Share

5. Tertarik

Penulis: Lucyofheart
last update Terakhir Diperbarui: 2024-12-10 20:41:03

“Bagaimana hari pertama bekerja di sini?” Tanya Ester saat mereka berada di taman belakang. Ester sedang menyiram bunga, sedangkan Alexa membawakan cemilan untuk wanita paruh baya itu.

“Baik, aku suka bekerja di sini. Terima kasih sudah sabar memberitahuku Ester, kau baik.” Ucap Alexa dengan jujur.

“Itu sudah menjadi tugasku. Syukurlah kalau kau memang suka bekerja di sini, aku senang mendengarnya. Pekerjaanmu juga bagus, aku suka.” Puji Ester.

“Terima kasih Ester.”

“Alexa,” Panggil Olivia membuat Alexa berbalik menatap wanita itu.

“Iya Nyonya?” Sahut Alexa.

“Kau di sini ternyata, aku mencarimu kemana-mana.” Ungkap Olivia jujur.

“Ada apa Nyonya mencariku?” Tanya Alexa penasaran.

“Tidak apa, aku hanya ingin bertanya bagaimana bekerja di sini apa kau suka?” Alexa tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

“Aku suka, terima kasih sudah menerimaku.” Ucap Alexa dengan jujur.

“Pekerjaanmu juga bagus, aku suka. Anak-anakku juga tidak ada komentar tentangmu, mereka sepertinya suka denganmu. Biasanya mereka akan berterus terang jika tidak ada yang sesuai. Setelah tiga bulan kau mau lanjut di sini tak apa, kau tak perlu berhenti aku akan menerimamu juga.” Usul Olivia.

“Terima kasih Nyonya, aku akan memikirkan nanti. Apa aku boleh bertanya?” Tanya Alexa.

“Silahkan.” Jawab Olivia.

“Apa aku besok bisa keluar sebentar? Aku ingin bertemu dengan saudaraku sebentar, dia ada masalah aku ingin membantunya. Jika tidak bisa tak apa, aku akan memberitahunya nanti.”

“Ester sudah memberitahumu tentang peraturan di rumah ini bukan? Jadi silahkan jika memang mau keluar, kau punya waktu untuk keluar.” Alexa langsung saja tersenyum.

“Aku ingin memastikannya Nyonya, terima kasih sudah memberikanku izin.”

“Baiklah, kalau kau butuh sesuatu kau bisa mengatakannya pada Ester.”

“Baik Nyonya terima kasih.” Setelah itu Olivia pergi dari sana. “Apa aku boleh beristirahat sebentar Ester? Jika butuh sesuatu kau bisa memanggilku ke kamar.”

“Silahkan, selamat beristirahat.” Alexa pergi dari sana meninggalkan Ester yang melanjutkan pekerjaannya. Sedangkan Alexa ingin memberitahu pada orang yang ingin ia temui besok, bahwa ia bisa untuk bertemu.

***

“Mommy, Alexa sangat pintar. Aku tadi meminta bantuannya untuk memilihkan pakaian untukku ternyata dia tahu apa yang ku inginkan. Bahkan banyak yang memuji penampilanku tadi.” Kata James pada Olivia. Saat ini mereka sedang makan malam dan Alexa sedang menyajikan makanan tersebut di atas meja makan. Kali ini hanya Lucas saja yang tidak ada ikut bergabung makan malam.

“Benarkah? Aku tidak salah menerimanya dan menyuruhnya untuk membantu kalian di atas.” Jawab Olivia. “Terima kasih Alexa sudah membantu anakku.”

“Itu sudah menjadi tugasku Nyonya.” Balas Alexa.

“Terima kasih Alexa, kau sangat hebat. Aku akan mengandalkanmu untuk seterusnya, apa kau bersedia?” Alexa tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.

“Aku akan membantumu.” Jawab Alexa.

“Apa aku juga bisa di bantu dengan Alexa?” Tanya Calisto sambil menaikkan alisnya.

“Kau sudah punya Mommy, Dad.” Jawab James. “Aku belum punya pasangan, maka itu aku mengandalkan Alexa. Jadi silahkan andalkan Mommy, jangan merebut Alexa dariku.” Calisto langsung saja tertawa mendengarnya.

“Ternyata tetap saja di rumah ini kau mempunyai banyak pembela Olivia.” Ucap Calisto dengan tertawa.

“Sudah pasti, kedua anak laki-lakiku harus membela Ibunya. Kau yang melarangku hamil lagi untuk memberimu anak perempuan. Padahal jika punya anak perempuan dia akan ada di pihakmu.”

