Share

Bab. 5 mengikhlaskan

Penulis: Merisa storia
last update Terakhir Diperbarui: 2023-12-11 20:07:57

"Hah, kamu ada disini?" Ucap Sofia ketika melihat sosok pria misterius itu duduk membelakanginya.

"Silahkan, Nona." Pelayan ramah itu mempersilakan Sofia untuk duduk di sebelah pria aneh itu.

Dengan enggan, Sofia menjatuhkan tubuhnya pelan ke atas kursi makan. Kehadiran Reyfaldi di sana seketika mengurangi selera makannya yang semula menggebu.

Kali ini, pria misterius itu tak mengenakan topi hitamnya, membuat wajahnya terlihat jelas. Tanpa berkata apa pun, ia melahap makanan di piringnya sesuap demi sesuap dengan tenang.

Sofia menelan ludah melihat hidangan lezat yang tersaji di meja. Aroma menggugah selera menggelitik indra penciumannya, membuat perutnya seolah meronta minta diisi.

"Makanlah!" ucap pria aneh itu tanpa menoleh ke arah Sofia.

Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, wanita bertubuh sintal itu segera menyendok nasi dan lauk-pauk ke piringnya. Ia melahap sarapannya dengan sedikit tergesa, enggan berlama-lama duduk berdampingan dengan pria aneh itu.

"Setelah ini, aku akan segera pergi. Terima kasih untuk semuanya," ucap Sofia di sela kunyahannya.

"Jika kamu merasa tidak memiliki siapa pun, kamu bisa kembali ke rumah ini kapan pun kamu mau!" Reyfaldi berkata sambil menatap lurus ke depan.

Senyum getir tersungging di bibir Sofia mendengar ucapan itu. "Hehe, tentu saja aku tidak akan kembali ke sini. Lagipula aku tidak mengenalmu! Namun, aku tetap berterima kasih padamu," tegasnya.

Pria itu hanya mengangguk pelan, lalu beranjak meninggalkan ruang makan menuju pintu keluar. Tak lama, terdengar deru mesin mobilnya menjauh dari rumah.

"Ke mana dia?" gumam Sofia heran.

Usai menghabiskan sarapannya, Sofia bergegas menuju mobilnya di halaman rumah Reyfaldi. Kakinya yang kemarin cedera sudah terasa membaik dan bisa melangkah tanpa bantuan. Ia duduk di balik kemudi, memasang sabuk pengaman, dan memutar lagu favoritnya, seolah menghibur diri sendiri.

Sepanjang perjalanan menuju apartemennya, Sofia terus menyemangati dirinya. "Pokoknya hari ini aku harus kuat! Cukup kemarin aku menangis. Sekarang, aku tidak boleh terlihat lemah di hadapan pria tak berperasaan itu."

Setibanya di depan pintu unit apartemennya, Sofia menghela napas panjang. "Ayo Sofia... Kamu harus kuat.. Kamu pasti bisa menghadapi ini. Kamu tak boleh lemah!" ia bermonolog, mencoba menguatkan hati.

Ceklek.

Dengan perlahan, Sofia membuka pintu. Ruang tamu yang biasanya rapi kini terlihat kotor dan berantakan. Alvian duduk di sofa sambil menghisap rokok, menatap Sofia dengan pandangan sinis. Seketika, rasa cinta Sofia pada lelaki itu lenyap tak bersisa.

"Mau apa kamu datang kemari? Apa perlu aku katakan secara langsung jika aku telah menceraikanmu!" sentak Alvian kasar.

"Aku hanya akan membawa barang-barangku! Semoga kamu tidak akan pernah menyesal dengan keputusanmu, Mas." Sofia membalas dengan senyum miring, berusaha tegar.

"Tentu saja aku tidak akan pernah menyesal, Clara sedang mengandung anakku!"

Ucapan Alvian bagai sembilu yang mengiris hati Sofia. Secepat itukah Clara hamil? Itu berarti pengkhianatan Alvian sudah berlangsung lama. Menahan air mata yang mendesak keluar, Sofia menghela napas panjang dan bergegas menuju kamar untuk mengemasi barang-barangnya.

