Celine harusnya akan memilih gaun bermerek yang baru saja dia beli itu.Atau akan memilih koleksi terbaru dari merek terkenal.Atau mungkin ...."Aku boleh pakai yang ini?" Celine melihat sekilas lalu memilih sebuah gaun.Melihat gaun yang dipilih Celine, Bella mengernyit.Menurutnya ... gaun yang dipilih Celine ini bertali dua, terlalu polos, seluruh bahannya berwarna hijau tua, tidak ada hiasan atau corak lainnya. Di pasar ada banyak yang bermodel sama, sama sekali tidak ada keunikannya.Bahkan Bella sendiri saja tidak tahu bagaimana gaun ini bisa ada di lemarinya.Bella kembali melihat Celine. "Ya sudah, yang penting kamu suka."Heh, mungkin selera Celine memang begitu.Bella mengangkat alisnya, tidak mengatakan apa-apa. Dia merasa kalau Celine memakai gaun panjang itu, walau ada kalung giok di lehernya itu tetap tidak bisa menyelamatkan gaun panjang yang biasa-biasa saja itu.Dia harusnya senang saja melihat Celine memakai gaun jelek dan kalah jauh darinya.Namun, waktu Celine kelu
Andreas menunggunya di rumah kaca.Celine berbalik melihat sekilas hall utama, tapi tidak melihat sosok Andreas. Setelah ragu-ragu sejenak, dia akhirnya mengikuti pengawal itu.Di rumah kaca di taman belakang.Sebelumnya Celine sudah datang dua kali, ini ketiga kalinya dia datang ke kediaman Jayadi, tapi dia tidak pernah ke sini."Nona Celine, Tuan Andreas di dalam, Nona tinggal masuk." Pengawal itu memakai kacamata hitam dan bersikap sangat sopan.Dia memanggil Celine "Nona Celine", bukan Nyonya ....Owen dan Gian selalu memanggilnya "Nyonya", bukannya berarti pengawal ini bukan pengawal kepercayaan Andreas?Namun, setelah dipikir-pikir, tidak semua orang di samping Andreas tahu hubungan mereka.Kalau dia terlalu memedulikan panggilan ini, malah dia jadi terkesan sangat ingin jadi istrinya Andreas.Wajah Celine pun memanas."Oke."Setelah menjawab, Celine melihat wajah pengawal itu sebelum pengawal itu pergi.Setelah pengawal itu berjalan jauh, Celine baru terus berjalan maju dan masu
Waktu itu, dia mengira target pelakunya adalah dia.Ada orang yang mau menghancurkannya dengan cara seperti ini!Dia bisa membayangkan kalau nanti akan ada sekelompok orang yang melihat aibnya, atau bahkan bakal ada wartawan yang akan menyebarkan hal ini.Dia sudah pasti akan dipermalukan habis-habisan.Dylan bahkan bisa menduga siapa pelakunya.Namun waktu itu dia tidak takut dan hanya pasrah menunggu semuanya.Namun, begitu melihat Celine, dia langsung takut. Di saat yang sama, dia juga menyadari tujuan asli dari jebakan ini.Pelakunya tidak hanya ingin menghancurkan dia, tapi juga Celine!Hidupnya boleh hancur, tapi Celine ... tidak boleh!Dylan melihat Celine, Celine juga mengerti maksudnya. Dylan kembali berkata, "Cepat pergi, cari kakakku!"Celine sudah pernah mengonsumsi obat seperti ini.Saat ini, setelah tenang, dia jadi lebih mengerti apa maksud Dylan.Dylan terkena efek obat itu, sedangkan obat itu dicampur di aroma bunga-bunga di sini."Pergi cari kakakku," tekan Dylan lagi
