Kediaman Jayadi sangat besar.Semua tamu yang hadir ikut dalam proses pencarian.Begitu Omar berjalan keluar dari hall, sudah ada pembantu yang datang memberi tahu dia, "Tuan, Tuan Muda Dylan ... nggak ada!"Sebelum Omar sempat bereaksi, Fera yang di sebelahnya langsung menunjukkan ekspresi khawatir. "Kak Omar, apa Dylan ... lagi-lagi ...."Maksudnya adalah apakah penyakit Dylan kambuh lagi.Penyakit Dylan adalah rahasia Keluarga Jayadi. Kalau hari ini kambuh lalu di prosesnya dia melakukan sesuatu pada Celine, kondisinya akan semakin serius.Fera sengaja membuat Omar berpikir ke arah sana.Namun, dia tahu kalau "pertunjukan" yang sebenarnya jauh lebih seru dari kambuhnya penyakit Dylan yang membuatnya kembali melukai Celine.Ada orang yang mendengar nama "Dylan" dari mulut Fera.Dylan? Apa Dylan Retno yang merupakan artis top dengan penggemar tak terhitung itu?Dia juga datang menghadiri pesta ini?Sementara Tuan Muda ...."Sudah ketemu? Di sana ada, nggak?""Di sini nggak ada, sudah
Pria menoleh sedikit karena mendengar suara langkah kaki. Namun meski begitu, semua orang tidak mengenalinya.Di wajahnya ada sebuah topeng.Topeng itu menutupi sebagian besar wajah pria itu, ditambah lagi pencahayaan di rumah kaca sangat kurang. Tidak mudah menebuk siapa pria itu!Namun, ada yang mengenali topeng itu."Dylan Retno! Kamu ... " ujar Omar refleks.Begitu menyadari dia tidak seharusnya memanggil nama Dylan dan ingin memperbaiknya, tapi sudah tidak sempat.Semua orang yang hadir mendengarnya.Tadi di luar, mereka sepertinya juga mendengar nama "Dylan Retno".Dylan Retno adalah artis ternama di dunia hiburan. Meski semua tamu di sini adalah pengusaha, mereka tahu Dylan, mungkin pernah melihatnya secara langsung atau di berita.Sosok punggung itu sangat mirip Dylan!Pria ini adalah Dylan Retno, wanita itu ...."Celly." Suara serak itu terdengar sangat yakin.Wanita itu ditutupi secara sempurna, tapi tetap ada yang yakin. Orang itu tidak lain adalah Lala!Hansen pun mengernyi
Pertanyaan Yuni ini adalah pertanyaan semua orang yang ada di sini.Semua orang melihat ke sudut ruangan itu, menunggu ada yang menjawab.Suasana di ruangan sangat hening.Celine merasa sangat lemas, kalau bukan karena pria di depannya menopangnya, saat ini kalaupun tidak ada efek obat, dia juga akan lemas karena ketakutan.Sebelumnya di benaknya hanya ada keinginan untuk mencoba rasa bibir itu, begitu orang-orang itu masuk, akal sehatnya akhirnya kembali sedikit.Suara-suara itu masuk ke telinganya satu per satu.Dia mendengar Lala memanggilnya dengan cemas, mendengar ada orang yang berkata, "Dylan Retno, kamu ...."Dylan?Oh ya, Dylan juga terkena efek obat.Namun, saat ini di depannya, orang yang merangkul pinggangnya, menopang tubuhnya yang lemas dan menutupi sosok menyedihkannya saat ini dengan tubuhnya bukan Dylan, tapi Andreas!Sementara orang yang dia "lecehkan" tadi juga Andreas.Teringat dengan kelakuannya tadi, wajah Celine langsung memanas.Dia tidak menjawab pertanyaan Yun
Maksud dari kata-katanya juga sangat jelas.Dia ingin memastikan hubungan Celine dan Dylan, atau bahkan pernikahan mereka!Namun, Dylan ....Apa hubungan Dylan dan Keluarga Jayadi? Sampai-sampai Yuni yang maju, hal ini bukannya kebanyakan ditentukan oleh orang tua di keluarga?Tak lama kemudian, para tamu mendapat jawabannya.Melihat Donny mengernyit, Yuni baru sadar kalau mungkin Donny tidak tahu siapa itu Dylan. Oleh karena itu, dia segera menjelaskan,"Tuan Donny, mungkin kamu tidak tahu, Dylan itu anggota Keluarga Jayadi, dia itu adik kandung satu ibu dengan Andreas.""Karena ada alasan khusus, Dylan mengikuti marga ibunya, setelah itu juga nggak diubah.""Dylan ini anaknya polos, juga sangat pengertian. Setelah dewasa, dia ingin berkecimpung di dunia hiburan, jadi dia berinisiatif menyatakan nggak mau bergantung pada kekuasaan Keluarga Jayadi, jadi dunia luar nggak tahu hubungannya dengan Keluarga Jayadi. Sebenarnya, dia itu tuan muda keempat Keluarga Jayadi."Tuan muda keempat ..