“Dua anak laki-laki sudah cukup merepotkan untukku. Ini jauh lebih baik, setidaknya jika punya anak perempuan aku harus sangat gila menjaganya.”

“Aku sepertinya masih bisa memberimu anak perempuan jika kau berubah pikiran.” Balas Olivia dengan tersenyum jahil.

“Mommy berhenti, silahkan kalian membahasnya nanti tanpa ada aku di sini.” Potong James, hal itu membuat Calisto tertawa.

“Ada yang cemburu sepertinya.” Sindir Calisto.

Alexa bisa melihat bagaimana interaksi orangtua dan anak itu sangat baik. Keluarga yang hangat pikirnya, sangat berbeda dengan suasana tadi pagi saat ada Lucas di antara mereka. Alexa bahkan sampai berpikir siapa yang diikuti pria itu, karena Alexa bisa melihat bahwa Olivia dan Calisto orang yang baik dan ramah. Sedangkan Lucas pria yang cuek dan dingin.

“Apa yang sedang kau pikirkan Alexa?” Tanya James membuat Alexa terkejut. Padahal ia baru saja sebentar melamun, namun James sudah menyadari hal itu.

“Tak ada James.” Jawab Alexa berbohong.

“Kau berbohong.” Jawab James cepat.

“Hai Lucas, mari ikut makan.” Ajak Calisto saat melihat Lucas yang baru saja datang.

“Ada apa seorang Lucas Howard pulang dengan cepat? Apa ada sesuatu?” Sindir James melihat Lucas datang. Pria itu langsung saja menatap James dengan tajam membuat James diam.

“Ayo bergabung.” Ajak Olivia lagi.

“Aku sudah makan.” Setelah mengatakan itu Lucas langsung saja menatap Alexa. Pandangan keduanya bertemu, namun Alexa langsung saja mengalihkan pandangannya ia enggan lama-lama menatap Lucas.

“Aku akan menunggu di dapur.” Kata Alexa setelah menyelesaikan tugasnya. Alexa langsung saja pergi ke belakang, begitu juga dengan Lucas yang langsung naik ke atas menuju kamarnya.

***

“Apa kau bisa ke kamarku Alexa? Aku membutuhkan bantuanmu.” Ungkap James saat Alexa sedang membersihkan meja makan. Tinggal mereka berdua di sana, Olivia dan Calisto sudah masuk ke dalam kamar.

“Aku akan ke kamarmu setelah ini selesai.” Jawab Alexa.

“Baik, aku akan menunggumu.” James langsung saja naik ke atas. Sedangkan Alexa melanjutkan pekerjaannya. Tak butuh waktu lama untuk James menunggu, karena Alexa kini sudah berada di dalam kamar pria itu.

“Apa yang harus kulakukan?” Tanya Alexa.

“Tadi aku membeli beberapa pakaian, aku ingin kau menatanya dengan baik. Lalu bisakah kau mengubah isi lemariku agar terlihat lebih baik? Sepertinya pakaian di lemari sudah tidak rapi karena aku mengambilnya asal. Aku ingin kau juga menyusunnya sesuai dengan warnanya, apakah bisa? Itu memudahkanku untuk kedepannya memilih.” Alexa tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.

“Boleh, aku akan melakukannya.” Alexa langsung saja berbalik dan membuka lemari James. “Kau bisa menunggu di luar James.” Pria itu duduk di tepi ranjang dan memperhatikan Alexa dari belakang.

“Aku ingin melihatmu bekerja.” Alexa menoleh sebentar melihat pria itu lalu melanjutkan pekerjaannya.

“Kau akan bosan melihatku bekerja.”

“Tidak, karena kau cukup menarik untuk di lihat.” Pria itu benar-benar melihat Alexa yang sedang bekerja itu.

Menurutnya Alexa sangat cantik, apa lagi di saat sedang serius seperti itu. Kini James memperhatikan bentuk tubuh Alexa yang menurutnya sangat bagus. James bangkit berdiri dan mendekati Alexa saat melihat wanita itu kesulitan mengambil pakaian yang terletak di paling atas. Pakaian pelayan yang digunakan oleh Alexa itu kini naik, karena pakaian tersebut seperti dress dan sangat indah melekat di tubuh Alexa.

Pakaian tersebut membuat lekuk tubuh Alexa terbentuk dan hanya menutupi sampai setengah paha wanita itu. Maka saat Alexa menaikkan tangannya ke atas, gaun pelayan itu juga terangkat naik ke atas dan sedikit lagi akan menunjukkan bokong indah milik Alexa. Sebelum hal itu terjadi James membantu Alexa.

