jauh lebih tenang dan lembut. Nadine bisa memahami itu adalah bentuk toleransi dan dorongan.Keduanya sedang menunggu jawabannya. Nadine sungguh kebingungan. Tiba-tiba, dari sudut matanya, dia melihat sesuatu. Dia bangkit, lalu berjalan ke dispenser air, dan mengambil sebuah cangkir dari lemari atas."Aku rasa lebih baik minum air saja," ucap Nadine.Arnold dan Stendy saling bertukar pandang, lalu masing-masing mengalihkan tatapan.Stendy tersenyum santai. "Kamu sudah bekerja keras sepanjang pagi. Istirahat yang baik. Aku ada urusan, jadi harus kembali ke kantor dulu."Dia juga bukan orang yang kurang kerjaan. Ada banyak urusan di perusahaannya yang menunggu keputusan darinya. Bisa
Read more

Bab 627

"Dia memang seperti itu, semakin besar tekanannya, semakin tenang sikapnya." Reagan tiba-tiba berbicara.Jinny tersenyum tipis. "Saat berkeliling tadi, aku melihat laboratorium bukan hanya memiliki area eksperimen, tapi juga ada ruang santai, bahkan dapur juga ada."Reagan mengernyit, lalu tanpa sadar menambahkan, "Itu karena Nadine suka masak dan dia juga sangat berbakat dalam masak. Setiap kali dia makan sesuatu yang dia suka atau menarik perhatiannya, dia akan menghabiskan beberapa hari untuk meneliti cara membuatnya.""Kalau dia menemukan resep dan video tutorial yang nggak cocok, dia akan mencoba sendiri dan membandingkan rasa mana yang lebih baik ...."Jinny tersenyum. "Kalau begitu, dia pasti orang yang sangat teliti."Reagan tersenyum, tatapannya dipenuhi kerinduan. "Ya, dia bukan hanya teliti, tapi juga sangat perhatian. Kalau ada yang sakit kepala atau demam, dia pasti orang pertama yang tahu. Di rumah, dia tahu persis di mana letak barang-barang, sekalipun cuma hiasan kecil
Read more

Bab 628

Reagan memberi instruksi kepada sopirnya. "Putar balik ke Grand Sira.""Baik, Tuan."....Makan malam berlangsung cukup menyenangkan, berkat suasana santai yang sengaja diciptakan oleh Jinny.Hanya saja, selama makan, Reagan meminta sebotol anggur merah. Begitu anggur itu habis, dia sudah tak tahan lagi terhadap efek alkohol. Matanya berkabut, wajahnya tampak mabuk.Melihat keadaannya, Jinny tidak punya pilihan selain membantunya naik ke mobil.Sopir tampak sedikit terkejut. "Tuan Reagan ... eee ....""Dia mabuk. Tolong antar dia pulang ya?" jelas Jinny.Tiba-tiba, sopir bertanya, "Nona Jinny, kamu mau ikut nggak?"Jinny tertegun sejenak."Jangan salah paham. Jam segini, Bibi Julia mungkin sudah pulang, jadi di rumah nggak ada siapa-siapa. Dalam kondisi begini, sebaiknya ada yang menjaga Tuan Reagan. Kalau kamu nggak keberatan ....""Tentu saja nggak keberatan. Ya sudah, ayo pergi." Selesai berkata begitu, Jinny ikut naik ke mobil.Tak lama kemudian, mereka tiba di vila Reagan. Setelah
Read more

Bab 629

Konan tersenyum dingin. "Menurutmu gimana? Kamu pikir masalah ini bisa diselesaikan dengan mudah? Lihat saja sendiri."Selesai berbicara, dia mengambil dokumen di meja dan melemparkannya ke wajah Diana. Diana mengambilnya dengan tangan gemetar. Semakin dia membaca, wajahnya semakin pucat.Peringatan disiplin, pemotongan dana proyek, pembatalan pengajuan penelitian tingkat nasional tahun depan ....Setiap poin terasa seperti gunung yang menimpanya. Saat akhirnya melangkah keluar dari kantor, punggung Diana terlihat sangat bungkuk.Konan sendiri juga tidak dalam posisi baik. Saat berbicara dengan pihak universitas, dia berhasil melemparkan semua kesalahan ke Diana, tetapi pihak universitas tetap memberinya peringatan karena kelalaian manajemen. Hukuman itu berlaku selama enam bulan.Begitu berita itu menyebar ke fakultas, dekan dan ketua akademik segera memanggilnya untuk berbicara. Meskipun kata-kata mereka terdengar sopan, nada mereka tetap tegas.Jika dihaluskan, mereka menyebutnya se
Read more

Bab 630

"Bagus kalau kamu sadar akan hal ini!"Saat itu, ponsel Nella tiba-tiba berdering."Halo?"Entah apa yang dikatakan dari seberang, wajah Nella langsung pucat."Kenapa tiba-tiba ada inspeksi? Nggak mungkin! Bukankah baru saja diperiksa? Baik, aku mengerti! Aku akan segera ke sana!"Panggilan berakhir dengan cepat. Nella menoleh ke Diana, seluruh tubuhnya gemetar. "Bibi ... ini gawat ...."Saat Diana dan Nella tiba di laboratorium, petugas pemadam kebakaran sudah mulai meninggalkan lokasi dengan tertib.Kaeso berlari mendekat dengan wajah panik. "Bu, dua laboratorium kita sama-sama ditempel stiker dari pemadam kebakaran! Kita harus melakukan perbaikan dalam jangka waktu tertentu ...."Pemandangan ini sangat familier. Dua bulan lalu, hal yang sama terjadi pada Nadine, Mikha, dan Darius. Namun, kali ini yang harus melakukan perbaikan adalah mereka sendiri!Diana nyaris tidak bisa memercayai apa yang baru saja didengarnya. Namun, di tangan Kaeso, ada surat resmi dengan stempel yang mustahil
Read more
PREV
1
...
6162636465
...
67
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status