Seiring dengan dia yang berjalan semakin mendekat, semua orang pun melihatnya.Begitu melihatnya, hampir semua orang tertegun di tempat. Sampai ketika dia berjalan sampai di depan mereka, mereka baru sadar kalau mereka menghalangi jalan Dylan dan segera mundur selangkah untuk membukakan jalan untuknya.Dia ... dia ....Dylan Retno!Tatapan semua orang berhenti di wajahnya sekian lama dan akhirnya yakin kalau dia itu Dylan!Namun, kalau dia Dylan, siapa yang sedang bersama dengan Nona Celine di pojokan?Seketika, semua orang bingung.Terutama Fera.Waktu dia melihat Dylan, tatapan menantikan pertunjukan di matanya langsung menghilang. Di benaknya hanya ada satu pertanyaan yang terus bergema.Dylan ... kenapa bisa ada di sini?Benar! Dia tidak seharusnya di sini!Dia harusnya sedang bersama Celine, 'kan?Kalau dia di sini, orang yang bersama Celine ....Dia tidak berkesempatan berpikir terlalu banyak. Suara Dylan sudah kembali bergema memukul gendang telinganya seperti hantu."Nenek, aku
"Kalian ... mengganggu."Andreas menoleh, kekesalan di matanya semakin terlihat jelas.Semua orang pun terkejut!Mereka sepertinya ... memang mengganggu kedua orang ini!Namun, terus sekarang bagaimana?Mereka ... keluar? Serahkan rumah kaca ini kepada Andreas dan ... Nona Celine?"Istriku nggak enak badan, aku bawa dia pergi dulu. Kalian ... terserah!"Sambil berbicara, Andreas mengambil jasnya yang ditaruh di atas bunga segar untuk menutupi Celine. Jasnya yang besar menutupi Celine sampai ke wajahnya.Tubuh Celine sangat lemas.Untungnya Andreas menggendongnya.Begitu Andreas menggendongnya, Celine langsung otomatis merangkul leher Andreas.Andreas pun berjalan melewati semua orang.Waktu dia melewati Dylan, langkahnya terhenti sejenak, lalu mereka saling bertatapan. Hanya dalam sekejap, mereka sudah saling bergantian informasi.Sampai setelah sosok Andreas yang menggendong Celine menghilang di pintu rumah kaca, semua orang yang ada di sini masih belum sadar.Di benak mereka terngian
Masalah Keluarga Jayadi!Masalah apa?Yuni tiba-tiba menyadari, dia itu orang yang pintar, tadi karena sibuk mau memastikan pernikahan antara Keluarga Jayadi dan Keluarga Tjangnaka, dia tidak menyadari keanehan dari situasi ini.Saat ini, setelah diingatkan oleh Donny, dia baru sadar dengan beberapa keanehan.Dia tahu kalau hati Andreas dipenuhi dengan Celine.Namun, dengan karakter Andreas, kalaupun dia tidak bisa menahan godaan dari Celine, dia tetap tidak akan sembarangan melakukan hal seperti itu di rumah kaca tanpa mempertimbangkan nama baik Celine, apalagi dilihat oleh orang sebanyak ini.Teringat dengan Andreas yang berusaha keras untuk menutupi Celine tadi, Yuni semakin yakin dengan pemikirannya ini.Situasi tadi membuktikan sesuatu.Ada yang aneh di balik kejadian di rumah kaca ini.Ekspresi Yuni menjadi sedikit suram, dia memikirkan semua poin yang aneh sejak dia masuk dengan teliti lalu tiba-tiba berkata, "Saudara-saudara, malam ini masih ada sedikit urusan di keluarga kami.
