Semua Bab Terjerat Pesona Kakak Tiriku: Bab 51 - Bab 60

71 Bab

Chapter 51 (Ini bencana?!)

"Hoammm," Adnessa meregangkan otot-otot tubuhnya setelah beberapa jam beristirahat dengan nyenyak. Mengingat hari ini adalah weekend, waktu yang tepat untuknya bersantai dan memanjakan diri setelah beberapa hari menghabiskan sebagian besar waktunya untuk kuliah dan juga memikirkan tentang Revan dan Axcel. Ia merasa perlu melepaskan penat dan mengisi kembali energinya.Perlahan, Adnessa menurunkan kakinya dari ranjang yang empuk sembari menjedai simpel rambut panjangnya yang tergerai sedikit berantakan. Ia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi yang berada di dalam kamarnya, membersihkan wajahnya dengan air segar serta menggosok gigi sebelum akhirnya keluar dari kamar dan memulai aktivitas paginya."Bau apa ini?!" Adnessa yang baru saja keluar dari kamar, sedikit penasaran dengan aroma sedap yang menyeruak hingga ke lantai dua rumahnya. Aroma itu sangat menggugah selera dan berhasil membuat cacing-cacing di perutnya meronta-ronta minta diisi. Ia merasa perutnya tiba-tiba lapar.Adness
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-21
Baca selengkapnya

Chapter 52 (Terungkapnya hubungan Adnessa dan Axcel)

"Ehemm," suara berat Axcel menyadarkan Adnessa yang hampir terlena oleh pesona Revan. Gadis itu berdiri tersudut di meja dapur itu karena ulah Revan yang tiba-tiba mencondongkan tubuh ke arahnya dengan niat meletakkan beberapa buah jeruk di atas meja yang di belakangi olehnya. Entah kenapa, jantung Adnessa jadi berdebar-debar tidak beraturan, ia memegang dadanya tanpa sadar dengan tatapan mata yang masih terfokus pada Revan. Adnessa mengedipkan matanya beberapa kali, segera ia bergeser untuk memberi jarak antara dirinya dan Revan yang terlalu dekat. "P-pak Revan tunggu saja di meja makan!" sahutnya sedikit gugup. Suaranya terdengar gemetar, dan pipinya memerah. Revan mengangguk, ia tersenyum sekilas ke arah Adnessa sebelum meninggalkan ruangan. Menyisakan aroma maskulinnya yang semakin menguar setelah berkeringat. "Kamu menyukainya, Ness?!" tanya Axel tiba-tiba, yang berdiri di samping Adnessa. Menatap gadis kesayangannya itu dengan perasaan campur aduk. "Hah?" binggung Adnessa yan
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-02
Baca selengkapnya

Chapter 53 (Kesalahpahaman)

Axel memegang pipinya yang terasa sedikit kebas setelah mendapat tamparan dari sang ayah, Jhonatan. "Papa senang, akhirnya kamu memiliki seorang kekasih," ucap Jhonatan dengan suara yang terdengar seperti menahan kekesalan, ia menatap putranya itu dengan tatapan penuh kilat amarah. "Tapi tidak dengan adik kamu seperti ini?" lanjutnya dengan suara yang semakin rendah, entah bagaimana kekecewaannya mengetahui kebenaran hubungan antara putranya dengan Adnessa, yang berstatus sebagai saudara tirinya."Axel tahu ini salah, Pa," aku Axel dengan nada rendah, mengakui perbuatannya. "Tapi apa yang salah dengan hubungan kita? Kita saling mencintai, Pa. Tidak ada yang menginginkan hubungan seperti ini, tapi apa daya kami?!" lanjutnya, ia masih saja kekeh dengan hubungannya itu.PLAKKK.Lagi-lagi, wajah tampan Axel harus menerima tamparan dari ayahnya. Bahkan pipi kirinya terlihat sedikit lebam dan memar di sudut bibirnya. Axel menerima semua itu, mengerti kekesalan ayahnya tanpa ingin melawan se
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-04
Baca selengkapnya

Chapter 54 (Kesalahpahaman part 2)

