Beranda / Rumah Tangga / Wanita yang Kau Hinakan. Season 2. / Bab 108. Kejadian di rumah Maya.

Share

Bab 108. Kejadian di rumah Maya.

Penulis: Kencana Ungu
last update Terakhir Diperbarui: 2024-11-22 23:42:06

Adiknya Maya seorang tuna wicara aku paham betul bagaimana seorang tuna wicara itu berteriak. Suaranya seperti mulut kita di bekap oleh orang lain, begitulah teriakannya.

Takut terjadi sesuatu pada adiknya Maya, aku putuskan untuk masuk ke dalam. Lewat pintu depan dikunci, jadi aku mutar ke belakang untung saja pintu belakang sedikit terbuka.

Pintu yang terbuat dari anyaman bambu itu segera aku geser untuk memberi ruang padaku masuk ke dalam.

Aku lihat di sekeliling tidak ada siapa pun. Lalu suara tadi dari mana? Aku memutuskan untuk pergi lagi, tapi baru saja melangkahkan kaki beberapa langkah adiknya Maya berteriak lagi.

Aku bergegas menuju kamar. Astagfirullah pemandangan yang sangat menjijikkan terjadi pada adiknya Maya. Dia sedang dipaksa oleh seseorang untuk melayani hawa nafsunya.

Begitu melihat kedatanganku orang itu kaget lalu memakai celananya dan berusaha kabur. Orang itu berusaha untuk memukulku, tapi aku lebih gesit menghindar dan mengambil ganjalan pintu yang terbuat
Bab Terkunci
Lanjutkan Membaca di GoodNovel
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terkait

  • Wanita yang Kau Hinakan. Season 2.   Bab. 109 Tak terima.

    Aku segera menghubungi Mas Danu. Aku mungkin akan pulang terlambat karena ada masalah di sini. Aku jelaskan juga kepada Mas Danu bahwa masalahnya bukan sesuatu yang menimpaku, tapi menimpa keluarga Maya.Perwakilan warga memanggilku dan juga adiknya Maya untuk segera datang ke tempat Pak RT.Adiknya Maya memelukku erat sekali dan dia mengucapkan terima kasih karena aku sudah menolongnya. Ya, Allah ... ternyata firasatku mengatakan benar bahwa keinginanku untuk datang ke rumahnya Maya adalah sesuatu yang tepat jika aku tidak datang ke sini pasti kejahatan itu belum terungkap.Aku mengangguk mengiyakan ucapan adiknya Maya, meski aku tidak paham apa yang dikatakan adiknya Maya, tapi aku tahu bahwa dia mengucapkan terima kasih kepadaku.Air matanya terus mengalir tidak mau berhenti luka batin yang diderita adik Maya sungguh-sungguh ikut menggoreskan luka pada siapa pun yang mengenalnya.Tujuanku datang ke sini untuk memberi tahu kelakuan Maya kepada ibunya justru dihadapkan dengan fakta l

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-24
  • Wanita yang Kau Hinakan. Season 2.   Bab 110. Nasib adik Maya.

    "Bukti sudah ada, kamu tidak bisa mengelak lagi. Biarkan nanti polisi yang memeriksanya.”“Apa Polisi? Tidak! Aku tidak mau anakku dipenjara. Anakku tidak bersalah ini pasti si, perempuan bisu itu yang sudah menjebak anakku!”“Pak RT, kita cari jalan damai saja jangan penjarakan anakku. Kalau terbukti bersalah aku siap menikahkan anakku dengan perempuan itu,” jawab laki-laki yang ada di samping Rizal, sudah aku pastikan itu adalah bapaknya.Aku memberitahu Nok dengan bahasa isyarat yang aku tahu. Nok, menggeleng kemudian dia menangis lagi berteriak-teriak tidak mau dinikahkan dengan Rizal.“Aku, sebagai Budenya Nok, tidak akan pernah sudi menikahkan Nok dengan laki-laki seperti Rijal. Biarkan saja dia membusuk di penjara!”“Iya, betul sekali itu! Memang harus dipenjara. Penjahat kelamin seperti dia tidak akan pernah berubah kalau tidak mendapat hukuman yang berat. Karena yang menjadi tersangkanya tidak bisa menjamin di kemudian hari bahwa dia tidak akan melakukan kejahatan yang sama k

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-24
  • Wanita yang Kau Hinakan. Season 2.   Bab 111. Yakin tak bersalah.

