All Chapters of SEKRETARIS PENGHANGAT RANJANG PRESDIR DINGIN : Chapter 51 - Chapter 60

136 Chapters

Hamil

'Kita harus ketemu!'Dinda membaca ulang pesan dari Helen, dan itu sudah kalia ke empat. Dia pikir Helen salah kirim, tapi saat wanita itu kembali mengirim pesan, menanyakannya keberadaan nya, Dinda yakin memang Helen sedang menunggu kedatangannya.Meski berat, Dinda tetap menyanggupi undangan itu. Dalam hati terus bertanya, apa yang diinginkan Helen darinya lagi. Dia sudah ditampar dan dipermalukan di depan umum waktu itu, tapi entah mengapa dia merasa tidak enak hati kalau tidak datang.Mereka janji bertemu di sebuah restoran. Saat Dinda tiba, dia mendapati Helen tengah duduk dengan gelisah. Berulang kali memperhatikan ke arah jendela hingga saat kepalanya berputar dan mendapati Dinda memasuki restoran, Helen berdiri, melambai menunjukkan keberadaannya."Kamu kenapa lama banget nyampenya?" Helen menarik jari Dinda agar segera duduk di depannya. Dinda yang terkejut mengamati wajah Helen yang sedikit berbeda. Pucat dan terlihat takut."Ibu kenapa? Sakit?"Helen jadi salah tingkah. Dia
last updateLast Updated : 2024-01-04
Read more

Juru Bicara

Dewa menyambut gembira kedatangan Helen ke rumah mereka. Sudah seminggu dia menginap di rumah orang tuanya. Dewa kesulitan untuk mengajak Helen bicara ujung permasalahan mereka ini.Begitu mendapat pesan dari Helen, Dewa penuh semangat menunggu kedatangan wanita itu."Senang bertemu denganmu, Helen. Kamu apa kabar?" sapa Dewa, mengikuti langkah wanita itu yang masuk begitu saja ke dalam rumah, lagi pula ini masih rumahnya.Helen mengambil tempat di sofa single, menunggu Dewa melakukan hal yang sama."Aku kemari, ingin membahas sesuatu padamu!" ucap Helen menjaga nada suaranya. Tadinya dia memaksa Dinda ikut, tapi wanita itu bilang, urusan ini lebih baik diselesaikan mereka berdua, tanpa ada orang lain. Bukan tanpa alasan Helen ingin mengajak Dinda, dia ingin wanita itu yang bicara dengan Dewa. "Kenapa saya, Bu? Ini sih, lebih baik dibahas oleh Bapak dan Ibu," tolak Dinda saat diminta jadi juru bicara."Aku takut, Din. Kalau kamu yang bilang, Dewa gak akan marah. Aku yakin akan hal it
last updateLast Updated : 2024-01-06
Read more

Dipermalukan

"Leon, jangan lari-larian, nanti jatuh!" seru Dinda memantau dengan cemas langkah Leon. Hari ini anak itu merengek minta dibawa jalan ke mall. Dia ingin membeli mainan dan alat tulis karena sebentar lagi akan masuk sekolah.Kegembiraan Leon tak terbatas. Selama masa pemulihan, anak itu benar-benar terkurung di rumah, bahkan untuk ke rumah teman sebelah rumah saja, Dinda tidak mengizinkan. Sekarang, setelah bebas dari rumah, Leon tentu saja ingin mengunjungi semua tempat yang dia lihat.Pandangan Leon terkesima kala melewati toko mainan, hingga langkahnya tidak lagi diperhatikan dan alhasil menubruk tubuh seseorang."Heh anak kecil, punya mata gak? Lihat-lihat kalau jalan!" hardik seorang wanita dengan Sasak rambut yang tinggi. Kesal dan merasa sakit karena perutnya ditabrak Leon.Namun, saat wanita itu menyadari anak siapa yang tengah dia omelin, wanita itu semakin memasang wajah galak."Jadi, kamu ternyata. Dasar anak nakal, kelakuan kamu sama saja dengan ibumu!" hardiknya menjewer te
last updateLast Updated : 2024-01-07
Read more

Nikahi Helen!