Alangkah terkejutnya Sofia saat membuka pintu kamar. Clara, wanita yang sangat dibencinya, ada di sana dengan pakaian super minim.

"Mau apa kamu ke sini?" tanya Clara sinis.

Sofia tersenyum getir. "Seharusnya, aku yang bertanya. Sedang apa kamu di dalam kamarku? Tapi, sudahlah. Silakan ambil lelaki pengkhianat itu. Aku tak butuh! Aku hanya akan mengemasi barang-barangku," ucapnya tenang, meski amarah membuncah di dada.

Ingin rasanya ia menampar keras wajah wanita jalang itu, tapi Sofia menahannya. Kemarahan hanya akan membuatnya terlihat lemah.

"Aku sedang mengandung anak Mas Alvian," Clara berkata dengan nada mengejek.

Sambil mengemasi barang ke dalam koper, Sofia tersenyum. "Haruskah aku memberimu selamat atas kemurahanmu itu? Dengar, kau sudah merebut milikku dan menari di atas lukaku. Aku pastikan hidupmu tidak akan bahagia!" balasnya dengan halus namun penuh ancaman.

Clara menatap Sofia sinis, jelas tersinggung dengan ucapannya. Namun Sofia tak peduli. Ia melangkah pergi membawa koper dan tas, sengaja menabrakkan bahunya pada tubuh Alvian yang entah sejak kapan berdiri di balik pintu kamar.

"Selamat menempuh hidup baru. Semoga kamu tidak menyesali pilihanmu!" bisik Sofia di telinga Alvian sebelum berlalu.

Pria itu hanya menatap kepergian wanita yang telah menemaninya selama lima tahun hingga menghilang di balik pintu apartemen. Di dalam mobil, pertahanan Sofia akhirnya runtuh. Air mata yang sedari tadi ditahannya tumpah membasahi pipi. Ia menangis tersedu, tak menyangka rumah tangga yang dibangunnya hancur berantakan oleh pelakor murahan.

Namun Sofia tak ingin larut dalam kesedihan. Ia menyeka air mata dan menyalakan mesin mobil, bertekad menjalankan rencana yang telah disusunnya. Tujuannya adalah kos-kosan yang ia tandai tadi malam.

"Sepertinya ini kosannya!" gumam Sofia saat tiba di lokasi sesuai petunjuk GPS. Ia turun dari mobil, kebetulan bertemu dengan ibu kos yang tengah berada di halaman.

"Permisi," sapa Sofia ramah. Ibu kos itu menyambutnya dengan hangat, menjelaskan fasilitas dan harga sewa. Merasa cocok, Sofia langsung membayar biaya untuk sebulan ke depan setelah menyepakati persyaratan.

Malam itu, Sofia sibuk membereskan barang-barang di kamar kos barunya. Ruangannya memang tidak terlalu luas, tapi cukup nyaman. Esok harinya, ia berangkat bekerja seperti biasa. Namun tiba-tiba terjadi keributan di kantornya. Dua pria bertubuh kekar terlihat marah-marah mencari Sofia.

"Ada apa ini?" tanya Sofia pada mereka.

"Saya mencari wanita bernama Sofia!" bentak salah satu pria.

Ketakutan menyelimuti hati Sofia, tapi ia memberanikan diri menghadapi. Tak disangka para penagih utang itu mendatangi tempatnya bekerja.

"Saya Sofia, ada apa kalian mencari saya?"

"Jangan pura-pura tidak tahu! Sekarang cepat bayar utang-utang bibimu!" hardik si pria berwajah garang.

"Beri saya waktu untuk membayarnya," pinta Sofia.

"Kamu sudah melewati jatuh tempo. Kami akan menyita barangmu!" ancam penagih utang itu.

Tanpa aba-aba, pria kasar itu merampas tas Sofia, mengambil kunci mobil dan uang tunai di dompetnya. Sofia berusaha melawan, tapi didorong hingga jatuh tersungkur. Tak ada seorang pun di sana yang berani menolong, terintimidasi ancaman para penagih utang bahwa siapa pun yang menghalangi akan berurusan dengan mereka.

"Diam kau! Ini pun masih kurang. Besok kau harus melunasi sisanya. Kalau tidak, kami akan datang setiap hari membuat kekacauan di sini!" gertak mereka.

