Beranda / Romansa / Terjerat Cinta Playboy Manis / Menebus Waktu Yang Hilang

Share

Menebus Waktu Yang Hilang

Penulis: Aililea (din din)
last update Terakhir Diperbarui: 2024-10-29 19:42:56

“El!” pekik Bintang keheranan.

“Jawab saja, tidak apa-apa,” ucap Langit yang sudah siap memberitahu kedua orangtua Bintang kalau gadis itu sedang bersamanya.

Panggilan itu berakhir, tapi kemudian kembali berdering di mana mau tidak mau Bintang harus menjawab panggilan itu, sebelum sang mami mencari keberadaannya di kafe Anta.

Bintang menggeser tombol hijau, sedangkan Langit siap bicara untuk membeberkan dengan siapa Bintang berada. Namun, sebelum suara Langit keluar dari bibir, Bintang langsung membungkam mulut pria itu dengan satu tangannya. Bahkan membuat Langit jatuh ke belakang, di mana sekarang posisi Bintang ada di atas Langit.

Satu lutut menapak di lantai, sedangkan satu lutut bertumpu di sofa untuk menjaga tubuhnya tidak menabrak tubuh Langit yang berbaring di sofa, satu tangan membukam mulut pria itu, sedangkan tangan satunya memegang ponsel yang sudah menempel di telinga.

“Bin, kenapa kamu jawab panggilannya sangat lama?” tanya Annetha dari seberang panggilan.

“Maaf, Mi. Aku
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

  • Terjerat Cinta Playboy Manis   Ingin Pria Perjaka

    Tidak banyak kata yang bisa diungkap, tidak banyak sajak yang bisa dialunkan. Hanya sebuah isyarat hati yang kini menyatu, membuat dua hati saling mengerti, bahwa mereka saling memahami dan saling memiliki.Sulur surya mulai merambat masuk di celah jendela, merayap hingga mengusik insan yang masih terbuai mimpi. Bintang menggerakkan kelopak mata, masih terasa mengantuk karena semalam begadang entah sampai jam berapa.Dia dan Langit menghabiskan waktu bersama, menceritakan bagaimana mereka menjalani hari selama delapan tahun ini, hingga merasa waktu yang dimiliki tidak akan cukup untuk menjabarkannya.Jika sebelumnya mereka terbelenggu akan rasa bersalah, juga rasa benci karena masa lalu. Kini keduanya sudah membuka hati, bicara dan tertawa bersama. Tidak ada yang paling mereka rindukan selain moment itu.Bintang membuka kelopak mata dengan perlahan, hingga melihat siapa yang kini terlelap dan begitu damai berada di hadapannya.“Dasar pembohong.” Bintang tersenyum setelah mengatakan ka

  • Terjerat Cinta Playboy Manis   Apa Kamu Akan Menikahiku?

    Langit langsung melotot mendengar ucapan Bintang, hingga menarik lengan gadis itu dan membuat Bintang tertarik ke arahnya, lantas menabrak tubuhnya.“Berani?” Langit sedikit menunduk untuk bisa menatap wajah Bintang.“Kenapa tidak?” Bintang mengangkat wajah untuk bisa memandang Langit, hingga keduanya saling tatap seolah bersiap saling menantang.Namun, apa yang dilakukan Langit di luar dugaan Bintang. Pria itu mengecup bibir Bintang dengan sangat cepat, membuat gadis itu langsung mendelik karena kelakuan kekasihnya itu.“Ish ….” Bintang langsung memukul lengan Langit begitu kuat.Langit terkekeh mendapat pukulan dari Bintang, hingga kemudian berkata, “Kalau kamu sampai menikahi pria lain, maka aku akan menculikmu.”Setelah mengucapkan kalimat itu, Langit berdiri menghadap ke meja dan bersiap menikmati teh buatannya.Bintang terus memandang Langit, hingga kalimat pertanyaan terlontar. “Apa kamu akan menikahiku? Menikahi gadis yang tidak sehat? Bagaimana jika aku pergi terlebih dahulu

