Share

Bab 116 Membeli Hadiah

last update Last Updated: 2024-08-26 11:04:27
Wijaya dan Amira melakukan aktivitas seperti biasa. Mereka bekerja sama dan melakukan pertemuan dengan beberapa rekan bisnis. Sibuk setiap hari untuk terus mendapatkan keuntungan dan menambah kekayaan.

“Apa yang akan dibeli untuk Pak Giorgio?” tanya Amira.

“Kenapa kamu bertanya kepadaku?” Wijaya melihat pada Amira.

“Hm.” Amira menanyakan itu kepada Wijaya karena khawatir sang suami akan cemburu jika dia memilih langsung.

“Baiklah. Aku akan membeli sepatu dan dasi,” ucap Amira.

“Apa?” Wijaya menghentikan mobil di tempat parkir sebuah mall mewah.

“Kenapa?” Amira menoleh pada Wijaya. Dia heran karena pria itu tiba-tiba bertanya dengan nada tinggi.

“Tidak apa.” Wijaya keluar dari mobil. Dia menjadi cemburu ketika Amira harus memilih hadiah untuk pria lain, tetapi itulah tugas dari seorang sekretaris.

“Kita masuk sekarang,” ucap Wijaya berjalan cepat masuk ke dalam deretan butik mahal. Amira mengikuti langkah panjang pria itu.

“Ini adalah toko khusus pria,” ucap Amira.

“Kita cari hadiah di
Fit Tree Fitri

Terima kasih atas dukungan dan hadiah yang menjadi penyemangat untuk terus menulis. Love You All.

| 99+
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (19)
goodnovel comment avatar
Saulina Simbolon
suka sekali ceritamu cin.. semangat ya cin.. ditunggu kelanjutannya..
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Otw meluncur
goodnovel comment avatar
sanly selvian
lanjut lg kak
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Terperangkap Jadi Ibu Susu Bayi Presdir   Bab 117 Candu

    Pesawat pribadi milik Wijaya Kusuma mendarat di bandara. Sebuah mobil mewah sudah menunggu di ujung tangga. Amira yang terus menggendong Keano tanpa terlihat segera masuk ke dalam kendaraan roda empat.“Apa masih tidur?” tanya Wijaya membuka kain gendong yang menutupi seluru tubuh putranya.“Ya.” Amira tersenyum. Selain menjadi ibu susu, Amira juga harus melindungi pewaris dari Wijaya Kusuma.“Pak kita langsung menuju villa yang menjadi tempat pertemuan,” ucap sopir.“Ya.” Wijaya terus duduk menempel pada Amira dan Keano.“Bisakah Anda bergeser? Aku merasa sempit,” ucap Amira.“Jika lelah. Aku bisa menggendong Keano.” Wijaya bergeser dan menatap Amira.“Tidak.” Amira terus memeluk Keano yang ada di dalam kain gendong. Wajah bayi kecil itu tidak terlihat sama sekali. Dia benar-benar terlindungi dan merasa nyaman berada dalam pelukan ibu susunya. Putra Wijaya pun dengan mudah mendapatkan makanan dari dada yang terbuka.Perjalanan cukup panjang dari bandara ke puncak. Amira tertidur karen

    Last Updated : 2024-08-27
  • Terperangkap Jadi Ibu Susu Bayi Presdir   Bab 118 Pria Ganas

    Luna tidak bisa tidur karena tidak mendapatkan informasi apa pun dari orang-orang bayarannya. Tidak ada yag tahu bahwa Wijaya dan Amira telah terbang dengan pesawat pribadi di malam hari. Pria itu benar-benar bisa melindungi privasinya.“Aih. Sial. Sudah malam begini, kenapa tidak ada juga laporan?” Luna mondar mandir di dalam kamar. Wanita itu melihat ponsel dan menunggu pesan serta panggilan dari mata-matanya.“Luna, kenapa belum tidur?” tanya Bella yang baru keluar dari kamar mandi.“Tidak ada laporan apa pun.” Luna memperlihatkan ponsel khusus yang digunakan untuk memantau Wijaya dan Amira. “Kamu lebih tahu dariku bahwa akan sangat sulit mendapatkan informasi tentang Wijaya. Tidak ada yang bisa mengambil foto dan videonya karena sebelum semua itu tersebar mereka akan menangkap dan menghukum pelaku,” jelas Bella duduk di sofa. Dia menatap Luna yang benar-benar gelisah menunggu kedatangan Wijaya.“Menurut kamu. Apa Wijaya akan datang bertemu dengan Giorgio?” tanya Luna duduk di depa

