Volker mengerutkan keningnya, lalu bertanya, “Kak Cody, kamu sungguh arogan. Kamu bahkan membawa anggotamu untuk membuat keonaran di Kediaman Barrot? Kamu kira Keluarga Barrot sudah tidak punya anggota lagi?”“Arogan? Tidak juga! Kami juga terpaksa. Kalau ada kesempatan lagi, aku pasti akan meminta maaf. Ayo serang!”Selesai berkata, Cody langsung mulai menggerakkan massa.Volker tahu Cody tidak sedang bercanda. Saat ini dia sedang menatap Volker dengan penuh waspada.Tiba-tiba tatapan kedua orang berkilauan, dan pertarungan pun dimulai.“Telapak Penghancur Langit Super!”Bamm!Tiba-tiba Felix melintas di hadapan kedua orang, langsung membuat kedua orang spontan mundur.Cody menatap Felix dengan tatapan tidak bisa memercayainya. Tahap Semi Penghancur Bumi?Cody sudah lalai. Kenapa Felix bisa ada di Kediaman Barrot? Dia sudah mencapai tahap Semi Penghancur Bumi, bagaimana dia bisa melakukannya?Kalau Keluarga Barrot memiliki Felix sebagai pendukungnya, apa mungkin Keluarga Quard bisa
“Bercandanya nanti saja, di mana Felix? Terjadi sesuatu di sini!” ucap Cody dengan gelisah.“Dia di kamar, dia ….”Belum sempat Volker menyelesaikan ucapannya, Cody langsung membalikkan badannya dan berlari pergi.Di dalam Kamar Felix ….Setelah membaca isi surat itu, Felix spontan tersenyum. “Untuk apa kamu panik? Ini adalah kabar bagus. Malam ini ambil kesempatan untuk menyelamatkan Nona Lane!”Cody mengangguk dengan kebingungan. Saat ini dia hanya bisa menaruh harapan pada diri Felix saja.“Apa yang akan kita lakukan selanjutnya?”Felix tersenyum, lalu berbisik di samping telinga Cody.Cody terus mengerutkan keningnya. Apa bisa seperti ini?Pada malam harinya, Paul dan Owen diam-diam muncul di sekitar Kediaman Barrot.Melihat satu per satu anggota yang digotong keluar, lalu dimasukkan ke dalam mobil untuk dibakar, Paul pun langsung tersenyum.Saat melihat Cody juga digotong keluar, Paul pun mengepal erat tangannya, lalu berkata dengan penuh semangat, “Ternyata dengan adanya dukungan
Bamm!Pftz!Paul langsung memuncratkan darah, lalu dia pun terempas melayang ke belakang.Saat Paul melewati sisi Sofyan, dia pun langsung menghela napas lega. Meskipun masalah ini berkembang tidak sesuai dengan rencananya, setidaknya Paul sudah tidak dikepung oleh mereka lagi. Dia sudah bisa melarikan diri ….“Dasar tidak tahu diri!”Bamm!Baru saja Paul berencana untuk melarikan diri, sebuah tinjuan langsung dilayangkan ke belakang punggung Paul.Tinjuan itu sangat kuat dan tiba-tiba. Jadi, Paul pun tidak sempat untuk melakukan perlawanan.Siapa pun tidak menyangka Sofyan akan kembali dengan secepat itu, dan bisa begitu emosi.Kenapa Sofyan kembali sendirian? Jangan-jangan ….“Leluhur … Lane, dia ….”Sofyan mencekik leher Paul, lalu menjerit dengan emosi tinggi, “Sebelum dia datang ke sini, dia sudah membunuh Lane. Apa kamu benar-benar mengira Keluarga Quard sudah lenyap?”“Hehe … iya, tapi aku sungguh tidak menyangka bocah ini akan menyusun skenario konyol seperti ini. Kalian semua