    Aku mengakhiri panggilan telepon dengan Mas Danu dan kembali fokus pada sidang yang sebentar lagi akan digelar.Azan asar berkumandang, jadi kami memutuskan untuk salat asar dulu setelah itu barulah dilakukan persidangan.Beberapa polisi sudah datang ke sini dan menjaga ketat agar Rizal tidak dibawa pulang oleh kedua orang tuanya.Pengecut sekali sejak tadi hanya diam saja menunduk tidak berani mengangkat wajahnya. Sedangkan untuk Nok, sudah sedikit tenang karena budenya dari tadi mencoba menenangkan Nok.Aku meminta izin kepada Bu RT sebentar untuk melaksanakan salat asar.Bu RT memberikan tempat kepada kami jadi aku dan bapak-bapak ibu-ibu di sini segera melaksanakan salat asar terlebih dahulu.“Kita salat dulu, ya, Nok, kita serahin semuanya pada Allah, Nok. Mengadulah kepada Allah nanti Allah akan menolong. Ayo salat dulu, Bude bantu!” ajak Budenya pada Nok.Nok mengangguk lalu secara bersama-sama kami masuk ke dalam untuk mengambil wudu dan salat asar. Bergantian mukena. Sedang

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-25
  • Wanita yang Kau Hinakan. Season 2.   Bab 112. Sidang.

    Sekarang giliran Rizal yang ditanyai oleh Polisi. Rizal hanya diam saja hanya menjawab dengan anggukan kepala.Mungkin Rizal takut kepada polisi itu atau bahkan mungkin dia malu untuk mengakui kesalahannya itu.“Rizal, ayo, katakan bahwa kamu itu tidak bersalah! Jangan bikin malu kami dan katakan juga kalau kamu itu dijebak oleh perempuan bisu itu. Rizal, kamu tahu Bapak akan melakukan apa pun untukmu. Bapak yakin kamu tidak bersalah ini pasti fitnah,” ucap bapaknya Rijal seraya menepuk-nepuk pundak Rizal.Rizal diam saja malahan dia menangis sesenggukan."Siapa pun yang sudah melukai anakku. Siapa pun yang sudah menyakiti anakku. Siapa pun yang sudah mengeroyok anakku, maka aku tidak akan tinggal diam. Aku akan tuntut balik kalian semua agar kalian semua masuk penjara!” Ancam bapaknya Rizal.“Silakan saja laporkan saja ke Polisi. Ini sudah ada Pak polisinya di sini dan kami tidak akan pernah takut. Karena memang manusia terkutuk seperti Rizal ini pantas dihajar,” jawab salah seorang

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-25
  • Wanita yang Kau Hinakan. Season 2.   Bab 113. Kekasih Maya.

    "Kalian kurang ajar sudah memfitnah anak kami yang tidak bersalah. Sampai harga diri kami dipertaruhkan seperti ini. Ingat semua, kalian akan aku balas! Akan aku tuntut balik.” Ibunya Rizal makin tak terkendali. Aku tahu perasaan seorang ibu, meski anak yang bersalah seorang ibu pasti akan tetap membela.Itulah cara mendidik yang salah dan dari situ pula tercipta suatu kejahatan yang dilakukan oleh anak karena merasa terlindungi.Karena bukti-bukti sudah kuat dan hasil dari pemeriksaan yang dilakukan oleh Bu bidan menyatakan benar, maka Polisi segera memborgol tangan Rizal dan membawanya pergi.“Itu fitnah, Pak Polisi! Itu hanya fitnah tolong katakan ya, Rizal, kamu pasti difitnah, kan?” Ibunya Rizal masih saja tetap tidak percaya.“Bukti-bukti sudah kuat, Bu. Keterangan saksi, keterangan korban, dan juga hasil dari pemeriksaan kesehatan pun sudah terbukti bahwa anak Ibu bersalah, maka dengan itu kami akan membawanya ke kantor Polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.”“Tida

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-26
  • Wanita yang Kau Hinakan. Season 2.   Bab 114. Maya tak terima.

