Share

3. Tak Ada Penyesalan

Author: Lucyofheart
last update Last Updated: 2024-12-10 20:38:22

“Maaf aku terlambat bangun.” Kata Alexa sambil merapikan rambutnya yang berantakan, ia segera mengikat rambutnya menjadi satu bagian.

“Apa yang terjadi dengan lehermu Alexa?” Tanya Ester saat melihat penampilan Alexa. Wanita itu langsung saja menyentuh lehernya, ia lupa menutupi lehernya. Hampir saja Alexa melupakan apa yang terjadi padanya tadi malam.

“Tadi malam di kamarku ada binatang kecil dan ini ulahnya, aku tak bisa tidur dibuatnya jadi aku terlambat bangun karena itu.” Alexa mendapat alasan yang tepat saat ini.

“Oh ya? Sebelumnya tidak pernah ada binatang di rumah ini, lebih baik kau bersihkan kembali kamarmu nanti.”

“Baik Ester, apa aku bisa membawa makanannya ke depan sekarang?”

“Sebentar lagi, bawa piring dan gelas ke depan. Untuk pakaianmu nanti akan datang, apa kau yakin akan berpakaian seperti itu?” Tanya Ester dengan tak yakin sambil menilai Alexa.

“Apa ada yang salah?” Tanya Alexa balik sambil ikut melihat dirinya kembali. Wanita itu hanya menggunakan kaos dan celana pendek yang hanya mampu menutupi setengah pahanya. “Apa tidak boleh berpakaian seperti ini?”

“Bukan seperti itu, hanya saja kami tidak pernah berpakaian seperti itu. Mungkin karena kami sudah tua, silahkan dilanjutkan. Aku bisa memahaminya karena kau masih muda.” Alexa segera membawa piring serta gelas ke meja makan dan mulai menatanya. Setelah semua makanan sudah selesai, wanita itu membawanya ke depan. Hampir semua anggota keluarga sudah mulai keluar dari kamar masing-masing dan bergabung di meja makan.

“Apa kau pelayan baru menggantikan Ruth?” Tanya James Howard anak kedua dari Olivia Howard.

“Iya Tuan.” Jawab Alexa dengan ramah.

“Kau bisa memberitahunya kalau kau membutuhkan sesuatu.” Ucap Olivia pada anak bungsunya itu. “Kau sudah tahu tugasmu bukan? Kau juga harus membantu mengurus kedua putraku.” Lanjut Olivia.

“Baik Nyonya.” Balas Alexa sambil menundukkan kepalanya.

“Siapa namamu? Aku lupa menanyakannya tadi malam.” Tanya Calisto Howard, suami dari Olivia Howard.

“Alexa Tuan.” Setelah mengatakan itu Alexa kembali ke belakang untuk mengambil makanan.

Saat ia kembali ke meja makan, Lucas anak sulung di rumah itu juga baru saja turun sehingga pandangan mata Alexa dan Lucas bertemu. Pria itu kaget saat melihat Alexa, walaupun mabuk Lucas mengingat apa yang terjadi tadi malam. Apa lagi saat ia bangun dengan keadaan tidak menggunakan apa-apa. Lucas mengingat dengan jelas perempuan yang tidur dengannya, namun ia tidak tahu siapa saat ia sudah bangun tadi pagi.

“Ada apa dengan lehermu Alexa?” Tanya James membuat Alexa kembali menyentuh lehernya.

“Ada binatang kecil di kamarku dan menggigitku.” Bohong Alexa, wanita itu sedikit melirik Lucas sehingga pandangan keduanya bertemu. Lucas langsung tahu bahwa itu akibat perbuatannya.

“Apa untuk sementara kau mau tidur di kamar atas? Kau bisa memakainya kalau kau mau, masih ada yang kosong.” Usul James, Alexa langsung saja menggelengkan kepalanya.

