共有

Part 25

作者: Arsyla Adiba
last update 最終更新日: 2022-06-03 23:06:24

Pov Alex

Alex terus mengusap tanganya yang terasa dingin, dia baru sadar ketika ke luar tak memakai jaket atau celana panjang yang bisa menghangatkan tubuhnya.

Apalagi hujan rintii-rimtik membuat dirinya seperti akan mati kedinginan, ia membayangkan Laura yang duduk di ruang tamu sambil menonton film kesukaannya juga beberapa cemilan dan teh hangat, sungguh beruntungnya Laura, sementara Alex yang anaknya sendiri malah di biarkan sendirian kedinginan.

Alex menghentikan motornya ketika suda sampai di depan pintu rumah Mbok Doh

"Permisi," teriak Alex sambil mengetuk pintu rumah yang bercat putih.

"Permisi," teriak Alex lagi ketika tak mendapat jawaban pun dari dalam rumah.

Tak lama seorang wanita paruh baya ke luar, "Iya cari siapa?" tanya wanita paruh baya tersebut.

"Cari Mbok Doh nya ada?"

"Saya sendiri, kamu siapa?" tanya Mbok Doh memperhatikan penampilan Alex, apa tak kedinginan dia memakai baju sependek itu?

"Saya Alex," jawab Alex sambil tersenyum.

"Oh Alex, anaknya Anita, mau jem
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

関連チャプター

  • Teror Mantan   Part 26

    Setelah kejadian kemarin tentang kaki Laura yang terkilir dan di tambah acara jambak-jambakan sampai teriak-teriakan, kini Laura sudah bisa berjalan meskipun pelan-pelan karena kakinya masih terasa sakit sedikit.Pagi ini Alex duduk di pinggir keranjangnya, perasaan bersalah karena telah membuat kaki Laura terkilir membuat dia terus kepikiran sampai tak bisa tidur.Apalagi tatapan sinis dari Laura membuat Alex bergidik ngeri di tambah Anita yang selalu mengompori.Membuat Alex benar-benar kesal dengan mamanya itu.Belum lagi Dimas yang menyeramahinya panjang lebar ketika sedang makan malam membuat nafsu makan Alex sekitika hilang."Belum jadi apa-apa aja udah bikin Laura celaka, gimana kalau udah jadi istri kamu dia?" ucap Dimas kala itu yang membuat Alex terus kepikiran.Kejam banget!Alex langsung bangkit dari duduknya ketika mendapatkan sebuah ide untuk membuat Laura senang.Ia pun mengambil jaket yang di gantung dan bergegas turun.Lalu pergi menggunakan motor barunya......Kare

    最終更新日 : 2022-06-06
  • Teror Mantan   Part 27

    Anita yang mendengar teriakan Laura segera berjalan cepat ke arah ruang tamu, ia melihat Laura yang sedang menangis sesegukan."Laura kenapa?" tanya Anita sambil melihat mereka satu persatu.Tapi tak ada yang berani bicara apalagi Alex yang diam seribu bahasa dan enggan untuk melihat Anita."Itu tante ikan Laura mati, di siram air panas oleh Alex," jelas Gretta.Anita langsung melihat ke arah aquarium di mana ikan tersebut mengambang serta keluar uap dari akuarium tersebut, lalu ia melihat ke arah gelas yang tadi mau di buat teh."Oh jadi kamu Alex yang ngambil air mama di dapur," marah Anita."Kamu itu ada aja ulahnya, liat nih Laura sampai nangis gini gara-gara kamu," omel Anita sambil menjewer telinga Alex kuat."Aahh sakit ma, sakit," ringis Alex, alih-alih melepaskan jewerannya Anita malah memutar telinga Alex."Aaaaaw," teriak Alex.Anita melepaskan jewerannya, Alex mengusap telinganya yang sakit serta perih, ia menatap Anita dongkol."Ucul harus di kubur terus malamnya harus ng