    “Untuk apa Nok, merebut pacarmu yang berandalan itu? Nok, lebih baik jadi perawan tua dari pada merebut lelaki seperti itu. Apa kamu tidak percaya padaku, Mbak? Aku sama sekali tidak suka sama bajingan itu. Dia memaksaku sampai 7 Kali dengan ancaman akan membunuhmu dan juga membunuh ibu,” jawab Nok, dengan bahasa isyaratnya. Budenya, Nok yang menerjemahkannya.“Ya, Allah, demi menyelamatkan ibu dan juga Kakakmu yang tidak tahu diri ini kamu rela dijajah sama laki-laki itu. Maafkan Ibu, Nak, yang tidak bisa menjagamu dengan baik.” Tangis ibunya Maya pecah lagi sampai beliau memukul-mukul dadanya sendiri. Aku yang melihatnya pun tidak sanggup. Nok, kemudian beranjak memeluk ibunya. Mereka berdua kemudian menangis lagi.“Halah drama banget! Enggak usah lebai kamu, Nok. Mana mungkin Rijal itu akan membunuhku atau membunuh ibu Mana berani dia melakukan itu.”“Itu benar, Mbak, sudah dilakukannya. Dia menyilet leherku coba lihat ini leherku.” Nok, membuka jilbabnya. Benar saja ada goresan

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-26
  • Wanita yang Kau Hinakan. Season 2.   Bab 115. Pamit.

    Mas Danu merangkul pundakku lalu mengusapnya mencoba menenangkanku agar aku tidak ikutan emosi kepada Maya. Karena sejak dari toko tadi Mas Danu tahu bahwa tujuanku ke sini adalah untuk memberitahu ibunya Maya bahwa kelakuan Maya sudah tidak benar.Sekarang aku semakin paham Maya perempuan seperti apa. Dia sudah punya suami lalu selingkuh dengan mengaku-ngaku Mas Danu sebagai selingkuhannya hingga keluarga besar suaminya membenci Mas Danu. Lalu setelah berpisah dengan suaminya menjalin hubungan lagi dengan Rizal. Ternyata Rizal bejatnya naudzubillah. Dia tega menodai adik kandungnya Maya sendiri sampai 7 kali. beruntung Allah sayang dan masih melindungi, jadi, Nok, tidak hamil. Andai Nok, hamil tentu akan menambah beban berat ibunya, Nok.Maya sudah mempunyai pasangan, sudah mempunyai pacar, tapi masih saja mau mengganggu Mas Danu. Menggoda Mas Danu dengan dalil ini dan ituSangat berbanding terbalik dengan orang tuanya dan juga adiknya. Ibunya Maya dan juga adiknya Maya terlihat san

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-27
  • Wanita yang Kau Hinakan. Season 2.   Bab 116. Ngomel.

    "Ya, makanya itu kamu jangan suka marah-marah kalau suka marah-marah begitu tuh, nanti cepat tua, cepat keriput.”“Mas, kasihan, ya, adiknya Maya. Aku jadi tidak tega padanya.”“Iya, Mas, pun kasihan sekali pada dia. Mas tidak bisa bayangkan kalau itu terjadi pada keluarga kita pasti yang ada tersangka itu tidak hidup sudah Mas bunuh.”“Anehnya lagi kenapa Maya justru menyalahkan adiknya? Dia benar-benar keterlaluan tahu enggak, Mas!"“Itulah yang enggak bisa masuk akal sehatnya, Mas. Maya itu bukannya membela adiknya malah menyalahkan adiknya. Entah mungkin Maya itu sedang dalam masa puber ke dua, jadi dia tidak bisa membedakan mana yang betulan dan mana yang salah. Atau mungkin juga dia sudah terlalu dibutakan oleh cintanya penjahat itu, makanya dia justru menyalahkan adiknya.”“Tidak mungkin hanya itu. Kalau cinta mati kepada si tersangka itu mungkin Maya menggodamu. Kamu tahu kan, Mas, Maya saja masih menggodamu, itu namanya dia masih mengharapkan laki-laki lain atau Maya itu seda

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-27

Bab terbaru

  • Wanita yang Kau Hinakan. Season 2.   Bab 168. Siapa?