    Last Updated : 2024-08-28
  • Terperangkap Jadi Ibu Susu Bayi Presdir   Bab 119 Pagi Bersama

    Wijaya dan Amira benar-benar sudah terbiasa sarapan bersama. Dua orang itu duduk berdampingan. Sang suami yang tidak pernah mau jauh dari istrinya.“Giorgio mau kita bertemu di siang dan malam,” ucap Amira mengisi nasi di piring Wijaya.“Untuk apa bertemu di siang hari? Kita hanya makan malam bersama saja,” tegas Wijaya.“Debora mengirim pesan padaku. Dia mau jalan-jalan di sekitaran penginapan,” ucap Amira.“Apa kamu sangat ingin jalan-jalan?” tanya Wijaya.“Aku hanya menyampaikan pesan saja,” jawab Amira.“Di bawah ada pantai dan pemandangan indah. Oh ya, Ibu Luna syuting di sini,” lanjut Amira sambil menikmati sarapan.“Apa?” Wijaya cukup terkejut. Dia benar-benar tidak tahu bahwa mereka berada di dekat lokasi syuting film Luna.“Apa Anda tidak tahu?” tanya Amira melihat pada Wijaya.“Aku tidak akan memperhatikan hal-hal yang tidak penting,” tegas Wijaya. Pria itu berharap Luna tidak tahu lokasi penginapan mereka karena ada Amira dan Keano. Dia tidak mau sang istri pertama datang me

    Last Updated : 2024-08-29
  • Terperangkap Jadi Ibu Susu Bayi Presdir   Bab 120 Sindiran Halus

    Amira berdandan dengan cantik. Dia mengenakan kemeja tanpa lengan berwarna putih dengan rompi hitam berhiaskan Mutiara putih. Rok hitam mekar sebatas lutur dan sepatu kets putih. Rambut hitam dan panjang tergerai. Wanita itu benar-benar mempesona semua mata yang melihatnya. “Aku cantik.” Amira tersenyum dan berputar di depan cermin lemari pakaian. Dia memang sangat cantik dan seksi dengan tubuh sempurnya dambaan semua wanita. “Memang cantik.” Wijaya memeluk Amira dari belakang. “Ah!” Amira terkejut. Senyuman cantik di bibir wanita itu hilang.“Aku benar-benar tidak suka kecantikan ini diperlihatkan kepada pria lain. Kamu tidak berdandan untuk Giorgio kan?” bisik Wijaya di telinga Amira. Pria itu selalu mencium dengan getaran hangat yang menggairahkan. “Ahhh.” Amira segera melepaskan diri. Pria itu benar-benar membahayakan jiwa dan raganya.“Kenapa?” Wijaya sangat tidak suka dengan penolakan.“Kita harus berangkat.” Amira segera mengambil tas berwarna putih indah. “Kamu benar-benar

    Last Updated : 2024-08-30
  • Terperangkap Jadi Ibu Susu Bayi Presdir   Bab 121 Memperebutkan Amira

    Amira hanya diam saja dan menunduk. Wanita itu tidak ingin membela diri dan berdebat. Dia merasa memang telah melakukan kesalahan karena kebutuhan yang terdesak sehingga menerima tawaran Wijaya menjadi sekretaris dan ibu susu Keano dengan berakhir pada pernikahan rahasia.“Ayo, Amira.” Giorgio tidak terlalu suka dengan Luna yang datang untuk menyudutkan Amira.“Jaya.” Luna menahan tangan Wijaya yang akan menyusul Amira dan Giorgio.“Jangan mengganggu mereka. Aku tahu malam itu, kamu hanya mau membuatku cemburu,” ucap Lunan tersenyum.“Aku tidak perlu membuat kamu cemburu, Luna. Dari awal sudah dijelaskan bahwa pernikahan kita tidak lebih dari satu tahun. Aku akan menikah dengan wanita yang benar-benar aku cintai.” Wijaya menatap tajam pada Luna. Dia menarik tangan dan melepaskan diri dari kekangan wanita itu.“Kamu tahu kan apa yang telah kamu lakukan terakhir kalinya? Aku tidak akan membiarkan itu semua. Hanya saja sekarang bukan waktunya. Jadi, jangan pernah berpikir untuk mencari ke

