Beranda / Romansa / Terikat Cinta Saudara Angkat / Keputusan yang Mengejutkan.

Share

Keputusan yang Mengejutkan.

Penulis: Miss Mega
last update Terakhir Diperbarui: 2024-10-29 19:42:56

Nyonya Laura begitu terkejut melihat apa yang baru saja ia lihat di dalam ponsel nyonya Tantri. Bagaimana tidak, wanita paruh baya itu baru saja melihat foto dan vidio. Dimana putranya Damar sedang berciuman dengan seorang wanita.

Ciuman yang begitu panas penuh gairah. Posisi sang wanita yang membelakangi kamera tak terlihat dengan jelas. Apalagi penerangan di kamar Damar pun terlihat remang-remang.

"Jadi Damar membawa wanita kerumah saat saya tidak ada?" tanya nyonya Laura dengan wajah penuh emosi.

"I-iya Tante ta-tapi Tante jangan bilang kalau aku yang kasih tahu ya Tante, aku cuma penasaran saat satu malam mergokin Kak Damar bawa perempuan jadi di hari berikutnya saat Kak Damar berangkat ke kantor aku pasang kamera di kamarnya." Yesi menjawab dengan nada yang dibuat ketakutan. Wanita licik itu juga berbohong. Padahal wanita yang ada didalam vidio yang ia pertontonkan pada nyonya Laura itu adalah Wulan.

Iya, bukan hanya di kamar Wulan. Di kamar Damar pun sama, kedua kalajengking itu
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

  • Terikat Cinta Saudara Angkat    Damar Frustasi.

    Damar terdiam mematung ucapan sang mamah yang terdengar begitu menusuk relung hatinya. Dirinya belum memiliki keberanian untuk mengungkapkan segalanya. Namun, mau tidak mau, pria itu tetap harus memikirkan solusi terbaiknya.Karena Damar tahu betul jika apa yang dikatakan oleh sang mamah itu mutlak dan pasti. Sesekali Damar juga melirik Wulan meminta persetujuan wanita itu untuk mengungkap kebenaran hubungan mereka.Namun, Wulan terus menggeleng kecil seolah mengatakan jangan, jangan sekarang. Untuk itulah Damar harus mengatur strategi yang tepat agar ia tidak salah pilih jalan. Bagaimana pun, Wulan sudah menjadi miliknya. Dia'lah pria pertama yang merenggut kesucian sang adik angkat.Damar dan Wulan juga sudah saling jatuh cinta. Jadi untuk memikirkan menikah dengan wanita lain sungguh Damar benar-benar tak sanggup. Bukan hanya Damar, Wulan pun sama. Wanita itu pun terlihat murung dan terdiam. Sungguh Wulan tak dapat memikirkan apapun saat ini. Meski ingin sekali ia bicara jika diri

    Terakhir Diperbarui : 2024-10-29
  • Terikat Cinta Saudara Angkat    Momen Romantis.

    Hari berikutnya Damar Wulan kini berangat bersama. Sebelum kekantor Damar terlebih dahulu mengantar Wulan ke kampusnya. Dalam perjalanan menuju kampus, Wulan nampak terdiam tak tahu harus bicara apa pada Damar. Padahal ada banyak hal yang ingin ia ungkapkan namun, rasanya begitu sulit untuk ia sampaikan."Lan, kakak mau bicara sebentar, bisa kita menepi dulu? Em... Apa kau tidak sibuk?""Tidak Kak, Wulan juga ingin bicara dengan Kakak," ucap Wulan ada sang kakak angkat.Akhirnya mobil mereka pun menepi, ditempat yang lumayan sepi. Tak jauh dari kampus Wulan. "Lan, kakak besok akan ke Jerman hanya untuk sepuluh atau paling lama dua minggu, tapi setelah pulang dari Jerman kakak, akan langsung bilang ke Mamah, Papah tentang hubungan kita, terserah kamu setuju atau tidak, kakak tidak bisa lagi menahan lebih lama!" tegas Damar pada Wulan. Pria itu sudah tak peduli lagi tentang apapun yang akan terjadi nantinya."Tapi kak, kalau mereka menentang hubungan kita bagaimana?""Kita kabur, atau b

    Terakhir Diperbarui : 2024-10-29
  • Terikat Cinta Saudara Angkat    Pernikahan.

