"Tentu saja, aku adalah orang yang sangat realistis. Kalau kamu bersedia memberiku uang dan wanita, aku juga bisa mengkhianati Vient untukmu."Surya memandang Ariel, merasa bahwa Ariel sangat konyol. Dia bertanya, "Jadi, berapa banyak uang yang kamu inginkan?"Ariel mengangkat dua jari sembari berkata, "Aku mau 200 miliar!""Puff!"Saat Ariel selesai bicara, sebuah anak panah menembus dadanya. Ujung panah itu tampak menembus keluar, membuat darah mengalir. Tubuh Ariel bergetar saat dia melihat panah di dadanya. Perlahan, dia berbalik untuk melihat ke belakang.Ternyata, Vient sedang berdiri di sana dengan busur panjang berwarna perak di tangannya. Vient menatap Ariel dengan ekspresi datar, lalu berkata dengan nada dingin, "Ariel, nggak ada yang bisa mengkhianatiku. Kalau kamu nggak bisa menyelesaikan tugas yang aku berikan, kamu akan mati dengan rasa sakit.Pada saat itu, cahaya terakhir di mata Ariel menghilang. Matanya tampak kosong saat dia menatap Vient. Kemudian, tubuhnya jatuh ke
"Surya, hari akhirmu sudah tiba. Terimalah kematianmu!"Vient mengeluarkan teriakan marah, kemudian melepaskan anak panahnya. Dalam sekejap, suara desingan terdengar. Anak panah berwarna merah darah itu melesat ke arah Surya. Energi aneh yang tak terhitung jumlahnya terkumpul di sekitar anak panah, membentuk badai merah darah.Surya melafalkan mantra, melepaskan Cahaya Dewa Naga, lalu menghantamkan tinjunya dengan keras. Naga emas terbang keluar dari lengannya, menerjang anak panah berwarna merah darah itu.Kedua energi itu saling bertarung. Disertai dengan suara raungan naga, badai merah itu lenyap. Anak panah merah darah yang tersisa melesat menuju Surya dengan kekuatan yang sudah jauh berkurang.Surya langsung mengulurkan tangan kanannya untuk menahan, membuat Sarung Tangan Cahaya memancarkan cahaya putih yang menyilaukan. Saat anak panah merah mendekati Sarung Tangan Cahaya, terdengar suara ledakan, lalu anak panah itu meledak menjadi kabut darah. Beberapa tetes darah menyiprat ke
Aliran cahaya berwarna-warni muncul di atas kepala Surya. Segera, cahaya itu menyelimuti tubuh Surya. Detik berikutnya, tiga anak panah menghantam Perlindungan Dewa Naga pada saat yang bersamaan."Bum!""Bum!""Bum!"Tiga ledakan besar terdengar berturut-turut, membuat cahaya di Perlindungan Dewa Naga berkurang setengahnya. Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya. Jadi Surya merasa sangat terkejut melihatnya.Perlindungan Dewa Naga adalah teknik tingkat tinggi. Meskipun digunakan di ruang bawah, seharusnya tidak ada yang dapat menghancurkannya kecuali itu adalah kekuatan tertinggi dari ruang tengah. Namun, sekarang tiga panah merah darah dari Dewa Darah sudah mengurangi cahaya Perlindungan Dewa Naga hingga setengahnya.Kekuatan orang ini ternyata sudah mencapai kekuatan ahli teratas di ruang tengah."Apa?"Pada saat ini, Dewa Darah menunjukkan ekspresi penuh kebencian dan keterkejutan. Dia berkata, "Kamu ternyata mendapatkan perlindungan dari Klan Naga. Kamu benar-benar sudah membuatku
Kali ini, Surya tertidur lelap selama dua hari penuh. Namun, selama dua hari itu, para pimpinan tinggi Motte memulihkan kendali atas militer. Setelah mengadakan pertemuan darurat, mereka sepakat untuk memperbaiki hubungan antara Motte dan Cocendia.Setelah negosiasi antara Motte dan Cocendia, kedua negara itu menandatangani serangkaian perjanjian. Kemudian, mereka mengembalikan persahabatan yang ada lima puluh tahun lalu.Meskipun rencana Iblis Malam sudah terbongkar, demi menghindari dampak negatif terhadap hubungan atas kedua negara, rencana Iblis Malam tersebut sudah sepenuhnya ditutupi. Jejaring internet di kedua negara juga diawasi dengan ketat, dengan keduanya mengambil langkah-langkah untuk membersihkan, serta membatasi pembicaraan publik tentang rencana Iblis Malam.Sejumlah besar prajurit membanjiri Kota Diseya dalam semalam. Mereka membersihkan mayat hidup yang berserakan di jalanan. Sementara itu, Walikota Diseya juga ikut turun tangan untuk menenangkan warga.Setelah dua ha