    最終更新日 : 2022-06-07
  • Teror Mantan   Part 28

    Pov AlexAlex menutup pintu dan duduk di kursi depan Dimas."Papa rasa yang ngelakuin ini, orang yang kemarin naruh kotak di depan rumah," ucap Dimas to the point, matanya menatap Alex serius."Dia emang orang yang sama pa," jawab Alex, kertas yang berisi foto dia dan Laura Alex berikan ke Dimas.Dimas mengambil kertas tersebut, matanya tajam, wajahnya memerah.Ini sudah kelewatan, mereka sampai nekat melakukan kejahatan di saat siang seperti ini, untung saja tak ada yang terluka."Siapa yang tau tentang kertas ini?" tanya Dimas."Semuanya, Laura yang nemuin ini," jelas Alex.Membuat wajah Dimas panik, "Mama kamu tau?" tanya Dimas.Alex menganggukan kepalanya, Dimas mendesah mendengar jawaban Alex, mau tidak mau Anita juga harus di beri tau tentang teror ini."Laura juga kayanya udah mulai curiga pa," jelas Alex, mengingat tadi di ruang tamu Laura terus memperhatikannya.BrakPintu terbuka lebar dengan sangar keras, terlihat Laura berdiri di ambang pintu dengan nafas naik turun."Sebe

    最終更新日 : 2022-06-08
  • Teror Mantan   Part 29

    "Ra, gue boleh masuk," ucap Alex sambil membuka pintu kamar Laura, berjalan masuk dan duduk di samping Laura di atas kasur.Laura yang sedang tiduran sambil bermain ponsel, bangkit dari tidurnya dan duduk lalu menyenderkan tubuhnya ke dinding.Matanya mendelik ke arah Alex yang tengah cengengesan tak jelas, "Sok-sokan minta izin segala, belum juga di izinin udah nyelonong masuk!" ketus Laura."Yah suka-suka gue lah," ucap Alex tengil.Membuat Laura yang sudah kesal semakin kesal dan Plak"Anjir sakit Ra," protes Alex, mengusap Kepalanya yang di pukul oleh Laura."Keluar sana ngapain juga lo di sini?" usir Laura."Gue kangen makanya gue di sini,"Laura terpaku sejenak, sebelum suara kasur berdecit.Laura melihat ke arah Alex yang sudah naik ke kasurnya dan duduk berdempetan dengan Laura."Ih turun gak," Laura mendorong tubuh Alex agar menjauh darinya."Gak mau," tolak Alex.Dengan secepat kilat Alex duduk di pangkuan Laura dengan posisi yang berhadapan.Jantung Laura berdetak cepat, a

    最終更新日 : 2022-06-10
  • Teror Mantan   Part 30

    "Ra itu leher kamu kenapa merah?" tanya Anita, matanya menyipit menatap dengan seksama seperti tanda, ah gak mungkin!Laura langsung gelagapan, ia menatap Anita was-was, sementara Alex yang sedang mengunyah makanan terdiam sejenak, lalu melihat tanda yang Alex berikan semalam.Alex menelan makanannya susah payah, lalu minum segelas air putih hingga habis tak tersisa menghilangkan rasa was-wasnya."Oh ini," ucap Laura, matanya melihat kemana-mana mencari ide untuk menjawab pertanyaan dari Anita."Ah iya ini di gigit semut," elak Laura."Oh di gigit semut," ucap Anita mangut-mangut.Laura tersenyum kikuk pada Anita, lalu menatap Alex tajam, Alex yang di tatap oleh Laura langsung mengalihkan tatapannya dengan pura-pura mengaduk-ngaduk nasi gorengnya."Laura berangkat dulu yah ma," pamit Laura, sambil menyalimi tangan Laura."Gak bareng sana Alex Ra?" tanya Anita heran.Alex pun sama menatap Laura bertanya-tanya."Gak ma, aku bareng sama Ezra," jawab Laura, lalu berjalan pergi ke luar rum

