Home / Romansa / Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini / Bab 36. Mencarimu atau Melepaskanmu?

Share

Bab 36. Mencarimu atau Melepaskanmu?

Author: Te Anastasia
last update Last Updated: 2024-08-01 10:33:47

Elizabeth menerima tawaran pekerjaan menjadi seorang pianis di rumah makan mewah yang berada di sebuah hotel bintang lima.

Malam ini adalah malam pertama Elizabeth bekerja di sana, ia tidak menyangka bisa berada di dalam ruangan yang sangat indah dan melihat para tamu dari kalangan berkelas di tempat itu.

'Ya Tuhan, ini akan menjadi pengalaman paling luar biasa dalam hidupku,' batin Elizabeth menatap sekitar sebelum dia menekan tuts pianonya.

Banyak lagu yang Elizabeth bawakan dari tiap melodi indah piano yang dia mainkan, tak jarang seseorang mendatanginya dan memintanya memainkan sebuah lagu.

Setelah pekerjaannya selesai, Elizabeth pun bertemu dengan atasannya yang bernama Sonya, dia adalah salah satu teman Daniel di Prancis.

"Kerja bagus, Nona Elizabeth, aku sangat puas dengan permainan pianomu. Aku harap kau bisa setiap hari ke sini," ujar Sonya tersenyum manis dan sopan.

"Sama-sama Nona Sonya, kebetulan saya juga sangat suka bermain piano," jawab Elizabeth tersenyum manis.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (8)
goodnovel comment avatar
Bertha Tamonob
Pilihan ada ditanganmu Evan. Piihan yang salah akan membawa penyesalan di akhir
goodnovel comment avatar
Aa Alkarom
haha esmosi nie ye
goodnovel comment avatar
Fenty Izzi
lepaskan...karna kau g pantas untuknya...kau sudah terlalu banyak menyakitinya
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 37. Kau Tidak Akan Bisa Lari Dariku, Elizabeth!

    Tidak terasa waktu berjalan dengan sangat cepat, sudah hampir memasuki minggu ke empat Evan tidak menemukan Elizabeth, namun dia masih kukuh tetap mencari sampai ia bisa menemukannya. Sore ini, laki-laki itu bersiap akan pergi. Di rumahnya ada Clarisa yang menjaga Exel, karena hari ini putra kecilnya sedang tidak enak badan. "Papa mau ke mana? Exel mau ikut," rengek anak laki-laki itu mendekati Evan yang baru saja menuruni anak tangga. "Papa ada acara penting, Sayang, di rumah saja dengan Mama Clarisa," jawab Evan mengusap pucuk kepala Exel dengan lembut. "Tidak mau, Exel mau ikut Papa," rengek anak itu memegangi tangan Evan. Evan terlihat rapi dengan balutan tuxedo hitam, serta memakai kaca mata bening dengan bingkai warna emas yang membuat Evan terlihat semakin tampan. Sore ini Evan ada acara penting, dia diundang untuk acara perayaan pesta ulang tahun perusahaan milik rekannya, dan ia sudah pasti akan datang. Dari belakang nampak Clarisa muncul, wanita itu langsung berj

    Last Updated : 2024-08-02
  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 38. Evan, Apa yang Sebenarnya Kau Inginkan?

    "Kalau laki-laki itu selingkuhan Elizabeth, mengapa dia menolong Elizabeth secara diam-diam?" Gumaman penuh tanda tanya itu keluar dari bibir Evan setelah dia diberi kabar oleh Jericho tentang bagaimana bisa Elizabeth mendapatkan pekerjaan di hotel bintang lima dan menjadi seorang pianis dengan gaji mahal di sana.Ternyata itu semua berkat Daniel. Tapi, mengapa pria itu harus berbohong pada Elizabeth? Mengapa Daniel tidak mengatakan bahwa pemilik hotel tersebut sebenarnya bukan temannya, melainkan kerabat terdekat laki-laki itu?Karenanya, Evan mulai penasaran dengan hubungan Elizabeth dan Daniel yang sebenarnya. Sudah pasti bahwa Daniel memiliki perasaan khusus pada istrinya itu. Evan bisa melihatnya dengan jelas. Tapi bagaimana dengan Elizabeth?"Elizabeth…" bisik Evan menatap gadis cantik di depan sana.Rasa kesal tak mampu Evan tahan, laki-laki itu melepaskan sabuk pengaman dan membuka pintu mobilnya saat itu juga. Sementara Elizabeth, gadis itu berdiri di gang menuju pagar rum

