Home / Fantasi / Istri Ganas Sekte Iblis / Chapter 91 - Chapter 100

All Chapters of Istri Ganas Sekte Iblis: Chapter 91 - Chapter 100

160 Chapters

91 - Tidak Lengkap

Sekali lagi, Zhang Yulan mendapatkan kejutan dari kawan baik Wang Qifeng. Setelah tadi bisa mengendus adanya pedang Youzu di cincin spasialnya, lalu mengatakan Youzu merupakan buatan kakek gurunya, kini pria gagah dan bertubuh besar itu menawarkan diri menaikkan level Youzu.Bagaimana mungkin Zhang Yulan tidak terkejut?“Wah! Sungguh tawaran yang sangat baik!” Wang Qifeng malah lebih dahulu menyahut. “Yulan, bukankah ini sangat bagus? Kak Bing merupakan salah satu ahli senjata terbaik di kota ini!”Zhang Yulan tidak berdaya dan mengangguk. Lagipula, jika memang Youzu dia bisa ditingkatkan levelnya, bukankah itu artinya dia akan memiliki senjata yang kuat dan bisa mendampingi dia dengan baik selama dia membalas dendam nantinya?Baiklah, Zhang Yulan menyukai saran itu. Dia segera menangkupkan tinjunya, bersoja sopan pada Han Bing, dan menyahut, “Sungguh sebuah keberuntungan bagi Yulan bisa memperoleh kedermawanan Kak Bing.”“Ah, Adik Yulan, kau terlalu sungkan.” Han Bing lalu tertawa sa
last updateLast Updated : 2023-05-04
Read more

92 - Merasa Bodoh dan Disetujui

Zhang Yulan mengerjap-kerjapkan bulu mata lentik panjang dia sambil menatap Wang Qifeng dan bertanya, “Kau … bagaimana bisa kau ….”Tidak langsung menjawab pertanyaan Zhang Yulan, Wang Qifeng justru mengeluarkan sebuah buku dari cincin spasialnya dan menyerahkan itu ke wanita Zhang.Begitu mata Zhang Yulan membaca judul buku itu, tertulis: Pedang Menebas Langit. Itu benar-benar sama dengan yang ada padanya, tapi … buku yang ini lebih tebal beberapa kali lipat dari yang dia miliki.Segera saja, tidak sungkan lagi, Zhang Yulan mengambil kitab ilmu pedang dia dari cincinnya dan membandingkan dengan buku dari Wang Qifeng tadi.Matanya masih terbelalak heran karena memang itu sama persis. Hingga akhirnya dia menemukan adanya bekas sobekan di bagian belakang yang sangat rapi yang selama ini tidak disadari Zhang Yulan.“Astaga, apa maksudnya ini?” Zhang Yulan tak bisa berpikir asumsi apapun mengenai hal itu. Kenapa Xiu Bou memberinya kitab pedang tidak lengkap? Apakah pendekar itu tidak perc
last updateLast Updated : 2023-05-04
Read more

93 - Biarkan Aku Saja yang Bertanding!

Mata Wang Qifeng melirik nakal ke Zhang Yulan sembari dia berkata, “Kalau aku berkata iya, apakah kau akan takjub?”Segera saja mata besar Zhang Yulan mendelik, dia tidak terima karena selalu saja kalah dari Wang Qifeng. Kali ini yang lebih parah adalah mengenai peninggalan Xiu Bou yang sangat dia agungkan, ternyata pria Wang lebih dulu memahaminya dan memiliki versi lengkapnya pula.Namun, Zhang Yulan segera menenangkan dirinya dan mengalihkan pandangan ke arah lain dengan cepat. “Huh! Itu hal yang tak perlu disombongkan jika kau memang sudah memiliki versi lengkapnya.”Wang Qifeng tersenyum, tak mau memperpanjang itu dan berkata, “Yulan, versi lengkapnya, biar untukmu saja.”“Kau yakin?” Pandangan Zhang Yulan dikembalikan ke Wang Qifeng.“Apapun untuk wanita tercintaku, calon istriku. Kalau istriku hebat, tentu sebagai suami, aku akan merasa bangga juga, kan?” goda Wang Qifeng seperti biasa.“Calon istri apanya!” Zhang Yulan menerima buku versi komplit dari Wang Qifeng tanpa sungkan
last updateLast Updated : 2023-05-06
Read more