  • Terjerat Cinta Playboy Manis   Aku Memang Menarik

    Duduk berdua, memandang senja dengan begitu bebas, tanpa rasa takut yang menghalangi. Mereka berada di taman, duduk di sana setelah selesai dengan pekerjaan.“Sudah lama aku tidak melihat bintang.”Ucapan Langit membuat Bintang langsung menoleh dan tersenyum tipis. Ditatapnya Langit yang mendongak dan memandang warna jingga di ufuk barat.“Bintang ini, atau bintang itu?” Bintang menunjuk ke diri sendiri, sebelum kemudian menunjuk ke langit. Dia pun tertawa kecil karena merasa begitu percaya diri mengatakan hal itu.Langit menoleh dan melihat kebahagiaan di wajah Bintang, sebelum kemudian mengulurkan tangan dan mengusap kepala gadis yang dicintainya itu.“Keduanya. Aku tidak pernah mendongak karena tidak ingin melihat bintang yang bisa mengingatkan kepadamu,” ucap Langit dengan tatapan tidak teralihkan dari wajah Bintang. Bintang mengulas senyum mendengar jawaban Langit, terlebih karena pria itu bersikap begitu manis kepadanya. Delapan tahun Bintang menutup diri dari pria yang mendeka

  • Terjerat Cinta Playboy Manis   Ajakan Makan Siang

    Bintang terlihat gelagapan dan kebingungan, bahkan dia sampai mengedarkan pandangan ke arah lain untuk menghindari tatapan Orion.“Kak, jawab. Aku belum memberitahukan hal itu ke Mami dan Papi, jika Kak Bin tidak jujur, maka aku akan mengatakannya ke mereka,” ancam Orion karena Bintang tidak kunjung menjawab.Bintang menggigit bibir bawahnya karena ketahuan berbohong, lantas menatap sang adik yang sedang menunggu jawabannya.“Baiklah, kamu benar. Semalam aku tidak di tempat Anta,” ucap Bintang akhirnya jujur.Orion diam dan menunggu kalimat penjelasan selanjutnya dari sang kakak.“Kemarin aku hampir dirampok, Langit datang dan menolongku, tapi dia terluka. Semalam aku menemaninya,” ucap Bintang lagi menjelaskan.“Hmm … apa hanya karena dia terluka, makanya Kak Bin tidak pulang? Bukankah kalian masih saling diam?” tanya Orion karena tahu bagaimana hubungan Bintang dan Langit.Bintang menatap Orion dengan ekspresi wajah takut, hingga kemudian menghela napas kasar. Dia pun menjelaskan ka

  • Terjerat Cinta Playboy Manis   Bintang adalah Anugerah

    Langit membawa Bintang ke sebuah restoran berbintang lima. Bintang pun merasa heran karena tidak biasanya mereka makan di tempat mewah seperti ini hanya untuk makan siang.“Kenapa ke restoran?” tanya Bintang keheranan.“Ingin saja,” jawab Langit dengan senyum manis di wajah.Langit mengajak Bintang turun, bahkan langsung menggandeng tangan gadis itu dan mengajak berjalan masuk ke ruangan khusus yang sudah dipesan.Bintang benar-benar merasa aneh, hingga bertanya-tanya apakah hari ini hari spesial. Dia terus mengingat karena takut mengecewakan, tapi merasa jika tidak ada yang istimewa hari ini.Mereka sampai di depan salah satu pintu ruangan yang terdapat di ruangan itu, hingga Langit berhenti melangkah dan membuat Bintang juga ikut berhenti. Pria itu menoleh dan memandang Bintang yang terlihat kebingungan.“Maaf tidak memberitahumu terlebih dahulu, aku takut kamu gugup,” ucap Langit.“Apa?” Bintang terkejut mendengar ucapan Langit, menoleh dan melihat kekasihnya itu sudah mengulas sen