Ankari meraih kedua tangan Surya dengan penuh semangat sembari berujar, "Pak Surya, terima kasih banyak karena sudah menyelamatkan kota kecil ini. Aku adalah tetua di Bansi. Kalau ada yang ingin kamu tanyakan, kamu bisa bertanya padaku. Selama aku tahu jawabannya, aku pasti akan memberitahumu."Surya jelas tidak melupakan tujuannya datang ke Diseya. Awalnya, ini karena masalah Iblis Malam, sehingga dia menunda pencarian pecahan kaldron naga. Sekarang, setelah peristiwa Iblis Malam sudah selesai, tentu saja Surya harus melanjutkan perjalanan mencari pecahan kaldron naga.Setelah menarik napas dalam-dalam, Surya berkata, "Benar, Pak Ankari, aku sangat tertarik dengan budaya Bansi. Aku ingin tahu, kenapa Bansi membangun Diseya sehingga tempat ini tampak seperti sebuah kota kecil, tapi Bansi sebagai pusat dari semua budayanya, masih tetap mempertahankan penampilan desanya, tanpa ada perubahan?""Secara logika, tempat yang pertama kali berkembang harusnya adalah Bansi, tapi kenapa Bansi ngg
Pikiran Surya berputar dengan cepat, lalu tiba-tiba Surya menyadari sesuatu. Dia tiba-tiba merasa bahagia, lalu berkata, "Aku tahu, aku akhirnya mengerti!"Ankari mengerutkan kening sembari bertanya, "Senior Surya, apa yang kamu mengerti?"Surya menjawab, "Oh, aku hanya tiba-tiba terpikirkan hal yang sangat penting. Aku rasa alasan kenapa pria Aerovia pada waktu itu melarang Klan Bansi mengubah tata letak wilayah ini mungkin karena pertimbangan sumber air bawah tanah.""Bagaimanapun juga, tanah gersang biasanya cukup longgar. Air tanah di lapisan dangkal dapat mengalir di antara tanah yang longgar tersebut. Tapi, kalau gedung tinggi dibangun di sini, tekanan di permukaan tanah akan menjadi lebih kuat, yang dapat membuat tanah menjadi padat. Akibatnya, air tanah yang semula muncul di lapisan dangkal mungkin akan turun karena tekanan ini.""Dengan demikian, aliran air bawah tanah akan kembali ke kedalaman hingga beberapa puluh meter lagi. Seluruh Diseya mungkin akan mengalami kekurangan
Surya mencoba beberapa kali berturut-turut, tapi sayangnya hasilnya selalu sama. Tiba-tiba, dia menyadari bahwa ini adalah lingkaran sihir yang dibuat oleh Senior Zony. Ini juga adalah ujian yang dia tinggalkan untuknya. Surya menyadari dengan baik kalau lingkaran sihir ini begitu mudah ditemukan, itu tidak dapat disebut sebagai ujian."Pak Surya!"Pada saat ini, suara Elsie terdengar dari kejauhan.Surya menyimpan kaldron satu naga, lalu berbalik. Dia melihat Elsie sedang berlari mendekat dengan cepat. Elsie tampak terengah-engah saat dia berkata, "Pak Surya, aku hampir lupa memberikan ini padamu. Ini adalah senjata yang ditinggalkan oleh pria bernama Vient itu."Setelah Elsie mengatakan ini, dia langsung mengangkat busur perak yang dipegangnya. Melihat busur panjang itu, Surya tertegun sejenak, lalu bertanya, "Ini ... bukannya ini Busur Perak Dewa Darah? Bagaimana bisa muncul di sini?""Heh? Pak Surya, apakah kamu lupa kalau Vient sudah meninggal? Tentu saja busur peraknya akan berad