“Jika kesulitan mengambilnya, minta bantuanku.” Ucap James tiba-tiba membuat Alexa kaget. Pasalnya pria itu menempelkan tubuhnya pada tubuh Alexa sehingga pria itu berbicara di telinga Alexa. Tidak hanya sampai di situ, James menyentuh bokong indah milik Alexa dengan kepunyaannya. Sehingga Alexa bisa merasakan milik pria itu yang menonjol.

“Ku pikir aku bisa melakukannya.” Balas Alexa dengan terbata. Wanita itu berbalik dan kini mereka sangat dekat. James tersenyum penuh arti lalu menarik tangan Alexa pelan.

“Panggil saja aku nanti.” Kata James sambil meletakkan pakaian yang sudah di ambilnya itu ke tangan Alexa.

Setelah itu James kembali duduk di tepi ranjang dan memperhatikan Alexa yang bekerja. Wanita itu bolak-balik berjalan antara lemari dan sofa yang ada di dalam kamarnya. Alexa akan menatanya di sofa dan meletakkannya di kamar. Saat sudah tersusun ia akan menatanya kembali ke dalam lemari. Pria itu benar-benar tak mengalihkan pandangannya dari tubuh indah milik Alexa.

“Apa kau punya kekasih?” Pertanyaan James membuat Alexa langsung saja berhenti.

“Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu?” Tanya Alexa bingung.

“Aku hanya bertanya saja. Pasti kau sudah punya kekasih, kau cantik pasti banyak yang mau denganmu. Dia sangat beruntung bisa memilikimu.” Alexa bangkit berdiri dan mendekati James.

“Kenapa? Apa yang spesial dariku?” Tanya Alexa sambil melipat tangannya di depan dada. James tersenyum penuh arti lalu ikut bangkit berdiri dan mendekati Alexa.

“Kau cantik, sangat cantik.” Puji James. “Dia tidak akan pernah bosan saat melihatmu setiap hari.” James mengelus pipi Alexa pelan sambil tersenyum. “Pasti banyak laki-laki yang menginginkanmu bukan?” Tanya James sambil menatap bibir ranum milik wanita itu.

“Aku tidak tahu.” Jawab Alexa pelan, ia bingung mau bersikap bagaimana. Wanita itu terlalu kaget dengan James yang mendekatinya dan bersikap seperti itu.

“Aku sangat yakin pasti banyak yang menginginkanmu. Selain cantik kau juga sexy, kau sangat menggoda Alexa. Apa kau tidak tahu tentang itu?” Kini James sudah menyentuh bibirnya dan mengelusnya pelan. Tangan James satu lagi kini menarik pinggang Alexa agar mendekat padanya. Kini keduanya semakin dekat, hanya berjarak beberapa sentimeter saja.

“Benarkah? Apa aku seperti itu?” James tersenyum lalu menganggukkan kepalanya pelan.

“Kau juga pintar, satu lagi kau sangat wangi dan menggoda Alexa.” Kini James mengatakan hal itu di telinga Alexa membuat wanita itu menahan napasnya. “Tetaplah seperti ini, aku suka denganmu yang seperti ini.” Ungkap James jujur. Terakhir James mengecup pipi Alexa tanpa mengatakan apapun.

“Aku pergi sebentar, terima kasih sudah mau membantuku Alexa.” Ucap James dengan tersenyum.

Setelah itu James keluar dari kamarnya dan meninggalkan Alexa. Selepas James pergi, Alexa menghela napasnya kasar. Akhirnya ia bisa bernapas dengan lega, wanita itu tak menyangka kalau James ternyata cukup berani mendekatinya. Baik itu Lucas maupun James secara terus terang mendekatinya membuat Alexa dilanda kebingungan.

“Alexa,” Wanita itu terkejut saat pintu terbuka tiba-tiba dan ada yang memanggil namanya. Karena Alexa sedang sibuk dengan pikirannya sendiri tadi.

“Kau mengejutkanku Ester.” Pekik Alexa kaget, ia bahkan memegang dadanya.

“Maafkan aku sudah mengejutkanmu. Aku mencarimu dari tadi, ternyata kau ada di sini. Aku tidak tahu kau sedang bekerja, Tuan James yang mengatakannya padaku tadi. Tuan Lucas mencarimu, dia memintamu untuk datang ke kamarnya.”

“Bisakah kau katakan pada Tuan Lucas aku akan datang sebentar lagi. Setelah menyelesaikan pekerjaan ini, aku akan kesana. Tuan James memintaku merapikannya, aku akan melakukannya dengan cepat.”