    Pagi harinya, Wulan terbangun dari tidurnya. Wanita yang masih dalam keadaan polos itu, begitu terkejut saat ponselnya berdering begitu nyaring. Wulan pun akhirnya bangkit dan melihat siapa yang telah meneleponnya pagi-pagi sekali.Karin, nama yang tertera di layar ponselnya. Karin rupanya menghubungi sahabatnya itu pagi-pagi sekali. Ia ingin memberitahukan jika nyonya Laura menelponnya dan menanyakan keberadaan Wulan. "Hallo assalamualaikum iya Rin," sapa Wulan masih dengan posisinya yang hanya mengenakan selimut, ditambah lagi tangan Damar yang melingkar tepat dibawah dua gundukan sintal miliknya."Wulan kamu sama Kak Damar ...." pekik Karin seraya melongo saat menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bagaimana kini penampilan dan keadaan sahabatnya itu."Akhhh!!" Wulan berteriak dan langsung menutup telponnya dengan cepat. Sontak saja teriakan Wulan membuat Damar terusik. Sementara, disebrang sana Karin masih terdiam shock dengan apa yang terjadi pada sahabatnya itu."Sayang kena

    Terakhir Diperbarui : 2024-10-29
  • Terikat Cinta Saudara Angkat    Akhirnya Halal.

    Damar dan Wulan kini sudah benar-benar lega. Berbekal selembar surat bermatrai dengan dibubuhi tanda tangan keduanya serta dua orang saksi. Ditambah foto dan video saat Damar mengucapkan ijab kabul. Menjadi bukti kuat pernikahan mereka. Damar memang sengaja membuatnya sebagai dokumentasi, yang mungkin saja akan sangat berguna kelak.Pria itu juga benar-benar menepati kata-katanya, yang ingin bulan madu bersama Wulan. Sampai-sampai pria itu menyewa sebuah rumah di tepi pantai untuk mereka tinggali selama satu minggu kedepan.Senyum bahagia di bibir Damar tak pernah luntur sedari tadi. Pandangannya terus tertuju pada sosok wanita yang tengah bercengkrama sambil memasak menu makan malam bersama sahabatnya Karina."Bro gue balik ke Jakarta sekarang ya?" pamit Riko pada sahabat sekaligus bosnya itu."Makan dulu lah Rik, bentar lagi bini gue selesai tuh masaknya." Damar berkata dengan bangganya mengakui Wulan sebagai istrinya."Elahh iya, iya yang udah punya bini," ucap Riko dengan raut waj

    Terakhir Diperbarui : 2024-10-29
  • Terikat Cinta Saudara Angkat    Kesalahan Karin dan Riko.

    Pukul dua dini hari, Damar dan Wulan kembali melakukan kegiatan panas mereka. Setelah sebelumnya mereka telah bertempur dan beristirahat di jam setengah dua belas malam. Kini, sepasang pengantin baru itu kembali mengulang kegiatan panas mereka. Suara rintihan dan desahan kembali terdengar oleh Karin dan Riko."Ya ampun Wulan nggak cape apa dia?" ucap Karin seraya keluar dari kamarnya."Gila si Damar gencar banget dia ampun deh." Tak berselang lama, Riko juga keluar dari kamarnya. Pria itu memilih keluar dari pada harus berlama-lama berada di kamar. Mendengar suara-suara yang malah membuat hasratnya terpancing. Tidak munafik, Riko adalah pria normal mendengar suara-suara seperti itu pasti membuat hasratnya terpancing.Riko berjalan menuju teras depan di sana ternyata sudah ada Karin yang tengah menatap pantai lepas di depannya. "Belum tidur atau kebangun?" tanya Riko pada Karin seraya mendudukkan dirinya di samping wanita itu."Eh, Kak Riko, em... Kebangun Kak." Karin menjawab dengan s

    Terakhir Diperbarui : 2024-10-29
  • Terikat Cinta Saudara Angkat    Kembali Melakukan Kesalahan.

