Home / Romansa / Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini / Bab 46. Ingin Mendapatkannya Kembali

Share

Bab 46. Ingin Mendapatkannya Kembali

Author: Te Anastasia
last update Last Updated: 2024-08-06 18:13:37

Detik waktu berjalan lebih buruk dari yang Evan duga. Setelah kemarahan Elizabeth padanya, laki-laki itu tidak bisa tidur semalaman penuh dan rasa kesal muncul dari berbagai sisi.

Bahkan pagi ini, Evan duduk diam di ruang keluarga bersama dengan Jericho yang hanya diam di belakangnya.

"Tuan, ruangannya sudah kembali dirapikan oleh pelayan," ujar Jericho tiba-tiba.

Tidak ada sahutan apapun dari Evan hingga beberapa detik, sampai akhirnya dia membuka suara.

"Aku sedang tidak ingin mengerjakan apapun hari ini," jawab Evan singkat.

"Baik, Tuan."

Suara langkah kaki masuk ke dalam rumah terdengar oleh Evan. Namun, dia tidak tertarik menengok dan melihat siapa yang kini masuk ke dalam rumahnya.

Melihat sosok Clarisa yang muncul, lantas Jericho langsung meninggalkan Evan dan wanita itu.

"Selamat pagi," sapa Clarisa tersenyum manis.

Wanita itu mendekati Evan yang duduk diam menatap pemandangan taman di pagi yang mendung ini.

"Evan, aku bawakan sarapan untukmu. Aku memasaknya sendiri,"
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Sumyati Al-husaerie
ya lakukan lah Niel .. spya si Evan menyadari kslhan ny .. klou perlu jngan sampai bertemu sma si Evan lagi .. membaca tapi sambil mendalami peran ...
goodnovel comment avatar
Fuah Rusmanto
lanjut lah tor
goodnovel comment avatar
Ognindi Wingky
ini bocah Evaan lemooot bingiiit yaaaq... g kyk Arshan bpknya ...
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 47. Lebih dari Sebuah Rasa Perhatian

    Suara ketukan pintu berkali-kali di luar, seperti sebuah trauma mendalam bagi Elizabeth. Ia takut bila yang datang adalah Evan. Gadis itu baru saja berbaring setelah meminum obatnya. Namun, mendengar suara pintu rumahnya yang terketuk membuat Elizabeth urung beristirahat. "Elizabeth... Kau ada di rumah, kan? Elizabeth...!" Suara itu, suara milik Daniel. Seketika Elizabeth langsung turun dari atas ranjang kamar di lantai satu. Gadis itu berjalan ke depan dengan cepat. Pintu kayu berwarna putih terbuka, dan benar kalau Daniel lah yang muncul."Daniel," lirih Elizabeth menatapnya. Laki-laki itu selalu tersenyum seperti biasa, dia mengangkat kedua tangannya menunjukkan paper bag yang dia bawa saat ini. "Aku membawakanmu makan siang," ujarnya. "Ya ampun Niel, jangan begini setiap hari. Aku juga memasak, kok," ujar gadis itu membuka pintu rumahnya lebar-lebar. Daniel tak menghiraukannya dan tetap berjalan ke dalam rumah, meletakkan paper bag yang dia bawa. Di atas meja kayu di ruan

    Last Updated : 2024-08-07
  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 48. Kedatangan Exel dan Papa Arshen

    Setelah pulang makan malam di kediaman orang tuanya, Evan memikirkan apa yang selama ini sering Exel adukan padanya, yaitu tentang sikap Clarisa saat bersama putranya. Evan tergerak melangkah menuju kamar Exel, ia membuka pelan pintu kayu di depannya dan melihat putranya yang tengah bermain sendirian. "Exel..." Evan memanggilnya dan masuk ke dalam sana. "Papa!" Anak itu langsung berdiri dan berjalan ke arahnya. "Papa mau ke mana?" Evan mengangkat tubuh mungil Exel yang kini terlihat lebih kurus. "Papa tidak ke mana-mana, Papa ingin berbincang dengan Exel," jawab Evan kembali menutup pintu kamar Exel dan berjalan turun ke lantai satu. Anaknya itu tersenyum merengkuh leher Evan dan menyandarkan kepalanya di pundak. Mereka berdua masuk ke dalam ruangan kerja Evan. Di sana, Evan duduk dan memangku Exel yang sibuk mengambil bolpoin dan kertas di meja kerja Papanya, tangan kecilnya sigap mencoret-coret kertas. Evan mengecup pucuk kepala si kecil penuh kasih sayang. "Sayang, Papa ing