  • Terjerat Cinta Playboy Manis   Ketahuan

    "Bintang?"Seseorang melihat Bintang keluar dari restoran bersama Joya dan yang lainnya, terus menatap sampai Bintang masuk ke mobil Langit.**“Kenapa kamu buru-buru pulang?” tanya Langit saat bersama Bintang.Sore itu Langit menemui Bintang seperti biasa, tidak ada hari tanpa melihat gadis itu, meski saat siang hari mereka pun baru saja bertemu dan makan siang bersama. Mereka kini ada di taman, duduk menikmati senja seperti biasa.“Mami tanya, kenapa aku akhir-akhir ini sering sekali pulang terlambat. Jadi, aku janji kalau hari ini akan pulang lebih awal, makanya ga bisa nemenin kamu jalan,” jawab Bintang lantas menengok ke arloji dan melihat jarum jam yang sudah menunjukkan pukul lima sore.“Apa kamu tidak mau jujur ke orangtuamu tentang hubungan kita?” tanya Langit.Langit beberapa kali ingin menjemput Bintang di rumah, tapi gadis itu menolak dan berkata jika belum siap kalau Langit main ke rumah.Bintang sendiri masih cemas, orangtuanya selama ini sangat menjaga dirinya karena pe

  • Terjerat Cinta Playboy Manis   Diminta ke Rumah

    Arlan langsung menyandarkan punggung dengan kasar, ternyata tebakannya benar.“Sudah berapa lama?” tanya Arlan kemudian sambil memandang Bintang yang tertunduk.“Tiga minggu,” jawab Bintang sambil memperlihatkan tiga jarinya ke hadapan Arlan, tapi dia masih menundukkan kepala.“Tiga minggu? Tapi kamu tidak mengatakan apa pun ke kami, dan memilih berbohong?” tanya Arlan lagi dengan nada penuh penegasan. Dia tidak suka mengetahui putrinya berbohong, terlebih tentang seseorang yang sedang dekat dengan putrinya.“Aku hanya belum siap, Pi. Takut kalau Papi dan Mami tidak ngizinin,” jawab Bintang tidak berani menatap ayahnya.“Apa kami semenakutkan itu, sampai kamu takut ke kami?” tanya Annetha kembali angkat bicara.Mereka memang membebaskan Bintang bergaul, meski sering panik dan mencemaskan gadis itu. Namun, kebohongan malah membuat keduanya marah, sebab takut jika terjadi sesuatu dengan Bintang, tapi mereka tidak tahu penyebabnya. “Maaf, Mi.” Bintang merasa bersalah karena berbohong.“

  • Terjerat Cinta Playboy Manis   Perang Memperjuangkan Cinta

    Terkadang rasa takut menutup jalan menuju kebahagiaan. Menghabiskan banyak waktu untuk sebuah penyesalan, melayukan benih dan membuatnya bersemayam. Andai, jika saja kata ‘Andai’ bisa berlaku, maka ingin rasanya menebus ketakutan itu dengan sebuah keberanian, agar tidak ada penyesalan setelah delapan tahun lamanya. Andai, sejak awal keberanian itu mampu mengalahkan rasa takut, mungkin kebersamaan itu bisa dijalin tanpa sebuah kebencian yang mengawali.Langit berbaring sambil menggunakan paha sang mimi untuk dijadikan bantal. Malam itu dia sengaja menginap di rumah orangtuanya karena rindu dan sedang bahagia.“Apa kamu benar-benar serius dengannya lagi, El? Mimi tahu kamu dulu sangat mencintainya sampai gila saat berpisah dengannya. Tapi sekarang, apa kamu yakin jika perasaanmu dan keinginanmu, bukanlah semata-mata karena kamu ingin balas dendam kepadanya? Mimi ga mau itu, El.” Joya bicara sambil mengusap lembut rambut El, bahkan sesekali menyisir lembut rambut putranya.Langit memeja