    Pagi harinya Wulan sudah terbangun terlebih dahulu. Wanita berparas cantik itu, langsung mandi kemudian berkutat di dapur untuk menyiapkan sarapan. Tak lama kemudian Damar datang dari arah kamar mereka. Pria itu juga sudah terlihat fresh setelah membersihkan diri."Pagi sayangnya Kakak," ucapnya menyapa sang istri seraya memeluknya dari belakang."Pagi Kakak sayang." Wulan membalas tanpa menghentikan kegiatannya. Wanita itu kini tengah memasak nasi goreng seafood untuk sarapan mereka."Sayang, kanapa kau tidak membangunkan ku hem," ucap Damar seraya meraih wajah Wulan untuk menghadap padanya. Damar kemudian melumat bibir Wulan dengan lembut."Kak, aku lagi masak nih." Wulan merengek mendorong pelan tubuh Damar. Sontak saja aksi Wulan menghentikan kegiatan pria yang tengah asik melahap bibir manisnya."Kalau begitu matikan dulu sayang," ujar Damar seraya mematikan kompor dan kembali meraih wajah Wulan. Pria itu kemudian kembali melanjutkan kasinya. Mencium bibir sang istri yang begit

    Terakhir Diperbarui : 2024-10-29
  • Terikat Cinta Saudara Angkat    Hubungan yang Semakin Jauh.

    Satu minggu sudah Damar dan Wulan berada di pulau bidadari. Kini waktunya untuk mereka berdua pulang. Sementara, Riko dan Karin sudah lebih dulu pulang lima hari yang lalu. Iya, Riko dan Karin pulang setelah dua hari mereka menginap disana."Assalamualaikum warahmatullahi wabarokattuh mamah ...." sapa Wulan saat dirinya sudah sampai di rumah."Waalaikumsalam warahmatullahi wabarokattuh, sayang...." Nyonya Laura menjawab dengan senyum sumringah. Wanita itu begitu senang melihat putri kesayangannya sudah kembali."Mamah Wulan kangen," ujar Wulan seraya memeluk sang mamah."Mamah juga sayang." Nyonya Laura menciumi semua bagian wajah sang putri dengan derai air mata. Entah kenapa hati wanita paruh baya itu mendadak terasa sedih, saat melihat wajah putrinya itu."Loh kok Mamah nangis si?""Nggak sayang mamah hanya kangen kamu nak,""Ya ampun Mamah aku hanya pergi camp selama satu minggu dan sekarang sudah pulang dengan selamat, lalu apa yang bikin mamah sedih?""Entahlah sayang, semingu

    Terakhir Diperbarui : 2024-10-29
  • Terikat Cinta Saudara Angkat    Kemabali Berduaan.

    Damar akhirnya pulang kerumah malam harinya. Dirinya begitu merindukan sang istri tercinta. Sampai-sampai rencananya untuk pulang besok pagi ia urungkan. Baginya satu detik saja sangatlah berharga, ketika bisa melihat Wulan. Apalagi lusa ia akan pergi ke Jerman, untuk urusan bisnisnya. Damar ingin selalu menghabiskan sisa waktunya bersama Wulan. Apalagi kini, Wulan sudah sah dan halal untuknya. Jika saja bisa, Damar ingin sekali membawa Wulan bersamanya. "Mar, besok kamu jadi berangkat ke Jerman?" tanya sang mamah disela-sela acara makan malam mereka."Jadi Mah, memangnya kenapa?" Bukan Damar yang menjawab melainkan tuan Prabu yang menjawab pertanyaan sang istri."Nggak Pah, besok kan kita pergi ke—" Menggantung nyonya Laura tak melanjutkan perkataannya. Wanita paruh baya itu memilih memberi tatapan isyarat pada sang suami, jika besok adalah jadwalnya untuk cek up."Em... Damar, sepertinya keberangkatanmu harus ditunda lagi, karena ternyata besok adalah jadwal rutin papah untuk m

    Terakhir Diperbarui : 2024-10-29

Bab terbaru

  • Terikat Cinta Saudara Angkat    Gagal.

