Share

Bertemu Lagi

Author: Mommykai22
last update Last Updated: 2025-03-20 10:11:05

Enam tahun kemudian.

Hari ini mungkin adalah hari terbaik bagi Patra karena akhirnya ia mulai bekerja juga. Dari puluhan lamaran kerja yang ia sebar, ada 18 perusahaan yang memanggilnya interview, tapi semuanya gagal dan Patra ditolak. 

Perusahaan ini adalah perusahaan ke-19 tempat ia diinterview dan akhirnya ia diterima. 

Patra pun berdiri memandang gedung bertingkat di hadapannya itu dengan takjub. Akhirnya, impiannya untuk bekerja di perusahaan besar pun terwujud. 

Beberapa tahun terakhir adalah tahun-tahun yang sangat berat bagi Patra. Berjuang menyembuhkan diri dari depresi, lalu mengejar beasiswa dan menyelesaikan kuliahnya sebagai lulusan terbaik, tapi hanya bekerja sebagai pegawai toko dengan gaji di bawah UMR, beban kerja berat, dan tanggung jawab yang tidak kunjung berkurang. 

Namun, semua itu belum seberapa dibandingkan luka enam tahun lalu, kenangan yang selalu menghantuinya.

Nero Hadiwijaya.

Hanya dengan mengingat namanya, tubuh Patra menegang. Rasa trauma itu seolah mampu menghisap seluruh tenaganya, dan membuat pikiran serta tubuhnya lumpuh seketika.

Terkadang Patra berpikir apa salahnya? Ia hanya seorang wanita yang jatuh cinta pada seorang pria.

Namun, mungkin pria yang ia cintai adalah pria yang salah sampai ia harus melalui takdir yang begitu kejam.

Pelecehan yang dilakukan oleh anak buah ibu Nero malam itu meninggalkan luka yang mendalam bagi Patra, apalagi saat itu Patra hanyalah seorang gadis remaja labil berumur 18 tahun. 

Ayah dan ibu Patra juga mengamuk waktu itu dan melapor pada polisi, namun tidak ada hasilnya. Sekali lagi, uang mengalahkan segalanya. Uang membuat martabat keluarga Patra terus direndahkan.

Bahkan mungkin orang dengan status sosial seperti keluarga mereka seolah tidak pantas untuk mendapatkan keadilan. 

Kehancuran Patra tidak berhenti sampai itu saja karena ia harus kehilangan sang ibu tercinta karena sakit keras. 

Patra benar-benar merasakan titik terendahnya saat itu. Namun, ia ingat pesan mendiang ibunya sebelum meninggal agar tidak menyerah dan bangkit untuk keluarga tercinta. Pesan terakhir ini yang membuatnya bangkit dari keterpurukan dan bekerja lebih keras demi adiknya yang masih butuh biaya kuliah dan pengobatan ayahnya yang sakit-sakitan. 

Seketika hatinya kembali kelabu, apalagi menatap plang Nero Company, nama perusahaannya sama dengan nama pria itu dan membuat jantung Patra memacu kencang. 

"Kau sudah mencari tahu semuanya dan tidak ada hubungannya dengan keluarga Hadiwijaya kan? Ya, nama Nero Company hanya kebetulan. Nama Nero juga ada sangat banyak di dunia ini. Jadi jangan banyak berpikir!" Patra mengangguk menyemangati dirinya. 

"Patra!" 

Suara seorang wanita tiba-tiba terdengar memanggilnya. Sontak Patra menoleh dan senyuman Patra pun mengembang saat mengenali wanita muda bernama Selly. 

Mereka bertemu saat bersama-sama interview kerja dan melewati beberapa tes bersama juga. Dan dalam waktu yang singkat itu, mereka pun berteman baik. 

Selly terus melambaikan tangannya sambil berlari menghampiri Patra dengan senyum sumringahnya.

Patra dan Selly bergabung dengan para karyawan baru yang diterima dan mereka pun dibagi berdasar divisinya masing-masing. 

Selly masih memekik senang mendapati dirinya yang ditempatkan di bagian pengembangan proyek, namun saat tiba bagian Patra, apa yang dikatakan oleh manager HRD pun membuat Patra dan Selly mendadak kehilangan senyumnya. 

"Apa? Cleaning ... service?" lirih Patra yang separuh jiwanya sudah melayang entah ke mana. 