    Last Updated : 2024-08-07
  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 49. Kerinduanku Telah Terobati

    "Exel juga kangen sama Mama, kenapa Mama tidak pulang-pulang, Ma..." Anak itu langsung meminta gendong pada Elizabeth setelah gadis itu mempersilakan Papa mertuanya masuk ke dalam rumah. Arshen duduk di kursi ruang tamu. Ia memperhatikan cucunya yang menunjukkan sisi manja pada Elizabeth. Ekspresi Exel kini tidak lagi murung dan cemberut seperti sebelum-sebelumnya. "Sekarang lega kan, Exel sudah bertemu dengan Mama?" sahut Arshen terkekeh. "Iya Opa, senang sekali. Emmm, Mamaku..." Anak itu duduk nyaman dalam pangkuan Elizabeth dan memeluknya erat. Elizabeth terkekeh gemas, ia mengecupi pucuk kepala putranya berulang kali sebelum beralih menatap Papa mertuanya. "Papa, apa kabar? Maaf ya, Pa, cukup lama Elizabeth dan Papa tidak bertemu," ujar gadis itu sedikit menundukkan kepalanya. Arshen hanya tersenyum, laki-laki itu melihat tidak ada yang berubah dari Elizabeth. Tuturnya masih santun dan ia selalu menghormatinya. "Kabar Papa baik, Elizabeth. Papa ke sini ingin mengantarkan E

    Last Updated : 2024-08-08
  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 50. Exel-ku Sayang, Exel-ku Malang

    Sudah beberapa hari ini, Exel dan Elizabeth menghabiskan waktu di rumahnya yang sederhana. Tentu saja tanpa sepengetahuan Evan. Pertemuan rahasia itu hanya diketahui oleh mereka berdua dan Arshen saja. Hari sudah cukup sore saat Arshen datang menjemput cucunya. Kedatangan sang Opa membuat Exel cemberut kesal. Anak itu langsung memeluk Elizabeth erat-erat dan bersembunyi di balik tubuh Mamanya. "Opa kenapa jemput Exel sih? Exel masih mau main sama Mama!" pekik anak itu marah seperti biasa. "Ya besok lagi dong, sekarang harus pulang dulu." Arshen menjawabnya seraya duduk di kursi. Exel memasang wajah protes, hal ini membuat Elizabeth tersenyum. Gadis itu menangkup kedua pipi Exel dengan lembut. "Sayang, hari ini pulang dulu sama Opa. Besok pulang sekolah ke sini lagi, okay?" Elizabeth mengecup kening Exel. "Heumm, Opa nakal... Exel padahal masih ingin sama Mama." Arshen menghela napasnya panjang dan memberikan waktu pada Exel untuk bersama Elizabeth lagi. Perhatian dan kasih sa

    Last Updated : 2024-08-08
  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 51. Kecurigaan Evan pada Clarisa

    Suara bariton seorang laki-laki itu mengejutkan Clarisa, sontak saja ia langsung menoleh ke belakang dengan wajah terkejut luar biasa. Seperti tertangkap basah, Clarisa panik dan gugup dengan apa yang harus dia lakukan kini. Tapi ia segera menguasai diri. Wanita itu tersenyum lembut sembari mengelus kepala Exel, seolah tidak ada apapun yang terjadi di antara mereka. "Oh... aku hanya sedang menenangkan anakku," kilahnya dengan lihai. “Jangan menangis lagi ya, Sayang. Nanti Mama belikan mainan yang baru untukmu,” kata Clarisa dengan nada lembut. Tangannya mengusap pipi Exel yang basah oleh air mata."Exel mau ikut Paman!" seru Exel menepis tangan Clarisa saat itu juga. Sedangkan laki-laki berpakaian formal bertubuh tinggi tegap itu masih berdiri di sana memperhatikan mereka. Dia adalah ajudan pribadi Arshen Collin, yang sedang ditugaskan menjemput Exel. "Paman..." Exel menangis berlari menjauh dari Clarisa dan berlari ke arah laki-laki itu. "Tuan Kecil, kenapa menangis?" tanya lak