Boleh!Celine bilang boleh!Andreas langsung tersenyum lebar, dia berusaha menahan kesenangannya lalu berkata dengan suara serak, "Apa kamu tahu apa arti dari jawabanmu itu?"Celine terdiam.Apa artinya?Saat ini, otaknya benar-benar lambat, tidak bisa berpikir terlalu banyak.Dia mendongak melihat Andreas. Dilihat dari sudut mana pun, wajah Andreas ini benar-benar membuat orang terkagum-kagum, tapi apa artinya ...."Apa artinya?" tanya Celine polos.Andreas menunduk untuk bertatapan dengan Celine, setiap kata-katanya terdengar sangat yakin. "Artinya, apa pun yang terjadi di masa depan, kamu nggak bisa kabur lagi."Tidak bisa kabur lagi.Kata-kata ini masuk ke telinga Celine, dia langsung menyadari sesuatu dan wajahnya memerah.Ternyata Andreas tahu.Tahu dia ingin kabur darinya, tahu dia tidak ingin tinggal di Mastika dan ikut campur dalam urusan yang berhubungan dengan Andreas.Namun, waktu itu di gunung Prana, Andreas mempertaruhkan nyawanya untuk melindunginya.Saat itu, Celine sud
Babak final dimulai.Peserta babak final naik ke panggung secara bergantian untuk menunjukkan karya mereka.Tiba-tiba, terdengar suara pembawa acara berkata, "Selanjutnya, kami persilakan Tuan Tuvin Sarwen ...."Tuvin Sarwen ....Nama ini masuk ke telinga Celine, membuat Celine membeku sejenak.Data peserta di depannya juga dibalik ke "Tuvin Sarwen".Tunangannya bilang dia tidak akan datang.Dia ... harusnya tidak akan datang?Jelas-jelas sudah memastikan Tuvin itu bukan Andreas, tapi entah kenapa Celine tetap memikirkannya, bahkan dia diam-diam berharap Tuvin bisa muncul di sini.Tidak peduli apakah dia itu Andreas atau bukan."Tuan Tuvin ...." Melihat tidak ada yang naik ke panggung, pembawa acara hendak memanggil lagi, tapi tiba-tiba ada staf yang memberitahunya lewat HT.Pembawa acara pun langsung mengalihkan topik. "Tuan Tuvin tiba-tiba ada urusan, tidak bisa mengikuti babak final ini. Tapi kami percaya Tuan Tuvin yang mencintai desain pasti akan bertemu kita lagi. Kita tetap bisa
Cepat pergi?Di seberang telepon sangat berisik, Sheryn curiga dia salah dengar. "Apa katamu?"Hari ini dia bisa datang karena membayar uang.Apalagi Nicholas ada di sini, dia tidak akan pergi.Namun, suara pria di seberang terdengar semakin tajam. "Cepat pergi dari sana!""Kenapa?" tanya Sheryn kesal."Istriku dan juga keluarganya juga ke sana. Kalian nggak boleh sampai bertemu!" Suara pria itu terdengar sangat tidak sabaran.Jelas terdengar dia takut dengan istrinya.Rasa takut ini pun membuat Sheryn semakin marah.Pria ini adalah menantu Keluarga Tantra, istrinya adalah bibinya Nicholas, keluarga istrinya sudah pasti Keluarga Tantra.Inilah kenapa Sheryn sengaja menggoda dia.Dari Keluarga Tantra tidak hanya Nicholas yang datang?Saat sedang berpikir, Sheryn melihat beberapa wajah yang familier masuk ke lokasi, yaitu orang Keluarga Tantra.Mereka langsung berjalan menghampiri Nicholas.Setelah mereka datang, Nicholas sepertinya sedang memperkenalkan Celine. Meski jaraknya sangat jau