Saat ini, Surya sudah memiliki keahlian kultivasi selama seratus lima puluh tahun. Dia tidak keberatan untuk mendapatkan lagi seratus tahun kultivasi tambahan.Bagaimanapun juga, bagi seorang kultivator yang ingin menjadi lebih kuat, mereka tentu saja akan senang kalau bisa mendapat lebih banyak keahlian kultivasi.Namun, kali ini suara Dewa Naga tidak terdengar lagi di udara. Ini menunjukkan bahwa Dewa Naga menolak ide Surya."Hei, kenapa kamu begini? Kita baru saja mengobrol dengan baik, kenapa kamu tiba-tiba bersembunyi?"Suara Surya bergema di dalam ruang penyimpanan, tapi Dewa Naga tidak muncul untuk menjawab. Karena tidak punya pilihan, Surya hanya bisa menahan diri, lalu melihat ke arah layar cahaya.Di layar cahaya, muncul beberapa pilihan. Karena pilihan yang ada di depan membutuhkan lebih banyak rahmat naga, jadi hampir semua yang terbaik ada di depan. Surya secara naluriah menatap pada pilihan pertukaran pertama."Napas Naga Biru. Setelah melatihnya, kamu dapat mendeteksi au
Linda mengenakan gaun pengantin tradisional. Seluruh gaunnya berwarna merah terang, sementara wajahnya bahkan lebih merah dari pakaiannya.Surya juga mengenakan pakaian tradisional berwarna merah yang khas. Keduanya membawa minuman, memberikan penghormatan satu per satu pada keluarga dan teman-teman yang hadir dalam pernikahan tersebutOrang tua kedua belah pihak tersenyum lebar, tidak bisa menyembunyikan kegembiraan mereka. Sebagai orang tua, yang paling dikhawatirkan adalah pernikahan anak-anak mereka.Sekarang, keduanya telah menemukan pasangan yang begitu baik. Kebahagiaan mereka jelas tak bisa dilukiskan dengan kata-kata.Orang-orang lainnya juga ikut bersukacita. Mereka mengangkat gelas, lalu minum dengan gembira.Mereka adalah teman, bawahan, serta orang-orang yang setia pada Surya dan Linda. Mereka sangat senang melihat kebahagiaan keduanya.Tidak ada pembawa acara di pesta pernikahan ini, semuanya dilaksanakan dengan sangat sederhana, tapi juga sangat meriah dan penuh kegembir
Malam harinya, ketika kembali ke Pulau Aora, Surya merasa sangat terharu saat berdiri di jembatan tertutup. Dia diam-diam melepaskan sedikit auranya.Pulau Aora seketika menjadi ramai. Satu per satu sosok yang dikenalnya muncul dengan terburu-buru.Surya perlahan berjalan memasuki pulau dengan senyuman.Saat tiba di alun-alun, Surya melihat sosok-sosok yang sangat dikenalnya seperti Linda, Yenny, Raka, Gesang, serta yang lainnya. Senyum di wajah Surya tampak makin lebar.Ketika orang-orang ini melihat Surya, wajah mereka penuh dengan ekspresi gembira yang sulit untuk disembunyikan.Setelah sekian lama tidak bertemu dan tidak bisa dihubungi, mereka sangat khawatir, juga merindukan Surya."Surya, aku pikir kamu nggak akan kembali." Linda adalah orang lebih dulu membuka mulutnya. Dia berkata dengan penuh kesedihan.Surya berjalan mendekat, memeluk Linda, lalu berujar, "Maafkan aku, mulai sekarang aku nggak akan melakukannya lagi. Semua masalah sudah selesai. Aku nggak akan pernah meningga
Baroman sebenarnya adalah inkarnasi dari Govi. Saat ini, Baroman melesat menuju ke arah Surya. Keduanya berubah menjadi bentuk manusia setelah berada beberapa kilometer jauhnya, lalu mulai bertarung lagi. Govi mengalirkan energinya ke dalam tubuh Baroman, membuat Baroman menjadi makin kuat dalam pertempuran, hingga akhirnya dia berhasil melukai Surya dengan parah menggunakan satu tebasan pedang. Ini membuat Surya terjatuh dari udara."Hahaha!"Pada saat ini, Govi tiba-tiba muncul sambil tertawa, lalu berujar, "Baroman, kamu sudah melakukan pekerjaan dengan baik.""Terima kasih, Pak."Baroman mundur ke belakang Govi, menatapnya dengan tatapan dingin, lalu tiba-tiba mengeluarkan pedang dari balik jubahnya. Dia menusukkannya ke arah Govi. Govi dengan cepat berbalik, menangkap pedang hitam Baroman, lalu bertanya dengan ekspresi dingin, "Baroman, apa kamu sudah gila?"Pada saat itu, suara Penguasa Kegelapan terdengar dari tenggorokan Baroman, "Govi, kamu sudah beberapa kali menghentikanku.