Axcel mengangkat tangannya, menghentikan Adnessa yang hendak bicara. Hembusan nafasnya berat, beban masalah hari ini terlalu menyesakkan. Ia tak sanggup lagi mendengar penjelasan Adnessa, yang mungkin hanya akan menambah luka di hatinya. Ia memilih pergi, mencari ketenangan sejenak."Apa aku keterlaluan?!" batin Adnessa panik, menatap punggung Axcel yang menjauh. Ia belum sempat menjelaskan apapun, dan kini Axcel pasti salah paham padanya. Niat mengejar Axcel urung. "Mungkin dia butuh waktu sendiri," gumamnya."Kalau begitu...kalian cepat resmikan hubungan kalian!" suara Jhonatan bagai petir di siang bolong, mengejutkan Adnessa."Apa?!" Adnessa terkejut bukan main. Perkataan Jhonatan jauh dari harapannya. "Pa...ini tidak seperti itu, Papa salah paham tentang kami!" ucap Adnessa gugup.Revan, yang sedari tadi memperhatikan Adnessa, tersenyum tipis. "Iya, Om. Kami juga tidak terburu-buru," timpalnya, berusaha membantu Adnessa. Revan tahu, hatinya belum berlabuh di hati gadis di sampingny
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-05
Baca selengkapnya

Chapter 55 (Tiba-tiba bertunangan)

Lampu-lampu kristal mewah memancarkan cahaya hangat, menerangi ballroom megah tempat pesta perjamuan diadakan. Gaun-gaun malam gemerlapan dan jas-jas mahal bertebaran di antara tamu undangan. Aroma parfum mahal dan hidangan lezat bercampur menjadi satu, menciptakan suasana yang memabukkan.Axcel keluar dari mobilnya, tatapannya langsung mencari sosok Adnessa. Jantungnya berdebar lebih kencang dari biasanya. Ia merindukan senyumnya, tawanya, sentuhannya. Namun, bayangan Revan dan Adnessa soretadi tiba-tiba muncul di benaknya, membuat hatinya mencelos.Tak lama kemudian, sebuah mobil mewah berhenti di depan pintu masuk. Adnessa keluar dari mobil, anggun dan mempesona dalam balutan gaun malam berwarna merah marun. Rambutnya yang tergerai indah, dihiasi dengan jepit berlian yang berkilauan. Axcel tidak bisa menahan untuk tidak menatapnya.Mata mereka bertemu. Waktu seolah berhenti. Ada kerinduan yang dalam di mata Adnessa, namun juga ada keraguan dan ketakutan. Axcel tahu, ada sesuatu yan
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-06
Baca selengkapnya

Chapter 56 (Apakah ini akhir dari hubungan kita?)

Erika tersenyum penuh kemenangan, matanya berbinar-binar puas. "Bagaimana, Adnessa? Hubungan kita sudah jelas, bukan?" ucapnya, suaranya penuh kemenangan sambil menyentuh lengan Axcel yang masih terdiam membeku. Sentuhan itu terasa seperti sengatan listrik bagi Axcel, membuatnya semakin muak dengan tingkah Erika. "Apa kamu tidak malu? Jika hubungan kalian terungkap, bukannya kamu akan mendapat predikat pelakor? Apa kamu tidak malu?!" Erika terus menyerang, kata-katanya bagaikan pisau yang menusuk jantung Adnessa, membuatnya sesak dan terluka."Tutup mulutmu, Erika!" geram Axcel, matanya berkilat marah. Ia tidak tahan lagi mendengar hinaan Erika terhadap Adnessa. Dengan kasar, ia melepaskan cengkeraman tangan Erika dari lengannya, seolah sentuhan wanita itu adalah racun yang menjijikkan. Erika tidak gentar, justru semakin menjadi-jadi, menciptakan keributan yang menarik perhatian seluruh pasang mata yang hadir di acara itu. Bisikan-bisikan mulai terdengar, orang-orang saling berpandang
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-08
Baca selengkapnya

Chapter 57 (Menyerah?!)

Baru saja Axcel merasa lega, mengetahui masalah Adnessa dan Revan waktu itu hanya sebuah kesalahpahaman. Kini justru sudah muncul masalah baru lagi yang menghantam hubungannya dengan Adnessa. 'Apa Tuhan benar-benar tidak merestui kami?' batin Axcel merasa gusar, bimbang antara nama baik keluarga atau perasaannya.'Tidak, saya tidak bisa seperti ini!' batin Axcel, menguatkan dirinya. Di tengah langkahnya bersama Erika menuju panggung pertunangan, tiba-tiba Axcel menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Adnessa yang sedari tadi masih berdiri di tempatnya, membuat Erika bertanya-tanya."Ada apa, Xel?" tanya Erika dengan kening berkerut, tangannya tidak lepas dari lengan Axcel.Tanpa menjawab pertanyaan Erika, Axcel melepaskan dengan kasar tangan Erika yang berada di lengannya, sebelum kembali melangkah menghampiri Adnessa."Ness ... Apa kamu mau berjuang bersama saya?!" tanya Axcel yang sangat mengejutkan, ketika ia sudah berdiri tepat di depan AdnessaMata sayu Adnessa seketika membu
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-09
Baca selengkapnya

Chapter 58 (Seorang simpanan?)

