Home / Romansa / Dimanja Suami Pembawa Sial / Chapter 641 - Chapter 650

All Chapters of Dimanja Suami Pembawa Sial: Chapter 641 - Chapter 650

719 Chapters

Bab 641

Jayla membuka matanya lebar-lebar. Dia memeriksa kartu itu dengan sangat teliti dari depan ke belakang, dan ternyata memang benar ada tulisan Tanuwijaya!Tiffany mengernyitkan alisnya dengan kesal saat menatap Jayla. "Bu Jayla, ini kartu temanku, tolong kembalikan pada kami. Aku cuma berjanji membelikanmu satu lipstik, tapi aku nggak pernah janji mau kasih kartu temanku padamu!"Jayla mendengus dingin, lalu menyelipkan kartu hitam itu ke tangan Tiffany. "Yakin kartu ini milik temanmu, bukan milikmu sendiri?"Wanita itu tertawa sinis. "Kartu ini jelas bertuliskan Tanuwijaya.""Setahuku, nggak banyak orang yang bermarga Tanuwijaya, dan yang bisa punya kartu hitam eksklusif seperti ini, jumlahnya jauh lebih sedikit. Sedangkan temanmu, sepertinya nggak ada hubungan sama Keluarga Tanuwijaya."Sambil berbicara, tatapannya yang dingin tertuju pada Tiffany. "Pantas saja kamu berani datang ke pusat perbelanjaan mewah dan beli lipstik semahal ini. Rupanya kamu sudah menjalin hubungan lagi sama K
Read more

Bab 642

Melihat jempol yang diacungkan oleh sahabatnya, Tiffany hanya mengangkat bahu dan menyerahkan kartu hitam itu kepada Julie. "Sepertinya ini semua berkat ajaran guru yang baik."Setelah berkata demikian, dia menundukkan kepalanya dan menatap kartu hitam yang barusan dikaitkan oleh Jayla dengan Sean. Kartu hitam ini memang memiliki simbol Keluarga Tanuwijaya.Di antara semua kartu eksklusif, kartu hitam dengan tulisan " Tanuwijaya" ini memiliki level tertinggi. Bahkan bisa dibilang, hanya orang seperti Sean dan Sanny yang bisa memiliki kartu ini.Tiffany menggoyangkan kartu itu di tangannya, lalu menatap Julie. "Kartu ini benar-benar milikmu?"Julie refleks menghindari tatapan Tiffany, lalu tersenyum canggung. "Ini ... kartu yang diberikan seorang teman padaku. Katanya, dia ingin meminjamkannya padaku supaya aku bisa membeli beberapa pakaian yang lebih bagus."Tiffany sama sekali tidak memercayai satu kata pun dari ucapan itu.Temannya melihat selera berpakaian Julie buruk, lalu langsung
Read more

Bab 643

Suasana di dalam kantor langsung menjadi sunyi.Filda hampir tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Tiffany menghabiskan hampir empat juta hanya untuk membeli satu lipstik hari ini?Dia sudah gila?!"Kami juga merasa itu sangat nggak masuk akal," ujar Lina sambil menggigit bibirnya, "Bu Filda, Anda juga tahu, sejak Dok Tiff mulai bekerja di rumah sakit ini, dia hampir nggak pernah berdandan.""Tapi sekarang ... dia tiba-tiba membeli lipstik semahal itu. Semua orang bertanya-tanya apakah sesuatu sedang terjadi padanya.""Beberapa orang berpikir dia mungkin sedang tertarik pada seseorang dan berniat berselingkuh ... atau mungkin sebenarnya dia adalah orang kaya yang selama ini menyembunyikan identitasnya."Filda mendengus dingin, lalu bibirnya melengkung membentuk senyum sinis. "Kamu boleh keluar dulu."Dengan gugup, Lina buru-buru keluar dari ruangan. Filda tetap duduk di kursinya sambil tersenyum sinis. Sepertinya dia benar-benar memberi penilaian terlalu tinggi terhadap
Read more