Sambil bersimpuh, Sofia menangis memohon agar mobil peninggalan orang tuanya jangan diambil, tapi para pria kekar itu tidak peduli. Rekan kerjanya, Renata, mencoba menenangkan Sofia yang histeris menyaksikan mobil kesayangannya dirampas paksa.

Renata yang mendengar ancaman para penagih utang menyarankan agar Sofia tidak masuk kerja sampai utangnya lunas, khawatir mereka akan merusak kantor. Namun sampai kapan Sofia harus menghindar? Jika tidak bekerja, jangankan membayar utang, untuk sekadar hidup pun akan sulit.

Akhirnya hari itu Sofia memutuskan tidak masuk kerja dan pulang dengan perasaan hancur. Ia menangis sepanjang perjalanan menuju satu-satunya tempat yang ingin didatangi - makam kedua orang tuanya. Sofia berjalan tertatih menempuh berkilo-kilometer jarak.

Di atas pusara ibunya, Sofia menangis pilu hingga sesak dada. Hidupnya berantakan, ia tak tahu harus berbuat apa. Masih memeluk nisan dengan terisak, tiba-tiba muncul bayangan di belakangnya. Menoleh perlahan, Sofia mendapati sosok Reyfaldi di sana.

"Aku mau menikah denganmu."

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terkait

  • Wanita Gendut, Dicerai Suami Dinikahi CEO Tampan   Bab.6 Terpaksa Menerima Tawaran

    Di tengah keheningan makam, Sofia menoleh ke arah bayangan sosok yang berdiri tak jauh darinya. Dengan langkah gontai, ia mendekati pria itu sambil terisak. "Reyfaldi, aku bersedia menikah denganmu. Masih berlakukah tawaran itu?" ucap Sofia lirih. Tanpa diduga, wanita bertubuh gempal itu memeluk Reyfaldi erat, menumpahkan segala kepedihan dalam tangis yang memilukan. Reyfaldi, yang terkejut dengan tindakan Sofia, hanya berdiri kaku tanpa membalas pelukannya. Saat ini, Sofia merasa berada di titik terendah hidupnya. Hatinya hancur berkeping-keping, seolah tak ada lagi harapan untuk bangkit. Andai bunuh diri bukan dosa besar, mungkin sudah ia lakukan. Yang terpenting baginya kini hanyalah bertahan hidup, entah bagaimana caranya. "Menangis ... menangislah sepuasnya, hingga kau tidak akan pernah menangisi hal yang sama untuk yang kedua kalinya," Reyfaldi berkata datar, meski kemeja putihnya kini basah oleh air mata Sofia. Tak ingin berlama-lama di area pemakaman, Reyfaldi menuntun Sof

    Terakhir Diperbarui : 2023-12-30
  • Wanita Gendut, Dicerai Suami Dinikahi CEO Tampan   Bab. 7 Senyumnya Ternyata Manis

    Mata Sofia membelalak lebar mendengar ucapan Reyfaldi di telepon. "Bunuh saja, itu sudah membahayakan!" "Apaaa?" pekik Sofia terkejut. Reyfaldi sontak berbalik, menatap Sofia dengan ponsel masih menempel di telinga. Wajah Sofia memucat, jelas ketakutan. "Nanti saya hubungi lagi!" Reyfaldi mengakhiri panggilan. Sofia melangkah mundur, mengira Reyfaldi adalah seorang psikopat atau semacamnya. Kepribadiannya yang aneh menguatkan dugaan itu. "Apa yang kamu dengar barusan?" selidik Reyfaldi. "Tidak, hentikan! Jangan mendekat!" sentak Sofia saat pria itu melangkah ke arahnya. "Kamu akan membunuh siapa, hah?" tanya Sofia dengan suara bergetar. "Barusan saya bicara dengan perawat kakek. Ada ular di halaman belakang, jadi saya minta mereka membunuhnya. Apakah saya salah?" Reyfaldi menjelaskan dengan tenang. "Jangan bohong!" hardik Sofia. "Untuk apa saya berbohong? Kalau tidak percaya, kita bisa langsung ke rumah kakek sekarang juga," tawar Reyfaldi meyakinkan. Sofia menghela napas