“Aku saja yang melanjutkan, Tuan Lucas tak suka menunggu lama. Dia akan marah jika tidak sesuai dengan yang diinginkan. Kau harus paham itu, Tuan Lucas dan Tuan James sangat berbeda. Mungkin kau nanti akan mengerti, cepat pergi ke kamar Tuan Lucas sekarang.”

“Kau yakin ingin melanjutkannya Ester?” Wanita paruh baya itu menganggukkan kepalanya.

“Baiklah, terima kasih sudah membantuku Ester. Tinggal di masukkan saja ke dalam lemari, aku sudah menyusunnya berdasarkan warna.”

“Oke, cepat pergi.” Perintah Ester, wanita itu sangat serius dan bahkan napasnya juga tak beraturan.

Alexa bisa bayangkan bagaimana Ester dari tadi mencarinya dengan berlari. Kenapa semua orang sepertinya sangat takut dengan Lucas? Bahkan tadi saat di meja makan, James saja langsung diam saat di tatap oleh Lucas. Hal itu membuat Alexa jadi penasaran dengan sosok Lucas. Alexa langsung saja pergi menuju kamar Lucas, namun pria itu kini sudah menunggunya di depan kamar membuat langkah Alexa melambat.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Rna 1122
ini saudara kayaknya sama" mesum juga
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

  • Terjerat Ranjang Panas Majikanku   6. Nikmat yang Membara

    “Ada perlu apa mencariku Tuan? Apa yang bisa kulakukan?” Tanya Alexa pada Lucas. Wanita itu memilih berdiri jauh dari Lucas.“Mendekatlah, apa aku bau sehingga kau menjauh dariku?” Tanya Lucas dengan sarkas.“Tidak Tuan, aku han—““Mendekatlah.” Kata Lucas dengan nada memerintah, wajah pria itu terlihat serius membuat Alexa sedikit takut. Maka Alexa segera mendekat sesuai dengan keinginan Lucas. “Kenapa kau lama sekali datang?” Desis Lucas, pria itu kini menarik pinggang Alexa agar mendekat padanya. Wanita itu kini menahan napasnya karena jaraknya sangat dekat dengan Lucas.“Ada Ester di sebelah, dia bisa melihat kita seperti ini. Aku tidak mau ji—““Kenapa dengan Ester? Apa ada yang salah dengan yang kita lakukan saat ini?” Tanya Lucas pelan dan mendekatkan bibirnya pada telinga Alexa membuat wanita itu menghindar.“Aku hanya tidak mau dia salah paham dengan kita.” Lucas berdecak.“Aku tidak peduli dengan apa yang dipikirkannya. Tadi kau bertanya apa yang harus kau lakukan bukan?” Al

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-24
  • Terjerat Ranjang Panas Majikanku   7. Permintaan yang Gila

    Lucas menahan pinggul Alexa menekankannya lebih dalam dan pria itu menembakkan cairannya ke dalam milik Alexa. Suara deru napas mereka berdua berkejar-kejaran. Alexa jatuh lemas ke dalam dada bidang Lucas. Wanita itu lelah sekali setelah mendapatkan pelepasannya secara berturut-turut.Tetapi hanya sebentar saja Alexa mengambil napas. Hasrat kembali menerjang wanita itu. Alexa mulai bergerak-gerak berusaha mendapatkan kenikmatan dari kepunyaan Lucas yang masih berada di dalam miliknya."Aargghh, Alexaaa." Sekali ini Lucas membiarkan Alexa yang mengejar kenikmatannya sendiri.Lucas tak menyangka kalau Alexa ternyata wanita yang begitu hebat dan liar. Padahal saat mereka melakukannya pertama kali waktu itu Alexa tidak seperti ini. Ia tidak menyangka kalau Alexa bisa seperti ini. Baru Alexalah yang bisa mengimbangi seorang Lucas sampai tak berkutik seperti ini. Lucas saja sampai kewalahan, Alexa memang wanita yang berbeda dari semua wanita yang pernah Lucas kenal.Kedua tangan wanita it

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-24
  • Terjerat Ranjang Panas Majikanku   8. "Aku Gila Karenamu"

    “Siapa? Aku tak paham dengan perkataanmu, coba jelaskan padaku.” Lucas bingung ketika mendapat pertanyaan tersebut.“Kau memohon untuk tidak ditinggalkan, siapa yang meninggalkanmu? Kekasihmu? Kau mau aku menjadi kekasihmu, tapi kau sendiri masih punya kekasih? Kau sangat jahat Lucas!” Pria itu langsung saja menahan Alexa yang hendak bangkit itu.“Aku mabuk, aku tak sadar bagaimana aku tahu siapa yang sedang kupikirkan saat itu?” Lucas langsung saja membela dirinya. “Aku terbiasa mengatakan hal yang aneh di saat mabuk, percayalah padaku. Aku tidak mempunyai kekasih, hanya kau satu-satunya yang kuinginkan menjadi kekasih. Aku berani bersumpah jika kau mau aku melakukan hal itu.” Pungkas Lucas dengan tegas.“Kau sedang tidak berbohong bukan? Jika kau ketahuan berbohong, aku tidak akan pernah me