    Last Updated : 2024-08-09
  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 52. Menemani untuk Semalam

    Elizabeth terkejut saat Exel datang dalam keadaan menangis sampai ketakutan. Bahkan hingga satu jam ini, Elizabeth masih menggendongnya. Anak itu belum bercerita apapun, dan Elizabeth berusaha membuat putranya untuk tenang lebih dulu. "Mama, Exel mau di sini terus sama Mama. Exel tidak mau pulang," bisik anak itu merengkuh erat leher Elizabeth. "Kenapa Sayang?" Elizabeth mengelus punggung kecil anak itu. "Kalau Exel tidak pulang nanti Papa marah, Nak." Exel kembali merengek dan mengeratkan rengkuhannya. Elizabeth pun berjalan mendekati kursi kayu di teras, ia merasa kakinya lelah setelah cukup lama menggendong Exel, hingga gadis itu memilih untuk duduk. Senyuman manis terukir di bibir Elizabeth, ia menarik tubuh Exel dan meminta anak itu untuk melihatnya. "Exel sayang Mama," ucap anak itu menatap Elizabeth dengan kedua mata yang sembab. "Mama juga sayang sekali sama Exel," jawab Elizabeth mengelus pipi putih putranya. "Exel kenapa menangis? Kenapa takut seperti ini, hem?" Anak

    Last Updated : 2024-08-09
  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 53. Evan Berpihak Berpihak pada Istrinya

    Usai dari kediaman Elizabeth, kini Evan kembali pulang ke kediamannya sendiri. Laki-laki itu berjalan masuk ke dalam rumah, ia melepaskan tuxedo hitamnya dan duduk diam di ruang tamu sebelum Jericho tiba-tiba muncul. "Tuan, di depan ada Nona Clarisa," ujar Jericho. Mendengar nama Clarisa yang diucapkan oleh ajudannya, seketika Evan terdiam, ia mulai teringat isak tangis Exel yang ketakutan. Sampai akhirnya pintu depan terbuka dan wanita cantik itu berambut panjang bergelombang itu masuk ke dalam rumah, Clarisa berjalan menghampiri Evan. "Loh, Evan... Anak kita mana?" tanya Clarisa menanyakan Exel. Evan menoleh ke arahnya sekilas sembari menggulung lengan panjang kemeja putih yang dia pakai. "Exel bersama Elizabeth, aku meminta Elizabeth menemaninya malam ini," jawab Evan dengan wajah tenang. "Be-bersama Elizabeth?!" tanya wanita itu dengan nada tak percaya. Dan Evan menanggapinya hanya dengan anggukan kepala. Hal ini membuat Clarisa merasa kebingungan, apalagi saat raut wajah

    Last Updated : 2024-08-10
  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 54. Hilang Kepercayaan Elizabeth pada Evan

    Keesokan hari saat pagi tiba, Elizabeth menjadi orang yang menyambut Exel saat anak itu bangun tidur. Exel merasa sangat bahagia semalaman dia bisa tidur dipeluk oleh Mamanya. Kini Exel masih digendong oleh Elizabeth sembari menyiapkan sarapan untuk mereka berdua. "Exel masih mau di sini ya, Ma, nanti kalau ada Papa bilang saja Exel masih tidur," ujar anak itu sembari terkikik geli memeluk leher Elizabeth. "Iya Sayangku," jawab Elizabeth mengecup pipi Exel yang harum. Di saat mereka sibuk menyiapkan sarapan, tiba-tiba pintu utama rumah Elizabeth terketuk. Mendengarnya, lantas Exel langsung buru-buru turun dari gendongan Elizabeth dan anak itu berlari bersembunyi karena takut kalau Papanya yang akan menjemputnya. Elizabeth terkekeh menatap si kecil, anak itu menatapnya sembari meletakkan jari telunjuknya di depan bibir. Dan Elizabeth pun bergegas berjalan ke depan. Namun kali ini perasaannya tiba-tiba menjadi tidak nyaman. Gadis itu membuka kunci dan menarik gagang pintu, sebelum