    Terakhir Diperbarui : 2023-12-30
  • Wanita Gendut, Dicerai Suami Dinikahi CEO Tampan   Bab. 8 Terbebas Dari Rentenir

    Dering ponsel di genggaman Sofia memecah keheningan. Nama Renata tertera di layar, membuat Sofia segera menjawab tanpa ragu. "Sofia, cepat ke sini!" Suara Renata terdengar gemetar di ujung sambungan. Mendengar urgensi dalam nada bicara Renata, Sofia langsung berbalik arah dan memacu langkah menuju tempat kerjanya yang tak begitu jauh dari lokasi kos. Reyfaldi mengikuti di belakang, berusaha menyamai kecepatan langkah Sofia. Setibanya di sana, pemandangan kacau menyambut mereka. Dua pria bertubuh kekar tengah mengobrak-abrik isi gudang distributor milik Renata, melempar barang-barang tanpa perasaan. Sofia mengenali mereka sebagai orang yang sama dengan yang merampas paksa mobilnya kemarin. "Hentikan!" teriak Sofia dengan napas terengah. Teriakan lantang Sofia menghentikan aksi brutal kedua pria itu. Mereka menoleh, menatap Sofia dengan seringai puas seolah berhasil menemukan mangsa yang diburu. Tanpa membuang waktu, mereka melangkah mengancam ke arah Sofia, namun dengan sigap Reyfa

    Terakhir Diperbarui : 2023-12-30
  • Wanita Gendut, Dicerai Suami Dinikahi CEO Tampan   Bab.9 Ternyata kau orang baik

    "Menikah resmi?" pekik Sofia. "Ya! Saya tidak ingin mempermainkan sebuah pernikahan. Namun, seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, jika kamu tidak mengizinkan saya untuk menyentuhmu. Maka, sampai kapanpun, saya tidak akan pernah menyentuhmu," ucap pria tampan itu sembari menatap layar ponselnya. Mendengar itu, Sofia tersenyum miring. "Tentu saja aku tidak akan mungkin menyerahkan tubuhku pada laki-laki yang tidak aku cintai," bisiknya dalam hati sambil mendelikkan matanya. Reyfaldi mengalihkan pandangannya dari ponsel, mata tajamnya menelisik wajah Sofia. "Bagaimana? Bukankah sebelumnya kamu sudah setuju! Atau, apakah kamu berubah pikiran?" tanyanya dengan nada tenang namun menuntut jawaban. "Tidak! Aku tidak berubah pikiran," jawab Sofia cepat, kepalanya menggeleng dengan yakin. Dalam benaknya, Sofia menyadari konsekuensi jika ia mencoba mundur dari kesepakatan ini. Pria misterius di hadapannya pasti akan meminta kembali uang yang telah dikeluarkan untuk melunasi hutangnya p

    Terakhir Diperbarui : 2024-01-04
  • Wanita Gendut, Dicerai Suami Dinikahi CEO Tampan   Bab.10 Berbelanja di Mall

    "Hah. Mas Alvian?" Tatapan Sofia terpaku pada pemandangan yang mengiris hatinya. Sepasang kekasih yang telah menghancurkan kehidupannya berjalan beriringan, jemari mereka saling bertaut mesra seolah mengejek luka yang masih menganga. Rasa sakit merambati dadanya seperti aliran listrik. Hingga detik ini, Sofia masih sulit mempercayai pengkhianatan Alvian. Namun begitulah hidup—penuh kejutan tak terduga yang terkadang datang sebagai pelajaran pahit. Beruntung, kedua sosok itu terlalu sibuk dengan dunia mereka sendiri hingga tak menyadari keberadaan Sofia. Mereka berjalan dengan tawa riang dan wajah berseri, tanpa setitik pun penyesalan atas luka yang telah mereka torehkan. "Dasar jahat! Lihat saja, suatu hari nanti aku akan membalas perbuatan kalian!" gumam Sofia, rahangnya mengeras menahan amarah. "Sebaiknya, alihkan pandanganmu. Tak ada gunanya kamu terus memandanginya. Itu hanya akan membuat hatimu semakin hancur!" Reyfaldi berkata dengan tenang, sumpit di tangannya masih dengan