"Eh, maaf ... Anda pasti salah, Bu. Aku dan Patra melamar kerja di sini dan diterima sebagai karyawan admin untuk managemen baru. Mengapa mendadak sekarang Patra harus menjadi cleaning service?" seloroh Selly yang juga begitu syok dan tidak terima.

"Ini sudah keputusan dari pimpinan. Kami menerima banyak orang, tapi kami juga melihat backgroundnya untuk menentukan dia pantas di posisi mana," kata manager HRD menjelaskan. 

"Tapi pasti ada yang salah, Bu! Lihatlah CV Patra! Dia lulusan terbaik di kampusnya! Nilainya juga sangat bagus! Apa tidak salah menjadikannya cleaning service?" Nada bicara Selly pun meninggi. 

"Pengalaman kerjanya hanya pelayan toko yang merangkap tukang bersih-bersih toko, apa lagi yang dia harapkan? Menjadi cleaning service di sini jauh lebih makmur daripada pelayan toko! Setidaknya gaji dan tunjangannya akan cukup untuk memenuhi hidupnya!"

"Tapi ...." 

Baru saja Selly akan protes lagi, tapi Patra sudah memegangi lengan Selly, menghentikan kemarahannya. 

"Selly, sudah tenanglah, aku tidak apa. Tidak enak dilihat oleh karyawan lain," ucap Patra sambil tersenyum tipis. 

Dalam hati, ia sangat berterima kasih pada Selly yang benar-benar tulus padanya dan ia menghargainya, namun sekarang bukan saatnya tersentuh pada kebaikan orang lain karena perhatian Patra terpusat pada tawaran menjadi cleaning service di perusahaan besar ini. 

Patra terdiam dan hanya menelan salivanya. Apa memang nasibnya harus berakhir menjadi seorang cleaning service?

Dulu mendiang ibunya bekerja sebagai seorang asisten rumah tangga dan ayahnya hanya seorang supir.

Susah payah Patra belajar begitu giat dengan harapan bisa mengangkat derajat keluarganya, tapi ia tetap berakhir dengan hanya menjadi seorang cleaning service.

Tapi apa Patra punya pilihan lagi? Begitu banyak perusahaan menolaknya dan ini satu-satunya kesempatannya. 

Baiklah, setidaknya gajinya UMR bahkan masih ada uang lembur dan tunjangan, totalnya lebih tinggi dibanding penjaga toko biasa. 

Patra pun berusaha keras untuk tidak menangis dan ia terus menyemangati dirinya. 

'Kau kuat, Patra, kau kuat! Kau pasti bisa! Cleaning service pun tidak masalah, yang penting kau bisa mendapat uang halal untuk keluargamu!' ucapnya dalam hati. 

"Baiklah, aku ... menerimanya," kata Patra akhirnya. 

"Patra, jangan gila!" Selly membelalak kaget, tapi Patra hanya terus mengangguk seolah memberi kode bahwa semuanya akan baik-baik saja. 

Selly pun tetap mengomel sampai akhirnya mereka harus berpisah dan masuk ke divisi masing-masing.

Patra sendiri dibawa ke ruang pimpinan baru Nero Company karena ia diserahi tanggung jawab untuk membersihkan ruangan itu dan Patra pun bertekad untuk bekerja sebaik-baiknya. Setidaknya walaupun hanya sebagai cleaning service, ia harus mendapat apresiasi dari pimpinannya. 

"Masuklah, kau akan langsung bertemu dengan pimpinan perusahaan ini di dalam dan dia akan menjelaskan langsung tentang pekerjaanmu. Dia sangat detail jadi pastikan kau tidak melakukan kesalahan sekecil apa pun!"

"Baiklah, terima kasih!" Patra mengangguk singkat. 

Sambil merapikan seragam cleaning servicenya, Patra pun masuk ke ruangan pimpinan dengan jantung yang berdebar kencang. 

Patra masih berusaha tersenyum menatap punggung seorang pria yang begitu tinggi dan gagah, satu tangan pria itu memegang gelas minuman dan tangan yang lain dimasukkan ke dalam kantong celananya. 

Pria itu sedang berdiri menatap jendela besarnya yang langsung menampilkan pemandangan jalanan kota yang begitu ramai. 

"S-selamat pagi, Pak! Aku ... cleaning service yang baru ...," sapa Patra yang entah mengapa begitu tegang. 