    Last Updated : 2024-08-02
  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 39. Jujurlah Padaku, Elizabeth

    Elizabeth tidak mengatakan apapun sehingga Daniel kembali bertanya, "Elizabeth, kau tidak papa kan?" Daniel lalu mengajaknya duduk sebuah kursi di dalam rumah. Elizabeth duduk dengan kepala tertunduk, barulah Daniel merogoh saku mantel hangat yang dia pakai dan mengambil sebuah sapu tangan miliknya. "Elizabeth—""Aku tidak papa, Niel," jawab gadis itu mengusap pipinya. Bahkan dia sendiri juga tidak tahu bila lipstik di bibirnya berantakan karena ulah Evan. Tapi instingnya membawa Elizabeth untuk mengelap bibirnya. "Sungguh? Tidak terjadi sesuatu denganmu?" Gelengan kepala diberikan oleh Elizabeth. Barulah Daniel menghela napasnya pelan dengan mata masih tertuju pada gadis di depannya ini. Ternyata Elizabeth tidak mau jujur padanya. Kenyataan itu membuatnya sedih."Kau sendiri, kenapa kembali? Bukannya kau sudah pulang, ya?" tanya Elizabeth menatap Daniel lekat-lekat. "Obatmu tertinggal di mobilku," jawab Daniel menyerahkan tas kecil berisi botol kecil di dalamnya. Elizabeth m

    Last Updated : 2024-08-03
  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 40. Clarisa, Wanita Bermuka Dua

    "Bertemu dengan istriku,” sahut Evan dengan wajah tanpa ekspresi. “Bukankah seorang suami bebas untuk menemui istrinya kapan saja?” Jawaban Evan begitu santai. Setelah ia tidak mendapati Elizabeth di tempat kerjanya, laki-laki itu langsung pergi ke kediaman Elizabeth.Evan kepikiran, kenapa Elizabeth tidak pergi bekerja? Apakah terjadi sesuatu pada gadis itu setelah kejadian semalam? Dan kini, saat melihat Elizabeth yang tampak pucat dengan kedua matanya yang sembab, Evan sadar bahwa wanita itu sedang tidak baik-baik saja. "Tidak Evan, kau tidak bisa seenaknya sendiri," sahut Elizabeth, menyadarkan Evan dari lamunan singkat. Dengan berani gadis itu mendongak menatapnya, sorot matanya sayu tapi tampak kukuh, tidak takut berhadapannya dengannya seperti kemarin. Evan terdiam. Wajahnya yang biasanya kaku dan dingin, kini sedikit lebih melunak melihat gadis itu. "Kau dan aku belum resmi bercerai, Elizabeth. Aku bisa menemuimu kapan saja aku mau," balas laki-laki itu. Mendengar jaw

    Last Updated : 2024-08-03
  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 41. Berita Rekayasa yang Beredar

    Hari telah berganti, Elizabeth kembali bekerja meskipun kondisi tubuhnya belum juga membaik. Terkadang ia merasa pusing dan terbatuk-batuk. Elizabeth mengambil kerja jam awal, hingga ia bisa pulang di sore hari dan pergi ke rumah sakit untuk kembali berobat. Daniel kini berada di dalam ruangan perawatan bersamanya. "Kepalamu pasti sakit lagi, kan?" Daniel menyentuh kening Elizabeth dengan wajah serius. "Hanya sakit sedikit," jawab Elizabeth menyentuh kepalanya. Daniel menoleh ke arah pintu kaca buram yang terbuka, di sana rekan dokternya kembali masuk membawa beberapa berkas hasil pemeriksaan perkembangan kondisi Elizabeth. "Bagaimana, Dokter Killian?" tanya Daniel pada rekannya. "Menurun lagi," jawab dokter itu menunjukkan wajah sedih. Daniel menghela napasnya panjang dan menatap Elizabeth yang diam berbaring masih dengan pakaian rumah sakit. Anggukan diberikan oleh Daniel, laki-laki itu ikut pusing dengan kondisi Elizabeth yang kini jauh memburuk dibandingkan hari kemarin-ke