    Terakhir Diperbarui : 2024-01-05
  • Wanita Gendut, Dicerai Suami Dinikahi CEO Tampan   Bab.11 Mulai Perawatan

    Sesaat setelah pintu dibuka oleh pelayan wanita yang berdiri di samping pintu, terlihat sebuah ruangan modern dengan peralatan medis canggih dan tempat tidur pasien yang tertata rapi. "Reyfaldi?!" sapa seorang wanita cantik berjas putih yang duduk di balik meja kerja elegannya. "Hai, Tamara," balas Reyfaldi dengan senyum hangat yang jarang terlihat. Keduanya berjabat tangan dengan akrab. Sofia memperhatikan perubahan ekspresi Reyfaldi—pria yang biasanya dingin dan hemat senyum kini tampak berseri-seri. Matanya memancarkan keramahan yang belum pernah Sofia lihat sebelumnya. "Oya, kenalkan, teman saya," ucap Reyfaldi sambil mengarahkan tangannya pada Sofia. "Sofia!" "Hai, Sofia. Saya Tamara. Tetangga Reyfaldi ketika kami tinggal di Amerika. Ada yang bisa saya bantu?" tanya wanita cantik itu dengan keramahan profesional. "Buatlah dia menjadi langsing dan lebih cantik lagi," pinta Reyfaldi. "Oh, gampang! Itu hal yang sangat mudah," jawab dokter cantik itu dengan senyum meyakinkan.

    Terakhir Diperbarui : 2024-01-05
  • Wanita Gendut, Dicerai Suami Dinikahi CEO Tampan   Bab.12 Kembali Bekerja

    Tanpa sengaja, kaki Reyfaldi tersandung ujung ranjang, membuatnya terjatuh menimpa sesuatu yang terasa lembut. Dalam sekejap, lampu di kamar menyala kembali. Matanya terbelalak melihat Sofia yang kini terbaring di bawah tubuhnya. Tanpa diduga, bibir mereka bersentuhan dalam ketidaksengajaan yang mengejutkan. "Lepaskan!" pekik Sofia sambil mendorong tubuh kekar pria tampan itu. Reyfaldi segera bangkit dan berdiri dengan tergesa-gesa. "Ma-Maaf. Saya benar-benar tidak sengaja," ucapnya gugup. Sofia terdiam. Ia duduk dengan raut wajah yang menyiratkan kemarahan. Reyfaldi yang salah tingkah merasa sangat malu. Ia langsung berpamitan dan bergegas keluar kamar. "Huh. Bisa-bisanya dia mengambil kesempatan dalam kesempitan," umpat Sofia. Namun, bayangan kejadian yang baru saja terjadi kembali berkelebat dalam benaknya. Sentuhan bibir yang hangat dan hembusan napas pria tampan itu masih terasa begitu nyata. "Argh. Mengapa aku malah membayangkannya lagi? Sudah-sudah!" monolognya sambil mengib

    Terakhir Diperbarui : 2024-01-06
  • Wanita Gendut, Dicerai Suami Dinikahi CEO Tampan   Bab.13 Bertemu Pengacara

    "Loh, mengapa mereka malah membubarkan diri?" Suasa kantor terasa berbeda pagi itu. Para karyawan yang biasanya menyapa Sofia dengan senyum ramah kini justru membuang muka saat berpapasan dengannya. Tatapan mereka tajam menusuk, seolah kehadirannya menjadi hal yang tidak diinginkan lagi di tempat itu. Sorot mata mereka menyiratkan ketidaksukaan yang nyata. Beberapa bahkan tidak segan melontarkan sindiran pedas yang menggores hatinya. "Sebelum bergaya, pastikan dulu kalau kita tidak punya utang!" Seru salah satu karyawan diiringi suara gelak tawa karyawan yang lainya. Sofia menghela napas berat, menundukkan kepala tanpa berminat membalas sindiran yang ditujukan padanya. Ia mempercepat langkahnya menuju ruang Office, berusaha mengabaikan tatapan tajam yang mengiringi setiap langkahnya. Setibanya di ruangan, wanita bertubuh gempal itu segera duduk di meja kerjanya. Jemarinya menekan tombol CPU, mengaktifkan komputer yang beberapa hari ini seolah diabaikan. Tumpukan pekerjaan yang te