    [Aku tidak peduli, pokoknya cepat kembalikan uangku! Aku sudah benar-benar marah padamu, aku sudah tidak percaya lagi padamu. Terserah kamu masih mau berteman denganku atau tidak karena itu sama sekali tidak membuatku rugi.][Iyalah baik, aku ke sana, tunggu!]Dengan senang hati aku menunggu kedatangan Novi, semoga saja kali ini dia tidak berbohong dan tidak banyak alasan. Kalau sampai dia tidak datang ke sini maka aku yang akan datang menghampiri ke rumahnya. Dia yang memulai, dia pun yang harus mengakhiri.Brak! tiba-tiba saja kacaku kembali dilempar oleh seseorang dengan batu yang sangat besar, kami yang sedang asyik bersantai di ruang TV pun bergegas lari ke depan.Tidak ada siapa-siapa hanya ada batu bata besar dengan bungkusan plastik hitam. Bapak lari ke jalan dan celingak-celinguk mencari apakah ada orang yang patut dicurigai.“Mbak Asih dari mana?" tanyaku pada Mbak Asih. Dia sepertinya dari minimarket karena menenteng plastik berlogo minimarket terkenal dengan segala isinya

  • Wanita yang Kau Hinakan. Season 2.   Bab 167. Tak terima.

    Setelah selesai sarapan aku segera beres-beres rumah. Hari ini rencananya akan berbelanja untuk acara esok yang akan kami adakan 5 hari lagi.Ting!WA dari Novi.[Ita maksudmu apa nulis status begitu, kamu menyindirku?Kamu tidak ikhlas menolongku. Oke, aku, kembalikan uang kamu, tapi tolong dong, kamu nggak usah bikin status-status begitu! Kamu merendahkan sekali. Jadi manusia baru kaya begitu saja sudah sombong.][Sepertinya kamu harus berkaca pakai kaca yang besar, kalau tidak ada datanglah ke rumahku sini. Berkaca di sini kamu kan, yang memulainya duluan, Nov! Kamu update status menyinggung aku bahwa aku ini berutang padamu subuh-subuh padahal kan, kamu yang hutang sama aku, jadi manusia itu jangan suka memutarbalikkan fakta. Ingat dosa, ingat mati, memangnya aku tidak tahu apa yang kamu lakukan di belakangku? Banyak orang yang laporan padaku.] balasku berapi-api, kalau dia benar-benar mengajak perang maka aku akan ladeni.[Eh, fitnah itu, siapa yang bilang begitu. Aku tidak ada u

  • Wanita yang Kau Hinakan. Season 2.   Bab 166. Nasihat.

    “Iya, Mah, Bu. Terima kasih sudah mengingatkan aku, tapi aku sudah kadung bikin status unek-unek di story WA.”“Ya, sudah tidak apa-apa biar kamu merasa puas kali ini Ibu maklum, tapi lain kali jangan kamu ulangi lagi, ya, Nak? Ibu tidak mau loh anak Ibu yang Ibu banggakan ini terpengaruh oleh lingkungan yang kotor.”“Astaghfirullahaladzim ... Iya, Bu, insya Allah aku tidak akan mengulangi lagi. Terima kasih Mama dan Ibu sudah selalu mmenasihatiku.”“Iya, kan, ini memang sudah tugas orang tua untuk selalu mengingatkan anaknya jika anaknya tersesat di jalan yang salah. Sudah kamu makan saja dulu. Lupakan masalahmu kalau kamu makan sambil mengingat-ingat kejadian yang bikin kamu emosi tidak akan pernah jadi daging makanan yang kamu telan itu,” jawab mamah Atik.“Iya, Mah. Terima kasih, ya, sudah masakin nasi goreng yang super enak ini kalau kita buka restoran dan ada menu nasi gorengnya, Mama wajib yang masak, rasanya enak banget. Pasti laris dan keuntungannya juga banyak,” pujiku pada

  • Wanita yang Kau Hinakan. Season 2.   Bab 165. Balasan SW.