“Felix, dasar ber*ngsek!”Cody menjerit, lalu melayangkan tinjuan ke sisi Felix. Pada saat yang sama, semua anggota Keluarga Quard juga mulai menghunuskan pedang mereka, hendak memberi pelajaran kepada Felix.“Jaga sikap kalian kalau kalian masih ingin dia hidup!”Ucapan Felix membuat semua orang tertegun di tempat. Saat ini pedang dan tinjuan yang hampir mengenai Felix langsung berhenti sekitar satu sentimeter di depannya.Felix mengabaikan semua anggota Keluarga Quard. Dia langsung mengeluarkan tas jarum akupunktur untuk memulai pengobatan.Saat ini Cody juga hanya bisa mengikuti apa kata Felix saja. Dia langsung memerintah semua wanita keluar untuk mengerumuni Felix dan Lane. Tidak ada yang diperbolehkan untuk mendekat.Setengah jam kemudian, tampak keringat bercucuran di atas kening Felix, tapi malah terlihat ekspresi gembira dari wajah Felix. Sepertinya Felix akan segera berhasil!Satu jam kemudian, Lane langsung membuka matanya, lalu memuntahkan darah hitam pekat.“Aku … ada apa
Saat langit sudah mulai cerah, Owen memaksakan diri untuk merangkak ke suatu tempat yang rahasia.Saat ini lantaran kakinya sudah patah, raut wajah Owen terlihat sangat pucat, dan bahkan napasnya juga sangat lemah.Apa ajal Owen akan segera dijemput?Sebelum meninggal, akan sangat disayangkan apabila Owen tidak bisa melenyapkan Keluarga Quard dan Felix ….Bagaimanapun Owen adalah orang paling berbakat di Dunia Kuno, kenapa nasibnya bisa menjadi begitu terpuruk?Semua ini terasa bagai mimpi saja ….“Apa kamu ingin balas dendam?”Owen tersenyum getir. Bahkan dirinya sudah mulai halusinasi?“Aku bisa menyembuhkan kakimu. Apa kamu tidak ingin balas dendam?”Owen langsung membuka kedua matanya. Ternyata dirinya bukan sedang halusinasi?Ketika memperhatikan lelaki bertopeng di hadapannya, Owen spontan mengerutkan keningnya, lalu bertanya, “Siapa kamu?”“Aku bisa membantumu. Bukannya kamu ingin membunuh Felix?”Owen terbengong, lalu bertanya dengan kebingungan, “Kamu bisa membantuku untuk mem
“Lagi pula Keluarga Quard tidak ada hubungan apa-apa sama kamu. Bisa jadi Evelin juga akan bersama denganmu. Pada saat itu, kalau kamu membantu Keluarga Barrot untuk menghadapi Keluarga Quard, mereka pasti tidak sanggup untuk melawan kita. Jadi dia perlu menjalin hubungan baik dengan Evelin supaya masalah ini tidak terjadi!” Cody tiba-tiba muncul di sisi mereka berdua, lalu berkata.Felix melirik Cody sekilas, lalu berkata dengan kesal, “Apa kamu tidak merasa keberadaanmu sangat merusak pemandangan?”“Tidak, kalau kalian sedang berpacaran atau menikmati pemandangan, aku memang tidak seharusnya berada di sini. Tapi kalian tidak lagi melakukan apa-apa,” balas Cody sambil mengangkat-angkat pundaknya.Evelin spontan menundukkan kepalanya. Dalam kehidupan ini, apakah Evelin bisa menikmati pemandangan dan berpacaran dengan Felix ….“Omong-omong sepertinya kamu sangat perhatian dengan Lane. Apa kamu punya pemikiran sama dia? Bagaimana kalau aku jodohkan kalian berdua?” tanya Cody dengan berc
Di depan pintu gerbang Universitas Lingda ….Felix berjalan dengan perlahan ke taman sekolah, dia sedang menikmati keheningan di dalam taman.Tempat ini memang sangat nyaman ….Saat Felix muncul di depan kelas, semua orang mengira Felix sudah salah kelas.“Felix, kamu sudah datang!” Setelah Samantha menyadari kedatangan Felix, dia pun langsung berlari ke sisinya.Setelah melihat gambaran ini, semua orang spontan melirik ke sisi Felix. Primadona kampus malah berinisiatif untuk menyapa lelaki itu?“Siapa orang itu? Kenapa kelihatannya sangat familier?” tanya seorang mahasiswa dengan suara kecil.“Tidak tahu, aku juga merasa wajah orang itu sangat familier. Oh, aku sudah ingat, dia adalah Tuan Muda Universitas Lingda. Dia adalah bos besar dari Anderson dan Bobby!”“Aku juga sudah ingat. Tapi bukannya dia anak S2? Kenapa dia masih masuk kelas?”“Ah, paling-paling buat goda cewek. Jelas sekali, dia datang untuk bertemu dengan Samantha ….”Setelah mendengar gosip-gosip di sekeliling, wajah S