Hilangnya Andreas adalah sebuah rahasia.Namun, Nicholas adalah salah satu dari sedikit orang yang tahu tentang hal ini.Senyuman Celine berubah kaku sejenak, lalu sebuah senyuman pahit muncul. Dia tidak perlu berpura-pura kuat di depan Nicholas."Belum, tapi dia ... ada di Binara.""Kalau ada di Binara, harusnya sedikit lagi bakal ketemu."Celine menoleh lalu bertatapan dengan Nicholas. "Kak Nicholas, nggak usah khawatir, aku nggak apa-apa. Bagaimana denganmu? Belakangan bagaimana kabarnya? Terus Winny, belakangan ... aku nggak sempat memperhatikan dia."Dia sepertinya sudah sangat lama tidak berinisiatif menghubungi Winny. Setiap kali Winny mencarinya, dia juga tidak pernah menanyakan kondisi Winny.Celine merasa sedikit bersalah.Nicholas menyadari perasaan Celine dan segera menjawab, "Winny sangat baik, dia terapi setiap hari, membaik dengan sangat cepat. Sebelum aku pulang ke Binara kali ini, dia berpesan padaku minta fotomu terus kirim ke dia, dia sangat merindukanmu."Celine mer
Benar, asalkan bisa menemukan Andreas, semuanya terbayarkan.Mereka saling menyemangati lewat telepon.Setelah mengakhiri panggilan, Celine melihat jam dan langsung teringat hari ini hari apa.Hari ini babak final Kompetisi Desain Perhiasan Nasional.Beberapa hari ini, dia fokus mencari Andreas, melupakan soal kompetisi ini.Noni juga tidak mengingatkannya.Celine tahu, pasti Hansen yang ada di Mastika yang berpesan pada Noni jangan mengganggu Celine dengan permasalahan kompetisi.Namun hari ini, dia harus hadir.Celine pun menyemangati dirinya.Setelah selesai mandi dan berpakaian, sebelum dia keluar, dia memakai cincin yang diberikan Andreas padanya.Lokasi babak final Kompetisi Desain Perhiasan Nasional ditentukan di tempat yang sama dengan tahun lalu.Pagi-pagi sekali, sudah ada banyak wartawan yang datang.Selain peserta, orang-orang yang boleh masuk adalah para orang berpengaruh di Binara.Sheryn berhasil masuk dan berbaur dengan kerumunan orang.Kalau bukan karena pria yang dia
Seakan-akan dia tidak tertarik sama sekali dengan cincin itu.Sementara kata "bagus" itu juga hanya komentar objektif, atau mungkin diucapkan hanya untuk membuat Lala senang.Lala sangat senang dengan reaksi Andreas ini.Beberapa hari ini, dia terus mengamati Andreas.Kelihatannya cuci otak Gion kali ini sangat sempurna. Andreas tidak jadi gila, juga sepertinya melupakan semua hal yang berhubungan dengan Celine.Bagus sekali!"Kalau begitu, aku mau yang ini. Boleh, 'kan, Kak Tuvin?" Mata Lala dipenuhi dengan cinta.Seperti yang sudah dia duga, Andreas menjawab, "Boleh.""Kalau begitu, aku bungkus cincin pasangan ini," ujar penjaga toko.Namun, baru saja dia selesai bicara, Lala malah berkata, "Nggak mau sepasang, aku cuma mau yang model wanita, yang pria nggak usah.""Tapi ...." Bukannya mereka sepasang kekasih?Cincin ini bukan untuk tunangan atau cincin nikah? Jadi cincin kekasih juga bagus.Lala menyadari reaksi penjaga toko itu.Dia pun terkekeh."Cincin ini memang bagus, tapi ini
Lala sangat puas dengan hadiah yang akan dia berikan ke Celine.Juga sangat puas melihat tampang Andreas yang sempurna di depannya. Melihat jarak mereka yang sangat dekat, dia akhirnya tidak bisa menyembunyikan kesenangan di hatinya."Kak Tuvin ...." Lala tiba-tiba mendekati Andreas.Namun, Andreas malah mundur selangkah.Reaksinya ini jelas adalah refleks.Sejak Andreas sadarkan diri, berapa kali pun Gion mencuci otaknya dan terus memberitahunya kalau Lala adalah tunangannya,bahwa hubungan mereka sangat dekat,setiap kali Lala mau mendekat, Andreas selalu menghindar.Senyuman di wajah Lala jadi kaku, tapi dia segera kembali normal."Kak Tuvin, besok kita sudah mau pergi. Mulai besok, di sanalah rumah kita. Nanti waktu sudah sampai, kamu teruskan sekolahmu, aku bakal menemanimu.""Kak Tuvin, kamu boleh kasih aku sebuah hadiah?"Lala mendongak melihat Andreas, matanya penuh dengan harapan, sama sekali tidak ada hal lain."Boleh." Andreas tidak ada alasan untuk menolak.Lala tahu dia ti