Pria itu pun menyeringai mendengar suara Patra. "Kau seharusnya masuk ketika aku sudah mempersilakan masuk!" jawab ketus pria tersebut. 

"Pantas saja, sesuai dengan posisimu di sini, hanya seorang cleaning service," imbuh pria itu dengan nada mencemooh. 

Patra pun hanya bisa terdiam sambil sedikit menunduk merasakan lagi-lagi ia direndahkan. 

"M-maaf, Pak, lain kali aku akan mengetuk pintu dan masuk ketika sudah dipersilakan."

Patra pun masih terdiam. Satu hal yang membuat pikiran Patra terganggu, mengapa suara pria itu sangat tidak asing di telinganya?

Patra sendiri masih menerka-nerka sampai saat pimpinan perusahaan itu pun membalikkan tubuhnya dengan gaya yang anggun, tapi tetap berwibawa.

"Patra Aurora, apa kabarmu?"

Dan seketika Patra membelalak kaget. Napasnya tercekat di tenggorokan. Melihat pria itu berjalan ke arahnya selangkah demi selangkah, aura penindasan yang kuat membuatnya tidak berani bergerak. 

Sampai akhirnya pria itu tiba di hadapannya, sedikit membungkuk dan tiba-tiba menjambak rambutnya hingga kepalanya terangkat, memaksa Patra untuk menatap kedua matanya.

"Mengapa kau begitu takut melihatku, Patra?"

**

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Related chapters

  • Terjerat Cinta dan Dendam sang CEO   Bukan Kebetulan

    "Akhh!" Patra masih memekik kaget saat mendadak Nero menjambak rambutnya. "Mengapa kau begitu takut melihatku, Patra?"Jantung Patra berdebar begitu kencang hingga tubuhnya gemetar saat akhirnya tatapannya bertemu dengan tatapan Nero. Ya, itu Nero. Walaupun wajah tampan itu sudah terlihat makin matang dan dewasa.Walaupun suara itu pun sudah berubah menjadi lebih berat dan dalam.Namun, Patra tidak akan mungkin melupakan pria yang sudah merasuk ke hatinya begitu dalam sekaligus sudah menghancurkan hidupnya sehancur-hancurnya.Pria itu ... alasan dari semua nasib buruk dalam hidup Patra dan pria yang paling tidak ingin ia temui lagi seumur hidupnya. Patra menatap Nero dengan tatapan yang goyah. "K-kau ...," ucap Patra lirih dan menggantung.Dan kegugupan Patra pun membuat Nero tersenyum begitu puas. "Ya, aku! Mengapa mendadak kau gemetar? Seperti melihat hantu saja! Kau pasti tidak menyangka akan bertemu lagi denganku kan? Tapi ya, kita bertemu lagi, Patra Aurora!" Senyuman sinis

    Last Updated : 2025-03-24
  • Terjerat Cinta dan Dendam sang CEO   Lakukan Tugas Pertamamu

    Suara Nero disertai hembusan napas pria itu di belakang telinga Patra alih-alih membuat tubuh Patra meremang malah membuatnya bergidik ketakutan. Jantung Patra berdebar tidak karuan dan Patra benar-benar syok dengan apa yang diucapkan oleh Nero. "Jadi ... kau yang membuatku ditolak di 18 perusahaan sebelumnya?" Suara Patra bergetar, tapi ia tetap berdiri tegak dengan pandangan lurus ke depan, tidak peduli ke mana pun pergerakan Nero saat ini. "Yap! Seperti yang sudah kau dengar tadi, aku yang melakukannya." Tatapan Patra goyah dan air matanya sudah berkumpul di pelupuk matanya saat ini. "Lalu ... apa yang akan terjadi kalau aku melamar kerja di tempat lain lagi dan bukan di Nero Company?""Kau akan tetap berakhir ditolak. Tidak akan ada perusahaan yang menerimamu bekerja selain Nero Company. Hanya aku yang boleh menjadi bosmu. Aku sudah mengaturnya dengan sempurna." Nero mulai melangkah ke depan Patra dan berdiri menghadapnya lagi. Seketika semua rasa simpati yang tadinya Patr

    Last Updated : 2025-03-24
  • Terjerat Cinta dan Dendam sang CEO   Aku adalah Wanita Kuat