“Tidak perlu, aku akan membersihkan kamarku nanti.” Setelah memastikan semua makanan sudah tersaji, Alexa mendekati James. “Kau ingin makan apa Tuan?” Tanya Alexa agar dia bisa meletakkan di piring pria itu.

“Roti saja.” Alexa langsung menyiapkan roti untuk pria tersebut. “Jangan memanggilku Tuan, aku tidak setua itu panggil saja James.”

“Jangan, aku ta—“

“Tak apa, anakku yang memintanya ikuti saja.” Potong Olivia, akhirnya Alexa menganggukkan kepalanya.

“Baik James.” Balas Alexa sambil tersenyum.

“Lucas, mungkin kau baru melihatnya. Ini pelayan baru menggantikan Ruth, kalau kau butuh sesuatu kau bisa meminta padanya. Apakah kau tadi malam mabuk? Aku melihat tuxedomu ada di sofa depan.”

“Ya.” Jawab Lucas cuek.

“Aku akan mengambilnya nanti.” Ucap Alexa membuat mata Lucas dan Alexa kembali bertemu. “Kau ingin makan apa Tuan, aku akan me—“

“Aku bisa melakukannya sendiri, kerjakan saja pekerjaanmu yang lain.” Kata Lucas dengan ketus. Alexa sedikit kaget dengan penolakan tersebut, namun Alexa bisa paham dan segera pergi dari sana.

***

Lucas membuka pintu kamarnya dengan kasar lalu menutupnya dengan keras membuat Alexa yang sedang membersihkan tempat tidur kaget terperanjat dan segera berbalik.

“Hah, kau mengagetkanku Tuan. Maaf kalau aku masuk ke dalam kamarmu tanpa memberitahumu, aku pikir kau sudah pergi tadi. Aku akan keluar se—“

“Tetap di sini, aku ingin bicara padamu sebentar.” Kata Lucas dengan dingin, pria itu duduk di salah satu sofa yang ada di sudut ruangan miliknya. “Kemarilah.” Ucap Lucas membuat Alexa mendekat dan berdiri di depan pria itu sambil menundukkan kepalanya.

Wanita itu tidak berani melihat kearah Lucas. Sedangkan pria itu akhirnya menilai Alexa dari atas sampai bawah. Alexa memiliki bentuk tubuh yang bagus, di beberapa bagian membesar dan itu sungguh menggoda. Apa lagi Lucas mengingat apa yang ada di balik pakaian yang digunakan Alexa. Jujur saja tadi malam Lucas menikmati permainan tersebut dan ia menyukai tubuh Alexa.

“Aku ingat apa yang terjadi tadi malam di sini.” Kata Lucas dengan tegas sambil menatap Alexa, wanita itu kaget dan membalas tatapan Lucas.

“Benarkah?” Tanya Alexa tak yakin. Tapi aku tidak mengg—“

“Ya aku tahu.” Potong Lucas dengan cepat, pria itu tahu apa yang ingin di sampaikan oleh Alexa. “Aku mabuk tadi malam, aku tidak sadar. Saat aku mabuk pasti melakukan hal yang gila, tapi apa kau tak masalah? Maksudku, ak—“

“Tak apa Tuan, aku bisa paham. Aku tidak akan mempermasalahkan hal itu. Kau sedang mabuk, kau tidak benar-benar ingin melakukannya bukan? Aku janji tidak akan membahas ini ataupun bilang pada siapapun. Biar saja kita berdua yang tahu atau kau bisa melupakannya, anggap saja tidak ada yang terjadi tadi malam.” Potong Alexa dengan cepat.

“Benarkah?” Tanya Lucas tak yakin. “Jujur aku tidak menyesal melakukannya, kau sangat pintar dan tubuhmu bagus. Aku menginginkannya.” Alexa kaget mendengar hal itu.

“Benarkah? Tapi seharusnya aku tidak melakukan itu, aku hanya pelayan di sini. Aku bisa menghindar tadi malam, tapi aku tidak melakukannya karena aku juga menginginkannya.” Ungkap Alexa dengan jujur juga membuat Lucas kaget mendengarnya.