"Baik."Owen mengiakan lalu berjalan ke sudut di ujung rumah kaca, dia pun melihat Dylan.Dylan masih di bawah efek obat, kesadarannya sudah tipis, tapi dia tetap bisa samar-samar mendengar suara Andreas. "Kakakku ... sudah datang?""Benar, Tuan Muda, Tuan sudah datang.""Kasih tahu kakakku, Celine .... Kita dijebak, nggak ada apa-apa antara aku dan Celine, suruh dia ... " ujar Dylan terburu-buru.Owen jelas ingat dulu di Binara, Dylan justru selalu mencari cara untuk "mendekati" Celine agar Andreas salah paham.Namun kata-kata Dylan sekarang ...."Tuan Muda tenang saja, Tuan akan menjaga Nyonya dengan baik, tapi aku harus membawamu pergi dari sini."Di kediaman ada gedung medis, di ruang kaca ada pintu samping.Owen membantu Dylan berdiri lalu membawanya keluar diam-diam dari pintu samping itu dan menghilang di kegelapan tanpa diketahui siapa pun.Di dalam rumah kaca,Andreas sudah menemukan asal aroma yang bermasalah.Setelah membuang semua bunga yang bermasalah dan kembali ke rumah
Andreas ... jelas-jelas tadi masih di sini, tapi sekarang .... Setelah mencari sekali lagi, dia tetap tidak melihat sosok Andreas."Fera, ada apa denganmu?" Omar merasakan tatapan Fera yang aneh, dia pun bertanya khawatir.Fera sadar kembali.Dia hampir saja bertanya di mana Andreas.Namun, akal sehatnya kembali. Dia langsung sadar kembali dan membuat alasan. "Aku cuma ... terlalu senang."Senang karena dia mengutarakan perasaannya?Omar sangat senang, dia langsung menyerahkan pisau untuk potong kuenya kepada Fera. "Ayo potong kuenya, setelah itu, masih ada satu kejutan untukmu."Fera sama sekali tidak tertarik dengan kejutan itu.Di benaknya masih tetap memikirkan di mana Andreas dan juga Celine ...."Mana Celly? Tadi Celly pergi ganti baju, kenapa sampai sekarang masih belum pulang?"Tiba-tiba terdengar suara seseorang, yaitu Lala yang berdiri di samping Hansen.Di pesta ulang tahun hari ini, dia seperti transparan, semua orang sibuk dengan Celine, dia sudah menduga hal ini. Namun, C
Kediaman Jayadi sangat besar.Semua tamu yang hadir ikut dalam proses pencarian.Begitu Omar berjalan keluar dari hall, sudah ada pembantu yang datang memberi tahu dia, "Tuan, Tuan Muda Dylan ... nggak ada!"Sebelum Omar sempat bereaksi, Fera yang di sebelahnya langsung menunjukkan ekspresi khawatir. "Kak Omar, apa Dylan ... lagi-lagi ...."Maksudnya adalah apakah penyakit Dylan kambuh lagi.Penyakit Dylan adalah rahasia Keluarga Jayadi. Kalau hari ini kambuh lalu di prosesnya dia melakukan sesuatu pada Celine, kondisinya akan semakin serius.Fera sengaja membuat Omar berpikir ke arah sana.Namun, dia tahu kalau "pertunjukan" yang sebenarnya jauh lebih seru dari kambuhnya penyakit Dylan yang membuatnya kembali melukai Celine.Ada orang yang mendengar nama "Dylan" dari mulut Fera.Dylan? Apa Dylan Retno yang merupakan artis top dengan penggemar tak terhitung itu?Dia juga datang menghadiri pesta ini?Sementara Tuan Muda ...."Sudah ketemu? Di sana ada, nggak?""Di sini nggak ada, sudah
Pria menoleh sedikit karena mendengar suara langkah kaki. Namun meski begitu, semua orang tidak mengenalinya.Di wajahnya ada sebuah topeng.Topeng itu menutupi sebagian besar wajah pria itu, ditambah lagi pencahayaan di rumah kaca sangat kurang. Tidak mudah menebuk siapa pria itu!Namun, ada yang mengenali topeng itu."Dylan Retno! Kamu ... " ujar Omar refleks.Begitu menyadari dia tidak seharusnya memanggil nama Dylan dan ingin memperbaiknya, tapi sudah tidak sempat.Semua orang yang hadir mendengarnya.Tadi di luar, mereka sepertinya juga mendengar nama "Dylan Retno".Dylan Retno adalah artis ternama di dunia hiburan. Meski semua tamu di sini adalah pengusaha, mereka tahu Dylan, mungkin pernah melihatnya secara langsung atau di berita.Sosok punggung itu sangat mirip Dylan!Pria ini adalah Dylan Retno, wanita itu ...."Celly." Suara serak itu terdengar sangat yakin.Wanita itu ditutupi secara sempurna, tapi tetap ada yang yakin. Orang itu tidak lain adalah Lala!Hansen pun mengernyi
