Dinda berdecak kesal, setiap dia membaca pesan dari Dewa. Pria itu mengeluh sedang sakit, dan menjual cerita sedih karena tidak ada yang mengurus dan memperhatikannya.Sudah mencoba untuk mengabaikan, tapi hatinya terusik, dia merasa gelisah juga memikirkan keadaan Dewa. Di rumah itu sudah tidak ada lagi Helen, bisa jadi pria itu juga belum makan."Kamu lagi masak apa?" tanya Diana, mendapati putrinya tengah masak di dapur. Sementara hari sudah siang, sudah lewat jam makan siang, dan mereka juga sudah makan tadi."Buat bubur, Bu," jawabnya singkat. Dia pikir ibunya sedang tidur, tidak akan tahu kalau dia sedang masak. Bukan apa, saat ini Dinda sedang tidak ingin menjelaskan apapun pada ibunya yang banyak tanya. Tapi kini, dia tidak punya pilihan."Buat siapa?"Nah, kan. Benar tebakannya."Buat.... Pak Dewa, Bu," jawab Dinda singkat.Dinda mengamati gerak Dinda yang memindahkan bubur ke dalam wadah. Banyak tanya yang ingin dia ajukan pada Dinda.Dengan cekatan Dinda memasukkan bubur da
Last Updated : 2024-01-11 Read more