    最終更新日 : 2022-07-06
  • Teror Mantan   Part 31

    Pulang sekolah telah tiba, sejak pertengkaran Alex dan Ezra yang tak penting, Laura memilih mendiamkan mereka berdua sampai ketika di kelas Alex terus mencoba berbicara dengan Laura tapi selalu tak ada tanggapan darinya, belum lagi Ezra yang terus menghubunginya lewat telepon dan chat yang membuat Laura kesal dan mematikan ponselnya tersebut.Laura kini sedang berjalan mencari angkutan umum, sejak bubar tadi Laura berlari ke gerbang sekolah sebelum Alex atau Ezra mencarinya dan meminta Laura untuk pulang bersama mereka berdua, dan membuat drama lagi."Laura," panggil seseorang di belakang tubuh Laura sambil menepuk tangannya.Laura lantas berbalik dan tak melihat siapapun tapi saat ia melihat ke bawah, matanya terbelak sempurna."Bianca," ucap Laura kaget sambil menutup mulutnya.Laura terkejut melihat Bianca yang berada di atas kursi roda, ada apa dengan Bianca? padahal terakhir kali melihat Bianca dia masih sehat-sehat saja.Laura tak menyangka bisa bertemu dengan mantan sahabatnya

    最終更新日 : 2022-07-14
  • Teror Mantan   Part 32

    Sesampainya di halaman rumah, Laura bergegas turun dari motor Alex dan berlari memasuki rumah, terlihat di ruang tamu sudah ada kedua orang tua Laura serta orang tua Alex."Ahhh bunda Laura kangen banget tau," teriak Laura sambil memeluk erat Sinta, yang langsung di balas pelukannya oleh Sinta."Sama bunda juga kangen tau," ucap Sinta lirihSementara Rio, ayah Laura tersenyum melihat mereka berdua."Sama ayah gak kangen?" tanyanya sambil melihat ke arah Sinta dan Laura.Laura melepaskan pelukannya dan langsung berhambur ke dalam pelukan Rio."Kangen banget," teriak Laura.Rio tersenyum senang dan membalas pelukan putrinya yang sudah tak berjumpa selama sebulan ini.Alex yang berdiri di ambang pintu, tersenyum simpul melihat kehangat keluarga Laura, lalu berjalan dan duduk di sebelah Dimas."Kamu jagain Laura dengan baikkan Lex?" tanya Sinta, melihat ke arah Alex."Pasti dong bun, Laura di jagain sama Alex mah, aman-aman aja," ucap Alex menggebu-gebu.Laura yang masih berpelukan dengan

    最終更新日 : 2022-07-16
  • Teror Mantan   Part 33

    Setelah acara makan dan melepas rindu, Laura tanpa sadar tertidur di sofa ruang tamu, Alex yang melihat itu pun bergegas, membopong dan membawanya ke kamar atas izin dari orang tua Laura."Jadi gimana Laura? tanya Rio serius sambil melihat Anita dan Dimas bergantian."Kami berdua minta maaf, karena telah gagal menjaga Laura," ucap Dimas pelan sambil menundukan kepalanya."Iya Sin, maafkan saya," ucap Anita lirih."Tak perlu minta maaf Anita, kamu dan Dimas tak bersalah, justru saya berterima kasih karena sudah mau menjaga Laura," jawab Sinta lembut sambil tersenyum ke arah Anita dan Dimas."Saya dan Sinta tak menyalahkan kalian berdua, mungkin memang sudah seharusnya seperti itu," ucap Rio maklum.Karena seharusnya yang menjaga Laura, adalah Rio dan Sinta sendiri bukan orang lain."Tapi siapa yang berani meneror Laura sampai seperti ini?" tanya Sinta penasaran."Tunggu Alex, biar dia yang menjelaskan semuanya," seru Dimas.Karena Dimas rasa Alex pun harus ikut andil dalam pembicaraan