Pada saat ini, Dewa Kejahatan Gunung Es tiba-tiba melafalkan mantra. Gunung-gunung es mulai berjatuhan dari langit. Salah satu gunung es menghantam Surya dan Oberon. Dewa Kejahatan Gunung Es tertawa terbahak-bahak, lalu berujar, "Hahaha, sepertinya kalian nggak begitu kuat."Belum selesai dia berbicata, terdengar suara ledakan keras. Gunung es meledak menjadi pecahan-pecahan kecil, sementara Surya dan Oberon muncul tanpa luka di hadapan para Dewa Jahat."Apa?""Dasar bajingan!"Dewa Iblis Api berteriak penuh amarah. Seketika itu juga, sekeliling berubah menjadi lautan api. Namun, api setinggi ratusan meter yang membara itu langsung lenyap begitu menyentuh perisai pelindung Surya dan Oberon.Dewa Iblis Bumi berkata, "Biar aku yang melakukannya!"Dewa Iblis Bumi melafalkan mantra, membuat tanah tiba-tiba terbelah, sementara Surya dan Oberon terjatuh ke dalam jurang tanpa dasar. Segera setelah itu, Dewa Iblis Bumi membuat tanah yang terbelah menutup kembali dengan pikirannya.Namun, hanya
Pada detik berikutnya, Surya menggunakan Pedang Naga Iblis untuk membuka sebuah celah di udara. Mereka berdua melewati celah tersebut, langsung menuju ruang bawah dari ruang atas, kembali ke ruang bumi.Celah tersebut kembali tertutup. Saat ini, gelombang besar energi hitam langsung mengalir dari langit ke laut di ruang bumi. Dalam beberapa menit saja, energi hitam tersebut sudah menyebar, mengubah seluruh ruang bumi menjadi ruang kegelapan.Beberapa celah retakan besar hitam muncul di langit, sementara satu per satu Dewa Iblis turun ke ruang bumi.Dewa Darah, Dewa Penghancur, Dewa Kejahatan Gunung Es, Dewa Iblis Api, Dewa Iblis Bumi, Dewa Iblis Angin, Dewa Pembantaian, serta Dewa Ular. Delapan Dewa Iblis tiba di ruang bumi pada saat yang sama.Surya melambaikan tangan kanannya, mengeluarkan Baju Besi Cahaya yang terpecah dari Cincin Naga Api. Pecahan-pecahan yang memancarkan cahaya putih itu melayang di udara seperti bulu putih yang bersih. Dengan pikirannya, Surya bisa dengan mudah m
Sebelum pilar cahaya putih tiba, Serena dan Karen segera menghindar. Dalam sekejap, mereka muncul di depan Silvan. Satu orang di depan dan satu di belakang. Pada saat yang sama, pedang panjang di tangan Serena dan tombak panjang di tangan Karen menusuk tubuh Silvan.Serena berkata dengan nada dingin, "Orang yang benar-benar kotor adalah kamu, Silvan. Selamat tinggal untuk selamanya!""Aaahh!"Tubuh Seth dipenuhi cahaya putih yang meledak-ledak. Diiringi dengan suara ledakan keras, Silvan hancur menjadi debu, lalu menghilang tanpa jejak.Detik berikutnya, Serena dan Karen berlutut dengan satu kaki secara bersamaan, menangkupkan tangan sambil berkata, "Kami berdua memberi hormat."Pada saat ini, Surya dan Oberon yang sedang melayang di udara, melihat ke arah Serena dan Karen. Oberon berkata pelan, "Sudahlah, nggak ada urusan lagi di sini untuk kalian. Kembalilah.""Baik, Pak."Setelah berkata demikian, Serena dan Karen menghilang. Namun, pada saat itu ada angin kencang yang bertiup, sert