    "Bersihkan lantainya dan juga sepatuku! SEKARANG!"Untuk sesaat, Patra hanya terdiam mendengar perintah tegas Nero, seolah mempertimbangkan haruskah ia menurutinya atau tidak. Di hatinya, ia terus mengingatkan dirinya kalau ia bukan Patra yang dulu lagi, Patra yang bisa ditindas dan direndahkan. Walaupun Patra tadi memang menangis, tapi tangisan itu hanyalah ungkapan emosi dan rasa kagetnya mendengar apa yang sudah dilakukan oleh Nero. Ya, Patra menangis bukan karena ia lemah. Patra sudah bukan gadis remaja lagi yang begitu naif dan begitu halu membayangkan cinta yang menggebu.Patra yang sekarang adalah Patra yang sudah sadar hidup itu tidak akan berjalan seindah drama-drama yang sering ia tonton, yang membuatnya menangis semalaman namun terus tersenyum sendiri keesokan harinya. Karena pada kenyataannya hidup itu kejam. Dalam hidup, selalu akan ada pilihan yang harus dipilih, walaupun pilihannya sama-sama tidak menyenangkan. Kesadaran itu juga yang membuat Patra sama sekali tid

    Last Updated : 2025-03-24
  • Terjerat Cinta dan Dendam sang CEO   Menatapnya dari Kejauhan

    "Ceritakan padaku, Patra! Apa CEO-nya galak? Apa dia cerewet? Banyak permintaan? Kau tahu kan biasanya kebanyakan orang kaya begitu ribet? Mereka tidak bisa melihat sebutir debu pun!" Selly terus mengomel saat mereka sudah duduk berdua di kantin perusahaan. Tapi Patra malah tersenyum mendengarnya. Sungguh, di saat seperti ini, mendapat teman seperti Selly benar-benar keberuntungan baginya. "Selly, terima kasih kau sudah sangat mempedulikanku, tapi aku baik-baik saja." Patra menangkup tangan Selly. "Astaga, berterima kasih untuk apa? Kau temanku, Patra! Lagipula baik-baik saja bagaimana? Seharusnya tadi kau menolaknya saja, Patra! Kepintaranmu terlalu berharga kalau hanya untuk menjadi cleaning service di sini. Dasar perusahaan gila! Di mana lagi mereka bisa mendapatkan karyawan sepintar kau, Patra!" Patra tetap tersenyum, namun ia terdiam sejenak. Sebenarnya pekerjaan cleaning servicenya masih bisa ia jalani, ia hanya keberatan bertemu dengan Nero lagi. Tapi Nero sendiri sudah m

    Last Updated : 2025-04-04
  • Terjerat Cinta dan Dendam sang CEO   Hati yang Kacau

    Patra berdiri di depan sebuah rumah sederhana malam itu, rumah kontrakan kecil yang sudah ia tinggali selama dua bulan ini bersama adik laki-lakinya dan ayahnya sejak ia pulang kembali ke kota ini.Sambil memasang senyum terbaiknya, Patra pun merapikan kemeja dan rok span yang ia pakai tadi sewaktu berangkat kerja. "Ya, biarkan seperti ini saja! Mereka tidak perlu tahu apa yang aku kerjakan, yang penting halal dan aku mampu menjalaninya."Senyuman Patra pun makin lebar, sebelum ia masuk ke rumahnya. "Aku pulang!" teriak Patra yang memang sudah biasa ia lakukan agar ayah dan adiknya mengetahui kalau ia sudah pulang. "Eh, Kak Patra sudah pulang, Ayah!" Patrick, adik Patra yang sedang menyiapkan makan malam langsung melongokkan kepalanya ke arah kamar dan berteriak pada ayahnya. "Hmm, makanan apa yang kau siapkan, Patrick? Mengapa baunya harum sekali?" Patra terlihat bersemangat dan langsung menghampiri meja makan yang malam ini begitu penuh dengan makanan. "Eh, cuci tanganmu dulu,

    Last Updated : 2025-04-05
  • Terjerat Cinta dan Dendam sang CEO   Dipisahkan Secara Keji