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-25
  • Terjerat Ranjang Panas Majikanku   9. Tanda Merah

    Alexa terbangun dari tidurnya, ia segera melihat jam yang ada di dinding. Wanita itu langsung saja bangkit dari turunnya dan turun dari ranjang. Lucas menggeliat karena aksi Alexa itu. Dengan cepat ia memakaikan kembali pakaiannya yang berserakan di lantai. Semuanya sudah tidak sesuai dengan apa yang di rencanakannya.Semuanya gagal karena Lucas terus saja menyerangnya, ia kelelahan dan membuat wanita itu terlambat bangun. Alexasedikit takut, jika ia turun dan ada yang melihatnya. Sebisa mungkin Alexa memperbaiki penampilannya, walaupun sebenernya ia tak yakin.“Kau baru bangun?” Tanya Lucas saat ia membuka matanya sedikit, ia masih mengantuk dan ingin tidur lagi.“Ya, aku terlambat bangun dan ini semua karenamu!” Jawab Alexa dengan ketus. “Jika aku terkena masalah aku akan menyalahkanmu.” Setelah mengatakan i

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-26
  • Terjerat Ranjang Panas Majikanku   10. Perjodohan

    “Aku ingin berbicara penting denganmu,” Kata Calisto Howard dengan tegas.“Katakan saja di sini langsung, aku tak punya waktu jika harus melakukannya khusus denganmu di ruang kerjamu. Aku sangat sibuk.” Jawab Lucas dengan dingin, ia mengatakan itu sambil memakan sarapannya. Alexa masih ada di sana membantu yang lainnya.“Kau sudah lama tidak menjalin hubungan dengan seorang wanita dengan serius, aku bahkan lupa kapan kau membawa pulang seorang wanita ke rumah. Apa kau tak punya kekasih yang ingin kau nikahi?” Tanya Calisto langsung membuat Lucas berhenti untuk makan. Bahkan Alexa juga yang sedang menyendokkan ayam ke dalam piring James berhenti. Wanita itu menatap Lucas, namun tidak dengan pria itu.“Itu akan jadi masalahku, aku bisa mengatasinya sendiri. Kau tak perlu terlibat tentang hubunganku dengan

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-27
  • Terjerat Ranjang Panas Majikanku   11. Sebuah Pelarian

    “Duduk saja, lanjutkan.” Ucap pria itu dengan memerintah. “Aku yang mengganggumu, aku hanya ingin melihat bagaimana keadaan tanganmu. Apakah tak bermasalah? Jika kau mau aku bisa membawamu ke rumah sakit.” Alexasedikit tertawa mendengarnya.“Aku tidak perlu ke rumah sakit, ini akan membaik setelah di beri salep. Terima kasih atas tawarannya James, tapi kurasa tak perlu. Tenang saja, ini tak parah. Hanya terkena sop bukan air panas. Jika air panas mungkin akan melepuh, ini kasus yang berbeda.” James terkesima dengan Alexa yang tertawa bahkan banyak bicara itu. Pria itu menatap Alexadengan lekat membuat Alexa jadi salah tingkah sendiri.“Kau kenapa? Apa ada yang salah dengan wajahku? Kau menatapku sangat serius.” Tanya Alexa jadi tak enak hati.“Kau sangat cantik jika tertawa seperti tadi aku m

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-27
  • Terjerat Ranjang Panas Majikanku   12. Ketahuan

    Alexa mengintip keadaan pos penjagaan depan yang sedang kosong, wanita itu tahu kapan pos depan kosong karena harus keliling untuk mengontrol. Alexa yang mempunyai kunci cadangan hasil duplikat memakaikan kesempaatn itu untuk membuka gerbang depan agar ia bisa masuk. Dengan perlahan wanita membukanya agar tidak menimbulkan suara.Begitu berhasil dengan cepat wanita itu masuk lalu menguncinya kembali. Dengan jalan mengendap-endap wanita itu masuk ke dalam rumah dengan kunci yang dimiliknya juga. Begitu masuk keadaan ruangan tersebut jelas gelap. Sebisa mungkin Alexa berjalan dengan sangat hati-hati agar tidak menabrak apapun.Ia berjalan menuju kamarnya yang ada di belakang. Namun ketika sudah setengah jalan wanita itu ingat bahwa ia tidak lagi tidur di kamar belakang. Maka Alexa kembali ke depan untuk naik tangga menuju kamarnya. Alexa dengan sangat hati-hati agar tidak ketahuan ba