Cuih!Rizal meludah untuk kesekian kalinya, cairan berwarna merah terus saja keluar, menyatu dengan air liurnya. Wajahnya bisa dikatakan bonyok oleh Dewa. Salah sendiri, berani sekali mengganggu istri dari Sadewa Diraja!Demi mengantisipasi serangan lebih lanjut, Raja mengambil jarak dengan Dewa. Biar bagaimanapun, Rizal tidak ingin menjadi samsak lagi.Rizal sudah mengakui kesalahannya, hingga Dewa mau melepaskannya, paling tidak untuk sementara."Aku mohon, cukup Dewa!" Rizal menarik tubuhnya kala melihat Dewa bergerak. Dia takut kalau Dewa kembali menghajarnya."Sebaiknya kau katakan hal yang dapat menyelamatkan nyawamu, dan kalau sampai gagal, jangan salahkan aku jika nanti bersikap lebih kasar dari ini!"Rizal bergeming, berpikir cepat apa yang sebaiknya dia katakan untuk mendinginkan hari Dewa, jangan sampai malam ini nyawanya dicabut oleh pria penuh emosi itu!"Saat itu kami benar-benar tidak sadarkan diri. Helen datang dengan pikiran kalutnya, bercerita tentang perselingkuhanm
last updateLast Updated : 2024-01-09
Read more

Merebut Hak Asuh

"Kamu sudah pulang? Apa kata anak brengsek itu?" Kedatangan Reni disambut tanya oleh Dito. Naka yang juga ada di meja makan mencoba memasang telinga. Meski dia tua tidak mungkin lagi bisa bersama Dinda, tapi rasa ingin tahunya tentang sikap dan jawaban Dewa buatnya penasaran.Reni mengambil tempat di sebelah kanan suaminya. Dia menarik napas panjang, lalu mengembuskan dengan secara perlahan-lahan. Diletakkan tangan kanan di dada, mencoba meraba jantungnya yang masih berdetak kencang.Sepanjang jalan, Reni terus memikirkan perbincangan nya dengan Dewa, menyimpan rapat di pikiran agar saat menyampaikan pada suaminya, tidak akan ada satu kalimat pun yang terlewat."Ma, kok, diam? Apa kata anakmu itu? Papa tahu dia pasti membantah, kan? Dasar anak gak tahu diri. Gara-gara dia, hubungan Papa dengan keluarga Helen jadi memburuk! Pokoknya kita harus satu suara, memaksa Dewa kembali rujuk dengan Helen!"Sudah saatnya Reni angkat bicara agar suaminya tidak memperburuk keadaan dengan omongan ya
last updateLast Updated : 2024-01-10
Read more

Satu Ciuman Saja

Dinda berdecak kesal, setiap dia membaca pesan dari Dewa. Pria itu mengeluh sedang sakit, dan menjual cerita sedih karena tidak ada yang mengurus dan memperhatikannya.Sudah mencoba untuk mengabaikan, tapi hatinya terusik, dia merasa gelisah juga memikirkan keadaan Dewa. Di rumah itu sudah tidak ada lagi Helen, bisa jadi pria itu juga belum makan."Kamu lagi masak apa?" tanya Diana, mendapati putrinya tengah masak di dapur. Sementara hari sudah siang, sudah lewat jam makan siang, dan mereka juga sudah makan tadi."Buat bubur, Bu," jawabnya singkat. Dia pikir ibunya sedang tidur, tidak akan tahu kalau dia sedang masak. Bukan apa, saat ini Dinda sedang tidak ingin menjelaskan apapun pada ibunya yang banyak tanya. Tapi kini, dia tidak punya pilihan."Buat siapa?"Nah, kan. Benar tebakannya."Buat.... Pak Dewa, Bu," jawab Dinda singkat.Dinda mengamati gerak Dinda yang memindahkan bubur ke dalam wadah. Banyak tanya yang ingin dia ajukan pada Dinda.Dengan cekatan Dinda memasukkan bubur da
last updateLast Updated : 2024-01-11
Read more

Menikahlah Denganku

Wajah Dinda bersemu merah mendengar perkataan Dewa. Rasanya ingin sekali menyembunyikan wajahnya di dasar lantai, atau gak sekalian masuk lemari. Melihat Dinda yang tersipu malu, membuat Dewa mengulum senyum. Dia mendudukkan diri, tanpa kata, Dewa meraih tangan Dinda hingga spontan kepala gadis itu menoleh ke arah Dewa.Suasana hening. Jantung Dinda berdebar kencang hingga dia lupa menarik napas tak kala Dewa justru mendekatkan diri padanya. Wajah pria itu bergerak pelan tapi pasti mendekat pada ke wajah Dinda. Desu napas keduanya saling beradu hingga jarak keduanya terkikis. Dinda sudah terlanjur terhipnotis dengan tatapan elang Dewa, tidak ada lagi jalan untuk menghindar. Seketika ketakutan yang dia rasakan tadi saat berdekatan dengan Dewa menghilang berganti rasa hangat dan nyaman kala bibir pria itu melekat di bibirnya.Kedua tangannya menangkup pipi Dinda hingga bebas mengecup wajah Dinda dan melumat bibir gadis itu penuh gairah sebagai bentuk pelepasan kerinduannya. Bola mata
last updateLast Updated : 2024-01-12
Read more

Setuju Atau Kawin Lari!