Manajer hotel itu pun menceritakan semua yang terjadi hari itu dengan sangat mendetail.Mendengar ceritanya, hati Celine sangat bergejolak."Berarti benar!"Malam itu bukan mimpi, melainkan Andreas yang asli!"Aku sudah pernah menemuinya."Celine bergumam, bibirnya membentuk sebuah senyuman yang paling tulus dalam dua bulan ini.Dia juga perlahan-lahan semakin bersemangat. Dia melihat ke Albert dan Dylan sambil berkata, "Hari itu aku bertemu dengannya!"Albert dan Dylan saling bertatapan.Meski mereka tidak tahu sebenarnya apa yang terjadi malam itu, mereka percaya dengan Celine.Atau mungkin, Celine dan Andreas tidak hanya pernah bertemu.Andreas bahkan sedang melindungi Celine.Melihat Celine tersenyum, Albert juga ikut tersenyum.Dylan juga menghela napas lega.Dari informasi-informasi ini, mereka sudah bisa membuktikan kalau Andreas baik-baik saja. Hanya masalah waktu ... sampai dia kembali.Sementara hal yang harus dia lakukan sebelum Andreas pulang adalah mengurus Grup Jayadi dan
Selama dua bulan ini, Celine sangat sering memimpikan Andreas.Namun, kebanyakan di mimpinya, sosok Andreas hanya terlihat bagian punggungnya secara samar-samar. Bagaimanapun Celine memanggil dan mengejar Andreas, dia tetap tidak bisa menyentuhnya.Kecuali satu kali itu.Dia memimpikan Albert, melihat wajahnya dengan jelas.Celine bisa merasakan sentuhan Andreas, bahkan detak jantung dan juga napasnya. Semuanya terasa sangat nyata, seakan-akan dia tidak sedang bermimpi, melainkan benar-benar terjadi.Bukan mimpi ....Celine terkejut dengan tebakannya ini.Saat ini, dia seakan-akan menangkap sesuatu, seperti tadi waktu dia berharap Tuvin adalah Andreas.Meski panggilan tadi sudah membuktikan kalau Tuvin bukan Andreas,Celine tetap ingin mencoba menangkap harapan dan petunjuk sekecil apa pun.Sementara mimpi dan juga tempat di mimpinya ada di Hotel Binara."Ke hotel, Hotel Binara." Celine tiba-tiba berdiri.Dia bahkan mau langsung keluar tanpa memakai sepatu.Albert dan Dylan tahu Celine
Semuanya tergantung pada kata-kata Lala.Lala sangat suka dengan rasa di mana semuanya ada di dalam kendalinya."Oh ... oh begitu?" Celine merasa hatinya terasa berat.Seakan-akan ditimpa oleh sesuatu.Sementara wanita di seberang telepon malah terdengar semakin senang. "Iya, kami sudah mau menikah, kamu bakal mendoakan kami, 'kan?"Mendoakan?Celine tidak pernah bertemu "Tuvin", juga tidak pernah bertemu tunangannya.Sepasang orang tidak dikenal akan segera menikah, dia seharusnya mengucapkan selamat.Namun, saat ini, begitu memikirkan mau "mendoakan" mereka, hatinya seakan-akan ditusuk-tusuk, membuatnya kesusahan bernapas."Nona, kamu masih mendengar?"Lala kembali berkata.Dia seakan-akan tidak akan menyerah kalau belum mendapatkan ucapan selamat dari Celine.Terdengar suara napas yang kurang stabil di seberang, Lala pun tersenyum semakin lebar. Dia semakin bertekad mau mendengar ucapan selamat dari Celine.Celine menghirup napas dalam-dalam, dia ingin mengucapkan selamat, tapi mulu