“Kau bisa merahasiakan ini dari kedua orangtuaku bukan?” Alexa dengan cepat menganggukkan kepalanya.

“Aku janji akan merahasiakan ini, lupakan saja yang terjadi tadi malam Tuan. Aku tidak ak—“

“Kalau aku membutuhkan bantuanmu untuk itu bagaimana? Apakah kau bersedia? Kau tidak marah? Apakah kau mau membantuku?” Alexa membelakkan matanya kaget.

BRAK

“Kau di sini ternyata, aku mencarimu kemana-mana.” Ucap James sambil berjalan mendekati Lucas dan Alexa. “Ada apa? Apa yang terjadi dengan wajah kalian berdua, seperti se—“

“Apa kau bisa mengetuk pintu kamarku sebelum masuk? Jangan sembarangan masuk! Ini kamarku bukan kamarmu! Kau harus punya sopan santun!” Teriak Lucas dengan keras sambil bangkit berdiri.

“Kau ta—“

“Keluar dari kamarku sekarang!” Desis Lucas.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Rna 1122
ujung"nya ntar ribut rebutan alexa
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Terjerat Ranjang Panas Majikanku   4. Ajakan Kembali

    “Ayo keluar.” James menarik tangan Alexa dan membawanya keluar dari kamar Lucas. Pria itu membawa Alexa kini masuk ke dalam kamarnya. “Mungkin kau kaget melihat sikap Lucas, tapi dia memang seperti itu. Dia suka marah dan berteriak, dia dingin pada semua orang. Dia bertahan di rumah ini karena ancaman Daddy, kalau bukan karena itu dia tidak tinggal di rumah ini. Maka rumah ini menjadi tempat singgah saja, dia hanya ada di pagi hari dan pulang tengah malam. Kau harus tahu itu.” Alexa tersenyum kecil menanggapinya, ia tidak tahu mau menjawab apa karena dirinya tak bertanya sama sekali mengenai itu.“Apa kau perlu bantuanku Tuan? Tadi kau mencariku.”“Jangan panggil aku Tuan, tadi sudah kukatakan bukan?” Alexa menghela napasnya.“Maaf aku lupa, baiklah kau perlu sesuatu James?” Koreksi Alexa, James tersenyum senang mendengar Alexa memanggil namanya.“Aku suka seperti itu.” Ungkap James jujur. “Aku ada pertemuan sebentar lagi, aku ingin kau membantuku untuk menyiapkan keperluanku seperti

    Last Updated : 2024-12-10
  • Terjerat Ranjang Panas Majikanku   5. Tertarik

    “Bagaimana hari pertama bekerja di sini?” Tanya Ester saat mereka berada di taman belakang. Ester sedang menyiram bunga, sedangkan Alexa membawakan cemilan untuk wanita paruh baya itu.“Baik, aku suka bekerja di sini. Terima kasih sudah sabar memberitahuku Ester, kau baik.” Ucap Alexa dengan jujur.“Itu sudah menjadi tugasku. Syukurlah kalau kau memang suka bekerja di sini, aku senang mendengarnya. Pekerjaanmu juga bagus, aku suka.” Puji Ester.“Terima kasih Ester.”“Alexa,” Panggil Olivia membuat Alexa berbalik menatap wanita itu.“Iya Nyonya?” Sahut Alexa.“Kau di sini ternyata, aku mencarimu kemana-mana.” Ungkap Olivia jujur.“Ada apa Nyonya mencariku?” Tanya Alexa penasaran.“Tidak apa, aku hanya ingin bertanya bagaimana bekerja di sini apa kau suka?” Alexa tersenyum dan menganggukkan kepalanya.“Aku suka, terima kasih sudah menerimaku.” Ucap Alexa dengan jujur.“Pekerjaanmu juga bagus, aku suka. Anak-anakku juga tidak ada komentar tentangmu, mereka sepertinya suka denganmu. Biasa

