Susan sendiri juga tidak menyukai Hilman dan Sarah. Bisa dibilang, dia merasa sangat muak. Bagaimana bisa dua orang desa miskin ini masuk ke dalam Kediaman Winata? Selain itu, sejak mereka memasuki vila, mata keduanya dipenuhi keserakahan. Mereka jelas berencana untuk menjajah vila ini.Namun, demi membuat Sienna kesal, Susan terpaksa harus menyetujui permintaan kedua orang tua itu. "Ucapan Ibu benar. Berapa sisa cicilan adik iparku sekarang?" tanya Susan."Lima miliar empat ratus juta. Cicilan bulanannya sebesar 60 juta. Dia hampir berusia 50 tahun sekarang dan perusahaannya baru-baru ini memberhentikan banyak karyawannya. Kalau putra bungsuku dipecat, dia nggak akan mampu bayar cicilan. Kamu dan haris harus membantunya. Seenggaknya, kalian harus memberinya 6 miliar untuk melunasi cicilan rumah dulu," jawab Sarah.Susan tersenyum dan mengeluarkan selembar kartu bank. "Ada 6 miliar di kartu ini, seharusnya cukup untuk adik ipar melunasi cicilannya," ujar Susan.Mata Sarah sontak berbin
Susan sedang berada di ruang utama kediaman Keluarga Winata. Ketika melihat Junando berjalan masuk, dia seketika berwaspada. Akhir-akhir ini, suasana hati Junando sedang tidak baik karena insiden selangkangan kemarin, jadi Susan tidak berani berbicara dengan keras padanya. Dia bertanya, "Junando, apa kamu sudah bertindak?"Junando duduk, lalu menjawab sambil mencibir, "Karena dia sudah berani datang kemari, berarti dia sudah siap menerima akibatnya." Susan sontak merasa cemas. Sekarang, Sienna sangat disayangi oleh Darwo. Jika terjadi sesuatu pada Sienna, Darwo pasti akan menyelidikinya secara menyeluruh. Dengan kekuasaan yang Darwo miliki, dia bisa menyelidiki masalah hingga terungkap. Jika hal itu benar-benar terjadi, bukan hanya Junando yang akan mendapat masalah, melainkan seluruh anggota Keluarga Winata juga akan terkena imbasnya."Junando, Ibu sudah pernah katakan padamu untuk menahan emosi," ucap Susan.Susan tersentak saat melihat Junando membanting gelas yang ada di tangannya
Tidak jauh dari bar ini, ada seorang bartender yang memiliki paras menawan. Ketika menoleh, bartender ini melihat Sienna sedang diseret oleh dua orang pria ke ruang VIP.Bar ini adalah satu-satunya bar yang tidak dipasang kamera pengawas. Lantaran bar ini didatangi oleh berbagai macam orang dan sangat ramai setiap hari, ada pemberitahuan yang ditempelkan di depan pintu masuk bar yang bertuliskan "Begitu masuk, segala bentuk kehilangan dan kerugian bukan menjadi tanggung jawab kami."Oleh sebab itu, sebagian besar orang yang datang kemari hanya ingin mencari kesenangan. Gaji pelayan yang bekerja di sini lebih tinggi dibandingkan dengan gaji pelayan di bar lain. Bagaimanapun juga, pelayan di bar ini terkadang mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari pelanggan. Dickson sedang memegang sebuah nampan. Sebenarnya dia tidak ingin mencampuri urusan seperti ini. Meskipun sudah mengenali bahwa wanita yang sedang diseret itu adalah Sienna, dia tetap tidak ingin ikut campur. Akan tetapi, Wil