    Terakhir Diperbarui : 2024-01-07

Bab terbaru

  • Wanita Gendut, Dicerai Suami Dinikahi CEO Tampan   Bab. 114

    "Mbooook ...!" Teriak Ella memecah keheningan. Mbok Nah segera berlari menghampiri Ella. Ia kaget melihat cairan yang sudah tergenang di kaki Sofia. "Nona ... Anda akan melahirkan?!" "Segera hubungi Reyfaldi! Aku akan membawa Sofia kerumah sakit bersalin!" titah Ella panik. Dengan panik. Wanita itu segera memboyong Sofia masuk ke dalam mobil peninggalan orang tua Sofia yang terparkir di halaman rumah Reyfaldi. Kemudian, Ella menyalakan mesin mobil dan melajukan mobilnya menuju rumah sakit bersalin tempat Sofia memeriksakan kehamilannya. Untungnya, wanita yang sempat menjadi pengemis itu sudah ahli dalam mengemudikan mobil. Sehingga, tak membutuhkan waktu yang lama untuk Sofia bisa tiba di Rumah sakit. Ella berlari ke bagian administrasi. Untung saja saldo di rekeningnya terisi uang hasil penjualan beberapa hari kebelakang. Sekitar 10 juta Ella melakukan deposit di rumah sakit tersebut. Tim medis segera bertindak dengan cepat. Sofia ditangani dengan sangat baik di rumah sakit

  • Wanita Gendut, Dicerai Suami Dinikahi CEO Tampan   Bab. 113

    Sofia keluar dari ruangan tak layak huni tersebut. Ia menyeka air mata di pipi kemudian berbicara dengan Reyfaldi sambil berbisik."Sayang ..., bisa tolong Paman Danu? Aku sangat tidak tega melihatnya," ucap Sofia seraya menitikan air mata. Reyfaldi kemudian menyeka air di pipi Sofia dengan lembut. "Tentu, Sayang. Saya akan segera memanggil ambulace." Sofia mengangguk dan tersenyum haru. "Terima kasih, Sayang." Tak lama berselang, sebuah mobil ambulance tiba di depan jalan. Tim medis segera membawa Danu ke rumah sakit untuk diperiksa. Ella masuk dan duduk di dalam ambulance. Sedangkan Sofia bersama Reyfaldi mengikuti dari belakang. Setibanya di rumah sakit, Reyfaldi segera memesan kamar kelas VVIP, yaitu kamar termahal yang tersedia di rumah sakit tersebut. Danu segera ditangani oleh tim medis. Beberapa pengecekan dilakukan oleh dokter. Beruntung, bukan penyakit berbahaya yang diderita oleh Danu. Melainkan hanya asam urat namun cukup akut. "Sofia ... ruangan ini pasti sangat mah

  • Wanita Gendut, Dicerai Suami Dinikahi CEO Tampan   Bab. 112

    "Bibi Ella?" Wanita yang tengah hamil besar itu beringsut mundur kemudian berbalik badan dan pergi meninggalkan Ella di ruang tamu. Ia merasa sangat benci pada Bibinya itu. Namun, Reyfaldi langsung mencekalnya. "Ayolah, Sayang ... bukankah tadi kamu berniat akan memaafkannya," bujuk Reyfaldi. "Tuhan saja pemaaf, apagi kita yang hanya sebagai hamba," tambahnya lagi. Sofia termenung beberapa saat. "Baiklah ..., aku akan menemuinya!" Wanita bertubuh besar itu kemudian berbalik badan dan melangkah kembali ke ruang tamu. Ia menjatuhkan bokongnya dengan pelan di atas sofa. Sedangkan Reyfaldi memilih untuk menunggu di dalam kamar, tak ingin mencampuri urusan bibi dan keponakan itu. "Sofia ... akhirnya kamu mau menemuiku." Mata wanita itu berkaca-kaca. "Aku benar-benar minta maaf atas perbuatanku dan Paman Danu. Kami melakukannya karena sangat terdesak. Pada saat itu, kami selalu diancam oleh debt collector. Sehingga kami merasa stress dan gelap mata. Tidak ada cara lain bagi kami selai