    Last Updated : 2024-08-04
  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 42. Titik Terendah Elizabeth

    Elizabeth merasa terkejut dan sedih dengan cepat tersebarnya berita rekayasa di sosial media tentang dirinya dan Daniel saat ini. Semua mata tertuju padanya dengan cibiran pahit yang orang lain lontarkan. Bahkan di tempat kerjanya sekarang, Elizabeth merasa teramat malu dengan tatapan benci dan mendengar cemooh dari semua orang. "Dasar wanita tidak tahu terima kasih! Sudah enak mendapatkan suami seperti Tuan Evander, malah akal-akalan selingkuh!" cibir seorang wanita yang tengah bersama temannya. "Iya, lihat saja sekarang, dia hanya menjadi seorang pianis di restoran. Padahal suaminya orang kaya! Benar-benar wanita tidak tahu malu!" imbuh wanita itu menatap sinis pada Elizabeth. Makian pedas yang ia dengar tentangnya, membuat hati kecil Elizabeth terasa nyeri dan sakit. Tidak mungkin bagi Elizabeth menjelaskan dengan jujur pada satu per satu orang. Setiap detik waktu yang berlalu membuat Elizabeth merasa tersiksa, tubuhnya sudah sakit, dan kenapa masalah baru datang lagi menimpan

    Last Updated : 2024-08-04
  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 43. Aku Tak Lagi Mempercayaimu

    Hari sudah gelap, Elizabeth masih berdiam diri di dalam rumah. Setelah beberapa menit yang lalu Daniel pergi dan akan kembali untuk membelikan makan malam untuknya. Laki-laki itu melarang Elizabeth untuk keluar rumah agar terhindar dari ocehan semua orang tentangnya saat ini. Sampai akhirnya bel rumah berbunyi, Elizabeth yang tengah duduk di ruangan keluarga pun langsung menoleh cepat ke arah pintu. "Daniel," lirihnya langsung berdiri. Gegas itu membuka pintunya cepat. Namun lagi-lagi yang datang bukanlah Daniel, melainkan sosok laki-laki yang kini sangat Elizabeth benci. Evander, laki-laki itu menatap wajah memerah Elizabeth yang nampak baru saja menangis. "Untuk apa kau ke sini? Jangan tunjukkan dirimu lagi!" seru Elizabeth mengusir Evan. Gadis itu hendak menutup pintu rumahnya, namun tenaga Elizabeth kalah kuat. Dengan cepat Evan menahan pintu itu dan menyelinap masuk ke dalam rumah. Sorot mata Elizabeth penuh permusuhan dengannya, tidak seperti kemarin-kemarin lagi yang te

    Last Updated : 2024-08-05
  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 44. Tenanglah Elizabeth, Aku Selalu Ada Untukmu

    Berita memanas hingga berhari-hari, akhirnya kini orang suruhan Evan berhasil menangkap dan menyeret seorang pelaku penyebar berita tersebut dan membawanya ke hadapan Evan. Di dalam ruangan pribadinya, Evan berdiri tegap menatap seorang laki-laki asing di depannya dengan tatapan tajam. Laki-laki itu tampak marah, seolah dia bukanlah pelakunya. "Lepaskan aku!" teriaknya memberontak. "Tutup mulutmu!" sentak Jericho menendang bawah lutut belakangnya hingga dia berjongkok. Dia berusaha melawan Jericho yang mencekal tangan laki-laki itu ke belakang, sebelum akhirnya beralih menatap Evan yang melangkah ke arahnya. "Jadi kau..," ucap Evan dengan nada datar. "Kau orang yang menyebarkan berita tentang rumah tanggaku?" Laki-laki asing itu mendongakkan kepalanya menatap Evan, wajah kesalnya langsung berubah gugup dan memucat."A-apa maksud Anda? Saya tidak tahu dan saya tidak melakukan itu!" pekik laki-laki itu mencoba membela diri."Jawab jujur, Gustav!" seru Jericho menekan tangan orang