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-28
  • Terjerat Ranjang Panas Majikanku   13. Sikap Lucas

    “Hah, kau mengkagetkanku Lucas!” Protes Alexa saat wanita itu keluar kamar namun ada Lucas yang berdiri di depan kamarnya dengan lampu yang belum menyala. “Kenapa kau sudah bangun jam segini?” Tanya wanita itu penasaran.“Aku hanya tak bisa lagi tidur. Apa kau mau ke bawah?” Alexa menganggukkan kepalanya.“Ini sudah jadwalnya aku ke bawah, mau ku buatkan sesuatu untuk membantumu bisa tidur kembali? Kau juga baru tidur beberapa jam sama sepertiku.”“Bagaimana kalau kau menemaniku saja? Mungkin itu akan membantuku untuk bisa tidur kembali. Alexa menghela napasnya panjang lalu menggelengkan kepalanya.“Maaf Lucas, aku tak bisa. Itu akan membuat orang curiga padaku, aku yakin ini saja aku akan ditegur oleh Ester karena tadi malam pulang lama. Kau mau aku

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-29

Bab terbaru

  • Terjerat Ranjang Panas Majikanku   94. Kehancuran

    “Kate,” pekik Edward terkejut melihat Alexa yang sudah ada di depan pintu apartementnya.Edward melihat mata Alexa yang sembab, keadaanya yang kacau. Lalu Alexa membawa kopernya membuat Edward terkejut.“Kenapa datang malam-malam kayak gini bawa koper? Ada apa?” tanya Edward penasaran.Alexa hanya bisa menangis, lalu Edward segera memeluk Alexa sambil membawakan koper milik Alexa ke dalam. Keduanya masuk dan Edward membawa Alexa untuk duduk di sofa.“Ada apa?” tanya Edward dengan lembut.“Aku sudah katakan semuanya pada Lucas tentang tujuan yang sebenarnya kenapa datang ke rumahnya,” lirih Alexa.“Kenapa begitu cepat?” tanya Edward penasaran.“Tadi saat kita bicara, Yaraline datang dan merekam pembicaraan kita. Rekamannya dikasih ke Lucas dan dia tahu, jadi akhirnya aku menceritakan semuanya. Sudah tak ada alasan lagi untuk berbohong, jadi Lucas sudah tahu semuanya.”“Jadi karena itu sikapnya aneh?”Alexa menganggukkan kepalanya.“Jadi dia mengusirmu dari rumah?” tanya Edward lagi.“A

  • Terjerat Ranjang Panas Majikanku   93. Moment of Truth 5

    “Tidak, kau tak bisa melakukan itu padaku Lucas. Aku tak akan membiarkanmu melakukan itu,” tolak Alexa dengan keras.“Kenapa tak bisa? Kau saja bisa melakukan hal yang kau inginkan, kenapa aku tak bisa? Aku tak akan menahanmu pergi, bukankah kau sangat menginginkan bisa Bersama sahabatmu itu? Aku pikir ini cukup adil untuk kita berdua.”“Anak ini bukan anakmu, ini anakku dengan Edward,” tegas Alexa.Pernyataan itu membuat Lucas tertawa dengan keras.“Jangan terlalu memaksakan kebenaran seperti itu Alexa. Aku tahu bahwa itu anakku, bukan anak pria itu. Jangan mengarangnya seperti itu,” desis Lucas.“Ini benar anak Edward, bukan anakmu. Alasan kenapa aku tak bisa bersamamu adalah karena kebenarannya aku mengandung anak Edward bukan anakmu. Di awal kau tak percaya dengan perkataanku, akhirnya kesempatan itu kami pakai untuk memanfaatkanmu. Aku tak hanya berhubungan denganmu saja, tapi aku juga punya hubungan dengan Edward. Kami sudah lama Bersama, di saat ada Jennifer juga kami Bersama. O