    "Tinggalkan Nero atau ayahmu akan membusuk di penjara!" Seorang wanita bengis berkata dengan pandangan yang tajam. Dan wanita itu adalah ibu dari Nero, kekasih Patra. Patra pun terus menggeleng dan berlutut di depan wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu. "Bu, tolong jangan lakukan ini pada ayahku!" "Ayahmu itu hanya supir rendahan yang sudah berani membawa lari uang perusahaan yang begitu banyak! Sudah untung aku masih mau membebaskannya!""Tapi, Bu ....""Tapi apa lagi? Aku sudah berbaik hati memberimu pilihan! Kalau mau ayahmu bebas, maka tinggalkan Nero! Kalau kau masih tidak mau meninggalkan Nero maka sekarang juga aku mau semua uangku kembali!"Patra tidak pernah menyangka ia akan dihadapkan pada pilihan yang begitu sulit. Ia tidak bisa memilih. Kebebasan ayahnya, atau hubungannya dengan Nero. Keduanya sama pentingnya untuk Patra."Mengapa kau diam? Tidak bisa memilih?" bentak ibu Nero lagi. "Kalau begitu kuanggap kau bisa mengembalikan uang itu! Setelah ini, tidak

    Last Updated : 2025-03-17
  • Terjerat Cinta dan Dendam sang CEO   Dendam Pria yang Tersakiti

    "A-apa maksud Ibu? Patra tidak mungkin pergi, dia tidak mungkin meninggalkan aku!" Nero menolak mentah-mentah perkataan ibunya.Tidak mungkin Patra pergi begitu saja tanpa alasan.Nero tahu wanita itu sangat mencintainya. Selama ini mereka sudah berjuang keras untuk mendapatkan restu sang ibu. Bahkan untuk bertemu pun, mereka harus bertemu secara diam-diam."Aku mau pergi mencari Patra!" Nero berniat menyibak selimut besarnya, tapi untuk bergerak pun ia tidak punya tenaga.Semua orang menahan tubuhnya, tetapi suatu yang aneh terjadi."Mengapa aku tidak bisa bergerak?" Semua anggota tubuh Nero bisa ia rasakan, kecuali kakinya. "Ada apa dengan kakiku? Mengapa kedua kakiku tidak bisa digerakkan?" Wajah Nero mengerut dengan raut kepanikan.Ia bertanya-tanya pada orang-orang yang ada di kamar, mencari jawaban.Ibu Nero hanya bisa terdiam dengan rahang mengeras dan tidak menanggapi Nero lagi hingga tidak lama kemudian, dokter pun menjelaskan kondisi Nero.Mayat hidup.Mungkin dua kata itu a

    Last Updated : 2025-03-17

Latest chapter

  • Terjerat Cinta dan Dendam sang CEO   Hati yang Kacau

    Patra berdiri di depan sebuah rumah sederhana malam itu, rumah kontrakan kecil yang sudah ia tinggali selama dua bulan ini bersama adik laki-lakinya dan ayahnya sejak ia pulang kembali ke kota ini.Sambil memasang senyum terbaiknya, Patra pun merapikan kemeja dan rok span yang ia pakai tadi sewaktu berangkat kerja. "Ya, biarkan seperti ini saja! Mereka tidak perlu tahu apa yang aku kerjakan, yang penting halal dan aku mampu menjalaninya."Senyuman Patra pun makin lebar, sebelum ia masuk ke rumahnya. "Aku pulang!" teriak Patra yang memang sudah biasa ia lakukan agar ayah dan adiknya mengetahui kalau ia sudah pulang. "Eh, Kak Patra sudah pulang, Ayah!" Patrick, adik Patra yang sedang menyiapkan makan malam langsung melongokkan kepalanya ke arah kamar dan berteriak pada ayahnya. "Hmm, makanan apa yang kau siapkan, Patrick? Mengapa baunya harum sekali?" Patra terlihat bersemangat dan langsung menghampiri meja makan yang malam ini begitu penuh dengan makanan. "Eh, cuci tanganmu dulu,