Bab 644

Julie mendengus pelan, tetapi tetap mempertahankan sikap sopan saat berbicara. "Bu Filda, begini, tanda tangan Anda memang dibutuhkan di sini.""Saya sudah mengatur semuanya dengan sangat rapi. Kalau masih ada yang perlu diperbaiki, saya akan mengajukannya bersamaan di lain waktu. Apa Anda bisa tandatangani dokumen ini dulu?"Filda menatapnya dingin dan senyumnya semakin sinis. "Gimana kamu bisa tahu masih akan ada lain waktu? Mungkin saja ini adalah pengajuan klaim terakhirmu di rumah sakit ini."Julie terdiam. Dia menatap Filda dengan terkejut. Setelah beberapa saat, dia baru tersadar. Namun, dia tetap mempertahankan ekspresinya seolah-olah tidak tahu apa pun."Kenapa, Bu Filda? Anda mau pecat saya?""Mungkin saja." Filda tersenyum, lalu tidak bicara lagi.Julie adalah sahabat Tiffany. Bahkan, dulu dia bisa masuk ke Rumah Sakit Kota Kintan berkat koneksi Tiffany. Sekarang, jika Tiffany terkena masalah besar, apakah Julie masih bisa bertahan?Begitu Tiffany disingkirkan, tidak menutup
Read more

Bab 645

Malam itu, saat Tiffany pergi menjemput Arlene dan Arlo dari sekolah, dia melihat seseorang yang sudah lama tidak ditemuinya di depan gerbang taman kanak-kanak ... Xavier.Saat itu, Xavier sedang duduk di bangku dekat gerbang. Dia sedang membuang tangkai stroberi dengan telaten sebelum menyuapkannya satu per satu ke mulut kecil Arlene yang merah merona.Di sisi lainnya, Arlo duduk dengan antusias sambil memegang remote kontrol dan mengendalikan sebuah helikopter mainan kecil yang berdengung di atas kepalanya.Begitu melihat Tiffany, Xavier berdiri dan tersenyum lembut ke arahnya. Arlo langsung berteriak penuh semangat, "Mama, cepat ke sini!""Lihat ini! Paman Xavier belikan aku helikopter remote! Keren banget, 'kan?"Tiffany tertegun sejenak, lalu menatap helikopter kecil di udara.Mainan itu tampaknya terbuat dari paduan logam. Kelihatannya sangat keren, desainnya elegan, dan bahan pembuatannya juga tampak berkualitas tinggi. Hanya dari tampilannya saja, sudah jelas ini bukan mainan m
Read more

Bab 646

"Pasien yang dioperasi waktu itu ... adalah kakak kandung Sean."Xavier mengangguk pelan. "Jadi dia menggunakan kesempatan itu untuk kembali mendekatimu?""Nggak bisa dibilang seperti itu."Tiffany menghela napas ringan. "Tapi sepertinya memang benar dia ingin kembali denganku."Sambil berkata demikian, dia menceritakan semua interaksinya dengan Sean dalam beberapa waktu terakhir kepada Xavier. Tentu saja, tanpa menyebut insiden yang terjadi di asrama rumah sakit.Setelah mendengar semuanya, Xavier mengangkat kepalanya menatap langit yang dihiasi warna keemasan senja. Pandangannya kemudian beralih ke Arlo yang sedang berlarian di rumput dan asyik bermain dengan helikopter mainannya."Sepertinya dia memang masih menyimpan perasaan padamu." Dia menghela napas pelan."Kadang-kadang, aku iri sama Sean. Dia mencintai seseorang, dan orang itu juga menyimpan perasaan padanya di dalam hatinya. Dia punya dua anak yang menggemaskan dan seorang wanita yang setia."Mata hitamnya tetap jernih seper
Read more

Bab 647

Tiffany dan Xavier mengobrol sangat lama di lapangan rumput di depan taman kanak-kanak. Begitu lama hingga Arlene sudah menghabiskan sepiring kecil stroberi dan kini ikut berlari-lari bersama Arlo, membawa remot kontrol dan bermain dengan helikopter mainannya."Mama, Arlene lapar!"Saat langit mulai gelap, Arlene akhirnya merasa lelah. Dengan langkah kecilnya, dia berlari ke arah Tiffany dengan wajah penuh kepolosan dan mata besar yang berkedip manja."Mama, Arlene mau pulang makan pangsit!""Pulanglah." Xavier melirik jam tangan mewah di pergelangannya dan mengangguk. "Waktunya memang sudah malam.""Anak-anak masih harus sekolah besok.""Kita juga belum makan malam!" Arlene menambahkan dengan sangat serius. Tiffany melempar tatapan sinis. "Siapa tadi yang sudah menghabiskan begitu banyak stroberi dari Paman Xavier, tapi sekarang sudah lapar lagi?"Arlene langsung merajuk dan mengerucutkan bibirnya. "Buah itu bukan makanan sungguhan, Mama. Itu nggak bikin kenyang!""Kamu yang rakus!"A
Read more