    Last Updated : 2024-08-05

Latest chapter

  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 516. AKHIR KISAH KITA YANG BAHAGIA

    Pernikahan yang dinanti-nantikan sekaligus tak pernah dibayangkan oleh Pauline pun kini terjadi. Menjadi istri seorang Xander Spencer adalah hal yang tak jauh berbeda dengan sebuah mimpi. Dulu, Pauline tidak berani hanya sekedar untuk membayangkannya saja. Tetapi, takdir berkata lain. Hari ini, Pauline dan Xander sudah resmi menjadi sepasang suami istri. Pauline resmi menjadi istri dari seorang Xander Spencer setelah acara pernikahan mereka diselenggarakan di gedung hotel milik Keluarga Collin pagi ini. Semua keluarga mengucapkan selamat pada mereka, termasuk Exel dan juga Hauri yang turut ikut merasa senang di hari bahagia adik mereka. "Selamat ya, Sayang ... akhirnya kau membuka lembaran baru dengan seseorang yang kau cintai dan yang mencintaimu," ujar Exel memeluk Pauline. "Berjanjilah untuk hidup bahagia dengan Xander." Pauline mengeratkan pelukannya pada sang Kakak dan ia mengangguk kecil. "Iya, Kak. Terima kasih..." Pelukan mereka pun terlepas, Pauline menatap Hauri yang

  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 515. (PAULINE STORY) Alicia Akan Punya Mama dan Papa yang Lengkap

    Pauline tidak pernah memikirkan yang namanya pernikahan sebelumnya. Ia hanya ingin hidup berdua dan membesarkan Alicia. Itulah harapannya awal mula. Namun, ternyata takdir berkata lain. Pauline justru akan menikah dengan laki-laki yang dulu pernah ia tinggalkan karena sakit hati, dan terlebih lagi laki-laki itu begitu lapang dada menerima Alicia dan mengakui sebagai anaknya sendiri. "Hei, kenapa melamun?" Suara Xander membuat Pauline tersentak pelan. Gadis itu menoleh pada Xander yang kini berdiri di sampingnya. Xander langsung memeluk Pauline dari belakang dan menyandarkan kepalanya di pundak gadis itu. "Kenapa?" Pauline mendongak menatapnya dengan senyuman tipis. "Katanya aku harus duduk diam, kau sendiri yang mau memilihkan gaun pernikahan kita," ujar Pauline. "Heem, tunggu sebentar. Tante Helen masih memilihkan yang pas untukmu," jawab Xander, seraya melepaskan pelukannya. Laki-laki itu pun berpindah duduk di samping Pauline. Saat ini, mereka berada di butik milik salah sat

  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 514. (PAULINE STORY) Kami Akan Segera Menikah

    Xander mengantarkan Pauline pulang, kedatangannya disambut oleh Evan dan Elizabeth. Mereka tampak cemas dan was-was, pasalnya selama bertahun-tahun ini Pauline tidak pernah berhubungan dengan laki-laki manapun. Meskipun Evan merestui hubungan mereka, tapi tentu saja ia panik dan cemas bila putrinya tidak pulang-pulang. Kini mereka bertiga baru saja pulang, tampak Alicia bersemangat dan kesenangan dalam gendongan Xander. "Opaa...!" Anak perempuan itu mengulurkan tangannya dan berlari ke arah Evan dengan wajah berseri-seri. Evan dan Elizabeth pun tersenyum. "Aduh, kenapa Cucu Opa tidak pulang-pulang!" seru Evan, saat cucunya turun dari gendongan Xander dan berlari ke arahnya. Alicia langsung memeluk Evan, sedangkan Pauline dan Xander kini duduk di sofa. Mereka duduk berjajar dan Pauline tampak menundukkan kepalanya. "Maaf ya, Pa. Aku tidak bisa pulang kemarin. Pauline tidur pulas, aku ... aku juga sama," ujar Pauline merasa bersalah. Evan mengangguk. "Tidak apa-apa, asal kau ber