    Last Updated : 2024-12-10
  • Terjerat Ranjang Panas Majikanku   6. Nikmat yang Membara

    “Ada perlu apa mencariku Tuan? Apa yang bisa kulakukan?” Tanya Alexa pada Lucas. Wanita itu memilih berdiri jauh dari Lucas.“Mendekatlah, apa aku bau sehingga kau menjauh dariku?” Tanya Lucas dengan sarkas.“Tidak Tuan, aku han—““Mendekatlah.” Kata Lucas dengan nada memerintah, wajah pria itu terlihat serius membuat Alexa sedikit takut. Maka Alexa segera mendekat sesuai dengan keinginan Lucas. “Kenapa kau lama sekali datang?” Desis Lucas, pria itu kini menarik pinggang Alexa agar mendekat padanya. Wanita itu kini menahan napasnya karena jaraknya sangat dekat dengan Lucas.“Ada Ester di sebelah, dia bisa melihat kita seperti ini. Aku tidak mau ji—““Kenapa dengan Ester? Apa ada yang salah dengan yang kita lakukan saat ini?” Tanya Lucas pelan dan mendekatkan bibirnya pada telinga Alexa membuat wanita itu menghindar.“Aku hanya tidak mau dia salah paham dengan kita.” Lucas berdecak.“Aku tidak peduli dengan apa yang dipikirkannya. Tadi kau bertanya apa yang harus kau lakukan bukan?” Al

    Last Updated : 2024-12-24
  • Terjerat Ranjang Panas Majikanku   7. Permintaan yang Gila

    Lucas menahan pinggul Alexa menekankannya lebih dalam dan pria itu menembakkan cairannya ke dalam milik Alexa. Suara deru napas mereka berdua berkejar-kejaran. Alexa jatuh lemas ke dalam dada bidang Lucas. Wanita itu lelah sekali setelah mendapatkan pelepasannya secara berturut-turut.Tetapi hanya sebentar saja Alexa mengambil napas. Hasrat kembali menerjang wanita itu. Alexa mulai bergerak-gerak berusaha mendapatkan kenikmatan dari kepunyaan Lucas yang masih berada di dalam miliknya."Aargghh, Alexaaa." Sekali ini Lucas membiarkan Alexa yang mengejar kenikmatannya sendiri.Lucas tak menyangka kalau Alexa ternyata wanita yang begitu hebat dan liar. Padahal saat mereka melakukannya pertama kali waktu itu Alexa tidak seperti ini. Ia tidak menyangka kalau Alexa bisa seperti ini. Baru Alexalah yang bisa mengimbangi seorang Lucas sampai tak berkutik seperti ini. Lucas saja sampai kewalahan, Alexa memang wanita yang berbeda dari semua wanita yang pernah Lucas kenal.Kedua tangan wanita it

    Last Updated : 2024-12-24
  • Terjerat Ranjang Panas Majikanku   8. "Aku Gila Karenamu"

    “Siapa? Aku tak paham dengan perkataanmu, coba jelaskan padaku.” Lucas bingung ketika mendapat pertanyaan tersebut.“Kau memohon untuk tidak ditinggalkan, siapa yang meninggalkanmu? Kekasihmu? Kau mau aku menjadi kekasihmu, tapi kau sendiri masih punya kekasih? Kau sangat jahat Lucas!” Pria itu langsung saja menahan Alexa yang hendak bangkit itu.“Aku mabuk, aku tak sadar bagaimana aku tahu siapa yang sedang kupikirkan saat itu?” Lucas langsung saja membela dirinya. “Aku terbiasa mengatakan hal yang aneh di saat mabuk, percayalah padaku. Aku tidak mempunyai kekasih, hanya kau satu-satunya yang kuinginkan menjadi kekasih. Aku berani bersumpah jika kau mau aku melakukan hal itu.” Pungkas Lucas dengan tegas.“Kau sedang tidak berbohong bukan? Jika kau ketahuan berbohong, aku tidak akan pernah me