Willow segera menerima panggilan telepon dari Sienna. Awalnya, Willow ditelepon oleh anggota keluarganya yang menyuruhnya pulang.Sienna berucap, "Willow, aku ada masalah."Nada bicara Sienna terdengar cemas, sepertinya ada yang tidak beres. Willow tidak memedulikan hal lain lagi, lalu langsung menanyakan alamat dan bergegas mengendarai mobilnya ke tempat itu.Namun, sampai di tengah jalan, Willow baru merasa alamat ini sedikit familier. Sepertinya, tempat ini sama dengan alamat yang diberi tahu Dickson tadi. Apa Sienna dan Dickson berada di bar yang sama?Willow tidak sempat memikirkannya lagi, dia langsung masuk ke ruang privat itu. Willow terkejut ketika melihat leher Sienna yang berdarah. Dia berteriak, "Sienna!"Sienna berusaha mengangkat kepalanya. Melihat kedatangan Willow, Sienna baru merasa lega. Botol anggur di tangannya pun seketika terjatuh. Sienna berkata, "Antar aku ke rumah sakit."Willow yang benar-benar panik menyahut, "Oke." Dia tidak berani menunda lagi dan langsung
Yuliana berkata, "Kak Elena, reputasiku sudah hancur. Sekarang banyak orang yang tahu aku tidur dengan pengawal. Kelak, apa aku masih bisa menikah lagi?"Saat teringat Jacob juga menyaksikan kejadian ini, Yuliana ingin segera mati. Namun, dia benar-benar tidak rela. Yuliana sudah mengikuti Jacob begitu lama, tetapi Jacob tidak pernah memperhatikannya.Jacob malah lebih dekat dengan seorang desainer. Bahkan, dia juga berpacaran dengan Elena. Sementara itu, Yuliana sama sekali tidak mendapatkan apa-apa.Elena memapah Yuliana dan menjawab dengan asal, "Memangnya ini salah siapa? Kamu yang terlalu sembrono."Yuliana merasa benci, tetapi dia paling membenci Sienna. Semua ini karena Sienna.Elena dan Yuliana berpapasan dengan Willow, tetapi Willow hanya kenal mereka dan tidak dekat. Jadi, Willow tidak menyapa mereka.Yuliana dibawa masuk untuk melakukan pemeriksaan, sedangkan Elena menunggu di luar selama 1 jam. Saat Elena sudah mulai tidak sabar, Yuliana pun keluar. Wajah Yuliana pucat pasi
Sienna tidak ingin hanya duduk diam, jadi dia segera menelepon Willow dan meminta dia menggunakan kekuatan keluarganya untuk menyelidiki kedua pria itu. "Bisa-bisanya ada masalah seperti ini! Aku akan segera mengutus orang untuk memeriksanya. Sienna, kamu jangan khawatir, beristirahatlah dengan baik di rumah sakit!" ucap Willow.Setelah Sienna menutup teleponnya, dia melihat pintu kamar pasiennya dibuka oleh Yuliana. Wanita itu menatapnya dengan tajam, lalu berkata sambil tersenyum sinis, "Kak Jacob akan segera datang. Kamu sebaiknya berpikir bagaimana cara untuk meminta maaf kepada Kak Elena."Sienna merasa sangat konyol sehingga berkata, "Sepertinya kamu lupa alasanmu datang ke rumah sakit." Yuliana tertegun sejenak dan tatapannya penuh dengan rasa benci. Namun, dia pasti tidak akan melakukan apa pun sebelum Jacob datang. Dia mendengus dingin, lalu menutup pintu dengan membantingnya dan pergi ke kamar pasien sebelah.Sementara itu, Sienna menggosok pelan pelipisnya. Ketika menampar E
Sienna telah memperkirakan bahwa Jacob akan membela Elena, tetapi dia masih berkata, "Aku nggak mau.""Oh, begitu? Apa kamu nggak takut itu akan memengaruhi studio, keluargamu, bahkan reputasimu di industri?" Suara Jacob terdengar tenang, bahkan ancamannya pun terdengar begitu santai. Dia mengangkat alisnya seraya melanjutkan, "Apalagi, ini bisa memengaruhi posisi promosi suamimu yang diperoleh dengan susah payah."Entah kenapa, Sienna merasa bahwa Jacob bersikap lebih agresif kali ini. Dia tidak lagi seperti sebelumnya yang tampak acuh tak acuh terhadap segala sesuatu.Jacob melihat bahwa sikap Sienna awalnya masih teguh, tetapi setelah menyebutkan dampak pada pekerjaan suaminya, wanita itu segera merenung. Dia pun berkata sembari tersenyum dingin, "Kamu sangat mencintai suamimu, ya?"Jacob berdiri dan menunjukkan sikap yang lebih tegas lagi sekarang. Pria itu berkata, "Sebelum keluar dari rumah sakit, mintalah maaf kepada Elena." Jika Sienna tidak meminta maaf, Elena bisa melaporkann