  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 513. (PAULINE STORY) Keluarga yang Xander Impikan

    "Pauline, Sayang bangun ... pindahlah tidur di kamar. Jangan tidur di sini. Alicia sudah tidur di kamar atas." Xander menepuk pipi Pauline dengan sangat lembut sampai gadis itu terbangun dan terkejut saat ia menyadari tertidur di rumah Xander. "Kak..." Laki-laki itu tersenyum. "Pindah ke kamar, tidurlah di sana temani Alicia. Aku akan melanjutkan pekerjaanku dulu." Pauline langsung bangun dan ia menoleh ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam. Gadis itu tertunduk. "Bagaimana bisa aku ketiduran sampai jam segini?" lirih Pauline. "Bagaimana aku pulangnya?" "Kan aku sudah bilang, tidurlah di sini. Biar aku yang telfon Papa. Di luar juga udara sangat dingin, kasihan Alicia, Sayang." Xander mengusap lengan kecil Pauline. Gadis itu mengangguk patuh dan ia beranjak dari duduknya. Kedua mata mengantuknya pun tertuju lagi pada Xander. "Janji ya, Kak, teflon Papa," ujarnya. "Iya, Sayang." Barulah Pauline tersenyum tipis. "Baiklah, kalau begitu aku ke

  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 512. (PAULINE STORY) Anak Kesayangan Papa Xander

    "Ma ... Alicia boleh tidak, tinggal di sini sama Mama dan Papa?" Anak perempuan dengan rambut cokelat dikuncir dua itu berdiri di samping sang Mama. Alicia yang menggemaskan tampak mendongak menatap wajah sang Mama. Pauline yang tengah membuatkan kopi untuk Xander di dapur rumah laki-laki itu, ia pun lantas menoleh dan tersenyum pada Alicia yang murung dan mengeluh di sampingnya. "Kita punya rumah sendiri, Sayang." Bibir Alicia cemberut, anak itu menarik-narik ujung blouse yang Pauline pakai. "Tapi Ma, Alicia mau seperti Kak Varo dan Kak Vano, mereka tinggal dengan Tante Mama dan Papa Exel. Masak Alicia hanya tinggal sama Mama, terus Oma dan Opa? Papa tinggal sendirian, kasihan Papa, Ma..." Alicia memprotes sang Mama. Dari arah ruang tengah, Xander yang mendengar perbincangan Alicia dan Pauline, ia tersenyum. Anak kecil mungil itu memang sangat menyayanginya selayaknya Papanya sendiri. Dengan jelas ia mendengar Alicia merengek pada sang Mama dan ia ingin tinggal bersamanya. Per

  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 511. (PAULINE STORY) Pemilik Hatiku yang Sebenarnya

    Setelah pergi jalan-jalan, Xander mengajak Pauline dan Alicia ke rumahnya. Pauline pikir Xander tetap tinggal di rumah lamanya, tapi ternyata ia salah, Xander telah memiliki rumah sendiri yang jauh lebih megah. Kini, Pauline melangkah masuk ke dalam rumah. Ia berjalan di belakang Xander yang melangkah di depannya sembari menggendong Alicia yang terlelap dalam dekapannya. "Kak, tidurkan di sofa saja, tidak apa-apa," ujar Pauline tidak enak hati. "Kenapa harus di sofa? Di lantai satu banyak kamar, lantai dua juga ada," jawab Xander sambil berjalan menaiki anak tangga. "Tapi kan—""Anggap saja rumah ini rumahmu sendiri, Sayang," sela Xander. Panggilan Sayang yang Xander lontarkan membuat Pauline terdiam. Ia teringat saat beberapa tahun lalu, Xander memanggilnya dengan panggilan itu dan terdengar sangat romantis. Sampai akhirnya Pauline kembali melangkah naik mengikuti Xander. Mereka masuk ke dalam sebuah kamar. Kamar bernuansa abu-abu dan putih, memiliki ranjang king size di teng