    "Mommy...." Kejora mengigau terbangun dari tidurnya. Mendengar panggilan Kejora. Sontak saja membuat keduanya tersentak kaget. Wulan dan Damar yang tengah diselimuti hasrat yang menggebu. Langsung berhambur mencari sesuatu yang bisa menutupi tubuh polos mereka. Untung saja di meja dekat sofa ada dua handuk kimono yang disiapkan oleh pihak hotel. "Mommy sama Daddy, abis mandi ya? Kok pakai kimono?" tanya Kejora polos menatap kedua orang tuanya yang sama-sama hanya memakai handuk kimono. Belum lagi pandangan aneh gadis kecil itu yang menatap Ke arah pakaian yang berserakan dilantai. "Em, i-iya sayang Daddy dan Mommy tadi—" Wulan yang hendak menjelaskan langsung dipotong oleh Damar. "Mommy sudah selesai mandi, sekarang gantian Daddy yang mandi" jawab Damar memotong perkataan Wulan seraya memungut pakaian mereka yang tercecer. "Say-ang, Kejora kenapa bangun nak?" Kini Wulan bertanya seraya mendekat pada sang putri. "Tidur lagi ya sayang. Em ... Daddy ke kamar mandi dulu ya Nak," ujar

  • Terikat Cinta Saudara Angkat    Kembali Melakukan.

    Jam 14.30 Tuan Leo dan Nyonya Nesa akhirnya tiba di bandara internasional Soekarno Hatta. Kedua orang tua itu langsung bergegas ke rumah sakit tempat sang putra di rawat. Diantar sopir kantor yang sudah disiapkan oleh Livi. Kedua orang tua paruh baya itu akhirnya sampai setelah menempuh perjalanan selama satu setengah jam. Dengan tergesa-gesa kedua orang tua itu langsung bergegas menuju ruangan tempat sang putra dirawat. "Rayan!" Panggil Nyonya Nesa begitu wanita paruh baya itu membuka pintu kamar rawat putranya. "Mommy?" Rayan berujar lirih melihat sang mommy yang baru saja masuk. "Bagaimana keadaan mu Nak?" tanya Nyonya Nesa dengan wajah penuh kekhawatiran. "Bagaimana luka mu Ray?" Tuan Leo berkata dengan wajah yang terlihat lebih tenang dari sang istri. "Aku baik Mom, Dad," jawab Rayan pada kedua orang tuanya. "Bagaimana bisa kau sampai dikeroyok oleh begal hem?" Tuan Leo langsung bertanya kronologi, bagaimana sang putra bisa bertemu dan dikeroyok oleh para begal. "B

  • Terikat Cinta Saudara Angkat    Gadis Penolong

    Malam itu juga, Damar beserta seluruh keluarga kecilnya akhirnya pergi menyusul Nyonya Nesa dan Tuan Leo ke Indonesia. Damar tersenyum semringah manakala rencananya kini berhasil dengan sempurna. Saat ini mereka sedang berada di dalam pesawat. Jika Damar dan kedua putra putri begitu bahagia. Lain halnya dengan Wulan, wanita itu sejak tadi hanya diam. Bukan karena tidak ingin ke Indonesia dalam lubuk hati Wulan sebenarnya ingin sekali pulang dan menjenguk papah dah mamahnya. 'Rencana pertama berjalan mulus semoga rencana berikutnya akan berjalan mulus juga," gumam Damar dalam hati. Pria itu begitu itu yakin dengan rencana keduanya yang telah ia susun sedemikian rupa. Sementara di lain tempat, "Zetta cukup! Aku harap kau sadar posisi mu saat ini!" ujar Steven menarik pergelangan tangan Zetta seraya menatap tajam gadis berambut indah itu. "Kak Steve, tapi kita tidak bisa meninggalkan Om ini sendiri, kita tunggu keluarga Om ini datang dulu ya." Zetta menolak pelan keinginan Stev

  • Terikat Cinta Saudara Angkat    Pulang Ke Indonesia.