    最終更新日 : 2022-12-19

最新チャプター

  • Teror Mantan   Kenangan di Atas Roda Dua

    Esok paginya, Laura melangkah ke ruang makan dengan langkah santai, meski wajahnya masih menunjukkan sisa kelelahan. Di meja makan, Rio sudah duduk sambil memangku Kenzo, yang terlihat segar setelah dimandikan. Bayi itu tertawa kecil, tangannya menggapai-gapai wajah Rio, membuat suasana terasa lebih hidup.Di dapur, Sinta sedang membuatkan kopi sambil tersenyum melihat pemandangan itu. Ketika Laura mendekat, Sinta menyapanya. "Pagi, Laura. Mau sarapan apa?" tanyanya ramah.Laura hanya mengangguk kecil dan duduk di kursinya, menghindari kontak mata dengan Kenzo. Ia mengambil roti yang sudah tersedia di meja dan mulai memakannya dalam diam.Rio, yang melihat sikap Laura, tersenyum kecil. "Ra, kamu nggak mau gendong Kenzo? Dia lagi ceria banget pagi ini," ucapnya sambil menggerakkan Kenzo sedikit ke arah Laura.Laura menghentikan kunyahannya sejenak, lalu menjawab tanpa menatap ayahnya. "Ayah tahu jawabannya," ujarnya datar.Rio menghela napas pelan, menatap putrinya dengan penuh kesabar

  • Teror Mantan   Bayi Kenzo

    Laura melangkah masuk ke dalam kamarnya di rumah dengan langkah lelah. Setelah percakapannya dengan Alex di pantai, tubuh dan pikirannya terasa begitu berat. Ia menjatuhkan dirinya di atas ranjang, menatap langit-langit kamar yang dihiasi oleh balok kayu khas Bali.Ia menarik napas panjang, mencoba menenangkan pikirannya yang terus berputar. Kata-kata Alex masih terngiang jelas di benaknya. "Mau seribu kali pun lo nolak gue, gue gak akan pernah menyerah, Ra."Laura menutup matanya, mencoba meredakan kekacauan di dalam dirinya. "Kenapa semua ini harus sekompleks ini?" gumamnya pelan. Di satu sisi, ia merasa bersalah telah membuat Alex terus berharap, tapi di sisi lain, ia tahu bahwa perasaannya sendiri belum benar-benar sembuh dari luka di masa lalu.Ia bangkit perlahan, berjalan menuju balkon kamarnya. Udara malam Bali yang sejuk menyapa wajahnya. Suara debur ombak dari kejauhan terdengar menenangkan, meski hatinya tetap terasa berat."Pernah nggak sih gue benar-benar tahu apa yang g

  • Teror Mantan   Luka dan suka Tasya

    Pov GrettaGretta dan Rafa berjalan santai di tepi pantai, pasir lembut menyentuh kaki mereka. Mereka baru saja membeli beberapa makanan ringan dari penjual yang ada di sepanjang pantai—kacang rebus, jagung bakar, dan es kelapa muda. Gretta memegang gelas es kelapa dengan satu tangan, sementara tangan satunya sibuk menepis Rafa yang terus menggoda."Lo tahu nggak, Gretta, gue beli jagung bakar ini khusus buat lo. Supaya lo bisa ngunyah sambil diem, nggak terus-terusan ngetawain gue," ucap Rafa sambil menyeringai.Gretta tertawa keras, hampir menjatuhkan gelasnya. "Hah! Emang lucu banget lo, ya. Humor lo tuh receh banget, Raf. Tapi gue akui, kadang itu yang bikin gue betah sama lo.""Kadang? Jadi gue cuma lucu 'kadang-kadang'?" Rafa pura-pura cemberut, membuat Gretta tertawa lebih keras.Mereka berhenti sejenak, duduk di atas pasir sambil menikmati angin malam. Gretta menyandarkan kepalanya ke bahu Rafa, sementara Rafa dengan santai melingkarkan lengannya di bahunya."Raf, lo sadar ngg