    [Dasar manusia tidak tahu diri, tidak bersyukur tidak tahu diuntung, sudah dibantu malah memutar balikan fakta. Semoga saja kamu tidak bertemu dengan orang yang sifatnya sama denganmu. Pagi-pagi datang memohon-mohon meminjam uang setelah dapat bukanya mengucapkan terima kasih malah mengatakan yang tidak-tidak tentang aku.]Kutulis status di WA-ku panjang lebar agar semua orang-orang yang ada di sini, tetangga-tetanggaku bisa membacanya. Aku sudah benar-benar gerah dengan sikap Novi Yang keterlaluan padaku.Kutinggalkan ponselku di atas nakas lalu membantu Mama Atik dan ibuku untuk masak. Sebentar lagi pasti Mas Danu akan pulang.“Kamu kenapa, Ta, kok senyum-senyum begitu?” tanya ibu penuh selidik.“Tidak apa-apa, Bu, hanya ingat kejadian lucu tadi di warung,” jawabku.“Kejadian apa itu? Ibu, jadi kepo, nih! Duh bahasanya sudah kayak Si Nopi saja kepo,” ujar ibu.“Jadi ceritanya, Bu, tadi pagi subuh-subuh Novi itu datang ke sini pinjam uang sama aku satu juta katanya uangnya untuk be

  • Wanita yang Kau Hinakan. Season 2.   Bab 164. Mulut comberan.

    “Wak, aku, bukan tipe orang yang suka melupakan jasa orang lain. Ya, terserah awak saja mau percaya atau tidak. Yng jelas aku tidak ada uutang dengan Novi," jawabku kesal lalu ikut mengantri untuk belanja.“Nih, Wak, dimakan! Biar itu mulut nggak pedes kayak cabe setan!" sahut Ibuku lalu memasukkan segenggam cabe caplak jawa yang kata orang cabe setan ke mulut Wak Jum yang sedang menganga karena menertawakanku.“Apa-apaan sih, kamu, Wak, jelek-jelekin menantuku! Bibirmu itu lama-lama nanti double dan dosamu menumpuk. Ingat, dosa woi! Jangan sampai kamu menyesal nantinya. Menantuku itu orang baik tidak mungkin dia berhutang kepada orang lain," bela ibu mertuaku.“Iya, betul tuh masih aja ada yang percaya sama mulutnya Novi. Dia itu kan, ember dan juga mulut comberan. PAgi-pagi sudah bikin orang ribut saja!" sahut Mbak Fitri yang ternyata dia ada di sini belanja sayuran juga.“Sudah jangan ribut perkara uutang orang lain nggak baik. Dasar itu aja mulutnya comberan mau ikut campur aja u

  • Wanita yang Kau Hinakan. Season 2.   Bab 163. Dicela.

    “Assalamualaikum permisi! Assalamualaikum permisi! berkali-kali kuulangi panggilan dan menggedor pintu Novi, tetapi tetap juga tidak dibukakan olehnya. Benar-benar memang dia sudah keterlaluan! Oke baiklah Novi aku akan pakai caramu!Dia benar-benar sudah tidak menghormati aku sebagai tetangga dan tidak menganggapku teman lagi. Padahal tadi pagi subuh-subuh dia memohon-mohon padaku untuk meminjamkan uang padanya. Lalu dia menyindirku lewat status WA. Aku datangi dia tidak berani nongol! Maunya apa? Kenapa dia bersikap seperti itu padaku? Padahal aku merasa tidak pernah punya salah pada dia.Bukankah seharusnya jika sudah mengenalku dari kecil, menganggapku teman, dan sekarang kami bertetanggaan, sikapnya harusnya lebih baik padaku bahkan menganggapku lebih dari saudara. Seperti aku menganggapnya begitu. Dasar saja Novi ternyata sifatnya sejak dulu tidak pernah berubah.Aku telusuri jalanan di depan rumahku dengan perasaan dongkol dan kesal. Astagfirullah pagi-pagi aku tidak boleh beg

  • Wanita yang Kau Hinakan. Season 2.   Bab 162. Putar balik fakta.