    Last Updated : 2024-08-31
  • Terperangkap Jadi Ibu Susu Bayi Presdir   Bab 122 Tamparan yang Menyakitkan

    Lu Zhan menyadari bahwa Amira memperhatikannya. Pria itu tidak tahu bahwa wanita yang diperebutkan dua lelaki terkenal sangat mengidolakan dirinya.“Tuan, saya rasa Nona Amira ini fans Anda,” ucap sang asisten pelan.“Hm. Berasa usia wanita itu?” tanya Lu Zhan.“Dia baru dua puluh empat tahun. Masih sangat muda,” jawab asisten Lu Zhan.“Hm. Pantas saja. Jauh lebih muda dari Luna.” Lu Zhan tersenyum tipis dan melihat pada Amira. “Ya Tuhan. Dia benar-benar tampan.” Amira segera menunduk untuk menghindari tatapan Lu Zhan. Dia bukanlah wanita yang berani mengungkapkan perasaannya.“Dia benar-benar menyukai actor Cina itu.” Wijaya melirik Amira yang tersipu. “Apa pria seperti itu seleranya?” tanya Giorgio di dalma hati. Pria itu pun memperhatikan Amira.“Aku benar-benar menjadi patung diantara mereka,” gumam Debora tersenyum.“Amira. Sepertinya dia fans Lu Zhan. Aku akan memikirkan cara menghancurkan nama kamu dengan memanfaatkan actor itu.” Luna tersenyum. Mata wanita itu terus memperhat

    Last Updated : 2024-09-01
  • Terperangkap Jadi Ibu Susu Bayi Presdir   Bab 123 Amarah Wijaya

    Amira tiba di villa. Dia langsung masuk ke kamar untuk membersihkan diri dan berganti pakaian. Membuka kotak obat dan mengambil es batu. “Aaahh!” Amira merasakan sakit pada pipi dan bibirnya.“Ada apa, Non.” Bibi menyusul Amira ke kamar karena wanita itu tidak juga pergi ke kamar Keano.“Tidak apa, Bi.” Amira tersenyum. Dia masih menempelkan es batu pada pipinya.Non Amira dipukul orang. Pak Wijaya kemana?” tanya bibi khawatir melihat wajah Amira yang bengkak.“Tidak apa. Nanti juga sembuh. Wijaya masih menemani Tuan Giorgio. Aku pulang duluan karena harus memberi asi untuk Keano. Bibi tolong bawa Keano kemari ya. Dadaku sudah membengkak.” Amira masih bisa tersenyum.“Iya, Non.” Bibi benar-benar kasian pada Amira. Wanita itu tahu mereka berada di lokasi syuting Luna.“Oh ya, Bi. Jangan kasih tahu Pak Wijaya ya. Semoga ketika dia pulang. Wajahku tidak bengkak lagi. Ini aku mau olehkan obat dulu,” ucap Amira.“Iya, Non.” Bibi keluar dari kamar Amira. Dia mengambil Keano yang ada di ruan

    Last Updated : 2024-09-01
  • Terperangkap Jadi Ibu Susu Bayi Presdir   Bab 124 Menyelidiki

    Wijaya menghentikan mobil di dalam garasi. Dia mematikan mesin dan membuka pintu. Pria itu mengitari mobil.“Istirahat saja di kamar.” Wijaya menggendong Amira yang hanya diam saja.“Minum dulu sebelum tidur.” Wijaya menurunkan Amira di tepi kasur. Pria itu mengeluarkan obat dan mengambil air mineral untuk Amira.“Aku….” Amira tidak berani mengatakan apa pun. “Aku tidak mau wajah cantik ini menjadi jelek.” Wijaya memegang pipi Amira dengan lembut.“Minum obat.” Wijaya memberikan obat kepada Amira.“Ya.” Amira mengambil obat dari tangan Wijaya dan air mineral. Dia menelan obat dan minum.“Berapa orang yang menampar pipi kamu?” tanya Wijaya.“Dua orang menampar dan dua orang lagi memegangiku,” jawb Amira.“Leher ini terluka karena apa?” Wijaya menyentuh leher Amira.“Seorang menarik kalung yang diberikan oleh Tuan Giorgio,” ucap Amira.“Baiklah.” Wijaya mengangguk.“Tidurlah!” Wijaya membantu Amira merebahkan tubuh di kasur. “Anda mau kemana?” Amira memegang tangan Wijaya.“Bekerja. Ad