Silvan mendongak sambil tertawa terbahak-bahak, lalu berkata, "Nggak ada satu pun orang yang layak untuk menggantikan posisiku. Aku adalah penjaga ruang yang sejati, penguasa alam semesta!"Saat ini, dua sosok tiba-tiba muncul di langit. Mereka adalah penjaga ruang Serena dan Karen.Serena memegang pedang panjang, menatap Silvan yang ada di bawah dengan ekspresi dingin, lalu berujar, "Silvan, kamu sudah melanggar aturan alam semesta dengan secara sewenang-wenang mengubah mekanisme berjalannya alam semesta. Hari ini kamu bahkan membunuh Surya yang akan menggantikanmu. Oleh karena itu, hari ini aku dan Karen akan bersama-sama membunuhmu demi menjaga ketertiban alam semesta.""Huh."Setelah mendengar ini, sudut bibir Silvan melengkung sedikit. Dia tidak merasa terkejut, melainkan berkata, "Aku sudah tahu kalau setelah membunuh Surya, kalian pasti nggak akan membiarkanku begitu saja. Tapi dia sudah mati. Sebagai salah satu penjaga ruang, aku tetap harus terus menjaga ketertiban alam semest
"Apa?"Oberon bertanya dengan bingung, "Ruang atas? Ini terlalu mendadak, 'kan?"Surya berkata dengan wajah panik, "Nggak ada waktu untuk menjelaskan. Sebentar lagi, Oliver akan datang ke sini. Kita semua nggak akan bisa melarikan diri."Silvan menatap Surya, lalu berkata pada Oberon, "Benar, percayalah padanya. Bagaimana mungkin sahabat lamamu akan menipumu?""Benar, dia adalah penjaga ruang, Silvan. Aku memohon kepada Silvan, itulah sebabnya kami bisa kembali ke sini. Oberon, cepat ikut denganku!" kata Surya."Terima kasih. Tapi kalau kita benar-benar harus pergi, paling nggak kita harus pergi ke Kota Utama Barker dulu untuk bertemu dengan Senior Hamdan, 'kan?" ujar Oberon.Surya menatap mata Oberon, lalu perasaan saling pengertian yang khas tiba-tiba muncul. Seketika itu juga, Surya menyadari bahwa Oberon pasti memiliki rahasia di Kota Utama Barker. Mungkin ini adalah hal yang sangat penting baginya. Surya mengangguk tanpa daya, lalu berkata, "Baiklah, ayo kita pergi ke Kota Utama B
"Bajingan, keinginan keduamu seharusnya milikku!"Suatu ketika, karena suatu kebetulan, Oliver menangkap seorang pelayan penjaga ruang, menggunakan pelayan itu sebagai sandera untuk menukar dua keinginan terakhirnya.Keinginan pertama, Oliver meminta Silvan untuk membawanya menemukan teknik kultivasi terkuat dari kekuatan aturan cahaya. Keinginan kedua, Oliver meminta Silvan untuk membawanya menemukan Tongkat Kematian.Oliver memahami dua kekuatan aturan. Yang satu adalah kekuatan aturan cahaya, sementara yang lainnya adalah kekuatan aturan kematian yang khusus. Karena tubuhnya yang istimewa, Oliver dengan cepat memahami rahasia kekuatan aturan kematian. Dengan menggabungkan Tongkat Kematian dan teknik kultivasi terkuat dari kekuatan aturan cahaya, Oliver pada dasarnya sudah menguasai dua teknik kultivasi terkuat sekaligus.Oleh karena itu, Oliver memiliki kepercayaan diri yang besar. Meskipun kekuatannya sudah jauh melampaui kebanyakan kultivator di ruang atas, Oliver tetap tinggal di