94 - Persaingan Mendapatkan Zhang Yulan

Akhirnya, sudah ditentukan bahwa Zhang Yulan yang akan turun bertanding untuk kepentingan pedang Youzu dia.Han Bing segera membawa mereka ke alun-alun kota dan melihat ke tempat terbuka yang memiliki papan informasi yang selalu diperbarui setiap beberapa waktu.Berdiri di depan papan kayu itu, ketiga orang membaca satu demi satu informasi di sana.“Hm, akan ada pelelangan besok malam di Paviliun Giok Utama.” Han Bing membaca pelan informasi yang tertera di sana. “Sudah sejak setengah tahun semenjak pelelangan terakhir mereka.”“Sepertinya itu akan menarik. Kita harus hadir, Kak Bing!” Wang Qifeng terdengar bersemangat. Han Bing mengangguk setuju.Setelah membaca informasi lainnya, ketiganya memutuskan pergi ke penginapan besar karena akan tinggal beberapa hari di kota Huangbei.***Ketika pada malamnya ketiga orang itu bersantap makan di sebuah restoran atas rekomendasi Han Bing, ada beberapa orang menyapa pria tinggi besar itu.Dari sana, Zhang Yulan bisa melihat bahwa Han Bing mema
last updateLast Updated : 2023-05-06
Read more

95 - Tamparan untuk Murid Wu Ming

Junior itu tak bisa menahan amarahnya dan dia segera berdiri untuk menantang Wang Qifeng, “Kau! Lekas keluar! Kita selesaikan ini di luar!” Tingkahnya berapi-api sambil menunjuk tegas ke pria Wang.Wang Qifeng masih bersikap tenang dan menyahut tanpa menatap lelaki itu. “Lebih baik kau selesaikan dulu makanmu supaya bertenaga ketika melawanku.”Menghadapi hinaan halus dari Wang Qifeng, junior itu makin murka.“Huang Lei, tenangkan dirimu.” Akhirnya, Wu Ming berkata, lalu dia bicara pada Han Bing. “Saudara Han, aku minta maaf atas tindakan murid-muridku. Mereka memang masih muda dan berdarah panas, ha ha ha!”Han Bing tahu bagaimana harus bersikap di depan Wu Ming yang biasanya penuh kuasa. “Kakak Wu terlalu sungkan.” Dia bersoja dan melanjutkan bicara, “Urusan para muda, biarlah diselesaikan para muda saja, ha ha ha!” Itu karena dia yakin Wang Qifeng tidak akan kalah jika hanya melawan murid-murid Wu Ming saja.“Ha ha ha! Aku setuju mengenai itu! Aku setuju!” Wu Ming tertawa sambil me
last updateLast Updated : 2023-05-06
Read more

96 - Api Inti Neraka

Mendapat serangan brutal dan lincah dari lawannya, ternyata tidak menimbulkan kepanikan pada Wang Qifeng. Dia masih bergerak santai menggunakan kipas lipat tertutup dia, bahkan senyum masih terkembang sempurna di wajah tampannya.Takk! Trakk! Takk!Ketika besi dan kayu beradu menimbulkan bunyi redam, kedua orang itu sudah bertukar gerakan sebanyak 25 kali. Ada siulan udara yang tercipta dari hempasan pedang besar milik Zhao Weihong.Wang Qifeng mengumpulkan energi qi dia di kipasnya untuk memblokir energi pedang yang disemburkan Zhao Weihong. Udara mendadak saja melonjak di sekitar mereka sehingga ada banyak debu beterbangan.Aliran udara terus berputar mengikuti gerakan pedang Zhao Weihong yang ganas dan tidak mengampuni, seakan ini bukan pertandingan persahabatan namun sudah seperti duel maut hidup dan mati.Wang Qifeng bukannya tidak memahami ini. Maka dari itu, dia tetap fokus pada gerakan lawannya meski wajahnya masih terus memunculkan senyum untuk memberikan tekanan psikologis p
last updateLast Updated : 2023-05-07
Read more

97 - Serangan Balik

Zhang Yulan dan yang lainnya terkejut melihat soja hormat Wu Ming terhadap Wang Qifeng, namun tidak demikian dengan Han Bing. Wajah kakak angkat pria Wang tetap tenang dan tak ada fluktuasi emosi apapun.Wu Ming melirik Han Bing yang tetap tenang, dalam hatinya dia mengutuk si junior, ‘Han Bing sialan! Kau pasti mengetahui adik angkatmu ini punya Api Inti Neraka makanya kau santai saja membiarkan dia bertarung melawan muridku? Dasar junior bedebah!’“Oh? Rupanya begitu.” Wang Qifeng tersenyum lebar penuh kemenangan sambil mengipasi dirinya tanpa ada hawa dingin dari sana. “Yah, aku juga sempat bingung dengan muridmu, kepercayaan dirinya sungguh sesuatu yang sangat tidak masuk akal. Untung saja Tuan Wu sebagai gurunya merupakan orang yang lebih masuk akal.” Dia membalas soja Wu Ming. Sudah jelas, dia memahami alur pikiran Wu Ming.Sudah tentu, Wu Ming menyadari identitas dari Api Inti Neraka yang dia keluarkan sehingga sikap pria tua itu tidak sesombong sebelumnya. Wang Qifeng memang s
last updateLast Updated : 2023-05-07
Read more