    Last Updated : 2024-12-25
  • Terjerat Ranjang Panas Majikanku   9. Tanda Merah

    Alexa terbangun dari tidurnya, ia segera melihat jam yang ada di dinding. Wanita itu langsung saja bangkit dari turunnya dan turun dari ranjang. Lucas menggeliat karena aksi Alexa itu. Dengan cepat ia memakaikan kembali pakaiannya yang berserakan di lantai. Semuanya sudah tidak sesuai dengan apa yang di rencanakannya.Semuanya gagal karena Lucas terus saja menyerangnya, ia kelelahan dan membuat wanita itu terlambat bangun. Alexasedikit takut, jika ia turun dan ada yang melihatnya. Sebisa mungkin Alexa memperbaiki penampilannya, walaupun sebenernya ia tak yakin.“Kau baru bangun?” Tanya Lucas saat ia membuka matanya sedikit, ia masih mengantuk dan ingin tidur lagi.“Ya, aku terlambat bangun dan ini semua karenamu!” Jawab Alexa dengan ketus. “Jika aku terkena masalah aku akan menyalahkanmu.” Setelah mengatakan i

    Last Updated : 2024-12-26
  • Terjerat Ranjang Panas Majikanku   10. Perjodohan

    “Aku ingin berbicara penting denganmu,” Kata Calisto Howard dengan tegas.“Katakan saja di sini langsung, aku tak punya waktu jika harus melakukannya khusus denganmu di ruang kerjamu. Aku sangat sibuk.” Jawab Lucas dengan dingin, ia mengatakan itu sambil memakan sarapannya. Alexa masih ada di sana membantu yang lainnya.“Kau sudah lama tidak menjalin hubungan dengan seorang wanita dengan serius, aku bahkan lupa kapan kau membawa pulang seorang wanita ke rumah. Apa kau tak punya kekasih yang ingin kau nikahi?” Tanya Calisto langsung membuat Lucas berhenti untuk makan. Bahkan Alexa juga yang sedang menyendokkan ayam ke dalam piring James berhenti. Wanita itu menatap Lucas, namun tidak dengan pria itu.“Itu akan jadi masalahku, aku bisa mengatasinya sendiri. Kau tak perlu terlibat tentang hubunganku dengan

    Last Updated : 2024-12-27
  • Terjerat Ranjang Panas Majikanku   11. Sebuah Pelarian

    “Duduk saja, lanjutkan.” Ucap pria itu dengan memerintah. “Aku yang mengganggumu, aku hanya ingin melihat bagaimana keadaan tanganmu. Apakah tak bermasalah? Jika kau mau aku bisa membawamu ke rumah sakit.” Alexasedikit tertawa mendengarnya.“Aku tidak perlu ke rumah sakit, ini akan membaik setelah di beri salep. Terima kasih atas tawarannya James, tapi kurasa tak perlu. Tenang saja, ini tak parah. Hanya terkena sop bukan air panas. Jika air panas mungkin akan melepuh, ini kasus yang berbeda.” James terkesima dengan Alexa yang tertawa bahkan banyak bicara itu. Pria itu menatap Alexadengan lekat membuat Alexa jadi salah tingkah sendiri.“Kau kenapa? Apa ada yang salah dengan wajahku? Kau menatapku sangat serius.” Tanya Alexa jadi tak enak hati.“Kau sangat cantik jika tertawa seperti tadi aku m