    Astaghfirullahaladzim ... kubaca status WA-nya Novi.“Pagi-pagi buta sudah ada orang datang ke rumah pinjam uang. Kelihatannya sih, kaya raya, rumahnya gede, bagus, ke mana-mana naiknya mobil ternyata pagi-pagi sudah pinjam uang. Yaa, elah, berarti dia lebih miskin dari aku, dong!”Aku geram sekali membaca status WA-nya Novi. Kenapa dia memutarbalikkan fakta seperti itu? Ini orang pagi-pagi sudah membuat kepalaku mendidih.Apa iya, aku harus mengikuti saran Mbak Fitri untuk melabrak dia, tapi meskipun Novi nulis status WA begitu itu, tapi tidak ada orang yang percaya dengan status dia buktinya Mbak Fitri malah marah-marah pada dia. Kalau meladeni Novi tidak akan pernah habisnya dan itu sangat buang-buang waktuku.Hidupku bukan hanya untuk mengurusi urusan orang lain. Lebih dari itu, tapi kalau dia tidak dikasih pelajaran dia bakalan selamanya menginjak-nginjak harga diriku. Salah apa aku ini pada Novi? Perasaan aku sudah selalu berbuat baik padanya, tapi masih saja dia menjelek-jelek

  • Wanita yang Kau Hinakan. Season 2.   Bab 161. Kurang kerjaan.

    “Mas, sepertinya dia ini manusia benar-benar tidak punya pekerjaan. Bayangkan saja dia meneror kita setiap hari, setiap waktu dengan kata-kata serupa, tapi dia tidak berani menunjukkan actionnya selain mengirimi kita makhluk-makhluk halus begitu ya, enggak sih, Mas?” ucapku kepada Mas Danu.“Iya, betul, Dik, itulah kenapa Mas, selalu berpesan padamu dan juga yang lainnya agar selalu hati-hati karena lawan kita tidak kasat mata. Jika manusia di depan kita hendak mencelakai, kita, bisa melawannya, tapi kalau makhluk halus begitu kita tidak melihat bagaimana kita akan melawan mereka selain dengan doa dan kehati-hatian kita. Kamu paham kan, maksudku?” ujar Mas Danu.“Iya, Mas, aku paham, maka dari itu aku pun selalu mewanti-wanti Ibu, Mama, Ibumu, untuk selalu waspada. Apalagi Mbak Asih kan, sekarang dia sudah bertaubat memperbaiki diri, menutup, aurat, banyak-banyak mendekatkan diri pada Allah. Intinya yang pasti sudah tidak ada lagi media yang bisa digunakan untuk menteror kita dengan m

  • Wanita yang Kau Hinakan. Season 2.   Bab 160. Minta kerjaan.

    "Ada, Nov. Alhamdulillah ini aku kasih jangka waktu sampai suamimu gajian, ya? Oh, ya suamimu gajiannya tanggal berapa, Nov?” tanyaku seraya memberikan uang yang aku pegang kepada Novi.“Gajiannya akhir bulan, Ita, ini kan masih tanggal 5 masih lama. Ya, makanya aku harus hemat uang satu juta ini sampai tanggal 25 nanti, ya, sudah terima kasih ya, Ta, nanti kalau suamiku sudah gajian pasti akan aku bayar,” ucap Novi senang.“Iya, Nov, santai aja pakai aja dulu pokoknya begitu suamimu gajian, kamu langsung aja datang ke rumah. Aku tidak mau menagih padamu, Nov, selain tidak enak aku juga menjaga privasimu takutnya pas aku lagi nagih, eh, ada tetangga kita atau yang lain atau ada teman kamu, jadi kan, mereka tahu kalau kamu punya utang. Jadi, aku minta tolong kamu cukup tahu diri aja ya, Nov. Kalau sudah gajian langsung ke rumah,” kataku to the point. Orang seperti Novi memang harus ditegasin. Kalau tidak dia akan menganggap remeh.“Oh, jelaslah itu. Kamu enggak usah khawatir. Ya, kalau

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status