    Last Updated : 2024-09-02

Latest chapter

  • Terperangkap Jadi Ibu Susu Bayi Presdir   Bab 311 Ricuh

    Para penonton bersorak melihat anak remaja yang sudah berada di atas kuda mereka masing-masing. Keano dan Devano selalu menjadi pusat perhatian di mana pun mereka berada. Orang tua yang memang popular dan anak-anak yang juga selalu menjadi kebanggaan.“Dua anak itu benar-benar terlalu terang sehingga saingan mereka tidak terlihat.” Pujian terdengar dari mulut para penonton. Mata mereka hanya fokus pada adik beradik yang tampak kompak dengan kuda dan anak panah yang ditembakkan.“Tidak akan ada peserta yang mampu mengalkan kecepatan dan kecerdasan putra Wijaya Kusuma.” Para penonton bersorang. Dua bersaudara itu meninggakan saingan mereka dengan sangat jauh.“Tidak sulit menentukan pemenang. Jarak mereka terlalu jauh dan skor yang di miliki kedua bersaudara itusangat sempurna.” Para juri pun hanya tersenyum karena dari awal mereka sudah bisa menebak bahwa anak dari Amira dan Wijaya Kusuma sudah dapat dipastikan jadi pemenang. Mereka memiliki tempat Latihan pribadi.“Wah hebat.” Amira

  • Terperangkap Jadi Ibu Susu Bayi Presdir   Bab 310 Pacuan Kuda

    Amira duduk di depan cermin. Dia memandangi wajah cantik diri yang awet muda. Wanita itu bersiap untuk menemani anak-anaknya untuk mengikuti perlombaan berkuda dan memanah. Keano dan Devano bergerak dalam satu tim.“Kenapa masih ada penjahat yang mengintaiku? Apa mereka hanya perampok biasa? Rasanya tidak mungkin.” Amira menggerai rambut hitamnya melewati pundak.“Tetapi siapa musuhku? Siapa orang yang membenciku selain Luna dan Cantika? Apa Andika?” Amira berbicara pada bayangannya yang dipantulkan oleh cermin.“Padahal sudah beberapa tahun ini kehidupanku sangat tenang. Tidak ada gangguan dari siapa pun, tetapi kenapa sekarang tiba-tiba mereka datang lagi? Apa masih ada dendam?” Amira cukup gelisah dan khawatir. Dia takut kejadian yang cukup berbahaya itu akan terulang kembali. Apalagi ketika perlombaab, area pacuan kuda akan jauh lebih ramai oleh para pengunjung dan penonton.“Mama,” sapa Keano dan Devano di depan pintu kamar Amira yang terbuka.“Iya, Sayang.” Amira segera beranjak

  • Terperangkap Jadi Ibu Susu Bayi Presdir   Bab 309 Bertemu Lagi

    Amira berada di dalam kamar dan bersiap untuk tidur. Wanita itu baru saja akan mematikan ponsel dan melihat panggilan dari Wijaya.“Wijaya.” Amira segera menerim panggilan dari suaminya.“Halo, Sayang.” Wijaya tersenyum pada Amira yang terlihat di layar ponsel.“Halo, Sayang. Bagaimana perkerjaan di sana? Apa kamu lelah?” tanya Amira.“Aku tidak lelah, tetapi tersiksa karena merindukan kamu,” jawab Wijaya.“Apa kamu akan tidur?” Wijaya melihat yang istri yang sudah mengenakan piyama.“Aku sedang bersiap untuk tidur,” ucap Amira merebahkan tubuhnya di kasur.“Apa kamu menggodaku?” tanya Wijaya.“Tidak, Sayang. Kamu terlihat sedang bekerja,” jawab Amira.“Ya. Aku tahu kamu akan tidur jadi dengan cepat menghubungi istriku tercinta. Bagaimana hari ini?” Wijaya tersenyum.“Hari ini menyenangkan. Aku menemani anak-anak Latihan berkuda dan memanah. Mereka benar-benar luar biasa. Aku sangat bangga.” Amira terlihat bersemangat menceritakaan kebersamaanya dengan Keano dan Devano. Dia tidak membe