    Last Updated : 2024-12-27

Latest chapter

  • Terjerat Ranjang Panas Majikanku   94. Kehancuran

    “Kate,” pekik Edward terkejut melihat Alexa yang sudah ada di depan pintu apartementnya.Edward melihat mata Alexa yang sembab, keadaanya yang kacau. Lalu Alexa membawa kopernya membuat Edward terkejut.“Kenapa datang malam-malam kayak gini bawa koper? Ada apa?” tanya Edward penasaran.Alexa hanya bisa menangis, lalu Edward segera memeluk Alexa sambil membawakan koper milik Alexa ke dalam. Keduanya masuk dan Edward membawa Alexa untuk duduk di sofa.“Ada apa?” tanya Edward dengan lembut.“Aku sudah katakan semuanya pada Lucas tentang tujuan yang sebenarnya kenapa datang ke rumahnya,” lirih Alexa.“Kenapa begitu cepat?” tanya Edward penasaran.“Tadi saat kita bicara, Yaraline datang dan merekam pembicaraan kita. Rekamannya dikasih ke Lucas dan dia tahu, jadi akhirnya aku menceritakan semuanya. Sudah tak ada alasan lagi untuk berbohong, jadi Lucas sudah tahu semuanya.”“Jadi karena itu sikapnya aneh?”Alexa menganggukkan kepalanya.“Jadi dia mengusirmu dari rumah?” tanya Edward lagi.“A

  • Terjerat Ranjang Panas Majikanku   93. Moment of Truth 5

    “Tidak, kau tak bisa melakukan itu padaku Lucas. Aku tak akan membiarkanmu melakukan itu,” tolak Alexa dengan keras.“Kenapa tak bisa? Kau saja bisa melakukan hal yang kau inginkan, kenapa aku tak bisa? Aku tak akan menahanmu pergi, bukankah kau sangat menginginkan bisa Bersama sahabatmu itu? Aku pikir ini cukup adil untuk kita berdua.”“Anak ini bukan anakmu, ini anakku dengan Edward,” tegas Alexa.Pernyataan itu membuat Lucas tertawa dengan keras.“Jangan terlalu memaksakan kebenaran seperti itu Alexa. Aku tahu bahwa itu anakku, bukan anak pria itu. Jangan mengarangnya seperti itu,” desis Lucas.“Ini benar anak Edward, bukan anakmu. Alasan kenapa aku tak bisa bersamamu adalah karena kebenarannya aku mengandung anak Edward bukan anakmu. Di awal kau tak percaya dengan perkataanku, akhirnya kesempatan itu kami pakai untuk memanfaatkanmu. Aku tak hanya berhubungan denganmu saja, tapi aku juga punya hubungan dengan Edward. Kami sudah lama Bersama, di saat ada Jennifer juga kami Bersama. O

  • Terjerat Ranjang Panas Majikanku   92. Moment of Truth 4

    “Are you kidding?” tanya Alexa dengan sarkas.“Apa yang salah dengan pertanyaanku? Wajar aku bertanya seperti itu, setelah balas dendam apakah kau puas sampai detik ini karena sudah berhasil?” tanya Lucas.“Kau pikir akan ada kata puas setelah sahabatku pergi untuk selamanya? Apakah dia bisa hidup lagi? Tak akan ada kata puas untuk itu. Nyawanya tak akan bisa digantikan oleh apapun,” desis Alexa.“Lalu, kenapa kau melakukan hal ini sampai sejauh ini kalau tahu balas dendam tak akan membuatmu puas?” tanya Lucas lagi.“Lalu apa yang harus kulakukan? Melihatnya hidup dengan Bahagia dan menikmati semuanya? Lalu mencari korban lagi dan melakukan hal yang sama? Dia harus menderita, dia harus merasakan sakit seperti yang dirasakan Jennifer.”“Lalu dengan membuatku menderita, membuatnya kehilangan semua asset akan membuatnya menderita? Kau salah jika itu membuatnya menderita. Mungkin dia marah, mungkin dia kesal. Tapi dia tak peduli dengan itu. Denganku dia tak akan pernah peduli karena dari a

