"Kalau begitu, kamu pergi beli barang sendirian saja." Wulan melemparkan omongan dengan dingin dan langsung beranjak pergi. David mengangkat bahu, berbalik badan dan langssung berjalan ke tepi jalan untuk memanggil taksi. "Pergi ke Emgrand Group, Pak."Wulan masuk ke Starbucks. Setelah duduk, dia semakin marah memikirkannya. Dia mengeluarkan ponsel dan mengirim sepatah kata ke sebuah grup kerja, "Mengesalkan sekali, mengesalkan sekali!"Grup kerja ini hanya ada 5 orang, semuanya merupakan rekan kerja yang lebih akrab dengan Wulan. Dengan cepat, seorang gadis bernama Citra Tansil membalas, "Wulan, kamu kenapa? Siapa yang membuatmu marah lagi?”“Papaku ntah dari mana temuin satu orang udik, dan bersikeras jadiin dia tunanganku.” Wulan seperti menemukan tempat untuk mencurahkan isi hati.“Apa?”“Astaga! Sungguh?”Seluruh grup kerja menjadi riuh seketika. “Untuk apa aku membohongi kalian?”Wulan mengetik dengan kesal, “Yang paling kelewatan, papaku juga menyuruhku merekomendasikan orang
"Tuan muda, 20 tahun lalu Keluarga Camin tertarik pada tanah Panti Asuhan Bisma. Berbagai macam paksaan dan bujukan terhadap kepala panti asuhan pada waktu itu, Bisma Kurniawan tidak membuahkan hasil dan akhirnya membakar Panti Asuhan Bisma. Dengan demikian mereka bisa mengambil alih tanah itu……”“Selama bertahun-tahun ini, Keluarga Camin menggunakan tanah itu untuk investasi bisnis perumahan dan berhasil menjadi salah satu dari 5 keluarga kaya di Jayanegara!”“Aku mendapat kabar bahwa Keluarga Camin 3 hari kemudian akan melelang sepotong giok. Katanya giok ini adalah peninggalan Panti Asuhan Bisma waktu itu dan sangat ajaib.”Di bawah niat membunuh David, Julio hanya merasa seperti ada sepasang tangan tidak berwujud yang sedang mati-matian mencekik lehernya dan membuatnya sangat ketakutan.“Dasar Keluarga Camin!” David tersenyum, niat jahat yang kentara muncul di alisnya.Demi sebidang tanah, kalian mencelakai 108 orang Panti Asuhan Bisma hingga semuanya meninggal dalam lautan api. D
Wajah Ria tampak gembira. “Pak Julio, bagaimana dengan kemampuan medis dokter ajaib itu? Apakah bisa mengobati penyakit ALS?”Ria bertanya demikian, karena penyakit yang diderita kakeknya, Chandra Nastoro adalah penyakit ALS. Penyakit ini dijuluki sebagai 1 dari 5 penyakit yang tidak bisa diobati di dunia. Pengidap penyakit ini biasanya hanya bisa bertahan hidup selama 3-5 tahun.Gejala penyakit ini adalah otot seluruh tubuh menyusut, anggota gerak menjadi kaku dan tidak dapat bergerak. Pada akhirnya akan merambat ke otot organ pernafasan dan menyebabkan kematian karena pernafasan yang tehambat. Penyakit Chandra sudah berkembang sampai tahap stadium akhir. Hidupnya setiap saat berada dalam bahaya.“ALS?”Julio tertegun, kemudian dengan wajah serius berkata, “Kalau dokter lain, tidak bisa mengobati penyakit ini. Tapi jika diobati oleh dokter ajaib yang mengobatiku waktu itu, tentu tidak masalah.”“Nging!”Ria hanya merasa kulit kepalanya seakan pecah dan nafasnya menjadi sedikit lebih
“Hm?”Mendengar omongan ini, Ria dan Yuni terlebih dahulu tertegun dan setelah itu tertawa secara serempak. “David, aku tidak salah dengar? Kamu bahkan bilang kamu tinggal di sini?”Yuni tertawa terbahak-bahak sambil berkata, “Apakah kamu tahu sebuah vila asal-asalan di sini berapa harganya? Sedikit-sedikit sudah 60-80 milyar. Kamu orang kampung, meskipun sudah berjuang 10 kali kehidupan juga hanya bisa membeli sebuah toilet.”“Aduh, tidak tahan lagi. Aku hampir mati karena menertawaimu.”Dia berkata sambil memegang perut karena tidak tahan tertawa.Ria justru tersenyum karena saking kesalnya, “Kalau begitu kamu beritahu aku, di mana rumahmu?”“Di puncak bukit. Kalau tidak salah disebut sebagai vila nomor satu Menteng.” kata David dengan santai. Ria sepenuhnya dibuat tertawa karena marah padanya.Jika kamu sembarangan menyebut sebuah vila, mungkin aku juga akan percaya. Tapi Vila Nomor Satu Menteng adalah alamat tempat tinggal Empu Petap Medis. Apa hubungannya dengan orang kampung s