Setelah berolahraga keras di dalam ruang kantor, ruangan menjadi sangat berantakan. Cindy bersandar di pelukan Felix sambil bertanya, “Dasar jahat, jangan-jangan kamu bakal pergi lagi? Kamu kira kamu lagi makan makanan cepat saji, ya?”“Hehe, makanya aku melahapmu selama 3 jam. Sudah hampir jam pulang sekolah, ayo pulang ke rumahku. Aku akan masakkan yang enak-enak buat kamu!”“Emm!”Saat Mischa dan Nala pulang, mereka berdua tercium aroma wangi dari dapur.“Apa Felix sudah kembali?” Saking kegirangan, Nala langsung berlari ke dapur.“Sudah pulang, ya? Ayo cuci tangan, bentar lagi kita makan bersama!” ucap Felix sambil tersenyum.Nala melihat sajian di atas kompor, dan perutnya langsung keroncongan. Akhirnya ada masakan lezat!Tak lama kemudian, Felix menyajikan makanan ke ruang makan. Nala melirik sekeliling dengan kebingungan, lalu bertanya, “Di mana Cindy? Ke mana dia?”“Dia bilang dia capek. Jadi dia lagi istirahat di kamar.”Mendengar jawaban Felix, Mischa spontan memelototi Felix
Setelah mendengar ucapan Omar, leluhur dari ketiga keluarga besar teringat dengan sosok arogan Xylon dan Yoman tadi. Bukan hanya begitu saja, mereka juga membayangkan kembali masalah pertengkaran Felix dengan Tetua Air.Saat ini mereka bertiga telah lupa bahwa waktu itu Tetua Air duluan mencari masalah. Mereka semua malah merasa Felix yang duluan mencari masalah dengan Tetua Air. Sementara, Xylon dan Zasky malah membela Felix.“Hmph! Kekuatan mereka berempat hampir mengimbangiku. Seandainya Leluhur turun tangan, sepertinya mereka akan kalah telak!” ucap Yarmin dengan arogan.Omar pun tersenyum. Dia memang berharap mereka bisa berbicara seperti itu!“Iya, kalau Leluhur turun tangan, Keempat Dewa Perang pasti bukanlah saingannya. Kami hanya ingin mengambil kepunyaan kami kembali. Kalau tidak, bagaimana kedudukan ketiga keluarga besar bisa stabil di Dunia Kuno?” ucap Omar sambil menambah minyak di atas kobaran api.“Kita tidak boleh biarkan Felix bersikap arogan lagi! Nanti aku akan pangg
Bahkan orang-orang di tempat ini juga bukanlah tandingan Felix!“Apa masih ada yang ingin mencoba?” tanya Felix dengan arogan.Setelah semua orang saling bertatapan, semuanya memilih untuk bungkam.Felix menggerakkan jari tangannya. Patung-patung yang dikendalikan Felix tadi pun telah kehilangan energi spiritual. Sementara itu, energi spiritual di tubuh patung-patung disalurkan ke tubuh anggota yang berpihak di sisi Felix melalui permukaan lantai.Penyaluran kekuatan ini tidaklah kelihatan. Jadi, anggota Dunia Kuno juga tidak menyadari apa-apa.“Kalau tidak ada yang ingin mencoba, semuanya keluar saja. Aku berbeda dengan kalian. Aku bisa membalas kejahatan dengan kebaikan. Ayo kita pergi!” Selesai berbicara, Felix duluan berjalan keluar makam kekaisaran.Saat mereka semua meninggalkan makam kekaisaran, Xylon menyadari hanya anggota mereka saja yang berjalan keluar. Tidak ada satu pun anggota Dunia Kuno dan Sanctuary yang keluar.“Felix, apa kamu mengurung mereka di dalam?” tanya Xylon