Jacob memegang bunga itu dengan satu tangan dan memegang ponsel dengan tangan lainnya. Dia sedang menerima panggilan telepon dari Sony.Sony berkata, "Begini, Tuan Jacob. Setelah kita menghambat proyek Keluarga Winata sebelumnya, sekarang Harris dirawat di rumah sakit. Kini, tampaknya asistennya yang menangani urusan resmi. Dia menandatangani sebuah proyek dengan sebuah perusahaan belakangan ini. Tapi, perusahaan itu adalah perusahaan yang masuk daftar hitam Grup Yuwono.""Proyek ini adalah jebakan. Kelak, mereka mungkin harus membayar kompensasi puluhan triliun. Seharusnya Keluarga Winata nggak punya aset lancar sebanyak itu. Kalau mereka benar-benar menandatangani kontrak, Keluarga Winata nggak akan mampu membayar kompensasi nanti. Setelah itu, mereka pasti akan bangkrut," ujar Sony lagi.Sony baru mendengar kabar ini saat dia sedang berbincang dengan seorang teman. Bagaimanapun, masalah ini berkaitan dengan istri Jacob. Sony berpikir dia lebih baik mengingatkan Jacob. Siapa tahu bos
Ed melempar pisau itu ke tong sampah, lalu menyerahkan 00 kepada Hans dan berujar, "Tanya Bu Mae sekarang Fredie ada di mana."Orang abnormal seperti Fredie pasti tidak akan melepaskan wanita yang sangat mirip dengan Luna. Niat jahat Ed muncul, dia merasa seperti Sienna yang menderita jika 00 dinodai Fredie. Mana mungkin Fredie sama sekali tidak menyentuh Luna setelah mengurungnya selama bertahun-tahun?Jika Luna dan putrinya sama-sama dinodai Fredie, ini hal yang menarik. Ed merasa antusias begitu memikirkan hal ini.Sebelumnya 00 memang dilatih secara profesional, tetapi dia hanya berlatih untuk meniru Sienna. Kemampuan bertarung 00 tidak begitu hebat. Dia tidak bisa melindungi dirinya dari orang munafik seperti Ed.Sekarang kedua tangan 00 ditahan sehingga dia sama sekali tidak bisa bergerak. Dia berteriak, "Lepaskan aku!"Ed menyahut, "Aku bisa lepaskan kamu. Tapi, kamu harus beri tahu aku di mana Jacob dan apa tujuannya."Apa Jacob benar-benar masuk ke markas penelitian? Namun, un
Namun, sekarang mereka tidak bisa mengeluarkan Arlo. Begitu bahan eksperimen hilang, semua anggota markas penelitian akan menyadari ada orang yang menyusup. Nantinya semua orang di markas penelitian akan diperiksa.Jacob dan lainnya yang belum berhasil kabur akan terekspos. Mereka tidak akan bisa keluar lagi. Sekarang Jacob harus kembali ke ventilasi, lalu mengambil kembali botol-botol obat dan mengembalikannya ke tempat semula. Dengan begitu, Jacob baru bisa menghilangkan kecurigaan terhadap dirinya."Bakti, kamu kembali ke tempatmu dulu," ucap Jacob.Bakti bertanya, "Bagaimana dengan Arlo?"Jacob memijat kening seraya menyahut, "Aku lihat dia masih bernapas. Seharusnya dia belum mati. Kalau kita mengeluarkannya, kita semua pasti mati."Tentu saja Bakti memahami hal ini. Kemudian, Bakti pergi. Jacob kembali ke ruang penelitian Sharon. Ruangan ini tidak terpengaruh, tetapi Sharon menghilang.Jacob tidak curiga. Dia langsung kembali ke kamarnya, lalu memanjat ke ventilasi dan mengambil