Pertanyaan Yuni ini adalah pertanyaan semua orang yang ada di sini.Semua orang melihat ke sudut ruangan itu, menunggu ada yang menjawab.Suasana di ruangan sangat hening.Celine merasa sangat lemas, kalau bukan karena pria di depannya menopangnya, saat ini kalaupun tidak ada efek obat, dia juga akan lemas karena ketakutan.Sebelumnya di benaknya hanya ada keinginan untuk mencoba rasa bibir itu, begitu orang-orang itu masuk, akal sehatnya akhirnya kembali sedikit.Suara-suara itu masuk ke telinganya satu per satu.Dia mendengar Lala memanggilnya dengan cemas, mendengar ada orang yang berkata, "Dylan Retno, kamu ...."Dylan?Oh ya, Dylan juga terkena efek obat.Namun, saat ini di depannya, orang yang merangkul pinggangnya, menopang tubuhnya yang lemas dan menutupi sosok menyedihkannya saat ini dengan tubuhnya bukan Dylan, tapi Andreas!Sementara orang yang dia "lecehkan" tadi juga Andreas.Teringat dengan kelakuannya tadi, wajah Celine langsung memanas.Dia tidak menjawab pertanyaan Yun
Babak final dimulai.Peserta babak final naik ke panggung secara bergantian untuk menunjukkan karya mereka.Tiba-tiba, terdengar suara pembawa acara berkata, "Selanjutnya, kami persilakan Tuan Tuvin Sarwen ...."Tuvin Sarwen ....Nama ini masuk ke telinga Celine, membuat Celine membeku sejenak.Data peserta di depannya juga dibalik ke "Tuvin Sarwen".Tunangannya bilang dia tidak akan datang.Dia ... harusnya tidak akan datang?Jelas-jelas sudah memastikan Tuvin itu bukan Andreas, tapi entah kenapa Celine tetap memikirkannya, bahkan dia diam-diam berharap Tuvin bisa muncul di sini.Tidak peduli apakah dia itu Andreas atau bukan."Tuan Tuvin ...." Melihat tidak ada yang naik ke panggung, pembawa acara hendak memanggil lagi, tapi tiba-tiba ada staf yang memberitahunya lewat HT.Pembawa acara pun langsung mengalihkan topik. "Tuan Tuvin tiba-tiba ada urusan, tidak bisa mengikuti babak final ini. Tapi kami percaya Tuan Tuvin yang mencintai desain pasti akan bertemu kita lagi. Kita tetap bisa
Cepat pergi?Di seberang telepon sangat berisik, Sheryn curiga dia salah dengar. "Apa katamu?"Hari ini dia bisa datang karena membayar uang.Apalagi Nicholas ada di sini, dia tidak akan pergi.Namun, suara pria di seberang terdengar semakin tajam. "Cepat pergi dari sana!""Kenapa?" tanya Sheryn kesal."Istriku dan juga keluarganya juga ke sana. Kalian nggak boleh sampai bertemu!" Suara pria itu terdengar sangat tidak sabaran.Jelas terdengar dia takut dengan istrinya.Rasa takut ini pun membuat Sheryn semakin marah.Pria ini adalah menantu Keluarga Tantra, istrinya adalah bibinya Nicholas, keluarga istrinya sudah pasti Keluarga Tantra.Inilah kenapa Sheryn sengaja menggoda dia.Dari Keluarga Tantra tidak hanya Nicholas yang datang?Saat sedang berpikir, Sheryn melihat beberapa wajah yang familier masuk ke lokasi, yaitu orang Keluarga Tantra.Mereka langsung berjalan menghampiri Nicholas.Setelah mereka datang, Nicholas sepertinya sedang memperkenalkan Celine. Meski jaraknya sangat jau