  • Wanita Gendut, Dicerai Suami Dinikahi CEO Tampan   Bab. 111

    Pria yang menjabat sebagai CEO itu membungkuk lalu mendaratkan kedua tangannya di lengan bagian atas Alvian. Kemudian, mengangkat tubuh itu ke atas. "Jangan lakukan itu. Kamu tidak perlu bersimpuh di hadapanku!" Lagi-lagi, Alvian berucap terima kasih pada Reyfaldi. Pun juga dengan wanita tua yang sedari tadi berdiri di sana. Ia meminta maaf dan mengucapkan banyak terima kasih pada Reyfaldi. "Mulai minggu depan. Kembalilah ke perusahaan. Jadilah kepala produksi yang tidak akan mengecewakan saya lagi!" tutur pria tampan itu. Kepala yang semula menunduk, langsung terangkat wajahnya. "Apa?! Apa aku tidak salah dengar, Rey?" Reyfaldi tersenyum sekilas. "Bekerjalah lebih giat, agar kehidupan anakmu terjamin!" Alvian menyatukan kedua telapak tangannya seolah berterima kasih pada Reyfaldi. "Aku akan berusaha jadi karyawan terbaik. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang kamu berikan, Rey!" Pria yang mengenakan kemeja hitam itu berpamitan. Ia berniat segera pulang karena mengingat

  • Wanita Gendut, Dicerai Suami Dinikahi CEO Tampan   Bab. 110

    Alvian bergegas naik ke dalam mobil milik tetangganya yang menawarkan bantuan padanya. "Maaf, pak. Saya menjadi merepotkan," ucapnya pada Bapak pemilik mobil. "Tidak sama sekali, Pak." Ambar tidak mengetahui kejadian yang terjadi semalam pada anaknya itu. Ia mengira, selama Clara bekerja menjadi LC karaoke, rumah tangga Alvian baik-baik saja. Bagai tersambar petir, tiba-tiba saja wanita tua itu mendengar kabar jika menantu kesayangannya itu kecelakaan bersama pria lain secara mengenaskan. Dan yang paling membuatnya merasa tercengang adalah berita tentang perselingkuhannya bersama pria beristri. Tak banyak berkata. Di dalam perjalanan, mereka hanya terdiam. Ambar dan Alvian masih merasa sulit untuk memahami apa yang tengah terjadi. "Kamu harus menjelaskan banyak hal pada ibu, setelah ini!" cetus ambar. Setelah menempuh perjalanan selama dua jam. Akhirnya mereka sampai di rumah sakit yang dituju. Alvian dan Ambar melangkah dengan sedikit keraguan dan ketakutan. Mereka merasa tida

  • Wanita Gendut, Dicerai Suami Dinikahi CEO Tampan   Bab. 109

    Keributan yang terjadi di kediaman Alvian membuat para tetangga penasaran. Beberapa warga mengintip dari balik jendela menyaksikan pertengkaran yang terjadi. Ketua RT dan beberapa warga di pemukiman itu langsung menghampiri rumah Alvian untuk mencari tau dan melihat keadaan Alvian. Namun, mereka dikagetkan oleh suara teriakan Alvian yang menyatakan bahwa dirinya ingin mati. Segera, mereka menerobos masuk ke dalam rumah Alvian tanpa permisi. Melihat Alvian yang telah siap menghujamkan pisau ke dadanya. Sontak, salah satu warga berteriak. "Hentikan!! Kamu tidak boleh melakukannya!" Alvian otomatis membuka matanya. Salah satu warga yang datang langsung menyambar pisau yang berada di dalam genggaman tangan Alvian. Kemudian, meyadarkan lelaki itu dari tindakan bodohnya. Alvian menangis tak terkendali. "Tenang ... tenangkan diri anda, Pak Alvian. Beberapa orang warga mengelus pelan punggung Alvian. Sementara, satu orang lainnya mengambil segelas air minum lalu meminumkannya pada Alvian