  • Terjerat Ranjang Panas Majikanku   92. Moment of Truth 4

    “Are you kidding?” tanya Alexa dengan sarkas.“Apa yang salah dengan pertanyaanku? Wajar aku bertanya seperti itu, setelah balas dendam apakah kau puas sampai detik ini karena sudah berhasil?” tanya Lucas.“Kau pikir akan ada kata puas setelah sahabatku pergi untuk selamanya? Apakah dia bisa hidup lagi? Tak akan ada kata puas untuk itu. Nyawanya tak akan bisa digantikan oleh apapun,” desis Alexa.“Lalu, kenapa kau melakukan hal ini sampai sejauh ini kalau tahu balas dendam tak akan membuatmu puas?” tanya Lucas lagi.“Lalu apa yang harus kulakukan? Melihatnya hidup dengan Bahagia dan menikmati semuanya? Lalu mencari korban lagi dan melakukan hal yang sama? Dia harus menderita, dia harus merasakan sakit seperti yang dirasakan Jennifer.”“Lalu dengan membuatku menderita, membuatnya kehilangan semua asset akan membuatnya menderita? Kau salah jika itu membuatnya menderita. Mungkin dia marah, mungkin dia kesal. Tapi dia tak peduli dengan itu. Denganku dia tak akan pernah peduli karena dari a

  • Terjerat Ranjang Panas Majikanku   91. Moment of Truth 3

    “Janji apa yang kau punya? Apa yang membuatmu sampai seperti ini? Apa yang sebenarnya terjadi sampai kau melakukan ini padaku? Apa yang belum kau beritahu padaku?” tanya Lucas merasa frustasi.“Kebenaran kenapa aku datang ke rumahmu dan menyamar sebagai pelayan,” jawab Alexa pelan.“Jadi bukan karena ada masalah dengan keluargamu? Bukan karena sedang melarikan diri?” tanya Lucas memastikan dan Alexa menggelengkan kepalanya. “Jadi apa alasan kau masuk ke dalam rumahku?” tanya Lucas penasaran.“Tujuanku satu, mau balas dendam pada Calisto. Aku sudah lama tahu tentang perbuatannya itu, sebelum aku masuk ke dalam rumahmu aku sudah tahu seperti apa Calisto,” tegas Alexa.“Bagaimana bisa kau mengenalnya? Apa sebelumnya kalian punya hubungan?” tanya Lucas.“Tidak, aku tak mengenalnya sebelumnya. Aku juga tak punya hubungan apa-apa dengannya. Tapi aku punya seseorang yang sangat mengenalnya,” lirih Alexa dengan mata yang berkaca-kaca.“Katakan semuanya sekarang, apa yang sebenarnya kau tahu? A

  • Terjerat Ranjang Panas Majikanku   90. Moment of Truth 2

    “Maaf,” lirih Alexa.Setelah terdiam cukup lama hanya kata ‘maaf’ yang bisa dikeluarkan oleh Alexa untuk menjawab semua hal yang dikatakan oleh Lucas barusan.“Kenapa? Kenapa harus seperti itu? Kenapa kau akan pergi meninggalkanku lagi? Apa salahku sampai kau harus melakukan itu? Apa aku ada menyakitimu?” tanya Lucas dengan frustasi.Alexa tak pernah melihat Lucas sampai sefrustasi ini sebelumnya. Waktu ia hilang, ia tak bisa melihat bagaimana kacaunya Lucas. Tapi kali ini ia benar-benar melihat bagaimana Lucas sangat kacau begitu tahu ia mau pergi.“Itu bukan salahmu Lucas, bukan,” tegas Alexa.Alexa tak mau Lucas terus menyalahkan dirinya seperti sebelumnya.“Jadi kenapa kau mau pergi meninggalkanku? Apa alasannya?”“Dari mana kau tahu tentang ini? Apakah Edward yang memberitahu semuanya?” tanya Alexa penasaran.“Apakah itu sangat penting?” tanya Lucas marah. “Apakah sepenting itu untuk tahu dari mana aku tahu tentang kepergianmu ini?” tanya Lucas malas.“Ya, itu sangat penting supay

  • Terjerat Ranjang Panas Majikanku   89. Moment of Truth

    “Hai, kenapa sangat cepat pulangnya?” tanya Alexa terkejut ketika melihat Lucas baru saja masuk ke dalam rumahnya.“Apa aku tak boleh pulang cepat?” tanya Lucas tak bersahabat sambil menatap Edward yang juga ada di sana.“Tapi ini lebih cepat dari biasanya,” jawab Alexa.“Kenapa? Karena kalau aku pulang tak bisa berduaan dengan pria lain?” tanya Lucas sarkas membuat Alexa mengernyitkan keningnya bingung.Alexa merasa aneh dengan sikap Lucas yang tiba-tiba sarkas padanya. Tak ada pelukan hangat, ciuman manis dan sapaan yang menggoda seperti biasanya untuknya. Padahal tadi pagi mereka masih baik-baik saja.“Ada apa denganmu? Apa ada masalah di kantor?” tanya Alexa mencoba mendekati Lucas.Tapi pria itu bergerak mundur dan menghindari Alexa yang mencoba menyentuh lengannya. Lucas memilih duduk di kursi single dan menyandarkan bahunya ke belakang. Ia tak mau duduk di tempat yang sama dengan Alexa.“Kenapa bertanya seperti itu?” tanya Lucas tak suka.“Nada bicaramu aneh, sepertinya moodmu s