    Damar memarkirkan mobilnya di halaman rumah sakit. Senyum cerah masih awet menghiasi wajahnya. Pria itu begitu yakin jika kali ini dirinya bisa membawa Wulan pulang ke Indonesia. "Daddy apa kita akan pergi menyusul Oma dan Opa ke Indonesia bersama Mommy?" tanya Kejora polos ketika mereka berjalan menuju ruang Wulan. "Of course sayang, kita akan ke Indonesia bersama Mommy menyusul Oma dan Opa dan bertemu Nenek dan Kakek." Damar tersenyum membuat kedua buah hatinya pun ikut tersenyum. Kini mereka telah sampai di depan ruangan Wulan. "Hi suster Catlin apa kabar?" sapa Wulan pada suster Catlin suster yang biasa menjadi pendamping sang mommy. "Hai, Kejora cantik, kabar ku baik, em ... hai Bintang." Suster Catlin membalas seraya menyapa Bintang. Namun pandangan suster Catlin juga tak luput memandang Damar yang berdiri menggendong Kejora. Suster Catlin masih ingat betul dengan sosok Damar yang kala itu membuat Wulan bereaksi keras terhadapnya saat dirinya tengah merawat Damar. 'Siapa s

  • Terikat Cinta Saudara Angkat    Kecelakaan Membawa Berkah.

    Damar akhirnya membawa putra putrinya pulang terlebih dahulu kerumah keluarga Fernando. Bagaimana pun, pria itu tak bisa serta merta membawa si kembar ke Indonesia tanpa berbicara terlebih dahulu pada mommy dan Daddy mertuanya. Damar masih memiliki akal sehat dan sopan satun. Pria itu akan mendiskusikan terlebih dahulu pada mertuanya dan meminta pendapat kedua mertuanya itu. "Assalamualaikum Oma!" "Assalamualaikum!" ucap si kembar dan Damar yang baru saja tiba di rumah keluarga Fernando. "Waalaikumsalam sayang cucu Oma, sayang kalian ganti baju dulu ya, ada hal penting yang mau Oma bicarakan sama Daddy kalian." Nyonya Nesa memberi titah pada si kembar yang langsung diiyakan oleh keduanya. "Damar nak, kebetulan mommy mau bicara," ujar Nyonya Nesa kemudian membawa menantunya ke halaman samping rumah. Seketika, Damar pun mengangguk seraya mengikuti mommy mertuanya. "Ada apa Mom? Apa ada hal yang penting?" Damar bertanya dengan raut wajah penuh kebingungan. "Begini Mar, mommy dan Da

  • Terikat Cinta Saudara Angkat    Kepanikan.

    Nyonya Nesa begitu terkejut. Saat mendapati telpon yang mengabarkan jika putranya mengalami insiden yang mengakibatkan sang putra dirawat. Dengan panik Nyonya Nesa kemudian menghubungi sang suami. "Dad, Rayan mengalami insiden pengeroyokan begal Dad, dan sekarang dia di rawat di rumah sakit! Dad kita harus ke Indonesia sekrang Dad, Mommy akan berangkat malam ini Daddy susul saja ya kalau Daddy masih ada urusan disini," cecar Nyonya Nesa dengan paniknya. Sementara itu Tuan Leo hanya bisa terdiam mendengarkan perkataan sang istri. "Sayang, tolong tenang ok, coba ceritakan dengan perlahan, hem." Tuan Leo berkata pada sang istri agar lebih tenang menceritakan apa yang terjadi pada putra mereka. "Daddy, tadi mommy telpon Rayan, panggilan mommy sedari tadi siang tidak diangkat dan baru saja mommy telpon lagi, ternyata yang angkat itu wanita, dia memberitahu jika putrinya menemukan Rayan sedang dikeroyok oleh sekelompok begal Dad. Rayan terluka dan dia sedang dirawat di rumah sakit sek

  • Terikat Cinta Saudara Angkat    Sosok Gadis Penolong.