  • Terperangkap Jadi Ibu Susu Bayi Presdir   Bab 308 Anak-anak Hebat

    Amira yang menyadari kedua putra yang masih menunggu dirinya segera menepi. Dia tidak butuh lama untuk memuaskan diri berkuda. Wanita itu merasa tidak muda lagi.“Ini menyenangkan.” Amira turun dari kuda dengan bantuan Leon.“Terima kasih,” ucap Amira.“Apa sudah selesai, Ma?” tanya Keano memegang tangan Amira.“Tentu saja, Sayang. Mama hanya perlu naik kuda dan menungganginya. Itu cukup.” Amira mengusap kepala dua putranya yang sudah memiliki postur tubuh tinggi di usia yang masih sangat muda.“Kalian berdua yang harus banyak Latihan karena akan mengikuti lombat,” ucap Amira.“Baik, Ma. Kami akan memperlihatkan penampilan terbaik di depan, Mama.” Keano sudah melompat ke atas kuda. “Wah. Keren.” Amira terkejut melihat gerakan lincah dan gesit dari Keano dan Devano.“Luar biasa. Anak Mama memang hebat.” Amira bertepuk tangan. Dia benar-benar kagum melihat kedua putranya. Wanita itu tidak pernah mengikuti Keano dan Devano ketika Latihan di luar rumah. Dia harus tetap bersama anak kembar

  • Terperangkap Jadi Ibu Susu Bayi Presdir   Bab 307 Berkuda

    Wijaya telah terbang ke luar negeri. Pria itu benar-benar harus meninggalkan anak istrinya karena pertemuan yang tidak bisa diwakilkan. Dia sudah lama tidak pertemu dengan para pendukungnya sehingga dia tetap bisa terus berada pada puncak kesuksesan. Bisnis legal dan illegal dijalaninya.“Pastikan Leon tetap di rumah bersama anak dan istriku,” tegas Wijaya.“Iya, Pak. Anak-anak akan terus berada dalam pengawasan dan penjagaan,” ucap Jack.“Beberapa tahun ini hidup kita terlalu tenang. Jadi, mulai tingkatkan kembali kewaspadaan. Mungkin musuh dari masa lalu masih mencari kesempatan untuk menyerang balik,” jelas Wijaya.“Pasti, Pak.” Jack mengangguk.Amira selalu senang memasak. Dia dibantu para pelayan membuat cemilan sehat untuk anak-anaknya. Wanita itu tidak bisa hanya diam saja.“Nyonya, Anda dilarang lelah.” Leon menyusul ke dapur. Pria itu benar-benar mendapatkan tugas yang berat yaitu menjaga istri Wijaya Kusuma.“Aku tidak lelah, Leon. Aku biasa melakukan ini.” Amira tersenyum

  • Terperangkap Jadi Ibu Susu Bayi Presdir   Bab 306 Menyedihkan

    Cantika meringkuk di atas kasur lusuh. Dia kedinginan karena curah hujan yang cukup tinggi. Wanita itu tidak memiliki selimut.“Dingin sekali. Tubuhku panas dan sakit. Luka ini akan infeksi jika tidak diobati.” Cantika beranjak dari kasur dan berusaha membuka pintu, tetapi terkunci.“Apa?” Cantika kembali ke kasur dengan rasa sakit di seluruh tubuhnya.“Gudang ini sangat pengap. Bagaimana caranya aku keluar?” tanya Cantika yang mulai menangis. “Ma, Pa. Tolong aku.” Cantika terisak seorang diri.Andika mengaktifan ponsel Cantika. Dia melihat pesan dari Ranika dan beberapa panggilan yang tidak terjawab.“Aku akan meminta kembali milikku.” Andika tersenyum. Dia menghubungi ulang Ranika.“Cantika, di mana kamu?” tanya Ranika gelisah karena putrinya belum juga pulang dan hari sudah sangat laru serta hujan lebar.“Di rumahku,” jawab Andika.“Apa?” Ranika terkejut mendengarkan suara seorang pria yang tidak asing.“Siapa kamu?” tanya Ranika.“Apa Anda tidak mengenali saya lagi? Berapa tahun t