Bab terbaru

  • Terjerat Cinta Playboy Manis   Bonus Chapter 5~Akhir

    Langit dan yang lain hari itu menunggu cemas di depan ruang operasi. Hari ini Bintang menjalani operasi cesar sesuai dengan yang dijadwalkan dokter, setelah melakukan beberapa tes dan memastikan kondisi Bintang siap untuk melahirkan. “Duduklah, El. Operasinya pasti berjalan lancar,” kata Joya yang pusing melihat putranya mondar-mandir tidak jelas sejak tadi. Annetha, Arlan, Kenzo, juga Sashi juga menatap Langit yang tidak bisa tenang. “Mana bisa tenang, Mi.” Langit sangat mengkhawatirkan kondisi Bintang. Meski Bintang dalam kondisi sehat, tapi tetap saja Langit cemas. Joya membuang napas kasar, berdiri lantas menarik tangan Langit dan mengajaknya duduk bersaam. “Yang perlu kita lakukan sekarang itu doa, El. Bukan mondar-mandir yang bikin pusing!” sembur Joya sambil menahan Langit agar tidak mondar-mandir lagi. Langit menatap Joya sendu, kecemasan terlihat jelas dari tatapan mata pria itu. “Kita banyak doa saja, El. Semoga semuanya lancar. Kamu dengar sendiri kata dokter, selama

  • Terjerat Cinta Playboy Manis   Bonus Chapter 4

    “Benarkah? Ya Tuhan, mami benar-benar bersyukur dan bahagia.”Annetha langsung memeluk Bintang mengetahui jika putrinya hamil. Dulu memang takut, tapi Annetha pun memilih pasrah seperti putrinya, agar mendapatkan jalan yang terbaik.Bintang dan Langit pergi ke rumah Annetha setelah dokter mengizinkan Bintang pulang, setelah memastikan kondisi Bintang membaik. Keduanya sengaja datang ke sana karena ingin menyampaikan kabar kehamilan Bintang, meski Bintang sendiri tidak yakin jika sang papi akan menerimanya. Namun, yang jelas Bintang tidak ingin kejadian dulu terulang.“Mami tidak marah?” tanya Bintang dengan ekspresi takut di wajah pucatnya.Annetha melepas pelukan, lantas menatap Bintang sambil menangkup kedua pipi putrinya itu.“Tentu saja tidak, kenapa mami harus marah? Mami malah sangat bahagia akhirnya keinginanmu terkabul,” ucap Annetha penuh rasa syukur.Sashi berada di pangkuan Langit, mendengarkan percakapan antara orang tua, apalagi Bintang menangis dalam pelukan Annetha.“Mo

  • Terjerat Cinta Playboy Manis   Bonus Chapter 3

    Sashi duduk di bangku depan gedung sekolah, menunggu Bintang yang tidak kunjung datang. “Apa Mommy lupa?” Sashi menghela napas kasar sampai kedua pundak naik-turun. Guru Sashi sudah menghubungi Bintang, tapi tidak ada jawaban karena tas Bintang tertinggal di klinik beserta ponselnya, membuat Sashi akhirnya menunggu karena yakin jika Bintang akan menjemputnya. Sashi masih setia di sana. Duduk sambil mengayunkan kedua kaki maju mundur. Hingga seorang anak laki-laki menghampirinya. “Kamu belum dijemput?” Sashi mendongak, menatap anak laki-laki kakak kelasnya yang duduk di kelas enam. “Iya, Mommy belum jemput,” jawab Sashi masih memandang anak laki-laki itu. Anak laki-laki itu mengedarkan pandangan, kemudian ikut duduk di samping Sashi. “Mamaku juga belum jemput, sepertinya jemput kedua adikku yang les lebih dulu,” ucap anak laki-laki itu sambil mengedarkan pandangannya. Sashi mengangguk-angguk mendengar ucapan anak laki-laki itu, tidak buruk duduk bersama menunggu jemputan masing