'Sahabat?!' Revan hanya bisa menyembunyikan kegetiran hatinya mendengar Adnessa yang memanggilnya sebagai sahabat. Namun, ia masih bersyukur, setidaknya Adnessa menganggap kehadirannya. 'Suatu saat nanti ... Perlahan, saya akan membuat kamu menintai saya, Ness!' Batin Revan, menatap intens wajah Adnessa yang bersandar di pundaknya. Wajah cantik dengan rambut yang terlihat sedikit berantakkan, menambah kesan menggemaskan untuk Adnessa."Ma-maaf, pak," Adnessa segera menegakkan tubuhnya, sadar jika apa yang baru saja ia lakukan itu sangat keterlaluan. 'Wallah-wallah, gawat,' batin Adnessa, dengan kening mengernyit, gadis itu melihat baju Revan yang terlihat sedikit berantakkan dan lusuh karena air matanya. "Kenapa?!" tanya Revan yang justru terlihat khawatir melihat perubahan sikap Adnessa yang tiba-tiba.Adnessa menelan ludahnya dengan kasar, "I-itu ... " Adnessa justru menyalah artikan tatapan Revan yang penuh kekhawatiran itu, ia mengira Revan marah dengannya. 'Dasar bodoh ... Dapat
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-11
Baca selengkapnya

Chapter 59 (Takdir yang kejam)

"Lalu, apa aku harus menjadi seorang simpanan?!" Kalimat itu terus berputar di otak Axcel, menghantamnya seperti palu godam."Bukan itu maksud saya, Ness," Axcel menggapai tangan Adnessa, mencoba menyalurkan perasaan yang bergejolak dalam dirinya. Namun, lagi-lagi Adnessa melepaskan genggaman itu, seolah sentuhan Axcel adalah racun yang membakar kulitnya."Apa kamu sudah tidak menginginkan saya lagi?!" tanya Axcel, suaranya bergetar antara amarah dan putus asa. Keningnya berkerut penuh pertanyaan, matanya menuntut jawaban yang tak kunjung datang. Axcel memaksa Adnessa agar menatap ke arahnya, ia memegang kedua pundak Adnessa, mengguncangnya perlahan, agar gadis itu mau menatap ke arahnya, melihat luka yang menganga di hatinya.Adnessa tersenyum, senyum yang lebih mirip topeng untuk menyembunyikan badai yang bergemuruh di dalam hatinya. "Jangan bercanda Axcel, bukannya semua sudah jelas?!" Sebenarnya, di sini Adnessa mencoba untuk menerima semuanya, menerima kenyataan bahwa pria yang i
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-13
Baca selengkapnya

Chapter 60 (Keputusan)

Setelah malam itu, malam di mana Adnessa dan Axcel memutuskan untuk berpisah dan melangkah di jalan masing-masing, takdir mempertemukan mereka kembali di pagi buta dengan perasaan dan situasi yang canggung.Brughhh.Jantung Adnessa berdesir hebat ketika dirinya dan Axcel tidak sengaja bertemu. Mungkin karena Adnessa yang kurang berkonsentrasi atau bagaimana, entah bagaimana awalnya tiba-tiba ia sudah berbaring di atas lantai dengan cahaya temaram itu, dengan Axcel yang berada di bawahnya. Ya, Adnessa tidak sengaja bertabrakan dengan Axcel hingga terjatuh dengan posisi yang sangat canggung. Tubuh mereka bersentuhan, napas mereka saling beradu, dan jantung mereka berdebar kencang."Ehemmm, maaf!" deham Adnessa, berusaha menutupi kegugupannya. Jantungnya berdesir hebat ketika tatapan matanya dan Axcel beradu. Mata mereka bertemu, saling mencari, seolah ingin menemukan jawaban atas pertanyaan yang belum terjawab. Adnessa merasakan sentuhan tangan Axcel di punggungnya, membuatnya semakin s
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-15
Baca selengkapnya
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status