  • Terjerat Ranjang Panas Majikanku   91. Moment of Truth 3

    “Janji apa yang kau punya? Apa yang membuatmu sampai seperti ini? Apa yang sebenarnya terjadi sampai kau melakukan ini padaku? Apa yang belum kau beritahu padaku?” tanya Lucas merasa frustasi.“Kebenaran kenapa aku datang ke rumahmu dan menyamar sebagai pelayan,” jawab Alexa pelan.“Jadi bukan karena ada masalah dengan keluargamu? Bukan karena sedang melarikan diri?” tanya Lucas memastikan dan Alexa menggelengkan kepalanya. “Jadi apa alasan kau masuk ke dalam rumahku?” tanya Lucas penasaran.“Tujuanku satu, mau balas dendam pada Calisto. Aku sudah lama tahu tentang perbuatannya itu, sebelum aku masuk ke dalam rumahmu aku sudah tahu seperti apa Calisto,” tegas Alexa.“Bagaimana bisa kau mengenalnya? Apa sebelumnya kalian punya hubungan?” tanya Lucas.“Tidak, aku tak mengenalnya sebelumnya. Aku juga tak punya hubungan apa-apa dengannya. Tapi aku punya seseorang yang sangat mengenalnya,” lirih Alexa dengan mata yang berkaca-kaca.“Katakan semuanya sekarang, apa yang sebenarnya kau tahu? A

  • Terjerat Ranjang Panas Majikanku   90. Moment of Truth 2

    “Maaf,” lirih Alexa.Setelah terdiam cukup lama hanya kata ‘maaf’ yang bisa dikeluarkan oleh Alexa untuk menjawab semua hal yang dikatakan oleh Lucas barusan.“Kenapa? Kenapa harus seperti itu? Kenapa kau akan pergi meninggalkanku lagi? Apa salahku sampai kau harus melakukan itu? Apa aku ada menyakitimu?” tanya Lucas dengan frustasi.Alexa tak pernah melihat Lucas sampai sefrustasi ini sebelumnya. Waktu ia hilang, ia tak bisa melihat bagaimana kacaunya Lucas. Tapi kali ini ia benar-benar melihat bagaimana Lucas sangat kacau begitu tahu ia mau pergi.“Itu bukan salahmu Lucas, bukan,” tegas Alexa.Alexa tak mau Lucas terus menyalahkan dirinya seperti sebelumnya.“Jadi kenapa kau mau pergi meninggalkanku? Apa alasannya?”“Dari mana kau tahu tentang ini? Apakah Edward yang memberitahu semuanya?” tanya Alexa penasaran.“Apakah itu sangat penting?” tanya Lucas marah. “Apakah sepenting itu untuk tahu dari mana aku tahu tentang kepergianmu ini?” tanya Lucas malas.“Ya, itu sangat penting supay

  • Terjerat Ranjang Panas Majikanku   89. Moment of Truth

    “Hai, kenapa sangat cepat pulangnya?” tanya Alexa terkejut ketika melihat Lucas baru saja masuk ke dalam rumahnya.“Apa aku tak boleh pulang cepat?” tanya Lucas tak bersahabat sambil menatap Edward yang juga ada di sana.“Tapi ini lebih cepat dari biasanya,” jawab Alexa.“Kenapa? Karena kalau aku pulang tak bisa berduaan dengan pria lain?” tanya Lucas sarkas membuat Alexa mengernyitkan keningnya bingung.Alexa merasa aneh dengan sikap Lucas yang tiba-tiba sarkas padanya. Tak ada pelukan hangat, ciuman manis dan sapaan yang menggoda seperti biasanya untuknya. Padahal tadi pagi mereka masih baik-baik saja.“Ada apa denganmu? Apa ada masalah di kantor?” tanya Alexa mencoba mendekati Lucas.Tapi pria itu bergerak mundur dan menghindari Alexa yang mencoba menyentuh lengannya. Lucas memilih duduk di kursi single dan menyandarkan bahunya ke belakang. Ia tak mau duduk di tempat yang sama dengan Alexa.“Kenapa bertanya seperti itu?” tanya Lucas tak suka.“Nada bicaramu aneh, sepertinya moodmu s

  • Terjerat Ranjang Panas Majikanku   88. "Itu bukan salahmu"