  • Terjerat Cinta Playboy Manis   Bonus Chapter 2

    Langit berlarian menuju ke klinik untuk melihat kondisi Bintang, sesampainya di klinik melihat Bintang yang terbaring dengan wajah pucat dan lemas meski sudah sadar.“Bin.” Langit mendekat dan langsung membelai wajah istrinya itu.“Bagaimana kondisinya?” tanya Langit ke dokter jaga di klinik karena Bintang terlihat masih meringis menahan sakit.“Tekanan darahnya sangat rendah, kemungkinan kelelahan. Tapi untuk mengetahui kondisi pasti penyebabnya, mungkin bisa dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lepngkap, Pak.” Dokter klinik hanya mengecek kondisi Bintang berdasarkan keluhan saja.Langit tidak banyak bicara. Dia pun meraup tubuh Bintang ke gendongan dan membawa keluar dari klinik. Kondisi Bintang yang tidak biasa, tentu saja membuat Langit cemas. Dia harus membawa Bintang ke rumah sakit untuk pemeriksaan menyeluruh.“El, ada apa?” Joya dan Kenzo yang kebetulan baru saja keluar lift di lobi, terkejut melihat Langit menggendong Bintang.“Kondisi Bintang buruk, Mi. Aku mau

  • Terjerat Cinta Playboy Manis   Bonus Chapter 1

    Dua tahun kemudian. “Mommy! Daddy! Sashi telat sekolah!” Suara melengking dari luar kamar terdengar sampai dalam. Bintang dan Langit yang masih tidur pulas pun terkejut karena suara Sashi juga ketukan pintu beberapa kali. Bintang terduduk dengan mata masih tertutup. Dia pun mengucek mata, mencoba membuka kelopak mata lebar agar bisa melihat jarum jam di dinding. “Ya Tuhan!” Bintang sangat terkejut karena waktu sudah menunjukkan pukul enam pagi. “El, bangun! Kita kesiangan!” Bintang memukul lengan suaminya, meminta agar Langit segera bangun. Biasanya jam segini Bintang sudah bangun memasak dan menyiapkan perlengkapan sekolah Sashi, tapi pagi ini dia malah kesiangan bangun. Ini semua gara-gara suaminya yang mengajak begadang semalaman. Meminta jatah tidak ada habisnya, membuat Bintang kelelahan luar biasa, lantas terbangun kesiangan. “Bentar, Bin. Lima menit lagi.” Langit malah menarik selimut masih sambil memejamkan mata. Enggan bangun karena masih sangat mengantuk. “El, Sashi

  • Terjerat Cinta Playboy Manis   S2 : Happy Ending

    Bintang melipat kedua tangan di depan dada, menatap suaminya yang baru saja selesai menjalani operasi kecil dan menatap dengan ekspresi wajah kesal. Langit melirik Aldo, dalam tatapan matanya seolah ingin melempar kalimat ‘Aku akan memotong gajimu, lihat saja dasar pengkhianat!’, sungguh Langit tidak menyangka saat keluar dari ruang operasi langsung melihat Bintang. “Tidak usah melirik Aldo, urusanmu denganku, El!” Bintang tahu ke mana arah pandangan suaminya, hingga langsung menegur pria itu. Langit menatap Bintang, terlihat bersalah dan takut melihat tatapan istrinya itu. “Keluarlah, Al. Tenang saja, aku yang akan menjamin karirmu,” ucap Bintang memberikan jaminan ke sekretaris suaminya, sebab dia memaksa Aldo untuk bicara jujur. “Baik, Bu.” Aldo pun secepat kilat kabur dari ruangan itu, tidak ingin terlibat masalah antar suami-istri yang sudah menciptakan ketegangan sejak beberapa menit lalu. Langit benar-benar tak berkutik, diam karena merasa salah. Dia melihat Bintang menar