Jacob tahu itu adalah suara pria berseragam yang muncul di aula utama. Seharusnya dia mengikuti rapat di Armania, tetapi banyak kamera pengawas dipasang di berbagai sudut markas penelitian. Cepat atau lambat pria berseragam pasti akan mengetahui kekacauan di sini.Hanya saja, Jacob tidak menyangka pria itu akan mengetahuinya begitu cepat. Jacob terus memutar otak, lalu membuka pintu kandang binatang buas. Semua binatang buas pun keluar.Bakti yang berdiri di samping bertanya, "Memangnya ada gunanya? Kekacauan yang kita buat langsung digagalkan oleh suara bel yang aneh. Aku rasa orang-orang di sini sudah dihipnosis. Apa pun kondisinya, mereka akan segera bangun begitu mendengar suara bel itu."Jacob menjawab, "Ada. Sekelompok binatang buas ini sudah dijinakkan. Kalau mereka dilepaskan, mereka hanya ingin kabur. Binatang buas ini cuma berani makan orang yang dimasukkan ke kandang."Jacob melanjutkan, "Waktu melihat orang di luar kandang, semua binatang buas ini akan ketakutan dan mengamu
Dulu Ed memang ingin mendapatkan lencana itu, tetapi sekarang dia sama sekali tidak menyentuhnya. Hans yang mengambil lencana itu dan memainkannya sejenak sebelum menyematkannya di pakaian Ed.Ed tiba-tiba merasa sesak. Amarahnya hampir meledak. Ed menarik napas dalam-dalam, lalu melihat lencana di dadanya. Dia menepis tangan Hans.Hans melirik Ed dengan gugup dan berjalan ke pintu. Setelah pintu ditutup, Ed merasa gusar. Dia menarik napas lagi, lalu mengambil rokok. Begitu Ed menyalakan rokok, tiba-tiba terdengar suara raungan yang keras.Ed membuang abu rokok dan pergi ke aula utama untuk memeriksa kondisinya. Suasana di aula kacau balau. Pemuda di ruang eksperimen nomor 8 dilepaskan. Sekarang terdengar suara tembakan.Selain itu, asap putih mengepul dan menyebar dengan cepat. Seketika, seluruh ruangan diselimuti asap.Para staf penelitian di aula panik. Mereka meringkuk di sudut karena takut diincar senjata mematikan itu.Senjata mematikan itu paling membenci staf penelitian. Setida
Pria berseragam mengamati Sharon dan bertanya, "Sepertinya Bu Sharon nggak menyukai Ed. Padahal itu orang yang direkomendasikan Mae."Sharon lanjut menyusun tabung reaksi, lalu menjawab dengan datar, "Aku cuma nggak merasa cocok."Ketujuh petinggi tidak mengatakan apa pun. Mereka tahu sifat Sharon agak aneh. Jacob yang berdiri di depan Sharon bisa melihat layar dengan jelas.Seharusnya ruang rapat para petinggi tidak terletak di area ini. Desain ruangannya jauh berbeda. Yang membuat Jacob bingung adalah latar belakang tempat para petinggi berada tampak sangat familier. Namun, Jacob tidak bisa mengingatnya.Jacob yakin tempat itu bukan bagian internal markas penelitian. Dia mengernyit, mungkin mereka memang tidak berada di area ini. Bahkan, mereka tidak berada di Kango.Tidak ada yang tahu identitas ketujuh petinggi ini. Kemungkinan besar mereka adalah petinggi dari negara lain, jadi mereka memakai topeng. Mungkin juga mereka tidak mengetahui identitas satu sama lain dan hanya merupakan
Di Afrikan. Sienna terus memperhatikan berita di dalam negeri. Setelah memastikan Cristin dihujat habis-habisan, Sienna baru merasa puas.Sienna tidak menelepon Wanda. Nantinya Wanda pasti akan meminta maaf kepada Sienna lagi. Lebih baik dia tidak mengganggu Wanda dan membiarkannya istirahat untuk beberapa waktu.Sienna mengusap matanya, lalu meletakkan laptop di atas meja. Wanita di samping mengingatkan, "Ibu hamil harus batasi penggunaan peralatan elektronik."Sienna pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka. Ketika keluar, matanya tetap memerah. Belum ada kabar dari Jacob. Minggu ini Sienna kurang istirahat, dia sering terbangun saat tengah malam karena mimpi buruk.Sekarang Sienna merasa lelah sesudah mengurus masalah di dalam negeri. Setelah menunggu 1 hari lagi, Sienna sudah kehilangan kesabaran.Sienna menelepon Jero, mungkin saja Jero sudah mendapatkan petunjuk. Jero berucap, "Nggak ada, Sienna. Kamu nggak usah khawatir. Sistem di markas penelitian sangat rumit, kemungkinan merek