    Last Updated : 2024-08-10

Latest chapter

  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 516. AKHIR KISAH KITA YANG BAHAGIA

    Pernikahan yang dinanti-nantikan sekaligus tak pernah dibayangkan oleh Pauline pun kini terjadi. Menjadi istri seorang Xander Spencer adalah hal yang tak jauh berbeda dengan sebuah mimpi. Dulu, Pauline tidak berani hanya sekedar untuk membayangkannya saja. Tetapi, takdir berkata lain. Hari ini, Pauline dan Xander sudah resmi menjadi sepasang suami istri. Pauline resmi menjadi istri dari seorang Xander Spencer setelah acara pernikahan mereka diselenggarakan di gedung hotel milik Keluarga Collin pagi ini. Semua keluarga mengucapkan selamat pada mereka, termasuk Exel dan juga Hauri yang turut ikut merasa senang di hari bahagia adik mereka. "Selamat ya, Sayang ... akhirnya kau membuka lembaran baru dengan seseorang yang kau cintai dan yang mencintaimu," ujar Exel memeluk Pauline. "Berjanjilah untuk hidup bahagia dengan Xander." Pauline mengeratkan pelukannya pada sang Kakak dan ia mengangguk kecil. "Iya, Kak. Terima kasih..." Pelukan mereka pun terlepas, Pauline menatap Hauri yang

  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 515. (PAULINE STORY) Alicia Akan Punya Mama dan Papa yang Lengkap

    Pauline tidak pernah memikirkan yang namanya pernikahan sebelumnya. Ia hanya ingin hidup berdua dan membesarkan Alicia. Itulah harapannya awal mula. Namun, ternyata takdir berkata lain. Pauline justru akan menikah dengan laki-laki yang dulu pernah ia tinggalkan karena sakit hati, dan terlebih lagi laki-laki itu begitu lapang dada menerima Alicia dan mengakui sebagai anaknya sendiri. "Hei, kenapa melamun?" Suara Xander membuat Pauline tersentak pelan. Gadis itu menoleh pada Xander yang kini berdiri di sampingnya. Xander langsung memeluk Pauline dari belakang dan menyandarkan kepalanya di pundak gadis itu. "Kenapa?" Pauline mendongak menatapnya dengan senyuman tipis. "Katanya aku harus duduk diam, kau sendiri yang mau memilihkan gaun pernikahan kita," ujar Pauline. "Heem, tunggu sebentar. Tante Helen masih memilihkan yang pas untukmu," jawab Xander, seraya melepaskan pelukannya. Laki-laki itu pun berpindah duduk di samping Pauline. Saat ini, mereka berada di butik milik salah sat

  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 514. (PAULINE STORY) Kami Akan Segera Menikah

    Xander mengantarkan Pauline pulang, kedatangannya disambut oleh Evan dan Elizabeth. Mereka tampak cemas dan was-was, pasalnya selama bertahun-tahun ini Pauline tidak pernah berhubungan dengan laki-laki manapun. Meskipun Evan merestui hubungan mereka, tapi tentu saja ia panik dan cemas bila putrinya tidak pulang-pulang. Kini mereka bertiga baru saja pulang, tampak Alicia bersemangat dan kesenangan dalam gendongan Xander. "Opaa...!" Anak perempuan itu mengulurkan tangannya dan berlari ke arah Evan dengan wajah berseri-seri. Evan dan Elizabeth pun tersenyum. "Aduh, kenapa Cucu Opa tidak pulang-pulang!" seru Evan, saat cucunya turun dari gendongan Xander dan berlari ke arahnya. Alicia langsung memeluk Evan, sedangkan Pauline dan Xander kini duduk di sofa. Mereka duduk berjajar dan Pauline tampak menundukkan kepalanya. "Maaf ya, Pa. Aku tidak bisa pulang kemarin. Pauline tidur pulas, aku ... aku juga sama," ujar Pauline merasa bersalah. Evan mengangguk. "Tidak apa-apa, asal kau ber