  • Terjerat Ranjang Panas Majikanku   88. "Itu bukan salahmu"

    “Kau belum menjawabku Baby, apa maksudnya kau tak sendiri?” tanya Lucas lagi di saat Alexa tak menjawab pertanyaan.“Aku memang tak sendiri. Bukankah aku juga berjuang dengan anakku? Dia juga mau bertahan di sana,” kata Alexa sambil mengelus perutnya.“Anak kita Baby,” koreksi Lucas yang tak suka mendengar Alexa hanya menyebutkan itu anaknya sendiri. Padahal ia turut serta bekerjasama dalam membuat anak mereka. “Apa pria itu bersamamu juga?” tanya Lucas membuat Alexa menoleh.“Pria siapa maksudmu?” tanya Alexa.“Pria yang selalu ada bersamamu itu dan yang mengaku sebagai sahabatmu,” jawab Lucas dengan ogah-ogahan.“Namanya Edward, Lucas. Jangan memanggilnya seperti itu, dia mempunyai nama,” kata Alexa menegur Lucas.“Ya, dia. Apakah kau bersamanya? Kau bilang tak sendiri, maksudmu adalah dia, ‘kan? Kau tak berjuang sendiri karena ada pria itu bersamamu?” tanya Lucas tak suka membuat Alexa menghela napasnya kasar karena tahu mereka akan bertengkar karena Edward.“Aku tak mau membahasny

  • Terjerat Ranjang Panas Majikanku   87. "Aku menginginkan 3"

    Alexa tersenyum mendengarnya, mendapat pujian dari Lucas membuat Alexa senang.“Aku sudah tidak tahan Baby,” lirih Lucas sambil menyesap dan terus bermain di kedua payudara Alexa yang ranum, padat dan besar itu.Puncaknya yang tebal membuat Lucas sangat suka untuk mengulumnya dan bermain di sana.“Ahhh, Lucas. Lakukan apa yang kau inginkan Lucas,” kata Alexa menggoda Lucas yang sudah membuka akses untuk Lucas bisa masuk.Alexa menaikkan kedua kakinya ke atas dan membukanya dengan lebar.“Kau sangat menggoda, Baby,” serak Lucas yang langsung memasukkan kejantanannya ke dalam liang kewanitaan Alexa yang sudah basah.Kali ini Lucas tak melakukan pemanasan dengan lama, karena ia langsung saja memasukkan ke dalam liang yang begitu disukainya itu. Alexa sangat sudah di bakar oleh gairah juga sama seperti Lucas.“Ahhhh, Lucas! Arghhhh Faster please! Akhhh!” erang Alexa membuat suasana menjadi lebih panas.Entah kenapa kali ini Alexa terlihat sangat agresif dari pada sebelumnya. Alexa begitu

  • Terjerat Ranjang Panas Majikanku   86. Kabar Gembira

    “Baby! Aku punya kabar baik untukmu!” teriak Lucas yang datang dengan berlari.Pria itu baru saja pulang dan langsung saja mencari Alexa. Wanita itu yang berada di kamar baru saja selesai mandi terkejut dengan kehadiran Lucas. Alexa duduk di depan meja rias langsung saja dipeluk oleh Lucas.“Kabar baik apa?” tanya Alexa bingung.Lucas berlutut di lantai sambil menggenggam tangan Alexa.“Daddy sudah berhasil ditangkap, rencana kita sudah berhasil. Akhirnya misi kita selesai membawa Daddy mendapatkan hukumnya,” kata Lucas dengan semangat.“Benarkah?” tanya Alexa dengan raut senang dan mata berbinar.“Ya, aku sendiri yang melihatnya langsung. Aku ikut membawa Daddy ditangkap, sekarang kita tak perlu lagi khawatir. Sedikit lagi semuanya selesai, tinggal menunggu putusan maka semuanya selesai. Sakit hatimu dan sakit hatiku akan terbalas, dia tak akan lagi bisa menghirup udara dengan bebas. Aku akan pastikan hukumannya akan sebanding dengan perbuatannya,” tegas Lucas.“Aku tak sabar menanti

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status