Keesokan harinya, Wanda baru mendengar kabar Cristin pergi ke luar negeri. Rebecca mengira Wanda akan merasa senang, tetapi Wanda tetap terlihat tenang. Wanda terus memandang ke luar jendela. Setelah beberapa saat, dia baru mengangguk.Wanda makin kurus. Wajahnya tampak tirus. Saat bermimpi di malam hari, Wanda akan memanggil, "Wanwan."Wanda tidak berani membayangkan bagaimana Wanwan mati. Setiap mengingat hal ini, Wanda akan membenci dirinya yang tidak berguna.Rebecca mengkhawatirkan kondisi mental Wanda, jadi dia ingin mengundang psikolog. Wanda menolak, "Nggak usah, cuma tubuhku yang sakit. Aku cuma butuh istirahat yang cukup."Wanda diantar pulang. Makanan anjing dan air di mangkuk masih ada, tetapi Wanwan sudah pergi. Wanda takut dirinya menangis di depan Rebecca. Dia segera tersenyum dan berujar, "Rebecca, jadwalmu sudah terganggu. Sebaiknya kamu kembali syuting. Kamu tenang saja, aku pasti istirahat di rumah."Rebecca mengangguk, lalu berpesan setelah berpikir sejenak, "Aku s
Cristin masih linglung ketika dibawa keluar dari kediaman Keluarga Salim. Dia sudah berlutut sambil memohon pada keluarganya, tetapi tidak ada yang membelanya. Bahkan, kakak Cristin juga menghindari adiknya. Semua orang tetap terdiam.Dulu, kehidupan Cristin sangat indah. Sekarang dia berakhir tragis. Sebelumnya, Cristin merasa Wanda sangat kasihan. Wanda dicampakkan orang tuanya dan semua orang, bahkan Benny juga tidak menginginkannya lagi. Biarpun Wanda memohon, Benny juga tidak memedulikannya. Namun, saat ini nasib Cristin sama seperti Wanda. Dia juga dicampakkan begitu saja.Cristin naik ke mobil, lalu dia dibawa ke sebuah vila. Sopir berkata, "Nona Cristin, cepat bereskan kopermu. Pesawat terbang 3 jam lagi. Ke depannya kamu nggak usah pulang."Ini adalah keputusan Keluarga Salim. Mereka juga telah mengumumkan keputusan ini di internet dan memberi keluarga siswa yang mati itu kompensasi sebesar 20 miliar.Namun, para netizen tetap menghujat Cristin dan Keluarga Salim. Semua masal
Tubuh Cristin lemas. Dia meremas ponselnya dan air matanya terus mengalir. Anggota Keluarga Salim masih mengetuk pintu kamar Cristin sambil berseru."Cristin, apa kamu sudah lihat berita di internet? Saham Keluarga Salim anjlok lagi. Sebaiknya kamu minta maaf. Tindakanmu memang keterlaluan.""Hujatan di internet terus bertambah. Para pemegang saham mulai marah-marah. Kalau kamu nggak bersuara, kemungkinan besar Keluarga Salim akan diperiksa petinggi."Cristin yang duduk di lantai memeluk kedua kakinya. Bahunya terus bergetar. Dia berteriak, "Aku nggak mau minta maaf pada wanita rendahan itu!"Anggota Keluarga Salim di luar berang setelah mendengar ucapan Cristin. Bisa-bisanya Cristin bersikap kekanak-kanakan pada saat-saat seperti ini!Salah satu anggota Keluarga Salim membalas, "Oke. Kalau kamu nggak mau minta maaf, Keluarga Salim akan segera mengumumkan bahwa kamu sudah diusir! Ke depannya semua tindakanmu nggak ada hubungannya dengan Keluarga Salim! Kamu pikirkan baik-baik!"Keluarg