  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 513. (PAULINE STORY) Keluarga yang Xander Impikan

    "Pauline, Sayang bangun ... pindahlah tidur di kamar. Jangan tidur di sini. Alicia sudah tidur di kamar atas." Xander menepuk pipi Pauline dengan sangat lembut sampai gadis itu terbangun dan terkejut saat ia menyadari tertidur di rumah Xander. "Kak..." Laki-laki itu tersenyum. "Pindah ke kamar, tidurlah di sana temani Alicia. Aku akan melanjutkan pekerjaanku dulu." Pauline langsung bangun dan ia menoleh ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam. Gadis itu tertunduk. "Bagaimana bisa aku ketiduran sampai jam segini?" lirih Pauline. "Bagaimana aku pulangnya?" "Kan aku sudah bilang, tidurlah di sini. Biar aku yang telfon Papa. Di luar juga udara sangat dingin, kasihan Alicia, Sayang." Xander mengusap lengan kecil Pauline. Gadis itu mengangguk patuh dan ia beranjak dari duduknya. Kedua mata mengantuknya pun tertuju lagi pada Xander. "Janji ya, Kak, teflon Papa," ujarnya. "Iya, Sayang." Barulah Pauline tersenyum tipis. "Baiklah, kalau begitu aku ke

  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 512. (PAULINE STORY) Anak Kesayangan Papa Xander

    "Ma ... Alicia boleh tidak, tinggal di sini sama Mama dan Papa?" Anak perempuan dengan rambut cokelat dikuncir dua itu berdiri di samping sang Mama. Alicia yang menggemaskan tampak mendongak menatap wajah sang Mama. Pauline yang tengah membuatkan kopi untuk Xander di dapur rumah laki-laki itu, ia pun lantas menoleh dan tersenyum pada Alicia yang murung dan mengeluh di sampingnya. "Kita punya rumah sendiri, Sayang." Bibir Alicia cemberut, anak itu menarik-narik ujung blouse yang Pauline pakai. "Tapi Ma, Alicia mau seperti Kak Varo dan Kak Vano, mereka tinggal dengan Tante Mama dan Papa Exel. Masak Alicia hanya tinggal sama Mama, terus Oma dan Opa? Papa tinggal sendirian, kasihan Papa, Ma..." Alicia memprotes sang Mama. Dari arah ruang tengah, Xander yang mendengar perbincangan Alicia dan Pauline, ia tersenyum. Anak kecil mungil itu memang sangat menyayanginya selayaknya Papanya sendiri. Dengan jelas ia mendengar Alicia merengek pada sang Mama dan ia ingin tinggal bersamanya. Per

  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 511. (PAULINE STORY) Pemilik Hatiku yang Sebenarnya

    Setelah pergi jalan-jalan, Xander mengajak Pauline dan Alicia ke rumahnya. Pauline pikir Xander tetap tinggal di rumah lamanya, tapi ternyata ia salah, Xander telah memiliki rumah sendiri yang jauh lebih megah. Kini, Pauline melangkah masuk ke dalam rumah. Ia berjalan di belakang Xander yang melangkah di depannya sembari menggendong Alicia yang terlelap dalam dekapannya. "Kak, tidurkan di sofa saja, tidak apa-apa," ujar Pauline tidak enak hati. "Kenapa harus di sofa? Di lantai satu banyak kamar, lantai dua juga ada," jawab Xander sambil berjalan menaiki anak tangga. "Tapi kan—""Anggap saja rumah ini rumahmu sendiri, Sayang," sela Xander. Panggilan Sayang yang Xander lontarkan membuat Pauline terdiam. Ia teringat saat beberapa tahun lalu, Xander memanggilnya dengan panggilan itu dan terdengar sangat romantis. Sampai akhirnya Pauline kembali melangkah naik mengikuti Xander. Mereka masuk ke dalam sebuah kamar. Kamar bernuansa abu-abu dan putih, memiliki ranjang king size di teng