  • Terjerat Cinta dan Dendam sang CEO   Menatapnya dari Kejauhan

    "Ceritakan padaku, Patra! Apa CEO-nya galak? Apa dia cerewet? Banyak permintaan? Kau tahu kan biasanya kebanyakan orang kaya begitu ribet? Mereka tidak bisa melihat sebutir debu pun!" Selly terus mengomel saat mereka sudah duduk berdua di kantin perusahaan. Tapi Patra malah tersenyum mendengarnya. Sungguh, di saat seperti ini, mendapat teman seperti Selly benar-benar keberuntungan baginya. "Selly, terima kasih kau sudah sangat mempedulikanku, tapi aku baik-baik saja." Patra menangkup tangan Selly. "Astaga, berterima kasih untuk apa? Kau temanku, Patra! Lagipula baik-baik saja bagaimana? Seharusnya tadi kau menolaknya saja, Patra! Kepintaranmu terlalu berharga kalau hanya untuk menjadi cleaning service di sini. Dasar perusahaan gila! Di mana lagi mereka bisa mendapatkan karyawan sepintar kau, Patra!" Patra tetap tersenyum, namun ia terdiam sejenak. Sebenarnya pekerjaan cleaning servicenya masih bisa ia jalani, ia hanya keberatan bertemu dengan Nero lagi. Tapi Nero sendiri sudah m

  • Terjerat Cinta dan Dendam sang CEO   Aku adalah Wanita Kuat

    "Bersihkan lantainya dan juga sepatuku! SEKARANG!"Untuk sesaat, Patra hanya terdiam mendengar perintah tegas Nero, seolah mempertimbangkan haruskah ia menurutinya atau tidak. Di hatinya, ia terus mengingatkan dirinya kalau ia bukan Patra yang dulu lagi, Patra yang bisa ditindas dan direndahkan. Walaupun Patra tadi memang menangis, tapi tangisan itu hanyalah ungkapan emosi dan rasa kagetnya mendengar apa yang sudah dilakukan oleh Nero. Ya, Patra menangis bukan karena ia lemah. Patra sudah bukan gadis remaja lagi yang begitu naif dan begitu halu membayangkan cinta yang menggebu.Patra yang sekarang adalah Patra yang sudah sadar hidup itu tidak akan berjalan seindah drama-drama yang sering ia tonton, yang membuatnya menangis semalaman namun terus tersenyum sendiri keesokan harinya. Karena pada kenyataannya hidup itu kejam. Dalam hidup, selalu akan ada pilihan yang harus dipilih, walaupun pilihannya sama-sama tidak menyenangkan. Kesadaran itu juga yang membuat Patra sama sekali tid

  • Terjerat Cinta dan Dendam sang CEO   Lakukan Tugas Pertamamu

    Suara Nero disertai hembusan napas pria itu di belakang telinga Patra alih-alih membuat tubuh Patra meremang malah membuatnya bergidik ketakutan. Jantung Patra berdebar tidak karuan dan Patra benar-benar syok dengan apa yang diucapkan oleh Nero. "Jadi ... kau yang membuatku ditolak di 18 perusahaan sebelumnya?" Suara Patra bergetar, tapi ia tetap berdiri tegak dengan pandangan lurus ke depan, tidak peduli ke mana pun pergerakan Nero saat ini. "Yap! Seperti yang sudah kau dengar tadi, aku yang melakukannya." Tatapan Patra goyah dan air matanya sudah berkumpul di pelupuk matanya saat ini. "Lalu ... apa yang akan terjadi kalau aku melamar kerja di tempat lain lagi dan bukan di Nero Company?""Kau akan tetap berakhir ditolak. Tidak akan ada perusahaan yang menerimamu bekerja selain Nero Company. Hanya aku yang boleh menjadi bosmu. Aku sudah mengaturnya dengan sempurna." Nero mulai melangkah ke depan Patra dan berdiri menghadapnya lagi. Seketika semua rasa simpati yang tadinya Patr

  • Terjerat Cinta dan Dendam sang CEO   Bukan Kebetulan

    "Akhh!" Patra masih memekik kaget saat mendadak Nero menjambak rambutnya. "Mengapa kau begitu takut melihatku, Patra?"Jantung Patra berdebar begitu kencang hingga tubuhnya gemetar saat akhirnya tatapannya bertemu dengan tatapan Nero. Ya, itu Nero. Walaupun wajah tampan itu sudah terlihat makin matang dan dewasa.Walaupun suara itu pun sudah berubah menjadi lebih berat dan dalam.Namun, Patra tidak akan mungkin melupakan pria yang sudah merasuk ke hatinya begitu dalam sekaligus sudah menghancurkan hidupnya sehancur-hancurnya.Pria itu ... alasan dari semua nasib buruk dalam hidup Patra dan pria yang paling tidak ingin ia temui lagi seumur hidupnya. Patra menatap Nero dengan tatapan yang goyah. "K-kau ...," ucap Patra lirih dan menggantung.Dan kegugupan Patra pun membuat Nero tersenyum begitu puas. "Ya, aku! Mengapa mendadak kau gemetar? Seperti melihat hantu saja! Kau pasti tidak menyangka akan bertemu lagi denganku kan? Tapi ya, kita bertemu lagi, Patra Aurora!" Senyuman sinis