  • Teror Mantan   Keyakinan Alex

    ...Setelah suasana menjadi lebih cair, mereka semua mulai berbincang lebih santai bersama orang tua Laura. Sinta dan suaminya, Rio, ikut duduk di meja mereka, membuat obrolan semakin hidup.Namun, meski suasana terlihat akrab, Alex sesekali mencuri pandang ke arah Laura. Perasaan yang ia pendam selama bertahun-tahun sejak kepergian Laura tampak jelas di matanya. Gretta, yang duduk di samping Laura, menyadari hal itu tapi memilih untuk tidak berkomentar.Tasya, di sisi lain, merasa tidak nyaman dengan cara Alex memandang Laura. Ia mencoba mengalihkan perhatian Alex dengan memulai obrolan. "Alex, gue denger katanya li mau kuliah di luar negeri?" tanyanya dengan nada ceria.Alex tersenyum kecil, meski jelas terganggu oleh interupsi Tasya. "Iya, tha tapi gue juga gak.tahu, mungkin oindah rencana kuliah di tempat lain," ucapnya sambil melirik ke arah Laura.Tasya tersenyum kaku, menyadari bahwa Alex tidak sepenuhnya memperhatikannya. Ia menggenggam gelasnya lebih erat, mencoba menahan ras

  • Teror Mantan   Pertemuan 2

    Laura muncul dengan langkah tenang, tapi tatapan matanya tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Dress putih sederhana yang dikenakannya berkibar pelan tertiup angin dari luar, membuatnya terlihat seperti bayangan dari masa lalu yang tiba-tiba hadir.Alex menatapnya dengan campuran emosi yang sulit diuraikan. “Laura...” panggilnya pelan, seolah takut suara lebih keras akan membuat momen ini menghilang.Laura menghentikan langkahnya, matanya terarah pada Alex. "Kamu... Alex?" gumamnya, suaranya bergetar.Semua orang terdiam. Gretta menatap Laura dengan raut wajah tak percaya, sementara Tasya mencuri pandang ke arah Alex, mencari reaksi dari pria itu."Kenapa kalian semua di sini?" tanya Laura sambil mendekat, suaranya tenang, meskipun sorot matanya penuh kebingungan.Alex, yang sedari tadi duduk, berdiri begitu Laura tiba di hadapannya. Tanpa berkata apa-apa, ia langsung menarik Laura ke dalam pelukannya, memeluknya dengan erat, seolah

  • Teror Mantan   Pertemuan

    “Kita nginep di Wavecrest Hotel. Gue udah booking dua kamar di sana,” ucap Alex sambil melirik ke arah spion belakang, memastikan semuanya baik-baik saja di kursi penumpang.“Wavecrest Hotel?” tanya Gretta sambil menatap Tasya.“Iya, tempatnya persis di samping kafe Laura,” lanjut Alex dengan nada santai.“Wah, pas banget dong. Jadi nggak perlu ribet kalau mau ketemu Laura,” komentar Rafa sambil melihat peta di layar ponsel.Gretta tersenyum tipis. “Bagus sih, biar kita juga punya waktu buat istirahat sebelum ketemu dia.”Mobil pun terus melaju menuju Canggu, mengikuti suara navigasi yang membimbing mereka."Gue denger, bukannya Laura pergi tanpa pamitan? Kok kalian masih mau jauh-jauh ke sini buat nemuin dia?" tanya Tasya tiba-tiba, suaranya terdengar tajam.Mendengar itu, Gretta langsung menoleh dengan tatapan tak suka. "Maksud lo apa, Tasya?" tanyanya, nadanya jelas menunjukkan ketidaksenangan.Rafa mencoba menenangkan suasana, tapi Gretta sudah melanjutkan, "Gue kenal Laura udah l