  • Wanita Gendut, Dicerai Suami Dinikahi CEO Tampan   Bab. 108

    "Sofia?!" Ella menatap lekat Sofia. Penyesalan langsung menyeruak di hatinya. "Maafkan Bibi, Sofia ...."Tatapannya berpindah pada bagian perut Sofia yang sudah dalam keadaan hamil besar. "Kamu sudah hamil?! Akhirnya kamu hamil juga, Sofia!" tatapnya sayu. "Dimana Alvian?" Wanita berusia 47 tahun itu mengedarkan pandang. Ia melihat sosok pria tampan berperawakan atletis dan terlihat kaya berdiri di dekat Sofia. "Mengapa kamu tidak bersama Alvian?" tanya Ella. Sedari tadi Sofia tak mengeluarkan sepatah kata pun. Jantungnya berdegup kian kencang karena menahan emosi.Ella memegang tangan Sofia. Namun, Sofia menghempaskannya dengan kasar. "Jangan sentuh aku!" bentaknya. Reyfaldi mendekat. "Maaf, Anda siapa?" tanyanya pada Ella. "Saya Ella, Bibinya Sofia!" jawabnya dengan nada bergetar. "Kamu, siapa?" tanya Ella balik. "Sudah! Tidak usah pedulikan dia. Dia bukan Bibiku. Aku sama sekali tidak mengenalnya!" sergah Sofia seraya mendelik.Sofia kemudian menarik lengan Reyfaldi untuk ma

  • Wanita Gendut, Dicerai Suami Dinikahi CEO Tampan   Bab. 107

    "Pagi, sayang ... hari ini jadi, kan?" tanya Sofia pada lelaki yang baru saja membuka matanya. "Iya, Sayang!" jawab Reyfaldi dengan suara khas bangun tidur. Hari ini, Sofia berniat berbelanja kebutuhan persiapan untuk kelahiran bayinya. Sebuah kamar khusus untuk bayi akan ia persiapkan. Yaitu, kamar bekas Sofia sewaktu pertama datang ke rumah tersebut. "Lihat, Sayang ... aku ingin seperti ini interiornya." Tunjuk Sofia pada layar ponselnya memperlihatkan gambar ruangan bayi yang bernuansa white soft blue.Perkiraan Dokter, bayi yang tengah di kandung oleh Sofia adalah berjenis kelamin laki-laki. Sesuai dengan harapan Reyfaldi yang sangat menginginkan anak laki-laki agar dapat melanjutkan perusahaannya. "Baiklah, Sayang. Saya akan segera menghubungi jasa interior agar bisa secepatnya selesai."Reyfaldi langsung meraih ponselnya dan menghubungi jasa interior. Ia meminta agar secepatnya dilakukan renovasi sesuai dengan permintaan Sofia. Mengingat waktunya sudah tidak banyak lagi. Se

  • Wanita Gendut, Dicerai Suami Dinikahi CEO Tampan   Bab. 106

    Wanita pelakor itu terbelalak. Ia langsung berjalan mendekati Sofia. Namun, wanita yang tengah hamil besar itu langsung berbalik badan mencoba menghindar dari Clara. Tapi, wanita jalang itu malah mengejar Sofia. "Sofia ... aku mohon jangan katakan ini pada Alvian!" Jalang itu terus memohon dengan wajah memelas. "Tenang saja! Lagi pula, itu bukan urusanku!" ucap Sofia dengan raut dingin tak peduli. Clara menoleh pada Reyfaldi. Pria yang menundukan wajahnya itu hanya diam mematung. "Pak, Reyfaldi ... tolong jangan-," "Siapa ini?" pangkas pria yang bersama Clara. Mendengar suara bariton dari balik badannya, mata wanita perusak rumah tangga orang itu langsung membola dengan sempurna. Cepat, ia berbalik badan dan mengubah mimik wajahnya menjadi tersenyum manis. "O-ya, ini kenalkan temanku, namanya Sofia dan ini suaminya!" ujar wanita itu seraya mengarahkan tangannya pada Sofia dan Reyfaldi. Dengan senyum masam, keduanya mengulurkan tangan menyambut ajakan bersalaman pria tua yang be

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status