Sebelumnya demi berhasil melewati ujian tangga, Sekte Xoan mengeluarkan semua harta bawaan mereka. Semua orang juga telah menyaksikan bagaimana Felix memasukkan semua harta itu ke dalam ruang penyimpanannya.Jadi, Omar memang tidak memiliki bukti, tapi dia berhasil memancing rasa curiga orang-orang.“Kami sudah banyak berkorban untuk datang ke sini. Kamu malah mengatakan tidak ada barang berharga di tempat ini. Aku tidak terima jawabanmu itu!” ucap Garhana duluan.“Kalau kamu menemukan harta, kita bisa membaginya. Berhubung peta yang kamu miliki cukup banyak, kami bisa membagikan harta karun lebih banyak lagi kepadamu. Sekarang kamu malah menggelapkan semuanya …. Kamu serakah sekali?” ucap Yarmin dengan tidak puas.Yoman tidak berbicara. Hanya saja, ekspresinya telah menyatakan segalanya.Felix mengerutkan keningnya, lalu bertanya, “Padahal aku berbaik hati ingin menyelamatkan kalian semua, apa yang ingin kalian lakukan sekarang? Merampok?”“Kamu telah merampas semua harta kami. Kalau
“Kurang ajar! Aku ingin membunuhmu! Aku pasti akan membunuhmu!”Felix mengabaikan teriakan Kaisar Lathan. Dia mengulurkan tangannya hendak mencengkeram kepala Kaisar Lathan.Saat ini Kaisar Lathan kesakitan. Dia merasa rohnya bagai sedang dicabut secara paksa saja. Akhirnya, Felix berhasil mengendalikan Kaisar Lathan.Tepat di saat keluar dari Pagoda Langit, energi spiritual yang mengendalikan Kaisar Lathan mulai kembali ke dalam tubuh Felix. Akhirnya Felix menyadari betapa mengerikan kekuatan kultivasi dari Kaisar Lathan.Butuh banyak energi spiritual untuk mengendalikan Kaisar Lathan. Sekarang berhubung energi sejati di dirinya tidak cukup, alhasil energi spiritual membal mengalir kembali ke tubuh Felix.Itu berarti energi sejati di tubuh Kaisar Lathan lebih kental daripada energi spiritual yang hendak mengontrol tubuh Kaisar Lathan ….Tiba-tiba aura di tubuh Felix membeludak. Dia berhasil menerobos tingkatan yang hampir dilewatinya dari dulu. Sekarang dirinya telah berhasil menjadi
Ketika melihat Kaisar Lathan di hadapannya, Felix sadar bahwa lelaki di hadapannya telah kehilangan tubuhnya dan hanya memiliki roh saja.Jadi, mana mungkin Felix akan melepaskan makhluk yang begitu berguna ini?Tiba-tiba, Felix membuka Pagoda Langit untuk mengisap roh Kaisar Lathan.Kaisar Lathan masih belum merespons. Dinding di dalam Pagoda Langit seketika memancarkan cahaya emas mulai melilit Kaisar Lathan.“Tidak mungkin! Apa yang terjadi?” Kaisar Lathan berkata dengan tidak percaya.“Kamu tidak habis pikir? Berhubung kamu sudah menjawab pertanyaanku, aku juga akan menjawab pertanyaanmu!” Seiring dengan terdengarnya suara Felix, bayangan tubuhnya bergerak ke hadapan Kaisar Lathan dengan perlahan.“Kamu mengikuti aliran Budhem, tapi malah melakukan hal yang menyimpang dari aliran Budhem. Kamu malah semakin tidak berperikemanusiaan, semakin melupakan jati dirimu. Jadi, kamu ditakdirkan akan selalu terjebak di dalam Enam Jalan Kelahiran Kembali!”Kaisar Lathan menggeleng, lalu menjer
“Jadi, sebenarnya siapa Ragnarok yang kamu maksud?” tanya Felix dengan kebingungan.“Kamu tidak perlu tahu. Waktu itu, aku sengaja menyuruh anak buahku membakar catatan dan teknik kultivasi yang ditinggalkan Ragnarok karena aku tidak ingin ada yang mengetahui sejarah ini!”Ketika membahas sampai di sini, terlintas lagi senyum menyeringai di wajah Kaisar Lathan.“Jika aku tidak bisa menyelesaikan misi itu, aku juga tidak akan mengizinkan orang lain untuk menyelesaikannya!”Felix sungguh kehabisan kata-kata. Apa sejarah yang diketahui Felix berbeda jauh dengan sejarah sebenarnya?Tadi Kaisar Lathan malah menyindir Kaisar Dirgantara? Jelas-jelas dia lebih sadis daripada Kaisar Dirgantara! Setidaknya Kaisar Dirgantara hanya membakar catatan yang berisi cara penyelesaian saja. Sementara Kaisar Lathan langsung membakar orang yang membuat misi tersebut!Seandainya Kaisar Lathan tidak mengungkit masalah ini, sepertinya tidak akan ada yang mengetahui … kenyataan … ini ….Kepikiran hal ini, tiba