Hilangnya Andreas adalah sebuah rahasia.Namun, Nicholas adalah salah satu dari sedikit orang yang tahu tentang hal ini.Senyuman Celine berubah kaku sejenak, lalu sebuah senyuman pahit muncul. Dia tidak perlu berpura-pura kuat di depan Nicholas."Belum, tapi dia ... ada di Binara.""Kalau ada di Binara, harusnya sedikit lagi bakal ketemu."Celine menoleh lalu bertatapan dengan Nicholas. "Kak Nicholas, nggak usah khawatir, aku nggak apa-apa. Bagaimana denganmu? Belakangan bagaimana kabarnya? Terus Winny, belakangan ... aku nggak sempat memperhatikan dia."Dia sepertinya sudah sangat lama tidak berinisiatif menghubungi Winny. Setiap kali Winny mencarinya, dia juga tidak pernah menanyakan kondisi Winny.Celine merasa sedikit bersalah.Nicholas menyadari perasaan Celine dan segera menjawab, "Winny sangat baik, dia terapi setiap hari, membaik dengan sangat cepat. Sebelum aku pulang ke Binara kali ini, dia berpesan padaku minta fotomu terus kirim ke dia, dia sangat merindukanmu."Celine mer
Benar, asalkan bisa menemukan Andreas, semuanya terbayarkan.Mereka saling menyemangati lewat telepon.Setelah mengakhiri panggilan, Celine melihat jam dan langsung teringat hari ini hari apa.Hari ini babak final Kompetisi Desain Perhiasan Nasional.Beberapa hari ini, dia fokus mencari Andreas, melupakan soal kompetisi ini.Noni juga tidak mengingatkannya.Celine tahu, pasti Hansen yang ada di Mastika yang berpesan pada Noni jangan mengganggu Celine dengan permasalahan kompetisi.Namun hari ini, dia harus hadir.Celine pun menyemangati dirinya.Setelah selesai mandi dan berpakaian, sebelum dia keluar, dia memakai cincin yang diberikan Andreas padanya.Lokasi babak final Kompetisi Desain Perhiasan Nasional ditentukan di tempat yang sama dengan tahun lalu.Pagi-pagi sekali, sudah ada banyak wartawan yang datang.Selain peserta, orang-orang yang boleh masuk adalah para orang berpengaruh di Binara.Sheryn berhasil masuk dan berbaur dengan kerumunan orang.Kalau bukan karena pria yang dia
Seakan-akan dia tidak tertarik sama sekali dengan cincin itu.Sementara kata "bagus" itu juga hanya komentar objektif, atau mungkin diucapkan hanya untuk membuat Lala senang.Lala sangat senang dengan reaksi Andreas ini.Beberapa hari ini, dia terus mengamati Andreas.Kelihatannya cuci otak Gion kali ini sangat sempurna. Andreas tidak jadi gila, juga sepertinya melupakan semua hal yang berhubungan dengan Celine.Bagus sekali!"Kalau begitu, aku mau yang ini. Boleh, 'kan, Kak Tuvin?" Mata Lala dipenuhi dengan cinta.Seperti yang sudah dia duga, Andreas menjawab, "Boleh.""Kalau begitu, aku bungkus cincin pasangan ini," ujar penjaga toko.Namun, baru saja dia selesai bicara, Lala malah berkata, "Nggak mau sepasang, aku cuma mau yang model wanita, yang pria nggak usah.""Tapi ...." Bukannya mereka sepasang kekasih?Cincin ini bukan untuk tunangan atau cincin nikah? Jadi cincin kekasih juga bagus.Lala menyadari reaksi penjaga toko itu.Dia pun terkekeh."Cincin ini memang bagus, tapi ini
Lala sangat puas dengan hadiah yang akan dia berikan ke Celine.Juga sangat puas melihat tampang Andreas yang sempurna di depannya. Melihat jarak mereka yang sangat dekat, dia akhirnya tidak bisa menyembunyikan kesenangan di hatinya."Kak Tuvin ...." Lala tiba-tiba mendekati Andreas.Namun, Andreas malah mundur selangkah.Reaksinya ini jelas adalah refleks.Sejak Andreas sadarkan diri, berapa kali pun Gion mencuci otaknya dan terus memberitahunya kalau Lala adalah tunangannya,bahwa hubungan mereka sangat dekat,setiap kali Lala mau mendekat, Andreas selalu menghindar.Senyuman di wajah Lala jadi kaku, tapi dia segera kembali normal."Kak Tuvin, besok kita sudah mau pergi. Mulai besok, di sanalah rumah kita. Nanti waktu sudah sampai, kamu teruskan sekolahmu, aku bakal menemanimu.""Kak Tuvin, kamu boleh kasih aku sebuah hadiah?"Lala mendongak melihat Andreas, matanya penuh dengan harapan, sama sekali tidak ada hal lain."Boleh." Andreas tidak ada alasan untuk menolak.Lala tahu dia ti