Wajah Dinda masih terus menunduk, bahkan kali ini semakin menunduk karena takut dan malunya. Tanpa dia mendongak pun, Dinda yakin kalau saat ini pasangan suami istri Diraja sedang memperhatikannya. Dia bagai terpidana mati yang sedang menunggu putusan sidang.Beda cerita dengan Dewa. Pria itu duduk dengan santai di samping Dinda. Menantang orang tuanya untuk berargumen. Sekali saja perkataan mereka tidak pas di hati Dewa, atau ada yang melukai perasaan Dinda, maka dia tidak akan tinggal diam."Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Dito dingin, suara menggelegar, membuat nyali Dinda semakin ciut.Tubuh gemetar Dinda mengangkat wajahnya, tepat bersitatap dengan Dito. Belum sempat menjawab, Dewa segera mewakili Dinda."Aku yang memaksanya untuk datang ke sini. Aku sakit, dan memintanya untuk mengantarkan makanan," tegas Dewa. Dia ingin lihat siapa lagi yang akan menyerang. Dewa siapa berubah jadi singa jantan yang mencoba untuk menyakiti pasangannya. Di depan orang tuanya, Dewa menggengg
last updateLast Updated : 2024-01-14
Read more

Aku Juga Selingkuh

Soraya meremas surat panggilan dari pengadilan agama atas perceraian Helen yang tanpa disengaja dibacanya di atas meja rias Helen. Niatnya untuk memanggil Helen atas permintaan sang suami, tapi justru bertemu suratnya."Apa ini?" sosor Soraya setelah melihat Helen keluar dari kamar mandi. "Mama bisa baca sendiri kan, kalau itu surat gugatan cerai," jawab Helen cuek, wajahnya tampak pucat dan lemas. Tanpa peduli dengan pelototan sang Ibu, Helen menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang, terlihat matanya begitu lelah karena sepanjang malam tidak bisa tidur menahan rasa sakit.Soraya yang memperhatikan sikap Helen segera mendekati putrinya. Sangat tidak biasanya Helen terlihat aneh seperti itu, timbul rasa curiga di hati Soraya."Kamu kenapa?" terselip rasa khawatir pada keadaan putri satu-satunya itu. Beberapa hari ini kalau diperhatikan, Helen lebih sering mengurung diri, tubuhnya terlihat semakin kurus, dan selera makannya juga kurang. Dia pikir karena anaknya itu sedih atas perpisahan d
last updateLast Updated : 2024-01-15
Read more

Lamaran Penuh Restu

Tak sanggup mendengar kejujuran Helen, Handoyo akhirnya harus dilarikan ke rumah sakit malam itu. Kata dokter dia mendapatkan serangan jantung dan harus dirawat secara intensif di rumah sakit.Berita itu pun sampai ke telinga Reni dan juga Dito. Merasa masih memiliki hubungan keluarga karena anak mereka belum bercerai, pun mereka juga adalah sahabat, hingga menunjukkan empati dengan datang ke rumah sakit."Kenapa Handoyo bisa sampai kena serangan jantung tiba-tiba?" tanya Dito kepada Soraya yang masih duduk termangu dengan kedua tangan meremas jemari. Terlihat kepanikan di wajah Soraya. Banyak yang menjadi beban pikirannya.Kehadiran suami istri Diraja juga sedikit mengganggu Soraya. Dia takut keduanya sudah mengetahui tentang keadaan Helen hingga mereka datang. Keduanya punya hak untuk menuntut bahkan bisa saja mereka mengumumkan di media massa perbuatan Helen yang sangat memalukan. Alhasil keluarga mereka akan sangat dipermalukan dan sumpah demi apapun, Soraya tidak akan bisa meneri
last updateLast Updated : 2024-01-16
Read more
PREV
1
...
45678
...
14
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status