98 - Pergi ke Pelelangan

Han Bing memang sudah menghubungi salah satu keluarga dan melobi untuk membiarkan Zhang Yulan menjadi wakil sewaan.“Adik Yulan, selain nanti kau mendapatkan batu roh atas keikutsertaanmu, kau juga akan mendapatkan bonus setiap menang.” Han Bing menjelaskan, “Dalam pertarungan memperebutkan tambang, setiap pihak boleh mengundang kultivator lepas yang bisa disewa. Itu sudah merupakan hal lumrah di antara mereka.”“Baik, Kak, aku mengerti.” Zhang Yulan mengangguk sambil terus menyimak ucapan Han Bing.“Keluarga Song nantinya yang akan kamu bantu.” Han Bing mengatakan apa yang sudah dinantikan kedua muda-mudi di depannya.Wang Qifeng memiringkan kepala sembari terlihat berpikir, “Hm, keluarga Song, itu bukan pilihan buruk. Banyak tokoh baik dari keluarga Song.” Dia mengangguk-anggukkan kepala, seolah menyetujui pilihan Han Bing.Sementara, Zhang Yulan yang tak tahu apapun, hanya diam dan terus menyimak.“Harus kalian ketahui, semua wakil yang bertanding, merupakan kultivator di bawah usi
last updateLast Updated : 2023-05-08
Read more

99 - Harus Menahan Keinginan Membunuh

“Adik Feng, kamu sungguh royal seperti biasa, ha ha ha!” Han Bing tertawa melihat tiket VIP di tangan Wang Qifeng.“Aku terbiasa senang dengan kenyamanan ruang VIP, Kak Bing, he he ….” Wang Qifeng sambil melirik Zhang Yulan dan berkata, “Lagipula, aku ingin melindungi Yulan dari mata-mata cabul di aula.”Han Bing tertawa makin keras.Ketika mereka hendak menuju ke ruang VIP mereka, ternyata bertemu dengan rombongan keluarga Song.“Wah! Saudara Han Bing! Sungguh kebetulan bertemu denganmu!” Patriark Song berjalan mendekat ke Han Bing sambil bersoja.“Saudara Gaohan! Tidak menyangka bertemu denganmu di sini.!” Han Bing membalas bersoja, terlihat hubungan mereka cukup akrab jika dari sikap yang mereka tunjukkan dalam sapaan. Zhang Yulan dan Wang Qifeng di belakangnya juga ikut melakukan soja untuk kepantasan sopan-santun.“Oh, aku membawa anak bungsuku. Dia yang akan menjadi wakil keluarga besok di pertandingan.” Song Gaohan menunjuk ke Song Yuan, pemuda 24 tahun yang berdiri di belakang
last updateLast Updated : 2023-05-08
Read more

100 - Akan Terus Menciummu Sampai Kau Percaya

Zhang Yulan ingin tahu, siapa gadis yang berbicara pada Wang Qifeng. Saat melihatnya, dia mendapati seorang gadis yang sepertinya berusia 18 hingga 19 tahun, masih terlihat remaja dan manja, khas nona muda keluarga kaya.“Oh? Nona Song ingin duduk di sampingku?” Wang Qifeng menyahut dengan kedua alis terangkat pada gadis manis itu. “Bolehkah aku tahu alasannya?”“Mei’er, jangan keterlaluan!” Song Yuan segera memperingatkan si gadis manis itu. Dia segera melakukan soja ke Wang Qifeng seraya berkata, “Maafkan Yimei, adik sepupuku. Dia memang kekanakan, manja dan seenaknya.”“Kak Yuan!” Song Yimei menggembungkan pipinya karena kesal. “Aku sudah dewasa! Aku 19 tahun, kau tahu! Aku bahkan sudah sering mengalahkan Bou Lim yang berusia 23 tahun! Huh!”“Mei’er ….” Song Yuan seperti tak berdaya menghadapi adik sepupunya yang manja.“Pokoknya aku ingin duduk di samping Tuan Wang!” Secara provokatif, Song Yimei langsung memeluk lengan Wang Qifeng, menimbulkan keterkejutan pada wajah Zhang Yulan.
last updateLast Updated : 2023-05-08
Read more
PREV
1
...
89101112
...
16
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status