Diva menampakkan wajah gelagapan saat pertanyaan itu ditujukan padanya, tetapi berbeda dengan Elvan, pria itu nampak sangat tenang, Diva yang melihatnya rasanya ingin sekali memukul kepala pria itu dan berteriak, ‘Hei, ini bukan masalahku sendiri, ini juga masalahmu dan ini jelas bukan hal kecil!’ “Mama apaan sih ngomong gitu. Kita lagi proses menjalani aja dulu.” Elvan berkata dengan nada yang tenang, Diva lalu mengangguk menyetujui ucapan Elvan barusan, kegugupannya nampak sirna, ternyata benar juga, harusnya dia bisa lebih tenang seperti Elvan agar kepura-puraan ini tidak terbongkar. “Eh tapi jangan kelamaan loh! Entar Diva keburu pergi!” Anita berkata dengan sedikit mendesak keduanya. “Kita bener-bener mau menjalani aja dulu, Ma.” Diva berusaha menambahkan. “Tapi ….” terlihat gurat sedih di wajah Anita. Baru mau berbicara yang menghibur, ponsel Diva berteriak nyaring, Prisya menghubunginya. Diva meminta izin untuk mengangkatnya, baru saja dia menerima telepon itu, suara Prisy
Last Updated : 2024-02-14 Read more