  • Teror Mantan   Tamu Tak Di Undang

    Sore telah tiba, suasana bandara mulai dipenuhi hiruk-pikuk orang yang bersiap untuk penerbangan mereka. Alex duduk di salah satu kursi tunggu, wajahnya menampilkan kegelisahan. Penerbangan menuju Bali tinggal 30 menit lagi, namun Rafa dan Grettha, dua sahabatnya yang berjanji menemaninya, belum juga terlihat.Semalam, mereka bertiga berbincang panjang tentang rencana ini. Alex meyakinkan Rafa dan Grettha untuk ikut bersamanya menemui Laura,. Keduanya dengan antusias menyetujui, bahkan menjanjikan akan tepat waktu di bandara. Namun, sekarang janji itu terasa seperti angin lalu.Alex meraih ponselnya dan mencoba menghubungi Rafa lebih dulu. Nada sambung terdengar, tetapi tak ada jawaban. Ia lalu mencoba menelepon Grettha, namun hasilnya sama—tak diangkat. Ia menghela napas panjang, menatap layar ponselnya sejenak sebelum menyimpan kembali perangkat itu ke dalam sakunya.Beberapa menit berlalu, akhirnya Rafa dan Gretta muncul di pintu masuk dengan koper masing-masing. Alex mendesah lega

  • Teror Mantan   Menemukan Kamu

    Setelah selesai dengan acara perpisahan di sekolahnya, Alex pulang ke rumah dengan langkah gontai. Meski acara berjalan meriah, hatinya tetap terasa hampa."Alex Pulang," teriak Alex dengan suara lesu saat memasuki rumah.Ia melemparkan tasnya ke sofa, lalu duduk di ruang tamu. Kepalanya bersandar ke sandaran sofa, matanya menerawang ke langit-langit. Pikirannya kembali melayang, lagi-lagi ke sosok Laura.Di ruang tamu yang sepi, hanya suara jarum jam yang terdengar. Alex menghela napas berat, mencoba mengusir rasa penat yang mendera hatinya. Namun, semakin ia mencoba melupakan, bayangan Laura justru semakin jelas.“Ra... sebenarnya lo di mana?” gumamnya pelan, suaranya nyaris tak terdengar.Di ruang tamu itu, Alex duduk lama, tenggelam dalam pikirannya sendiri. Ia tahu ia harus melanjutkan hidup, seperti yang Agatha bilang, tapi rasa kehilangan itu masih terlalu kuat. Hari ini mungkin berhasil ia tutupi dengan senyuman palsu di sekolah,

  • Teror Mantan   Setahun Kemudian

    Setahun telah berlalu, dan kini Alex telah menyelesaikan masa SMA-nya. Hari ini seharusnya menjadi momen yang penuh kebahagiaan, saat dia dan teman-temannya merayakan kelulusan di aula sekolah. Suara riuh canda dan tawa memenuhi ruangan, namun bagi Alex, semuanya terasa hampa.Di sudut aula, Alex duduk sendirian, pandangannya tertuju ke arah panggung di mana teman-temannya sedang berfoto bersama, menyanyikan lagu perpisahan dengan penuh semangat. Tapi Alex hanya bisa terdiam. Kepergian Laura yang tanpa kabar masih menjadi beban berat di hatinya.Setahun ini, ia terus mencoba mencari tahu keberadaan Laura. Media sosial Laura sudah tidak aktif, seolah lenyap begitu saja. Pesan-pesan yang ia kirim ke keluarga Laura pun tak pernah mendapatkan balasan. Meski berita tentang pelecehan yang pernah menimpa Laura sudah lama tenggelam, bayangan gadis itu tetap hidup dalam pikirannya."Kenapa harus seperti ini, Ra?" gumam Alex pelan, lebih kepada dirinya sendiri. "Ken

無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status