Kaisar Lathan merasa lucu ketika melihat Felix yang terkejut. Hanya saja, dia kepikiran waktu sudah berlalu ribuan tahun, wajar kalau Felix merasa kaget.“Tentu saja, bukan hanya Budhem saja, aku juga pernah melihat Dewa. Pil panjang umur yang dibuat Yonas itu nyata. Pil itu benar-benar adalah pil ajaib!”Felix melihat Kaisar Lathan dengan kebingungan. Apa lelaki ini takut mati?“Apa kamu tidak memercayai omonganku? Aku merasa ada aura alkemis di dirimu. Seharusnya kamu tahu pil keabadian, ‘kan?Pil keabadian?Felix mengubrak-abrik memori Dewa Obat di benaknya. Pada akhirnya, dia menemukan resep pil keabadian. Hanya saja, resep obat itu tidaklah lengkap, ada bagian yang terpotong!“Resep ini telah hancur parah. Meskipun aku berhasil memurnikannya, aku juga tidak berani memastikan apakah obat ini bisa berkhasiat untuk memanjangkan umur seseorang atau tidak. Apa cara pikirmu terlalu sederhana?” tanya Felix dengan mengerutkan keningnya.“Cara pikirmu terlalu sederhana? Apa kamu tahu Kaisa
Felix sadar taruhannya itu benar. Sepertinya Kaisar Lathan tidak berhasil menghirup roh. Jadi, dia hendak merampas dari diri Felix!Tanpa ragu, Felix mengulurkan tangannya meraih roh yang sedang ditarik keluar. Dia seolah-olah sedang melakukan tarik tambang dengan Kaisar Lathan.Setelah satu menit, tiba-tiba sepasang kaki Felix mengambang di udara. Semua anggota Negara Xia dan Dunia Kuno spontan menjadi panik. Dengan arah gerak Felix saat ini, sepertinya dia akan mendarat di tengah-tengah patung. Bukankah itu berarti Felix akan dalam bahaya?Di sisi lain, ketika anggota Sanctuary menyadari kondisi Felix, mereka malah tertawa. Apa orang yang paling merepotkan itu akan mati?Orang yang paling gembira saat ini tak lain adalah Omar. Dia yang telah kehilangan satu lengannya tentu mengharapkan kematian Felix. Hampir saja Omar bersorak kegirangan. Namun, di bawah tatapan orang-orang, Felix malah menghilang di udara!Semua orang kembali terbengong. Ke mana dia? Jangan-jangan Felix telah menemu
Semua orang kebingungan. Apa yang terjadi?“Patung … patungnya bergerak!”Entah siapa yang menjerit, semua orang serempak menatap ke sisi patung-patung prajurit dan kuda. Sepertinya patung-patung itu telah hidup. Patung-patung berjalan ke sisi mereka dengan perlahan.“Susun formasi!”Tak disangka yang duluan merespons adalah anggota Sanctuary. Semua orang pun mulai mengagumi Sanctuary.“Semua tetua Sekte Xoan dengar perintah. Susun formasi, lalu bergabung dengan para pengikut!” jerit Yarmin.“Sekte Kades, dengar perintah! Kerahkan kemampuan kalian semua!” susul Yoman.“Anggota Keluarga Russell, serang!”Pada saat ini, terpampang keunggulan dari Dunia Kuno. Hanya saja, mereka tidak melakukan formasi besar dan tidak banyak berinteraksi. Jadi, mereka kelihatan lebih amburadul daripada Sekte Kades, Keluarga Russell, dan yang lainnya.“Jurus Sera Kedua, Pedang Penghancur Imperial!”Duar!Hanya dengan satu tebasan Felix, hampir puluhan patung ditebas olehnya. Bahkan, para patung di belakang