Manajer hotel itu pun menceritakan semua yang terjadi hari itu dengan sangat mendetail.Mendengar ceritanya, hati Celine sangat bergejolak."Berarti benar!"Malam itu bukan mimpi, melainkan Andreas yang asli!"Aku sudah pernah menemuinya."Celine bergumam, bibirnya membentuk sebuah senyuman yang paling tulus dalam dua bulan ini.Dia juga perlahan-lahan semakin bersemangat. Dia melihat ke Albert dan Dylan sambil berkata, "Hari itu aku bertemu dengannya!"Albert dan Dylan saling bertatapan.Meski mereka tidak tahu sebenarnya apa yang terjadi malam itu, mereka percaya dengan Celine.Atau mungkin, Celine dan Andreas tidak hanya pernah bertemu.Andreas bahkan sedang melindungi Celine.Melihat Celine tersenyum, Albert juga ikut tersenyum.Dylan juga menghela napas lega.Dari informasi-informasi ini, mereka sudah bisa membuktikan kalau Andreas baik-baik saja. Hanya masalah waktu ... sampai dia kembali.Sementara hal yang harus dia lakukan sebelum Andreas pulang adalah mengurus Grup Jayadi dan
Selama dua bulan ini, Celine sangat sering memimpikan Andreas.Namun, kebanyakan di mimpinya, sosok Andreas hanya terlihat bagian punggungnya secara samar-samar. Bagaimanapun Celine memanggil dan mengejar Andreas, dia tetap tidak bisa menyentuhnya.Kecuali satu kali itu.Dia memimpikan Albert, melihat wajahnya dengan jelas.Celine bisa merasakan sentuhan Andreas, bahkan detak jantung dan juga napasnya. Semuanya terasa sangat nyata, seakan-akan dia tidak sedang bermimpi, melainkan benar-benar terjadi.Bukan mimpi ....Celine terkejut dengan tebakannya ini.Saat ini, dia seakan-akan menangkap sesuatu, seperti tadi waktu dia berharap Tuvin adalah Andreas.Meski panggilan tadi sudah membuktikan kalau Tuvin bukan Andreas,Celine tetap ingin mencoba menangkap harapan dan petunjuk sekecil apa pun.Sementara mimpi dan juga tempat di mimpinya ada di Hotel Binara."Ke hotel, Hotel Binara." Celine tiba-tiba berdiri.Dia bahkan mau langsung keluar tanpa memakai sepatu.Albert dan Dylan tahu Celine
Semuanya tergantung pada kata-kata Lala.Lala sangat suka dengan rasa di mana semuanya ada di dalam kendalinya."Oh ... oh begitu?" Celine merasa hatinya terasa berat.Seakan-akan ditimpa oleh sesuatu.Sementara wanita di seberang telepon malah terdengar semakin senang. "Iya, kami sudah mau menikah, kamu bakal mendoakan kami, 'kan?"Mendoakan?Celine tidak pernah bertemu "Tuvin", juga tidak pernah bertemu tunangannya.Sepasang orang tidak dikenal akan segera menikah, dia seharusnya mengucapkan selamat.Namun, saat ini, begitu memikirkan mau "mendoakan" mereka, hatinya seakan-akan ditusuk-tusuk, membuatnya kesusahan bernapas."Nona, kamu masih mendengar?"Lala kembali berkata.Dia seakan-akan tidak akan menyerah kalau belum mendapatkan ucapan selamat dari Celine.Terdengar suara napas yang kurang stabil di seberang, Lala pun tersenyum semakin lebar. Dia semakin bertekad mau mendengar ucapan selamat dari Celine.Celine menghirup napas dalam-dalam, dia ingin mengucapkan selamat, tapi mulu