  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 510. (PAULINE STORY) Hubungan yang Dulunya Retak, Kini Terjalin Kembali

    Pauline terus merenung setelah ia mendapatkan nasihat dari sang Papa. Diamnya membuat Xander yang kini bersamanya pun tampak tak biasa. Laki-laki itu memperhatikannya dan ikut merasakan ada yang lain dengan Pauline. "Kenapa diam saja?" tanya Xander menatapnya dan menarik lengan Pauline sambil memangku Alicia. Pauline menoleh cepat dan menggelengkan kepalanya. "Tidak apa-apa. Emm ... hanya berpikir cuacanya semakin dingin." "Ya, tapi Alicia tidak mau pulang," jawab Xander menahan Alicia yang ada di pangkuannya dan tampak masih ingin bermain lagi di taman. Anak kecil perempuan itu mendongak dan menggelengkan kepalanya. "Ma, Alicia masih mau main sama Papa, nanti kalau Papa pulang, biar Alicia tidak menangis lagi," ujar anak itu. Pauline tersenyum dan mengangguk. "Iya, Sayang. Main sepuasnya di taman, ditemani Papa. Mama akan di sini memperhatikan kalian." Jawaban yang Pauline berikan membuat Xander terdiam dan menatapnya dengan dalam. Rasanya seperti tidak biasa melihat ekspres

  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 509. (PAULINE STORY) Pauline, Bukalah Pintu Hatimu untuk Xander

    Suara gema tangisan Alicia menggelegar di dalam rumah Evan. Alicia marah saat ia bangun tidur, Xander tidak ada di sana, hingga membuat anak itu menangis mencari sosok yang ia panggil 'Papa' tersebut. Tangisannya membuat semua orang heboh pagi ini. Sampai Evan dan Elizabeth ikut berusaha menenangkannya cucu kesayangannya. "Sayang, sudah jangan menangis ... nanti Papa Xander akan ke sini, kok," bujuk Elizabeth menggendong Cucunya. "Huwaa ... maunya sekarang, Oma! Alicia maunya sekarang! Huwaa ... Papamu di mana?!" jerit Alicia menangis. Sedangkan Pauline kini berada di lantai dua, gadis itu tengah mencoba menghubungi Xander. Namun hingga berkali-kali panggilannya tidak dijawab oleh Xander meskipun terhubung. Pauline sampai mondar-mandir dengan kepala pening. Sejak petang dia menggendong Alicia yang rewel mencari Xander. "Mama!" pekik Alicia dari lantai satu. "Huwaa ... Mama!" Gegas Pauline turun ke lantai satu dan segera mendekati putrinya yang kini berjalan ke arahnya sambil me

  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 508. (PAULINE STORY) Sebuah Restu

    Pauline dan Xander sampai di wahana akuarium raksasa. Di sana, Alicia terlihat sangat senang. Bahkan anak itu tidak mau turun dari gendongan Xander sejak mereka sampai. Tak hanya diam, Pauline pun sesekali mengambil momen dengan membuat video tentang Alicia yang digendong oleh Xander. "Wahh ... Papa! Itu ikannya besar!" pekik anak perempuan itu menunjuk seekor ikan di dalam akuarium raksasa. "Itu ikan apa, Papa?" "Itu ikan paus, Sayang," jawab Xander. "Ikan paus juga punya Mama dan Papa, juga?" tanyanya dengan polos. "Tentu saja punya," jawab Xander terkekeh. Pauline berdiri di samping Xander dan wanita itu menunjukkan gerombolan ikan-ikan cantik di sana. "Itu bagus ya," ujarnya. "Hm." Xander mengangguk. "Apa kau tidak pernah jalan-jalan saat Prancis?" "Tidak pernah. Alicia sangat nakal. Aku pernah mengajaknya ke taman bermain saat itu, hanya berdua, tapi aku awalnya ingin membiarkannya mendapatkan teman, tapi baru beberapa menit, belum ada satu jam sudah jat

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status