  • Terperangkap Jadi Ibu Susu Bayi Presdir   Bab 305 Kejamnya Andika

    Pria yang marah dan terluka benar-benar menjadi sangat kejam. Tidak ada perasaan sama sekali. Dia menyiksa wanita dengan menggila.“Aku sangat sakit, Cantika. Kamu ditolong, tetapi tidak sadar diri. Aku dan Amira sudah sangat baik padamu di masa lalu.” Andika menggendong tubuh Cantika yang penuh luka dan memasukan ke dalam bak mandi yang terisi penuh air sabun.“Aaarhh!” Cantika tersadar karena rasa perih pada luka-luka tubuhnya.“Hah!” Wanita itu benar-benar terkejut mendapatkan dirinya yang sudah berada di dalam bak mandi.“Andika, aku mohon. Lepaskan aku. Aku akan memberikan apa pun yang kamu inginkan.” Tangan gemetar Cantika memegang tepi bak mandi yang licin. Tubuhnya mulai menggigil karena kesakitan dan kedinginan.“Aku akan mati,” ucap Cantika.“Tidak, Cantika. Kamu tidak boleh mati dengan mudah.” Andika menarik tubuh Cantika keluar dari bak dan meletakkan dia atas lantai yang basah serta dingin. Pria itu membungkus tubuh mantan istrinya dengan handuk.“Keringkan tubuh kamu!” An

  • Terperangkap Jadi Ibu Susu Bayi Presdir   Bab 304 Siksaan untuk Balas Dendam

    Cantika terpaksa mengikuti kemauan Andika karena nyawa wanita itu dalam bahaya. Dia pun pergi ke rumah sang mantan suami di bawah ancaman pisau.“Kita sampai,” ucap Cantika.“Kamu juga harus ikut turun.” Andika mengambil kunci mobil dan Cantika. Pria itu keluar dari mobil dengan senyuman puas. “Andika,” teriak Cantika. Wanita itu benar-benar takut masuk ke rumah Andika. Dia pernah disiksa dan hampir mati oleh mantan suaminya.“Kenapa Wijaya tidak memenjarakan kamu?” tanya Cantika dengan nada tinggi sehingga Andika menghentikan langkah kaki dan memutar tubuh mendekati mantan istrinya.“Karena aku adalah papa kandung Devano sama seperti Luna yang ibu kandung Keano,” jawab Andika tersenyum. “Apa maksud kamu?” Cantika bingung.“Wijaya dan Amira tidak mau anak-anak mereka memiliki orang tua yang di penjara,” jelas Andika. “Apa? Bukankah kalian tidak akan pernah bisa mendapatkan Devano dan Keano?” Cantika masih bertahan di dalam mobil. Dia tidak bisa pergi kemana pun. “Tapi darah kami me

  • Terperangkap Jadi Ibu Susu Bayi Presdir   Bab 303 Bertemu Lagi

    Amira pergi ke kamar mandi. Wanita itu berdiri di depan cermin untuk merapikan diri sebelum pulang ke rumah.“Amira,” sapa seorang wanita cantik dengan wajah yang tidak Indonesia lagi..“Ya.” Mahira melihat wanita asing yang tidak dikenalnya dari pantulan cermin kamar mandi.“Maaf, apa aku mengenal Anda?” tanya Amira dengan senyuman manisnya. Dia memutar tubuh menghadap Cantika. Wanita itu selalu tampil elegan karena sudah terbiasa bertemu banyak orang. Pengalaman menjadi sekretaris menjadikannya sangat percaya diri.“Tidak.” Cantika terlihat gugup.“Aku rasa juga tidak, tetapi pasti Anda mengenal saya karena suamiku yang terkenal yaitu Wijaya Kusuma.” Amira tampak bangga dengan suaminya tercinta.“Aku dengar kamu tidak pernah keluar rumah. Apa kamu tidak bosan terkurung di dalam rumah mewah itu?” tanya Cantika.“Kenapa aku harus bosan. Rumahku bagaikan di syurka. Apa pun yang aku inginkan langsung tersedia. Aku tidak susah-susah berbelanja. Jadi, apa lagi yang aku cari di luar?” Amira

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status