  • Terjerat Cinta Playboy Manis   S2 : Ketahuan

    “Saya masih tidak habis pikir dengan Anda, Pak.”Aldo menatap Langit dengan rasa heran. Otak cerdasnya mendadak tidak bisa menangkap maksud dari apa yang sedang dilakukan bosnya.“Kamu tidak perlu berpikir apa pun,” balas Langit santai.Aldo ingin membalas ucapan Langit, tapi atasannya kembali bicara.“Pokoknya kalau istriku menghubungi, jangan dijawab!” titah Langit yang memang baru saja berganti pakaian.Tepat saat mengatakan itu, ponsel Langit yang dibawa Aldo bergetar karena memang dibuat mode silent, hanya bergetar saat ada panggilan atau pesan.Aldo melirik dan melihat nama Bintang terpampang di layar. Langit tidak menyadari kalau ponselnya berdering. Dia sedang mengikat tali baju khusus yang diberikan perawat, sebelum perawat memasang infus.“Bagaimana kalau terus menghubungi?” tanya Aldo sambil menggeser tombol hijau di ponsel Langit. Dia memegang ponsel Langit di samping tubuh, posisi layar menghadap ke belakang, sehingga Langit tidak menyadari jika ada panggilan masuk.“Ya,

  • Terjerat Cinta Playboy Manis   S2 : Hadiah Untuk Sashi

    Sudah dua minggu semenjak Bintang berbaikan dengan Arlan. Bahkan Bintang sekarang sering mengajak Sashi ke rumah orang tuanya atas permintaan Annetha.Seperti hari itu. Bintang pergi ke rumah Arlan sebab sang papi bilang sedang ambil cuti karena kondisinya yang kurang sehat, sehingga Bintang tanpa pikir panjang memilih langsung datang untuk melihat kondisi Arlan.“Sudah diperiksa dan minum obat?” tanya Bintang begitu bertemu dengan Arlan yang sedang duduk di ruang keluarga bersama Annetha.Annetha dan Arlan pun terkejut karena Bintang tampak begitu panik.“Papi tidak kenapa-napa, hanya kecapean hingga membuat kondisi tubuh papi sedikit drop,” jawab Arlan sambil mengulas senyum.Tatapan pria itu tertuju ke Sashi yang berdiri di samping Bintang, lantas mengulurkan tangan sebagai isyarat agar gadis kecil itu mendekat.“Opa punya hadiah untukmu,” kata Arlan yang kemudian berdiri.Sashi mendongak menoleh Bintang, sedangkan Bintang langsung mengangguk melihat Sashi yang seolah meminta perse

  • Terjerat Cinta Playboy Manis   S2 : Ultimatum

    Langit menarik napas dalam-dalam, lantas mengembuskan perlahan tanpa suara. Dia duduk sambil meremas kedua lutut, sedikit menunduk menurunkan pandangan agar tidak dikira sedang menantang.Arlan sendiri menatap Langit, mengajak pria itu bicara di ruang kerja tapi sudah duduk selama hampir lima belas menit belum berkata sepatah kata pun. Tatapan matanya pun membuat lawan bicaranya hanya diam menunduk.Arlan menghela napas kasar, hingga kemudian akhirnya bicara.“Aku memang memberi restu lagi, tapi bukan berarti akan menerima atau melupakan kejadian sebelumnya dengan mudah. Apa yang aku lakukan semata-mata hanya untuk Bintang. Bagiku dia yang akan jadi prioritas utamaku, memang aku ingin memisahkan kalian, tapi karena itu akan menyakiti hati putriku, membuatku memilih mengalah dengan keputusannya.”Arlan bicara dengan suara yang tidak terlalu lantang, tapi terkesan begitu menekan.Langit sendiri tidak membalas ucapan Arlan, hanya mengangkat wajah dan menatap pria itu yang sedang bicara a

DMCA.com Protection Status