  • Terjerat Cinta dan Dendam sang CEO   Bertemu Lagi

    Enam tahun kemudian.Hari ini mungkin adalah hari terbaik bagi Patra karena akhirnya ia mulai bekerja juga. Dari puluhan lamaran kerja yang ia sebar, ada 18 perusahaan yang memanggilnya interview, tapi semuanya gagal dan Patra ditolak. Perusahaan ini adalah perusahaan ke-19 tempat ia diinterview dan akhirnya ia diterima. Patra pun berdiri memandang gedung bertingkat di hadapannya itu dengan takjub. Akhirnya, impiannya untuk bekerja di perusahaan besar pun terwujud. Beberapa tahun terakhir adalah tahun-tahun yang sangat berat bagi Patra. Berjuang menyembuhkan diri dari depresi, lalu mengejar beasiswa dan menyelesaikan kuliahnya sebagai lulusan terbaik, tapi hanya bekerja sebagai pegawai toko dengan gaji di bawah UMR, beban kerja berat, dan tanggung jawab yang tidak kunjung berkurang. Namun, semua itu belum seberapa dibandingkan luka enam tahun lalu, kenangan yang selalu menghantuinya.Nero Hadiwijaya.Hanya dengan mengingat namanya, tubuh Patra menegang. Rasa trauma itu seolah mamp

  • Terjerat Cinta dan Dendam sang CEO   Dendam Pria yang Tersakiti

    "A-apa maksud Ibu? Patra tidak mungkin pergi, dia tidak mungkin meninggalkan aku!" Nero menolak mentah-mentah perkataan ibunya.Tidak mungkin Patra pergi begitu saja tanpa alasan.Nero tahu wanita itu sangat mencintainya. Selama ini mereka sudah berjuang keras untuk mendapatkan restu sang ibu. Bahkan untuk bertemu pun, mereka harus bertemu secara diam-diam."Aku mau pergi mencari Patra!" Nero berniat menyibak selimut besarnya, tapi untuk bergerak pun ia tidak punya tenaga.Semua orang menahan tubuhnya, tetapi suatu yang aneh terjadi."Mengapa aku tidak bisa bergerak?" Semua anggota tubuh Nero bisa ia rasakan, kecuali kakinya. "Ada apa dengan kakiku? Mengapa kedua kakiku tidak bisa digerakkan?" Wajah Nero mengerut dengan raut kepanikan.Ia bertanya-tanya pada orang-orang yang ada di kamar, mencari jawaban.Ibu Nero hanya bisa terdiam dengan rahang mengeras dan tidak menanggapi Nero lagi hingga tidak lama kemudian, dokter pun menjelaskan kondisi Nero.Mayat hidup.Mungkin dua kata itu a

  • Terjerat Cinta dan Dendam sang CEO   Dipisahkan Secara Keji

    "Tinggalkan Nero atau ayahmu akan membusuk di penjara!" Seorang wanita bengis berkata dengan pandangan yang tajam. Dan wanita itu adalah ibu dari Nero, kekasih Patra. Patra pun terus menggeleng dan berlutut di depan wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu. "Bu, tolong jangan lakukan ini pada ayahku!" "Ayahmu itu hanya supir rendahan yang sudah berani membawa lari uang perusahaan yang begitu banyak! Sudah untung aku masih mau membebaskannya!""Tapi, Bu ....""Tapi apa lagi? Aku sudah berbaik hati memberimu pilihan! Kalau mau ayahmu bebas, maka tinggalkan Nero! Kalau kau masih tidak mau meninggalkan Nero maka sekarang juga aku mau semua uangku kembali!"Patra tidak pernah menyangka ia akan dihadapkan pada pilihan yang begitu sulit. Ia tidak bisa memilih. Kebebasan ayahnya, atau hubungannya dengan Nero. Keduanya sama pentingnya untuk Patra."Mengapa kau diam? Tidak bisa memilih?" bentak ibu Nero lagi. "Kalau begitu kuanggap kau bisa mengembalikan uang itu! Setelah ini, tidak

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status