Semua orang menoleh ke sana dan langsung melihat David yang berdiri di depan pintu. “Nak, kamu siapa?” Wajah Dokter Suritno masam dan dia berkata dengan sangat tidak senang.“Kamu tidak perlu tahu siapa aku.”David maju satu langkah dan berkata mencibir, “Orang tua di atas ranjang ini jelas-jelas masih bisa hidup 2 tahun, kamu justu mengatakan batas waktunya sudah tiba. Sungguh menyia-nyiakan hidup manusia.”Sebenarnya hidup dan matinya orang asing tidak ada hubungannya dengannya. Tapi pihak lain merendahkan gurunya, kalau begitu dia harus mengurusnya. Karena gelar gurunya ketika berkeliling dunia adalah ‘Empu Petapa Medis’ dan gelar ini sekarang diwariskan kepada dirinya, maka dia memiliki tugas untuk menjaga reputasinya. Mendengar David mengatakan dirinya menyia-nyiakan hidup manusia, Dokter Suritno seketika langsung marah. “Bocah, apa katamu?”Semua orang juga menatap David dengan tatapan dingin. Nama asli Dokter Suritno adalah Yasin Suritno. Dia berasal dari keluarga medis beru
Selesai berbicara, tangannya tiba-tiba menampakkan cahaya perak dan tujuh batang jarum perak muncul seketika.“Pergilah!”Begitu David mengayunkan lengannya, tujuh batang jarum perak itu secara serempak tertusuk di 7 titik akupuntur orang tua itu.Tubuh Dokter Suritno bergetar hebat. Dia terkejut dan dengan suara yang nyaris hilang berkata, “Ini…… ini adalah Akupuntur Maya?!!”Setelah menusuk titik akupuntur orang tua itu, dalam waktu sekejap 7 batang jarum perak mengeluarkan cahaya putih secara serempak. Tujuh titik cahaya membentuk bentuk bintang biduk. Begitu cemerlang bagaikan bintang. “Raja neraka ingin kamu mati tengah malam, aku bisa mempertahankanmu sampai subuh!”“Tidak sadarkan diri sekarang, maka harus tunggu sampai kapan?!!”David menepati janjinya, bagaikan makhluk yang mengendalikan hidup dan mati. Begitu katanya selesai dilontarkan, orang tua yang awalnya sudah terbaring tak sadarkan diri di atas ranjang tiba-tiba memuntahkan semulut darah hitam, kemudian terbatuk deng
Ternyata sejak awal pria itu tidak berbohong. Dia benar-benar bisa menyelamatkan kakek. Lucunya, dia sendiri justru menganggap David sebagai penipu.Seorang petinggi Keluarga Chairil menarik nafas dalam dan dengan yakin berkata, “Mulai sekarang, semua orang keluar untuk mencarinya. Sekalipun harus mengobrak-abrik seluruh Jayanegara, juga harus menemukan dokter ajaib itu. Jangan kembali sebelum menemukannya!”Suatu pagi, Hasan kembali menelepon, “David, kamu di mana? Hari ini Wulan akan membawamu pergi wawancara di perusahaan. Kamu kirimkan alamatnya, aku suruh dia jemput kamu.”“Baik, Om Hasan.” David mengirimkan alamat Vila Nomor Satu Menteng.Di lantai dasar kediaman Keluarga Tanugrah. Di samping sebuah mobil sedan Mercedes-Benz C260 putih, seorang gadis muda dengan setelan seragam profesi berwarna hitam melihat jam dan dengan tidak sabar berkata, “Wulan, tunangan kampunganmu itu sungguh luar biasa. Dia bahkan membuat kita menunggu begitu lama di sini.”“Citra, kamu jangan ngomong
David menggelengkan kepala dan berkata, “Bukan aku yang membelinya.”“Hm?”Kedua gadis itu tertegun mendengarnya. Citra dengan agak ragu berkata, “Tuan David sungguh rendah hati.”Tiba-tiba, dia melihat kantong yang ditenteng David. Matanya tanpa sadar bersinar. “Tuan David, apakah di dalam sini berisi uang tunai? Aku dengar orang kaya seperti kalian paling suka menggunakan uang tunai.”Tanpa menunggu David membuka mulut, dia maju selangkah dan mengambil kantong dari tangan David dan membukanya.Seketika, raut wajahnya berubah.Isi di dalamnya sama sekali bukan uang, melainkan setumpuk kaleng dan botol air mineral yang kotor dan bau. “Ini sampah yang baru saja kupungut.” kata David dengan canggung. “Memungut sampah?” senyum Citra langsung menjadi kaku。“Benar.” David mengangguk. Wajah Citra langsung berubah muram. “Setelah menghabiskan banyak waktu, ternyata kamu datang kemari untuk memungut sampah?”Dia berkata sambil mengeluarkan tisu dan gila-gilaan mengelap tangannya. “Benar-be