    “Kau belum menjawabku Baby, apa maksudnya kau tak sendiri?” tanya Lucas lagi di saat Alexa tak menjawab pertanyaan.“Aku memang tak sendiri. Bukankah aku juga berjuang dengan anakku? Dia juga mau bertahan di sana,” kata Alexa sambil mengelus perutnya.“Anak kita Baby,” koreksi Lucas yang tak suka mendengar Alexa hanya menyebutkan itu anaknya sendiri. Padahal ia turut serta bekerjasama dalam membuat anak mereka. “Apa pria itu bersamamu juga?” tanya Lucas membuat Alexa menoleh.“Pria siapa maksudmu?” tanya Alexa.“Pria yang selalu ada bersamamu itu dan yang mengaku sebagai sahabatmu,” jawab Lucas dengan ogah-ogahan.“Namanya Edward, Lucas. Jangan memanggilnya seperti itu, dia mempunyai nama,” kata Alexa menegur Lucas.“Ya, dia. Apakah kau bersamanya? Kau bilang tak sendiri, maksudmu adalah dia, ‘kan? Kau tak berjuang sendiri karena ada pria itu bersamamu?” tanya Lucas tak suka membuat Alexa menghela napasnya kasar karena tahu mereka akan bertengkar karena Edward.“Aku tak mau membahasny

  • Terjerat Ranjang Panas Majikanku   87. "Aku menginginkan 3"

    Alexa tersenyum mendengarnya, mendapat pujian dari Lucas membuat Alexa senang.“Aku sudah tidak tahan Baby,” lirih Lucas sambil menyesap dan terus bermain di kedua payudara Alexa yang ranum, padat dan besar itu.Puncaknya yang tebal membuat Lucas sangat suka untuk mengulumnya dan bermain di sana.“Ahhh, Lucas. Lakukan apa yang kau inginkan Lucas,” kata Alexa menggoda Lucas yang sudah membuka akses untuk Lucas bisa masuk.Alexa menaikkan kedua kakinya ke atas dan membukanya dengan lebar.“Kau sangat menggoda, Baby,” serak Lucas yang langsung memasukkan kejantanannya ke dalam liang kewanitaan Alexa yang sudah basah.Kali ini Lucas tak melakukan pemanasan dengan lama, karena ia langsung saja memasukkan ke dalam liang yang begitu disukainya itu. Alexa sangat sudah di bakar oleh gairah juga sama seperti Lucas.“Ahhhh, Lucas! Arghhhh Faster please! Akhhh!” erang Alexa membuat suasana menjadi lebih panas.Entah kenapa kali ini Alexa terlihat sangat agresif dari pada sebelumnya. Alexa begitu

  • Terjerat Ranjang Panas Majikanku   86. Kabar Gembira

    “Baby! Aku punya kabar baik untukmu!” teriak Lucas yang datang dengan berlari.Pria itu baru saja pulang dan langsung saja mencari Alexa. Wanita itu yang berada di kamar baru saja selesai mandi terkejut dengan kehadiran Lucas. Alexa duduk di depan meja rias langsung saja dipeluk oleh Lucas.“Kabar baik apa?” tanya Alexa bingung.Lucas berlutut di lantai sambil menggenggam tangan Alexa.“Daddy sudah berhasil ditangkap, rencana kita sudah berhasil. Akhirnya misi kita selesai membawa Daddy mendapatkan hukumnya,” kata Lucas dengan semangat.“Benarkah?” tanya Alexa dengan raut senang dan mata berbinar.“Ya, aku sendiri yang melihatnya langsung. Aku ikut membawa Daddy ditangkap, sekarang kita tak perlu lagi khawatir. Sedikit lagi semuanya selesai, tinggal menunggu putusan maka semuanya selesai. Sakit hatimu dan sakit hatiku akan terbalas, dia tak akan lagi bisa menghirup udara dengan bebas. Aku akan pastikan hukumannya akan sebanding dengan perbuatannya,” tegas Lucas.“Aku tak sabar menanti

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status