Bab 648

Langit sudah gelap dan lampu di lorong apartemen sangat redup. Tiffany tidak terlalu memperhatikan siapa orang di belakangnya. Saat pintu apartemen terbuka, Arlo dan Arlene langsung masuk lebih dulu.Tiffany mengikuti dari belakang. Tepat setelah mereka bertiga masuk, sosok pria yang sedari tadi mengikuti mereka juga ikut masuk ke dalam lift.Di dalam lift, pencahayaan terang benderang. Secara refleks, Tiffany menoleh ke pria itu ...."Wah, Paman Ganteng! Kamu juga baru pulang?" Suara polos Arlene menggema di dalam lift.Sean tersenyum tipis, lalu berjongkok agar sejajar dengan Arlene. "Gimana? Stroberinya enak?"Tiffany terkejut.Di bawah cahaya terang lift, Tiffany bisa melihat dengan jelas bahwa Arlene sama sekali tidak memiliki noda stroberi di pakaiannya. Bajunya bersih. Gadis kecil itu baru saja berlarian di taman dan yang tersisa di tubuhnya hanya aroma rumput segar.Lalu kenapa Sean bisa tahu bahwa dia baru saja makan stroberi?Kecuali ....Sebuah firasat buruk meluap dalam hat
Read more

Bab 649

"Paman Ganteng, kenapa kamu kelihatannya nggak senang?"Setelah beberapa saat hening, suara lembut Arlene terdengar di dalam lift. "Paman, apa kamu sama seperti Mama? Terlalu banyak orang yang mendekatimu, jadi kamu merasa sangat terganggu?"Tiffany terdiam.Sean mengangkat alisnya dengan santai, lalu menatap Tiffany dengan sorot mata penuh godaan sebelum kembali berjongkok dan menatap Arlene dengan lembut."Iya, benar sekali. Ada seorang wanita jahat yang ngasih nomor telepon Paman kepada seorang wanita yang mengejar-ngejar Paman. Sekarang Paman sangat terganggu."Arlene berkedip beberapa kali, lalu memiringkan kepalanya sambil berpikir keras. Setelah beberapa saat, matanya berbinar. "Oh, aku mengerti!""Ini seperti waktu Mama selalu menerima telepon ajakan kencan di malam hari, 'kan? Itu sangat mengganggu!"Sean tersenyum tipis. "Ya, persis seperti itu.""Wanita itu benar-benar jahat!" Arlene mengepalkan tinjunya dengan marah. "Paman jangan sedih, biar Arlene undang Paman makan pangs
Read more

Bab 650

"Aku sering dengar dia nangis sendirian di malam hari sambil memeluk sebuah foto. Foto itu ...."Arlo mengatupkan bibirnya. "Di foto itu, ibuku pakai baju kelinci berwarna pink. Kamu berdiri di sampingnya dan dia tersenyum sangat indah. Tapi, aku nggak pernah lihat Mama senyum seperti itu sebelumnya.Sean tertegun dan tidak berbicara lagi. Sebenarnya, dia ingat foto yang dibicarakan Arlo. Itu adalah foto yang diambil saat pertama kali dia membawa Tiffany ke Keluarga Japardi dan dia menari di hadapan Derek.Meskipun lima tahun telah berlalu .... Dia masih ingat dengan jelas saat itu.Itu adalah masa-masa terindah dan tanpa beban dalam hubungannya dengan Tiffany. Namun, setelah itu ....Mereka tidak pernah bisa merasakan kebahagiaan yang sama lagi.Keluarga Japardi, Keluarga Rimbawan, dan Keluarga Tanuwijaya.Perselisihan dan konflik di antara mereka telah memisahkan hubungan yang seharusnya bisa mereka pertahankan .... Mata Sean diliputi kesedihan yang mendalam."Pak Sean." Arlo menatap
Read more
PREV
1
...
6364656667
...
72
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status