  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 510. (PAULINE STORY) Hubungan yang Dulunya Retak, Kini Terjalin Kembali

    Pauline terus merenung setelah ia mendapatkan nasihat dari sang Papa. Diamnya membuat Xander yang kini bersamanya pun tampak tak biasa. Laki-laki itu memperhatikannya dan ikut merasakan ada yang lain dengan Pauline. "Kenapa diam saja?" tanya Xander menatapnya dan menarik lengan Pauline sambil memangku Alicia. Pauline menoleh cepat dan menggelengkan kepalanya. "Tidak apa-apa. Emm ... hanya berpikir cuacanya semakin dingin." "Ya, tapi Alicia tidak mau pulang," jawab Xander menahan Alicia yang ada di pangkuannya dan tampak masih ingin bermain lagi di taman. Anak kecil perempuan itu mendongak dan menggelengkan kepalanya. "Ma, Alicia masih mau main sama Papa, nanti kalau Papa pulang, biar Alicia tidak menangis lagi," ujar anak itu. Pauline tersenyum dan mengangguk. "Iya, Sayang. Main sepuasnya di taman, ditemani Papa. Mama akan di sini memperhatikan kalian." Jawaban yang Pauline berikan membuat Xander terdiam dan menatapnya dengan dalam. Rasanya seperti tidak biasa melihat ekspres

  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 509. (PAULINE STORY) Pauline, Bukalah Pintu Hatimu untuk Xander

    Suara gema tangisan Alicia menggelegar di dalam rumah Evan. Alicia marah saat ia bangun tidur, Xander tidak ada di sana, hingga membuat anak itu menangis mencari sosok yang ia panggil 'Papa' tersebut. Tangisannya membuat semua orang heboh pagi ini. Sampai Evan dan Elizabeth ikut berusaha menenangkannya cucu kesayangannya. "Sayang, sudah jangan menangis ... nanti Papa Xander akan ke sini, kok," bujuk Elizabeth menggendong Cucunya. "Huwaa ... maunya sekarang, Oma! Alicia maunya sekarang! Huwaa ... Papamu di mana?!" jerit Alicia menangis. Sedangkan Pauline kini berada di lantai dua, gadis itu tengah mencoba menghubungi Xander. Namun hingga berkali-kali panggilannya tidak dijawab oleh Xander meskipun terhubung. Pauline sampai mondar-mandir dengan kepala pening. Sejak petang dia menggendong Alicia yang rewel mencari Xander. "Mama!" pekik Alicia dari lantai satu. "Huwaa ... Mama!" Gegas Pauline turun ke lantai satu dan segera mendekati putrinya yang kini berjalan ke arahnya sambil me

  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 508. (PAULINE STORY) Sebuah Restu

    Pauline dan Xander sampai di wahana akuarium raksasa. Di sana, Alicia terlihat sangat senang. Bahkan anak itu tidak mau turun dari gendongan Xander sejak mereka sampai. Tak hanya diam, Pauline pun sesekali mengambil momen dengan membuat video tentang Alicia yang digendong oleh Xander. "Wahh ... Papa! Itu ikannya besar!" pekik anak perempuan itu menunjuk seekor ikan di dalam akuarium raksasa. "Itu ikan apa, Papa?" "Itu ikan paus, Sayang," jawab Xander. "Ikan paus juga punya Mama dan Papa, juga?" tanyanya dengan polos. "Tentu saja punya," jawab Xander terkekeh. Pauline berdiri di samping Xander dan wanita itu menunjukkan gerombolan ikan-ikan cantik di sana. "Itu bagus ya," ujarnya. "Hm." Xander mengangguk. "Apa kau tidak pernah jalan-jalan saat Prancis?" "Tidak pernah. Alicia sangat nakal. Aku pernah mengajaknya ke taman bermain saat itu, hanya berdua, tapi aku awalnya ingin membiarkannya mendapatkan teman, tapi baru beberapa menit, belum ada satu jam sudah jat

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status