    Rayan tengah mendapat penanganan insentif. Sebab luka di kepala terus mengeluarkan darah. Rupanya ada luka robek pada kepala bagian belakangnya membuat darah segar terus keluar. Sementara gadis yang mengantar Rayan juga masih setia menunggu pria itu. Gadis berambut indah itu, bahkan belum mengganti seragam sekolahnya yang kini terlihat kotor karena noda darah Rayan yang menempel disana. "Keluarga pasien! teriak dokter yang baru saja keluar dari ruang tindakan. "Em ... saya Dok, saya yang membawa Om itu kesini," ujar gadis berambut indah itu menjawab panggilan sang dokter. "Nona, pasien membutuhkan transfusi darah kebetulan stok darah sedang habis jadi kami mencari keluarga pasien agar bisa mendonorkan darah mereka untuk pasien." Dokter itu berkata pada gadis berambut indah itu, jika Rayan sedang membutuhkan transfusi darah. "Em ... Golongan darahnya apa Dok? Mungkin saya bisa menyumbangkan darah saya untuk Om itu?" ujar sang gadis menawarkan diri. "Golongan darahnya AB."

  • Terikat Cinta Saudara Angkat    Pengeroyokan.

    Ardan mengepalkan tangannya. Amarahnya membuncah kala melihat Wulan yang pergi bersama Damar dan anak-anaknya. Sungguh tadinya Ardan sudah merasa menang namun, ternyata pria itu justru semakin menelan kekalahan. Bagaimana tidak, Ardan berpikir ketika ia mempublikasikan hubungannya dengan Wulan. Itu akan membuat Damar menyingkir perlahan. Alih-alih membuat Damar menyingkir. Rupanya pria itu justru malah semakin menunjukan kepemilikannya atas Wulan. Alhasil kini Ardan begitu kecewa. Karena nyatanya statusnya sebagai kekasih Wulan tidak bermakna apa-apa semua tidak ada artinya. Sementara di dalam mobil Wulan, Damar dan si kembar sedang menempuh perjalanan ke sekolah. Damar mengantarkan si kembar terlebih dahulu setelah itu barulah ia akan mengantar Wulan kerumah sakit. "Mommy, Mommy leher Mommy kenapa? Kok merah-merah? Apa Mommy sedang alergi?" tanya Kejora polos ketika melihat tanda merah di leher sang mommy. "Humm ...." Senyum Damar tertahan mendengar pertanyaan polos dari san

  • Terikat Cinta Saudara Angkat    Malam Panas.

    Malam ini adalah malam yang begitu indah bagi Dokter Ardan. Karena malam ini rencanaya menyatakan cinta pada Wulan wanita pujaannya berakhir bahagia. Enam tahun yang ia tunggu akhirnya mengalami kemajuan. Karena Wulan, kini sudah menjadi kekasihnya. Itu semua tak luput dari campur tangan Rayan, sahabat sekaligus kakak Wulan. Iya, Rayan yang tidak menyukai Damar merencanakan semua skenario drama penyakit Ardan. Karena Rayan yakin Wulan akan percaya dan menerima Ardan. Benar saja rencana mereka akhirnya berhasil. Wulan akhirnya mau menerima dokter Ardan. "Thanks Bro, kalau nggak gara-gara lu pasti nggak akan terwujud," ujar Ardan pada Rayan. Kini mereka tengah mengobrol lewat panggilan telepon. "Ya Dan, aku harap kau bisa menjaga Wulan dan membahagiakannya." Rayan meminta pada Ardan dengan tulus. "Itu sudah pasti Vi, kau jangan khawatir," jawab dokter Ardan bersungguh-sungguh. Sementara di kamar Wulan, Damar yang tengah emosi begitu bringas. Damar tidak peduli lagi jika Wulan akan

DMCA.com Protection Status